Fenomena Gaya Hidup Penggunaan Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung

Gratis

2
39
120
2 years ago
Preview
Full text

MAKRO MIKRO

  Bagaimana Minat pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di Kota Bandung ? Gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa Kota Bandung MODEL ALUR PEMIKIRAN PENELITI REFERENSI BUKU SKRIPSI PENELITIAN TERDAHULU INTERNET SEARCHING WAWANCARA OBSERVASI PARTISIPAN DOKUMENTASI “ Peneliti menentukan informan dengan menggunakan teknik purposivesampling ” NO.

PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIANFENOMENA GAYA HIDUP PENGGUNA BEHEL GIGI PADA KALANGAN MAHASISWA DI KOTA BANDUNG

  Aktivitas Minat OpiniImitasi Pro Kontra Perawatan K. A.

LOKASI PENELITIAN

  Bagaimana gaya hidup pengguna behel gigi dalam bentuk kepercayaan diri dan mengelola diri dalam setiap proses komunikasi dan interaksi yang tidak terelakan baik dalam intra maupun ekstra komunikasi mereka. Aktivitas pengguna behel gigi sama seperti orang normal yang tidak memakai behel gigi, yaitu beraktivitas seperti biasa yaitu :menggosok gigi tiga kali sehari, menghindari makanan yang keras- keras agar tidak menempel pada bracket mereka, mengganti karetbeheldan bracket mereka dengan rutin.

TERIMA KASIH

FENOMENA GAYA HIDUP PENGGUNA BEHEL GIGI PADA KALANGAN MAHASISWA DI KOTA BANDUNG (Studi Deskriptif Tentang Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung) SKRIPSIDiajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) pada Program Studi Ilmu Komunikasi Konsentrasi Humas Oleh : Dine Ermayani NIM : 41808022 PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMASFAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2012

ABSTRAK FENOMENA GAYA HIDUP PENGGUNAAN BEHEL GIGI PADA KALANGAN MAHASISWA DI KOTA BANDUNG

  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya hidup pengguna behel gigi dengan menjawab tujuan penelitian yang terdiri dariaktivitas, minat, dan opini pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di Kota Bandung. Hasil penelitian yang didapatkan ialah aktivitas pengguna behel gigi sebagai ajang gaya hidup sama seperti orang normal yang tidak memakai behel gigi, minat sebagai rasa ketertarikan bagi penggunanya, opini timbul dari masing-masing pemikiran masyarakat, gaya hidup di pandang sebagai suatu ciri dari Negara yang Modern sudah berkembang.

KATA PENGANTAR

  Puji syukur peneliti panjatkan atas kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayah-Nya yang telah meridhoi segala jalan dan upaya penelitidalam menyelesaikan penelitian skripsi ini tepat pada waktu yang telah ditentukan. Doa ananda, semoga ananda dapat membahagiakan Mama dan Papa serta menjadiseperti apa yang Mama dan Papa harapkan untuk menjadi manusia yang berguna setidaknya untuk hidup ananda sendiri.

8. Terima Kasih kepada Keluarga besar Bpk. M. Sophian. SE, Papa Sophian, Ibu Dewi, Aa tuthuy, Teteh Nichole, A‟parin, terima kasih banyak supportnya

  Buat temen-temen Yetii : Azhar dan Tatang yang telah memberikan dukungan dan bantuan selama ini kepada peneliti. Semoga allah SWT memberikan balasan yang berlimpah bagi orang- orang yang telah membantu peneliti untuk kesempurnaan penelitian ini, Penelitisenantiasa menanti kritik dan saran dari semua pihak dalam penyusunan usulan penelitian ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Banyak hal yang bisa dilakukan oleh mereka yang sangat tertarikuntuk mengikuti perkembangan jaman atau trend yang sedang mewabah, berbagai cara dilakukan untuk memenuhi hasrat tersebut, seperti halnya yang sedang marakterjadi saat ini yaitu fenomena penggunaan behel gigi sebagai pendukung penampilan atau gaya bukan dipakai untuk kesehatan. Dampak positif dari penggunaan behel gigi ini, dimana kitamendapatkan suatu identitas, disini kita lihat dari sudut pandang gaya hidupnya yang termasuk kedalam gaya-gaya warna-warni karet behel akan membuat menjadi lebihkreatif dan lebih variatif dalam menciptakan suatu pribadi yang unik dan berbeda dengan yang lainnya, yang tentu saja sesuai dengan kepribadian.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijabarkan oleh peneliti, maka telah diterapkan rumusah masalah dalam penelitian sebagai berikut :

1.2.1 Makro :

1.2.2 Mikro :

  Bagaimana Minat pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di kota Bandung ? Bagaimana Opini pengguna behel gigi pada kalangan Mahasiswa di kota Bandung ?

