Pengelolaan wakaf uang sebagai salah satu instrumen investasi (studi pada Tabung Wakaf Indonesia)

98 

Full text

(1)

PENGELOLAAN WAKAF UANG SEBAGAI SALAH SATU INSTRUMEN INVESTASI

(Studi Pada Tabung Wakaf Indonesia) SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan Hukum Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (SE.Sy)

Oleh :

Amrul Hakim NIM. 206046103805

PROGRAM STUDI MUAMALAT KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH

(2)

PENGELOLAAN WAKAF UANG SEBAGAI SALAH

SATU INSTRUMEN INVESTASI

(Studi Pada Tabung Wakaf Indonesia) Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy)

Oleh Amrul Hakim NIM: 206046103805

Dibawah Bimbingan:

Prof. Dr. H. M. Amin Suma, SH.,MA., MM NIP.195505051982031012

PROGRAM STUDI MUAMALAT KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM UIN SYARIF HIDAYATULLAH

(3)

LEMBAR PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa :

1.Skripsi ini merupakan karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi

salah satu persyaratan untuk memenuhi gelar strata satu (S1) diUniversitas

Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya

cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam

Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli

saya atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya

bersedia menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN)

Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 22 Febuari 2011

(4)

ABSTRAKSI

Wakaf uang dapat berperan dalam menunjang proses

pembangunan secara menyeluruh, baik dalam pembangunan ekonomi,

investasi dan sosial. Pengembangan wakaf uang memiliki nilai ekonomi

yang strategis. Melalui wakaf uang, aset-aset wakaf yang belum produktif

dapat dimanfaatkan atau dijadikan sarana bisnis. Wakaf uang berpengaruh

positif terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, dana wakaf juga bisa

membantu memberdayakan usaha kecil. Di samping itu wakaf uang

memainkan peranan yang sangat penting sebagai salah satu pilar

pembangunan sosial dan pembangunan masyarakat sejahtera. Hasil

investasi wakaf uang dapat disalurkan untuk membantu biaya operasional

lembaga-lembaga pendidikan, lembaga kesehatan dan lembaga sosial. Di

sinilah wakaf uang berperan sebagai salah satu sumber pendanaan

(5)

Kata Pengantar

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat dan

karunia-NYA yang telah diberikan, penulis dapat menyelesaikan skripsi

ini.

Solawat dan salam selalu senantiasa tercurah kepada manusia

paling mulia, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan para

shabatnya.

Penulis menyadari bahwa penelitian untuk penulisan skripsi ini

tidak akan terlaksana dengan baik tanpa ada bantuan dan bimbingan dari

semua pihak. Oleh sebab itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis

untuk mengucapkan rasa terima kasih yang tiada terhingga kepada:

1. Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, S.H., M.A., M.M.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta, yang sekaligus dosen pembimbing penulisan skripsi yang

secara kooperatif telah memberikan bimbingan dan dukungan dari

berbagai segi, dengan meluangkan waktu, tenaga dan pikiranya

untuk menyelesaikan skripsi ini.

2. Bapak Drs. Djawahir Hejazziey, S.H., M.A dan Drs. H. Ahmad

Yani, M.A. Selaku Ketua dan Sekertaris Kordinator Teknis

(6)

3. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif

Hidayatullah Jakarta yang telah mendidik dan memberikan ilmu

kepada penulis selama perkuliahan.

4. Bapak dan Ibu Pengurus perpustakaan yang telah menyediakan

sarana sehingga sangat membantu dalam penulisan skripsi ini.

5. Pihak Tabung Wakaf Indonesia (TWI), terutama Bapak Veldi V.

Armita Diretur TWI yang telah berkenan memberikan kesempatan

kepada penulis untuk melakukan penelitian. Serta Fadilannisa yang

telah membantu memberikan data yang diperlukan penulis.

6. Ibunda tercinta dan Kakanda-kakanda tersayang yang selau memberikan dukungan, do‟a, semangat, motifasi dan finansial

kepada penulis dari awal masuk kuliah sampai saat ini.

7. Teman-teman seperjuangan khususnya SBC‟Zerrosix(06) yang telah memberikan dukungan semangat dan telah berbagi fikiran

selama masa kuliah.

8. Buat sahabat-sahabat penulis, (Beni, Micky, Fahd) yang selalu

meluangkan waktu untuk menemani, membantu dan berdiskusi

(7)

9. Dan pihak-pihak lainya yang tidak bisa disebutkan namanya satu

persatu, tapi tidak mengurangi rasa terima kasih penulis kepada

semuanya.

Semoga kontribusi dan amal baik dibalas oleh Allah SWT dengan

pahala yang melimpah. Dan penulis tidak akan melupakan semua

kebaikan yang telah diberikan kepada penulis selama penulisan skripsi ini.

Dan juga Penulis menyadari akan kekurangan dari skripsi ini. Oleh karena

itu penulis mengharapkan kritik dan sumbang saran kepada penulis yang

sifatnya membangun.

Semoga sekripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca

semuanya. Ahir kata, penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada

semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian penulisan skripsi

ini.

Jakarta, 24 Desember 2010

Penulis

(8)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING... ii

LEMBAR PERNYATAAN... iii

LEMBAR PENGESAHAN... iv

KATA PENGANTAR... v

DAFTAR ISI... viii

Bab I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah... 1

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah... 6

C. Tujuan Dan Manfaat Penulisan... 7

D. Review Studi Terdahulu... 8

E. Metode Penulisan... 10

F. Sistematik Penulisan... 12

BAB II KAJIAN TEORITIS TENTANG WAKAF UANG A. Pengertian Wakaf Uang... 13

1. Pengertian wakaf secara umum...13

(9)

B. Dasar Hukum Wakaf Uang... 18

1. Al- Quran... 18

2. Al- Hadits... 19

3. Ahli Fiqih ... 20

4. Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI)... 20

5. Undang – Undang ... 23

C. Rukun dan Syarat Wakaf Uang... 23

1. Rukun Wakaf Uang... 23

2. Syarat-syarat Wakaf Uang... 25

D. Manfaat dan Tujuan Wakaf Uang... 25

BAB III GAMBARAN UMUM TABUNG WAKAF INDONESIA A. Sejarah Lahirnya Tabung Wakaf Indonesia... 28

B. Visi dan Misi... 29

C. Struktur Organisasi... 30

D. Efektifitas Pengelolaan Wakaf Uang Pada Tabung Wakaf Indonesia... 32

BAB IV PENGELOLAAN WAKAF UANG SEBAGAI SALAH SATU INSTRUMEN INVESTASI A. Tabung Wakaf Indonesia Sebagai Lembaga Nazir... 37

(10)

B. Mekanisme Pengelolaan Wakaf Uang Pada Tabung

Wakaf... 43

1. Program Wakaf Uang... 44

2. Program Wakaf Produktif... 45

3. Bentuk-Bentuk Pengelolaan Wakaf Uang... 47

4. Pendistribusian Dana Wakaf uang... 54

C. Resiko Dan Penyelesaian Dalam Pengelolaan Wakaf Uang……… 62

1. Resiko Yang Diala... 62

2. Pengendalian dan Penyelesaian Resiko... 63

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan... 66

B. Saran... 67 DAFTAR PUSTAKA

(11)

BAB I

PENGELOLAAN WAKAF UANG SEBAGAI SALAH SATU

INSTRUMEN INVESTASI

(Studi Pada Tabung Wakaf Indonesia)

A. Latar Belakang Masalah

Praktik wakaf sebenarnya telah dimulai sejak zaman sahabat Nabi Muhammad Saw. Dengan sangat sederhana yaitu hanya sebatas mewakafkan tanah pertanian untuk dikelola dan diambil hasilnya. Kemudian hasilnya dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat. Pada fase perkembangan selanjutnya, wakaf uang telah menjadi perbincangan di antara ulama. Seperti, al-Zuhri (124 H), sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Bukhari (252 H). Ia berpendapat bahwa mewakafkan dinar dan dirham hukumnya diperbolehkan. Caranya ialah menjadikan dinar dan dirham tersebut sebagai modal usaha (dagang), kemudian menyalurkan keuntungannya sebagai wakaf.1

Wakaf adalah ibadah maliyah ijtima‟iyyah (Ibadah harta untuk kesejahteraan masyarakat) yang memiliki posisi penting, strategis, dan menentukan dari sisi pembangunan kesejahteraan umat. Namun, manfaat wakaf

1

(12)

kurang dapat dirasakan dan didayagunakan secara optimal untuk peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di Indonesia. Di antara kendalanya adalah:

a. Wakaf dipahami hanya berbentuk barang yang tidak bergerak, seperti tanah dan bangunan.

b. Kendala utama pelaksanaan wakaf uang khususnya dalam hal sosialisasi kepada masyarakat masih belum maksimal.

c. Belum optimalnya lembaga-lembaga pengelola wakaf (nadzir) dalam mengelola wakaf yang semestinya keberadaannya menjadi faktor penentu dalam pemanfaatan harta wakaf dan digunakan dalam bentuk produktif, misalnya upaya peningkatan kegiatan usaha kecil dan lain sebagainya.

