Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database SCIMAGO Journal and Country Rank.

Gratis

12
110
91
2 years ago
Preview
Full text

ANALISIS BIBLIOMETRIKA TERHADAP JURNAL ILMIAH TERBITAN INDONESIA PADA DATABASE SCIMAGO JOURNALS AND COUNTRY RANK SKRIPSI Skripsi Merupakan Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pada Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Sumatera Utara Medan Oleh : FITRIANTI POHAN 100709085 DEPARTEMEN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2014 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PERSETUJUAN Judul Skripsi : Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database SCIMAGO Journal and Country Rank. Oleh : Fitrianti Pohan NIM : 100709085 Pembimbing I : Ishak, SS, M.Hum NIP. 19670424 200112 1 001 Tanda Tangan : Tanggal : Pembimbing II : Tanda Tangan : Tanggal : Abdul Hafiz Harahap, S.Sos., M.I.Kom NIP. 19750910 200604 1 001 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN Judul Skripsi : Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database SCIMAGO Journal and Country Rank. Oleh : Fitrianti Pohan NIM : 100709085 DEPARTEMEN ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI Ketua : Tanda Tangan : Tanggal : Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd NIP. 19511119 198601 2 001 FAKULTAS ILMU BUDAYA Dekan : Tanda Tangan : Tanggal : Dr. Syahron Lubis, M.A NIP. 19511013 197603 1 001 Universitas Sumatera Utara PERNYATAAN ORISINALITAS Karya ini adalah karya orisinil dan belum pernah disajika sebagai tulisan untuk memperoleh suatu kualifikasi tertentu atau dimuat pada media publikasi lain. Penulis membedakan dengan jelas antara pendapat atau gagasan penulis dengan pendapat atau gagasan yang bukan dari penulis dengan mencantumkan tanda kutip pada karya ini. Medan, April 2014 Fitrianti Pohan NIM: 100709085 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pohan, Fitrianti. 2014. Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database Scimago Journals And Country Rank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kekuatan pasangan bibliografi, kekuatan ko-sitasi dan tingkat kolaborasi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank. Manfaat penelitian ini ditujukan kepada berbagai pihak, yaitu penulis, hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai pasangan bibliografi, kositasi dan kolaborasi, ilmu perpustakaan dan informasi, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan atau tambahan literatur terutama dalam bidang bibliometrika khususnya pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi, dan pembaca, hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang bibliometrika khususnya pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh artikel yang terdapat pada International Journals on Electrical Engineering and Informatic dan ITB Journals of Engineering Science tahun 20112012 yang berjumlah 123 artikel dengan referensinya 2032. Sehingga yang menjadi pasangan bibliografi adalah artikel yang terbit tahun 2011 dan ko-sitasi adalah artikel yang terbit tahun 2012, serta kolaborasi pengarang adalah pengarang artikel yang terbit tahun 2011-2012. Berdasarkan rekapitulasi pada International Journals on Electrical Engineering and Informatic terdapat 20 pasang artikel atau sekitar 3,4% kekuatan pasangan bibliografi, sedangkan kekuatan ko-sitasinya tidak ada terdapat satu pasang artikel pun yang memiliki kekuatan ko-sitasi, serta tingkat kolaborasinya adalah 0,78 atau 78%. Pada ITB Journals of Engineering Science terdapat 2 pasang artikel atau 0,8% yang memiliki pasang bibliografi, dan kekuatan kositasinya tidak terdapat satu pasang artikel pun yang memiliki kekuatan ko-sitasi, serta tingkat kolaborasinya adalah 0,8 atau 80%. Kata kunci: bibliometrika, pasangan bibliografi, ko-sitasi, kolaborasi, Scimago Journals And Country Rank. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Alhamdulillah segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan Ridhonya penulis dapat meneyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul: “Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database Scimago Journals And Country Rank”, yang merupakan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana dalam bidang studi ilmu perpustakaan dan informasi pada Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Imu Budaya Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih secara khusus untuk Ibunda Almh. Rohani Siregar dan Ayahanda Darwin Pohan tercinta yang selalu mendoakan, mendidik dan memberi nasehat kepada penulis. Terima kasih buat semuanya apa yang telah kalian korbankan buat penulis. Penulis dapat menyelesaikan skripsi ini berkat bimbingan serta bantuan dari berbagai pihak baik bersifat moril maupun materil. Oleh karena itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Syahron Lubis, MA, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Dr. Irawaty A Kahar, M.Pd, selaku Ketua Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi S1 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Ishak, S.s, M.Hum, selaku pembimbing I penulis yang telah meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan dan perbaikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 4. Bapak Abdul Hafiz Harahap, S.Sos., M.I.Kom, selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan perbaikan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 5. Para staf pengajar dan staf administrasi pada Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi yang telah memberikan bantuan kepada penulis selama masa perkuliahan hingga menyelesaikan skripsi ini. 6. Kepada keluarga tercinta baik abang Syahri Pohan, kakak Ria Aswita Pohan dan Tati Erlina Pohan, dan adik Juan Mahya Pohan yang selalu Universitas Sumatera Utara mengiringi kehidupan penulis baik suka maupun duka dengan limpahan kasih sayang, cinta dan doa mereka. 7. Kepada para sahabat penulis Lely Suryani, Fauziah Noor, Husna Athiyah,yayang Humairoh, Erni Fauziah, Desi Fitriani dan lain-lain terima kasih doa dan dukungan yang telah kalian berikan berikan. 8. Teman-teman keluarga besar BTM Al-Iqbal dan UKMI AD-DAKWAH terimakasih atas doa dan dukungannya. Serta buat teman-teman seperjuangan angkatan 2010, terus semangat ya. Penulis berharap semua yang telah mereka berikan berupa bimbingan, semangat, doa, dan bantuan dalam menyelesaikan skripsi ini mendapatkan balasan dari Allah SWT. Akhir kata semoga penelitian ini bermanfaat bagi yang membaca khususnya bagi penulis sendiri. Terima kasih. Medan, April 2014 Fitrianti Pohan Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Abstrak............................................................................................................ Kata Pengantar............................................................................................... Daftar Isi.......................................................................................................... Daftar Tabel.................................................................................................... Daftar Gambar............................................................................................... i ii iv vi vii BAB I PENDAHULUAN 1.1 LatarBelakang.............................................................................................. 1.2 Masalah Penelitian....................................................................................... 1.3 Tujuan Penelitian......................................................................................... 1.4 Manfaat Penelitian....................................................................................... 1.5 Ruang Lingkup............................................................................................ 1 3 4 4 4 BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Jurnal Ilmiah................................................................................................. 2.2 Bibliometrika................................................................................................ 2.2.1 Pengertian Bibliometrika....................................................................... 2.2.2 Tujuan Bibliometrika.............................................................................. 2.2.3 Manfaat Bibliometrika........................................................................... 2.3 Analisis Sitiran.............................................................................................. 2.4 Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi.............................................................. 2.4.1 Pengertian Pasangan Bibliografi ........................................................... 2.4.2 Pengertian Ko-sitasi................................................................................ 2.4.3 Manfaat Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi.......................................... 2.5 Kolaborasi.................................................................................................... 2.5.1 Pengertian Kolaborasi............................................................................ 2.5.2 Manfaat Kolaborasi............................................................................ ... 2.6 Pengumpulan Data Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi ............................. 2.6.1 Prosedur Pengumpulan Data Pasangan Bibliografi............................... 2.6.2 Prosedur Pengumpulan Data kositasi .................................................... 2.6.3 Prosedur Pengumpulan Data kolaborasi................................................ 2.7 Proses Pengukuran Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi.............................. 2.8 Proses Pegukuran Kolaborasi....................................................................... 5 5 5 7 8 8 9 9 11 13 14 14 16 17 17 17 18 18 19 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian............................................................................................ 3.2 Unit Analisis................................................................................................ 3.3 Instrumen Penelitian.................................................................................... 3.4 Teknik Pengumpulan Data.......................................................................... 3.5 Teknik Analisis Data................................................................................... 3.6 Penyajian Data............................................................................................. 21 21 22 22 23 26 Universitas Sumatera Utara BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Penentuan Pasangan Bibliografi.................................................................. 4.2 Penentuan Pasangan Bibliografi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tahun 2011.................................... 4.2.1 Matriks Pasangan Bibliografi Pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tahun 2011.............................. 4.2.2 Penentuan Pasangan Bibliografi pada ITB Journal of Engineering Science...................................................................................................... 4.3 Penentuan Pasangan Ko-sitasi.................................................................. 4.3.1 Penentuan Pasangan Ko-sitasi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tahun 2012........................... 4.3.2 Penentuan Pasangan Ko-sitasi Pada ITB Journal of Engineering Science.................................................................................................. 4.4 Tingkat Kolaborasi Pengarang Per Tahun Pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics................................. 4.4.1 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 2012.................... 4.4.2 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 2012.................... 