1.3 Maksud dan Tujuan

  1.3.1 Maksud Penelitian Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tentang Fenomena Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi PadaKalangan Mahasiswa Di Kota Bandung (Studi Deskriptif tentang gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kota Bandung). Penelitian ini menjelaskan tentang pengguna behel ditinjau dari gaya hidup sebagai bentuk dari eksistensi diri di kota Bandung dalam tatananmasyarakat secara objektif 1.3.2 Tujuan Penelitian 1.

1.4 Kegunaan Penelitian

  1.4.1 Kegunaan Teoritis Secara teoritis peneliti berharap agar penelitian ini dapat mengembangkan kajian studi ilmu komunikasi secara umum dan khususnya mengenaiFenomena Gaya Hidup Pengguna Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa DiKota Bandung dan dapat memberikan sumbangan bagi perkembangan studi deskriptif, khususnya yang berkaitan dengan fenomena komunikasi dalamkonteks komunikasi antarpribadi. Selain itu pula dapat menjadi acuan dan dapat memperdalam pengetahuan dan teori mengenai informasi-informasi yang berhubungandengan studi ilmu komunikasi.

1.4.2.1 Peneliti

  1.4.2.2 Program Studi Penelitian ini berguna bagi mahasiswa di kota Bandung secara umum,Ilmu Komunikasi secara khusus mengenai tinjauan fenomena gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kota Bandung,sebagai litelatur bagi peneliti selanjutnya terutama yang melakukan penelitian dengan kajian yang sama. 1.4.2.3 Masyarakat Semoga penelitian ini dapat memberikan wacana tentang ajang trend atau gaya-gayaan dalam sosialitas secara jelas dan transparan yangditinjau dari proses komunikasi dan eksistensi diri para pengguna behel gigi di kalangan mahasiswa di kota Bandung.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Pustaka

2.1.1 Tinjauan Tentang Komunikasi

2.1.1.1 Definisi Komunikasi

  Perubahan sosial (Social change) (Effendy, 2003 : 8)Dari empat poin yang dikemukakan diatas tersebut oleh Onong Uchjana effendy, dapat disimpulkan bahwa komunikasi bertujuan untuk merubah sikap, pendapat, perilaku, dan pada perubahan sosial masyarakat. Sedangkan fungsi dari komunikasi adalah sebagai penyampai informasi yang utama, mendidik, menghibur dan yang terakhir mempengaruhi orang laindalam bersikap ataupun dalam bertindak.

2.1.1.4 Proses Komunikasi

  Proses komunikasi secara primer, Proses ini adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepadaorang lain dengan menggunakan lambang (simbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proseskomunikasi adalah bahasa, kial, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya yang secara langsung mampu“menerjemahkan” pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.

2.1.1.5 Unsur-unsur Komunikasi

  Didalam melakukan kegiatan komunikasi setiap individu berharap tujuan dari komunikasi itu sendiri dapat tercapai dan untuk mencapainya adaunsur-unsur yang harus di pahami, menurut Onong Uchana Effendy dalam bukunya yang berjudul Dinamika Komunikasi bahwa dari berbagai pengertiankomunikasi yang telah ada tampak adanya sejumlah kommponen atau unsur yang dicakup, yang merupakan persyaratan terjadinya komunikasi. Dari berbagai pengertian komunikasi yang banyak ditemui, tampak adanya sejumlah komponen atau unsur yang dicakup, yang merupakanpersyaratan terjadinya komunikasi.

