Perbandingan Metode Kit Komersial dan SDS untuk Isolasi DNA Babi dan DNA Sapi dari Simulasi Cangkang Kapsul Keras untuk Deteksi Kehalalan Menggunakan Real-Time PCR (Polymerase Chain reaction)

Gratis

2
12
82
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  sebagai Pembimbing II yang sudah membimbing dan memberikan ilmu, tenaga, pikiran, materi dan dukungan selama penelitian dan penulisanskripsi ini. Bapak dan Ibu pengajar serta segenap staf dan karyawan yang telah memberikan ilmu pengetahuan, bimbingan dan atau bantuan selama penulis menempuhpendidikan farmasi di FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

DAFTAR ISTILAH

BLAST ; Basic Logical Aligment Search Tool merupakan program untuk menganalisis kesejajaran urutan basa query (DNA atau protein)dengan urutan basa DNA atau protein dari database NCBI Blastn : Nucleotide Blast atau bisa disebut blastn merupakan salah satu fasilitas dari program BLAST untuk menganalisis kesejajarannukleotida yang dimasukan pada query dengan nukleotida pada database NCBI CP : Crossing Point merupakan angka siklus yang menunjukkan awal permulaan akumulasi amplikon telah memasuki peningkatan log- linear Fit Point : Metode penentuan CP melalui pertemuan antara garis threshold dengan kurva amplifikasiGaris Theshold : Garis horizontal penanda siklus awal dari reaksi PCR yaitu saat sinyal Flourescent berada pada titik terendahNCBI : National Ccenter for Biotechnology Information merupakan suatu institusi yang dimiliki United States National Library of Medicine yang berperan sebagai sumber informasi perkembangan biologi molekuler. Dari situs NCBI dapat diakses database bioteknologi meliputi genebank, urutan basa DNA atau proteinjuga publikasi-publikasi ilmiah Second Derivative : Metode penentuan CP dalam instrument LightCycler 480 Maximum : Dimana CP diperoleh berdasarkan saat kurva amplifiaksi mengalami kenaikan yang tajam Query : Urutan basa yang dimasukkan ke dalam program BLAST untuk diketahui kesejajarannya dengan data yang tersediaTm : Temperature Melting atau suhu lebar adalah saat dimana 50% bagian DNA seolah terbuka menjadi untai tunggal xviUIN Syarif Hidayatullah Jakarta

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Islam mengatur umatnya dalam dua perkara, yaitu halal dan haram

  Pendeteksian gelatin babi dan gelatin sapi telah berhasil dilakukan oleh Demirhan., et al (2011), Izzah (2014) dan Puspitaningrum (2015)dengan mengidentifikasi DNA pada standar gelatin sapi dan babi dan produk gelatin (marsmallows, gums drops, dan beberapa makanan orang turki)dengan Real-Time PCR (Polyemerase Chain Reaction ). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode yang paling cocok untuk isolasi DNA antara kit (High Pure PCR Template Preparation ® (Roche )) dan cell lysis buffer SDS 1% (Sodium Dodecyl Sulphate) yang akan diamplifikasi menggunakan Real-Time PCR (Polyemerase Chain Reaction) dengan gen spesifik mitokondria sitokrom b Sapi dan Babi.

1.2 RUMUSAN MASALAH

  Bagaimanakah perbandingan metode isolasi DNA dengan kit komersial ®High Pure PCR Template Preparation (Roche ) dan cell lysis buffer SDS 1% dalam mengisolasi DNA genom dari simulasi cangkang kapsul keras berbahan gelatin babi dan gelatin sapi terhadap DNA genom yangdihasilkan? Apakah DNA genom dari simulasi cangkang kapsul keras berbahan gelatin babi dan gelatin sapi yang diisolasi dengan kit komersial High ®Pure PCR Template Preparation (Roche ) dan cell lysis buffer SDS 1% dapat teramplifikasi dengan RT-PCR?

1.3 TUJUAN PENELITIAN

  1. Mengetahui perbandingan DNA genom yang dihasilkan dari simulasi cangkang kapsul keras berbahan gelatin babi dan gelatin sapi denganmetode isolasi DNA menggunakan kit komersial High Pure PCR ®Template Preparation (Roche ) dan cell lysis buffer SDS 1% 2.