Kendala lainnya adalah belum adanya regulasi yang jelas di mana wakaf menjadi sumber pendanaan yang tiada habis-habisnya bagi pengembangan ekonomi umat seperti yang telah dikembangkan di Negara-negara besar lainnya, seperti Mesir dan Bangladesh. Kita ketahui bahwa pola pengelolaan dan pemberdayaan wakaf yang selama ini sudah berjalan masih tradisional dan konsumtif. Hal tersebut bisa diketahui melalui beberapa aspek, diantaranya sebagai berikut:2

2

(13)

a. Kepemimpinan

Corak kepemimpinan dalam kenaziran masih sentralistik otoriter dan tidak ada sistem kontrol yang memadai.

b. Rekuitmen SDM Kenaziran

Banyak nazir wakaf yang hanya di dasarkan pada aspek ketokohan seperti ulama, kiayi, ustad, dll. Melaikan bukan aspek proposionalisme atau kemampuan mengelola, sehingga ahirnya banyak benda- benda wakaf yang tidak terus atau terkelola secara baik.

c. Opersionalisai Pemberdayaan

Operasionalisasi pemberdayaan yang digunakan tidak jelas, karerna lemahnya sumber daya manusia, visi dan misi pemberdayaan, dukungan pemerintah yang belum maksimal.

d. Pola Pemanfaatan Hasil

Dalam upaya pemanfaatan hasil masih banyak yang bersifat konsumtif, sehingga kurang dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

e. Sistem Kontrol dan Pertanggung Jawaban

(14)

f. Ruang lingkup wakaf yang selama ini dipahami secara umum cenderung pada wakaf benda tidak bergerak.

g. Bantuan dari badan sosial kebanyakan efektif untuk membantu dalam jangka pendek, tetapi kurang terprogram untuk jangka panjang.

Di Indonesia, wakaf telah dikenal dan dilaksanakan oleh umat Islam sejak agama Islam masuk di Indonesia. Sebagai salah satu institusi keagamaan yang erat hubungannya dengan sosial ekonomi, wakaf telah banyak membantu pembangunan secara menyeluruh di Indonesia, baik dalam pembangunan sumber daya manusia maupun dalam pembangunan sumber daya sosial. Tak dapat dipungkiri, Bahwa sebagian besar rumah ibadah, peguruan Islam dan lembaga-lembaga keagamaan Islam lainnya dibangun di atas tanah wakaf.3

Wakaf uang sudah dikenal di Indonesia. Ia adalah objek wakaf selain tanah maupun bangunan yang merupakan harta tak bergerak. Ditengarai, wakaf jenis ini berdampak ekonomi lebih besar dibandingkan wakaf harta tak bergerak. Jika menengok negeri jiran, Bangladesh, wakaf uang memang telah menuai hasil memuaskan. Melalui dana wakaf pemerintah Bangladesh mampu memberdayakan masyarakatnya dan mandiri secara ekonomi. Hal ini bermula dari pengenalan sertifikat wakaf tunai (cash waqf certificate), yang dilakukan Prof Dr MA Mannan, serta pendirian sebuah badan bernama Social Investment Bank Limited (SIBL). Badan ini kemudian berfungsi untuk menggalang dana dari

3

(15)

orang-orang berpunya, melalui sertifikat wakaf tunai. Lalu dana yang terkumpul dikelola, sedangkan keuntungannya disalurkan kepada rakyat miskin yang membutuhkan.4

Dalam perekonomian modern dewasa ini, uang memainkan peranan penting dalam kegiatan ekonomi masyarakat suatu negara. Disamping berfungsi sebagai alat tukar dan standar nilai, uang juga merupakan modal utama bagi pertumbuhan perekonomian dan pembangunan. Bahkan dewasa ini nyaris tak satupun negara yang lepas dari kebutuhan uang dalam mendanai pembangunannya. Tapi ironisnya tidak sedikit pembangunan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim masih didanai dari modal hutang. Indonesia termasuk diantara negara-negara yang pembangunannya masih didanai dari modal hutang yaitu dengan mengandalkan uang pinjaman dari lembaga keuangan internasional.5

Dari apa yang dikemukakan di atas, diperoleh gambaran betapa pentingnya kedudukan wakaf dalam masyarakat muslim dan betapa besarnya peranan uang dalam perekonomian dewasa ini. Hanya saja potensi wakaf yang besar tersebut belum banyak didayagunakan secara maksimal oleh pengelola wakaf (nazhir). Padahal wakaf memiliki potensi yang sangat bagus untuk

4Mannan. M.A, “Sertifikat Wakaf Tunai” Sebuah Inovasi Instrumen Keuangan

Islam, CIBER & PKTTI UI, Terjemahan, hal. 3.

5

(16)

meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat, terutama dengan konsep wakaf uang. Terlebih lagi di saat pemerintah tidak sanggup lagi menyejahterakan rakyatnya. Karena itu skripsi ini dibuat untuk melihat sejauh mana wakaf uang mampu berperan sebagai alternative menyejahterakan umat.

Atas dasar inilah penulis akan memberanikan diri untuk menulis tentang wakaf uang dalam rangka kontemporer. Tujuan penulisan ini tidak lain adalah untuk memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana (SI), selain itu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dibidang muamalah dan secara praktis agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkan fasilitas wakaf uang yang ada dilembaga keuangan syariah. Dengan mengetahui tentang peran Tabung Wakaf Indonesia dalam pengelolaan wakaf uang dalam investasi. Oleh karena itu skripsi saya mengambil judul “Pengelolaan Wakaf Uang Sebagai Salah Satu Instrumen Investasi (Studi Pada Tabung Wakaf Indonesia)

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

(17)

1. Bagaimana pengelolaan wakaf uang sebagai salah satu instrumen

investasi?

2. Mekanisme pengelolaan wakaf uang dalam investasi?

3. Resiko yang terjadi dalam pengelolaan wakaf uang dan bagaimana

solusi penyelesaiannya?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Dengan mengangkat masalah yang berhubungan dengan pengelolaan wakaf uang sebagai insrtumen investasi, maka tujuan penulisan antara lain :

1. Untuk mengetahui program-program yang sudah berjalan terkait dengan pengelolaan wakaf uang tersebut.

2. Untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam pengelolaan wakaf uang dan penyelesaiannya.

3. Untuk mengetahui program dan keefektifan pengelolaan wakaf uang yang sudah dilakukan.

Adapun manfaat penulisan ini antara lain :

1. Manfaat Teoritis

(18)

2. Manfaat Praktis

Manfaat praktis yang diperoleh menjadikan wakaf uang sebagai sumber investasi untuk kesejahteraan ekonomi umat dan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi nazir wakaf dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan bagi penyempurnaan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan wakaf uang.

3. Manfaat Bagi Masyarakat

Diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar dapat mewakafkan sebagian hartanya. Tujuannya agar masyarakat dapat mewakafkan hartanya tidak sekedar wakaf tidak bergerak saja, akan tetapi harta wakaf bergerak pun dapat diwakafkan seperti uang.

D. Riveiw Studi Terdahulu IDIK KOMARUDIN

NIM 1030 4422 8110

(19)

2002 yang membolehkan berwakaf uang hanya boleh disalurkan dan di gunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar‟i.

Ketentuan ini diperkuat lagi dengan hadirnya uandang-undang NO. 41 tahun 2004 yang disahkan oleh Presiden Susilo Bamabang Yudoyono pada tanggal 27 Oktober tahun 2002 tentang diperbolehkanya tentang wakaf uang dengan demikian Tabung Wakaf Indonesia sebagai nazir pengelola dan memberadayakan hasil dari wakaf tunai.

YOYOK SUHARTINI

NIM 3002 35005

Telah melakukan penelitian yang berjudul” Pengelolaan Dana Wakaf

(20)

sesuai dengan Undang-Undang No. 41 Tahun 2004, dan telah diimplementasikan dalam keorganisasian maupun pengumpulan dan pengelolaan, namun belum sepenuhnya mengacu pada Undang-Undang tersebut.Ini penting, karena dengan adanya wakaf tunai akan sangat membantu mensejahterakan kehidupan umat manusia.

Sedangkan penelitian saya antara lain, tentang peran Tabung Wakaf Indonesia dalam pengelolaan wakaf uang yang lebih mengacu pada pengelolaan wakaf uang dalam investasi, meknisme dan program wakaf uang.

E. Metode Penelitian 1. Tipe Penelitian

Dalam skripsi ini menggunakan penelitian hukum secara normatif dimana meneliti tentang penemuan asas-asas hukum islam khususnya mengenai wakaf yang terdapat dalam Al- Qur‟an dan Al- Hadits, sistematika hukum dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.

2. Sifat Penelitian

Spesifikasi penelitian ini termasuk termasuk penelitian yang bersifat deskriptif analisis, dimana penulis menggambarkan mengenai bagaimana pengelolaan wakaf uang.

