Implementasi komunikasi instruksional dalam pembelajaran bahasa inggris pada TK Al-Fath cirendeu

Gratis

3
17
120
2 years ago
Preview
Full text

IMPLEMENTASI KOMUNIKASI INSTRUKSIONAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA TK AL-FATH

  Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui komunikasi instruksional yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris, lalu metode yang digunakanguru dalam pembelajaran bahasa Inggris, selain itu juga ingin mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat dalam pembelajaran bahasa Inggris. Adapun faktor yang mendukung dalam pembelajaran bahasa Inggris yaitu kerjasama guru dengan guru asisten, guru yangprofesional, dan juga tersedianya media yang dapat mendukung dalam proses belajar bahasa Inggris.

JURUSAN KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

  Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui komunikasi instruksional yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Inggris, lalu metode yang digunakanguru dalam pembelajaran bahasa Inggris, selain itu juga ingin mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat dalam pembelajaran bahasa Inggris. Adapun faktor yang mendukung dalam pembelajaran bahasa Inggris yaitu kerjasama guru dengan guru asisten, guru yangprofesional, dan juga tersedianya media yang dapat mendukung dalam proses belajar bahasa Inggris.

KATA PENGANTAR

  Tak ada kata yang pantas penulis panjatkan kecuali rasa syukur kepadaAllah SWT atas semua nikmat, maghfiroh serta inayah-Nya yang selalu dikaruniakan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul“Implementasi Komunikasi Instruksional Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Pada TK Al-Fath, Cirendeu ”. Masukan dan arahannya membuat penulis terus memperbaiki dan memberikan yang terbaik untukpenulis khususnya dan untuk jurusan umumnya 5.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Manusia sejak lahir sudah berkomunikasi dengan lingkungannya, gerak dan tangis yang pertama pada saat ia dilahirkan adalah suatu tanda komunikasi. Komunikasi merupakan aktivitas dasar pada manusia, dengan berkomunikasi

  Dengan komunikasi manusia bisa saling mengenal dan dapat mempererat tali silaturrahmi antara satu dengan yang lainnya, baik antaraindividu, kelompok, kota, suku dan negara. Allah berfirman di dalam al-Qur ’an yang artinya:“ Hai manusia sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu.

1 Hujarat:3)

  Proses belajar mengajar merupakan suatu komunikasi tatap muka dengan kelompok yang relatif kecil, meskipun komunikasi antar guru dan murid dalamkelas termasuk komunikasi kelompok, sang guru bisa mengubahnya menjadi komunikasi interpersonal dengan menggunakan metode komunikasi dua arah. Keberhasilan para pengajar atau guru-guru TK Al-Fath tidakterlepas dari peran komunikasi dan metode yang dirancang dan direncanakan dalam penerapan dan proses pengajaran berbahasa Inggris.

B. Fokus dan Perumusan Masalah

  Bagaimana implementasi komunikasi instruksional yang digunaka guru dan murid dalam pembelajaran bahasa Inggris di TK Al-Fath Cirendeu. Bagaimana metode komunikasi instruksional yang digunakan guru dengan murid dalam pembelajaran bahasa Inggris di TK Al-Fath Cirendeuc.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

  Penelitian ini bertujuan untuk: a. Untuk mengetahui implementasi komunikasi instruksional yang digunakan guru dan murid dalam pembelajaran bahasa Inggris di TKAl-Fath Cirendeu b.

2. Manfaat Penelitian

  Secara AkademisDalam penulisan skripsi ini diharapkan dapat berguna secara akademis yaitu dapat menambah wawasan keilmuan Islam, khususnya tentangkomunikasi intrusional di sekolah TK Al-Fath Cirendeu b. Secara Praktis penelitian ini diharapkan supaya komunikasi instruksional dalampengajaran bahasa Inggris dapat diterapkan di sekolah TK lainnya dan dapat meningkatkan wawasan pikiran dalam melaksanakan komunikasidan penyiaran Islam.