2.1.2 Tinjauan tentang Komunikasi Antarpribadi

2.1.2.1 Definisi Komunikasi Antarpribadi

  Komunikasi antarpribadi merupakan dasar dari konteks atau level komunikasi lain, demikian dasar-dasar peran dan kredibilitas komunikatordalam komunikasi antarpribadi yang ditunjukkan dalam suatu percakapan dapat dijadikan dasar bagi perlakuan terhadap peranan dan kredibilitaskomunikator dalam konteks komunikasi lainnya. (Liliweri, 1997 : 12) Pada dasarnya komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh komunikator mempunyai tujuan untuk mengubah sikap, pendapat, danperilaku komunikan dengan cara mengirimkan pesan dan prosesnya yang dialogis.

2.1.2.2 Ciri-ciri Komunikasi Antarpribadi

  Bersadarkan beberapa pengertian komunikasi antarpribadi ada beberapa ciri khas komunikasi antarpribadi yang membedakannya dengankomunikasi massa dan komunikasi kelompok. Menurut Barnlund (1968) ada beberapa ciri komunikasi antarpribadi, yaitu komunikasi interpersonal selaluterjadi secara spontan, tidak mempunyai struktur yang teratur dan diatur, terjadi secara kebetulan, tidak mengejar tujuan yang telah direncanakanterlebih dahulu, dilakukan oleh orang De Vito (1976) mengemukakan bahwa komunikasi antarpribadi mengandung lima ciri sebagai berikut : 2).

2.1.2.3 Faktor –faktor Pembentuk Komunikasi Antarpribadi

  Dia ingin berinteraksi hari ini dan memahami pengalaman masa lalu dan mengantisipasi masa depan, dan 4. Dapat disimpulkan bahwa minat berkomunikasi antarpribadi didorong olehpemenuhan kebutuhan yang belum atau bahkan tidak dimiliki, karena setiap manusia memiliki motif yang mendorong diausaha memenuhi kebutuhannya.

2.1.2.4 Hakekat Komunikasi Antarpribadi

  Hovland dalam buku Social Communication menjelaskan, bahwa komunikasi adalah proses bila mana organizational behavior bahwa komunikasi menjalankan 4 fungsi utama di dalam suatu kelompok (kontrol, pengawasan, motivasi pengungkapan emosi dan informasi). Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa proseskomunikasi antarpribadi pada hakekatnya adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan).

2.1.2.5 Jenis-jenis Komunikasi Antarpribadi

  Komunikasi Diadik (Dyadic Communication)Komunikasi diadik adalah komunikasi antarpribadi yang berlangsung antar dua orang yakni yang seorang adalahkomunikator yang menyampaikan pesan dan seorang lagi yang menerima pesan. Apabila dibandingkan dengan komunikasi diadik, maka komunikasi diadik lebih efektif,Karena komunikator memusatkan perhatiaanya hanya pada seorang komunikan, sehingga ia dapat menguasai frame of referencekomunikan, sepenuhnya juga umpan balik yang berlangsung, merupakan kedua factor yang sangat berpengaruh terhadap efektiftidaknya proses komunikasi.

2.1.2.6 Fungsi-fungsi Komunikasi Antarpribadi

Adapun fungsi komunikasi antarpribadi menurut Allo Liliweri terdiri atas :

a. Fungsi sosial

  Fungsi pengambilan keputusanSeperti yang telah diketahui bersama bahwa manusia adalah makhluk yang dikaruniai akal sebagai sarana berpikir yang tidakdimiliki oleh semua makhluk di muka bumi. Pengambilan keputusan meliputi penggunaan informasi dan pengaruh yang kuat dari orang lain.

2.1.3 Tinjauan Mengenai Komunikasi Nonverbal

  Porter, komunikasinonverbal mencakup semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi, yang dihasilkan oleh individu dan penggunaanlingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Kita semua lahir dan mengetahui bagaimana tersenyum, namun kebanyakan ahli sepakat bahwa dimana, kapan, dan kepada siapa kita menunjukkan emosi ini dipelajari, dan karenanya dipengaruhi oleh konteks dan budaya.

2.1.3.1 Klasifikasi Pesan Nonverbal

  Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga komponen utama : pesan fasial, pesangestural, dan pesan postural. Pesan sentuhan dan bau-bauan, yaitu alat penerima sentuhan adalah kulit, yang mampu menerima dan membedakan emosi yangdisampaikan orang melalui sentuhan.

2.1.3.2 Fungsi Pesan Nonverbal

  Menyebut lima fungsi pesan nonverbal yang dihubungkan dengan pesan verbal :a. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkatpenderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.