4.4.3 Rekapitulasi Tingkat Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 2011-2012................................................................................. 4.5 Tingkat Kolaborasi Pengarang Per Tahun Pada ITB Journal of Engineering Science................................................................................. 4.5.1 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2011................. 4.5.2 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2012................. 4.5.3 Rekapitulasi Tingkat Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2011-2012................................................................................. 4.6 Tingkat Produktivitas Pengarang pada IJEEI dan ITB JES Tahun 2011-2012..................................................................................... 4.6.1. Tingkat Produktivitas Pengarang pada IJEE Tahun 2011-2012........................................................................................... 4.6.2 Tingkat Produktivitas Pengarang pada ITB JES Tahun 2011-2012.......................................................................................... 30 30 31 34 37 37 38 39 40 40 41 43 43 44 45 46 46 47 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan................................................................................................. 49 5.2 Saran........................................................................................................... 50 Daftar Pustaka................................................................................................ 51 Lampiran......................................................................................................... 53 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 1........................................................................................................... 22 Tabel 2........................................................................................................... 26 Tabel 3........................................................................................................... 26 Tabel 4........................................................................................................... 26 Tabel 5........................................................................................................... 27 Tabel 6.......................................................................................................... 27 Tabel 7.......................................................................................................... 28 Tabel 8.......................................................................................................... 30 Tabel 9.......................................................................................................... 34 Tabel 10........................................................................................................ 35 Tabel 11........................................................................................................ 36 Tabel 12........................................................................................................ 36 Tabel 13........................................................................................................ 38 Tabel 14........................................................................................................ 38 Tabel 15........................................................................................................ 39 Tabel 16........................................................................................................ 40 Tabel 17........................................................................................................ 41 Tabel 18........................................................................................................ 42 Tabel 19........................................................................................................ 43 Tabel 20........................................................................................................ 44 Tabel 21........................................................................................................ 45 Tabel 22........................................................................................................ 46 Tabel 23........................................................................................................ 47 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1....................................................................................................... Gambar 2........................................................................................................ Gambar 3........................................................................................................ Gambar 4........................................................................................................ Gambar 5........................................................................................................ Gambar 6........................................................................................................ Gambar 7........................................................................................................ 12 28 29 31 31 33 35 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Pohan, Fitrianti. 2014. Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database Scimago Journals And Country Rank. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kekuatan pasangan bibliografi, kekuatan ko-sitasi dan tingkat kolaborasi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank. Manfaat penelitian ini ditujukan kepada berbagai pihak, yaitu penulis, hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai pasangan bibliografi, kositasi dan kolaborasi, ilmu perpustakaan dan informasi, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan atau tambahan literatur terutama dalam bidang bibliometrika khususnya pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi, dan pembaca, hasil penelitian ini dapat menambah wawasan tentang bibliometrika khususnya pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah seluruh artikel yang terdapat pada International Journals on Electrical Engineering and Informatic dan ITB Journals of Engineering Science tahun 20112012 yang berjumlah 123 artikel dengan referensinya 2032. Sehingga yang menjadi pasangan bibliografi adalah artikel yang terbit tahun 2011 dan ko-sitasi adalah artikel yang terbit tahun 2012, serta kolaborasi pengarang adalah pengarang artikel yang terbit tahun 2011-2012. Berdasarkan rekapitulasi pada International Journals on Electrical Engineering and Informatic terdapat 20 pasang artikel atau sekitar 3,4% kekuatan pasangan bibliografi, sedangkan kekuatan ko-sitasinya tidak ada terdapat satu pasang artikel pun yang memiliki kekuatan ko-sitasi, serta tingkat kolaborasinya adalah 0,78 atau 78%. Pada ITB Journals of Engineering Science terdapat 2 pasang artikel atau 0,8% yang memiliki pasang bibliografi, dan kekuatan kositasinya tidak terdapat satu pasang artikel pun yang memiliki kekuatan ko-sitasi, serta tingkat kolaborasinya adalah 0,8 atau 80%. Kata kunci: bibliometrika, pasangan bibliografi, ko-sitasi, kolaborasi, Scimago Journals And Country Rank. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu pengetahuan saat ini semakin berkembang pesat. Perkembangan tersebut mendorong pertumbuhan informasi. Dengan meningkatnya pertumbuhan informasi maka muncullah jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah merupakan media yang paling penting dalam komunikasi ilmiah antar ilmuwan untuk saling berbagi informasi guna memenuhi kebutuhan informasi dalam mendukung kegiatan penelitian. Dengan perkembangan teknologi dan informasi penyajian jurnal ilmiah tidak hanya dalam bentuk tercetak, melainkan bentuk elektronik juga. Jurnal ilmiah yang berbentuk elektronik dapat diakses melalui internet dan pengaksesannya tidak kenal batas waktu dan tempat. Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan adanya lonjakan informasi yang signifikan sehingga pertumbuhan informasi semakin tinggi. Dengan adanya lonjakan informasi mengakibatkan munculnya berbagai database yang menghimpun jurnal-jurnal ilmiah baik di Indonesia maupun dunia. Salah satu database yang menghimpun berbagai jurnal ilmiah di seluruh dunia adalah SCIMAGO Journal and Country Rank. SCIMAGO Journal and Country Rank merupakan sebuah database yang menghimpun jurnal ilmiah serta indikator negara maju dari informasi yang terdapat dalam basisdata Scopus dan berisi 20.544 (dua puluh ribu lima ratus empat puluh empat) judul jurnal ilmiah dari 238 (dua ratus tiga puluh delapan) negara di seluruh dunia. Dan untuk menilai dan menganalisis domain ilmiah dengan menunjukkan visibilitas dari jurnal yang terkandng di Scopus. SCIMAGO Journal and Country Rank dan Scopus adalah database yang saling bekerja sama. Dimana SCIMAGO Journal and Country Rank hanya merangking setiap jurnal ilmiah yang ada di dunia yang terindeks di Scopus dan melihat negara asal dari jurnal ilmiah tersebut. Pada tahun 2012 jurnal ilmiah terbitan Indonesia yang terdapat di SCIMAGO Journal and Country Rank adalah 12 (dua belas) jurnal ilmiah yang terdiri dari beberapa subjek yaitu: Universitas Sumatera Utara 1. Bidang kesehatan : Acta medica Indonesiana, Critical Care and Shock dan Nutrition Bulletin. 2. Bidang sains : ITB Journal of Science, Biotropia, dan Indonesian Journal of Chemistry 3. Bidang teknologi informasi : ITB Journal Information and Communication Technology 4. Bidang bisnis : Gadjah Mada International Journal of Business 5. Bidang teknik : Bulletin of Chemical Reaction Engineering and Catalysis, ASEAN Journal of Chemical Engineering, International Journal on Electrical Engineering and Informatics dan ITB Journal of Engineering Science Dari 5 (lima) bidang subjek di atas, penelitian ini berfokus pada jurnal ilmiah yang memiliki bidang subjek yang sama yaitu bidang teknik dengan judul jurnal International Journal on Electrical Engineering and Informatics dan ITB Journal of Engineering Science. Istilah bibliometrika pertama kali dikemukakan oleh Pritcard tahun 1972. Dia menguraikan bibliometrics sebagai metodologi proses transfer informasi dan tujuannya ialah analisis dan kontrol proses. Dia mengatakan ukuran merupakan tema utama melalui definisi dan tujuan bibliometrika dan benda atau masalah yang kita ukur melalui kajian bibliometrika merupakan variabel proses pada proses transfer informasi. Analisis bibliometrika merupakan kajian yang didasarkan dari hubungan dokumen yang dikutip atau disitir dengan dokumen yang mengutip atau menyitir. Metode tersebut menurut Mustangimah (2002, 1) adalah analisis sitasi yang didasarkan pada perhitungan sitasi langsung (direct citation counting), pasangan bibliografi (bibliographic coupling) dan ko-sitasi (co-citation). Metode pasangan bibliografi dan ko-sitasi merupakan metode biblimetrika yang di dasarkan atas hubungan dokumen yang dikutif atau disitir dengan dokumen yang mengutip atau menyitir. Kolaborasi juga bagian dari bibliometrika yang didasarkan pada kerja sama pengarang dalam penelitian atau terhadap suatu karya. Metode dalam analisis bibliometrika yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi. Universitas Sumatera Utara Kajian pasangan bibliografi dan ko-sitasi digunakan untuk mengukur kedekatan hubungan antara dokumen yang satu dengan dokumen yang lainnya. Jika ada dokumen yang mengutip atau menyitir dan dikutip atau disitir dokumen yang terbit kemudian secara bersama-sama atau banyaknya dokumen yang terpasang secara bibliografi dan ko-sitasi maka semakin tinggi hubungan kedekatan antara pengarang dan subjek dari dokumen tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa subjek keilmuan yang mereka geluti tidak jauh berbeda. Sedangkan kajian kolaborasi digunakan untuk melihat produktivitas kepengarangan atau penulis dalam suatu karya. Suatau karya lebih baik hasilnya jika melakukan kolaborasi dibandingkan individu. Karena kolaborasi antar pengarang mengakibatkan seorang pengarang dapat lebih aktif menulis dan produktif dalam menghasilkan karya ilmiah. Sehingga dengan menggunakan metode pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi dapat memetakan dokumendokumen berdasarkan ukuran kedekatan satu dokumen dengan dokumen lain dan mengetahui tingkat kolaborasi pengarang dalam suatu karya ilmiah. Dari ke tiga metode tersebut bertujuan untuk mengukur seberapa baik kualitas dari suau karya ilmiah. Dari uraian latar belakang tersebut, maka penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Bibliometrika Terhadap Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database SCIMAGO Journal and Country Rank”. