Faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi intensi membeli produk fashion tiruan

Gratis

16
33
125
3 years ago
Preview
Full text

FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS YANG MEMPENGARUHI INTENSI MEMBELI PRODUK

  Penulis berteori bahwavariabel sikap (behavioral beliefs dan outcome evaluation), norma subjektif(normative beliefs dan motivation to comply), perceived behavioral control (control beliefs dan power of factor) dan jenis kelamin mempengaruhi intensi membeli produk fashion tiruan. Hasil uji hipotesis minor yang menguji dari ketujuh variabel menunjukkan variabel motivation to comply berpengaruh secara signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan,sedangkan behavioral beliefs, outcome evaluation, normative beliefs, control beliefs, power of factor dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan.

FASHION TIRUAN

  Penulis berteori bahwavariabel sikap (behavioral beliefs dan outcome evaluation), norma subjektif(normative beliefs dan motivation to comply), perceived behavioral control (control beliefs dan power of factor) dan jenis kelamin mempengaruhi intensi membeli produk fashion tiruan. Hasil uji hipotesis minor yang menguji dari ketujuh variabel menunjukkan variabel motivation to comply berpengaruh secara signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan,sedangkan behavioral beliefs, outcome evaluation, normative beliefs, control beliefs, power of factor dan jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan.

KATA PENGANTAR

  Saya mengucapkan terima kasih atas waktu yang telahBapak dan Ibu berikan, ilmu yang selalu tercurahkan, dan tentu kesabaran dan ketulusan Bapak dan Ibu selama membimbing saya dalam menyelesaikanskripsi ini. Seluruh responden yang telah membantu mengisi angket penelitian yang saya berikan dan seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, terimakasih untuk segala dukungan, bantuan, dan kemudahan yang telah diberikan untuk membantu saya dalam menyelesaikan skripsi ini.

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN Dalam bab pendahuluan ini akan dibahas mengenai latar belakang penelitian

Lampiran 1 Output Lisrel 8.7Lampiran 2 Path Diagram Variabel pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika penulisan skripsi.

1.1. Latar Belakang

  Intensi yang dimiliki seseorang untuk membeli produk fashion tiruan ternyata memiliki faktor yangmendukung seperti lokasi yang berdekatan dengan tempat tinggal dan pendapatan yang minim sehingga tak mampu membeli produk fashion asli yang harganyajauh lebih mahal. Berdasarkan penjelasan dan survei di atas serta melihat pentingnya pengaruh sikap, norma subjektif, perceived behavioral control dan jenis kelaminterhadap intensi membeli produk fashion tiruan pada konsumen mendorong peneliti untuk melakukan penelitian yang berjudul “Faktor-faktor Psikologis yang Mempengaruhi Intensi Membeli Produk Fashion Tiruan”.

1.2. Batasan dan Rumusan Masalah

1.2.1. Batasan Masalah

  Behavioral beliefs yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan keyakinan yang dimiliki pengunjung kawasan pusat perbelanjaan Tanah Abang danmerupakan keyakinan yang akan mendorong terbentuknya sikap terhadap perilaku membeli produk fashion tiruan. Produk fashion tiruan yang dimaksud dalam penelitian ini merupakan produk fashion yang dibuat dengan meniru produk fashion aslinya guna mempengaruhi konsumen bahwa produk tersebut sama seperti aslinya (OECD, 1998).

1.2.2. Rumusan masalah

  Apakah behavioral beliefs, outcome evaluation, normative beliefs, motivation to comply, control beliefs, power of factor dan jenis kelamin berpengaruh secara signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan? Apakah power of factor berpengaruh secara signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan?

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

  1.3.1. Tujuan penelitian Dalam penelitian ini, tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk meneliti dan menguji signifikansi pengaruh sikap, norma subjektif, perceived behavioral control (PBC)dan jenis kelamin dalam memprediksi intensi membeli produk fashion tiruan.

1.3.2.1. Manfaat teoritis

  Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah keilmuan dan mampu memberikan kontribusi pengetahuan yang bisa dijadikan literatur tambahandalam bidang psikologi khususnya Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) kajian perilaku konsumen dengan memberikan bukti empiris pada penelitianini. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi tambahan untuk penelitian lanjutan mengenai perilaku konsumen.

