Mengkonversi

Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid dalam memotivasi belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta

 12  75  92  2017-04-14 00:59:51 Report infringing document
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA GURU DAN MURID DALAM MEMOTIVASI BELAJAR DI SEKOLAH DASAR ANNAJAH JAKARTA SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.I) Oleh: IDA NURHAYATI NIM. 1110051000083 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1435 H/2014 M KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA GURU DAN MURID DALAM MEMOTIVASI BELAJAR DI SEKOLAH DASAR AI{NAJAH JAKARTA Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Komunikasi Islam (S.Kom.l) Oleh: IDA NURHAYATI NIM. 111005r000083 Pembimbing: NIP. 1971 997032002 JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 143s H.t20t4 M PENGESAIIAN PANITIA UJIAN Skripsi berjudul KOMUNIKASI ANTARPRIBADI ANTARA GURU DAN MURID DALAM MEMOTIVASI BELAJAR DI SEKOLAH DASAR ANNAJAH JAKARTA telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 30 September 2014. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Islam (S.Kom.l.) pada Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. Jakarta, 30 September 2014 Sidang Munaqasyah Ketua merangkap anggota, or/u. dunandar. Ma NIP: 1 96206261994031 002 Sekretaris merangkap anggota, Fitd FXthurokhmah. M.Si NIP: I 98306 I 020091 22001 Anggota, Penguj Penguji I Nasichah. MA Nununs Khairi NrM. 197307252 . NIP: Pembimbing NIP: 19710816/9e7032 I 967 1 1261996032001 LEMBAR PERNYATAAN Bismillahirahmaanirrahim Dengan ini saya menyatakan bahwa: 1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk memeroleh gelar Strata 1 (S.1) di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 3. Jika dikemudian hari penulisan ini terbukti bukan karya asli saya atau merupakan hasil plagiat dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, September 2014 Ida Nurhayati i ABSTRAKSI Ida Nurhayati, 1110051000083 Komunikasi Antarpribadi Antara Guru Dan Murid Dalam Memotivasi Belajar di Sekolah Dasar Annajah Jakarta Komunikasi antarpribadi dalam sebuah lembaga pendidikan yang berbasis pesantren yang merupakan akar budaya pendidikan tradisional Islam di Indonesia merupakan bagian dari rangkaian pembinaan yang diberikan pada peserta didiknya. Siswa yang notabene adalah anak-anak yang masih belum punya pendirian memerlukan bimbingan yang lebih dan mendalam terutama dalam hal agama, agar mereka mempunyai arah tujuan hidup yang baik. Dalam proses belajar mengajar, tentu dinamika prilaku siswa perlu diperhatikan. Siswa akan mengalami perkembangan dan pertumbuhan baik secara fisik dan nonfisik atau psikisnya. Hal ini memerlukan bimbingan yang mendalam serta motivasi yang efektif dalam proses belajar mengajar. Bagaimana upaya yang dilakukan oleh guru dalam memotivasi belajar siswa? Bagaimana pesan komunikasi antarpribadi yang diberikan guru dan siswa? Menjadi menarik untuk diamati dan diteliti. Teori yang digunakan adalah sosiometri, sosiometri merupakan suatu metode pengumpulan serta analisis data mengenai pilihan, komunikasi, dan pola interaksi antar-individu dalam kelompok. Dapat dikatakan bahwa sosiometri adalah kajian dan pengukuran pilihan sosial. Sosiometri disebut pula sebagai sarana untuk mengkaji “tarikan” (attraction) dan tolakan (repulsion) anggotaanggota suatu kelompok. