Hubungan Shift Kerja Dengan Terjadinya Kelelahan Pada Security Sun Plaza Medan Tahun 2015

Gratis

22
268
90
2 years ago
Preview
Full text

HUBUNGAN SHIFTKERJA DENGAN TERJADINYA KELELAHAN PADA SECURITY SUN PLAZA MEDAN TAHUN 2015

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelarSarjana Kesehatan Masyarakt OLEH : NIM : 111000088 ERIZKA YULINDA

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI

SHIFT KERJA DENGAN TERJADINYA KELELAHAN PADA SECURITY

  Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul “HUBUNGAN SUN PLAZA MEDAN TAHUN 2015” ini beserta seluruh isinya adalah benarhasil karya saya sendiri, dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika keilmuan yang berlaku dalammasyarakat keilmuan. Perusahaan juga disarankan dapatmelakukan sosialisi tentang beban kerja khususnya beban psikologi dan cara mengatasinya serta mengatur waktu kerja dan istirahat anggota security agar tidakmenimbulkan kelelahan pada saat shift malam.shift kerja, kelelahan, security Kata kunci: ABSTRACTThe high rate of crime causes demand for security services increased especially at public places, such as shopping centers.

KATA PENGANTAR

  Puji dan Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya lah penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul“HUBUNGAN SHIFT KERJA DENGAN TERJADINYA KELELAHAN PADA SECURITY SUN PLAZA MEDAN TAHUN 2015”, Skripsi inimerupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat. Kes.selaku Dosen Penguji skripsi yang telah banyak memberikan kritik dan saran kepada penulis untuk kesempurnaanskripsi ini.

7. Para Dosen dan Staf di FKM USU, khususnya Departemen KKK yang telah memberikan ilmu dan bimbingan selama perkuliahan

  Sahabat-sahabat yang sangat penulis sayangi: Aya, Utet, Lulu, Amita, Berkah, Bayu, Hastri, Awil, Asih, Debi, Dita, Wiwid, Aa, dan Ita yang telahmendukung dan memberikan semangat kepada penulis dari awal kuliah sampai sekarang serta mendoakan penulis dalam penyelesaian skripsi ini. Secara spesial penulis mengucapkan terima kasih yang terdalam kepada kedua orang tua yang sangat disayangi dan dicintai, ayahanda Erizon dan ibundaElwizaatas segala kasih sayang, doa, pengorbanan, kesabaran dan motivasi yang diberikan dengan segenap cinta yang tulus hingga detik ini.

DAFTAR LAMPIRAN

  Kuesioner Lampiran 2 . Surat Keterangan Selesai Penelitian Lampiran 4.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Kelelahan diukur pada setiap shift dengan menggunakan kuesioner kelelahan secara subyektif yang berskala Industrial Fatigue Committee(IFRC) dan dikategorikan menjadi tingkat rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Perusahaan juga disarankan dapatmelakukan sosialisi tentang beban kerja khususnya beban psikologi dan cara mengatasinya serta mengatur waktu kerja dan istirahat anggota security agar tidakmenimbulkan kelelahan pada saat shift malam.shift kerja, kelelahan, security Kata kunci: ABSTRACTThe high rate of crime causes demand for security services increased especially at public places, such as shopping centers.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Bagian Regu yang terdiri dari Regu 1, Regu 2, dan Regu 3 memiliki 2 shift yaitu shift pagi (08.00-20.00 WIB) dan shift malam (20.00-08.00 WIB) dengansistem 2 hari shift pagi, 2 hari shift malam dan 2 hari libur. Bagian Middle terdiri dari Middle A, Middle B, dan Middle C yang memiliki tugas mengawasi pada saat waktu operasional SUN Plaza buka dan 10.00-22.00 WIB dengan waktu isitirahat pukul 12.00-13.00 WIB dan 18.00- 19.00 WIB serta pembagian sistem kerja yaitu 4 hari kerja dan 2 hari libur.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah yang diteliti adalah apakah ada hubungan shift kerja dengan terjadinya kelelahan pada 1.3.1 Tujuan UmumUntuk mengetahui hubungan shift kerja dengan terjadinya kelelahan pada security SUN Plaza Medan. Untuk mengetahui jenis shift kerja pada security SUN Plaza Medan.