1.3.2.2. Manfaat praktis

  Penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan bagi produsen, konsumen dan pihak terkait sebagai referensi untuk memahami perilaku konsumen dalammembeli produk fashion tiruan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu konsumen yang ingin membeli produk terutama fashion untuk lebihmemahami dan mengidentifikasi kebutuhan konsumen sebelum mengambil keputusan.

1.4. Sistematika Penulisan

  Sistematika penulisan dalam penelitian ini mengacu pada pedoman penulisanAPA (American Psychology Association) style dan penyusunan dan penulisan skripsi Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendahuluan Bab I ini berisi latar belakang mengapa perlu dilakukan penelitian terhadap intensi membeli produk fashion tiruan, batasan dan perumusan masalah, tujuan penelitian dan manfaat penelitian, dansistematika penulisan.

BAB II I. Metode Penelitian Bab III ini berisi mengenai populasi dan sampel, variabel penelitian, instrumen penelitian, prosedur penelitian, dan teknik analisis data. BAB IV. Analisis Hasil Penelitian Bab IV ini berisi mengenai hasil penelitian meliputi, pengolahan statistik dan analisis terhadap data. BAB V. Kesimpulan, Diskusi Dan Saran Bab V ini berisi rangkuman keseluruhan hasil penelitian dan

BAB II KAJIAN TEORI Dalam bab kajian teori ini akan dibahas mengenai teori yang terkait dengan

  Dalam bab ini juga akan dimuat diskusi dan saran. variabel yang akan digunakan dalam penelitian, dilanjutkan dengan kerangka berpikir dan hipotesis.

2.1. Intensi membeli

2.1.1. Pengertian intensi membeli

  Mowen dan Minor (2002) mendefinisikan intensi membelimerupakan intensi perilaku yang berkaitan dengan keinginan konsumen dalam berperilaku guna memperoleh, mengkonsumsi dan membuang suatu produk ataujasa. Jadi, definisi intensi membeli pada penelitian skripsi ini peneliti menggunakan teori dari Ajzen (2005) yaitukemungkinan subjektif yang akan dilakukan oleh seseorang dan dimungkinkan terbentuknya suatu perilaku membeli produk fashion tiruan.

2.1.2. Aspek intensi membeli

  Pada konteks membeli produk fashion tiruan, perilaku khusus yang diwujudkanmerupakan bentuk perilaku membeli yaitu dengan membeli produk fashion tiruan di toko yang jelas menjual produk fashion tiruan. Pada konteks membeli produk fashion tiruan, perilaku tersebut dapat muncul jika individu merasamembutuhkan produk fashion tiruan tersebut dengan harga yang lebih murah, risiko kerugian yang lebih kecil dan kondisi lingkungan yang berdekatandengan pasar/toko.

2.1.3. Faktor pengontrol intensi

  Informasi, keterampilan dan kemampuanSeseorang yang memiliki intensi untuk melakukan sebuah perilaku akan mencari informasi, keterampilan, dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukanperilaku tertentu. Sebagai contoh, terkadang individu dapat bertanggung jawab atas apa yang dilakukandalam keadaan sadar, tetapi terkadang mereka tidak dapat mempertanggung jawabkan apa yang mereka lakukan saat di bawah pengaruh emosi yang kuat.

2.1.3.2. Faktor eksternal

  Seseorangyang berintensi untuk mengerjakan skripsi, tidak dapat melakukannya jika tidak memiliki sarana yang memadai untuk melakukan perilaku tersebut atau mungkintemannya yang selalu mengganggu saat sedang mulai mengerjakan dapat membuat seseorang tidak melakukan perilaku tersebut. Seseorang yang menghadapi kesulitan yang berhubungan dengan ketergantungan interpersonal dapat membentuk perilakuyang diinginkan dalam kerjasama dengan rekan yang berbeda.

2.1.4. Teori yang terkait dengan intensi

  Ajzen (1991) dalam theory of planned behavior(TPB) dijelaskan bahwa intensi seseorang ditentukan oleh 3 faktor seperti pada gambar: Gambar 2.1 : Gambar TPB dan background factor 22 Ajzen (2005) menjelaskan dalam TPB, bahwa penentu utama yang mempengaruhi intensi dapat dipahami dengan perilaku, normatif dan kontrolperilaku. Seseorang yang tumbuh dalam lingkungan sosial yang berbeda dapat memiliki informasi yang berbeda tentangisu yang berbeda, informasi yang menyediakan dasar bagi kepercayaan seseorang mengenai konsekuensi sebuah perilaku, pengharapan normatif, pentingnyaseseorang, dan tentang penghalang yang dapat menghambat seseorang dalam mewujudkan perilaku.