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi langsung, melakukan wawancara dan mencari data-data pendukung, seperti data-data sekolah mengenai program pendidikan, kelebihan sekolah, kurikulum sekolah serta kegiatan-kegiatan yang berlangsung di sekeloh. Dalam penelirtian ini peneliti ini peneliti mendapatkan bentuk komunikasi antarpribadi sebagai upaya memotivasi belajar dengan beberapa cara, yakni dengan cara bercerita,memutarkan video, memberikan hadiah, memberikan games, memberikan quiz atau ulanga, memberikan bimbingan secara pribadi, mengadakan lomba. Dalam membangun motivasi anak untu belajar tidak hanya dari guru semata tetapi peran orang tua pun sangat penting, karena sebagian besar waktu dihabiskan adalah di rumah. Serta pesan komunikasi yang diberikan pun ikut berperan dalam memotivasi siswa dalam belajar. ii KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji atas kebesaran dan keagungan allah SWT, tuhan yang telah menciptakan dan memberikan kesempurnaan. Segala puji dan syukur atas limpahan kasih saying yang diberikan Allah Rabbul alamin yang telah member kenikmatan dunia sebagai lading infestasi semua amal untuk menghantarkan kepada kehidupan akhirat. Semoga Allah senantiasa mengampuni atas segala kesalahan dan kealfaan terhadap syahadat yang belum mampu termanifestasi dalam kehidupan. Solawat serta salam senantiasa tercurah atas junjungan dan panutan alam yang menjadi penuntun dan pencerah ummat Islam menuju agama yang ikhlas sebagai agama yang benar-benar rahmatan lil alamin yang kelak di yaumujaza’ akan mendapatkan syafaat ‘ujma dari baginda nabi Muhammad SAW. Ucapan terimakasih tak terhingga kepada semua pihak yang berjasa dalam penulisan skripsi ini, diantaranya: 1. Dr. Arief Subhan, M.A Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi 2. Bapak Rahmat Baihaky M.A selaku ketua juruasan Komunikasi Penyiaran Islam yang menginspirasi, serta sekertaris jurusan Ibu Fita Fathurokhmah, M.Si. yang sangat perhatian dan pengertian terhadap mahasiswanya. 3. Ibu ummi Musyarafah, MA pembimbing yang senantiasa mengarahkan dan memberikan saran serta masukan terhadap penulis disela-sela kesibukan beliau bersedia membimbing dengan penuh kesabaran dan ikhlasan. iii 4. Segenap Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, atas ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan semoga bermanfaat di dunia sampai akhirat. 5. Kedua orang tua terbaik di dunia, Bapak M. Sidik (alm) semoga abi bisa melihat ini semua dari surga dan Ibu Asidah yang menjadi alasan penyemangat utama penulis dalam menghadapi kendala selama penulisan ini. Terimakasih atas segala dukungan moril dan materil yang tak pernah putus dicurahkan pada penulis. 6. Ustadz Sofyan selaku Kepala SekolahSDI Annajah Jakarta, Ustadz Awal selaku Guru umum merangkap bagian administrasi di SDI Annajah Jakarta yang bersedia untuk diwawancara dan semua Guru yang membantu penulis mencari informasi ditempat penelitian. 7. Seluruh siswa SDI Annajah yang sudah membantu dalam memberikan data dan informasi kepada penulis. 8. Untuk teman terdekat Muhammad Imaduddin yang selalu memberikan semangat dan motivasi penulis dalam penyusunan skripsi ini. 9. Dan untuk semua pihak yang telah membantu penulis dalam proses pembuatan skripsi. Akhirnya penulis hanya dapat berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi diri penulis dan juga pembaca pada umumnya. Dapat menjadi sumber pengembangan keilmuan khususnya di bidang bimbingan dan penyuluhan Islam. Sekali lagi terima kasih yang tiada terhingga kepada berbagai pihak yang iv tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Semoga apa yang telah kita berikan menjadi amal kebaikan di sisi Allah SWT. Aamiin Ciputat, 30 September 2014 Ida Nurhayat v DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN LEMBAR PERNYATAAN . i ABSTRAK . ii KATA PENGANTAR . iii DAFTAR ISI . vi DAFTAR TABEL . