Perbedaan Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler Dan Ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Gratis

3
64
62
2 years ago
Preview
Full text

PERBEDAAN TINGKAT KEKEBALAN STRES MAHASISWA REGULER DAN EKSTENSI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA SKRIPSI

  Yang teristimewa kedua orang tua saya yang sudah terlebih dahulu dipanggilYang Maha Kuasa, terimakasih atas teladan dan semangat yang diberikan, dan kepada saudara-saudara saya yang telah memberikan perhatian, dorongan danmotivasi baik terlebih untuk abang saya Simon Sirait yang telah menjadi penerjemah buat saya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal ini. Untuk teman terdekat bapak Syaiful, Magdayofa, Agus Surya Bakti dan teman-teman mahasiswa Ekstensi Keperawatan Fakultas KeperawatanUniversitas Sumatera Utara Angkatan 2012 yang telah meluangkan waktunya dan kerja sama untuk bertukar pikiran selama proses penyusunanproposal ini.

2. Ibu Erniyati, S.Kp, MNS selaku pembantu Dekan I Fakultas keperawatan Universitas Sumatera Utara

  Yang teristimewa kedua orang tua saya yang sudah terlebih dahulu dipanggilYang Maha Kuasa, terimakasih atas teladan dan semangat yang diberikan, dan kepada saudara-saudara saya yang telah memberikan perhatian, dorongan danmotivasi baik terlebih untuk abang saya Simon Sirait yang telah menjadi penerjemah buat saya sehingga saya dapat menyelesaikan proposal ini. Untuk teman terdekat bapak Syaiful, Magdayofa, Agus Surya Bakti dan teman-teman mahasiswa Ekstensi Keperawatan Fakultas KeperawatanUniversitas Sumatera Utara Angkatan 2012 yang telah meluangkan waktunya dan kerja sama untuk bertukar pikiran selama proses penyusunanproposal ini.

DAFTAR SKEMA

  Penelitian deskriptif comparative ini dilakukan terhadap 64 mahasiswa keperawatan reguler dan ekstensi Universitas Sumatera Utara untuk mengetahuiperbedaan tingkat kekebalan stres mahasiswa reguler dan ekstensi dengan menggunakan teknik proportion stratified random sampling. Hasil penelitianmenunjukkan dengan CI 95 % bahwa mahasiswa reguler yang teridentifikasi tidak kebal terhadap stres sebanyak (17,2%) dan mahasiswa ekstensi teridentifikasikebal terhadap stres sebanyak (37,5 %).

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Selain itu masalah-masalah yang bersumber dari kehidupan di pondokan, hubungan perteman dengan latar belakang sosial dan budaya yang berbeda,kesulitan adaptasi umum, masalah dalam hubungan lawan jenis, serta masalah di dalam organisasi dan kegiatan kemahasiswaan sering merupakan sumberpermasalahan yang serius bagi mahasiswa (Fakultas Psikologi UGM, 2013). Menurut hasil penelitian Oktavius (2008), dalam penelitiannya tentang tingkat kekebalan stres mahasiswa dengan memakai Skala Smith dan Miller,tingkat kekebalan mahasiswa bernilai kurang dari 30 berjumlah (47%), itu berarti mahasiswa memiliki tingkat kekebalan terhadap stres yang cukup baik.

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penelitian

  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Bagaimana perbedaan tingkat kekebalan 1.3.1 Tujuan Umum Tujuan dari penelitian keperawatan ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kekebalan stres mahasiswa program reguler danekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Untuk mengetahui tingkat kekebalan stres mahasiswa program reguler Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

2. Untuk mengetahui tingkat kekebalan stres mahasiswa program ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

  3. Untuk menegetahui perbedaan tingkat kekebalan stres mahasiswa program reguler dan ekstensi Fakultas Keperawatan UniversitasSumatera Utara.

1.4 Manfaat Penelitian

1.4.1 Bagi Institusi Pendidikan

  Penelitian ini dapat menjadi informasi bagi Universitas untuk lebih mengetahui tingkat kekebalan stres mahasiswa selama menjalaniperkuliahan. Penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi para tim pengajar untuk mengetahui tingkat kekebalan terhadap strespada mahasiswa sehingga dapat menyelaraskan sistem pengajaran    1.4.2 Bagi Mahasiswa Penelitian ini berguna bagi mahasiswa untuk lebih memahami hal 1.4.3 Bagi Peneliti Lainnya Penelitian ini berfungsi sebagai referensi untuk penelitian terkait selanjutnya terkait dengan tingkat kekebalan stres dari segi psikologis.

