Total Shelter Apartement Tema Building Safety

Gratis

0
17
118
2 years ago
Preview
Full text

TOTAL SHELTER APARTMENT

  Ibunda Tercinta Nurmala Muchtar, Ayahanda Juanda Muhammad, ,Kakak-kakakku tersayang Herry Yunanda, Eva Riana, dan Rauzal, serta Adik-adikku tercinta (Alm. Dina), Haris, Kalina, Wulan, Ikki danSeluruh Keluarga besar yang telah memberi doa restu, pengorbanan, dan penyemangat yang tak ternilai dalam mennyelesaikan LaporanTugas Akhir ini. Dengan penuh rasa terima kasih penulis berharap semoga segala kebaikan- kebaikan mereka akan mendapat balasan dari Allah SWT, dan semoga tulisanini dapat bermanfaat bagi pembaca atau penulis yang lain di masa yang akan datang.

BUILDING SAFETY LAPORAN PERANCANGAN AR 38313 S – STUDIO TUGAS AKHIR SEMESTER GENAP TAHUN 2014/2015

  Ibunda Tercinta Nurmala Muchtar, Ayahanda Juanda Muhammad, ,Kakak-kakakku tersayang Herry Yunanda, Eva Riana, dan Rauzal, serta Adik-adikku tercinta (Alm. Dina), Haris, Kalina, Wulan, Ikki danSeluruh Keluarga besar yang telah memberi doa restu, pengorbanan, dan penyemangat yang tak ternilai dalam mennyelesaikan LaporanTugas Akhir ini. Dengan penuh rasa terima kasih penulis berharap semoga segala kebaikan- kebaikan mereka akan mendapat balasan dari Allah SWT, dan semoga tulisanini dapat bermanfaat bagi pembaca atau penulis yang lain di masa yang akan datang.

BAB I PENDAHULUAN

  yang dipisahkan secara horizontal dan vertikal agar tersedia hunian yang berdiri sendiri danmencakup bangunan bertingkat rendah atau bangunan tinggi, dilengkapi [2] berbagai fasilitas yang sesuai dengan standart yang ditentukan. Jadi secara umum Apartemen dapat didefinisikan sebagai sebuah hunian yang disediakan pada suatu tempat dengan jumlah yang relatifbanyak yang berfungsi sebagai perumahan sewa dengan fasilitas yang lengkap.

Dilalui  Hidran Halaman

  Tiap bagian dari jalur untuk akses mobil pemadam di lahan bangunan gedung harus dalam jarak bebas hambatan 50 mdari hidran kota. Bila hidran kota tidak tersedia, maka harus disediakan hidran halaman Dalam situasi di mana diperlukanlebih dari satu hidran halaman, maka hidran-hidran tersebut harus diletakkan sepanjang jalur akses mobil pemadamsedemikian hingga tiap bagian dari jalur tersebut berada dealam jarak radius 50 m dari hidran.

Mobil Pemadam  Akses Petugas Pemadam Kebakaran ke Bangunan Gedung

  Pemisah dengan TKA 2 jam harus dibangun dengan pasangan konstruksi yang tidak mudah terbakar atau bahan yang mudahterbakarnya terbatas dan harus ditunjang dengan konstruksi yang mempunyai tingkat ketahanan api sekurang-kurangnya 2jam. Bukaan pada eksit terlindung harus terbatas untuk pintu dari tempat yang biasa dihuni dan koridor dan pintu untuk jalan keluar dari tempat terlindung, kecuali satu dari kondisi berikut ada:  Bukaan pada jalur terusan eksit dalam bangunan gedung mal seperti dijelaskan pada persyaratan untuk bangunan gedung mal, diizinkan.

Penghalang Api”

   Dinding-dinding dan partisi dalam yang terbuat dari konstruksi yang tidak simetris harus di evaluasi dari kedua arah dan ditentukan tingkat ketahanan api didasarkan pada ukuran terkecil yang diperoleh dari hasil pengujian sesuai persyaratan teknis ini dan ketentuan yang berlaku tentang, “Standar Tatacara Pengujian [22] Ketahanan Api pada Bahan Bangunan gedung dan Konstruksi”. 103-118 Sistem yang sudah terpasang (existing) harus sesuai dengan ketentuan tentang bangunan gedung yang sudah ada atau diizinkan sebelumpemakai persyaratan teknis ini dan harus memenuhi ketentuan yang dinyatakan disini atau diacu untuk bangunan gedung yang sudah ada.

BAB III DESKRIPSI PROYEK DAN ELABORASI TEMA

  Hal tersebut berbanding lurus dengan proyek yang ini karena untukpenduduk yang banyak tentu membutuhkan hunian yang banyak pula, apalagi untuk kawasan perkotaan, dengan lahan yang tersediatidak banyak tentu saja hal tersebut akan terus menjadi masalah apabila penduduk yang padat ditambah dengan pertumbuhanpenduduk berbanding terbalik dengan ketersediaan lahan dan tingkat pembangunan yang rendah. Menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi kondisi dari tapak, seperti adanya sungai yang bisa menjadi potensi ataupun bisa menjadi sebuah masalah yang harus diselesaikan, kemudian faktor tapakyang berbatasan langsung dengan jalan raya dan kondisi dari tetangga yang berbatasan langsung dengan tapakmaupun bangunan sekitar yang dapat mempengaruhi tapak.

BAB V KONSEP PERANCANGAN

  Keamanan Tapak, yaitu keamanan dari segi tapak meliputi keamanan luar bangunan, keamanan penghuni apartemen ketikaberada di dalam tapak dan keamanan fasilitas-fasilitas publik seperti playground, kolam renang, pedestrian dan ruang-ruang publik. Keamanan Bangunan, yaitu keamanan dalam skala bangunan yang meliputi keamanan struktur, keamanan basement, keamanan lift,keamanan tangga darurat, keamanan lobby, keamanan koridor dan keamanan material yang digunakan.

Bangunan

  Analisa Massa Bangunan 3 Kemudian hubungan massa L dengan tema yang diambil yaitu Building Safety yaitu, bentuk massa L dibagi menjadi 3 bagian menurut struktur yang dipisah membentuk massa yang bujur sangkar, langkah ini diambil untuk mengantisipasi bencana gempa bumi, dikarenakan massa bangunan yangberbentuk bujur sangkar adalah yang paling stabil diantara bentuk-bentuk yang lainnya. Roof garden dan Unit Garden Penggunaan roof garden juga sangat bermamfaat bagi bangunan itu sendiri yaitu selain untuk memperindah bangunan juga sebagaipengontrol suhu dengan menyerap panas pada bangunan yang berdampak pada penggunaan energi yang lebih hemat,menghambat laju air hujan, pelindung atap, sehingga beton menjadi lebih tahan lama, dan menyerap polusi yang berasal dari jalan raya.

BAB VI HASIL PERANCANGAN

  Beurandang, 19 Agustus 1992JenisKelamin : Laki - lakiAgama : IslamKewarganegaraan : IndonesiaStatus : Belum MenikahGolongan Darah : B Alamat : Sekeloa Tengah No.05 Rt/01. Bandung 40134 Telepon : 0896 8694 3645Email : mirzaa.mails@gmail.com Kursus Menggambar Seni dan Teknik 2011 Pramuka SMP Negeri 1 Muara BatuAnggota HIMA ArsitekturAnggota Komunitas Funco Comic PT.

Dokumen baru