(21)

Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau bahan dari berbagai daftar pustaka yang ada seperti buku-buku, aratikel, website, sumber dokumen dari Tabung Wakaf Indonesia dan laporan lainya yang terkait dengan penelitian skripsi ini. Adapun teknik lainya yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain:

a. Oservasi

Observasi (pengamatan) untuk mencari data yang lengkap dengan melakukan kunjungan kelokasi mengamati dan melihat lebih dekat dalam pengelolaan wakaf uang khususnya dalam investasi.

b. Wawancara

Wawancara yang dilakukan bersifat informal kepada pengurus Tabung Wakaf Indonesia dan melakukan wawancara langsung dengan nara sumber yang cakap dan kompeten pada bidangnya untuk memberikan keterangan dari masalah yang dibahas.

c. Studi Pustaka

(22)

Sedangkan untuk teknik penulisan digunakan “pedoman penulisan skripsi, tesis dan disertasi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah Jakarta.

F. Sistematika penulisan

Untuk memberikan gambaran secara menyeluruh dari skripsi ini dan untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya, berikut uraian sistematika penyusunan, skripsi ini di bagi dalam lima bab, yang terdiri dari:

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, metode pembahasan, tujuan dan manfaat penulisan, review studi terdahulu dan sistematika penulisan

BAB II : KAJIAN TEORITIS TENTANG WAKAF UANG

Bab ini membahas tentang tinjauan secara umum mengenai pengertian wakaf uang, dasar hukum wakaf uang, rukun dan syarat wakaf uang, manfaat dan tujuan wakaf uang

BAB III : GAMBARAN UMUM TABUNG WAKAF INDONESIA

(23)

Indonesia, visi dan misi, struktur organisasi, dan efektivitas pengelolaan wakaf uang.

BAB IV : PENGELOLAAN WAKAF UANG SEBAGAI INSTRUMEN SALAH SATU INVESTASI

Bab ini akan menabahas tentang pengelolaan wakaf uang yang meliputi, Tabung Wakaf Indonesia sebagai lemabag nazir, mekanisme pengelolaan wakaf uang, resiko dan penyelesaiannya serta pendistribusian dana wakaf uang.

BAB V : PENUTUP

(24)

BAB II

KAJIAN TEORITIS A. Pengertian Wakaf

1. Pengertian wakaf secara umum

Kata waqaf jamaknya adalah awqaf dan awquf kata yang sama

ialah tasbil dan hubs, kata ini banyak dipakai di Afrika Utara,

kadang-kadang mereka menyebutnya dengan habous. Dari segi bahasa ia bererti

menahan (detention). Pada definisinya yang popular ia berarti

menahankan harta serta membelanjakan manfaatnya pada jalan Allah, atau

menahan harta („ain) dan mengalirkan hasil atau buahnya. Menahan harta

artinya harta itu tidak boleh dijual, dihibahkan dan tidak boleh dijadikan

harta pusaka serta manfaatnya hendaklah digunakan bagi tujuan mengikut

ketentuan sipewakaf (waqif).6

Dalam prespektif ekonomi wakaf dapat didefinisikan sebagai

pengalihan dana dari keperluan konsumsi dan menginvestasikannya dalam

asset produktif yang menghasilkan pendapatan untuk konsumsi dimasa

yang akan datang baik secara individual ataupun kelompok.

6

(25)

Sementara dalam UU RI NO. 41 tahun 2004 tentang wakaf

disebutkan bahwa wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk

memisahkan dan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk

dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan

kepentingannya guna keperluan ibadah dan atau kesejahteraan umum

menurut syariat.7

Dari beberapa definisi diatas, mengindentifikasikan sifat abadi

wakaf atau dengan ungkapan lain, istilah wakaf diterapkan untuk harta

benda yang tidak musnah dan manfaatnya dapat diambil tanpa

mengkonsumsi harta benda itu sendiri, oleh karenanya wakaf identik

dengan tanah, kuburan, masjid, mushola, meskipun ada pula wakaf

buku-buku, mesin pertanian, binatang ternak, saham dan asset, serta uang tunai

(cash waqf).

Dengan demikian, secara garis besar wakaf dapat di bagi dalam

dua kategori; pertama, direct wakaf dimana asset yang ditahan atau di

wakafkan dapat menghasilkan manfaat, jasa yang kemudian dapat

digunakan oleh orang banyak (beneficiaries) seperti tanah ibadah, sekolah

dan lain sebagainya. Kedua, adalah wakaf investasi (aset yang diwakafkan

7

(26)

digunakan untuk investasi). Wakaf asset ini dikembangkan untuk

menghasilkan produk atau jasa yang dapat dijual untuk menghasilkan

pendapatan, dimana pendapatan tersebut kemudian di gunakan untuk

membangun fasilitas umum seperti masjid atau pusat kegiatan islam.

Definisi wakaf yang dibuat oleh para ahli fikih pada umumnya

memasukkan

syarat-syarat wakaf sesuai dengan madzhab yang dianutnya.8

a. Madzhab Syafi‟i

Al-Minawi mendefinisikan wakaf dengan: “Menahan harta benda yang dimiliki dan menyalurkan manfaatnya dengan tetap menjaga pokok

barang dan keabadiannya yang berasal dari para dermawan atau pihak

umum selain dari harta maksiat semata-mata karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT”.

Imam Nawawi dalam kitab Tahrir Al Fazh At-Tanbih

mendefinisikan wakaf sebagai: “Penahanan harta yang bisa dimanfaatkan

dengan tetap menjaga keutuhan barangnya, terlepas dari campur tangan

wakif atau lainnya, dan hasilnya disalurkan untuk kebaikan semata-mata

untuk taqarrub (mendekatkan diri) pada Allah SWT”.

8

(27)

b. Madzab Hanafi

Al-Kabisi dalam kitab Anis Al-Fuqaha‟ mendefinisikan wakaf dengan: “Menahan benda dalam kepemilikan wakif dan menyedekahkan

manfaatnya kepadaorang-orang miskin dengan tetap menjaga keutuhan bendanya.” Al-Kabisi mengemukakan definisi alternatif dan mengatakan bahwa wakaf adalah: “Menahan harta yang secara hukum menjadi milik Allah SWT”.

c. Madzab Maliki

Al-Khattab dalam kitab Mawahib Al-Jalil menyebutkan definisi

Ibnu Arafah Al-Maliki dan mengatakan wakaf adalah: “Memberikan manfaat sesuatu ketika sesuatu itu ada dan bersifat lazim (harus) dalam kepemilikan pemberinya sekalipun hanya bersifat simbolis.” Dalam kamus

ekonomi, Nazih Hamamd mendefinisikan wakaf dengan menahan pokok

harta dan menyalurkan hasilnya.

Dari berbagai definisi tadi, dapat disimpulkan bahwa wakaf adalah: “Menahan harta baik secara abadi maupun sementara, untuk dimanfaatkan

langsung atau tidak langsung, dan diambil manfaat hasilnya secara

(28)

Dengan paparan di atas, secara menyeluruh bentuk wakaf adalah:9

a. Wakaf adalah menahan harta untuk dikonsumsi atau dipergunakan

secara pribadi. Wakaf berasal dari modal yang memiliki nilai

ekonomi dan dapat memberikan manfaat.

b. Wakaf mencakup harta, baik harta yang bergerak maupun yang tidak

bergerak.

c. Wakaf mengandung pengertian melestarikan harta dan menjaga

keutuhannya, sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan secara

langsung atau diambil hasilnya secara berulang-ulang.

d. Definisi wakaf mengandung pengertian berulang-ulang manfaat dan

kelanjutannya baik yang berlangsung lama, sebentar, atau

selamanya.

e. Definisi wakaf mencakup wakaf langsung, yang menghasilkan

manfaat langsung dari harta atau benda yang diwakafkan,

sebgaimana juga mencakup wakaf produktif yang memberi manfaat

dari hasil produksinya, baik berupa barang ataupun jasa serta

menyalurkan semua laba bersihnya sesuai dengan tujuan wakaf.

9

(29)

f. Mencakup jalan kebaikan umum keagamaan, sosial, dan lain

sebagainya, sebagaimana juga mencakup kebaikan khusus yang

manfaatnya kembali kepadakeluarga dan keturunannya, atau orang

lain yang masih ada hubungannya dengan wakif.