2.1.4 Tinjauan tentang Gaya Hidup

2.1.4.1 Definisi Gaya Hidup

  Gaya hidup orang menghabiskan waktunya (aktifitas), apa yang penting orang pertimbangkan pada lingkungan (minat), dan apa yang orang pikirkan tentangdiri sendiri dan dunia di sekitar (opini). Dari berbagai definisi di atas dapat disimpulkan bahwa gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang dinyatakan dalam kegiatan (aktivitas),(minat) dan pendapatnya (opini) dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu.

2.1.5 Tinjauan Mengenai Fenomena

2.1.5.1 Pengertian Fenomena

  Fenomena, atau masalah, atau gejala adalah segala sesuatu yang dapat kita lihat, atau alami, atau rasakan. Suatu kejadian adalah suatu fenomena,suatu benda merupakan suatu fenomena, karena merupakan sesuatu yang dapat kita lihat.

2.1.6 Tinjauan Mengenai Eksistensi

2.1.6.1 Pengertian Eksistensi

  Jadi eksistensi tidak bersifat kaku dan terhenti, melainkan lentur atau kenyal dan Eksistensi menurut peneliti yaitu bagaimana keberadaan seseorang yang bergaul dalam lingkungan masyarakat, bisa dikatakan ingin diakuikeberadaanya khusunya dalam lingkunagan sosial tempat individu tersebut berinteraksi dengan individu lainnya. Hal ini menyebabkan manusia memiliki kepentingan bagi dirinya selaku individu dansebagai makhluk sosial, sebagaimana yang diungkapkan oleh Setiawan yang dikutip oleh Rismawaty bahwa: “Cogito ergo sum” (saya berfikir, maka saya ada) yang kemudian diganti menjadi “Saya berbicara, maka saya ada”.

2.1.7 Tinjauan Tentang Mahasiswa

  Kaum cendekiawan adalahmereka yang berperan sebagai pihak yang memberi petunjuk dan memberi pimpinan kepada perkembangan hidup kemasyarakatan dan bukannyamalahan menyerahkan diri kepada golongan yang berkuasa yang memperjuangkan kepentingan mereka masing-masing. Mahasiswa dituntut untuk dapatmengaplikasikan ilmunya agar menghasilkan produk-produk yang bermanfaat Di dalam penelitian ini, peneliti menyimpulkan definisi mahasiswa sebagai calon pembaharu, calon cendekiawan dan calon penyanggakeberlangsungan hidup masyarakat.

2.1.8 Teori Imitasi

  MotivasiYaitu dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain sedemikian rupa sehinggaorang yang diberi motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh rasatanggung jawab. Apabila mengarah pada hal-hal yang bersifat positif makaakan berdampak positif, seperti kondisi masyarakat yang bertambah stabil dan Agar proses imitasi tidak mengarah pada hal-hal yang bersifat negatif maka diharapkan adanya kondisi masyarakat yang menumbuh kembangkansistem nilai dan norma yang menunjang sendi-sendi kehidupan masyarakat.

2.2 Kerangka Pemikiran

  Kerangka pemikiran merupakan alur pikir yang dijadikan sebagai skema pemikiran atau dasar-dasar pemikiran untuk memperkuat indikatoryang melatar belakangi penelitian ini. Penjelasan yangdisusun akan menggabungkan antara teori dengan masalah yang diangkat dalam penelitian ini.

2.2.1 Kerangka Teoritis Behel merupakan salah satu bentuk dari komunikasi nonverbal

  (Devito, dalam Dalam hal ini peneliti memfokuskan penelitian ini pada gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kota Bandung. Gaya hidup menurut Kotler (2002 : 192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opini. Berdasarkan dari berbagai definisi diatas mengenai gaya hidup tersebut, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa gaya hidup adalah pola hidupseseorang yang dinyatakan dalam kegiatan (aktivitas), (minat) dan pendapatnya (opini) dalam membelanjakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu.

1. Aktivitas yaitu proses untuk menjalankan atau berpartisipasi dalam

  Menurut Sriyono aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yangmengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas-tugas, dapat bekerjasama dengan individu lain, serta 1 tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.