D. Metodologi Penelitian

  Jenis dan Sumber Data Pembahasan mengenai hal ini akan menggunakan penelitian studi kasus dengan mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pembahasan Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden berupa hasil temuan dari observaasi serta wawancara dengan pihakinstansi yang bersangkutan. Sumber sekunder, yaitu peneliti menggunakan buku-buku atau arsip- arsip dan dokumen yang berhubungan dengan masalah penelitiantentang implementasi komunikasi instruksional dalam pembelajaran bahasa Inggris pada TK Al-Fath Cirendeu.

5. Teknik Pengumpulan Data

  Dengan observasi ini penulis mengamatilangsung terhadap fenomena-fenomena tentang komunikasi instruksional yang dilakukan TK Al-Fath Cirendeu dalampembelajaran bahasa Inggris, sehingga penulis mendapatkan data-data yang diperlukan. Study dokumenUntuk mendapatkan data-data yang lebih lengkap, penulis juga menggunakan dokumen-dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pihakpengelola TK Al-Fath yang berkaitan dengan penelitian, baik melalui media maupun non media, yakni berupa, jadwal pelajaran, arsip-arsipdan majalah buletin yang telah dibuat oleh TK Al-Fath, dan penulis juga merekam hasil wawancara..

6. Analisis Data

  Data yang terkumpul akan dianalisis dan diinterpretasikan. Adapun metode yang penulis pakai dalam menganalisis data adalah menggunakandeskriptif analisis, maksudnya adalah cara melaporkan data dengan menerangkan dan memberi gambaran mengenai data yang terkumpul secaraapa adanya dan kemudian data tersebut disimpulkan.

E. Tinjauan Pustaka

  Skripsi yang ditulis oleh Rahmi Isnaini yang berjudul “Komunikasi Skripsi ini meneliti tentang komunikasi instruksional yang dipakai oleh guru dalam proses belajar mengajar ketika mengajar murid autis denganmengetahui faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan adanya beberapa skripsi yang menulis judul tentang komunikasi instruksional, pada penulisan skripsi kali ini berbeda dengan skripsi yangsudah ada, pada skripsi yang akan ditulis dibatasi pada komunikasi instruksional dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris, sedangkan objekyang diteliti adalah aktivitas komunikasi itu sendiri yang dilakukan oleh guru bahasa Inggris di TK Al-Fath Cirendeu.

F. Sistematika Penulisan

BAB I Pendahuluan Yang memuat: Latar belakang masalah, fokus dan perumusan

  Dimana masing-masing bab dibagi ke dalam sub-sub dengan penulisan sebagai berikut: masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, BAB II Tinjauan Teoritis Yang memuat: Implementasi, komunikasi yang meliputi: pengertian komunikasi, pengertian komunikasi instruksional, unsur-unsur komunikasi, bentuk-bentuk komunikasi, jenis-jenis komunikasi,metode komunikasi instruksional, hambatan komunikasi instruksional. BAB IV Analisis Hasil Penelitian Yang meliputi: Implementasi komunikasi instruksional dalam pembelajaran bahasa Inggris pada TK Al-Fath Cirendeu, metode pembelajaran bahasa Inggris pada TK Al-Fath Cirendeu, faktorpenunjang dan penghambat dalam pembelajaran bahasa Inggris pada TK Al-Fath Cirendeu..

BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Implementasi Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau

  Sedangkan menurut Brown dan Wildavsky (1983) mengemukakanbahwa implementasi adalah perluasan aktivitas yang saling menyesuaikan. Ungkapan mekanismemengandung arti bahwa implementasi bukan sekedar aktifitas tetapi juga kegiatan 1 yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh.

B. Komunikasi

1. Pengertian Komunikasi

  Pengertian komunikasi yang dipaparkan di atas sifatnya dasariah dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaanmakna antara dua pihak yang dikatakan minimal. Kegiatan komunikasi tidak hanya informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tapi juga persuasif,yaitu agar orang lain mau menerima suatu paham atau keyakinan, melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dan lain-lain.