2.1.5. Determinan intensi

  Perceived behavior control (PBC)Selain dari ketiga aspek tersebut, ada beberapa variabel lain yang dapat mempengaruhi Intensi. Pada prinsipnya, TPB terbuka untuk penambahan variabel lain yang menjadi prediktor jika mampu menggambarkan proporsi yang signifikan setelah variabel sebelumnya diteliti.

2.1.6. Pengukuran intensi membeli

  Dalam jurnal penelitian lain yang berjudul Examining Customer Purchase Intention for Counterfeit Product Based on a Modified Theory of Planned Behavior (Cheng, Fu & Tu, 2011), intensi membeli dapat diukur dengan menggunakan alat ukur yang dikembangkan oleh Cheng, Fu, dan Tu (2011) yang terdiri dari 3 item pengukuran. Dalam penelitian ini, peneliti mengadaptasi alat ukur yang dikembangkan oleh Cheng,Fu, dan Tu (2011) dikarenakan item yang menjadi skala baku sangat sesuai dengan judul penelitian.

2.2. Sikap

2.2.1. Pengertian sikap

  Sikap merupakan derajat penilaian seseorang pada perilaku tertentu dan merupakan indikator yang mempengaruhi seseorang dalam menampilkan perilaku spesifik yang mampu diprediksi. Jadi, definisi sikap pada penelitian ini peneliti menggunakan teori dari Ajzen (2005)yaitu hasil evaluasi seseorang mengenai disukai atau tidak disukai pada perilaku membeli produk fashion tiruan.

2.2.2. Anteseden sikap

  Behavioral belief adalah keyakinan yang dimiliki seseorang terhadap perilaku dan merupakan keyakinan yang akan mendorong terbentuknya sikap. Seperti dalam penelitian Tavis, Dodd, Jye Sheu, Rienzo, dan Wagenaar(2010), yang paling berpengaruh dalam memprediksi intensi mengkonsumsi 27 minuman alkohol pada mahasiswa saat hari pertandingan adalah sikap terhadap minuman dan norma subjektifnya.

2.2.5. Pengukuran sikap

  Dalam jurnal yang berjudul Consumer Attitudes Toward Counterfeits: A Review and Extension (Augusto, Christiana, & Alberto, 2007), alat ukur yang digunakan adalah attitude toward counterfeit product yang dikembangkan oleh Huang (2004) dengan menggunakan skala model Likertdengan rentang 7 poin. Pengukuran sikap dalam penelitian ini peneliti mengacu kepada attitude toward counterfeit productyang dikembangkan oleh Cheng, Fu, dan Tu (2011) yang terdiri dari 8 item dengan melakukan modifikasi dan penambahan beberapa item.

2.3. Norma subjektif

  Hogg dan Vaughan(2002) juga menjelaskan norma subjektif sebagai produk dari apa yang dipersepsikan oleh individu yang menjadi keyakinan orang lain dan orang yangsignifikan menjadi panutan tentang apa yang pantas dilakukan. Jadi, pengertian norma subjektif dalam penelitian ini adalah persepsi individu untuk mengikutiorang lain (significant other) yang menjadi panutan mengenai kesesuaian perilaku yang pantas dilakukan.

2.3.3. Pengaruh norma subjektif terhadap intensi membeli

  Hasil dari penelitian mengungkapkan normasubjektif sebagai prediktor yang paling konsisten dari varians lain dalam intensi perilaku sehat yang terkait dengan indeks glycaemic pada makanan. Beberapa haltentang memilih, memasak dan mengkonsumsi makanan tidak lepas dari rekomendasi dari orang terdekat yang mempengaruhi dan nantinya menjadiperilaku yang tertanam dalam diri mereka.