2. Minat adalah suatu perhatian khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungannya

  Purnama (1994:15)menjabarkan karakteristik individu yang memiliki minat tinggi terhadap sesuatu yaitu : adanya perhatian yang besar, memiliki harapan yang tinggi,berorientasi pada keberhasilan, mempunyai kebangggaan, kesediaan untuk berusaha dan mempunyai pertimbangan yang positif. Pendapat tersebut tidakjauh berbeda dengan pendapat Slameto dalam Tomi Darmawan, 2007 yang menyatakan “bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatuhal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya,semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya”.

3. Opini adalah respon yang diberikan seseorang yaitu komunikan

  kepada komunikator yang sebelumnya telah memberi stimulus berupa pertanyaan.(Effendy,1990 : 87)Sedangkan menurut William Albig dalam buku Public Relations yang dikutip oleh Sunarjo, opini merupakan “expressed statement” yang bisadiucapkan dengan kata-kata, bisa juga dinyatakan dengan isyarat atau dengan cara-cara lain yang mengandung arti dan segera dapat dipahami maksudnya. Teori tersebut digunakan untuk mendasari dasar dari pemikiran peneliti, teori-teori yang ada dan dijadikan sebagai panduan agar penelitidapat lebih terarah dan fokus dalam pembahasan penelitian, yakni mengenai aktivitas, minat dan opini para pengguna behel gigi di kalangan mahasiswaKota Bandung.

2.2.2 Kerangka Konseptual

  Dalam kerangka konseptual ini, peneliti mengaplikasikan teori yang digunakan sebagai landasan penelitian dengan keadaan di lapangan tentangfenomena gaya hidup pengguna behel gigi pada kalangan mahasiswa di kotaBandung. Berbicara mengenai behel gigi mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita semua, benda yang satu ini dikenal sebagai alat perapih gigi yangmodern.

1. Aktivitas

  Minat Minat yang dimaksud disini adalah adanya rasa ketertarikan bagi pengguna behel gigi yang mereka jadikan sebagai ajang trend ataugaya-gayaan, karena selain sebagai ajang trend pengunaan behel- pun bisa menaikkan dan meningkatkan status sosial seseorangdalam lingkungan sosialnya. Penggunaan behel gigi sebagai gaya-gayaan ini menimbulkan pengaruh positif dan juga negatif dari masyarakat yang melihatnya.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

3.1.1 Sejarah Perawatan Orthodontic (Kawat Gigi / Behel Gigi)

  Hippocrates termasuk salah satu orang yangberpendapat mengenai kelainan pada tengkorak kepala dan wajah : “Di antara kelompok manusia terdapat orang dengan bentuk kepala yangpanjang, sebagian memiliki leher yang lebar dengan tulang yang kuat. Yang lainnya memiliki langit-langit yang dalam dengan susunan gigi yang tidak teratur, berjejal satu sama lain dan hal itu berhubungan dengan sakitke pala dan gangguan keseimbangan”.

3.1.2 Pengertian Behel Gigi

  Behel gigi dalam bahasa kedokteran disebut dental braces atau orthodontic braces yaitu alat yang digunakan pada bidang kedokteran gigi untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak teratur. Pengertian behel gigi dikemukakan oleh Sherizna dalam Amalia Swita (2011:39) adalah alat pemasangan bracket pada gigi atau yang lebih dikenal dengan behel adalah sebuah cara yang saat ini lazim dipakai untuk memperbaiki susunan gigi yang tidak rapi.

3.1.3 Jenis-jenis Behel Gigi

  Bracket adalah yang menempel pada gigi dan membentuk gigi-gigi tersebut, sedangkan pengikat berfungsi 59 Ada empat jenis behel gigi yang dikemukakan oleh Purwanto(2005:24), yaitu : 1. Logam stainless steel, bahan ini memiliki kekuatan yang paling baik dan dapat membentuk gigi dengan kuat.

3.1.4 Fungsi Pemakaian Behel Gigi

  Gambar 3.3 Pemasangan Behel Gigi Sumber : http://www.alat+pemasangan+behel.blogspot.com(Rabu/11-04-2012/09:20am) 63 Fungsi behel gigi pada awalnya untuk memperbaiki susunan gigi yang bermasalah misalnya gusi terlalu maju kedepan, atau gigi bersusunjarang. Tapi biasanya para tukang alat-alat yang digunakan oleh tukang gigi tersebut belum terjamin kebersihannya.seperti yang Kita ketahui, mulut merupakan awal mula dari penyakit, jadi apapun yang bersentuhan langsung dengan mulut dapat berefek 2 langsung pada kesehatan.