1.4 MANFAAT PENELITIAN

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi metode isolasi DNA babi dan DNA sapi dari cangkang kapsul keras simulasiberbahan gelatin sapi dan gelatin babi sehingga dapat dijadikan referensi dalam mendeteksi status kehalalan produk cangkang kapsul yang berbahangelatin. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Gelatin

  Kolagen merupakan bahan utama dalam pembentukan gelatin yang sumbernya bisa dari hewan mamalia seperti tulang sapi dan kulit babi maupunikan dan serangga (Mariod dan Adam, 2013). MenurutBelitz dan Grosch (1999) gelatin akan terbentuk apabila kolagen dipanaskan dengan suhu di atas suhu pengerutnya (T>Ts) di mana suhu pengerut (Ts)untuk kolagen dari kulit mamalia berkisar antara 60-65 C sehingga ikatan silang dari rantai triple helix pada kolagen akan terputus dalam jumlah yangsangat besar dan struktur kolagen akan terpisah menjadi gulungan (coils) secara acak yang larut dalam air.

2.1.1 Sifat Fisika dan Kimia Gelatin

  Gelatin keringstabil di udara dan dalam bentuk larutan dalam air juga stabil dalam waktu lama jika disimpan di bawah kondisi sejuk tapi dapat terjadidegradasi oleh bakteri (Rowe, Sheskey dan Owen, 2006). Pada temperature yang tinggi (di atas 50 C ), larutan gelatin dapat terjadi depolimerisasi dan reduksi kekuatan gel.

2.1.2 Struktur dan Komposisi Kimia Gelatin

  Menurut Grobben et al., (2004) dalamFatimah, (2009) gelatin terdiri dari 18 asam amino yang saling terikat oleh ikatan peptida dan sebagian besar penyusunnya adalah glisin danprolin berturut-turut mencapai 30,5% dan 14,8% - 18%. Struktur kimia gelatin (sumber: Poppe, 1992 dalam Setiawati, 2009) Senyawa gelatin merupakan suatu polimer linier yang tersusun oleh satuan terulang asam amino yaitu glisin-prolin-glisin dan glisin-prolin-hidroksiprolin yang bergabung membentuk rangkaian polipeptida.

2.1.3 Aplikasi dan Pemanfaatan Gelatin

  Selain digunakan dalam industri pangan, gelatin juga sering digunakan dalam industri fotografi, industri farmasi, dan produkkedokteran seperti cangkang kapsul keras dan lunak, pengikat pada tablet, suppositoria, gelatin sponge, dan pengganti plasma (GMIA,2012). Kemampuan gelatin yang miripdengan lemak terutama teksturnya, menempatkan gelatin sebagai pengganti lemak pada beberapa aplikasi.

2.2 Kapsul

  Pemilihan ukuran tergantung pada berapa banyak isi bahan yang akan dimasukkan ke dalam kapsul dan dibandingkan dengankapasitas isi dari cangkang kapsul. Karena kepadatan dan penekanan dari serbuk atau campuran serbuk akan menentukan berapa jumlah yang dapatditampung dalam kapsul dan karena tiap bahan mempunyai sifat tersendiri, maka tidak ada pengaturan yang ketat untuk menentukan ukuran kapsul yangtepat.

2.2.1 Cangkang Kapsul Keras

  Cangkang kapsul keras gelatin harus dibuat dalam dua bagian, yaitu badan kapsul dan penutupnya yang biasanya lebih pendek. Biasanya kapsul dikategorikan sebagai kapsul keras atau lembut dipengaruhi oleh keberadaan plasticizer seperti gliserol yang dapatmembuat kapsul lembut dan elastis.

2.3 Deoxyribonucleat Acid (DNA)

  Asam nukleat adalah suatu molekul polimerik yang hanya terdiri dari empat jenis unit monomerik, yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asamribonukleat (RNA) yang berfungsi menyimpan dan menransmisikan informasi genetik dalam sel (Champe, et al., 2011; Koolman & Roehm, 2005; danMurray, et al., 2012). DNA berperan dalam sintesisi RNA (transkripsi) yang bertujuan untuk sintesis protein dalamsitoplasma (Stansfield et al., 2003 dalam Izzah, 2014).