2. Untuk mengetahui terjadinya kelelahan pada security SUN Plaza Medan

  1.4 Hipotesis PenelitianAda hubungan antara shift kerja dengan terjadinya kelelahan pada security SUN Plaza Medan tahun 2015. Sebagai bahan referensi untuk penulis lain yang ingin meneliti tentang hubungan shift kerja dengan terjadinya kelelahan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Memperpanjang waktu kerja lebih dari kemampuan lama kerja tersebut biasanya tidak disertai efisiensi, efektivitas danproduktivitas kerja yang optimal, bahkan biasanya terlihat penurunan kualitas dan hasil kerja serta bekerja dengan waktu yang berkepanjangan timbulkecenderungan untuk terjadinya kelelahan, gangguan kesehatan, penyakit dan kecelakaan serta ketidakpuasan. Dalam seminggu, seseorang biasanya dapat bekerja dengan baik selama 40 namun fakta menunjukkan bekerja 5 hari dan 40 jam kerja seminggu adalah fenonim yang berlaku dan semakin diterapkan dimanapun (Suma’mur, 2013).

2.2 Shift Kerja

2.2.1 Pengertian Shift Kerja

  Menurut Winarsunu (2008) yang mengutip pendapat Kroemer menyatakan bahwa shift kerja dijalankan jika 2 karyawan atau lebih yang merupakankelompok bekerja dalam urutan waktu dan pada tempat kerja yang sama. Secaraindividual, shift kerja berarti hadir pada suatu tempat kerja yang sama secara reguler pada waktu yang sama (yang disebut shift kerja ‘kontinyu’) atau denganwaktu yang berbeda-beda (yang disebut rotasi).

2.2.2 Sistem Shift Kerja

  Sistem shift ini lebih banyak disukai karena dapat mengurangi kebosanan kerja, kerugiannya menyebabkan kinerja shift malam dan waktu tidur Berdasarkan faktor sosial dan fisiologis diusulkan sistem rotasi shift cepat, yaitu sistem 2-2-2 dan 2-2-3 yang disebut sistem Metropolitan danContinental. Sistem rotasi shift 2-2-2 yaitu rotasi shift kerja pagi, siangdan malam dilaksanakan masing-masing 2 hari, dan pada akhir periodeshift kerja malam di beri libur 2 hari dan kembali lagi ke siklus shift kerjasemula.

2.3 Irama Sirkadian (Circardian Rhythm)

  Hampir seluruh makhluk hidup di dunia ini mempunyai irama yang secara teratur mengalami perubahan fungsi tubuh dan fisiologik dalam siklus 24 jam,tetapi adapula beberapa perubahan yang sesuai dengan bulan atau tahun. Setiap hari fungsi tubuh ini akan berubah-ubah antara maksimum dan minimum, pada siang hari meningkat dan pada malam harimenurun.

3.4 Kelelahan

3.4.1 Pengertian Kelelahan

  Kata lelah (fatigue) menunjukkan keadaan tubuh dan mental yang berbeda, tetapi semuanya berakibat kepada penurunan daya kerja dan berkurangnyaketahanan tubuh untuk bekerja (Suma’mur, 2013). Lelah monotonis, adalah jenis kelelahan yang disebabkan oleh aktivitas kerja yang bersifat rutin, monoton ataupun lingkungan kerja yang sangatmenjemukan.

3.4.2 Jenis Kelelahan

  Kelelahan otot Kelelahan otot ditandai oleh tremor atau rasa nyeri yang terdapat pada b. Kelelahan Kronis Kelelahan kronis biasanya terjadi bila kelelahan berlangsung setiaphari, berkepanjangan dan bahkan kadang-kadang telah terjadi pada sebelum memulai suatu pekerjaan.