2. Pengertian Wakaf Uang

Dewasa ini telah di sepakati secara luas oleh para pakar hukum

Islam bahwa salah satu bentuk wakaf dapat berupa uang tunai. Secara

umum definisi wakaf uang adalah penyerahan asset wakaf berupa uang

tunai yang dapat dipindah tangankan dan dibekukan untuk selain

kepentingan umum yang tidak mengurangi ataupun menghilangkan

jumlah pokoknya ( subtansi esensial wakaf).10

Dalam Al- Ins‟af fi Ahkam Al- Waqf, Al- Tharablis menyatakan, sebagian ulama klasik merasa aneh ketika ketika mendengarkan fatwa

yang dikeluarkan oleh Muhammad bin Abdulah Al- anshori, murid dari

Zufar, sahabat Abu Hanifah, tentang bolehnya berwakaf uang dalam

bentuk waqaf uang kontan dirham atau dinar, dan dalam bentuk komoditas yang dapat di timbang atau ditakar, seperti makanan gandum.” Yang

membuat mereka merasa aneh adalah karna tidak mungkin

10

(30)

memepersewakan benda-benda seperti itu, oleh karena itu mereka

mempertanyakan dan memepersoalkan apa yang dapat dilakukan dengan

wakaf uang tunai. Atas pertanyaan ini Muhammad bin Abdullah

Al-anshori menjelaskan dengan mengatakan, “ kita investasikan dana itu dengan cara mudharabah dan lebihnya kita sedekahkan, kita jual

benda-benda makanan itu, hasilnya kita putar dengan usaha mudharabah

kemudian hasilnya kita sedekahkan”.11

Diantara para ulama yang membolehkan wakaf uang diantaranya

Imam Al- Zuhri, Mutaqadimin dari mazhab hanafi, dan Imam Syafi‟I dengan menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha dan keuntunganya

tersebut dibagikan kepada para penerima wakaf ( mauquf alaih) dimana

pokoknya („ain) tetap kekal. Dengan melihat banyak para ulama yang

memebolehkan wakaf uang maka mewakafkan benda-benda bergerak

sepeti uang sangat perlu dikembangkan dalam memberdayakan wakaf

potensial.

(31)

B. Dasar Hukum Wakaf

Sama halnya dengan wakaf tanah, dasar hukum wakaf uang

tentunya juga Al- Quran, Hadis, Ijma‟ ulama serta Undang- Undang tentang wakaf.12

1. Al- Quran

Dasar hukum wakaf terdapat pada:

a. Q.S. Al Baqarah (2): 261 & 267

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang

menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih

yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah

melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah

12

(32)

Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” ( Q.S. Al- baqarrah:

261)

Dalam QS:2, ayat 261; infaq di jalan Allah seperti 1 bulir yang

menumbuhkan 700 bulir; artinya tiap kali kita berinfaq akan dibalas oleh

Allah 700kali lipat kalau kita ikhlas.



“Hai orang-orang yang beriman Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian

dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami

keluarkan dari bumi untuk kamu.” ( Q.S. Al- baqarrah: 267)

b. Q.S .Ali Imran (3): 92

“Kamu belum mencapai kebaikan (yang sempurna) sebelum kamu

(33)

sebagian harta yang kamu cintai, dan apa saja dari sesuatu yang kamu

nafkahkan,

maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya”.( Q.S .Ali Imran: 92)

2. Al- Hadist

a. Hadist Riwayat Muslim

Dari abu hurairah ra., sesungguhnya rasulullah saw bersabda: “ apabila

anak adam meninggal dunia, maka putuslah amalnya, kecuali tiga

perkara: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang

mendoakan kedua orang tuanya”. ( HR. Muslim).13

b. Hadist Riwayat Al- Nasa‟i

Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., berkata Umar r.a. berkata kepada

rosululloh saw, “saya mempunyai seratus saham (tanah kebun) di

Khaibar, belum pernah saya mendapatkan harta yang lebih saya kagumi

melebihi tanah itu; saya bermaksud menyedekahkanya.” Nabi saw

berkata” tahanlah pokoknya dan sedekahkan buahnya pada sabilillah.” (

H.R. Al- Nasa‟i)14

3. Ahli Fiqih

13

Sayyid Sabiq, Fiqh as-Sunnah, Beirut: Dar al-Fikr, 1983, cet ke-6, jilid 3., hal. 515

14

(34)

Mazhab Hanafi memang berpendapat bahwa hukum yang

ditetapkan berdasarkan „urf (adat kebiasaan) mempunyai kekuatan yang

sama dengan hukum yang ditetapkan berdasarkan nash (teks). 15

Menurut mazhab Hanafi, cara melakukan wakaf uang ialah dengan

menjadikan modal usaha dengan cara mudharabah. Sedang

keuntungannya disedekahkan kepada pihak wakaf. Selain ulama mazhab hanafi, sebagian ulama mazhab syafi‟I juga membolehkan wakaf tunai. “Abu Tsaur meriwayatkan dari imam syafi‟I tentang dibolehkan wakaf

dinar dan dirham (uang).

4. Fatwa Majelis Ulama Indonesia ( MUI)

Komisi fatwa majlis ulama Indonesia ( MUI) juga membolehkan

wakaf tunai. Fatwa komisi fatwa MUI itu di keluarkan pada tanggal 11

mei 2002. Argumentasi di dasarkan pada hadis ibnu umar (seperti yang

disebutkan di atas). Pada saat itu, komisi fatwa MUI juga merumuskan

definisi (baru) tentang wakaf uang, yaitu: “ Menahan harta yang dapat dimanfaatkan tanpa lenyap bendanya atau pokonya, dengan cara tidak

melakukan tindakan hukum terhadap benda tersebut (menjual,

15

(35)

memberikan, atau mewariskannya) untuk disalurkan (hasilnya) pada suatu

yang mubah (tidak haram) yang ada.16

Pada tahun 2002 Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah

menetapkan Fatwa tentang Wakaf Uang. Isi fatwa tersebut adalah :

a. Wakaf uang (cash wakaf/waqf al-nuqud) adalah wakaf yang

dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan

hukum dalam bentuk uang tunai.

b. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.

c. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh).

d. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar‟iy.

e. Nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak

boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Fatwa uang tersebut ditetapkan setelah memperhatikan :

a. Pendapat Imam Az-Zuhri bahwa mewakafkan dinar hukumnya

boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan kepada mauquf‟alaih.

16

(36)

b. Mutaqaddimin darai ulama mazhab Hanafi yang membolehkan

wakaf uang dinar dan dirham sebagai pengecualian, atas dasar istihsan bil „urf.

c. Pendapat sebagian ulama mazhab Syafii : Abu Tsaur

meriwayatkan dari Imam Syafii tentang kebolehan wakaf dinar

dan dirham (uang).

Apabila dilihat dari tata cara transaksi, maka wakaf uang dapat

dipandang sebagai salah satu bentuk amal yang mirip dengan shadaqah.

Hanya saja diantara keduanya terdapat perbedaan. Dalam shadaqah, baik

asset maupun hasil manfaat yang diperoleh dari pengelolaannya, seluruh

dipindah tangankan kepada yang berhak menerimanya. Sedangkan dalam

wakaf, yang dipindahtangankan hanya hasil atau manfaatnya, sedangkan

assetnya tetap dipertahankan.

Kemudian, juga ada perbedaan antara wakaf dan hibah. Dalam

hibah, assetnya dapat dipindahkantangankan dari seseorang kepada orang

lain tanpa ada persyaratan. Sementara itu, dalam wakaf ada persyaratan

bahwa penggunaannya ditentukan oleh Wakif. Hukum wakaf uang telah

menjadi perhatian para ahli hukum Islam. Beberapa sumber menyebutkan

bahwa wakaf uang telah dipraktekkan oleh masyarakat yang menganut

(37)

Imam Al-Bukhari mengungkapkan bahwa Imam Az-Zuhri berpendapat

dinar dan dirham boleh diwakafkan. Caranya ialah dengan menjadikan

dinar dan dirham sebagai modal usaha (dagang), kemudian menyalurkan

keuntungannya sebagai wakaf. Kemudian Wahbah Az-Zuhaili

mengungkapkan bahwa mazhab hanafi membolehkan wakaf tunai atas

dasar kebiasaan yang baik (istihsan bil „urf) yang telah dilakukan oleh

masyarakat.17

5. Undang – Undang

a. Peraturan Pemerintah RI Undang-Undang N0.41/2004 Tentang

Wakaf18

b. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia NO.42/2006 Tentang

Pelaksanaan Undang-Undang NO.41/2004

C. Rukun dan Syarat Wakaf

Pada dasarnya rukun dan syarat wakaf uang dalah sama dengan

rukun dan syarat wakaf tanah adapun rukun dan syarat wakaf uang,

yaitu:19

17

Ibid. Wahbah al-Zuhaili, al Fiqh al-Islam wa Adillatuhu., (h. 163)

18

Iktisar Undang-Undang NO.41/2004

19

(38)

1. Rukun wakaf ada empat rukun yang mesti dipenuhi dalam berwakaf.

a. Orang yang berwakaf (al-waqif).

b. Benda yang diwakafkan (al-mauquf).

c. Orang yang menerima manfaat wakaf (al-mauquf „alaihi).

d. Lafadz atau ikrar wakaf (sighah).

2. Syarat- syarat Wakaf 20

a. Syarat-syarat orang yang berwakaf (waqif) Syarat-syarat

al-waqif ada empat, pertama orang yang berwakaf ini mestilah

memiliki secara penuh harta itu, artinya dia merdeka untuk

mewakafkan harta itu kepada sesiapa yang ia kehendaki. Kedua

dia mestilah orang yang berakal, tak sah wakaf orang bodoh,

orang gila, atau orang yang sedang mabuk. Ketiga dia mestilah

baligh. Dan keempat dia mestilah orang yang mampu bertindak

secara hukum (rasyid). Implikasinya orang bodoh, orang yang

sedang muflis dan orang lemah ingatan tidak sah mewakafkan

hartanya.