2.3.1 Struktur Kimia DNA

  Semua nukleotida memiliki gula pentose dan gugus fosfat dengan susunan dan bentuk yang identik, sedangkan untukpenyusun basa nitrogen mempunyai susunan dan bentuk yang berbeda dari satu nukleotida dengan satu nukleotida yang lainnya. Pada DNA penyusun basa pirimidin adalah sitosin dan timin, sedangkan pada RNA, yaitu sitosin dan urasil.

b. Rantai DNA yang lebih sederhana (sumber: Champe, et al., 2011)

  Selain dari basa pirimidin (timin pada DNA dan urasil pada RNA) perbedaan antara DNA dan RNAlainnya adalah pada DNA untaiannya berbentuk double helix (untai ganda) sedangkan pada RNA single helix (untai tunggal) seperti padagambar 2.4. Pengukuran jumlah DNA hasil isolasi dapat dilakukan dengan mengukur melalui spektrofotometer yang didasarkan pada prinsip iradiasisinar ultraviolet yang diserap oleh nukleotida dan protein dalam larutan.penyerapan iradiasi sinar UV secara maksimal oleh DNA dicapai padapanjang gelombang 260nm, sedangkan penyerapan oleh protein pada panjang gelombang 280nm.

2.5 Polymerase Chain Reaction PCR

  Menurut Gaffar (2007), PCR melibatkan banyak siklus yang masing- masing terdiri dari tiga tahap berurutan, yaitu pemisahan (denaturasi) rantaiDNA templat, penempelan (annealing) pasangan primer pada DNA target dan pemanjangan (extension) primer atau reaksi polimerisasi yang dikatalisis olehDNA polymerase. Kunci utamapengembangan PCR adalah menemukan bagaimana cara amplifikasi hanya pada urutan DNA target dan meminimalkan amplifikasi urutan non-target(Fatchiyah, 2008 dalam widiastika).

2.5.1 Komponen PCR

  DNA Template Dalam proses PCR, DNA template berfungsi sebagai cetakan untuk pembentukan molekul DNA baru yang sama atau molekulDNA yang menjadi sekuen target yang akan diamplifikasi dan biasanya berupa DNA kromosom, DNA plasmid ataupun fragmenDNA yang mengandung fragmen DNA target yang dituju. PrimerDi dalam proses PCR, primer berfungsi sebagai pembatas fragmen DNA target yang akan diamplifikasi dan sekaligusmenyediakan gugus hidroksi (- OH) pada ujung 3’ yang diperlukan untuk proses eksistensi DNA.

2.5.2 Tahapan PCR

  Adapun beberapa tahapan dalam proses PCR (gambar 2.7) adalah denaturasi (pemutusan untai ganda menjadi untai tunggal melaluipemanasan pada suhu 90 C C). Gambar 2.7 Tahapan PCR (Sumber.

2.6 Real-time PCR

  Dibanding dengan teknik PCR konvensional (end- point PCR), Real-time PCR memiliki berbagai keunggulan, yaitu amplifikasi atau perbanyakan fragmen DNA yang dapat diamati seketika (secara realtime) dan juga dapat menentukan konsentrasi target molekul DNA hasil amplifikasi. Prinsipnya, dalam setiap siklus PCR, fragmen DNA baru diamplifikasi dengan enzim DNA polimerase dengan bantuan primer forward dan primer reverse.

BAB II I METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian

  3.1.1 Tempat Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Analisis Pangan danObat Halal, Laboratorium Teknologi Sediaan Steril, dan LaboratoriumPenelitian II, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan-Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. 3.1.2 Waktu Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 2015 hingga Juni 2015.