2. Munculnya sikap apatis terhadap pekerjaan; 3

Depresi yang berat (Wignjosoebroto, 2000).

3.4.3 Penyebab Kelelahan

  Akar masalah kelelahan umum terjadi karena monotoninya pekerjaan, intensitas dan lamanya kerja mental dan fisik yang tidak sejalan dengan kehendaktenaga kerja yang bersangkutan, keadaan lingkungan yang berbeda dari estimasi semula, tidak jelasnya tanggung jawab, kekhawatiran yang mendalam dan konflikbatin serta kondisi sakit yang diderita oleh tenaga kerja. Pengaruh dari keadaan yang menjadi sebab kelelahan tersebut seperti berkumpul dalam tubuh dan mengakibatkan perasaan lelah (Suma’mur, 2013).

3.4.4 Proses Terjadinya Kelelahan

  Oleh karena menguras tenaga secara berlebihan pada suatu kelompok otot yang sama dan berlangsung dalam waktu yang panjang, static loadakan mengakibatkan ketidaknyamanan dan menimbulkan rasa sakit pada bagian (kelompok) otot yang terpapar tersebut. Jika pada kondisi static load ini pekerjajuga harus menggunakan tenaga (kekuatan kerja) yang tinggi dan posisi kerjanya tidak nyaman (awkward posture) maka kelompok otot yang berhubungan denganaktivitas tersebut akan kelebihan beban (overloaded) dan aliran darah pada kelompok otot menjadi berkurang, dan situasi inilah yang menyebabkan cepatnyakelelahan terjadi (Winarsunu, 2008).

3.4.5 Cara Mengatasi Kelelahan

  Upaya yang lainnya adalah mengatur intensitas dandurasi penggunaan tenaga fisik dan mental sehari-hari, beban kerja harus merata sepanjang waktu, ada perputaran tugas-tugas yang berat dengan yang tidak, dan mengurangi kondisi lingkungan kerja yang ekstrim yang dapat menyebabkan kelelahan kerja. Misalnya, banyak hal dapat dicapai dengan menerapkan jam kerja dan waktu istirahat sesuai dengan ketentuanyang berlaku, pengaturan cuti yang tepat, penyelenggaraan tempat istirahat yang memperhatikan kesegaran fisik dan keharmonisan mental-psikologis, pemanfaatanmasa libur dan peluang untuk rekreasi, dan lain-lain.

3.4.6 Pengukuran Kelelahan

  Kualitas dan Kuantitas kerja yang di lakukan Pada metode ini, kuantitas output digambarkan sebagai jumlah proseskerja (waktu yang digunakan setiap item) atau proses operasi yang 2. Uji beban kerja mental secara Fisiologis/Biomekanis Seseorang tenaga kerja dapat dianggap fit untuk sesuatu pekerjaantertentu, bila orang itu dapat melakukan pekerjaan tersebut secara terus menerus tanpa merasa lelah dan mempunyai kapasitas cadangan bila harusmenghadapi beban kerja yang lebih berat tanpa terjadi gangguan keseimbangan fisiologis setelah menyelesaikan pekerjaannya.

5. Pengukuran Kelelahan secara Subjektif A

  Penilaiannya sangat subjektif, artinya keberhasilan aplikasimetode ini sangat tergantung dari kondisi dan situasi yang dialami pekerja pada saat dilakukannya penilaian dan juga tergantung dari keahlian danpengalaman observer yang bersangkutan. Dalam aplikasinya, metode ini menggunakan lembar kerja berupa peta tubuh (body map) yang sangatsederhana dan mudah dipahami, serta hanya memerlukan waktu yang sangat singkat sekitar 5 menit.

