Rancangan grand operning outlet perusahaan waralaba makanan cepat saji : studi kasus Magfood Amazy Jawa Barat

Gratis

8
66
68
2 years ago
Preview
Full text

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan Kriteria lokasi outlet MagFood Amazy memiliki tujuan grand opening

  Sehingga, pemilihan alat promosi yangdigunakan harus sesuai dengan lokasi yang ada dengan menyatukan beberapa faktor yang berpengaruh menjadi satu sesuai dengan Kriteria lokasi. Akumulasiusaha promosi barang dan jasa yang dilakukan semata – mata ditujukan agar konsumen merasa tertarik dan membeli produk dan jasa yang ditawarkan olehpihak perusahaan dalam hal ini Magfood Amazy.

6.2. Saran

Faktor-faktor grand opening sangat perlu untuk diperhatikan dan direncanakan dengan baik sehingga apabila faktor-faktor tersebut belum terpenuhimaka ekspektasi konsumen MagFood Amazy terhadap produk dan jasa berkurang serta belum memenuhi kepuasan konsumen.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Agribisnis Pangan Olahan Menurut Eviati (2005: 1), sektor agribisnis merupakan sektor yang

  cukup potensial dan telah membuktikan sebagai salah satu sektor yang mampu bertahan serta tumbuh selama krisis yang melanda Indonesia. Negara Indonesiapada dasarnya, mempunyai potensi yang sangat besar di bidang agribisnis, terbukti dari ketersediaan sumberdaya alamnya yang berlimpah, lokasi wilayahIndonesia yang strategis di pasar dunia, serta masih terbuka luasnya prospek pasar agribisnis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

2.3.1. Kegiatan Agribisnis Pangan Olahan

  Agribisnis pangan olahan yang mencakup peternakan dimulai dengan kegiatan pengadaan, penyaluran sarana produksi, produksi usaha tani, pemasaranproduk usaha tani dan hasil olahannya. Agribisnis peternakan di Indonesia mempunyai potensi yang baik dimana kontribusi sub sektor peternakan terhadap sektor pertanian dan produk domestikbruto pada tahun 2001 masing-masing adalah 11% dan 1,9%.

2.3.2. Prospek Agribisnis Pangan Olahan

  Agribisnis pangan olahan memiliki produksi hilir yang beragam yang bergerak di bidang makanan olahan atau makanan cepat saji. Pertumbuhanmakanan olahan dan makanan cepat saji di Indonesia mengalami pertumbuhan tinggi, hal ini ditandai dengan banyaknya industri yang bergerak di bidangmakanan olahan dan restoran makanan cepat saji.

2.2 Franchise

  Walapun usahanya tersebut gagal, namun Singer yang pertama kali memperkenalkan format bisnis franchiseini di Amerika Serikat. Kemudian, caranya ini diikuti oleh pengusaha lain yang lebih sukses, John S Pemberton, pendiri Coca-Cola dan Industri otomotif AS,General Motors Industry di tahun 1898.

2.2.1. Konsep Dasar Franchising

  Franchise atau waralaba adalah hak atau keistimewaan yang diberikan kepada individu atau kelompok tertentu, perikatan atau perjanjian antara dua belahpihak. Franchisee adalah penerima waralaba, penggunaan hak atau keistimewaan yang dimiliki franchisor karena membayar sejumlah imbalan atau biayakepada franchisor.

2.2.2 Grand Opening Waralaba

  Menurut Schaefer (2006: 1) salah satu cara terbaik dan efektif melejitkan kesadaran dan minat dalam bisnis waralaba adalah mengadakan grand opening. Konsep yang berhasil dilaksanakan pada grand opening dapat sangat membantu tujuan selanjutnya dari grand opening yaitu meningkatkan keuntungan yang berkesinambungan dengan memberikan produk dan pelayanan yang dapat diterima oleh konsumen.

2.3. Pemasaran

  Fisher (2003: 3) menyatakan pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penentuan harga, promosi, dan distribusi ide, barang, danjasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan kebutuhan individu dan organisasi. Termasuk harga, promosi dan distribusi dari ide-ide, barang dan jasa untuk membuat pertukaran yang akanmemuaskan tujuan individu dan organisasi.