3.2 Alat dan Bahan

3.2.1 Alat® Real-Time PCR (LightCycler 480.0-Roche), Sterofoam, tabung mikrosentrifus volume 1.5 ml (Biogenix), High Pure Filter Tube dan ®Collection Tubes (Kit High Pure PCR Tamplate Preparation-Roche ), ® ®Plastic Wrap, Multiwell Plate 96 (Roche ), Sealing Foil (Roche ), Mikropipet 0.5 – 10 µl (Biorad), Mikropipet 2 – 20 µ l (Biorad),Mikropipet 20 - 200 µl (Biorad), Mikropipet 100 – 1000 µl (Biorad),Mikrotips volume 10 µl, 200 µl, dan 1000 µl (Genfollower), Spatula,Sentrifugator (5417R - Eppendorf), Vortex, Freezer, Digital Waterbath(SB-100 Eyela), Autoklaf, batang pengaduk, gelas ukur, gelas beaker, cawan penguap, kertas perkamen, plastik tahan panas, timbangananalitik, kaca arloji, benang kasur, pipet tetes, Moisture Balance ® Analyzer, dan Spektrofotometer UV DNA (BioDrop ). 3.2.2 Bahan Gelatin babi [Sigma-Aldrich], gelatin sapi [Sigma-Aldrich], satu set kit komersial High Pure PCR Template Preparation Roche® (meliputi: Tissue Lysis Buffer, Binding Buffer, Proteinase K, Inhibitor Removal Wash Buffer, dan Elution Buffer), Tris Base, NaOH, NaCl, Sodium Dodecyl Sulphat (SDS), Na 2 EDTA, Kloroform, Aquabidest [Roche], Etanol Absolut [Merck], Etanol 70%, Isopropanol [Merck], LC TaqMan Probe Master (terdiri dari: Fast Start Taq DNA Polymerase, dNTP mix, MgCl2 6.4 mM) [Roche], dan Primer-probe (tabel 1). Tabel 1. Urutan basa primer dan probe (Tanabe, et al., 2007 dengan modifikasi) Nama Primer Runutan Basa Babi Forward 5'-ATCTTGCAAATCCTAACAGGCCTG-3'Reverse 5'-CGTTTGCATGTAGATAGCGAATAAC-3' Probe 5'-(FAM)-CACAACAACAGCTTTCTCATCAGTTACBHQ_1-3' Sapi Forward 5'-CCCGATTCTTCGCTTTCCAT-3'Reverse 5'-CTACGTCTGAGGAAATTCCTGTTG-3' Probe 5'-(FAM)-CATCATAGCAATTGCC-BHQ_1-3'

3.3 Prosedur Kerja

3.3.1 Pembuatan lembar cangkang kapsul simulasi

  Selanjutnyaditambahkan 250 μl Tissue Lysis Buffer (metode kit komersial High ®Pure PCR Tamplate Preparation Roche ) dan 400 μl Cell Lysis Buffer SDS 1% (Sodium Dodecyl Sulphate)] untuk melisiskan sel dan 50 μl (metode kit komersial High Pure PCR Tamplate ®Preparation Roche ) dan 20 μl (metode cell lysis buffer SDS 1%) larutan Proteinase K. Selanjutnya, masing-masing dimasukkan kedalam Microsentrifuge tube dan ditambahkan 100 μl aquabidest, ® 250 μl Tissue Lysis Buffer (Roche ) dan 400 μl Cell Lysis BufferSDS 1% (Sodium Dodecyl Sulphate)] untuk melisiskan sel dan 50μl ® (kit Roche) dan 20 μl (SDS 1%) larutan Proteinase K.

3.3.4 Isolasi DNA Metode 1 [Isolasi DNA dengan Kit Komersial High Pure PCR

  Selanjutnyacampuran tersebut dipipet dan dimasukkan ke filter tube yang sebelumnya telah terpasang pada collection tube, kemudian tubeditutup dan dilakukan sentrifugasi dengan kecepatan 8000 rpm selama 1 menit. Filter tube dipasang kembali dengan collection tube dan dilakukan Tahapan selanjutnya yaitu mengelusi DNA yang terdapat pada filter tube dengan cara pisahkan collection tube dari filter tubedan pasangkan dengan microsentrifuge tube yang bersih dan steril.