3.1.5 Tips Perawatan Behel Gigi

  Hindari makan kerasAgar behel gigi yang kita gunakan awet hindari makanan seperti, kacang, es batu dan permen, karena ini dapat menyebabkan behelterlepas dan bengkak pada rahang. Kontrol secara teratur ke DokterIni dilakukan agar kamu dapat mengetahui keadaan gigi dan behel karena dokter gigi dapat memberi saran yang baik untuk kesehatangigi, jadi kontrol gigi secara teratur ke dokter gigi setiap akhir bulan.

3.1.6 Behel Gigi Sebagai Gaya Hidup

  67Gambar 3.4 Model Behel Gigi Sumber : http://lazyfloerisme.ordpress.com/2011/08/08/kawat-gigi-atau- behel-menjadi-tren-anak-muda (Rabu/11-04/2012/09:20am)Mengingat behel sebagai bagian dari gaya hidup di kalangan remaja semakin berkembang, tentu dibutuhkan tindakan dari pihak yang ahli dibidangnya untuk setidaknya memberikan penyuluhan mengenai behel gigi dan apakah behel palsu berbahaya bagi kesehatan atau tidak. Sedangkan pola makan yang tidak sehat seperti makan makanan yang terlalu panas dan ingin, makan, minum, kopi, saus tomat yangmempunyai warna mencolok, makan makanan yang terlalu manis seperti coklat membuat gigi Anda bolong (jika Anda tidak menggosok gigi) danjuga nikotin yang terkandung dalam rokok.

3.1.7 Bahaya Menggunakan Behel Gigi Palsu

  Banyak akibat yang bisa ditimbulkan apabila pemasangan behel gigi tak dilakukan oleh orang yang tepat, seperti dislokasi gigi yang tidakpada tempatnya, kesalahan menarik atau menumpu kekuatan gigi yang bisa menimbulkan gangguan di sendi-sendi rahang. Prayogo dalam Amalia (2011 : 7),“bahwa praktik pemasangan behel oleh ahli gigi yang tak berlisensi harus segeradiberantas karena sebenarnya ada undang-undang yang mengatur dengan sanksi cukup berat.

3.2 Metode Penelitian

3.2.1 Desain Penelitian

  Metode analisis deskriptif yaitu suatumetode penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan proses atau peristiwa yang sedang berlaku pada saat ini di lapangan yang dijadikan objekpenelitian, kemudian data atau informasinya di analisis sehingga diperoleh suatu pemecahan masalah. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang berusaha mendeskripsikan dan menginterpretasikan sesuatu, misalnyakondisi atau hubungan yang ada, pendapat yang berkembang, proses yang sedang berlangsung, akibat atau efek yang terjadi, atau tentangkecendrungan yang tengah berlangsung.

3.2.2 Teknik Pengumpulan Data

  Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkandata. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang di tetapkan.

3.2.2.1 Studi Pustaka

  Skripsi peneliti terdahulu Disini peneliti menggunakan studi pustaka dengan melihat hasil karya ilmiah para peneliti terdahulu, yang mana pada dasarnyapeneliti mengutip beberapa pendapat yang dibutuhkan oleh peneliti sebagai hasil pendukung penelitian. Dengan hal ini, upaya penelitian yang dilakukan pun dapat 73 selaku peneliti melainkan pemikiran-pemikiran dan pendapat dari para ahli atau peneliti lainnya.

3.2.2.2 Studi Lapangan

Adapun studi lapangan yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh data yang valid dan faktual yang diharapkan berkenaandengan penelitian yang dilakukan mencakup beberapa cara diantaranya yakni:

1. Wawancara

  Wawancara menurut Koentjaraningrat adalah:“percakapan dengan maksud tertentu, yang dilakukan oleh kedua belah pihak, yaitu pewawancara (interviewer) sebagaiorang yang mengajukan pertanyaan dan yang di wawancarai (interview) sebagai orang yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu” (Koentjaraningrat, 1996)Wawancara dapat beberapa kali dilakukan untuk mendapatkan data-data yang benar-benar aktual. Observasi Partisipan Bognan dalam kuswarno mendifinisikan observasi partisipan sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yangmemakan waktu yang cukup lama antara peneliti dengan subjek penelitian dalam lingkungan subjek, dan selama itu datadata dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan berlaku tanpa gangguan.