2.3.1. Tujuan Pemasaran

2.3.2. Bauran Pemasaran

Tujuan pemasaran adalah bagaimana produk yang ditawarkan produsen dapat diterima oleh konsumen sampai konsumen memiliki tindakan untukmembeli produk dan merek yang ditawarkan, karena kecendrungan saat ini konsumen tidak hanya membeli produk yang ditawarkan tapi juga melihat merekdari produk yang menawarkan, menurut Shimp (2004: 34) brand awareness Ruang lingkup dalam pemasaran terdiri dari empat kebijakan pasar yang sering disebut dengan 4P yakni: (1) Produk: merupakan suatu yang dapatditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. (2) Harga: merupakan sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat darimemiliki, menggunakan produk dan jasa yang nilainya ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli (3) Distribusi: keputusandalam distribusi akan mempengaruhi dua hal, yaitu jangkauan penjualan dan biaya(4) Promosi: merupakan salah satu variabel marketing mix yang sangat penting sebagai penyampaian pesan–pesan yang bertujuan untuk dapat menarik perhatiandan minat masyarakat (Sistaningrum, 2002: 99). Promosi yang dilakukan perusahaan untuk menyampaiakan pesan kepada masyarakat merupakan bagiandari komunikasi pemasaran.

2.4. Komunikasi Pemasaran

  Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan Kotler (2006: 496) yang menyatakanbahwa komunikasi pemasaran adalah cara yang digunakan perusahaan untuk menginformasikan, mempersuasi, dan mengingatkan konsumen, baik secaralangsung maupun tidak langsung mengenai produk dan merek yang mereka jual. Menurut Kennedy (2006: 4-5) komunikasi pemasaran juga dapat dinyatakan sebagai kegiatan komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikanpesan pada konsumen dengan menggunakan berbagai media, dengan harapan agar komunikasi dapat menghasilkan tiga tahap perubahan, yaitu perubahanpengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang dikehendaki, sehingga komunikasi pemasaran adalah aplikasi komunikasi yang bertujuan untukmemberikan informasi pada konsumen agar tujuan perusahaan tercapai.

2.4.1.1. Bauran Promosi

  Tujuan promosi bagi kinerja perusahaan adalah untuk menciptakan citra perusahaan yang baik dan positif dandapat meningkatkan penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Kegiatan-Kegiatan Promosi dalam Bauran Promosi Menurut Kotler (2001: 775), dalam setiap bauran promosi terdapat kegiatan-kegiatan promosi, hal tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini : pertukaran-pertukaran dengan mempengaruhi salah satu atau lebih di antara audiensi untuk membeli produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

2.4.1.1. Periklanan (Advertising)

  Menurut Rismiati dan Suratno (2001: 257) tujuan dari periklanan didasarkan pada keputusan–keputusan terdahulu mengenai target pasar, posisipemasaran, dan bauran pemasaran yang dapat dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu: 1. Kekuatan PeriklananPeriklanan dapat menjadi media yang kuat dan serbaguna, yang menunjukan pada keanekaragaman secara luas pada pelaksanaan yang kreatif,yang dapat diterapkan melalui penglihatan dan suara.

2.4.1.2. Promosi Penjualan ( Sales Promotion)

  Menurut Brannan (2001: 97) promosi penjualan adalah susunan rancangan teknik yang taktis pada kerangka strategi pemasaran, untuk menambah suatu nilaiproduk atau jasa mencapai penjualan dan sasaran pemasaran tertentu, atau teknik yang memiliki potensi yang signifikan untuk meningkatkan penjualan jangkapendek.. Perencanaan promosi penjualan memperhitungkan jenis pasar, tujuan promosi, keadaan pesaing dan efektivitas biaya untuk setiap alat, Alat–alat yang Kupon, merupakan semacam sertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat pengurangan pada pembelian produk tertentu.

2.4.1.4. Penjualan Pribadi (Personal Selling)

  Berhadapan langsung dengan pembeli merupakan suatu hubungan yang hidup, langsung dan interaktif antara dua orang atau lebih. Menetapkan sasaran, tenaga penjual memutuskan bagaimana mengalokasikan waktu mereka yang berharga untuk calon-calon dan pelangganya.