3.3.5 Pengukuran Kemurnian dan Kuantitas DNA

  Master Mix dibuat dengan volumetotal 20 μL yang terdiri dari 5 μL template DNA, 1.4 μL Aquabidest, 1.6μL primer forward konsentrasi 0.8 μM, 1.6 μL primer reverse konsentrasi 0.8 μM, 0.4 μL probe konsentrasi 0.2 μM, dan 10 μL LightCycler® 480 probe master (enzim FastStart Taq DNA Polymerase, dNTP mix, dan 6.4 mM MgCl 2 ). 3.3.7 Analisis Statistik Data DNA genom yang telah berhasil diukur dengan ® Spektrofotometer UV DNA (BioDrop ) pada serapan gelombang260/280 nm dianalisis dengan menggunakan Software statistika, yaitu IBM SPSS Statistics 20 dengan taraf kepercayaan 95% dengan Uji t sehingga dapat diketahui apakah perbedaan rata-rata yang diperolehbermakna atau tidak.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini dilakukan pengujian terhadap DNA simulasi cangkang kapsul keras dengan Real-Time PCR (Polymerase Chain Reaction). DNA didapatkan dari proses ekstraksi dan isolasi simulasi cangkang kapsul

keras dengan menggunakan kit komersial High Pure PCR Template ®Preparation (Roche ) dan larutan ekstraksi SDS 1% (Sodium Dodecyl Sulphate).

4.1. Pembuatan Lembaran Simulasi Cangkang Kapsul Keras

  Lembaran simulasi cangkang kapsul keras dibuat dari standar gelatin sapi dan babi, sorbitol, aquadest, dan pewarna tartrazin. Penggunaan gelatinsebagai bahan utama didasarkan atas pemanfaatan sifatnya yang sebagai gelling agent (GMIA, 2012).a b Gambar 4.1 a.

b. Lembaran simulasi cangkang kapsul keras gelatin babi

  Menurut Farmakope IV (1995) kandungan air dalam cangkang kapsul keras adalah 10 30 Isolasi DNA dilakukan dari gelatin sapi, babi, dan simulasi sapi dan babi dengan cara mengekstraksinya. Prinsip metode tersebut intinya sama yaitu penghancuran membran sel (cell lysis), pemurnian dari sel debris dan protein (purifikasi), c dan presipitasi DNA (Muladno, 2010 dan Roche , 2007).

4.2.1. Isolasi DNA dengan Kit Komersial ®

  Metode isolasi dengan kit komersial High Pure PCR Template ®Preparation (Roche ) mengikuti metode Izzah (2014) dengan mengalami modifikasi pada jumlah volume penggunaan Tissue Lysis Buffer, Binding Buffer, dan Proteinase K. Dalam penelitian yang menjadi kelemahan dari metode ® kit komersial High Pure PCR Template Preparation (Roche ) adalah relatif lama dalam pengerjaannya karena waktu proses lisis sel yangdilakukan overnight dan hanya dapat digunakan untuk beberapa reaksi saja.

4.2.2. Isolasi DNA dengan larutan ekstraksi SDS 1% ( Sodium Dodecyl

  Sampel isolasi dalam penelitian ini adalah gelatin sapi dan babi dan simulasi sapi dan babi. Penambahan proteinase Kbertujuan untuk menghilangkan kontaminan protein dalam isolatDNA dan memberikan aktivitas dari SDS 1% menjadi lebih optimal (Hilz, et al., 1975 dan Muladno, 2010).

4.2.3. Pengukuran Isolat DNA

  Isolat DNA yang dihasilkan diukur menggunakan alat ® Spektrofotometer DNA (Biodrop ) pada panjang gelombang 260 nm dan 280 nm. ® Hasil konsentrasi gelatin sapi dan babi dengan metode kit komersial High Pure PCR Tamplate Preparation (Roche ) yang didapatkan lebih besar dari penelitian sebelumnya yang hanya sekitar 19.38 ng/ µl untuk gelatin sapi dan 13.63 ng/ µl untuk gelatin babi ® (Izzah, 2014).