2. Pengertian Komunikasi Instruksional Komunikasi instruksional berarti komunikasi yang bersifat perintah

  Pada komunikasi instruksional ini yang menjadikomunikator adalah guru mata pelajaran yang mampu mengajar dalam menggambarkan, menerangkan dan memberikan sebuah metode dalammenyampaikan materi kepada siswa, sehingga proses pendidikan yang disampaikan oleh guru dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengankurikulum yang telah ditetapkan oleh suatu lembaga pendidikan. 72 Uraian di atas menunjukkan bahwa komunikasi intruksioanal adalah pembelajaran yang pada prinsipnya merupakan proses belajar yang terjadiakibat tindakan pengajar dalam melakukan fungsinya, yaitu fungsi yang memandang pihak belajar sebagai subjek yang sedang berproses menuju cita-citanya mencapai sesuatu yang bermanfaat kelak.

3. Unsur-Unsur Komunikasi a

  Komunikator dapat berupa individu yang sedang berbicara, menulis, kelompok orang, organisasi komunikasi seperti surat kabar, radio, televisi, film dan lain sebagainya. Dalam komunikatormenyampaikan pesan kadang-kadang komunikator dapat menjadi 14 komunikan sebaliknya komunikan menjadi komunikator.

14 H.A.W Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: Bumi Aksara, 2002) h

  Media yang dimaksud disini adalah dapat mengandung pengertian: bentuk pesan yangdisampaikan (verbal atau non verbal), media penerima pesan yaitu kelima indera manusia dan cara penyajian pesan secara langsung atau melaluimedia cetak (surat kabar, majalah) atau juga media elektronik ( TV, radio, 17 OHP, sound system multimedia, LCD dan lainnya). Media komunikasi dapat dikatagorikan dalam dua bagian: 1)Media umum, ialah media yang dapat digunakan oleh segala bentuk komunikasi, contohnya adalah TV, radio, OHP, dan lain-lain 2)Media massa adalah media yang digunakan untuk komunikasi massa.

4. Bentuk-Bentuk Komunikasi a. Komunikasi Antarpribadi

  Corak komunikasinya juga bersifat pribadi, dalam arti pesan atau informasi yang disampaikan hanya ditujukan untukkepentingan pribadi para pelaku komunikasi yang terlibat. Pesan atau informasi yang dikomunikasikan jugamenyangkut semua kepentingan seluruh anggota kelompok, bukan bersifat pribadi misalnya: ngobrol-ngobrol dalam keluarga antar bapak, ibu dananak-anaknya, diskusi dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan 26 seorang guru dengan murid-muridnya di dalam kelas.

5. Jenis-Jenis Komunikiasi a. Komunikasi Verbal

  Bahasa lisan dan tulisan adalah lambangyang paling banyak digunakan dalam komunikasi seperti komunikasi yang terjadi antara guru dan murid. Sebabnya ialah karena bahasa selain dapatmewakili kenyataan yang konkrit dan obyektif dalam dunia sekeliling kita,27 juga dapat mewakili hal yang abstrak sekalipun.

b. Komunikasi Non Verbal

  Komunikasi non verbal adalah jenis komunikasi yang menggunakan symbol, lambang, gerakan-gerakan, sikap, ekspresi wajahdan isyarat yang tidak menggunakan bahasa lisan dan tulisan. Pelaksanaan komunikasi non verbal inipun tidak kalah pentingnya, namun dalamkenyataannya jika seseorang belum mengetahui lambang-lambang yang ada, maka akan salah arti, dan akibatnya akan fatal.