3.2.3 Teknik Penentuan Informan

3.2.3.1 Informan

  Informan adalah seseorang yang memiliki informasi tentang objek yang akan diteliti, informan memiliki peran penting dalam 75 oleh peneliti. (Kuswarno: 2008:62) Adapun informan penelitian ini adalah beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang memakai behel gigi di berbagai kampus di kotaBandung.

3.2.3.2 Informan Kunci (Key Informan)

  Untuk memperjelas dan memperkuat data yang lebih baik dalam informasi yang diperoleh. Terdapatnya informan kunci yang dijadikansebagai penjelas, adapun informan kunci sebagai berikut : Tabel 3.2 Daftar Informan Kunci NO NAMA PEKERJAAN 1.

3.2.4 Teknik Analisa Data

  Analisis data menurut Patton (1980:268) dalam Moleong adalah : “Proses mengatur urutan data,mengorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar ”. Tahapan-tahapan ini berguna sebagai sistematika proses penelitian yang akan mengarahkan peneliti dengan patokan jelas sebagaigambaran dari proses penelitian dan digunakan sebagai analisis data.

1. Reduksi Data (Data reduction) Penyeleksian data, pemeriksaan kelengkapan dan kesempurnaan data dan serta kejelasan data

  Hal ini dilakukan agar data yang didapatkansesuai dengan kebutuhan penelitian dan dianggap relevan untuk dijadikan sebagai hasil laporan penelitian. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Verification) Menganalisa hasil kesimpulan, tahap akhir yang diperoleh dan berusahamembandingkannya dengan berbagai teori atau penelitian sejenis lainnya dengan data yang diperoleh secara nyata dilapangan.

3.2.5 Uji Keabsahan Data

  Pemeriksaan sejawat berarti pemerikasaan yang dilakukan dengan jalan mengumpulkan rekan-rekan sebaya, yangmemiliki pengetahuan umum yang sama tentang apa yang 81review persepsi, pandangan dan analisis yang sedang dilakukan. Bilatidak ada lagi data yang berbeda atau bertentangan dengan temuan, berarti data yang ditemukan sudah dapat dipercaya.

3.2.6 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini memiliki yang menjadi tempat penelitin dari peneliti serta waktu berlangsungnya penelitian ini, adapun lokasi dan waktunyasebagai berikut:

3.2.6.1 Lokasi Penelitian

  Lokasi penelitian ini bertempat di Bandung. Peneliti berdomisili 82 secara efektif dan efisien karena peneliti berada langsung dalam wilayah penelitian.

3.2.6.2 Waktu Penelitian

  Penelitian ini dilaksanakan selama 6 (enam bulan) tepatnya terhitung mulai tanggal 18 Juni 2012 sampai 7 Juli 2012 selama 3minggu. Waktu pelaksanaan dimulai dari persiapan, penelitian lapangan, penyusunan, dan tahap terakhir penelitian sampaisidang dilaksanakan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

  Penggunaan behel gigi sebagai gaya-gayaan ini menimbulkan pengaruh 123 mendapatkan suatu identitas, disini peneliti melihat dari sudut pandang gaya hidup yang termasuk kedalam gaya-gaya warna-warni karet behelakan membuat menjadi lebih kreatif dan lebih variatif dalam menciptakan suatu pribadi yang unik, dan apabila dipandang dari segi negatifnyadimana dengan berkembangnya zaman behel menjadi ajang gaya-gayaan dan sudah disalah artikan oleh penggunanya. Hal ini memang wajar terjadi dikarenakan setiap hal yang dianggap baru dan menarik perhatian sangat cepat untuk berkembang.bagaimana gaya hidup pengguna behel gigi dalam bentuk kepercayaan diri dan mengelola diri dalam setiap proses komunikasi dan interaksi yangtidak terelakan baik dalam intra maupun ekstra komunikasi mereka.

5.2 Saran

  Adapun saran-saran yang peneliti berikan setelah meneliti permasalahan ini adalah : 5.2.1 Saran Bagi Pengguna Behel Gigi Peneliti ingin mencoba untuk memberikan saran kepada pengguna behel gigi diantaranya: 1. 5.2.2 Saran Bagi Peneliti Selanjutnya Berbagai hal yang belum diketahui dari Gaya Hidup penggunaan Behel gigi khususnya bagi penelitian yang sama, peneliti memberi saran untuk: 1.