4.2.4. Hasil Analisis Pengukuran Isolat DNA dengan Statistika

  Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.936, berarti pada alpha 5% terlihat tidak ada perbedaan yang signifikan rata-ratakonsentrasi DNA antara metode isolasi DNA dengan kit komersial ®High Pure PCR Tamplate Preparation (Roche ) dan metode isolasi DNA dengan cell lysis buffer SDS 1%. Hasil Amplifikasi DNA Gelatin dan Lembaran Simulasi Cangkang Kapsul Keras Gelatin dengan Real Time PCR Amplifikasi DNA dengan Real Time PCR menggunakan metode Hydrolisis Probe dengan mengikuti metode Izzah (2014) dengan sedikit modifikasi pada jumlah siklus, yaitu 50 siklus menjadi 65 siklus untuk primer Hydrolisis Probe adalah menentukan sepasang primer target spesifik dengan cara mendesain primer.

DS GS2 SS2 DB GS SB

  Cp adalah nilai dimana flouresens pada sampel meningkat di atas fase lag (background) dan ini menjadi tanda pada siklus keberapa sampel mulai teramplifikasi seperti diperlihatkan pada gambar 4.2. Dari hasil kurva amplifikasi terlihat kenaikan kurva(membentuk fase log) pertama kali dari daging sapi sesuai gambar 4.2 dengan Cp 13,92; selanjutnya diikuti berturut-turut gelatin sapi metodeSDS (26.47), simulasi sapi metode SDS (27.77), simulasi sapi metode kit (27.85), gelatin sapi (29.78), dan daging babi (33.49).

4.3.2 Hasil Amplifikasi DNA Gelatin dan Lembaran Simulasi Cangkang Kapsul Keras Gelatin dengan Primer Babi

  DNA genom yang diamplifikasi adalah DNA genom yang memiliki konsentrasi yang tinggi diantara tiga kali pengulangan dari masing-masing sampel [gelatin babi (metode kit & SDS 1%), gelatin sapi(metode kit & SDS 1%), simulasi cangkang kapsul keras gelatin babi(metode kit & SDS 1%), dan simulasi cangkang kapsul keras gelatin sapi (metode kit & SDS 1%) ]. Sampel simulasicangkang kapsul keras dari gelatin babi dengan metode kit komersial High Pure PCR Template Preparation dan gelatin babi metode cell lysis buffer SDS 1% tidak mengalami kenaikan dikarenakan ada kemungkinan DNA yang dikandung mengalami fragmentasi pada saat pengolahan sehingga tidak ada sekuens yang cocok dengan primer babi(Demirhan., et al., 2011) Naiknya daging sapi kemungkinan tercemar pada saat pencampuran reaksi RT-PCR.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  Perlu dilakukan optimasi pada tahap presipitasi protein pada metode cell lysis buffer SDS 1% (Sodium Dodecyl Sulphate) dengan asetonitril, asam tungstat, dan asam trikoloroasetat agar didapatkan DNA genom dengan tingkat kemurnian yang lebih bagus dari kloroform. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode isolasi DNA yang lain seperti dengan deterjen CTAB (Cationic Hexadecyl Trimethyl ®Ammonium Bromide) dan kit SureFood Animal ID Sens agar didapatkan DNA genom yang lebih murni.

2 EDTA 5mM : 5 ml larutan EDTA 0.5M pH 7.44

  Membuat larutan primer dan probe 10 µM dari larutan induk 100 µM 1 1 2 2 M x V = M x V 10 µM x 100 µL = 100 µM x V 2 V 2 = 10 µL Maka, 10 µL diambil dari masing-masing primer 100 µL dan di cukupkan sampai volume 100 µL dengan PCR eater grade 2. Membuat larutan primer dengan konsentrasi 10 µMM 1 x V 1 = M 2 x V 2 2 0.8 µM x 20 µL = 10 µM x V V 2 = 1.6 µL Maka, diambil 1.6 µL dari larutan primer konsentrasi 10 µM 3.