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah .1 B. Batasan dan Rumusan Masalah .5 C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .6 D. Metodologi Penelitian .7 E. Tinjauan Pustaka .8 F. Sistematika Penulisan .9 BAB II LANDASAN TEORI A. Komunikasi .11 1. Definisi Komunikasi .11 2. Definisi Komunikasi Antarpribadi .13 3. Komponen Komunikasi Antarpribad .15 4. Tujuan Komunikasi Antarpribadi .19 5. Tahap-tahap Hubungan Antarpribadi .21 6. Teori Hubungan Antarpribadi.23 B. Motivasi .26 1. Pengertian Motivasi .26 2. Fungsi Motivasi .27 3. Jenis Motivasi .29 4. Sifat Motivasi.29 vi BAB III 5. Teori Motivasi .30 6. Ciri-ciri Motivasi .31 7. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi.31 8. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa .34 GAMBARAN UMUM SDI ANNAJAH JAKARTA A. Sejarah Singkat . 37 B. Struktur Kepengurusan SDI Annajah Jakarta . 38 C. Visi Misi SDI Annajah Jakarta . 39 D. Program Pendidikan . 40 E. Kurikulum . 44 F. Kegiatan di SDI Annajah Jakarta . 44 G. Alamat SDI Annajah Jakarta . 45 H. Kelebihan SDI Annajah Jakarta . 45 BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS A. Upaya yang Dilakukan Guru Dalam Memotivasi Belajar Siswa SDI Annajah Jakarta. 47 B. Pesan Komunikasi Antarpribadi yang Diberikan Guru Pada Siswa SDI Annajah Jakarta . 51 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .58 B. Saran .59 DAFTAR PUSTAKA .55 LAMPIRAN .57 vii DAFTAR TABEL Tabel 1 : Struktur Kepengurusan SDI Annajah Jakarta Table 2 : Jadwal Pelajaran SDI Annajah Jakarta viii DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Surat Bimbingan Skripsi dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Lampiran 2. Surat Izin Penelitian dan Wawancara dari Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Lampiran 3. Surat Keterangan Penelitian dari SDI Annajah Jakarta Lampiran 4. Pedoman Wawancara Lampiran 5. Foto-foto dan Dokumentasi ix BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi adalah inti semua hubungan sosial apabila orang telah mengadakan hubungan tetap, maka sistem komunikasi yang mereka lakukan akan menentukan apakah sistem tersebut mempererat atau mempersatukan mereka mengurangi ketegangan atau melenyapkan persengketaan apabila muncul. Relasi antar manusia dibangun melalui komunikasi, dengan komunikasi dengan kata lain komunikasi menjadi sarana yang ampuh untuk membangun sebuah relasi antara kita dengan orang lain1.Komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi adalah proses pertukaran informasi serta pemindahan pengertian antara 2 orang atau lebih di dalam suatu kelompok manusia kecil dengan berbagai efek dan umpan balik (feed back ). Berkomunikasi merupakan keharusan bagi manusia. Manusia membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Selain itu ada sejumlah kebutuhan manusia di dalam diri manusia yang hanya dapat dipuaskan dengan lewat komunikasi dengan sesamanya. Dalam komunikasi antarpribadi, seseorang dapat dengan mudah menduga informasi masuk pada ranah isi tertentu dan ranah lainnya, yang tidak berhubungan dengan aspek lain dari pengalaman seseorang.2 1 Agus M. Hardjana, Komunikasi Interpersonal & Interpersonal, (Yogyakarta: Kansius, 2003) 2 Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi, (Jakarta: PT. Grasindo, 2004) 1 2 Salah satu indikator bahwa manusia adalah makhluk sosial adalah perilaku komunikasi antarmanusia. Manusia tidak dapat hidup sendiri, pasti membutuhkan orang lain. Kecendrungan ini dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukan fakta bahwa semua kegiatan yang dilakukan manusia selalu berhubungan dengan orang lain. Komunikasi antarpribadi juga sangat penting bagi kebahagiaan hidup kita. Komunikasi antarpribadi membentuk perkembangan intelektual dan sosial kita. Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu berkeinginan untuk berbicara, tukar menukar pikiran, mengirim dan menerima informasi, berbagi pengalaman, dan bekerja sama dengan orang lsin untuk memenuhi kebutuhan hidup. Interaksi manusia dengan manusia menunjukan bahwa setiap orang memerlukan bantuan dari orang lain di sekitarnya. Untuk itu ia melakukan komunikasi. Dapat dikatakan bahwa secara kodrati manusia merasa perlu berkomunikasi sejak masih bayi sampai akhir hayatnya, atau ungkapan lain untuk menggambarkan hal ini adalah tiada kehidupan tanpa berkomunikasi. Salah satu komunikasi yang frefekuensi terjadinya cukup tinggi adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi. Oleh karena frefekuensi terjadinya cukup tinggi, tidak mengherankan apabila banyak orang menganggap bahwa komunikasi interpersonal itu mudah dilakukan seperti orang makan dan minum.3 Pendidikan adalah proses untuk memberikan manusia berbagai macam situasi yang bertujuan memberdayakan diri.4 Ilmu pendidikan Islam 3 4 Suranto AW, Komunikasi Interpersonal, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2011) Nurani Soyomukti, Teori-teori Pendidikan, (Jogjakarta: Ar-Ruzz Media,2013) h.27 3 merupakan prinsip, struktur, metodologi, dan objek yang memiliki karakteristik epistimologi islam. Oleh karena itu pendidikan Islam sangat bertolak belakang dengan ilmu pendidikan non-Islam.5 Pendidkan memang sangat penting dalam perkembangan anak, tidak hanya pendidikan yang bersifat umum saja tetapi pendidikan yang berbasis agama pun sangat penting diterapkan kepada anak, karena dengan pondasi agama yang kuat akan membimbing anak ke jalan yang benar. Dan dengan agama pula akan menciptakan akhlak yang mulia dimana kebanyakan orang tua lebih mengacu atau mengarahkan anak-anak mereka hanya kepada pendidikan yang bersifat umum dan mengenyampingkan pendidikan agama. SDI Annajah merupakan sekolah formal dimana di dalamnya terdapat pendidikan yang berbasis umum dan agama. Berbeda dari kebanyakan sekolah lainnya, SDI Annajah merupakan sekolah yang berbasis salafi yang mengacu pada pesantren, dimana murid di bimbing untuk menguasai pelajaran agama. Dan kelebihan dari sekolah ini adalah anak-anak dituntut untuk mampu dan menghafal al-Qur’an dan Hadits. Yang dimaksudkan salafi adalah mengacu kepada pemahan Ahlu Sunnah Waljama’ah,yaitu pemahan yang sesuai yang diajarkan oleh Nabi dan mengamalkan amalan yang diajarkan oleh Rasulullah. Dan di dalam kehidupannya, setiap manusia baik personal maupun lembaga tidak dapat melepaskan diri dari aktifitas komunikasi, termasuk didalam lembaga SDI Annajah. Disini, terdapat beberapa anak dari berbagai daerah dan suku berumpul menjadi satu, mulai dari dalam kota, luar kota 5 Armai Arief, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002) h. 3 4 maupun luar pulau, dan mereka memiliki tujuan yang sama yakni untuk menimba ilmu. Karena pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat besar dalam meningkatkan eksistensi manusia untuk menghadapi hidup, maka sepatutnyalah anak-anak dapat perhatian dan mendapatkan kedudukan yang selayaknya. Seperti yang di jelaskan dalam Al-Qur’an Q.S. Al-Mujadalah :11, yang berbunyi: Artinya: “Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu.” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah: 11). Nabi Muhammad SAW juga bersabda : Dari Abu Hurairoh, ia berkata, Rasulallah saw bersabda, “Tidaklah seorang anak dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah. Lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nashrani, dan Majusi, sebagaimana dilahirkannya binatang ternak dengan sempurna, apakah kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait
Tags

Komunikasi antarpribadi antara guru dan murid..

Gratis

Feedback