6. Metode Komunikasi Instruksional

  Adapunmetode komunikasi instruksional yang bisa digunakan oleh guru baik di 31 dalam kelas maupun di luar kelas diantaranya adalah: a. Metode ini dapat dilakukan bila siswa memiliki kemampuan dan latar belakang pengetahuan yang cukup dalam masalah yang dibicarakan.

g. Metode Bermain Peran

  Metode ini sering digunakan untuk memberikan kepada siswa untuk mempraktikkan isi pelajaran yang baru saja dipelajarinya dalamrangka menemukan kemungkinan masalah yang akan dihadapi pada pelaksanaan sesungguhnya nanti. Metode ini memerlukan observasi yang cermat dari guru untuk menunjukkan kekurangan setiap peran yang dilakukan siswa.

7. Hambatan-Hambatan Komunikasi Instruksional a. Hambatan Pada Sumber

  Seorang komunikator adalah seorangpemimpin, manajer, dan organisator, setidaknya pemimpin dalam pengelolaan informasi yang sedang disampaikannya kepada orang lain. Tanpa dikelola dengan baik, sistematis dan terancana, informasi yang dikemukakannya tidak bisa diterima dengan efektif oleh pihak sasaran.

b. Hambatan Pada Saluran

  Tugas komunikator atau dalam hal ini guru,atau instruktur dan sejenisnya, yang paling penting adalah persiapannya dalam menentukan atau memilih media yang akan digunakannya. Disamping itu mutu peralatan dan media yang akan digunakan harus baik, yang juga tidak kalah pentingnya ialah pemilihan media tersebut secaratepat dengan memperhatikan kesesuaiannya untuk kegiatan instruksional yang sedang dijalankannya.

c. Hambatan Pada Komunikan Atau Sasaran

  Maksud komunikan disini adalah orang yang menerima pesan atau informasi dari komunikator, misalnya audiens, mahasiswa, pesertapenataran dan sekelompok orang tertentu lainnya yang siap menerima sejumlah informasi dari komunikator. Sedangkan yang kedua banyak berhubungan dengan masalah kejiwaan seperti kemampuan dan kecerdasan, minat dan bakat, motifasidan perhatian, sensasi dan persepsi, ingatan, retensi dan lupa, kemampuan mentransfer dan berfikir kognitif.

d. Hambatan Teknologis dan Literacy

  Hambatan teknologis adalah semua hambatan yang secara sistem terjadi akibat dari unsur human error yang dilatarbelakangi oleh faktor-faktor teknologi. Namun, jika pada saat menggunakannya terjadi hambatan seperti teruraikan di atas, proses instruksional bisaterganggu, dengan demikian secara sistem, kegiatan instruksional tidak 32 berjalan dengan lancar.

32 Pawit M. Yusuf, Komunikasi Instruksional Teori dan Praktik, (Jakarta: BumiAksara, 2010)

cet ke-1 h. 192-210

B. Pembelajaran 1. Pengertian pembelajaran

  Pengertian belajar sendiri sangat bermacam-macam tergantung dari sudut mana pengertian itu ditinjaudan teori mana yang digunakan sebagai acuan, namun secara umum belajar bisa diartikan sebagai suatu upaya yang dimaksudkan untuk menguasai 33 sejumlah pengetahuan. Adapun pengertian pembelajaran menurut Gagne mendefinisikan sebagai seperangkat acaraperistiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya beberapa 35 proses belajar yang sifatnya internal.

2. Tujuan Pembelajaran

  Tujuan dalam pembelajaran merupakan komponen pertama yang harus ditetapkan dalam proses pembelajaran yang berfungsi sebagai indikatorkeberhasilan pengajar. Tujuan pada dasarnya merupakan rumusan tingkah33 laku dan kemampuan yang harus dicapai dan dimiliki murid setelah ia34 Imron Ali, Belajar dan Membelajarkan, ( Jakarta: Pustaka Jaya, 1996), h.