2.4.1.5. Pemasaran Langsung (Direct Selling)

  Menurut Kotler (2001: 849) pemasaran langsung adalah suatu sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untukrespon yang terukir dan atau transaksi dilokasi manapun. Pemasaran langsung penekanannya terletak pada pemasaran yang dilakukan untuk memperoleh suaturespon terukur, khususnya pesanan dari seorang pelanggan.

2.4.2. Kondisi Promosi dan Iklan

  Menurut Rangkuti (2003: 28-29) kondisi promosi dan iklan sangat dipengaruhi oleh bagaimana perusahaan mempromosikan produk atau jasa yang ditawarkan kepada konsumen, karena produk atau jasa tidak bisa mempromosikan sendiri, kita tetap perlu mempromosikan produk untuk memperkenalkannyakepada konsumen. Perencanaan bisnisdalam promosi perlu disiapkan dan di jelaskan material dan contoh teks iklan yang menerangkan produk atau jasa yang kita tawarkan, yang mencakup harga,spesifikasi produk dan di mana produk tersebut dapat diperoleh.

2.8. Penelitian Terdahulu

  SistemMembangun sistem bisnis yang baik dan teruji, maka franchise diupayakan untuk dapat membangun sistem manajemen yang baik seperti: keuangan,pemasaran, pengelolaan dan sumber daya manusia. People Pencitraan brand yang kuat, manajemen yang baik dan sistem yang bagus diperlukan orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi di setiap organisasi franchise.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Agribisnis pangan olahan Indonesia mengalami perkembangan pesat

  Outlet MagFood Amazy sebagian besar berada di wilayah Jawa Barat, sehingga pendirian outlet baru MagFood Amazy di wilayah Jawa Barat denganmengadakan acara launching grand opening sangat diperlukan, hal ini sesuai dengan komunikasi pemasaran yang dikemukakan Kotler (2006: 496) yangmenyatakan bahwa komunikasi pemasaran adalah cara yang digunakan Pelaksanaan grand opening outlet MagFood Amazy wilayah Jawa Barat, masih menyamaratakan faktor yang terkait grand opening tiap lokasi. MagFoodAmazy belum membedakan berdasarkan lokasi pembukaan outlet seperti perumahan, pusat perbelanjaan dan pusat keramaian, sebenarnya faktor yangdibutuhkan pada lokasi tidak semua sama dan akan menyebabkan pada peningkatan biaya, maka dengan ini peneitian di perlukan, untuk mengetahuifaktor yang dibutuhkan pada grand opening outlet tiap lokasi.

1.2. Rumusan Masalah

  Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah menginventarisasi, mengidentifikasi dan menganalisa faktor-faktor yang dibutuhkan terkait rancangan grand openingoutlet perusahaan waralaba makanan cepat saji pada MagFood Amazy wilayah Jawa Barat. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, karena peneitian ini merupakan studi kasus yang merekam banyak faktor yang harus diperhatikandalam penyelenggaraan grand opening perusahaan waralaba makanan cepat saji pada outlet MagFood Amazy wilayah Jawa Barat.

2. Manfaat penelitian bagi franchisor

3. Manfaat penelitian bagi franchisee

  Memberikan gambaran dan informasi secara objektif kepada MagFood Amazy sebagai franchisor terkait rancangan pada grand opening outlet danmemberikan rekomendasi faktor yang dibutuhkan pada grand opening outlet MagFood Amazy khususnya wilayah Jawa Barat. Mendapatkan gambaran lebih jelas terkait rancangan grand opening outletMagFood Amazy wilayah Jawa Barat, sehingga outlet MagFood Amazy ke depan dapat menentukan strategi yang tepat dalam pengembangan outletselanjutnya.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dikatagorikan dalam

  Format deskriptif kualitatif pada umumnya dilakukan pada penelitian dalam bentuk studi kasus. Format deskriptif kualitatif studi kasus tidakmemiliki ciri seperti air (menyebar di permukaaan), tetapi memusatkan diri pada suatu unit tertentu dari berbagai fenomena (Bungin, 2009: 68).