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang tersedia dalam bentuk jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank. 1.2 Rumusan Masalah Masalah dalam penelitian ini adalah untuk melihat: 1. Kekuatan pasangan bibliografi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank.. 2. .Kekuatan ko-sitasi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank.. 3. Tingkat Kolaborasi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank. Universitas Sumatera Utara 1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui: 1. Kekuatan pasangan bibliografi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank.. 2. Kekuatan ko-sitasi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank.. 3. Tingkat Kolaborasi terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank. 1.4 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi: 1. Penulis, agar mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan wawasan yang diterapkan melalui tinjauan bibliometrika, yaitu pasangan bibliografi, kositasi dan kolaborasi 2. Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi, agar dapat dijadikan sebagai bahan rujukan atau tambahan literatur dalam pembelajaran baik secara teoritis maupun praktis. 3. Pembaca, agar dapat menambah wawasan tentang kajian bibliometrika khususnya tentang pasangan bibliografi, kositasi dan kolaborasi. 1.5 Ruang Lingkup Penelitian ini adalah kajian bibliometrika, khususnya membahas tentang pasangan bibliografi, kositasi dan kolaborasi. Subjek dari penelitian ini adalah artikel yang terdapat pada International Journal on Electrical Engineering and Informatics dan ITB Journal of Engineering Science. Data diperoleh dengan cara browsing dan akses secara online melalui situs http://ijeei.org/ dan http://journal.itb.ac.id. Universitas Sumatera Utara BAB II KAJIAN TEORITIS 2.1 Jurnal Ilmiah Jurnal ilmiah sejak tahun 1665 sudah dikenal dalam lingkungan akademik. Jurnal ilmiah berisi data dan informasi yang bersifat ilmiah. Pengertian jurnal ilmiah menurut Hakim (2012) adalah “majalah publikasi yang memuat KTI (karya tulis ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala”. Pengertian lain menurut Koswara (2003, 3) bahwa: “Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan. Bila dikaitkan dengan kata ilmiah di belakang kata jurnal dapat terbitan berarti berkala yang berbentuk pamflet yang berisi bahan ilmiah yang sangat diminati orang saat diterbitkan”. Dari pendapat di atas dapat diketahui penulis bahwa jurnal ilmiah merupakan terbitan berseri yang berisi informasi yang bersifat ilmiah dan ditulis dengan menggunakan kaidah penulisan ilmiah serta jika diterbitkan sangat diminati orang. 2.2 Bibliometrika Sejarah Bibliometrika atau dalam bahasa inggris disebut dengan bibliometrics dapat ditelusuri pada awal abad ke 20 dengan terbitnya karya Cole dan Eales tentang bibliografi statistik. Namun seiring dengan perkembangannya, pada tahun 1942, Raisig menggunakan istilah bibliometrik dengan “statisticial bibliography” dalam tulisannya mengenai analisis sitiran, dan istilah ini masih dipakai sampai 1960. Namun pada tahun 1969 Pritchard mengusulkan istilah baru dengan nama biblimetrics (bibliometrika). Universitas Sumatera Utara 2.2.1 Pengertian Bibliometrika Penelitian ini merupakan bidang kajian bibliometrika. Menurut Pritchard dalam Glanzel (1969, 11) “bibliometrika adalah bibliometrics is the application of mathematical and statistical methods to book and other media of communication”. Defenisi Pritchard tersebut dapat diartikan bahwa bibliometrika adalah aplikasi metode statistika dan matematika terhadap buku serta media komunikasi lainnya. The British Standards Institution dalam Sulistyo-Basuki (2002, 2) mendefinisikan “bibliometrika sebagai kajian penggunaan dokumen dan pola publikasi dengan menerapkan metode matematika dan statistika”. Menurut Sulistyo-Basuki (1990, 16) bahwa: “Dalam bibliometrika yang dikaji adalah informasi terekam, khususnya dalam bentuk grafis,dengan demikian objeknya adalah mungkin buku, majalah, laporan penelitian,disertasi,dan sebagainya. Namun sampai saat ini, kajian bibliometrika lebih banyak ditujukan kepada majalah ilmiah karena dianggap menduduki peran penting dalam komunikasi ilmiah”. Dari berbagai pendapat di atas dapat diketahui penulis bahwa bibliometrika adalah suatu ilmu atau kajian mengenai suatu informasi yang terekam yang besifat ilmiah dengan menggunakan metode statistika dan matematika. Informasi terekam dapat berupa media komunikasi yang telah terekam baik tercetak maupum elektronik. Tetapi media komunikasi yang sering digunakan adalah media komunikasi yang bersifat ilmiah, seperti jurnal ilmiah baik tercetak maupun elektronik. Menurut Glanzel (2003, 9-10) ada tiga komponen bibliometrika, yaitu: 1. Bibliometrics for biblimetricians (Methodology) 2. Biblimetrics for scientific disciplines (Scientific information) 3. Bibliometrics for science policy and management (science policy) Defenisi dari ke tiga komponen bibliometrika tersebut adalah (1) bibliometrika untuk pengguna bibliometrika sebagai metodologi (2) bibliometrika untuk bidang ilmiah sebagai informasi ilmiah (3) bibliometrika untuk kebijakan ilmiah dan manajemen sebagai kebijakan ilmiah. Universitas Sumatera Utara Dalam kajian bibliometrika saat ini, bibliometrika digunakan sebagai kajian pengukuran atau penghitungan dari kualitas suatu terbitan atau publikasi yang bersifat ilmiah yang berbasiskan pada analisi publikaksi dan hasil sitiran kelompok peneliti. Dan terbitan atau publikasi yang paling banyak digunakan untuk analisis biblimetrika saat ini adalah terbitan atau publikasi jrnal imiah baik tercetak maupun elektronik. Oleh karena itu analisis bibliometrika merupakan suatau analisis tentang pengukuran atau perhitungan secara kuantitatif tentang komunikasi ilmiah hasil peneliti yaitu berupa jurnal ilmiah melalui pengukuran dan perhitungan penelaahan penggunaan bibliografi terdahulu. Menurut Sulistyo-Basuki (2003, 4-7) bibliometrika terbagi dua kelompok yaitu kelompok mengkaji distribusi publikasi dan kelompok yang membahas analisi sitiran. Kelompok pertama merupakan analisis kuantitatif terhadap literatur sehingga muncul 3 (tiga) dalil dalam bibliometrika yaitu Dalil Zipf, Dalil Lotka dan Hukum Bradford. Sedangkan kelompok kedua ditandai dengan munculnya karya Garfield yang dianggap tonggak dalam analisis sitasi, seperti pasangan bibliografi, kositasi, dan analisi sitiran. Dalam penelitian ini, analisis bibliometrika yang digunakan adalah metode pasangan bibliografi, kositasi dan kolaborasi pengarang. 2.2.2 Tujuan Bibliometrika Suatu kajian ilmiah memiliki tujuan yang jelas. Menurut Sulistyo-Basuki (2002, 3) “tujuan bibliometrika ialah menjelaskan proses komunikasi tertulis dan sifat serta arah pengembangan sarana deskriptif penghitungan dan analisis berbagai faset komunikasi”. Brookes dalam Sulistyo-Basuki (2002, 7-8) menyatakan bahwa tujuan umum dari bibliometrika adalah: 1. Merancang bangun sistem dan jaringan informasi yang lebih ekonomis 2. Penyempurnaan tingkat efisiensi proses pengolahan informasi. 3. Identifikasi dan pengukuran efisiensi pada jasa bibliografi yang ada dewasa ini. 4. Meramalkan kecenderungan penerbitan. 5. Penemuan dan elusidasi hukum empiris yang dapat menyediakan basis bagi pengembangan sebuah teori dalam ilmu informasi. Universitas Sumatera Utara Dari penjelasan diatas dapat diketahui penulis bahwa tujuan bibliometrika merupakan proses pengembangan komunikasi ilmiah berupa jurnal ilmiah dengan menggunakan perhitungan dan analisis faset komunikasi ilmiah sehingga dapat merancang jaringan informasi, meningkatkan pengolahan informasi, mengidentifikasi dan mengukur jasa bibliografi serta pengembangan ilmu informasi. 2.2.3 Manfaat Bibliometrika Manfaat bibliometrika bagi perpustakaan menurut Ishak (2005, 18) adalah sebagai berikut: a. Mengidentifikasi majalah inti dalam berbagai disiplin ilmu. b. Mengidentifikasi arah gejala penelitian dan pertumbuhan pengetahuan pada berbagai disiplin ilmu. c. Menduga keluasan literatur sekunder. d. Mengenali pemakai berbagai subjek. e. Mengenali kepengarangan dan arah gejalanya pada dokumen berbagai subjek. f. Mengukur manfaat jasa SDI ad-hoc dan retrospektif. g. Meramalkan arah gejala perkembangan masa lalu, sekarang dan mendatang. h. Mengatur arus masuk informasi dan komunikasi. i. Mengkaji keusangan dan penyebaran literatur ilmiah. j. Meramalkan produktivitas penerbit, pengarang, organisasi, negara atau seluruh didsiplin ilmu. 2.3 Analisis Sitiran Kata sitiran terjemahan dari kata citation. Menurut Hasugian (2005, 3) “sitiran adalah dokumen atau bahan pustaka yang dijadikan sebagai rujukan dalam rangka menghasilkan sebuah dokumen baru”. Analisis sitiran menurut Diodato dalam Hasugian (2005,3) adalah suatu kajian berkisar atau mengenai area bibliometrika yang mempelajari tentang sitiran atau kutipan dari sebuah dokumen. Sedangkan menurut Strohls dalam Hasugian (2005, 3) “analisis sitiran adalahsebagai suatu studi terhadap kutipan yang berupa daftra pustaka dari sebuah Universitas Sumatera Utara buku teks, artikel jurnal, disertasi mahasiswa atau sumber lainnya dengan melakukan pemeriksaan terhadap bagian tersebut”. Dari pernyataan di atas dapat diketahui penulis bahwa analisis sitiran adalah suatu kajian yang mempelajari tentang pengukuran sitiran atau kutipan dari sebuah dokumen dan sitiran merupakan daftar pustaka (bibliografi) yang terdapat pada dokumen yang mengutif atau menyitir dan yang dikutif atau disitir dalam menghasilkan suatu karya yang baru. Menurut Hartinah (2002, 2) menyatakan bahwa analisis sitiran dapat digunakan sebagai penentuan berbagai kepentingan atau kebijakan seperti: 1. Evaluasi program riset. 2. Penentuan ilmu pengetahuan. 3. Visualisasi suatu disiplin ilmu. 4. indikator iptek. 5. faktor dampak dari suatu majalah (journal impact factor). 6. Kualitas suatu majalah. 7. Pengembangan koleksi majalah, dan lain–lain. Selain itu analisis sitiran digunaka untuk berbagai kepentingan dan kebijakan untuk menganalisis dan mengevaluasi suatu bidang ilmu dalam bentuk komunikasi ilmiah seperti jurnal ilmiah yang berhubungan dengan sitir dan menyitir terhadap daftar pustaka (bibliografi) yang terdapat dalam dokumen. 2.4 Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi Dalam proses penciptaan suatu karya, penulis pasti menyitir dokumen lain yang sesuai dengan subjek yang ditulisnya. Hal tersebut memberikan adanya hubungan antara dokumen yang disitir dengan dokumen yang menyitir. Dalam hal sitir dan menyitir dokumen merupakan konsep dari pasangan bibliografi dan kositasi. Universitas Sumatera Utara 2.4.1 Pengertian Pasangan Bibliografi Penelitian ini adalah penelitian yang membahas tentang kajian bibliometrika mengenai pasangan bibliografi. Pengertian Pasangan Bibliografi menurut (1994, 12) adalah ”The situation in which two documents each have citations to one on more of the same publications. The two citing documents are said to be coupled bacause if they cite the same publication(s), they may deal with similar subject matter. The strength of the coupling between the citing documents depends on the percent or number of total citations that they have in common”. Defenisi di atas dapat diartikan bahwa pasangan bibliografi adalah suatu keadaan yang mana dua dokumen masing-masing memilki dua sitasi untuk satu atau lebih terbitan yang sama. Dua sitiran dokumen dikatakan berpasangan karena apabila dokumen-dokumen tersebut menyitir terbitan yang sama, maka dokumen mereka bisa saja memiliki subjek yang sama. Kekuatan dari suatu pasangan antara sitiran dokumen-dokumen tergantung dari berapa persen jumlah total sitasi-sitasi yang ada pada dokumen pada umumnya. Menurut Kessler dalam Egghe dan Rousseau (1990, 238) pasangan bibliografi memiliki sifat sebagai berikut: 1. Pasangan bibliografi adalah kata-kata dan bahasa yang berdisi sendiri. Semua proses dilakukan dengan angka dan membagi semua sitasi dengan berdasarkan teknik. 