2.3.4. Pengukuran norma subjektif

  Dalam jurnal penelitian berjudul Consumer Attitudes toward Counterfeits: A Review and Extension (Augusto, Christiana, & Caslos, 2007), alat ukur yang digunakan untuk mengukur norma subjektif adalah subjective norm (SN) yang dikembangkan oleh Ajzen (1991) dengan menggunakan skala model Likertrentang 7 poin. Pengukuran norma subjektif pada penelitian ini mengadaptasi alat ukur subjective norm yang dikembangkan oleh Ajzen (1991) yang terdiri dari duaitem.

2.4. Perceived Behavioral Control (PBC)

2.4.1. Pengertian perceived behavioral control

  Ajzen menyatakan bahwa perceived behavioral control adalah hambatan atau kesulitan yang dipersepsi individu dalam menampilkan tingkah laku tersebut dan diasumsikan merefleksikan pengalaman masa lalu dan jugahambatan atau rintangan yang diantisipasi. Menurut Ajzen (2005), dalam theory of planned behavior (TPB), perceived behavioral control (PBC) tidak berkaitan secara langsung dengan kontrol yang sebenarnya dimiliki individu dalam situasi tertentu namun berkaitan dengan pengaruh yang mungkin dimiliki kontrol tingkah laku yang dipersepsi(perceived behavior control) oleh individu terhadap tingkah laku.

2.4.2. Anteseden perceived behavioral control (PBC)

  Pengukuran perceived behavioral control (PBC) Pengukuran perceived behavioral control (PBC) dalam penelitian ini mengadaptasi alat ukur yang dikembangkan oleh Cheng, Fu, dan Tu (2011) dalamjurnal penelitian yang berjudul Examining Customer Purchase Intention for Counterfeit Product Based on a Modified Theory of Planned Behavior. Produk fashion tiruan Produk fashion tiruan dedifinisikan sebagai produk yang meniru produk asli dalam jumlah yang banyak dan sangat mirip dengan bentuk aslinya tanpa ada izinyang sah, termasuk kemasan, merek dagang, dan label (Kay, dalam Ahmad,2012).

2.7. Kerangka Berpikir Pembajakan atau pemalsuan produk dari tahun ke tahun semakin meningkat

  Berbagai produk mulai dari barang elektronik, perangkat software, buku, sparepart kendaraan dan khususnya produk fashion sudah menjadi objek yang 36 memiliki trademark yang merupakan identitas produk tersebut dan dapat memberikan sanksi bagi oknum yang membajak produk dengan trademarktertentu sesuai hukum yang berlaku (Yoo & Lee, 2005). Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan menguji signifikansi pengaruh sikap (behavioral beliefs dan outcome evaluation), norma subjektif (normative beliefs 38 dan motivation to comply), perceived behavioral control (control beliefs dan power of factor) dan jenis kelamin terhadap intensi membeli produk fashion tiruan.

2.8. Hipotesis Penelitian

  Penelitian ini diuji dengan analisis statistik, sehingga hipotesis yang akan diuji adalah hipotesis nihil (H ), yaitu“Tidak terdapat pengaruh yang signifikan behavioral beliefs, outcome evaluation, normative beliefs, motivation to comply, control beliefs, power of factor dan jenis kelamin terhadap intensi membeli produk fashion tiruan”. Sedangkan hipotesis minor dalam penelitian ini, yaitu: H1 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan behavioral beliefs terhadap intensi membeli produk fashion tiruan.

BAB II I METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dipaparkan tentang target populasi, sampel, teknik pengambilan

sampel, variabel penelitian, definisi operasional variabel, uji validitas instrumen, teknik analisis data, serta prosedur penelitian yang digunakan dalam penelitian.

3.1. Populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel

  Behavioral beliefs adalah keyakinan yang dimiliki seseorang terhadap perilaku dan merupakan keyakinan yang akan mendorong terbentuknya sikap terhadapperilaku membeli produk fashion tiruan yang diperoleh dari skor alat ukur behavioral beliefs. Power of factor adalah persepsi individu mengenai sumber yang diperlukan baik untuk mempengaruhi individu dalam memunculkan tingkah laku sehinggamemudahkan atau menyulitkan pemunculan perilaku membeli produk fashion tiruan yang diperoleh dari skor alat ukur power of factor.