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian

  Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan wilayahJawa Barat merupakan wilayah dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi yaitu: 38.965.440 jiwa dan luas wilayah 36.925,05 km². Tabel 2: Outlet MagFood Amazy Jawa BaratLokasi penelitian dilakukan di 3 lokasi dengan 3 tipe franchise, yaitu: Lokasi perumahan dengan tipe minicafe di MagFood Amazy Ciwastra Bandung karena daerah Karawang dan Solokan Jeruk, Majalaya outlet MagFood Amazybaru di buka setelah penelitian ini selesai dilaksanakan.

3.2. Jenis dan Sumber Data

3.3. Teknik Pengumpulan Data

  Semua data dan informasi yang didapat dari pengamatan langsung dan wawancara, kemudian dirumuskan dalamstudi dokmentasi, sehingga dapat disusun data dan informasi sejelas mungkin. Dokumen sudah lama digunakan dalam penelitian sebagai sumber data karena dalam banyak hal dokumen sebagai sumber data dimanfaatkan untuk opening, dokumen atau data-data tersebut dapat berupa hasil penelitian ataupun laporan perusahaan yang dapat memberikan informasi tentang masalah-masalah penelitian dan tentunya data atau dokumen-dokumen tersebut terkait dengan grand opening secara umum dan grand opening outlet wilayah Jawa Barat MagFood Amazy secara khusus.

3. Observasi

  Menurut Marshall (1995) dalam Sugiyono (2008: 64) menyatakan bahwa melakukan observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilakutersebut. Observasi ini, peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian, maka datayang diperoleh akan lebih lengkap, tajam, dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang nampak (Sugiyono, 2008: 64).

3.4. Metode Analisis Data

  Analisis data akan dilakukan pada seluruh data penelitian yang terkumpul dan secara spesifik akan merujuk kepada pertanyaan-pertanyaan yang diajukanpada permasalahan penelitian dan secara detail bersandar kepada draft pertanyaan 3.5. Grand Opening Acara pembukaan outlet MagFood Amazy yang telah disiapkan persiapannya dari kualitas produk yang sesuai standard, pelayanan sesuaistandard, promosi yang tepat dan training karyawan yang optimal setelah perjanjian pembelian paket franchise yang disepakati.

2. Outlet

Tempat aktivitas produksi, promosi dan penjualan produk MagFoodAmazy yang telah tersedia semua fasilitas pendukung serta karyawan yang telah diberikan training sesuai standard dari manajemen MagFood Amazy. BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

4.1. Profil Tempat Penelitian

  090315240055 tanggal 18 Juli 2003, Legalitas usaha yang dimiliki oleh MagFood Amazy yang merupakan merk dagang dari PT MagFoodInovasi Pangan cukup kuat. 00060036440805, bahan yang digunakan pada proses produksi tidak membahayakan karena telah di uji dan lulus tes di Departemen Kesehatan(Depkes) No.

4.2. Sejarah Singkat Perusahaan

  PT MagFood Inovasi Pangan didirikan pada bulan Februari 2001 olehYanti Isa yang berpengalaman lebih dari 15 tahun mengelola berbagai perusahaan multinasional. Perusahaan ini bergerak di bidang food seasoning dan product development yang melayani kebutuhan industri makanan di Indonesia.

4.3. Visi dan Misi

  Manajemen MagFood Amazy menerapkan Visi dan Misi perusahaan sbb: 1. Visi 1) Membangun jaringan food stall terbaik kelas menengah di Indonesia.2) Menyediakan makanan sehat dan bergizi untuk ABG dan remaja.3) Membangun jaringan wirausaha berprestasi 2.

4.4. Budaya dan Nilai Organisasi MagFood Amazy

4.5. Produk MagFood Amazy

  Budaya yang diterapakan oleh perusahanaan kepada seluruh karyawannya di dalam bekerjasama untuk mengembangkan perusahaan adalah kejujuran,kedisiplinan dan profesional. Budaya kejujuran menimbulkan nilai aktivitas kerja Produk MagFood Amazy terdiri dari makanan dan minuman yang dihasilkan oleh bagian Research and Development (R&D).