2. Tidak ada keahlian membaca atau pendapat yang dibutuhkan karena pasangan bibliografi dibagi dengan sitasi berdasarkan teknik. 3. Kelompok dari dokumen berhubungan dengan dokumen uji yang diberikan. Dokumen disitir secara berkelanjutan maka akan terpasang secara biblografi dan akan berkembang. 4. Metode pasangan bibliografi tidak menghasilkan klasifikasi statistik untuk dokumen yang diberikan. Pengelompokan akan mengalami perubahan yang menggambarkan pemakaian sekarang dan ketertarikan dari masyarakat ilmiah. Dari pernyataan di atas dapat diketahui penulis bahwa pasangan bibliografi adalah adanya dokumen yang disitir secara bersama-sama oleh dokumen yang terbit kemudian dan memiliki referensi yang sama antara kedua dokumen yang menyitir atau mengutif. Semakin banyak referensi (sumber) yang Universitas Sumatera Utara sama yang dikutip atau disitir oleh kedua dokumen tersebut, maka akan semakin tinggi kekuatan pasangan bibliografi dari kedua dokumen tersebut. Dan kedua dokumen tersebut memiliki kedekatan subjek yang dibahas. 2.4.2 Pengertian Ko-sitasi Ko-sitasi merupakan salah satu kajian analisis dalam bibliometrika. Mustangimah (2002, 2) bahwa “ko-sitasi adalah 2 (dua) dokumen yang disitir secara bersama-sama oleh paling sedikit satu dokumen yang terbit kemudian. Dengan kata lain jika 2 (dua) dokumen disitir secara bersam-sama oleh paling sedikit satu dokumen maka dikatakan bahwa kedua dokumen tersebut disebut kositasi”. Menurut Diodato (1994, 46) bahwa: “Kekuatan ko-sitasi adalah A measure of the cocitation link between two authors, documents, or journals by comparing their cocitations to all the citation they receive. Ideally the measure of cocitation strength should be equal to one in the unlikely situation of two items receiving only cocitation and never being cited individually.” Pendapat di atas dapat diartikan, bahwa kekuatan ko-sitasi adalah ukuran hubungan ko-sitasi antara dua penulis, dokumen, atau jurnal dengan membandingkan ko-sitasi mereka untuk semua sitiran atau kutipan yang mereka terima. Idealnya ukuran kekuatan ko-sitasi harus sama dengan satu atau dua yang menerima dua item (dokumen) yang disitir atau dikutip dan tidak pernah disitir atau dikutip oleh dokumen secara individual. Dari pernyataan diatas dapat diketahui penulis bahwa ko-sitasi adalah minimal 2 (dua) dokumen yang dikutip atau disitir secara bersamaan oleh minimal satu dokumen yang terbit kemudian. Dan disebut dokumen tersebut ko-sitasi apabila dapat ditemukan paling sedikit satu dokumen yang menyitir pasangan dokumen tersebut secara bersama-sama. Sehingga apabila hanya satu dokumen yang dikutif atau disitir oleh satu dokumen yang terbit kemudian maka hal demikian tidak disebut ko-sitasi. Dan kekuatan ko-sitasi adalah mengukur hubungan penulis maupun suatu karya terhadap banyaknya kutipan atau sitiran yang diterima dan kekuatan ko-sitasi harus memiliki minimal jumlah atau banyaknya dua dokumen yang disitir atau dikutip secara bersamaan oleh dokumen yang terbit kemudian. Semakin banyak dokumen yang terbit kemudian yang Universitas Sumatera Utara menyitir kedua dokumen tersebut maka semakn tinggi kekuatan ko-sitasi kedua dokumen tersebut. Untuk memperjelas pengertian pasangan bibliografi dan ko-sitasi dapat dilihat pada ilustrasi pada Gambar I berikut: a b c d 1 m n e f 2 o p q r Gambar 1. Contoh Matriks Pemasangan Dokumen Dokumen 1 dan dokumen 2 merupakan pasangan dokumen yang menjadi objek pengamatan. Dokumen satu mempunyai referensi a, b, d, e. Sedangkan dokumen 2 memiliki referensi b, c, d, e, f. Dari referensi yang dimiliki dokumen 1 dan dokumen 2 terlihat bahwa ada 3 referensi yang sama yaitu b, d dan e. Oleh karena itu b, d, dan e merupakan pasangan bibliografi. Kekuatan pasangan yang dimiliki dokumen 1 dan dokumen 2 adalah 3 pasang, karena 3 dokumen yang disitir atau dikutif secara bersamaan oleh pasangan dokumen yaitu b, d dan e. Selanjutnya dokumen 1 disitir atau dikutip oleh dokumen m, n, o, p, q, r. Sedangkan dokumen 2 disitir atau dikutip oleh dokumen n,o,p,r. Dari sititan atau kutipan tersebut dilihat bahwa dokumen 1 dan dokumen 2 disitir secara bersamasama oleh dokumen n, o, dan r. Oleh karena itu dokumen 1 dan dokumen 2 merupakan ko-sitasi. Kekuatan ko-sitasinya adalah 3, karena ada 3 dokumen yang menyitir atau mengutip secara bersamaan terhadap kedua dokumen tersebut yang terbit kemudian yaitu n, o, dan r. Universitas Sumatera Utara 2.4.3 Manfaat Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi Analisis Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi memberikan manfaat baik secara teorits maupun secara praktis, yaitu pengindeksan, penelusuran informasi dan pemetaan. 1. Pengindeksan Menurut Mustangimah (2002, 8) Pengindeksan bertujuan “untuk m empresentasikan informasi yang terkandung dalam dokumen biasanya didasarkan pada karakteristik dokumen itu sendiri”. Namun ada fenomena bahwa Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi memberikan indikasi adanya keterhubungan antara satu dokumen dengan dokumen yang dikutif atau disitir memberikan alternatif lain dalam proses pengindeksan, yaitu pengindeksan sitasi. Menurut Garfield dalam Mustangimah (2002, 8) pengindeksan sitasi memiliki 3 (tiga) karakteristik yang khas adalah : 1. Memberikan kategorisasi dokumen secara tepat dan terperinci. 2. Dapat mengungkapkan secara ekspelisit adanya keterhubungan intelektual antara literatur yang lama dengan literatur yan baru. 3. Dapat mengungkapkan secara ekspelisit hubungan diantara kejadian-kejadian yang lama dengan kejadia-kejadian yang baru yang membangun terbentuknya disiplin atau spesialisasi. Dari penjelasan diatas dapat diketahi penulis bahwa tujuan pengindeksan adalah untuk membentuk representasi dari dokumen dalam bentuk yang sesuai dengan karateristik dokumen itu sendiri. Dan Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi dapat memberika pengindeksan sitasi. 2. Penelusuran Informasi Menurut Ishak (2011, 2) “penelusuran informasi adalah sebagai kegiatan mencari dan menemukan informasi dengan menggunakan media hard copy (buku,jurnal, majalah) maupun soft copy (internet,media elektronik, komputer) untuk memenuhi kebutuhan informasi”. Dalam melakukan penelusuran informasi terlebih dahulu yang dipersiapkan Universitas Sumatera Utara adalah menganalisis informasi yang akan ditelusuri dan menetapkan kata kunci atau indeks penelusuran. Akan tetapi dengan disediakannya indeks sitasi memungkinkan penelusuran dilakukan menggunakan sitasi (citation searching) Penelusuran menggunakan sitasi merupaka suatu upaya untuk menemukan dokumen yang relevan sesuai dengan kebutuhan karena adanya keterhubungan subjek dokumen dengan subjek dokumen yang dikutif atau disitir dan mengutif atau menyitir. Sehingga untuk meningkatkan efektivitas penelusuran sebaiknya menggabungkan penelusuran berdasarkan deskriptor dengan sitasi. 3. Pemetaan Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi merupakan karakteristik dokumen yang didasarkan pada atribut yang dimiliki oleh dokumen yang disitir atau dikutif dengan menyitir atau mengutip. Karakteristik yang didasarka pada atribut dokumen seperti pengarang, kata kunci, afliasi pengarang, nama jurnal, dan tempat publikasi serta yang lainnya, pasangan bibliografi dan Kositasi dapat digunakan untuk mengukur hubungan antara satu dokumen dengan dokumen lain. Oleh karena itu pasangan bibliografi dan Ko-sitasi dapat digunakan untuk memetakan dokumen-dokumen berdasarkan ukuran kedekatan antara dokumen yang satu dengan dokumen yang lainnya. 2.5 Kolaborasi Suatu karya yang dihasilkan dengan berkolaborasi akan lebih baik jika dibandingkan dengan individual. Karena dengan berkolaborasi akan menghasilkan gagasan dan ide yang beragam. Konsep kolaborasi muncul dari anggapan bahwa ada kalanya sebuah karya tidak dapat ditangani sendiri sehingga memerlukan bantuan orang lain (Sulistyo-Basuki, 1994). 2.5.1 Pengertian Kolaborasi Kolaborasi adalah terjemahan dari kata collaboration yang artinya adalah kerjasama antara lebih dari satu orang dalam suatu kegiatan baik dari segi Universitas Sumatera Utara pendidikan maupun penelitian ilmiah. Menurut Prihanto (2002, 1) “kolaborasi adalah kerja sama antara lebih dari satu orang atau lebih dari satu lembaga dalam sebuah kegiatan, baik kegiatan penelitian maupun kegiatan pendidikan”. Jadi kolaborasi dalam penelitian tersebut berlangsung bila dua peneliti atau lebih bekerja sama, dalam sebuah kegiatan, masing-masing memberikan sumbangan sumber daya dan usaha baik intelektual maupun fisik. Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kolaborasi merupakan karya sama dari dua orang atau lebih dalam suatu kegiatan baik pendidikan maupun penelitian. Dan kolaborasi terjadi jika kedua peneliti atau lebih samasama bekerja sama dan memberikan sumbangsih terhadap karya yang mereka hasilkan. Dan harus memiliki sikap yang cenderung saling melengkapi satu sama lain dari pada saling berkompetisi. Sehingga menghasilkan karya yang lebih baik dibandingkan karya sendiri. Konsep kolaborasi muncul sejak adanya anggapan bahwa suatu karya tidak dapat ditangani oleh perorangan melainkan memerlukan bantuan dari orang lain. Bantuan dapat berupa nasehat, gagasan atau kritik yang disebut kolaborasi teoritis, dan bantuan dalam kegiatan penelitian yang disebut kolaborasi teknis. Tetapi kolaborasi dalam hal ini adalah membahas tentang kolaborsi pengarang, dimana penelitian dikerjakan bersam-sama dan nama mereka dinyatakan dalam karya berstatus sama (Prihanto:2002, 2). Stack (2008: 5) menyatakan bahwa “collaboration is key in the research and development of information product and service that meet scientific researchers needs”. Pernyataan tersebut dapat diterjemahkan yaitu kolaborasi merupakan kunci dalam penelitian dan pengembangan produk dan layanan informasi yang mempersatukan kebutuhan para peneliti ilmiah. Dari penjelasan-penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kolaborasi pengarang merupakan suatu kunci untuk menghasilkan karya yang lebih baik. Kolaborasi pengarang dilakukan karena adanya kecenderungan terhadap suatu penelitian tidak selamanya dapat dikerjakan secara individu atau perorangan melainkan memerlukan bantuan dari berbagai pihak yang akhirnya dapat Universitas Sumatera Utara memberikan sumbangsih dan konstribusi yang lebih baik terhadap hasil suatu karya atau hasil penelitian. 