3.4.1. Alat ukur intensi membeli

  Peneliti menggunakan sepuluh item untukmengukur variabel intensi membeli yang diperoleh dengan melakukan adaptasi dan modifikasi alat ukur dari Cheng, Fu, dan Tu dengan menambahkan tujuh itemyang telah disesuaikan dengan teori planned behavior (Ajzen, 2005). Pilihan jawaban yang digunakanpeneliti adalah skala model Likert dengan rentang sebanyak 4 pilihan jawaban, yaitu sangat tidak setuju (STS), tidak setuju (TS), setuju (S), dan sangat setuju(SS) untuk dimensi behavioral beliefs.

3.4.3. Alat ukur norma subjektif

  Adapun distribusi dan penyebaran item dari skala perceived behavioral control dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3.5Blue print skala perceived behavioral control 7, 9, 10 5, 8, 11 Pengujian validitas konstruk menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) bertujuan untuk mengetahui apakah setiap item pada variabel valid dalammengukur apa yang hendak diukur. 1 Controlbeliefs Dalam Confirmatory Factor Analysis (CFA), peneliti harus memiliki gambaran yang spesifik mengenai (a) jumlah faktor, (b) variabel yangmencerminkan suatu faktor, dan (c) faktor yang saling berkorelasi.

3.5.1. Uji validitas konstruk intensi membeli

  Olehkarena itu peneliti melakukan modifikasi terhadap model satu faktor tersebut, dimana kesalahan pengukuran pada beberapa item dibebaskan berkorelasi satu Tahap selanjutnya, dilihat apakah item tersebut signifikan mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di- drop atau dipertahankan. Dengan demikian, secara keseluruhan item yang akan di-drop adalah item nomor 2, 6 dan 9 yang artinya item tersebut tidakakan diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.

3.5.2. Uji validitas konstruk sikap

3.5.2.1. Behavioral beliefs

  Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) dapat diterima bahwa seluruhitem mengukur satu faktor saja yaitu behavioral beliefs. 0.69 0.08 8.89√ Ketera ngan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan (t<1.96) Berdasarkan tabel 3.7, diketahui bahwa tidak terdapat item yang nilai t-nya<1.96 sehingga seluruh item tersebut dapat diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.

3.5.2.2. Outcome evaluation

  Kemudian setelah dilakukan modifikasi sebanyak 10 kali diperoleh model fit dengan Chi-Square = 37.33, df = 25 , P-value = 0.05366 , RMSEA = Tahap selanjutnya, dilihat apakah item tersebut signifikan mengukur faktor yang hendak diukur, sekaligus menentukan apakah item tersebut perlu di- drop atau dipertahankan. Dengan demikian, secara keseluruhan item yang akan di-drop adalah item nomor 16 yang artinya item tersebut tidak akan diikutsertakandalam perhitungan skor faktor.

3.5.3. Uji validitas konstruk norma subjektif

3.5.3.1. Normative beliefs

  Pada alat ukur norma subjektif dimensi normative beliefs terdapat 4 item yang Dari hasil awal analisis CFA yang dilakukan, model satu faktor tidak fit dengan Chi-Square = 16.93, df = 2, P-value = 0.00021, RMSEA = 0.224. Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) dapat diterima bahwa seluruhitem mengukur satu faktor saja yaitu normative beliefs.

3.5.3.2. Motivation to comply

  Nilai Chi-Square menghasilkan P-value >0.05 (tidak signifikan), yang artinya model dengan satu faktor (unidimensional) dapat diterima bahwa seluruhitem mengukur satu faktor saja yaitu motivation to comply. 0.67 0.10 6.63√ Ketera ngan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan (t<1.96) Berdasarkan tabel 3.10, diketahui bahwa tidak terdapat item yang nilai t- nya <1.96.

3.5.4. Uji validitas konstruk perceived behavioral control

3.5.4.1. Control beliefs

  Pada alat ukur perceived behavioral control (PBC) dimensi control beliefs terdapat 11 item yang digunakan dalam penelitian ini. Dengan demikian, secara keseluruhan item yang akan di-drop adalah item nomor 10 yang artinya item tersebut tidak akan diikutsertakandalam perhitungan skor faktor.

3.5.4.2. Power of factor

  0.24 0.09 2.75√ Keterangan: tanda √ = signifikan (t>1.96); X = tidak signifikan (t<1.96) Berdasarkan tabel 3.12, diketahui bahwa terdapat item yang nilai t-nya<1.96 yaitu item nomor 16 dan 19. Dengan demikian, secara keseluruhan item yang akan di-drop adalah item nomor 16 dan 19 yang artinya item tersebut tidakakan diikutsertakan dalam perhitungan skor faktor.