5.2.3 Saran Bagi Masyarakat

  Dapat dilihat hanya orang-orang yang mengikuti ajang trend saja yang dapat memasang behel gigi ini hanya sebagai ajang gaya hidup mereka. Bagaimanapunorang yang memakai alat rekonstruksi ini hanya sebagai gaya hidupnya, mereka memasang alat tersebut pasti ada alasan tertentu dan mempunyaihak atas keputusan mereka tersebut.

PENDIDIKAN FORMAL

PENGALAMAN ORGANISASI

 2008  2004 : OSIS 2005 : PMR

PENGALAMAN KERJA

 2011 : SPG MORINAGA (kalbe) PELATIHAN DAN SEMINAR No Tahun Uraian Keterangan 1 2009 Peserta Monitoring Agama Islam Bersertifikat 171 perfilman )Peserta Workshop Personal Development 3 2009 Bersertifikat and Self Empowerment4 2009 Peserta Workshop Penyiar Radio Bersertifikat BersertifikatInn Hotel & SpaPeserta Study Tour ke Media Massa Metro 6 2010 BersertifikatTvPeserta Seminar & Lomba Foto Essay pada 7 2010 BersertifikatSemiotika Lensa 2010Peserta Bedah Buku ”Handbook of Public 8 2012Bersertifikat Relations” dan Seminar ”How To Be A Good Writer”Demikian, segala yang tertulis di atas adalah yang sebenar benarnya dan selengkap-lengkapnya. Bandung, Agustus 2012 Dine Ermayani

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Gaya Hidup Konsumtif Perempuan Kota Muda Single Bekerja (Studi Deskriptif Di Kalangan Perempuan Bekerja Di Komplek TASBI, Kel. Tanjung Rejo, Kec. Medan Sunggal)
6
134
119
Fenomena Penggunaan Facebook Di Kalangan Mahasiswa
27
209
92
Fenomena gaya hidup kelompok skateboard di Kota Bandung : studi deskriptif mengenai gaya hidup kelompok skateboard di Kota Bandung sebagai suatu eksistensi diri
0
6
1
Gaya Hidup Hedonisme Di Kalangan Remaja Kota Bandung (Studi Fenomenologi Tentang Gaya Hidup Hedonisme Di Kalangan Remaja Kota Bandung Untuk Meningkatkan Eksistensinya)
10
40
135
Fenomena Gaya Hidup Pengguna Balckberry Smartphone Di Kalangan Mahasiswa Kota Bandung
1
36
182
Fenomena Gaya Hidup Penggunaan Behel Gigi Pada Kalangan Mahasiswa Di Kota Bandung
2
15
120
FENOMENA GAYA BERBUSANA DI KALANGAN REMAJA HEDONIS (Studi Pada Mahasiswa FISIP UNILA)
1
27
66
FENOMENA GAYA BERBUSANA DI KALANGAN REMAJA HEDONIS (Studi Pada Mahasiswa FISIP UNILA)
2
17
73
FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel Gigi dalam Analisis Interaksionisme Simbolik di Kota Surabaya)
0
1
13
BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel Gigi dalam Analisis Interaksionisme Simbolik d
0
1
38
BAB II TINJAUAN HISTORIS TENTANG PENGGUNAAN BEHEL GIGI DI KALANGAN REMAJA II.1. Sejarah Perawatan Orthodontic (Kawat Gigi Behel Gigi) - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi De
0
0
23
BAB III TREND PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL REMAJA DI KOTA SURABAYA - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel
0
1
49
BAB IV FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Interpretasi Teoritik) - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pen
0
0
26
PEDOMAN WAWANCARA Subjek: Pengguna Behel Gigi Kata Pengantar - FENOMENA PENGGUNAAN BEHEL GIGI SEBAGAI SIMBOL DALAM PROSES INTERAKSI SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI PERKOTAAN (Studi Deskriptif tentang Gaya Hidup Remaja Pengguna Behel Gigi dalam Analisis Int
0
0
24
Fenomena Penggunaan Bahasa Kekinian di Kalangan Mahasiswa - UWKS - Library
0
1
14
Show more