1. Katagori

  Menu snack yang biasa disajikan adalah potatoes crips dibuat dari kentang yang diproduksi oleh balutan tepung yang crispy, onion ring crips, onion yangdipotong seperti ring lalu di balut dengan tepung yang crispy dan satay crips, sosis yang dipotong melingkara atau bakso yang ditusuk pada tusuk satay yangsebelumnya telah dibumbui oleh keju lalu diproses dengan balutan tepung yang crispy. Katagori Minuman Menu minuman yang biasa disajikan adalah soft drink, teh botol dan aneka jus, seperti jus avocado milk, campuran buah alpukat yang ditambahkan dengansimple sirup dan cream susu cokelat lalu di blender dengan sedikit campuran es batu yang telah dihaluskan.

4.6. Tipe Franchise MagFood Inovasi Pangan

  MagFood Inovasi Pangan dengan merek dagangMagFood Amazy meliputi: tipe booth standing, tipe food court, tipe mini cafe dan tipe café. Perlengkapan lainnya yang diberikan adalah: peralatan memasak, seragam karyawan, celemek MagFood Amazy, topi MagFood Amazy, box MagFoodAmazy, saos MagFood Amazy, piring MagFood Amazy, kertas nasi MagFoodAmazy, kantong ayam MagFood Amazy, kantong kentang MagFood Amazy, sambal sachet MagFood Amazy, topi MagFood Amazy, dan lain-lain.

4.7. Kriteria Lokasi

  Setiap lokasi memiliki potensi yang berbeda untuk usaha, dengan beragamnya jenis lokasi team manajemen MagFood Amazy telah memilikikriteria yang tepat sebagai syarat untuk pembukaan outlet MagFood Amazy: a. Tersedia listrik minimal 3.300 watt dan 5.500 watt bagi yang menggunakan Air Conditioner.

4.8. Hak dan Kewajiban Dalam Franchise

  Pihak pertama adalah franchisor dan pihak kedua adalah franchisee. Hak yang dimiliki oleh pihak pertama dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pihakpertama, begitu juga hak dan kewajiban yang dimiliki dan harus di penuhi oleh pihak kedua pada kerjasama yang terjadi, antara pihak pertama dan pihak kedua.

4.8.1. Hak dan Kewajiban Pihak Pertama ( Franchisor)

  Pihak pertama berhak menyetujui atau tidak lokasi yang diajukan oleh pihak kedua sesuai kriteria yang telah ditentukan dan setelah melalui survei yangmendalam. Memberikan pengetahuan dan pelatihan proses operasional outlet yang mencakup teknis memasak, teknis pelayanan, dan pencatatan administrasi.

4.8.1. Hak dan Kewajiban Pihak Kedua ( Franchisee)

Perjanjian franchise yang terjadi pihak kedua sebagai franchisee memiliki hak dan kewajiban yaitu:

1. Hak Pihak Kedua a

  Pihak pertama memberikan hak penggunakan merk MagFood Amazy kepadaPihak Kedua dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dengan jangka waktu tertentu mencakup sejumlah trademark, service marks, trade dress (signage,desain konter, seragam, desain fitur), sejumlah know how (manual operasi, program pelatihan awal, program pendukung dan ongoing training), bantuanteknis dan akses ke sumber daya serta hak untuk membuat atau mendistribusikan produk MagFood Amazy. Hak penggunaan merk dapat diperpanjang dengan kesepakatan baru.

2. Kewajiban Pihak Kedua a

  Memakai bumbu dan bahan baku sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan dalam standard operasional prosedur. Setiap melakukan pengembangan dan penyempurnaan kegiatan dimintakan persetujuan dari pihak pertama, membuka lokasi baru dan menambah counterjual, diatur dengan perjanjian baru.j.