2.5.2 Manfaat Kolaborasi Manfaat kolaborasi menurut Australian Goverment (2002, 2) menyatakan bahwa manfaat kolaborasi adalah: 1. Berbagi dan bertukar pengetahuan, keahlian dan teknik, termasuk sosial dan ahli manajemen 2. Kreasi dari kritik massa dalam kemampuan penelitian, fasilitas dan infrastruktur yang lebih besar 3. Mempertinggi kemampuan untuk berkreasi pada pengetahuan yang baru 4. Mempersingkat waktu untuk hasil penelitian dan aplikasi praktis mereka 5. Penggabungan ide yang dapat menghasilkan wawasan baru untuk memberikan hasil yang lebih baik 6. Meningkatkan kerjasama intelektual dan saling mengakui 7. Penghargaan dan pengaruh 8. Mempercepat integrasi peneliti dan industri untuk mengetahui kapasitas dari industri lokal untuk mengkomersilkan seperti hasil penelitian 9. Kesempatan untuk meningkatkan cara pandang dari informasi dan pengetahuan melalui jaringan kerja formal dan informal, publikasi dan petunjuk akhir untuk melakukan aktivitas. Kolaborasi memberikan manfaat yang sangat besar, terutama dalam hal menghasilkan suatu karya atau penelitian. Dengan adanya kolaborasi pengarang maka dapat menumbuhkan profesionalisme pengarang atau penulis, meningkatkan riset dalam berbagai ilmu pengetahuan dan memberikan kemudahan dalam mempublikasikan hasil riset atau penelitian serta adanya kegiatan pengembangan jaringan penelitian. Kolaborasi dilakukan dalam rangka memperoleh keuntungan (Togatorop,2009, 12) sebagai berikut: 1. Meningkatkan ruang lingkup kegiatan 2. Mengurangi biaya dan resiko 3. Meningkatkan kemampuan secara kompleks 4. Meningkatkan kapasitas belajar anggota 5. Dampak kesejahteraan interval (pembiayaan) 6. Fleksibilitas dan efisiensi, pada pembelian dan penggunaan peralatan Universitas Sumatera Utara 7. Mengurangi keterlambatan waktu untuk menimbulkan kesempatan atau tantangan Dari beberapa keuntungan dari kolaborasi di atas, maka dapat diketahui penulis bahwa kolaborsi pengaranga dapat meningkatkan kerjasama secara intelektual sehingga dapat memunculkan gagasan-gagasan baru sehingga menghasilkan wawasan baru serta dapat mempercepat atau mempersingkat waktu penelitian. Dan hasil penelitian yang dihasilkan lebih baik dan lebih efektif serta lebih efisien. 2.6. Pengumpulan Data Pasangan Bibliografi Ko-sitasi dan Kolaborasi Untuk melakukan pengumpulan data pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan dan juga terdapat beberapa kendala-kendala dalam proses pengumpulan data. 2.6.1 Prosedur Pengumpulan Data Pasangan Bibliografi Prosedur dalam pengumpulan data pasangan bibliografi (mustangimah, 2002, 3) adalah sebagai berikut: a. Menentukan koleksi uji yaitu koleksi dokumen dalam suatu subjek atau topik tertentu yang akan diamati. b. Mengumpulan data bibliografi dokumen yang disitir yaitu data bibliografi dokumen yang terdapat dalam daftar pustaka (referensi). c. Memasangkan setiap dokumen dalam koleksi uji satu sama lain. d. Memeriksa data bibliografi dokumen yang disitir pada setiap pasangan dokumen. e. Menghitung banyaknya dokumen yang disitir secara bersamasama oleh pasangan dokumen. 2.6.2 Prosedur Pengumpulan Data Ko-sitasi Prosedur dalam pengumpulan data ko-sitasi (mustangimah, 2002, 3) adalah sebagai berikut: a. Menentukan koleksi uji yaitu koleksi dokumen dalam suatu subjek atau topik tertentu yang akan diamati. b. Mengumpulkan dokumen yang menyitir, yaitu dokumen yang terbit pada periode waktu berikutnya yang menggunakan dokumen dalam koleksi uji sebagai referensinya. c. Memasangkan setiap dokumen dalam koleksi uji satu sama lain. Universitas Sumatera Utara d. Memeriksa daftar pustaka atau referensi pada dokumen yang menyitir. e. Menghitung banyaknya dokumen yang menyitir secara bersamasama oleh pasangan dokumen dalam koleksi uji. 2.6.3 Prosedur Pengumpulan Data Kolaborasi Prosedur pengumpulan data kolaborasi hanya menentukan koleksi uji dan melihat kepengarang atau penulis dari koleksi uji kemudian melakukan perhitungan kolaborasi pengarang. 2.7. Proses Pengukuran Pasangan Bibliografi dan Ko-sitasi Proses pengukuran pasangan bibliografi dan ko-sitasi yaitu analisis deskriptif dan analisis hubungan antara pasangan bibliografi dan ko-sitasi dengan subjek dokumen. 1. Analisis Deskriptif Analisis Deskriptif adalah mendeskripsikan data yang akan diukur dengang metode pasangan bibliografi dan dan ko-sitasi secara ringkas agar dapat memberikan informasi yang benar dan bermanfaat. Analisis diawali dengan penyajian data dan perhitungan dan analisis statistik deskriptif. a. Penyajian Data Dalam pengukuran pasangan bibliografi dan dan ko-sitasi data harus dapat disajikan dalam bentuk tabel atau grafik. Tabel atau grafik yang disajikan harus jelas memperlihatkan antara pasangan dokumen dengan kekuatan pasangan dokumen. b. Perhitungan dan Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif merupakan hal yang mencakup nukuran pemusatan, kuantil dan ukuran pemencaran seperti kisaran yang digunakan untuk menggali dan mengungkapkan informasi dari pasangan bibliografi dan dan ko-sitasi. Perhitungan satistik deskriftif dapat dilakukan dengan secara manual atau menggunakan paket statistik. Universitas Sumatera Utara 2. Analisis Hubungan Pasangan Bibliografi dengan Subjek Dokumen Dokumen merupakan alat penyampai informasi dari seorang penulis ata pengarang kepada pembacanya. Informasi yang berada dalam dokumen mempunyai subjek tertentu. Kandungan informasi dokumen merupakan representasi dokumen yang berfungsi untuk memasuki subjek dokumen. Menurut Kessler dalam Mustangimah (2002, 6) bahwa: “Ada hubungan yang erat (r=0,9) antara pasangan bibliografi dan dan ko-sitasi dengan indeks subjek. Jika adanya hubungan yang erat antara pasangan bibliografi dan dan ko-sitasi dengan subjek, maka apabila ada 2 (dua) dokumen yang mempunyai pasangan bibliografi dengan kekuatan yang besar, maka kedua dokumen tersebut mempunyai peluang besar untuk disitir atau dikutip oleh dokumen yang terbit berikutnya”. 2.8. Proses Pengukuran Kolaborasi Proses pengukuran kolaborasi pengarang yaitu dengan menggunakan formulasi tingkat kolaborasi pengarang dan menginterpretasikan tingkat kolaborasi pengarang dengan menentukan besarnya nilai C. a. Formulasi Tingkat Kolaborasi. Untuk mengukur (menentukan) tingkat kolaborasi dalam satu bidang penelitian pada tahun tertentu, menurut Prihanto dalam Subramanyam (2002, 4-5) menggunakan formulasi yaitu, formulasi yang digunakan adalah sebagai berikut: Dengan keterangan: C �= �� �� + �� : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Universitas Sumatera Utara Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. b. Interpretasi Tingkat Kolaborasi. Interpretasi tingkat kolaborasi dengan nilai (C). Adapun interpretasi yang digunakan terhadap tingkat kolaborasi (C) adalah dengan berdasarkan pendapat Prihanto dalam Subramanyam, (2002, 5) sebagai berikut: a. Apabila nilai C = 0. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara individual (peneliti tunggal). Berarti, tidak ada satu hasil penelitian pun yang dilakukan secara berkolaborasi di bidang tersebut pada tahun tertentu. Jadi pelaksanaan penelitian di bidang tersebut sama sekali tidak memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. Artinya penelitian masih dapat dilakukan secara sendiri. b. Apabila nilai C > 0 dan C<0,5 atau 0<C<0,5. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut dilakukan secara individual lebih besar dibandingkan dengan banyaknya hasil penelitian yang dilakukan secara berkolaborasi. Artinya pelaksanaan penelitian pada bidang tersebut tidak semuanya memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. c. Apabila nilai C = 0,5. Maka dapat dikatakan bahwa banyaknya hasil penelitian pada bidang tersebut dilakukan secara individual sama jumlahnya dengan yang dilakukan secara berkolaborasi. Artinya bahwa pelaksanaan penelitian di bidang tersebut sama-sama memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. d. Apabila nilai C > 0,5 dan C<1 atau 0,5<C<1. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut dilakukan secara individual lebih sedikit jumlahnya dibandingkan jumlah hasil penelitian yang dilakukan secara berkolaborasi. Artinya bahwa pelaksanaan penelitian di bidang tersebut sangat memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. e. Apabila nilai C = 1. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara berkolaborasi, berarti tidak ada satu hasil penelitian pun dilakukan secara individu. Artinya pelaksanaan penelitian di bidang tersebut sangat memerlukan bantuan dari displin ilmu lain atau lembaga penelitian lain dan tidak dapt dilaksanakan tanpa bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga lain. Universitas Sumatera Utara BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dan metode yang digunakan juga metode deskriptif. Menurut Nazir dalam Maryono (2012, 6), “metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang, sebagaimana adanya berdasarkan fakta-fakta aktual pada saat sekarang”. Menurut Azwar (2005, 6) bahwa: “Metode deskriptif adalah melakukan analisis hanya sampai pada taraf deskripsi, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematik sehingga dapat lebih mudah untuk dipahami dan disimpulkan. Adapun tujuan dari metode deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta serta karkteristik mengenai populasi. Data yang dikumpulkan hanya untuk bersifat deskriptif”. Dalam penelitian ini, penulis akan mencoba menganalisis dan menyajikan fakta tentang analisis bibliometrika terhadap jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank dengan menggunakan metode pasangan bibliografi, ko-sitasi dan kolaborasi. 3.2 Unit Analisis Unit analisis dilakukan untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang situasi sosial yang diteliti pada objek penelitian. Menurut Arikunto, (2006, 121) “unit analisis adalah satuan tertentu yang dijadikan sebagai subjek penelitian”. Unit analisis pada penelitian ini adalah seluruh artikel yang terdapatpa da jurnal International Journal on Electrical Engineerng and Informatic dan ITB Journal of Engineering Science tahun 2011-2012. Universitas Sumatera Utara Tabel 1. Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database SCIMAGO Journal and Country Rank No Nama Jurnal 1 International Journal on Electrical Engineering and Informatics Tahun 2011 2012 2 ITB Journal of Engineering Science 2011 2012 Vol./Issue Vol. 3. Issue 1 Vol. 3. Issue 2 Vol. 3. Issue 3 Vol. 3. Issue 4 Vol. 4. Issue 1 Vol. 4. Issue 2 Vol. 4. Issue 3 Vol. 4. Issue 4 Vol. 43B Issue 1 Vol. 43B Issue 2 Vol. 43B Issue 3 Vol .44B.Issue 1 Vol. 44B.Issue 2 Vol. 44B.Issue 3 Total Jumlah Artikel 10 9 9 10 14 12 12 12 5 6 5 6 6 7 123 Jumlah Referensi 163 152 126 142 272 239 209 166 59 73 103 96 106 125 2032 3.3 Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Menurut Sugiyono (2011, 148) “instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Dan secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian” 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data menggunakan langkah-langkah sebagi berikut : 1. Mengakses situs http://www.scimagojr.com/ kemudian mengakses situs jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank pada tahun 2011-2012. 2. Download semua artikel-artikel yang dimuat dalam jurnal ilmiah terbitan Indonesia pada database SCIMAGO Journal and Country Rank dari tahun 2011-2012. 3. Menjumlahkan seluruh artikel yang terdapat dalam 1 (satu) tahun untuk diteliti pasangan bibliografinya dan kolaborasinya serta begitu untuk tahun selanjutnya. Selanjutnya menjumlahkan artikel yang terdapat pada tahun berikutnya untuk diteliti kekuatan ko-sitasinya. Universitas Sumatera Utara 3.5 Teknik Analisis Data Teknik analisis data pada pasangan bibliografi adalah sebagai berikut : a. Menentukan koleksi uji, yaitu artike dalam topik yang diamati. b. Mengumpulkan data bibliografi artikel yang disitir atau dikutif, yaitu data bibliografi yang terdapat pada daftar pustaka artikel. c. Memasangkan masing-masing artikel dan membuat tabulasinya. d. Memeriksa data bibliografi jurnal yan disitir atau dikutif pada setiap pasangan artikel. e. Membuat daftar artikel bersama-sama dengan referensinya. f. Membuat matriks untuk memasangkan dokumen. g. Menghitung kekuatan pasangan bibliografi. Persentasi pasangan bibliografi = h. Melakukan interpretasi data ������ �������� ������� ������ ����������� �������� ������� x 100% Semakin tinggi kekuatan pasangan bibliografi maka akan semakin dekat subjek yang dibahas oleh kedua artikel tersebut. Setelah memeriksa pasangan bibliografi, maka diperiksa lagi artikel yang menyitir atau mengutip lanjutan dan memasangkan dengan hasil pasangan bibliografi untuk melihat kekuatan ko-sitasi dari artikel tersebut. Teknik analisis data pada ko-sitasi adalah sebagai berikut : a. Menentukan koleksi uji yaitu artikel topik yang diamati. b. Mengumpulkan data bibliografi artikel yang disitir atau dikutip. c. Membuat daftar artikel bersama-sama denga referensinya. d. Pengolahan pasangan bibliografi. e. Memeriksa data bibliografi artikel yang disitir atau dikutip pada setiap pasangan artikel. f. Membuat matrik untuk memasangkan setiap artikel. g. Menghitung kekuatan pasangan ko-sitasi per jurnal yang diteliti, dengan rumus : Persentasi pasangan ko-sitasi = ������ �������� ������� ������ ����������� �������� ������� x 100% Universitas Sumatera Utara h. Melakukan interpretasi data Semakin tinggi kekuatan dari ko-sitasi, maka semakin dekat subjek yang dibahas oleh kedua artikel tersebut. Teknik analisis data pada kolaborasi dapat dilakukan sebagai berikut : a. Penentuan kolaborasi dengan cara memeriksa atau mencatat artikelartikel yang diajdikan sebagai topik yang diamati. b. Pembuatan tabel, yaitu pengelompokan Nm dan Ns serta menghitung nilai C. c. Pembuatan tabel rekapitulasi, yaitu membuat total keseluruhan Nm dan Ns setiap tahunnya dan dihitung nilai C. d. Penentuan tingkat kolaborasi dengan menggunakan rumus : C= �� ��+�� Dengan keterangan bahwa : C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu.. Interpretasi tingkat kolaborasi dengan nilai (C). Adapun interpretasi yang digunakan terhadap tingkat kolaborasi (C) adalah dengan berdasarkan pendapat Prihanto dalam Subramanyam, (2002, 5) sebagai berikut: a. Apabila nilai C = 0. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara individual (peneliti tunggal). Berarti, tidak ada satu hasil penelitian pun yang dilakukan secara berkolaborasi di bidang tersebut pada tahun tertentu. Jadi pelaksanaan penelitian di bidang tersebut Universitas Sumatera Utara sama sekali tidak memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. Artinya penelitian masih dapat dilakukan secara sendiri. b. Apabila nilai C > 0 dan C<0,5 atau 0<C<0,5. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut dilakukan secara individual lebih besar dibandingkan dengan banyaknya hasil penelitian yang dilakukan secara berkolaborasi. Artinya pelaksanaan penelitian pada bidang tersebut tidak semuanya memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. c. Apabila nilai C = 0,5. Maka dapat dikatakan bahwa banyaknya hasil penelitian pada bidang tersebut dilakukan secara individual sama jumlahnya dengan yang dilakukan secara berkolaborasi. Artinya bahwa pelaksanaan penelitian di bidang tersebut samasama memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. d. Apabila nilai C > 0,5 dan C<1 atau 0,5<C<1. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut dilakukan secara individual lebih sedikit jumlahnya dibandingkan jumlah hasil penelitian yang dilakukan secara berkolaborasi. Artinya bahwa pelaksanaan penelitian di bidang tersebut sangat memerlukan bantuan dan atau pendekatan dari disiplin ilmu, lembaga penelitian lain dan atau ahli lain dan sebagainya. e. Apabila nilai C = 1. Maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian pada bidang tersebut seluruhnya dilakukan secara berkolaborasi, berarti tidak ada satu hasil penelitian pun dilakukan secara individu. Artinya pelaksanaan penelitian di bidang tersebut sangat memerlukan bantuan dari displin ilmu lain atau lembaga penelitian lain dan tidak dapt dilaksanakan tanpa bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga lain. Universitas Sumatera Utara e. Penentuan produktivitas pengarang, yaitu mencatat hasil penelitian pada topik yang diamati dan pembuatan tabel rekapitulasi terhadap jumlah pengarang yang menhgasilkan karya. f. Pengukuran produktivitas pengarang. 3.6 Penyajian Data Penyajian data pada penelitian ini dilakukan dengan menggun akan tabel yang dibuat dengan sedemikian rupa, sebagai berikut: Tabel 2. Contoh Tabel Kekuatan Pasangan Bibliografi No Nama Jurnal Kekuatan Pasangan Bibliografi 0 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Total Pasangan Artikel Artikel 1 Artikel 2 Artikel 3 Artikel 4 Artikel 5 Sub Total Tabel 3. Contoh Tabel Kekuatan Pasangan Ko-sitasi No Nama Jurnal Kekuatan Pasangan Ko-sitasi 0 1 Artikel 1 2 Artikel 2 3 Artikel 3 4 Artikel 4 5 Artikel 5 1 2 3 4 5 Total Pasangan Artikel Sub Total Tabel 4. Contoh Tabel Tingkat Kolaborasi Pengarang Jumlah Pengarang Individu (Ns) Jumlah pengarang Berkolaborasi (Nm) Tingkat Kolaborasi Pengarang (C) Persentase % Universitas Sumatera Utara Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Tabel 5. Contoh Tabel Rekapitulasi Kekuatan Pasangan Bibliografi No Nama Jurnal Kekuatan Pasangan Bibliografi Pasangan artikel % yang memiliki kekuatan pasanga bibilografi Pasangan artikel % yang tidak memiliki kekuatan pasanga bibilografi Total Pasangan Artikel 1 2 Tabel 6. Contoh Tabel Rekapitulasi Kekuatan Ko-sitasi No Nama Jurnal Kekuatan Ko-sitasi Pasangan artikel % yang memiliki kekuatan Kositasi Pasangan artikel % yang tidak memiliki kekuatan Kositasi Total Pasangan Artikel 1 2 Tabel 7. Contoh Tabel Rekapitulasi Tingkat Kolaborasi Pengarang No Nama Jurnal Jumlah Pengarang Ns 1 2 Nm Ns+Nm Tingkat Kolaborasi (C) Persentase % Tahun 2011 Tahun 2012 Universitas Sumatera Utara Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. B1 01 02 Gambar 2. Contoh Pemasangan Pasangan Bibliografi dengan Matriks Gambar Keterangan: 01 : Artikel 1 (dokumen yang menyitir atau mengutif) 02 : Artikel 2 (dokumen yang menyitir atau mengutif) B1 : Dokumen yang disitir atau dikutif (kode daftar pustaka atau bibliografi) oleh 01 dan 02 Universitas Sumatera Utara B1 02 01 P1 Gambar 3. Contoh Pemasangan Ko-sitasi dengan Matriks Gambar Keterangan: 01 : Artikel 1 (dokumen yang menyitir atau mengutif) 02 : Artikel 2 (dokumen yang menyitir atau mengutif) B1 : Dokumen yang disitir atau dikutif (kode daftar pustaka atau bibliografi) oleh 01 dan 02 P1 : Dokumen yang menyitir atau mengutif lanjutan Universitas Sumatera Utara BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Penentuan Pasangan Bibliografi Setelah data terkumpul maka data diolah dengan prosedur sebagai berikut : 1. Memasangkan masing-masing artikel dengan membuat tabulasinya 2. Memeriksa data bibliografi dokumen yang disitir pada setiap pasangan artikel 3. Membuat daftar artikel bersama-sama dengan referensinya 4. Membuat matriks untuk memasangkan setiap artikel 5. Menghitung kekuatan pasangan bibliografi 6. Melakukan interpretasi 4.2 Penentuan Pasangan Bibliografi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tahun 2011 Pasangan bibliografi pada International Journal on Electrical Engineering and Informatics tahun 2011 dengan melakukan pemasangan masing-masing artikel. Seluruh artikel yang akan dipasangkan dapat dilihat pada lampiran 4 dan lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 8. Jumlah Artikel yang Memiliki Kekuatan Pasangan Bibliografi No Besar Kekuatan Pasangan Bibliografi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Jumlah Pasangan Artikel 35 2 1 38 Persentase Pasangan Artikel yang Berkekuatan Pasangan Bibliografi 92,10% 5,2% 2,6% 99,90% Dari hasil pemasangan seluruh artikel yang terdapat pada lampiran 4, dapat diketahui ada sebanyak 38 pasangan artikel. Dari 38 pasangan artikel diperoleh 35 (92,10%) pasang artikel yang tidak memiliki pasangan bibliografi, 2 Universitas Sumatera Utara (5,2%) pasang yang memiliki pasangan bibliografi dan 1 (2,6%) pasang yang memiliki pasangan bibliografi. 4.2.1 Matriks Pasangan Bibliografi Pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tahun 2011 J1 02 08 Gambar 4. Matriks Pasangan Artikel 02 dan Artikel 08 Keterangan : 02 : Artikel yang menyitir 08 : Artikel yang menyitir J1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 2 dan 8 J. Wood and B. F. Wollenberg, Power generation, operation and control, New York: Wiley, 1996. Dokumen 02 dan dokumen 08 merupakan pasangan dokumen yang menjadi objek pengamatan. Dari referensi yang dimiliki oleh dokumen 02 dan dokumen 08 hanya terdapat satu referensi yang sama yaitu J1. Dokumen 02 dan dokumen 08 dikatakan terkapling secara bibliografi. Adapun kekuatan pasangan bibliografi antara dokumen 02 dan dokumen 08 adalah 1. C1 D1 L1 A1 04 M1 C2 S1 P1 26 Gambar 5. Matriks Pasangan Artikel 04 dan Artikel 26 Universitas Sumatera Utara Keterangan : 04 : Artikel yang menyitir 26 : Artikel yang Menyitir C1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 C.S.Kim, J.S.Park, D.Ahn and J.B. Lim, “A novel one dimensional periodc defected ground structure for planar circuits,” IEEE Microwave and Guided wave Letters, vol. 10, No. 4, pp.131-133, 2000. D1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 D. Ahn, J. S. Park, C. S. Kim, J. Kim, Y. Qian and T. Itoh, “A design of the lowpas filter using the novel microstrip defected ground structure,” IEEE Trans. on Microwave Theory and Techniques, vol. 49, no. 1, pp. 86-93, 2001. L1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 Lim J., Kim C., Lee Y., Ahn D., and Nam S., “Design of lowpass filters using defected ground structure and compensated microstrip line,” Electronics Letter, vol. 38, no. 25, pp. 1357-1358, 2002. A1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 A. Abdel-Rahman, A.K. Verma, A. Boutejdar, and A.S. Omar, “Control of bandstop response of Hi-Lo microstrip lowpass filter using slot in ground plane,” IEEE Trans. On Microwave Theory Tech., vol .52, no. 3, pp. 1008-1013, March 2004. M1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 M.K.Mandal and S.Sanyal, “A novel defected ground structure for planar circuits,” IEEE Microwave and Wireless Comp. Lett., vol. 16, no. 2, pp.93-95, Feb. 2004. C2 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 Chen J.-X., Li J.-L., Wan K.-C. and Xue Q., “Compact quasi-elliptic function filter based on defected ground structure,” IEE Proc.Microwave Antennas propagation, vol . 153, no. 4, pp. 320-324, Aug. 2006. S1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 Universitas Sumatera Utara Susanta Kumar Parui, Santanu Das ‘An asymmetric defected ground structure with elliptical response and its application as a lowpass filter’ Int. J. Electron. Commun. (AEÜ) vol. 63 ,pp.483 – 490, 2009. P1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 4 dan 26 Parui, Susanta Kumar, Moyra, Tamasi and Das, Santanu “Quasi-elliptic filter characteristics of an asymmetric defective ground structure,” International Journal of Electronics, Vol.-96, No.-9, PP-915-924. September 2009. Dokumen 04 dan dokumen 26 merupakan pasangan dokumen yang menjadi objek pengamatan. Dari referensi yang dimiliki dokumen 04 dan dokumen 26 terdapat delapan referensi yang sama, yaitu C1, D1, L1, A1, M1, C2, S1 dan P1. Dokumen 04 dan dokumen 26 dikatakan terkapling secara bibliografi. Adapun kekuatan pasangan bibliografi antara dokumen 04 dan dokumen 26 adalah 8. S2 17 36 Gambar 6. Matriks Pasangan Artikel 17 dan Artikel 36 Keterangan : 17 : Artikel 17 yang menyitir 36 : Artikel 36 yang menyitir S2 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 13 dan 19 S. R. Norsworthy, R. Schreier and G.C. ‟Delta Temes,Sigma Converters. Theory, Design and Simulation”, IEEE Press: New York, 1997. Dokumen 17 dan dokumen 36 merupakan pasangan dokumen yang menjadi objek pengamatan. Dari referensi yang dimiliki dokumen 17 dan dokumen 36 hanya terdapat satu referensi yang sama, yaitu S2. Dokumen Universitas Sumatera Utara 17 dan dokumen 36 dikatakan terkapling secara bibliografi. Adapun kekuatan pasangan bibliografi antara dokumen 17 dan dokumen 36 adalah 1. Tabel 9. Tabel Kekuatan Pasangan Bibliografi International Journal on Electrical Engineerng and Informatics No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 International Journalon Electrical Engineering and Informatics Artikel 1 Artikel 2 Artikel 3 Artikel 4 Artikel 5 Artikel 6 Artikel 7 Artikel 8 Artikel 9 Artikel 10 0 19 21 12 1 15 5 17 18 12 15 Kekuatan Pasangan Total Pasangan Bibliografi 1 2 3 4 5 6 7 8 Artikel 1 8 1 19 22 12 9 15 5 17 19 12 15 Berdasarkan tabel di atas atau pada lampiran 4 dapat dilihat bahwa International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011 diperoleh sebanyak 579 referensi dari 38 artikel. Kekuatan pasangan bibliografi bernilai 1 diperoleh dari 4 artikel. Kekuatan pasangan bibliografi 8 diperoleh dari 16 artikel. 