BAB 2 LANDASAN TEORITIS

2.1 Defenisi stres

  Stres adalah suatu keadaan yang dihasilkan oleh perubahan lingkungan yang diterima sebagai suatu hal yang menantang, mengancamatau merusak terhadap keseimbangan atau ekuilibrium dinamis seseorang(Brunner and Suddarth, 2002). Stres juga dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dinamis di mana seorang individu dihadapkan pada peluang,tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan oleh    individu itu dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting (Stephen, 2008).

2.2 Etiologi Stres

  Stressor eksternal Permasalahan non-akademis terutama berasal dari tekanan sosial yang dialami mahasiswa sehari-hari seperti permasalahan yang terkaitdengan keluarga, misalnya karena tinggal terpisah dari keluarga, kondisi keuangan keluarga, riwayat pola pengasuhan asuh dari orangtua,perbedaan prinsip dengan orang tua. Selain itu masalah-masalah yang bersumber dari kehidupan di pondokan, hubungan perteman dengan latarbelakang sosial dan budaya yang berbeda, kesulitan adaptasi umum, masalah dalam hubungan lawan jenis, serta masalah di dalam organisasidan kegiatan kemahasiswaan sering merupakan sumber permasalahan yang serius bagi mahasiswa (Fakultas Psikologi UGM, 2013).

2.3 Respon Stres

  Namun demikian, sebagian besar dari riset tentangriset tentang stres berfokus pada respon psikologis dan fisiologi, meski dimensi ini saling tumpang tindih dan berinteraksi dengan dimensi lain. hormon yang diperlukan untuk beradaptasidengan stres disekresikan, otot tegang, jantung berdetak lebih cepat, napas dan keringat meningkat, pupil membesar dan kadar gula darahmeningkat.

2.4 Tingkat Kekebalan Stres

Dalam teori interaksional Lazarus mengatakan bahwa setiap orang atau individu berbeda dalam kerentanan mereka terhadap stres dan caramereka bereaksi terhadap stres (Funnel, Koutoukidis, Lawrence, 2005). Untuk mengetahui taraf kekebalan terhadap stres dari seseorang

2.5 Mahasiswa

  Menurut Djojodibroto, 2004 mahasiswa adalah mahasiswa mempunyai kewajiban untuk belajar, namun cara belajar diPerguruan Tinggi merupakan suatu kegiaan yang spesifik karena mahasiswa sudah dianggap telah mencapai kedewasaan, tidak saja fisiknyatetapi juga psikonya (Ganda, 2008). Mahasiswa memiliki tujuan yaitu untuk mencapai taraf keilmuan yang matang, yang artinya mahasiswaingin menjadi sarjana yang sujana yang menguasai ilmu serta memahami wawasan ilmiah yang luas sehingga mampu bersikap dan bertindak ilmiahdalam segala hal yang berkaitan dengan keilmuannya untuk diabdikan pada masyarakat (Ganda, 2008).

BAB 3 KERANGKA PENELITIAN

3.1 Kerangka Penelitian

  Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan (Notoadmodjo, 2010). Skema 3.1 : Kerangka konseptual penelitian tingkat kekebalan stres Mahasiswa Reguler dan Ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

3.2 Defenisi Operasional

  Kebal terhadapstres (skor< 30) Selalu (1)Sering (2)Kadang- kadang (3)Jarang (4)Tidak Pernah(5) stress vulnerabilityscale , yaitu: Lembar kuisioner ,penilaian menggunakanalat ukur Suatu rentang respon yangdipersepsikan terhadap stresorstres yang diterima oleh mahasiswaekstensi Tabel 3.1 : Defenisi operasional variabel penelitian Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti sebagai berikut 3. stress vulnerabilityscale , yaitu: Lembar kuisioner ,penilaian menggunakanalat ukur Suatu rentang respon yangdipersepsikan terhadap stresorstres yang diterima oleh mahasiswaregular 1.

BAB 4 METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif untuk mencari perbedaan tingkat kekebalan stres mahasiswa reguler dan ekstensi FakultasKeperawatan Universitas Sumatera Utara. Pengumpulan data dilakukan dalam satu waktu atau cross sectional dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling atau pengambilan sample secara acak stratifikasi.

4.2 Populasi dan sampel  

  Pengambilan sampel dengan Stratified Random Sampling dengan proporsi sampel yang diambil adalah 25% dari tiap kelas yang ada di populasi, sehingga sampel yang didapat sebanyak 64 .orang Penentuan strata ini berdasarkan program pendidikan, setelah ditentukan stratanya barulah masing-masing strata diambil sampel yangmewakili strata dan masing-masing kelas.    4.3 Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas SumateraUtara dengan alasan karena Fakultas Keperawatan USU ini merupakan kampus peneliti, dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan tingkatkekebalan stres mahasiswa reguler dan ekstensi.