3.5 Hubungan Shift Kerja dengan Kelelahan

  Jadikegelisahan yang dialami pekerja shift malam adalah dari kelelahan kronik yang dikombinasikan dengan kebiasaan makan yang tidak sehat yang menyebabkanpenyakit-penyakit pencernaan. Selain itu jumlah jam kerja yang dipakai untuk tidur bagi pekerja malam pada siang harinya relatifjauh lebih besar dari seharusnya, dikarenakan gangguan suasana siang hari seperti kebisingan, suhu, keadaan terang, dan lain-lain dan oleh karena kebutuhan badantidak dapat diubah seluruhnya menurut kebutuhan yaitu terbangun oleh dorongan lapar atau buang air kecil yang relatif banyak pada siang hari.

3.6 Kerangka Konsep

Variabel Independen Variabel DependenShift Kerja Kelelahan Shift Pagi (08.00-20.00 WIB)  Shift Malam (20.00-08.00 WIB)

BAB II I METODE PENELITIAN

  3.3 Populasi Dan Sampel 3.3.1Populasi PenelitianPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh security PT Trisa Surya Mandiri Cabang Medan tahun 2015 yaitu sebanyak 113 orang, yang bagiannyaterdiri dari Staf (Chief, Assistant Chief, Administrasi, Panwas, dan Pantub), Regu (Regu 1, Regu 2, dan Regu 3), Middle (Middle A, Middle B, dan Middle C), danPKD. Anggota security yang berjenis kelamin laki-laki Bagian yang terkena shift kerja adalah bagian Regu terdiri dari Regu 1,Regu 2, dan Regu 3, yang masing-masingnya berjumlah 21 orang.

3.4 Definisi Operasional 1

  Shift kerja adalah pembagian waktu kerja yang terdiri dari shift pagi (08.00-20.00 WIB) dan shift malam (20.00-08.00 WIB). Kelelahan ini merupakankelelahan umum yang diukur dengan menggunakan kuesioner kelelahan secara subyektif yang berskala Industrial Fatigue ResearchCommittee (IFRC).

3.5 Teknik Pengumpulan Data

  Data yang dikumpulkan terdiri dari: 1. Data Primer Data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan menggunakankuesioner pengujian kelelahan secara subyektif yang berskala Industrial Fatigue Research Committee (IFRC).

2. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari PT Trisa Surya Mandiri cabang Medan

3.6 Teknik Pengolahan Data

  Skoring yaitu masing-masing variabel diberi nilai agar mudah untuk dikelompokkan jawaban dan mengkategorikan responden sesuai denganjumlah nilai jawaban yang di jawabnya. Cleaning yaitu kegiatan pengecekan kembali data-data yang sudah dientry apakah ada kesalahan atau tidak.

3.7 Aspek Pengukuran

  Kode yang diberikan pada setiap shift yaitu shift pagidiberi kode 1 dan shift malam diberi kode 2. Pengukuran kelelahan yang digunakan berupa kuesioner pengujian kelelahan umum atau secara subyektif yang berskala Industrial Fatigue ResearchCommittee (IFRC) diambil dari Industrial Fatigue Research Committee of Japanese Association of Industrial Health (IFRC Jepang).

3.8 Teknik Analisis Data 1

  Analisis Univariat Analisis univariat merupakan analisis yang menggambarkan secaratunggal variabel-variabel independen dan dependen dalam bentuk distribusi frekuensi. Analisis Bivariat Analisis bivariat merupakan analisis lanjutan untuk melihat hubunganantara variabel independen (shift kerja) dan variabel dependen (kelelahan) menggunakan uji Chi Square dengan membandingkan nilai a sebesar 0,05 padataraf kepercayaan 95%.

BAB IV HASIL PENELITIAN

  4.1 Gambaran Umum SUN Plaza MedanSUN Plaza merupakan pusat perbelanjaan menengah ke atas di kawasan komersial strategis yang terletak di Jalan Kiai Haji Zainul Arifin No. 2 Didirikan di atas lahan seluas ± 29.000 m pada tanggal 1 Januari 2003, pusatperbelanjaan ini berupa bangunan 6 lantai (termasuk Lower Ground dan Ground Floor) yang dirancang dengan konsep mal keluarga.