C. Pengertian Bahasa

  Sementara itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan pengertian “bahasa” ke dalam tiga batasan yaitu: (1) sistem lambang bunyiberartikulasi (yang dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat sewenang-wenang(arbriter, pen) dan konvensional yang dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Dua ilmuwan Barat, Bloch dan Trager, mendefinisikan bahasa adalah“sistem simbol-simbol bunyi yang arbriter yang dipergunakan oleh suatu kelompok sosial sebagai alat untuk berkomunikasi (Language is a system of arbitray vocal symbols by means of which a social group cooperates).

38 Asep Ahmad Hidayat, Filsafat Bahasa: Mengungkapkan Hakikat Bahasa, Makna dan

Tanda, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006) h. 22 `BAB III GAMBARAN UMUM TK AL-FATH CIRENDEU

A. Sejarah TK Al-Fath

  Harsoyo tidakhanya sekedar mendirikan lembaga saja, tetapi beliau ingin mengembangkan keinginannya untuk mendirikan sebuah sekolahan formal dan kemudiandidirikanlah sebuah sekolah formal yang dibantu oleh ibu Evita Mayanti dan sekolah tersebut diberi nama Al-Fath yang terdiri dari beberapa tingkatan, 1 yaitu SMP, SD dan TK. Beliau dapat memajukan TK Al-Fath yang dibantu oleh guru-guru professional, dan membuat TK tersebut menjadi TK yangberkonsepkan dwibahasa dan berwawasan islami.

B. Visi dan Misi

  Membentuk lembaga pendidikan Islam yang moderat dan berwawasan internasional. Al-Fath sebagai sekolah yang mampuMenjadikan mengembangkan potensi siswa dalam aspek intelektual, emosionaldan spiritual Membentuk siswa yang up to date seiring dengan perkembangan IPTEK dengan menggunakan active learning sesuai yang ditetapkan oleh sekolahd.

C. Sarana Prasarana 1

  Technology supportTeknologi ini yaitu peralatan soundsystem lengkap LCD projector dan screen, peralatan recording dan audio atau video editing. TK Al-Fath memiliki dua belas kelas yaitu TK A (alligator, allosaurus, ant, antelope), TK B (bee,bear, butterfly, dan beetle), KB (blue, purple, yellow dan red) Mata Pelajaran TK Al-fath 1.

5. Computer 6

  English language ( in math/ fun games, cookery, video time) 8. Physical education Kegiatan ekstra kurikuler TK Al-Fath 1.

D. Program Pembelajaran Bahasa Inggris TK Al-Fath 1. Video time

  Adalah pembelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan media video, yakni guru memutarkan kaset-kaset menarik yang berbahasakan Inggris.dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris video time ini melalui: a. Listening, dalam hal ini murid-murid menyimak dan mendengarkan Reading, setelah mendengarkan materi atau kaset yang telah diputar, selanjutnya murid membaca dan mengucapkan pronouncition secarabenar c.

2. Math

  Adalah pembelajaran bahasa Inggris dengan konsep matematika yakni belajar berhitung dengan berbahasa Inggris, dan guru memperkenalkanangka-angka yang berbentuk jumlah, kurang dan lain lain yang disertai dengan gambar-gambar yang dapat mendukung dalam proses belajarmengajar. Listening adalah murid mendengarkan, menyimak materi yang disampaikan oleh guru dengan memperkenalkan angka dan tulisanyang benar dalam bahasa Inggris b.

INDIKATOR BELAJAR MENGAJAR

  Mengelompokkan kata-kata yang sejenis Memahami hubungan antara bahasa lisan dan tulisanMenghubungkan dan menyebutkan tulisan sederhana dengan symbol yangmelambangkannya. Menambahkan atau mengurangi dan menyebutkan hasilnya dengan menggunakangambar atau benda yang disediakan.