4.2.2 Penentuan Pasangan Bibliografi pada ITB Journal of Engineering Science Pasangan bibliografi pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2011 dengan melakukan pemasangan masing-masing artikel. Seluruh artikel yang akan dipasangkan dapat dilihat pada lampiran 5 dan lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Universitas Sumatera Utara Tabel 10. Jumlah Artikel yang Memiliki Kekuatan Pasangan Bibliografi No Besar Kekuatan Pasangan Bibliografi 1 2 0 1 Jumlah Pasangan Artikel Persentase Pasangan Artikel yang Berkekuatan Pasangan Bibliografi 15 93,75% 1 6,25% 16 100% Dari hasil pemasangan seluruh artikel yang terdapat pada lampiran 5, dapat diketahui ada sebanyak 16 pasangan artikel. Dari 16 pasangan artikel diperoleh 15 (93,75%) pasang artikel yang tidak memiliki pasangan bibliografi, dan 1 (6,25%) pasang yang memiliki pasangan bibliografi. M1 01 10 Gambar 7. Matriks Pasangan Artikel 1 dan Artikel 10 Keterangan : 01 : Artikel yang menyitir 10 : Artikel yang menyitir M1 : Kode untuk pasangan bibliografi untuk artikel 1 dan 10 Montgomery, D.C., Design and Analysis of Experiments, 5th edition, John Wiley and Sons, Singapore, 2001. Dokumen 01 dan dokumen 10 merupakan pasangan dokumen yang menjadi objek pengamatan. Dari referensi yang dimiliki oleh dokumen 01 dan dokumen 10 hanya terdapat satu referensi yang sama yaitu M1. Dokumen 01 dan dokumen 10 dikatakan terkapling secara bibliografi. Adapun kekuatan pasangan bibliografi antara dokumen 01 dan dokumen 10 adalah 1. Universitas Sumatera Utara Tabel 11. Tabel Kekuatan Pasangan Bibliografi ITB Journal of Engineering Science No ITB Journal of Kekuatan Pasangan Total Pasangan Bibliografi Engineering Science Artikel 0 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Artikel 1 Artikel 2 Artikel 3 Artikel 4 Artikel 5 Artikel 6 Artikel 7 Artikel 8 Artikel 9 Artikel 10 Artikel 11 Artikel 12 Artikel 13 Artikel 14 Artikel 15 Artikel 16 Sub Total 5 17 9 13 14 11 10 11 11 20 8 28 19 22 14 17 228 1 6 17 9 13 14 11 10 11 11 20 8 28 19 22 14 17 230 1 2 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa ITB Journal of Engineering Science tahun 2011 diperoleh sebanyak 230 referensi dari 16 artikel. Kekuatan pasangan bibliografi bernilai 1 diperoleh dari 2 artikel. No 1 2 Tabel 12. Rekapitulasi Pasangan Bibliografi Nama Jurnal Kekuatan Pasangan Bibliografi International Journal on Electrical Engineerng and Informatics ITB Journal of Engineering Science Total Pasang an Artikel Pasangan artikel yang memiliki kekuatan pasanga bibilografi % Pasangan artikel yang tidak memiliki kekuatan pasanga bibilografi % 20 3,4% 559 96,55 % 579 2 0,8% 228 99,13 % 230 Universitas Sumatera Utara Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas, tergambar jelas bahwa pasangan artikel yang memiliki kekuatan pasangan bibliografi pada kedua jurnal tersebut cenderung sangat kecil jika dibandingkan dengan pasangan artikel yang tidak memiliki kekuatan pasangan artikel. 4.3 Penentuan Pasangan Ko-sitasi Data dari hasil pasangan bibliografi akan dipasangkan dengan kembali dengan artikel yang menyitir lanjutan. Prosedur untuk mengolah data ko-sitasi adalah sebagai berikut : 1. Membuat Pengkodean untuk hasil pasangan bibliografi 1.1 International Journal on Electrical Engineerng and Informatics SB : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 2 MT : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 4 PB : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 8 DA : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel17 MP : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 26 AK : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 36 1.2 ITB Journal of Engineering Science W1 : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 1 W2 : Kode untuk pasangan bibliografi pada artikel 10 2. Memasangkan hasil pasangan bibliografi dengan artikel yang menyitir lanjutan 3. Membuat daftar artikel bersama-sama dengan referensinya 4. Membuat matriks untuk memasangkan setiap artikelnya 5. Menghitung kekuatan ko-sitasi 6. Melakukan interpretasi data 4.3.1 Penentuan Pasangan Ko-sitasi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tahun 2012 Pasangan ko-sitasi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2012 dengan melakukan pemasangan masing-masing artikel. Universitas Sumatera Utara Seluruh artikel yang akan dipasangkan dapat dilihat pada lampiran 6. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 13. Jumlah Pasangan Artikel yang Memiliki Kekuatan Ko-sitasi No 1 Besar Kekuatan Pasangan Kekuatan Ko-sitasi 0 Jumlah Pasangan Artikel 49 49 Persentase Pasangan Artikel yang Berkekuatan Pasangan Bibliografi 100% 100% Dari tabel di atas dapat digambarkan bahwa tidak terdapat sama sekali pasangan artikel yang memiliki pasangan ko-sitasi. Atau dengan kata lain, tidak ada artikel yang menyitir dokumen yang menjadi pasangan bibliografi pada tahun sebelumnya atau tahun 2011. 4.3.2 Penentuan Pasangan Ko-sitasi Pada ITB Journal of Engineering Science Pasangan ko-sitasi pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2012 dengan melakukan pemasangan masing-masing artikel. Seluruh artikel yang akan dipasangkan dapat dilihat pada lampiran 7. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel 14. Jumlah Artikel yang Memiliki Kekuatan Ko-sitasi No 1 Besar Kekuatan Pasangan Kekuatan Ko-sitasi 0 Jumlah Pasangan Artikel 19 19 Persentase Pasangan Artikel yang Berkekuatan Pasangan Bibliografi 100% 100% Dari tabel di atas dapat digambarkan bahwa tidak terdapat sama sekali pasangan artikel yang memiliki pasangan ko-sitasi. Atau dengan kata lain, tidak ada artikel yang menyitir dokumen yang menjadi pasangan bibliografi pada tahun sebelumnya atau tahun 2011. Universitas Sumatera Utara Tabel 15. Rekapitulasi Kekuatan Pasangan Ko-sitasi N o Nama Jurnal 1 International Journal on Electrical Engineerng and Informatics ITB Journal of Engineering Science 2 Kekuatan Pasangan Bibliografi Pasangan artikel yang memiliki kekuatan Ko-stasi % Pasangan artikel yang tidak memiliki kekuatan Kositasii % Total Pasan gan Artike l 0 0% 49% 100% 49 0 0% 19% 100% 19 Dari tabel di atas jelas terlihat bahwa dari kedua jurnal tersebut tidak ada satu pun yang memiliki pasangan kositasi dan kekuatan ko-sitasi. Setelah dilakukan penelitian secara keseluruhan, bahwa kedua jurnal memiliki kekuatan pasangan bibliografi. Tetapi bukan berarti seluruh artikel yang memiliki kekuatan pasangan bibliografi disitir oleh dokumen yang terbit kemudian. Hal ini terlihat jelas pada kekuatan ko-sitasi dari kedua jurnal tersebut, yang tidak memiliki kekuatan ko-sitasi sama sekali. Sehingga hal ini dapat dibuktikan bahwa dokumen yang memiliki subjek yang sama belum tentu memiliki referensi yang sama dan belum tentu disitir oleh dokumen yang terbit ditahun berikutnya atau bisa saja disitir ditahun-tahun berikutnya. Dan jika tidak memiliki kekuatan ko-sitasi maka dokumen atau artikel tersebut dapat dikatakan tidak memiliki kedekatan subjek yang dibahas. 4.4 Tingkat Kolaborasi Pengarang Per Tahun Pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Tingkat kolaborasi per tahun pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics yang akan disingkat dengan IJEEI pada tahun 20112012 dibuat untuk mengetahui tingkat kolaborasi pengarang per tahun. Tingkat kolaborasi pengarang per tahun tidak akan selalu sama, bisa saja akan berbeda. Untuk itu perlu dibuat tingkat kolaborasi pengarang per tahun. Setelah diketahui Universitas Sumatera Utara tingkat kolaborasi (C) per tahun diketahui maka nilai C akan diinterpretasikan dengan berpedoman kepada uraian bab III halaman 25. 4.4.1 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 2011 Tingkat kolaborasi pengarang pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel. 16 Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 2011 Jumlah pengarang individu (Ns) 6 Jumlah pengarang berkolaborasi (Nm) 33 Tingkat kolaborasi pengarang (C) 0,85 Persentase 85% Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Berdasarkan tabel 1 di atas, maka dapat diketahui bahwa pada tahun 2011 diperoleh 33 artikel yang dihasilkan pengarang secara berkolaborasi dan 6 artikel yang dihasilkan pengarang individu. Total artikel tahun 2011 adalah 39 artikel. Besar nilai C pada tahun 2011 adalah 0,85 dengan persentase 85%. Nilai C tersebut diinterpretasikan yaitu nilai C lebih besar dari setengah dan kurang dari satu (0,5<C<1). Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel yang dimuat dalam IJEEI tahun 2011 dilakukan lebih besar secara berkolaborasi dibandingkan dengan secara individu. Jadi artikel yang dimuat dalam tersebut masih sangat memerlukan bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga penelitian lain serta tenaga ahli lain. 4.4.2 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 2012 Tingkat kolaborasi pengarang pada pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2012 dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Universitas Sumatera Utara Tabel. 17 Kolaborasi Pengarang Pada Tahun 2012 Jumlah pengarang Jumlah pengarang Tingkat kolaboras Persentase individu (Ns) berkolaborasi (Nm) i pengarang (C) 7 44 0,86 86% Keterangan: : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana C nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu Ns pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diketahui bahwa pada tahun 2012 diperoleh 44 artikel yang dihasilkan pengarang secara berkolaborasi dan 7 artikel yang dihasilkan pengarang secara individu. Total artikel tahun 2012 adalah 51 artikel. Besar nilai C pada tahun 2012 adalah 0,86 dengan persentase 86%. Nilai C tersebut didinterpretasikan yaitu nilai C lebih besar dari setengah dan kurang dari satu (0,5<C<1). Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel yang dimuat dalam IJEEI tahun 2011 dilakukan lebih besar secara berkolaborasi dibandingkan dengan secara individu. Jadi artikel yang dimuat dalam tersebut masih sangat memerlukan bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga penelitian lain serta tenaga ahli lain. 4.4.3 Rekapitulasi Tingkat Kolaborasi Pengarang pada IJEEI Tahun 20112012 Tingkat kolaborasi pengarang pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011-2012 dapat dilihat pada tabel rekapitulasi di bawah ini: Universitas Sumatera Utara No 1 2 3 Tabel. 18 Rekapitulasi Pengarang Pada IJEEI Tahun 2011-2012 Tahun Terbit Jumlah Pengarang Tingkat Kolaborasi (C) Ns Nm Ns+Nm Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2011-2012 6 7 13 33 44 77 39 51 90 0,85 0,86 0,78 Pers enta se % 85% 86% 78% Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2011-2012 diperoleh 77 artikel yang dihasilkan pengarang secara berkolaborasi dan 13 artikel yang dihasilkan pengarang secara individu. Dan total artikel dari tahun 2011-2012 adalah 90 artikel. Besar nilai C pada tahun 2011-2012 adalah 0,78 dengan persentase 78%. Nilai C tersebut diinterpretasikan yaitu nilai C lebih besar dari setengah dan kurang dari satu (0,5<C<1). Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel yang dimuat dalam IJEEI tahun 2011-2012 dilakukan lebih besar secara berkolaborasi dibandingkan dengan secara individu. Jadi artikel yang dimuat dalam tersebut masih sangat memerlukan bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga penelitian lain serta tenaga ahli lain. Tingkat kolaborasi tertinggi antara tahun 2011 dan 2012 adalah pada tahun 2012, dimana jumlah pengarang yang berkolaborasi sebayak 44 artikel sedangkan jumlah pengarang yang individu sebanyak 7 artikel dengan tingkat kolaborasinya 0,86 atau 86%. Sedangkan pada tahun 2011 jumlah pengarang yang berkolaborasi sebanyak 33 artikel sedangkan jumlah pengarang yang individu sebanya 6 artikel Universitas Sumatera Utara dengan tingkat kolaborasinya 0,85 atau 85%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingka kolaborasi pengarang tiap tahunnya bisa berbeda. 