4.2.1 Profil PT Trisa Surya Mandiri

  PT Trisa Surya Mandiri bekerjasama dengan SUN Plaza Medan dalam pengadaan jasa 4.2.2 Visi PT Trisa Surya MandiriSelalu semangat menjadi yang terbaik dalam meningkatkan mutu kualitas pelaksanaan kinerja TSM diseluruh area serta menjadi perusahaan yangberkualitas. Tulus 4.2.5 Program Manajemen SecurityProgram manajemen security TSM melibatkan seluruh aspek operasionalsecurity mulai perekrutan, pendidikan, pelaksanaan, pembinaan, dan pengalamanpengamanan dan keahlian TSM dalam melaksanakan tugas menjalankan fungsisecurity, membuat kenyamanan dan keamanan klien terjamin, sehingga klienmemfokuskan diri dan berkonsentrasi untuk melakukan bisnis dan aktivitas utamanya.

4.2.6 Sistem Perekrutan dan Program Pelatihan

  PT Trisa Surya Mandiri memberlakukan kriteria yang sangat ketat untuk menjaring calon-calon personil security yang handal, professional, danmempunyai naluri pengamanan yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kapasitas security PT Trisa Surya Mandiri, maka pelatihan dan pembinaan akan dilakukan sepenuhnya olehteam yang merupakan hasil kerja sama antara PT Trisa Surya Mandiri dengan TNI dan POLRI, dimana pelatihan tersebut berlangsung selama 3 bulan dan melaluproses seleksi yang ketat.

4.2.7 Bagian dan Tugas Security PT Trisa Surya Mandiri

  Middle, yang terdiri dari Middle A, Middle B, dan Middle C. Regu, yang terdiri dari Regu 1, Regu 2, dan Regu 3.

2. Mengawasi barang-barang yang masuk ke dalam mall

  Hari kerja yang terdiri dari 2 hari shift pagi, 2 hari shift malam, dan 2 hari libur. Waktu kerja pada saat shift pagi dimulai dari pukul 08.00 WIBsampai 20.00 WIB dengan diberikan waktu istirahat sebanyak 2 kali yaitu pukul 12.00-13.00 WIB dan 18.00-19.00 WIB , shift malam dimulai daripukul 20.00 WIB sampai 08.00 WIB dengan pembagian waktu istirahat diatur oleh komandan regu (DanRu) masing-masing.

4.3 Karakteristik Responden

  Distribusi karakteristik responden yang terdiri dari umur di bagi menjadi 2 kategori berdasarkan median yang didapatkan yaitu 25 sehingga dibuat menjadi≤ 25 tahun dan > 25 tahun, masa kerja dibagi menjadi 2 kategori berdasarkanmedian yang didapatkan yaitu 12 sehingga dibuat menjadi ≤ 12 minggu dan > 12minggu, dan status pernikahan dibagi menjadi 2 kategori yaitu belum menikah dan menikah. Pada statuspernikahan dapat terlihat bahwa anggota security palingbanyak berstatus belum menikah yaitu sebanyak 31 orang (55,4%) sedangkan yang menikah berjumlah 25orang (44,6%).

4.4 Hasil Univariat

  4.5 Hasil BivariatBerdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan pada 56 security bagian Regu diketahui bahwa semua security mengalami kelelahan dengan tingkatkelelahan yang berbeda-beda. Kelelahan ( p)Shift Rendah/Sedang TinggiN % N % Pagi 55 98,2%1 1,8% (08.00-20.00 WIB) Pada hasil uji Chi Square antara shift kerja dengan kelelahan dapat diketahui nilai p = 0,002 dimana p < 0,05 artinya ada hubungan shift kerja denganterjadinya kelelahan pada security SUN Plaza Medan tahun 2015.