20

(39)

b. Syarat-syarat harta yang diwakafkan (al-mauquf ) Harta yang

diwakafkan itu tidak sah dipindahmilikkan, kecuali apabila ia

memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan oleh ahli fiqih;

pertama, barang yang diwakafkan itu mestilah barang yang

berharga. Kedua, harta yang diwakafkan itu mestilah diketahui

kadarnya. Jadi apabila harta itu tidak diketahui jumlahnya

(majhul), maka pengalihan milik pada ketika itu tidak sah.

Ketiga, harta yang diwakafkan itu pasti dimiliki oleh orang yang

berwakaf (wakif). Keempat, harta itu mestilah berdiri sendiri,

tidak melekat kepada harta lain (mufarrazan) atau disebut juga

dengan istilah (ghaira shai‟).

c. Syarat-syarat orang yang menerima manfaat wakaf (al-mauquf

alaih) Dari segi klasifikasinya orang yang menerima wakaf ini

ada dua macam, tertentu (mu‟ayyan) dan tidak tertentu (ghaira

mu‟ayyan). Yang dimasudkan dengan tertentu ialah, jelas orang

yang menerima wakaf itu, apakah seorang, dua orang atau satu

kumpulan yang semuanya tertentu dan tidak boleh dirubah.

Sedangkan yang tidak tentu maksudnya tempat berwakaf itu tidak

ditentukan secara terperinci, umpamanya seseorang sesorang

(40)

yang menerima wakaf tertentu ini (al-mawquf mu‟ayyan) bahwa

ia mestilah orang yang boleh untuk memiliki harta (ahlan li

al-tamlik), Maka orang muslim, merdeka dan kafir zimmi yang

memenuhi syarat ini boleh memiliki harta wakaf.

d. Syarat-syarat Shigah Berkaitan dengan isi ucapan (sighah) perlu

ada beberapa syarat. Pertama, ucapan itu mestilah mengandungi

kata-kata yang menunjukan kekalnya (ta‟bid). Tidak sah wakaf

kalau ucapan dengan batas waktu tertentu. Kedua, ucapan itu

dapat direalisasikan segera (tanjiz), tanpa disangkutkan atau

digantungkan kepada syarat tertentu. Ketiga, ucapan itu bersifat

pasti. Keempat, ucapan itu tidak diikuti oleh syarat yang

membatalkan. Apabila semua persyaratan diatas dapat terpenuhi

maka penguasaan atas harta wakaf bagi penerima wakaf adalah

sah. Pewakaf tidak dapat lagi menarik balik pemilikan harta itu

telah berpindah kepada Allah dan penguasaan harta tersebut

adalah orang yang menerima wakaf secara umum ia dianggap

(41)

D. Manfaat dan Tujuan Wakaf Uang

Di bandingkan dengan wakaf tanah dan benda lainya, kegunaan

wakaf uang jauh lebih fleksibilitas dan memiliki kemaslahatan lebih besar

yang tidak dimiliki oleh wakaf benda lainya.

1. Manfaat wakaf uang memiliki empat keunggulan sekaligus

dibandingkan dengan wakaf benda lainya, yaitu:21

a. Wakaf uang jumlahnya bisa bervariasi, seseorang yang memiliki

dana terbatas sudah bisa mulai memberikan dana wakafnya tanpa

harus menunggu menjadi tuan tanah atau orang kayaterlebih

dahulu.

b. Melalui wakaf uang, asset-aset wakaf berupa tanah-tanah kosong

bisa mulai dimanfaatkan dengan pembangunan gedung atau

diolah untuk lahan pertanian.

c. Dana wakaf uang juga bisa membantu sebagian lembaga-lembaga

pendidikan islam yang cash flow- nya terkadang kembang kempis

dan menggaji civitas alakadarnya.

d. Pada gilirannya, umat islam dapat lebuh mandiri dalam

mengembangkan dunia pendidikan tanpa harus terlalu tergantung

21

Usman, Rahmadi S.H., M.H. Hukum Perwakafan Di Indonesia.

(42)

pada anggaran pendidikan Negara yang semakin lam kian

terbatas.

2. Adapun tujuan wakaf uang antara lain:22

a. Melengkapi lembaga wakaf dengan produk wakaf uang yang

berupa suatu sertifikat berdominasi tertentu yang diberikan

kepada para wakif sebagai bukti keikutsertaan.

b. Membantu penggalangan dana tabungan sosial melalui sertifikat

wakaf uang yang dapat diatasnamakan orang-orang tercinta baik

yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sehingga dapat

memperkuat integrasi kekeluargaan diantara uamat islam.

c. Meningkatkan investasi sosial dan mentransformasikan tabungan

sosial menjadi modal sosial dan membantu pengembangan pasar

modal sosial.

d. Menciptakan kesadaran orang kaya terhadap tanggung jawab

sosial mereka terhadap masyarakatsekitarnya, sehingga keamanan

dan kedamaian sosial dapat tercapai.

22

(43)

BAB III

GAMBARAN UMUM

A. Sejarah Berdiri Tabung Wakaf Indonesia

Pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dilakukan secara terus menerus, menuntut kita untuk mencari alternatif solusi yang dapat mendorong nya lebih cepat. Dan salah satu alternatif solusi itu adalah mobilisasi dan optimalisasi peran wakaf secara efektif serta professional. Tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga amil zakat, terlebih setelah lahirnya Undang-Undang tentang Zakat, dan Undang-Undang-Undang-Undang tentang Wakaf, membuktikan bahwa peran dan potensi ummat dalam pembangunan sangatlah potensial. Demikian pula dengan keberadaan lembaga wakaf.23

Oleh karenanya, secara pasti dibutuhkan peran Nazhir Wakaf (Pengelola Wakaf) yang amanah dan profesional sehingga penghimpunan, pengelolaan dan pengalokasian dana wakaf menjadi optimal. Meski saat ini, kebutuhan akan adanya nazhir wakaf masih belum mendapat perhatian utama dari ummat. Berdasarkan kondisi di atas, maka Dompet Dhuafa tergerak untuk mengambil inisiatif membentuk institusi Tabung Wakaf Indonesia yang berfungsi selaku pengelola wakaf (Nazhir Wakaf) khususnya wakaf uang tunai, sekaligus mengalokasikannya secara tepat dengan profesionalitas dan amanah, tentu

23

(44)

dengan tuntunan Al Qur'an dan Hadits Rasulullah SAW, serta pertimbangan kebutuhan ummat pada umumnya.24

Bentuk dan Badan Hukum Tabung Wakaf Indonesia sesuai dengan Undang-undang Nomor 41 / 2004 ; Tabung Wakaf Indonesia (adalah Nazhir Wakaf) berbentuk badan hukum, dan karenanya, persyaratan yang insya-Allah akan dipenuhi adalah :25

1. Pengurus badan hukum Tabung Wakaf Indonesia ini memenuhi persyaratan sebagai Nazhir Perseorangan sebagaimana dimaksud pada pasal 9, ayat (1) Undang-undang Wakaf Nomor 41/2004.

2. Badan hukum ini adalah badan hukum Indonesia yang dibentuk sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3. Badan hukum ini bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemasyarakatan, dan keagamaan Islam.

4. Tabung Wakaf Indonesia merupakan badan unit atau badan otonom dari dan dengan landasan badan hukum Dompet Dhuafa REPUBLIKA, sebagai sebuah badan hukum yayasan yang telah kredibel dan memenuhi persyaratan sebagai Nazhir Wakaf sebagaimana dimaksud Undang-undang Wakaf tersebut.

(45)

1. Visi

Menjadi lembaga wakaf berorientasi global yang mampu menjadikan wakaf sebagai salah satu pilar kebangkitan ekonomi umat yang berbasiskan sistem ekonomi keadilan.26

2. Misi

Mendorong pertumbuhan ekonomi ummat serta optimalisasi peran wakaf dalam sector sosial dan ekonomi produktif.

Mewujudkan sebuah lembaga Nazhir Wakaf dengan model suatu Lembaga keuangan yang dapat melakukan kegiatan mobilisasi penghimpunan harta benda dan dana wakaf guna memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat sekaligus ikut mendorong pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi.

C. Struktur organisasi

Gambar: 3.1

26

www.tabungwakaf.com, diakses pada tanggal 01 september 2010, 08:30

(46)

Dewan Syariah : Prof. K.H. M. Amin Suma Bobby Herwibowo

Izzudin Abdul Manaf, Lc. MA

Dewan Pembina : Parni Hadi

Eri Sudewo S. Sinansari Ecip Didin Hafidhuddin Rahmad Riyadi Haidar Bagir Houtman Z. Arifin

Erry Riyana Hardjapamekas

Presiden Direktur

Dompet Dhuafa : Ismail A. Said STAFF

(47)

Direktur

Tabung Wakaf Indonesia : Veldy V. Armita

Manager Program &

Grant Management : Hendra Jatnika

Manajer Fundraising : Novita Endang Mustaqimah

Manajer Keuangan : Mekar Susestyojati

Manajer HRD & Legal : Destria Merryana A.