3.6. Metode analisa data

  Paling tidak ada tiga tahap yangakan dilakukan untuk menguji pengaruh independent variable terhadap dependent variable (Pedhazur, 1997). Sebelum menguji pengaruh independent variable terhadap dependent variable, terlebih dahulu membuat persamaan regresi dari intensi membeli.

2 Summary R. R

  Langkah kedua, peneliti menganalisis dampak dari seluruh independent variable terhadap intensi membeli menggunakan uji F dan dapat dilihat nilai signifikansinya pada tabel Anova kolom ke 6. Selanjutnya untuk mengetahui nilai proporsi varian dapat menggunakan uji F dengan melihat nilai pada kolom Sig F Change (p<0.05) danmelihat nilai murni variabel independen pada kolom R Square Change dan kenaikan pertambahan (increments) proporsi varian yang dapat dilihat pada kolom R Square.

3.7. Prosedur penelitian

  Setelah mendapatkan teori secara lengkap kemudianmenyiapkan, membuat, dan menyusun alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu intensi membeli, sikap (behavioral beliefs dan outcome evaluation), norma subjektif (normative beliefs dan motivation to comply), perceived behavioral control (control beliefs dan power of factor) dan jenis kelamin. Menyesuaikan hasil expert judgment dengan pengklasifikasian yang telah dibuat, sehingga diperoleh pengklasifikasian item yang tepat dan sesuai dengan dasar teori yang telah dikemukakan.

BAB IV HASIL PENELITIAN Pada bab ini akan membahas mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan. Pembahasan tersebut meliputi tiga hal, yaitu gambaran subjek penelitian, analisis deskripsi, dan uji hipotesis penelitian

  Gambaran Subjek Penelitian Subjek dalam penelitian ini adalah pengunjung kawasan pusat perbelanjaan TanahAbang yang berlokasi di Jakarta Pusat. Kemudian berdasarkan intensitas bepergian ke pusatperbelanjaan (mal) diketahui bahwa subjek penelitian yang datang setiap hari sebanyak 4 orang (2.7%), seminggu sekali sebanyak 24 orang (16 %), sebulansekali sebanyak 47 orang (31.3%) dan enam bulan sekali sebanyak 27 orang (18%).

4.2. Deskriptif Statistik Hasil Penelitian

  Skor yang digunakan dalam analisis statistik pada penelitian ini merupakan skor murni (t-score) yang merupakan hasil dari konversi raw score. Skor faktor yang dianalisis merupakan skor faktor yang bermuatan positif dan signifikan.

4.3. Kategorisasi Skor Variabel

  Power of factor 15 10 121 80.7 14 9.3 Berdasarkan tabel 4.4 hasil kategorisasi dapat dilihat bahwa responden yang memiliki intensi membeli dengan skor rendah sebanyak 19 orang (12.7%),skor sedang sebanyak 111 orang (74%) dan skor tinggi sebanyak 20 orang(13.3%). Responden yang memiliki behavioral beliefs dengan skor rendah sebanyak 16 orang (10.7%), skor sedang sebanyak 118 orang (78.6%) dan skortinggi sebanyak 16 orang (10.7%).

4.4. Hasil Uji Hipotesis

4.4.1. Analisis regresi variabel penelitian Pada tahap ini peneliti menguji hipotesis dengan teknik analisis regresi berganda

  Jika melihat kolom ke 6 dari kiri diketahui bahwa (p<0.05), maka hipotesis nihil yangberbunyi: “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan behavioral beliefs, outcome evaluation, normative beliefs, motivation to comply, control beliefs, power of factor dan jenis kelamin terhadap intensi membeli produk fashion tiruan” ditolak. Hipotesis minor (H 1 ) yang berbunyi “Tidak terdapat pengaruh yang signifikan behavioral beliefs dengan intensi membeli produk fashion tiruan” behavioral beliefs tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap intensi membeli produk fashion tiruan.