BAB V PEMBAHASAN

  Hal ini disebabkan karena posisi kerja yang dituntut untuk selalu berdiri dan suasana mall yang pengunjungnya ramai pada siang hari, sehingga anggotasecurity dituntut untuk selalu dalam keadaan siap demi terjaganya keamanan dan ini mengaku kadang-kadang merasakan kepercayaan diri berkurang, tidak berkonsentrasi, dan gugup pada saat melakukan penjagaan di hadapan orangbanyak. Secara keseluruhan pada saat shift pagi, anggota security mengatakan sering merasa haus yang disebabkan karena banyak beraktivitas di dalam gedungmall yang ber-AC yang dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dansering merasa ingin buang air kecil, hal inilah yang dapat menimbulkan rasa haus pada anggota security.

13.00 WIB dan 18.00-19.00 WIB, yang dapat digunakan untuk istirahat dan

  Selanjutnya tingkat kelelahan yang dirasakan oleh security pada siang hari paling banyak pada tingkat rendah dan sedang yang dapat segera dipulihkandengan istirahat yang cukup pada malam hari. Data yang diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan, pada saat shift malam para anggota securitymengaku kadang-kadang merasakan berat di kepala, berat di kaki, pikiran kacau saat bekerja, gerakan terasa canggung dan kaku, tidak stabil pada saat berdiri,susah berfikir, malas untuk bicara, gugup, tidak dapat berkonsentrasi, sulit cemas, tidak tekun dalam bekerja, nyeri di bagian punggung, suara terasa serak, pening, anggota badan terasa gemetar, dan kurang sehat.

5.2 Hubungan Shift Kerja dengan Terjadinya Kelelahan

  Adanya hubungan antara shift kerja dengan terjadinya kelelahan ini disebabkan karenaterganggunya waktu tidur pada malam hari yang mengakibatkan anggota security sering merasa mengantuk dan ingin berbaring, serta waktu siang yang tidak bisadimanfaatkan dengan baik untuk tidur karena adanya gangguan-gangguan dari lingkungan sekitar. Selanjutnya tanggung jawab yang harus dijalani pada malam hari juga menimbulkan beban kerja khususnya beban psikologi yang berdampak padatimbulnya stress yang salah satu akibatnya dapat menyebabkan terjadinya kelelahan karena gedung mall yang tidak ada aktivitas yang menuntut securityuntuk selalu siaga untuk melakukan penjagaan, selain itu tugas untuk memantau barang-barang yang masuk ke dalam mall pada malam hari juga menjadi tanggungjawab yang harus dijalani oleh anggota security.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan 1

  Tingkat kelelahan saatshift pagi (08.00-20.00 WIB) paling banyak pada tingkat sedang yaitu 36 orang (64,5%), sedangkan tingkat rendah berjumlah19 orang (33,9%) dan tingkat tinggi hanya 1 orang (1,8%). Tingkat kelelahan saatshift malam (20.00-08.00 WIB) paling banyak pada tingkat sedang yaitu 45 orang (80,4%), sedangkantingkat tinggi sebanyak 11orang (19,6%).

3. Ada hubungan shift kerja dengan terjadinya kelelahan pada security SUN Plaza Medan tahun 2015 (p = 0,002)

6.2 Saran 1

  Pekerja Security Pada saat shift malam, di sarankan agar security menyadari bahwa tanggungjawab yang diberikan jangan dijadikan beban pada pekerjaan melainkan kewajiban yang harus dilaksanakan. Perusahaan Disarankan agar pihak perusahaan dapat melakukan sosialisi tentang bebankerja khususnya beban psikologi dan cara mengatasinya serta mengatur waktu kerja dan istirahat anggota security agar tidak menimbulkan kelelahanpada saat shift malam.