D. Efektifitas Pengelolaan Wakaf Uang Pada TWI

Efektifitas pengelolaan wakaf uang pada TWI dapat dianalisis

dengan dari tingkat pendapatan investasi wakaf uang dan pengaruh

pengelolaan wakaf uang terhadap masyarakat dari sektor ekonomi dan

sosial baik dalam bidang pendidikan, kesehatan dan keagamaan. Untuk

menilai efektivitas pengelolaan wakaf uang dapat dilihat dari:27

1. Tingkat Pendapatan Investasi Wakaf Uang

Memang wakaf uang mempunyai peluang yang besar bagi

terciptanya investasi di bidang keagamaan, pendidikan, dan pelayanan

sosial. Pemilik dana wakaf uang yang ingin mewakafkan hartanya di

27

(48)

jalan yang bisa dipanen hasilnya di hari akhir (yaum al-qiamah), dengan

tetap memelihara pokoknya, seperti wakaf pohon dan kebun yang

berbuah, hasil sewa pada barang-barang yang disewakan, atau berupa

dividen atau pendapatan seperti yang ada pada wakaf uang. Bila

memahami prinsip sedekah jariyah dalam wakaf, nazhir tidak saja harus

meningkatkan kemampuan dan kualitas kerjanya, tetapi juga cara pandang

(paradigma) terhadap wakaf yang dikelolanya. Keutuhan aset wakaf tidak

mesti dipahami secara harfiah dalam bentuk tidak boleh mengubahnya

sedikitpun, tetapi dalam konteks yang diajarkan Rasulullah saw. yakni “menahan pokok dan mengalirkan hasil”.

Dari pemahaman seperti ini para nazhir bertugas mengembangkan

dan menjaga keutuhan harta wakaf. Dengan ungkapan lain, aset wakaf

haruslah berputar, produktif, hingga menghasilkan surplus dan terus

dialirkan surplusnya tanpa mengurangi aset. Dalam wakaf uang yang

harus diperhatikan adalah tetapnya nilai harta yang diwakafkan sehingga

dapat menghasilkan sesuatu yang dapat diberikan kepada mauquf „alaih. 2. Pengaruh Pengelolaan Wakaf Uang28

28

(49)

Untuk mengukur pengaruh yang dimunculkan dari pengelolaan

wakaf uang dapat dilihat dari indikator-indikator berupa pergerakan sektor

ril dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelayanan sosial dalam

bentuk layanan kesehatan dan subsidi pendidikan, dan layanan sosial

keagamaan lainnya, yaitu:

a. Pergerakan sektor ril dan pemberdayaan ekonomi masyarakat

Salah satu indikator efektivitas wakaf uang adalah income

redistribution (redistribusi pendapatan). Pengeluaran dana-dana yang

diperoleh dari hasil pengelolaan wakaf berperan penting pada setiap

redistribusi pendapatan secara vertikal. Pengeluaran dana-dana wakaf

harus dikoordinasikan sehingga efek redistribusi pendapatan dapat

berpihak pada golongan miskin, yakni dengan penyediaan jasa dan

prasarana penting bagi orang miskin, misalnya sarana pendidikan. Dalam

mengalokasikan investasi wakaf uang pada sektor ril, TWI lebih memilih

kelompok masyarakat yang berhimpun dalam suatu usaha, ataupun

wilayah/ kawasan yang masyarakatnya memiliki usaha yang sama.

Manfaat yang dirasakan masyarakat melalui investasi dana wakaf

ini cukup besar. Masyarakat mendapatkan modal pembiayaan dan bagi

hasilnya. Mereka pun mendapat binaan baik dalam bentuk bisnis, maupun

(50)

dilakukan pada produsen Bakso Cip dan Vegemi Idola yang berada di

bawah binaan Masyarakat Madani dan pengusaha Bakmi Langgara untuk

melakukan usaha dan dengan cara yang halal. Yang tidak kalah

pentingnya lagi adalah pendidikan mental dan moral masyarakat. Di mana

masyarakat dalam kelompok usaha dibina untuk mempunyai jiwa

entrepreneurship sehingga mereka yang sebelumnya mencari kehidupan

dari cara yang tidak halal, dapat meninggalkan kebiasaan tersebut dengan

mencari usaha yang halal.

Program investasi wakaf uang ke sektor ril seperti yang dilakukan

TWI ini merupakan bentuk program pengentasan kemiskinan. Dana wakaf

uang dapat diinvestasikan dan disalurkan untuk memberdayakan

masyarakat kecil melalui mikro finance dan pendampingan usaha.

Pemberian bantuan dan pendampingan oleh sarjana pendamping yang

akan memberikan konsultasi kepada penerima kredit mikro agar dapat

pengetahuan cara berusaha dan berbisnis dengan baik. Dengan pemberian

modal dan bantuan manajemen perlahan-lahan masyarakat miskin dapat

terangkat derajatnya melalui usaha mikro yang pada akhirnya mampu

hidup layak dan sejahtera.29

29

(51)

Di samping itu sistem penjaringan kelompok masyarakat seperti

ini, manfaat wakaf tentu juga dapat dinikmati oleh banyak orang. Betapa

banyak orang miskin yang dapat diberikan bantuan modal dan betapa

banyak pula orang miskin yang dapat menikmati hasil usaha dari investasi

wakaf uang. Wakaf uang seperti yang diinvestasikan TWI, terbukti

memberi kesempatan pada masyarakat untuk pengembangan usaha dan

pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ini berarti investasi wakaf uang ke

sektor ril berpengaruh positif pada peningkatan kesejahteraan hidup

masyarakat sekaligus memberikan kesadaran akan makna wakaf itu

sendiri.

b. Pelayanan sosial dalam bentuk layanan kesehatan dan subsidi

pendidikan, dan layanan sosial keagamaan lainnya.

Uniknya pengelolaan wakaf uang yang dilakukan TWI, tidak

hanya disalurkan untuk kegiatan produktif, tetapi juga menyalurkan wakaf

kepada kegiatan sosial seperti pendirian rumah sakit gratis, Wisma

Mualaf, bantuan pendirian masjid dan sarana pendidikan gratis. Hal ini

dilakukan tetap mengacu kepada peruntukan wakaf yang ditunjuk oleh

wakif. Dan wakaf uang juga berfungsi sebagai investasi yang strategis

(52)

untuk menghapus kemiskinan dan menangani ketertinggalan di bidang

ekonomi serta bidang pendidikan, kesehatan, dan riset.

3. Perkembangan Dana Wakaf Uang

Walaupun dana yang berhasil dikumpulkan TWI lebih tinggi,

namun, jika dilihat dari potensi dana wakaf ada pada masyarakat muslim

di Indonesia masih jauh dari potensi dana umat sebesar 3 triliun Rupiah.

Seperti yang diakui oleh Rini Suprihartanti, Direktur Keuangan dan

Operasional Dompet Dhuafa Republika. Dari sisi penghimpunan dana

wakaf, efektivitas pengelolaan wakaf uang pada TWI belum mencapai

target potensi ideal wakaf uang yang ada di Indonesia. Walaupun sudah

ada pengelolaan wakaf uang, yang diatur dengan undang-undang, namun,

sampai hari ini belum secara siginifikan merubah paradigma wakaf di

kalangan masyarakat. Masyarakat kebanyakan masih memahami bahwa

wakaf itu dalam bentuk aset tetap.

Tetapi Masyarakat sudah mulai tertarik untuk menyalurkan

dananya untuk kegiatan wakaf. Dari segi kegiatan, TWI sebetulnya belum

banyak melakukan kegiatan wakaf produktif karena pengelolaan wakaf

uang tersebut masih didominasi oleh bentuk wakaf sosial (konsumtif)

seperti LKC dan Smart Ekselensia. Sekarang yang sedang dilakukan

(53)

yang dapat dikelola secara porduktif. Misalnya membangun properti untuk

(54)

BAB IV

PENGELOLAAN WAKAF UANG SEBAGAI SALAH SATU INSTRUMEN INVESTASI

A. Tabung Wakaf Indonesia Sebagai Lembaga Nazir

Tabung Wakaf Indonesia (TWI) merupakan badan unit atau badan

otonom dengan landasan badan hukum Dompet Dhuafa Republika, berdiri

pada tanggal 14 Juli 2005. TWI merupakan badan hukum yayasan yang

telah kredibel dan memenuhi persyaratan sebagai nazhir wakaf

sebagaimana dimaksud undang-undang wakaf yakni sebagai nazhir wakaf

berbentuk badan hukum Indonesia yang dibentuk sesuai dengan peraturan

perundang-undangan yang berlaku dan bergerak di bidang sosial,

pendidikan, kemasyarakatan, dan keagamaan Islam.