4.9. Organisasi Outlet MagFood Amazy

  Secara garis besar outlet MagFood Amazy, apapun jenis produk franchise yang dipilih terdiri dari organisasi yang di gambar sbb: Business owner(Pihak Kedua) Supervisor Front Office Cashier Kitchen Gambar 2: Organisasai Outlet MagFood AmazyCat: Posisi supervisor tergantung dari kebutuhan outlet MagFood Amazy Adapun setiap posisi dalam kebutuhan sumber daya manusia untuk outletMagFood Amazy harus memiliki kualifikasi tertentu. Petugas Front Office Syarat penempatan karyawan pada bagian ini ialah pria atau wanita, berpenampilan menarik, smile face, mampu berkomunikasi dengan baik, dapatberhitung dengan baik, mempunyai jiwa melayani, aktif, kreatif, sopan dan jujurDiskripsi kerja: Greeting kepada konsumen.

3. Petugas Kitchen

  Syarat penempatan karyawan pada bagian ini ialah pria atau wanita, senang dengan bidang boga, senang masak memasak, bisa kerjasama dengan team,mampu membuat analisa pemakaian bahan, berpengalaman dalam bidang yang sama minimal 1 tahun. Memproses menu yg dipesan dengan cepat dan benar.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Tujuan dan Tingkat Kepentingan Grand Opening Grand opening bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat

kehadiran outlet baru MagFood Amazy, agar produk dari MagFood Amazy yang ditawarkan dapat di terima oleh masyarakat. Grand opening yang dilaksanakanMagFood Amazy terkait dengan komunikasi pemasaran, pendapat ini sesuai dengan Kennedy (2006: 4-5) komunikasi pemasaran dapat dinyatakan sebagaikegiatan komunikasi yang bertujuan untuk menyampaikan pesan pada konsumen dengan menggunakan berbagai media, dengan harapan agar komunikasi dapatmenghasilkan tiga tahap perubahan, yaitu perubahan pengetahuan, perubahan sikap, dan perubahan tindakan yang dikehendaki, sehingga komunikasi pemasaranadalah aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk memberikan informasi pada konsumen agar tujuan perusahaan tercapai terkait hadirnya MagFood Amazy. Hadirnya outlet baru MagFood Amazy di suatu wilayah dengan melaksanakan grand opening merupakan hal penting terkait komunikasipemasaran, hal ini sesuai dengan pendapat Kotler (2006: 496) yang menyatakan bahwa komunikasi pemasaran adalah cara yang digunakan perusahaan untukmenginformasikan, mempersuasi, dan mengingatkan konsumen, baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai produk dan merek yang mereka jual,sehingga masyarakat lebih mengetahui kehadiran dan fungsi outlet MagFoodAmazy, karena dilapangan merek dari MagFood Amazy di Jawa Barat belum banyak dikenal masyarakat sehingga membutuhkan acara grand opening, ketika brand atau merk dari sebuah produk atau usaha franchise sudah dikenal oleh konsumen maka acara grand opening suatu ketika tidak diperlukan.

5.2. Konsep Sebelum Grand Opening

  Paket Investasi yang di pilih Manajemen MagFood Amazy telah menyepakati tipe paket yang telah diajukan oleh franchisee MagFood Amazy, untuk tipe yang akan di pilih olehMagFood Amazy di wilayah yang telah di survei terlebih dahulu oleh manajemen, karena hal ini terkait fasilitas kebutuhan bahan baku dan peralatan yang didapatdan diperlukan. Daftar Tamu Amazy Catatan nama yang telah tersusun rapi yang digunakan untuk mengetahui berapa banyak jumlah konsumen yang hadir dari jumlah undangan yang tersebar,pada buku tamu terdapat alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi, sehingga apabila ada program baru dari outlet MagFood Amazy dapat di undangkembali.

6. Soft opening

  Soft opening ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menguji kemampuan karyawan menuju grand opening, baik dari produksi, pelayanan, dan kecepatan. Sebagian besar faktor utama yang diperhatikan adalah pada bagian produksi, pelayanan, peralatan dan perlengkapan dengan adanya soft opening dapat menilaikemampuan karyawan dan ketepatan posisi agar saat pelaksanaan grand opening berjalan dengan baik, sesuai dengan yang direncanakan.