INDIKATOR MENGAJAR

  Mengerjakan “maze” (mencari jejak) yang lebih kompleks Memahami konsep waktu Mengetahui jumlah hari Pengembangan Pembiasaan Bidang Fisik Atau Motorik KOMPETENSI BELAJAR MENGAJAR INDIKATOR Menggerakan jari tangan untuk kelenturan dan kekuatan otot dankoordinasi 1. Memegang pensil dengan benar dapat menggerakkan badan dan kakidalam rangka keseimbangan, kekuatan, koordinasi dan melatih keseimbangan 1.

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Implementasi Komunikasi Instruksional Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Pada TK Al-Fath Cirendeu Proses pembelajaran merupakan inti dari pendidikan secara keseluruhan

  Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan yaitubahasa Inggris dari komunikator yang kemudian disampaikan melalui berbagai saluran atau media dan kemudian barulah sampai kepada komunikanatau penerima. Sebelum guru memasuki kelas dan memberikan materi kepada murid, guru (komunikator) melakukan persiapan-persiapan, diantaranya adalah: Sebelum memasuki implementasi komunikasi instruksional, maka penulis memaparkan proses pembelajaran bahasa Inggris di TK Al-FathCirendeu terlebih dahulu.

TAHAP NO KOMUNIKATOR KOMUNIKAN BELAJAR

  Dalam pembelajaran English Math beliau mengawali dengan memberi sapaan terlebih dahulu kepada komunikan (murid) yaitu dengan mengucapkan Sebelum memasuki materi, guru bertanya kepada murid terlebih dahulu apakah murid bisa menyebutkan urutan angka secara benar atau tidak. Saat murid tersebut salah menuliskannya, maka guru bertanya kepadamurid yang lain tentang bagaimana penulisan yang benar.

NO KOMUNIKASIINSTRUKSIONAL KOMUNIKAN KOMUNIKATOR

  Kali ini guru memberikan materi tentang Javery does not live here, dan guru mengawali pelajaran dengan memberi sapaan kepada komunikan (murid) dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar. Ketika mereka tidak tahu artinya, maka guru menjelaskan dengan memberikan contoh kalimat-kalimat sederhana dan disertai dengan gerakan tubuh.

NO KOMUNIKASIINSTRUKSIONAL KOMUNIKATOR KOMUNIKAN

  Pelaksanaan komunikasi instruksional dalam pembelajaran bahasaInggris di atas, komunikator (guru) memulai dengan memberi sapaan kepada komunikan (murid) yaitu dengan mengucapkan salam dan menanyakan kabar. Setelah menyapa murid, guru mulai menyampaikan materi dengan memperkenalkan bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan untuk memasakdiantaranya adalah straubery, milk, spoon, blander, knife dan glass.

KOMUNIKASI NO KOMUNIKATOR KOMUNIKAN

  Seperti yang terlihat di atas bahwa dalam hal ini Ms. Ketika murid-murid sudah selesai mengerjakan tugas yang diberikan guru, maka guru memberikan stempel kepada muridyang sudah mengerjakan tugas dengan benar.

1. Komunikasi Verbal Dan Komunikasi Non Verbal

a. Komunikasi Verbal. Komunikasi verbal yaitu komunikasi yang

  Ketika guru memberikan intruksi dan menjelaskan tugas kepada murid, terlihat bahwakomunikasi yang digunakan guru adalah komunikasi verbal, artinya guru mengintruksikan dan menjelaskan dengan kata-kata atau bahasalisan sehingga murid mengerti apa yang disampaikan dan diintruksikan oleh guru yaitu murid kembali ke meja masing-masingdan mengerjakan tugas sesuai yang diperintahkan oleh guru. Berdasarkan analisa penulis bahwa komunikasi verbal atau komunikasi yang menggunakan bahasa lisan atau tulisan selaludigunakan oleh guru bidang bahasa Inggris dalam setiap pembelajaran bahasa Inggris.

b. Komunikasi Non Verbal. Komunikasi non verbal adalah komunikasi

  Seperti data yang didapat dari hasil penelitian bahwa komunikasi non verbal yang digunakan guru terhadap murid dalampembelajaran bahasa Inggris fun gime, guru memperkenalkan kosa kata (happy and sad) dengan menggunakan kata-kata dan simbol-simbol atau mempraktekkan dengan ekspresi wajah. Hal di atas sesuai dengan hasil wawancarasebagai berikut:“ Dalam pembelajaran di sini ya harus memakai semua ya,,, ya jadi guru menjelaskan materi dengan bahasa bahasa, ya yang mungkindisebut lisan lah ya dan selain itu juga harus imbang antara verbal dan non verbal.