Pendirian lembaga pengelola wakaf ini adalah untuk mewujudkan

sebuah lembaga nazhir wakaf dengan model suatu lembaga keuangan

yang dapat melakukan kegiatan mobilisasi penghimpunan harta benda dan

dana wakaf guna memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat. Lembaga ini

ikut mendorong pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi.30

30

(55)

Kelahiran lembaga ini diharapkan dapat melakukan optimalisasi

wakaf sehingga wakaf dapat menjadi penggerak ekonomi ummat. Sasaran

lembaga pengelola wakaf adalah seluruh lapisan masyarakat yang

memiliki kemampuan berwakaf dan masyarakat yang menjadi sasaran

program pemberdayaan Tabung Wakaf Indonesia Dompet Dhuafa

Republika merupakan institusi pengelola zakat yang dibentuk oleh

masyarakat pada tanggal 8 Oktober 2001. Berdasarkan Surat Keputusan

Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 439 Tahun 2001, Dompet

Dhuafa Republika pun dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat. Itu

berarti payung hukum yang dipakai sampai saat ini untuk legalitas

lembaga pengelola wakaf uang masih sebagai amil zakat, belum sebagai

nazhir.

Kegiatan utama Tabung Wakaf Indonesia, yang mempunyai visi “Membangkitkan peran wakaf sebagai penegak dan pembangkit ekonomi ummat” dan misi “Mendorong pertumbuhan ekonomi ummat serta

optimalisasi peran wakaf dalam sektor sosial dan ekonomi produktif “adalah melakukan kegiatan menghimpun harta benda wakaf baik berupa

benda tidak bergerak, maupun benda bergerak dan melakukan pengelolaan

dan pengembangan harta benda wakaf yang telah dihimpunnya untuk

(56)

berorientasi pada kepentingan dan kemaslahatan masyarakat umum

didisain dengan memperhatikan visi dan misinya.31

Kekuatan TWI dari segi organisasi dan manajemen muncul dari

kualitas personil dan sistem serta manajemen yang amanah dan

profesional dengan kriteria dan dimensi yang dibutuhkann sesuai dengan

kompetensinya. Agar lembaga pengelola wakaf dapat berdaya guna. Maka

pengelolaan atau manajemennya harus berjalan dengan baik. Manajemen

wakaf yang baik adalah suatu keniscayaan. Kualitas manajemen organisasi

pengelola wakaf harus dapat diukur. Untuk itu, ada tiga kata kunci yang

dapat dijadikan sebagai alat ukurnya:32

1. Amanah, sifat amanah merupakan syarat mutlak yang harus

dimiliki oleh setiap nazhir wakaf. Tanpa adanya sifat ini, hancurlah

semua sitem yang dibangun.

2. Profesional sifat amanah belumlah cukup. Harus diimbangi dengan

profesionalitas pengelolaannya.

3. Transparan, dengan transparannya pengelolaan wakaf, sistem

kontrol yang baik dapat diciptakan karena tidak hanya melibatkan

31

Fadilannisa, Fundraising staff, Hasil wawancara pribadi, 08 september 2010

32

(57)

pihak intern organisasi saja tetapi juga akan melibatkan pihak

eksternal.

Dengan transparansi inilah rasa curiga dan ketidakpercayaan

masyarakat akan dapat diminimalisasi. Ketiga kata kunci ini dapat

diimplementasikan apabila didukung oleh penerapan prinsip-prinsip

operasional manajemen wakaf. Prinsip-prinsip operasionalisasi lembaga

pengelola wakaf antara lain:33

a.Dilihat dari aspek kelembagaan. Sebuah lembaga pengelola wakaf

harus memperhatikan berbagai faktor, yaitu visi dan misi,

kedudukan, dan sifat lembaga, legalitas dan struktur organisasi,

serta aliansi strategis.

b.Aspek Sumber Daya Manusia merupakan aset yang paling

berharga, sehingga pemilihan siapa yang akan menjadi nazhir

wakaf harus dilakukan dengan hati-hati. Untuk itu, perlu

diperhatikan faktor perubahan paradigma bahwa nazhir wakaf

adalah sebuah profesi dengan kualifikasi SDM yang khusus.

c.Aspek sistem pengelolaan. Lembaga pengelola wakaf harus

memiliki sistem pengelolaan yang baik.

33

(58)

Unsur-unsur yang harus diperhatikan adalah lembaga pengelola

wakaf (TWI) harus memiliki:

1) Sistem, prosedur, dan aturan yang jelas

2) Manajemen terbuka

3) Mempunyai activity plan

4) Mempunyai lending commite

5) Memiliki sistem akuntansi dan manajemen keuangan serta audit

6) Publikasi dan Perbaikan terus menerus.

1. Pengelolaan Wakaf Uang

Pengelolaan wakaf uang yang dicanangkan TWI dilakukan

berdasarkan tiga pendekatan, yaitu :34

a. Pendekatan Produktif, Dalam pendekatan ini, TWI mengelola

harta wakaf untuk hal-hal yang sifatnya produktif dan

menghasilkan keuntungan. Dalam hal ini, TWI mengalokasikan

dana wakafnya untuk usaha peternakan, perkebunan,

penyediaan sarana niaga dan bentuk usaha produktif lainnya.

Dari hasil usaha tersebut, keuntungannya digunakan untuk

pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin.

34

(59)

b. Pendekatan Nonproduktif, Berdasarkan pendekatan ini, TWI

mengelola harta wakaf untuk hal-hal yang sifatnya tidak

menghasilkan keuntungan (nonproduktif).

c. Pendekatan Terpadu, Yaitu program penyaluran wakaf untuk

sarana dan prasarana institusi pelayanan umat dikombinasikan

dengan program wakaf dalam bentuk sarana niaga, properti,

perkebunan, perdagangan, pertanian, dan lain-lain. Seperti

Rumah Cahaya, sarana perpustakaan dan pelatihan penulisan

bagi masyarakat umum yang dikombinasikan dengan aset

properti yang disewakan. Wakaf perkebunan cokelat dan kelapa

di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah pun merupakan bentuk

program wakaf terpadu TWI.

Kegiatan operasional TWI senantiasa memperhatikan dan

menggunakan kaidah-kaidah yang sesuai dengan syariah Islam dan

rekomendasi fatwa dari Dewan Syariah. Di samping itu, lembaga ini juga

menerapkan prinsip-prinsip operasional wakaf uang yakni:35

a) Seluruh harta benda wakaf, termasuk wakaf uang tunainya harus

diterima sebagai sumbangan dari wakif dengan status wakaf sesuai dengan syari‟ah.

35

(60)

b) Wakaf dilakukan dengan tanpa batas waktu.

c) Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungannya saja

yang dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan

oleh wakif.

d) Bagian keuntungan yang tidak dibelanjakan akan secara

otomatis ditambahkan pada wakaf dan profit yang diperoleh

akan bertambah terus.

e) Setiap setoran wakaf uang harus diberikan tanda terima dan

setelah jumlah wakaf tersebut mencapai jumlah yang ditentukan

diterbitkan sertifikat.

f) Wakif mempunyai kebebasan memilih tujuan-tujuan

sebagaimana tercantum dalam program yang ditawarkan TWI

yang diperkenankan oleh syariah.

g) Wakif dapat meminta TWI mempergunakan keseluruhan

keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang telah ia tentukan dan

wakif dapat memberikan wakaf uang untuk sekali saja atau ia

dapat juga menyatakan akan memberikan sejumlah wakaf

dengan cara melakukan deposit atau setoran baik untuk pertama

kalinya, dan/atau selanjutnya dalam jumlah yang disepakati oleh

(61)

h) Wakif dapat juga meminta kepada TWI untuk merealisasikan

wakaf uang pada jumlah tertentu untuk dipindahkan dari

rekening wakif di bank lain pada TWI. Dengan demikian,

sebagai aset finansial Islam yang potensial untuk

dikembangkan, wakaf khususnya wakaf uang harus dikelola

oleh nazhir yang profesional. Dikelola dengan cara produktif

yang ditujukan untuk kesejahteraan umat. Oleh karena itu,

kontiniunitas (kesinambungan) peningkatan wakaf adalah

penting untuk menjaga kesinambungan harta wakaf tersebut.

B. Mekanisme Pengelolaan Wakaf Uang Pada Tabung Wakaf Indonesia

5. Program Wakaf Uang a. Progaram Sosial

Yaitu program penyaluran wakaf langsung untuk sarana dan

prasarana institusi pelayanan umat. Beberapa saran dan prasarana yang

telah dibangun dari dana wakaf uang yang sebagian juga berasal dari dana

yang terhimpun oleh Dompet Dhuafa antara lain:

1) Rumah Penyembuhan Terpadu Parung, rumah sakit khusus kaum

(62)

2) Layanan Kesehatan Cuma-Cuma, layanan kesehatan gratis khusus

kaum dhuafa.