5.3. Faktor Kebutuhan Grand Opening Lokasi

  Neon sign merupakanbagian kekuatan dari periklanan, hal ini sesuai dengan pendapat Brannan (2001: 46) periklanan dapat menjadi media yang kuat dan serbaguna, yang menunjukan pada keanekaragaman secara luas pada pelaksanaan yang kreatif, yang dapatditerapkan melalui penglihatan dan suara, melalui media ini konsumen akan dapat melihat dari jarak jauh keberadaan outlet berdasarkan logo yang dipasang danakan mendorong konsumen untuk memasuki outlet. Berdasarkan pendapat Brannan (2001: 97) promosi penjualan adalahsusunan rancangan teknik yang taktis pada kerangka strategi pemasaran dengan alat yang digunakan untuk promosi penjualan yaitu Kupon, merupakan semacamsertifikat yang memberi hak kepada pemegangnya untuk mendapat pengurangan pada pembelian produk tertentu dan merupakan ajakan untuk melakukan transaksipembelian sekarang.

h. Acara Hiburan

  Serangkaian program acara yang diadakan oleh outlet MagFood Amazy untuk menarik konsumen pada pelaksanaan grand opening berlangsung, sepertiacara hiburan, tarian daerah disesuaikan lokasi outlet MagFood Amazy berdiri lomba, pertunjukan musik, dan lain-lain. Acara ini akan diisi oleh masyarakatsetempat sehingga dapat memperkenalkan secara tidak langsung kepada masyarakat produk yang ditawarkannya.

i. Doorprize Mug Amazy

  Semua yang di gunakan dan difungsikan di outlet MagFood Amazy dari kebutuhan perlengkapan dan peralatanbagian dapur hingga bagian front office telah disediakan dari pihak franchisor sesuai dengan kesepakatan jenis outlet, hal ini mempermudah jalannya grand opening bagi franchisee.q. Pada kemasan terdapat brandMagFood Amazy atau ciri khas dari produk yang dijual oleh MagFood Amazy Persediaan bahan kemasan yang difungsikan untuk tempat penyajian menuMagFood Amazy seperti kantong kentang MagFood Amazy, kantong ayamMagFood Amazy, box ayam nasi MagFood Amazy, kertas wrap MagFood Amazy, kantong plastik MagFood Amazy dan piring kertas MagFood Amazy.

X- Baner e

  Program gratis teh sosro h. Badut Amazy k.

3. Publisitas m

  Brosur menu merupakan tingkat kepentingan utama di 3 lokasi karena efektifitas harga pembuatan brosur murah dan pesan yang disampaikanoptimal, brosur langsung diberikan kepada masyarakat sehingga konsumen akan lebih cepat mengetahui produk dan harga yang ditawarkan. Spanduk merupakan tingkat kepentingan utama di pusat perbelanjaan dan pusat keramaian karena sebagai media informasi keberadaan outletMagFood Amazy, spanduk tersebut di pasang di pertigaan jalan, tempat masuk area parkir dan titik keramaian, jumlah spanduk yang dipasangberkisar 5-10 spanduk, untuk lokasi perumahan spanduk sebagai tingkat kepentingan pendukung karena lokasinya yang tidak jauh dari outlet.

2. Promosi Penjualan a

  Program gratis teh sosro di 2 lokasi yaitu pusat perbelanjaan dan pusat keramaian sebagai kepentingan pendukung karena program yangditawarkan dengan biaya yang relatif lebih rendah atau gratis sebagai insentif untuk membeli produk tertentu kurang menjadi daya tarikkonsumen, sedangkan di lokasi perumahan sebagai faktor utama karena akan menarik perhatian dan memberikan informasi yang dapatmengarahkan konsumen ke produk bersangkutan. Menurut Hariandja (2002: 168) ada beberapa alasan untuk mengadakan pelatihan yaitu: karyawan yang direkrut sering kali belum memahami secara benarbagaimana melakukan pekerjaan, dimana pelatihan merupakan serangkaian aktivitas yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dan meningkatkanketerampilan yang berkaitan dengan pekerjaan (Schermerhon, 1999: 323), sehingga karyawan yang sudah direkrut memiliki kemampuan dan keterampilanpada pelaksanaan grand opening.