DAFTAR PUSTAKA

  S 1 2 64 2 1 2 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 3 1 28 Belum Menikah 3 2 2 1 2 2 2 4 2 2 2 2 2 1 1 2 2 4 2 1 2 2 2 2 2 2 3 2 2 3 2 2 2 3 2 2 2 2 3 2 2 16 34 Menikah 2 1 8 Ramses Nainggolan 1 2 63 1 2 1 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 4 2 98 25 Belum Menikah 2 1 9 Banua Hary 1 2 60 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 2 2 2 60 1 2 4 2 2 2 1 2 2 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 6 23 Menikah 2 1 13 Afrizal 1 2 62 1 1 2 2 2 1 2 2 2 2 1 2 2 1 1 2 1 2 2 2 2 2 35 Menikah 1 2 14 Sahat M. S 3 3 2 2 4 2 2 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 31 Menikah 2 2 2 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 8 4 3 2 4 4 3 4 3 12 25 Menikah 3 2 47 Hendri Sinurya 1 2 75 2 1 2 4 2 3 1 2 3 3 2 1 3 2 1 2 2 2 3 4 3 1 12 20 Belum Menikah 3 2 48 Iman 1 2 72 2 2 4 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 1 2 2 2 2 2 4 3 2 1 1 2 2 2 3 2 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 4 2 2 3 4 2 4 3 3 72 1 98 2 2 3 2 2 3 2 2 1 2 2 2 2 2 1 2 10 Konsep.

18 Maximum

47 Umur Responden CumulativeFrequency Percent Valid Percent Percent Valid <=25 32 57.1 57.1 57.1 >25 24 42.9 42.9 100.0 Total56 100.0 100.0 StatisticsMasa kerja N Valid 56 Missing Median

1 Maximum 92

  (2- Exact Sig. Exact Sig.

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (90 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Budaya Kerja Pengusaha Butik Studi Deskriptif Pada Pengusaha Butik di Sun Plaza Medan
0
73
106
Hubungan Shift Kerja Dengan Terjadinya Kelelahan Pada Security Sun Plaza Medan Tahun 2015
22
268
90
Hubungan Shift Kerja dengan Terjadinya Kelelahan Kerja pada Operator Telepon di Kantor Daerah Telekomunikasi Medan Tahun 2001
2
69
73
Pengaruh Shift Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Karyawan Bagian Produksi Seksi Reduksi PT. INALUM Kuala Tanjung Tahun 2011
32
133
41
Hubungan Antara Faktor Individu Dengan Kelelahan Tenaga Kerja Shift Pagi Di Ruang Kontrol PT.Pupuk Iskandar Muda lhokseumawe Aceh Utara Tahun 2004
0
28
67
Pengaruh Shift Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Karyawan Di Bagian Produksi Seksi Penuangan PT Inalum Kuala Tanjung Tahun 2006
4
67
68
Perbedaan Kelelahan Kerja Pada Operator SPBU Antara Shift Pagi Dan Shift Malam Di SPBU 14203163 Tanjung Morawa Tahun 2009.
63
257
64
Hubungan Waktu Kerja Dengan Terjadinya Stres Pada Pekerja Warung-Warung Kopi Di Sekitar Jalan Samanhudi Medan Tahun 2007
0
44
53
Pengaruh Shift Kerja Terhadap Terjadinya Stres Pada Tenaga Kerja Industri Soft Drink Di PT. X Medan
0
36
107
Pengaruh Shift Kerja Terhadap Kemungkinan Terjadinya Kelelahan Pada Pekerja Pabrik Kelapa Sawit PT. X Labuhan Batu
2
122
129
Hubungan Shift Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Malahayati Medan Tahun 2015
22
129
119
Hubungan Kelelahan Kerja Dengan Produktivitas Kerja Pada Pekerja Bagian Produksi Tulangan Beton Di Pt Wijaya Karya Beton Medan Tahun 2015
1
50
113
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Waktu Kerja - Hubungan Shift Kerja Dengan Terjadinya Kelelahan Pada Security Sun Plaza Medan Tahun 2015
0
0
19
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Hubungan Shift Kerja Dengan Terjadinya Kelelahan Pada Security Sun Plaza Medan Tahun 2015
1
1
7
Hubungan Shift Kerja Dengan Terjadinya Kelelahan Pada Security Sun Plaza Medan Tahun 2015
0
0
24
Show more