2 V = 0.4 µL

Maka, diambil 0.4 µL dari larutan primer konsentrasi 10 µM

b. Perhitungan Tm ( Melting Temperature) Primer

  Primer sapi Primer BabiTm Forward = 2 C (2+8) + 4 C (2+8) Tm Forward = 2 C (7+6) + 4 C (4+7) = 60 C= 70 C Tm Reverse = 2 C (5+8) + 4 C (6+5)Tm Reverse = 2 C (8+7) + 4 C (6+4) = 70 C = 70 CTm Rata-rata Primer sapi Tm Rata-rata Primer babiTm = (60+70)/2 Tm = (70+70)/2= 65 C = 70 C Ta* = 60 C Ta* = 65 C Lampiran 5. Tabel Spesifikasi Komponen Kit Komersial High Pure PCR Template® Preparation (Roche ) dan Campuran Reaksi Hydrolisis Probe Mastemix Tabel 1.

2 O

  keduanya (Kit Roche® dan SDS 1%) > 0.05 (0.388) maka hipotesis nol diterima (data varians sama) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 56 Nilai sig./p merupakan nilai yang menunjukkan besarnya peluang salah menolak Ho dari penelitian (Hastono, 2007) Nilai α yang digunakan adalah 5% (tingkat kemaknaan)Hipotesis : Ho = Rata-rata tidak berbeda secara signifikanHa = Rata-rata berbeda secara signifikanKesimpulan : Dari tabel di atas nilai sig. keduanya (Kit Roche® dan SDS 1%) > 0.05 (0.983) maka hipotesis nol diterima (data varians sama) 59 Nilai sig./p merupakan nilai yang menunjukkan besarnya peluang salah menolak Ho dari penelitian (Hastono, 2007) Nilai α yang digunakan adalah 5% (tingkat kemaknaan)Hipotesis : Ho = Rata-rata tidak berbeda secara signifikan Ha = Rata-rata berbeda secara signifikanKesimpulan : Dari tabel di atas nilai sig.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Formulasi dan Evaluasi Pemakaian Cangkang Kapsul Alginat untuk Pembuatan Sediaan Floating dari Dispersi Padat Aspirin
5
116
99
Perbandingan Metode Kit Komersial dan SDS untuk Isolasi DNA Babi dan DNA Sapi dari Simulasi Cangkang Kapsul Keras untuk Deteksi Kehalalan Menggunakan Real-Time PCR (Polymerase Chain reaction)
2
12
82
Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT
7
68
107
Perbandingan antara Metode SYBR Green dan Metode Hydrolysis Probe dalam Analisis DNA Gelatin Sapi dan DNA Gelatin Babi dengan Menggunakan Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR)
1
62
90
Deteksi DNA Babi dan DNA Sapi dengan Menggunakan Metode Insulated Isothermal Polymerase Chain Reaction (ii-PCR)
1
9
66
Deteksi DNA Gelatin Sapi Dan Gelatin Babi Pada Simulasi Gummy Vitamin C Menggunakan Real -Time PCR Untuk Analisis Kehalalan
1
11
70
Perbandingan antara metode SYBR green dan metode hydrolysis probe dalam analisis DNA gelatin sapi dan DNA gelatin babi dengan menggunakan real time PCR
1
32
90
Analisis Gelatin Sapi dan Gelatin babi pada Produk Cangkang Kapsul Keras Obat dan Vitamin Menggunakan FTIR dan KCKT
4
22
107
Analisis Kandungan Gelatin Babi dan Gelatin Sapi pada Cangkang Kapsul Keras yang Mengandung Vitamin A Menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction
0
12
80
Amplifikasi DNA dengan teknik PCR
0
0
7
Perbandingan Metode SYBR Green dan Hydrolysis Probe dalam Analisis DNA Gelatin Sapi dan Babi Menggunakan Real Time PCR
0
0
8
Implementasi Metode Segmentasi dan LVQ untuk Identifikasi Citra Daging Sapi Dan Babi
0
1
10
Amplifikasi PCR (Polymerase Chain Reaction)
0
0
8
Uji PCR (Polymerase Chain Reaction)
0
0
9
Sampel DNA Aren Isolasi DNA Uji Kualitas Uji Kuantitas
0
1
11
Show more