4.4.2. Pengujian proporsi varians

  Pada tahap ini pertama peneliti ingin mengetahui bagaimana penambahan variable terhadap intensi membeli produk fashion tiruan. Tabel 4.8 Proporsi varians variabel sikap, norma subjektif, pbc dan jenis kelamin Std.

a. Predictors: (Constant), Behavioral_beliefs, Outcome_evaluation

  Setelah mengetahui proporsi varians dari variabel yang diteliti, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui penambahanproporsi varians dimensi yang diteliti atau masing-masing independent variable terhadap dependent variable seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.9,penjelasannya seperti berikut di bawah ini. Dari tabel 4.9 di atas dapat diketahuibahwa keseluruhan independent variable yang secara signifikan memberikan sumbangan dari yang terkecil sampai terbesar berdasarkan nilai proporsi varians 2 yaitu motivation to comply dengan R change sebesar 0.057 atau 5.7%, dan yang 2 terbesar normative beliefs dengan R change sebesar 0.270 atau 27%.

BAB V KESIMPULAN, DISKUSI DAN SARAN Pada bab lima ini akan diuraikan mengenai kesimpulan hasil penelitian, diskusi

  Pada variabel control beliefs, variabel ini memberikan pengaruh sebesar0.4% dan secara negatif mempengaruhi intensi membeli produk fashion tiruan Dengan kata lain dalam membeli produk fashion tiruan, konsumen tidak dipengaruhi oleh kesempatan yang ada dan sumber yang tersedia tetapidipengaruhi oleh faktor lain yang belum mampu dipaparkan dalam penelitian ini. Dengan kata lain, persepsi individu mengenai sumber dan kesempatanyang ada untuk membeli produk fashion tiruan tidak memberikan pengaruh dalam menampilkan perilaku membeli produk fashion tiruan, artinya intensi seseoranguntuk membeli produk fashion tiruan tidak dipengaruhi oleh faktor kesempatan.

5.3. Saran

5.3.1. Saran Teoritis

  Untuk penelitian selanjutnyadisarankan agar melakukan penelitian untuk menguji faktor lain yang mempengaruhi intensi membeli produk fashion tiruan seperti materialism(Furnham & Halldor, dalam Boonghee, 2009), Risk Assessment (Augusto et.al, 2007) dan beberapa variabel demografi seperti pendapatan, profesi danlain sebagainya. Secara tema, ranah penelitian ini memiliki cakupan yang luas, maka untuk penelitianselanjutnya diharapkan peneliti mempersempit ranah penelitian agar hasil yang didapat lebih spesifik, misalnya produk fashion bermerek tertentu yangdipalsukan atau jenis produk fashion (seperti jam tangan, sepatu dan lain- lain).

5.3.2. Saran Praktis

  Hasil penelitian menunjukkan variabel motivation to comply berpengaruh secara signifikan (p<0.05) terhadap intensi membeli produk fashion tiruan. Mempelajari atau menggali informasi lebih dalam mengenai produk fashion agar tidak mudah mengikuti orang lain dalam membeli produk fashion tiruan atau ketika ditawarkan penjual, sehingga tidak mengalami kerugian.

DAFTAR PUSTAKA

  Influence of personality traits on consumers intention to buy the fashion counterfeits: an empiricalinvestigation with the special reference to young consumers in Pakistan. Analisis perilaku masa lalu, sikap terhadap pembelian produk tiruan, serta karakteristik individu terhadap intensi pembeian Produk luxury handbag original dan tiruan : Studi pada konsumen muda.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
7
85
99
Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi membeli produk sabun muka pada pria
1
6
159
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Intensi Membeli Oli TOP1
1
5
131
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP KONSUMEN DAN MINAT PEMBELIAN PRODUK FASHION MEREK TIRUAN
8
24
99
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN DIRI KONSUMEN DALAM MEMBELI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN DIRI KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK FASHION.
0
2
13
PENDAHULUAN ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN DIRI KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK FASHION.
0
3
8
LANDASAN TEORI ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN DIRI KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK FASHION.
0
2
16
PENUTUP ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPERCAYAAN DIRI KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK FASHION.
0
2
40
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
0
0
10
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
0
0
2
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
0
0
7
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
0
0
19
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
0
0
2
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Konsumen dalam Membeli Produk Fashion Handmade Bangkok (Studi Penelitian Pada Isaura Fashion)
0
0
14
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSI
0
0
13
Show more