4.5 Instrument Penelitian dan Pengukuran Validasi-Reliabilitas  

  Alat pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner yang mengacu kepada penelitian-penelitian sebelumnya dandimodifikasi serta dikembangkan oleh peneliti dengan melihat kerangka konsep dan tinjauan pustaka yang dibuat. Pada stress vulnerability scale terdiri dari 20 pernyataan yang terkait dengan kekebalan stres.

4.5.1 Pengukuran Validasi

Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar-    penelitian stress vulnerability scale, peneliti tidak lagi melakukan uji validitas karena telah divaliditas oleh Brodjonegoro (1987) dengansensivitas 85%, dalam penelitian Jusuf, Paramata, Abudi (2012).

4.5.2 Pengukuran Reliabilitas

  Dalam penelitian ini rumusuntuk menghitung reliabilitas instrument dengan menggunakan cronbach alpha yang dilakukan pada 30 responden. Uji reliabilitas dilakukan sebelum pengumpulan data kepada responden yang memenuhi kriteria seperti responden yang sebenarnyasebanyak 30 orang di Fakultas Keperawatan USU angakatan 2012.

4.6 Metode Pengumpulan Data  

  Bagi mahasiswa yang bersedia menjadi responden diberikan lembar persetujuan (lampiran 1) dan lembar kuisioner(lampiran 2) dan responden menandatangani lembar persetujuan jika sudah setuju. Responden diberikan waktu untuk mengisi kuisioner dan peneliti melakukan pengawasan agar respnden tidak bekerja sama dalam mengisikuisioner.

4.7 Analisa Data  

4.7.1 Pengolahan Data

  Pengolahan data dilakukan dengan langkah sebagai berikut:

a. Editing , dilakukan untuk memeriksa ulang kelengkapan data dan

  Data karakteristik demografi responden, gambaran tingkatan kekebalan stres mahasiswa reguler dan ekstensi disajikan dalambentuk distribusi frekuensi dan presentase. Uji yang dilakukanuntuk mengidentifikasi perbedaan tingkat kekebalan stres dengan subvariabel yaitu program reguler dan ekstensi adalah dengandeskriptif komparatif dengan uji Mann Whitney.

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  Bab ini menjelaskan hasilpenelitian dan pembahasan dari 64 responden yang dilaksanakan pada bulan Agustus s/d November 2013. Hasil penelitiandiuraikan melalui proses analisis karakteristik responden yang meliputi usia, jenis kelamin, tempat tinggal serta identifikasi tingkat kekebalan stres pada responden.

5.1.1 Karakteristik Responden

  Usia,jenis kelamin, tempat tinggal, status pernikahan akan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan disajkan dalam bentuk persentase.    Tabel 5.1 Distribusi Responden Berdasarkan Data Demografi (n=64)Variabel Jumlah Persentase (Orang) (%) Usia 18-21 Tahun 34 53,122-40 Tahun 28 43,841-60 Tahun 2 3,1 Jenis Kelamin Laki-laki 13 20,3Perempuan 51 79,7 Status Menikah 8 12,5Belum Menikah 56 87,5 Tempat Tinggal Kost53 82,8 Dengan Orang Tua 11 17,2 Program Pendidikan Reguler 34 53,1Ekstensi 30 46,9 Tabel 5.1 menjelaskan bahwa distribusi responden berdasarkan data demografi.

5.1.2 Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler

  Tabel 5.2 Distribusi Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler (n=34)Status Tingkat Kekebalan Stres Total Kebal Kurang Kebal Tidak kebal n n n(%) (%) (%) Reguler 10 11 13 34(15,6) (17,2) (20,3) (53,1) Tabel 5.2 ini menunjukkan hasil analisis tingkat kekebalan stres mahasiswa reguler dengan jumlah responden 34 orang. Hasil peneltian menunjukkan bahwa tingkat kekebalan stres mahasiwa reguler bervariasi, namun lebih dominan mahasiswa yang tidak kebal terhadap stres dengan jumlah 20,30 %.

5.1.3 Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Ekstensi

  Untuk mengetahui perbedaan tingkat kekebalan stres mahasiswa reguler dan ekstensi uji yang digunakan adalah uji Mann Whitney, dengan hipotesis:Ho : Tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kekebalan stres antara mahasiswa reguler dan ekstensi. Ha : Ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kekebalan stres mahasiswa antara mahasiswa reguler dan ekstensi Tabel 5.4 Distribusi Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler dan Ekstensi (n=64) Kelompok N Mean Rank Z P Reguler 34 40,93 Tabel 5.4 menunjukkan hasil analisis perbedaan tingkat kekebalan stres antara mahasiswa reguler dan ekstensi.