1. Front Office

  Pelatihan untuk bagian front office yang harus diutamakan yaitu pelatihan tes tertulis karyawan, pelayanan konsumen dan kecepatan pelayanan, karena testertulis merupakan syarat utama bagi diterimanya karyawan, pelayanan konsumen dan kecepatan pelayanan merupakan bagian penting bagi front office karenamerupakan diskripsi kerja utama. Pelaksanaan grand opening membutuhkan Faktor pendukung yang harus diberikan pelatihan front office yaitu operasional cash register dan stock bahan kemasan, hal ini untuk mengoptimalkan tugas ketika bagian cashier berhalangan hadir atau memiliki kepentingan yang lain.

2. Cashier

  Pelatihan untuk bagian cashier yang harus diutamakan yaitu pelatihan tes tertulis karyawan, operasional cash register, stock bahan kemasan dan kecepatanpelayanan. Kecepatan pelayanan merupakan hal yang penting karena ketika grand opening dilaksanakan konsumen yang akan menghadiri acara grand opening akan banyakdan ramai maka kecepatan pelayanan sangat dibutuhkan.

3. Kitchen

  Pelatihan untuk bagian kitchen yang harus diutamakan yaitu pelatihan tes testertulis karyawan, stock bahan baku, produksi produk dan kualitas produk, halini penting karena merupakan diskripsi kerja bagian kitchen yaitu menghasilkan produk dan memahami standar kualitas, dan juga bagain kitchen mencatat stockbahan baku agar tidak terjadi kekurangan stock. Faktor pendukung yang harus diberikan pelatihan adalah kecepatan pelayanan, hal ini penting karena pada pelaksanaan grand opening konsumen yangakan hadir banyak dan ramai, dimana permintaan dari setiap konsumen akan berbeda jenis paket, maka kecepatan pelayanan sangat dibutuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

  Penelitian Kuaitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu Sosial Lainnya. Pemasaran Barang dan Jasa, Yogyakarta: Kanisius.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Analisa pengukuran kinerja perusahaan dengan menggunakan balanced scorecard : studi kasus pada perusahaan jasa content provider di jakarta
1
4
134
Rancangan bangunan sistem informasi simpan pinjam studi kasus : koperasi simpan pinjam Ittihadul Muhajirin
5
22
393
Kontrak waralaba dalam perspektif hukum positif dan hukum syariah : studi kasus pada bakmi raos dan bakmi tebet
3
10
98
Rancangan bangun sistem informasi pemesanan online pada perusahaan konveksi CV. Alfisa : studi kasus pakaian seragam
2
12
19
Rancangan grand operning outlet perusahaan waralaba makanan cepat saji : studi kasus Magfood Amazy Jawa Barat
8
66
68
Manipulasi identitas dalam perkawinana : studi kasus pada kua Kec.Kadugede-Jawa Barat
6
44
110
Aplikasi monitoring produktivitas kinerja mitra perusahaan : studi kasus PDAM Provinsi DKI Jakarta
0
4
240
Analisis efisiensi pemasaran maanvis (Pterophyllum scalare) ikan hias air tawar : studi kasus Kecamatan Beji, Kota Depok, Propinsi Jawa Barat
1
10
114
Analisis balance scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaan : studi kasus pada pt ba bangunan
3
13
187
Strategi pengembangan usaha : studi kasus pada Diana Bakery Kota Bekasi, Jawa Barat
5
25
129
Keberagamaan pekerja perusahaan Bumn : studi kasus bni syariah cabang rs fatmawati jakarta selatan
0
5
117
Pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa program studi pendidikan dokter UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang makanan cepat saji ( fast food) tahun 2009
0
21
71
Akibat yuridis tanah wakaf yang tidak terdaftar : studi kasus tanah wakaf di Masjid Jami' al-Istiqomah Desa Cikalong Kec.Cilamaya Karawang Jawa Barat
0
10
141
Museum makanan tradisional Jawa Barat di Bandung
0
7
1
Perancangan kemasan Galendo makanan tradisional khas Ciamis Jawa Barat
8
53
53
Show more