2. Komunikasi Antar Pribadi Dan Komunikasi Kelompok

a. Komunikasi Antarpribadi. Komunikasi antarpribadi adalah

  Maka dalam hal ini guru menjelaskankembali yang hanya terjadi pada dua orang, artinya komunikasi yang terjadi pada dua orang yaitu antara guru dan murid yang datangterlambat tersebut. Komunikasi ini sangat membantu murid yang mempunyai kesulitan dalam menerima atau memahamipelajaran, karena guru dapat lebih dekat dan mengetahui kondisi murid tersebut.

b. Komunikasi Kelompok. Komunikasi kelompok adalah komunikasi

  Kegiatan yang penulis temui adalah saat kegiatan proses belajar mengajar pada pelajaran English Math, guru menerangkanmateri dengan menulis di white board dan kemudian guru memerintahkan muridnya untuk mengucapkan angka atau tulisanyang sudah ditulis secara bersama-sama. Dalam pembelajaran bahasa Inggris di TK Al-Fath memang tidak lepas dari komunikasi kelompok yakni komunikasi yang terjadiantara guru dan murid.

B. Metode Pembelajaran Bahasa Inggris Di TK Al-Fath Cirendeu

  Medode Ceramah Metode ceramah adalah metode yang digunakan guru ketika menjelaskan atau menerangkan materi yakni guru berbicara dan muridmendengarkan. Karena metode ini hanya satu arah dan merupakan metode yang pasif yakni murid hanya diam dan mendengarkan sehingga muridpun merasa sangat jenuhdan bosan.

3. Tanya Jawab

  Metode tanya jawab adalah metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tanya jawab, baik antara guru dengan murid, muriddengan guru, dan juga murid-dengan murid. Murid Bertanya Kepada Guru Data yang didapat saat guru menjelaskan dengan menggunakan media tas-tasan ada salah satu murid yang bertanya kepada guru“ Are you doing by your self ?”.

c. Murid Bertanya Kepada Murid

  Ketika murid menyebutkan satu kata, maka teman-temannya yang lain harusmenyebutkan opposition dari yang telah disebut teman yang maju ke depan. Metode ini digunakan ketika murid yang tidakmengerti, dan ketika guru menyanyakan pemahaman mereka setelah menerima materi yang diajarkan oleh guru.

4. Metode Bernyanyi

  Metode bernyanyi adalah pembelajaran dengan bernyanyi yang biasanya digunakan sebelum dimulainya pembelajaran atau materi gunamenyemangatkan murid. Metode ini merupakan metode yang mengasyikkan dan menyenangkan.

5. Metode Bermain

  Ketika gurumendemonstrasikan cara memasak, maka guru juga melibatkan murid untuk melakukan kegiatan memasak tersebut, yaitu cara mengiris straubery yangbenar, cara memasukkan bahan makanan ke dalam blander dan sebagainya Metode demonstrasi ini adalah metode yang digunakan guru terhadap murid dengan mengajak murid untuk melakukan kegiatan seperti telah guruajarkan atau lakukan. Falah yang saya tahu menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan latihan dengan worksheet” 8 “ ya metodenya ya itu tadi ceramah, diskusi dan lain-lain ya,,,dan kadang- kadang kita diskusi dulu dan setelah itu baru menjelaskan materi dan setelahitu kita latihan.