3) Smart ekselensia Indonesia, sekolah gratis unggulan untuk SMP-

SMA khusus kaum dhuafa.

b. Program Terpadu

Yaitu program penyaluran wakaf untuk sarana dan prasana institusi

pelayanan umat dikombinasikan dengan program wakaf dalam bentuk

sarana niaga seperti: properti, perkebunan, perdagangan, pertanian dan

lain-lain. Surflusnya dialirkan untuk kaum dhuafa/ untuk operasional

institusi pelayanan umat dalam satu area program. Diantara progaram

terpadu yaitu:

1) Rumah Cahaya, sarana perpustakaan dan pelatihan penulisan bagi

masyarakat dengan aset properti yang disewakan dan surflusnya

akan di gunakan untuk mendukung program perpustakaan dan

pelatihan penulisan tersebut.

2) Wakaf Perkebunan Cokelat dan kelapa, saat ini TWI menjalankan

program usaha perkebunan di kabupaten Banggai, Sul-Teng, untuk

perkebunan coklat dan kelapa. Hasil dari perkebunan coklat dan

kelapa ini digunakan untuk mendanai satu-satunya SMU yang ada

(63)

c. Progaram Produktif

Yaitu program wakaf dalam bentuk sarana niaga seperti properti,

perkebunan, perdagangan, pertanian, peternakan dan lain-lain, surflusnya

dialirkan untuk kaum dhuafa. Diantara progaram produktif yaitu:

1) Wakaf Sarana Niaga, dengan wakaf tunai atau non tunai TWI akan

membangun atau mengadakan berbagai sarana niaga, seperti

pertokoan, permesinan, kendaraan dan sebagainya untuk

disewakan pada pihak ketiga. Hasil penyewaan sarana niaga ini

akan dijariahkan untuk beragam kegiatan sosial sesuai dengan

permintaan wakaifnya.

2) Wakaf Pertanian, TWI juga menjalankan program pertanian

bermitra, antara lain, dengan Lembaga Pertanian Sehat(LPS),

jejaring dompet dhuafa lain yang bergiat dalam pertaniian

sehat.LPS juga menyiapkan sarana produksi pertanian dari bahan

organik.

3) Wakaf Peternakan, TWI menginvestasikan dana wakaf untuk

peternakan bekerja sama dengan jejaring Dompet Dhuafa lain,

yakni kampung ternak. Lembaga ini telah sukses memperdayakan

peternakan dan memiliki mitra diberbagai kota di Indonesia.

(64)

serta melakukan serangkaian riset, Diklat dan pendampingan sektor

peternakan.

4) Wakaf Perkebunan Karet, TWI juga menjalankan program pohon

karet di Lahat, Sum-Sel. Disamping untuk mensejahterakan kaum

papa, juga menjaga bumi tetap lestari.

6. Program Wakaf Produktif a. Foodcourt Zamrud

Adalah sebuah area pusat jajanan yang berlokasi dipintu masuk

perumahan Zamrud bekasi timur. Foodcourt Zamrud terdiri atas tujuh

kios, dengan luas masing-masing 3x3,5m persegi. Dengan program ini,

TWI ingin membuka ruang usaha bagi pedagang kecil, sekaligus

mendayagunakan harta wakaf. Jadi, ada dua manfaat yang di dapat dari

program ini. Pertama, para pedagang kecil memperoleh ruang usaha yang

setrategis dan baik. Kedua, harta wakaf yang diamanahkan oleh para wakif

kepada TWI akan mendatangkan surflus. Inilah yang nantinya disalurkan

untuk mereka yang membutuhkan. Dengan demikian asset wakaf ini akan

(65)

Keterangan

Foodcourt Zamrut yang berlokasi, RT.000 RW 00. Cimuning – Mustika Jaya. Kota bekasi. Luas tanah: 252 meter persegi. Nilai aset tanah

Rp.154.728.000

Biaya

Pembangunan

Pendapatan/tahun Pengeluaran/tahun Surflus/tahun

Rp.

202.000.000

Rp. 39.600.000 Rp.13.920.000 Rp.25.680.000

b. Countrywood Waqf Junction (CWJ)

Merupakan kawasan ekonomi terpadu yang akan didirikan diatas

tanah wakaf dari Ibu Eni Nuraini. CWJ terdiri dari area komersialdan area

sosial. Area komersial berupa perkantoran, foodcourt, serta lahan parkit.

Sedangkan area sosial berupa mushola, playgrond, serta lahan terbuka

untuk berjualan para pedagang kaki lima. Keuntungan dari kegiatan

produktif di JWC ini, otomatis akan menjadi sedekah jariah yang akan

disalurkan sesuai amanat para waqif untuk program pendidikan,

kesehatan, dan program pemberdayaan dhuafa lainya.

(66)

Countrywood Waqf Junction (CWJ) yang berlokasi, Jl. Menjangan Raya,

RT. 001/03 Pondok Ranji – Ciputat Timur, Kab. Tangerang. Luas tanah: 845 meter persegi. Nilai aset tanah: Rp. 453.765.000

Biaya

Pembangunan

Pendapatan/tahun Pengeluaran/tahun Surflus/tahun

Rp.

1.850.000.000

Rp. 122.000.000 Rp.24.400.000 Rp.97.600.000

c. Rumah Cahaya

Rumah Cahaya ( Rumah Baca dan Menghasilkan Karya) yang

bertempat di Jl. Keadilan, Depok, di atas tanah wakaf dari Bapak Agus

Murdianto. Awalnya Rumah Cahaya adalah perpustakaan yang membuka

program pelatihan menulis untuk masyarakat. Oleh TWI, Rumah Cahaya

ini dipugar menjadi dua lantai yang dikombinasikan dengan aset properti.

Lantai pertama dipugar menjadi 3 buah toko yang akan

disewakan. Sedangkan lantai kedua diperuntukan untuk menjadi

perpustakaan dan pelatihan menulis. Hasil sewa dari lantai pertama atau

yang disebut dengan surflus wakaf inilah yang akan menjadi sumber

pembiayaan program sosial Rumah Cahaya, serta program-program sosial

(67)

Keterangan

Rumah Cahaya yang berlokasi di Jl. Keadilan, Kecamatan Sukamajaya-

Depok. Nilai aset tanah: Rp. 495.000.000

Biaya

Pembangunan

Pendapatan/tahun Pengeluaran/tahun Surflus/tahun

Rp.

850.000.000

Rp. 35.000.000 Rp.13.000.000 Rp.22.000.000

7. Bentuk-bentuk Pengelolaan Wakaf Uang Dalam Investasi a. Bentuk Investasi Wakaf Uang 36

Pada dasarnya pengelolaan wakaf uang dapat dilakukan oleh

lembaga nazhir wakaf yang bergerak disektor sosial, pendidikan,

kemasyarakatan, dan keagamaan Islam. Lembaga pengelola wakaf uang

menyalurkan kepada sektor ril atau badan usaha lainnya secara

mudhârabah. Kemudian, hasilnya diberikan kepada mauquf „alaih sesuai

dengan tujuan wakaf. Hasil dari pengembangan itu dipergunakan untuk

keperluan sosial, seperti untuk meningkatkan pendidikan Islam,

36

(68)

pengembangan rumah sakit Islam, bantuan pemberdayaan ekonomi umat

dan bantuan atas pengembangan sarana dan prasarana ibadah.

Wakaf akan lebih produktif jika pengelolaan ditingkatkan melalui

investasi ijârah, mudhârabah, Musyârakah, dan lain sebagainya. Dengan

demikian, pengembangan wakaf akan lebih bermakna bagi umat. Investasi

harta wakaf dalam tatanan Islam merupakan sesuatu yang sangat unik

yang berbeda dengan investasi di sektor pemerintah (public sector)

maupun sektor swasta (private sector). Begitu uniknya, sektor wakaf ini

bahkan kadang-kadang disebut sebagai „sektor ketiga‟ (third sector) yang berbeda dengan sektor pemeritah dan sektor swasta.

Keunikan itu, tampak bahwa pengembangan harta melalui wakaf

tidak didasarkan pada target pencapaian keuntungan bagi pemodal saja,

baik pemerintah maupun swasta, tetapi lebih didasarkan pada unsur

kebaikan dan kerja sama. Berdasarkan hal ini, ada beberapa model yang

dapat diterapkan dalam menginvestasikan dana wakaf uang untuk sektor

ril yaitu investasi mudhârabah , Musyârakah, muzara‟ah, Murâbahah dan

ijârah. Berikut ini akan diuraikan bentuk-bentuk investasi yang dapat

Gambar

GAMBARAN UMUM
GAMBARAN UMUM . View in document p.43
Gambar: 3.1 PRESIDEN DIREKTUR
Gambar 3 1 PRESIDEN DIREKTUR . View in document p.45
Tabel 4.1 LAPORAN PEROLEHAN SURFLUS KEUANGAN TWI S/D
Tabel 4 1 LAPORAN PEROLEHAN SURFLUS KEUANGAN TWI S D . View in document p.83
Tabel 4.2 LAPORAN KEUANGAN
Tabel 4 2 LAPORAN KEUANGAN . View in document p.84

Referensi

Memperbarui...

Download now (98 pages)
Related subjects : Wakaf Uang