5.2 Pembahasan

  Penelitimembandingkana hasil penelitian dengan tinjauan pustaka dan penelitian- penelitian terkait yang telah diuraikan sebelumnya. Implikasi penelitian akan diuraikan dengan mempertimbangkan pengembangan lebih lanjutbagi pelayanan keperawatan, pendidikan dan penelitian keperawatan.

5.2.1 Karakterisitik Individu

5.2.1.1 Mahasiswa Reguler

  Mahasiswa dihadapkan pada kondisi untuk menempah diri menjadi Dalam masa penyesuaian dan tantangan dalam mengembangkan mekanisme koping yang adaptif dapat menyebabkan mahasiswa menjadistres. Hal ini sesuai dengan penelitian Yemima Dayfiventy (2012) dalam penelitiannya “Stresor dan koping mahasiswa KBK Fakultas KeperawatanUSU ”, menunjukkan bahwa stresor utama yang dikeluhkan mahasiswa KBK adalah mempersiapkan ujian Blok, jadwal kuliah yang padat, kelas yangpenuh, mengikuti ujian Skill Lab dan ujian tertulis.

5.2.1.2 Mahasiswa Ekstensi

  Hal ini didukung oleh penelitian Oktavius (2008), dalam penelitiannya tentang tingkat kekebalan stres dengan tingkat kekebalan mahasiswa bernilaikurang dari 30 berjumlah (47%), itu berarti mahasiswa memiliki tingkat kekebalan stres yang cukup baik. Stres berhubungan dengan segala sesuatu yang mempengaruhi kehidupan bagi mahasiswa yang diartikan sebagai suatu kondisi atau keadaanindividu yang mengalami tekanan dan penilaian mahasiswa tentang stresor yang berhubungan dengan perguruan tinggi (Govarest & Gregoire, 2004).

BAB 6 PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan penjelasan dari bab sebelumnya sampai dengan pembahasan hasil penelitian. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan dan saran dari penelitian yang telah dilakukan. Saran yang diberikan berua masukan bersifat operasional dimana terkait dengan hasil penelitian

  Pada tingkat kekebalan stres mahasiswa ekstensi angkatan tahun 2012 yang paling dominan adalah mahasiswa kebal terhadap stres dan tidak adayang tidak kebal terhadap stres. Bagi Peneliti SelanjutnyaSaran untuk peneliti selanjunya yang akan meneliti dengan topik yang terkait dengan tingkat kekebalan stres sebaiknya jumlah respondenlebih banyak dengan tingkat populasi lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

  Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep Proses dan praktek Volume I Edisi 4 . Tingkat Stres Akademik Pada Mahasiswa Reguler Angkatan 2010 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia .

FORMULIR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat kekebalan stres pada Mahasiswa Reguler dan Ekstensi Fakultas Keperawatan diUniversitas Sumatera Utara. Informasi yang diberikan akan saya simpan di tempat yang aman dan saya gunakan hanya semata-mata untuk kepentingan penelitian ini.

A. Data Demografi

  Keuangan yang saya miliki mampu dan mencukupi kebutuhan saya sehari-hari. Saya melakukan sesuatu yang menyenangkan saya minimal sekali    18.

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure

  Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .744 20 Scale Statistics Mean Variance Std. Deviation N of Items70.40 67.903 8.240 20 Item StatisticsMean Std.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (62 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
31
222
97
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
7
60
101
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Mahasiswa Sarjana Keperawatan Kelas Reguler Menjalani Pendidikan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
4
94
107
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Penyelesaian Skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
95
465
104
Tingkat Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2013
16
97
77
Perbedaan Tingkat Kekebalan Stres Mahasiswa Reguler Dan Ekstensi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
3
64
62
Gambaran Stres Mahasiswa Sarjana Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara Tahun 2012
3
55
64
Gaya Belajar dan Hasil Belajar Pada Kegiatan Praktikum Mahasiswa Program Reguler Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
34
98
Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
0
0
40
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Stres 2.1.1 Pengertian Stres - Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
0
0
12
Pengaruh Stres Terhadap Pola Makan Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU)
0
0
12
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
43
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
9
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Motivasi Mahasiswa Sarjana Keperawatan Kelas Reguler Menjalani Pendidikan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
1
34
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Dalam Penyelesaian Skripsi di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
1
35
Show more