1. Faktor Penunjang

  Selain guru tersebut menguasai materi, guru juga mengerti apa yang harus dipersiapkan dan bagaimanaharus menjelaskan agar murid mengerti dan paham dengan apa yang dijelaskan. Dalam hal ini TK Al-Fath Cirendeu biasanya menggunakan media kertas, gambar, keyboard, LCD, DVD, dan sound dan alat-alat lainnya yangmembentu dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris tersebut.seperti hasil wawancara sebagai berikut: “Ya kalau di sini factor pendukungnya biasanya medianya ya soalnya selama ini yang saya lihat yang mendukung dalam pembelajaran 11 bahasa Inggris itu ya media”.

2. Faktor Penghambat

  Berdasarkan hasil wawancara bahwa faktor yang menghambat dalam pembelajaran bahasa Inggris adalahmurid yang terlambat di tengah-tengah guru sedang menjelaskan, dan11 mood murid yang tidak semangat. Dalam hal ini mood atau suasana jiwa atau hati murid sangat mempengaruhi dalam proses belajar mengajar bahasa Inggris, karenajika suasana hati atau jiwa murid tidak semangat, maka materi atau pesan yang diberikan guru tidak akan diterima oleh murid tersebut.

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan sebagai berikut

  Proses pelaksanaan komunikasi dalam pendidikan merupakan hal yang sangat penting, karena dengan adanya komunikasi materi atau pesan yang diajarkanakan tersampaikan kepada sasaran atau komunikan. Faktor yang mendukung dalam pembelajaran bahasa Inggris di TK Al-Fath adalah kerjasama guru bidang dengan guru asisten, adanya guru yangprofesional, dan juga tersedianya media yang dapat mendukung dalam proses belajar bahasa Inggris.

B. Saran-Saran

  Dengan terlaksananya pembahasan skripsi yang berjudul implementasi komunikasi instruksional dalam pembelajaran bahasa Inggris di TK Al-FathCirendeu, maka penulis akan memberikan beberapa saran demi tetap terlaksananya komunikasi instruksional, antara lain. Komunikasi instruksional yang dilakukan di dalam kelas memang sudah cukup efektif, akan tetapi komunikasi instruksional yang dilakukan di dalamkelas saja dikhawatirkan anak atau murid menjadi jenuh dan menganggap bahwa belajar adalah hal yang sangat membosankan dan menjenuhkan.

2. Hendaknya orang tua murid lebih memperhatikan perkembangan bahasa

  Hendaknya guru lebih dekat lagi dengan murid-murid, agar pelajaran yang disampaikan lebih disenangi. Sebaiknya guru melatih berbahasa Inggris tidak hanya di dalam kelas saja, tetapi juga mengajak berkomunikasi dengan bahasa Inggris di dalam maupundi luar kelas agar murid terbiasa mengucapkan bahasa Inggris.

DAFTAR PUSTAKA

  Jadikita tidak seperti sekolahan yang lain yang memakai SKS dan siswa belajarnya T : Bagaimana pendekatan ibu dalam proses belajar mengajar agar murid paham danmengerti J : Jadi apa namanya, jadi ya,,,kadang-kadang kita ada pendekatan psikologis lah ya kaya ketika waktu mengerjakan tugas dan kan enggak semua paham,,,jadi disinibermacam-macam tipe ada yang paham dengan visual dan ada juga yang audit, jadi ketika ada yang enggak paham dengan fisual kita melakukan pendekatanpsikologis. Jadi memang mendorong anak untuk aktif di kelas untuk berbicara, bertanya dan menjawab T : Pendekatan apa yang di lakukan guru bidang bahasa Inggris dalam pembelajaran bahasa InggrisJ : Kalo yang anak-anak midel itu kan pahamnya masih menengah ya,,,jadi e,,,untuk pendekatan ke anak itu ya guru menggunakan pendekatan personal yamereka dan mereka di jelaskan secara personal dan pelan-pelan.

Dokumen baru