4.5 Tingkat Kolaborasi Pengarang Per Tahun Pada ITB Journal of Engineer ing Science Tingkat kolaborasi per tahun pada ITB Journal of Engineering Science yang akan disingkat dengan ITB JES pada tahun 2011-2012 dibuat untuk mengetahui tingkat kolaborasi pengarang per tahun. Tingkat kolaborasi pengarang per tahun tidak akan selalu sama, bisa saja akan berbeda. Untuk itu perlu dibuat tingkat kolaborasi pengarang per tahun. Setelah diketahui tingkat kolaborasi (C) per tahun diketahui maka nilai C akan diinterpretasikan dengan berpedoman kepada uraian bab III halaman 25. 4.5.1 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2011 Tingkat kolaborasi pengarang pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel. 19 Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2011 Jumlah pengarang Jumlah pengarang Tingkat kolaborasi individu (Ns) berkolaborasi (Nm) pengarang (C) 4 12 0,75 Persentase 75% Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Berdasarkan tabel 4 di atas, maka dapat diketahui bahwa pada tahun 2011 diperoleh 12 artikel yang dihasilkan pengarang secara berkolaborasi dan 4 artikel yang dihasilkan pengarang individu. Total artikel tahun 2011 adalah 16 artikel. Besar nilai C pada tahun 2011 adalah 0,75 dengan persentase 75%. Nilai C tersebut diinterpretasikan yaitu nilai C lebih besar dari setengah dan kurang dari Universitas Sumatera Utara satu (0,5<C<1). Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel yang dimuat dalam ITB JES tahun 2011 dilakukan lebih besar secara berkolaborasi dibandingkan dengan secara individu. Jadi artikel yang dimuat dalam tersebut masih sangat memerlukan bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga penelitian lain serta tenaga ahli lain. 4.5.2 Tingkat Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2012 Tingkat kolaborasi pengarang pada pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2012 dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel. 20 Kolaborasi Pengarang Pada ITB JES Tahun 2012 Jumlah pengarang Jumlah pengarang Tingkat kolaborasi individu (Ns) berkolaborasi (Nm) pengarang (C) 3 16 0,84 Persentase 84% Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Berdasarkan tabel 5 di atas, maka dapat diketahui bahwa pada tahun 2012 diperoleh 16 artikel yang dihasilkan pengarang secara berkolaborasi dan 3 artikel yang dihasilkan pengarang secara individu. Total artikel tahun 2012 adalah 19 artikel. Besar nilai C pada tahun 2012 adalah 0,84 dengan persentase 84%. Nilai C tersebut didinterpretasikan yaitu nilai C lebih besar dari setengah dan kurang dari satu (0,5<C<1). Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel yang dimuat dalam ITB JES tahun 2011 dilakukan lebih besar secara berkolaborasi dibandingkan dengan secara individu. Jadi artikel yang dimuat dalam tersebut masih sangat memerlukan bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga penelitian lain serta tenaga ahli lain. Universitas Sumatera Utara 4.5.3 Rekapitulasi Tingkat Kolaborasi Pengarang pada ITB JES Tahun 2011-2012 Tingkat kolaborasi pengarang pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2011-2012 dapat dilihat pada tabel rekapitulasi di bawah ini: No 1 2 3 Tabel. 21 Rekapitulasi Pengarang Pada ITB JES Tahun 2011-2012 Tahun Terbit Jumlah Pengarang Tingkat Persent Kolabora ase si (C) % Ns Nm Ns+Nm Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2011-2012 4 3 7 12 16 28 16 19 35 0,75 0,84 0,8 75% 84% 80% Keterangan: C : adalah tingkat kolaborasi peneliti dalam sebuah disiplin ilmu, dimana nilai C berada pada interval nol sam dengan satu atau [0,1]. Nm : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakukan secara berkolaborasi. Ns : adalah total hasil penelitian dari peneliti dalam sebuah disiplin ilmu pada tahun tertentu yang dilakuykan secara individu. Berdasarkan tabel rekapitulasi di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2011-2012 diperoleh 28 artikel yang dihasilkan pengarang secara berkolaborasi dan 7 artikel yang dihasilkan pengarang secara individu. Dan total artikel dari tahun 2011-2012 adalah 35 artikel. Besar nilai C pada tahun 2011-2012 adalah 0,8 dengan persentase 80%. Nilai C tersebut diinterpretasikan yaitu nilai C lebih besar dari setengah dan kurang dari satu (0,5<C<1). Sehingga dapat dikatakan bahwa artikel yang dimuat dalam ITB JES tahun 2011-2012 dilakukan lebih besar secara berkolaborasi dibandingkan dengan secara individu. Jadi artikel yang dimuat dalam tersebut masih sangat memerlukan bantuan dari disiplin ilmu lain atau lembaga penelitian lain serta tenaga ahli lain. Universitas Sumatera Utara Tingkat kolaborasi tertinggi antara tahun 2011 dan 2012 adalah pada tahun 2012, dimana jumlah pengarang yang berkolaborasi sebayak 16 artikel sedangkan jumlah pengarang yang individu sebanyak 3 artikel dengan tingkat kolaborasinya 0,84 atau 84%. Sedangkan pada tahun 2011 jumlah pengarang yang berkolaborasi sebanyak 12 artikel sedangkan jumlah pengarang yang individu sebanya 4 artikel dengan tingkat kolaborasinya 0,75 atau 75%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingka kolaborasi pengarang tiap tahunnya bisa berbeda. 4.6 Tingkat Produktivitas Pengarang pada IJEEI dan ITB JES Tahun 20112012 Produktivitas pengarang merupakan pengarang yang banyak menghasilkan karya. Untuk itu penelitian ini menggunakan tingkat produktivitas pengarang untuk melihat pengarang yang paling produktif atau yang banyak menghasilkan karya pada jurnal IJEEI dan ITB JES. 4.6.1. Tingkat Produktivitas Pengarang pada IJEE Tahun 2011-2012 Tingkat produktivitas pengarang pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011-2012 dibuat untuk mengetahui tingkat produktivitas pengarang, yaitu pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan karya pada tahun 2011-2012. Nama-nama pengarang yang menghasilkan karya dapat dilihat pada lampiran 9. Dan pengarang yang yang ditandai dengan warna merah merupakan pengarang yang menhasilkan karya terbanyak. Tingkat produktivitas Pengarang pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011-2012 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel. 22 Tabel Rekapitulasi Tingkat Produktivitas Pengarang Pada IJEEI Tahun 2011-2012 No Jumlah Karya Jumlah Pengarang Persentase 1 2 artikel 11 pengarang 5.5% 2 1 artikel 205 pengarang 90% Universitas Sumatera Utara Pada tabel. 8 di atas menunjukkan bahwa pengarang pada IJEEI tahun 20112012 yang menghasilkan 2 artikel adalah 11 pengarang (5,5%). Sedangkan yang mengahasilkan 1 artikel adalah 205 pengarang (90%). Total pengarang pada IJEEI tahun 2011-2012 adalah 216 pengarang. Pengarang yang paling produktif atau yang paling banyak menghasilkan karya pada IJEE tahun 2011-2012 adalah Tamasi Moyra, Susanta Kumar Parui, Santanu Das, Widyawardana Adiprawita, Bambang R. Trilaksono, Bhim Singh, S. Sivanagaraju, M. A. Abd Allah, Fari Pratomosiwi, Norasage Pattanadech dan Michael Muhris. Mereka menghasilkan 2 artikel dalam 2 tahun atau bisa dilihat pada lampiran. 4.6.3 Tingkat Produktivitas Pengarang pada ITB JES Tahun 2011-2012 Tingkat produktivitas pengarang pada International ITB Journal of Engineering Science tahun 2011-2012 dibuat untuk mengetahui tingkat produktivitas pengarang, yaitu pengarang yang paling produktif dalam menghasilkan karya pada tahun 2011-2012. Nama-nama pengarang yang menghasilkan karya dapat dilihat pada lampiran 10. Dan pengarang yang yang ditandai dengan warna merah merupakan pengarang yang menghasilkan karya terbanyak. Tingkat produktivitas Pengarang pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2011-2012 dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Tabel. 23 Tabel Rekapitulasi Tingkat Produktivitas Pengarang Pada ITB JES Tahun 2011-2012 No Jumlah Karya Jumlah Pengarang Persentase 1 3 Artikel 1 Pengarang 0,3% 2 2 Artikel 2 Pengarang 1% 3 1 Artikel 99 Pengarang 90% Pada tabel. 9 di atas menunjukkan bahwa pengarang pada ITB JES tahun 2011-2012 yang menghasilkan 3 artikel adalah 1 pengarang (0,3%). Sedangkan yang mengahasilkan 2 artikel adalah 2 pengarang (1%) dan yang menghasilkan 1 Universitas Sumatera Utara artikel adalah 99 pengarang (90%). Total pengarang pada ITB JES tahun 20112012 adalah 102 pengarang. Pengarang yang paling produktif atau yang paling banyak menghasilkan karya pada ITB JES tahun 2011-2012 adalah Tjokorde Walmiki Samadhi, dia mengahsilkan 3 artikel dalam 2 tahun. Dan selanjutnya disusul oleh Iswan Imran dan Pekik A Dahono, mereka menghasilkan 2 artikel dalam 2 tahun atau bisa dilihat pada lampiran. Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Kekuatan pasangan bibliografi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011 adalah 20 pasangan artikel atau 3,45% yang memiliki pasangan bibliografi dari 579 pasangan bibliografi yang diteliti. Dan kekuatan pasangan bibliografi pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2011 adalah 2 pasangan artikel atau 0,87% yang memiliki pasangan bibliografi dari 230 pasangan bibliografi yang diteliti. 2. .Kekuatan ko-sitasi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics dan Journal of Engineering Science tahun 2012 adalah tidak memiliki pasangan ko-sitasi, sehingga kedua jurnal yang diteliti tidak memiliki kekuatan ko-sitasi. 3. Tingkat kolaborasi pada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics tahun 2011-2012 adalah 0,78 atau 78% dengan pengarang yang paling produktif adalah Tamasi Moyra, Susanta Kumar Parui, Santanu Das, Widyawardana Adiprawita, Bambang R. Trilaksono, Bhim Singh, S. Sivanagaraju, M. A. Abd Allah, Fari Pratomosiwi, Norasage Pattanadech dan Michael Muhris sebanyak 2 artikel. Dan tingkat kolaborasi pada ITB Journal of Engineering Science tahun 2011-2012 adalah 0,80 atau 80% dengan pengarang paling produktif adalah Tjokorde Walmiki Samadhi sebanyak 3 artikel. Universitas Sumatera Utara 5.2 Saran Berdasarkan penelitian ini, penulis memberikan saran sebagai berikut : 1. Bagi penulis atau pengarang selanjutnya yang mempublikasikan tulisannya pada SCIMAGO Journal and Country Rank diharapkan agar dapat menyitir artikel terhadap subjek yang sama dengan subjek yang dibahasnya. 2. Bagi penulis atau pengarang selanjutnya yang mempublikasikan tulisannya pada SCIMAGO Journal and Country Rank diharapkan agar dapat menyitir artikel sebelumnya yang memiliki subjek yang sama dengan subjek yang dibahasnya. 3. Tingkat kolaborasi dan produktivitas pengarang diharapkan dapat dijadikan masukan untuk menambah pengetahuan dalam bidang bibliometrika khusunya tentang tingkat kolaborasi pengarang dan diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan pada tingkat kolaborasi dan produktivitas pengarang. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta. Australian Government. 2002. Review of Closer Collaboration Between UniversitiesandMajor Publicly Funded Research Agencies. http://www.adel aide.edu.au/dvcr/research/ResearchCollaborationReview.pdf. Diakses 15 Maret 2014. Azwar, Sifuddin. 2003. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Diodato, Virgil. 1994. Dictionary of Bibliometrics. New York : The Haworth Press. Egghe, Leo ; Rouseau, Ronald. 1990. Introduction To Informetrics : Quantitative Methods in Library, Documentation and Information Science. New York : Elseivier Science Publishers. Glanzel,W. 2003. Bobliometrics As A Research Field : A course on theory and application of bibliometrics indicators. New York : Course Handouts. Hakim. 2012. Penyusunan Karya Tulis Ilmiah. http://aminawm.wordpress.com/pe ngertian-jurnal-ilmiah/. Diakses 2 April 2014. Hartinah, Sri. 2002. Analisis Sitiran (Citation Analysis). Dalam Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Jakarta : Masyarakat informetrika Indonesia. Hasugian, Joner. 2005. Analisis Sitiran Terhadap Disertasi Program Doktor (S-3) Ilmu Kedokteran Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. http:/ /repository.usu.ac.id/handle/123456789/15749. Diakses 12 Maret 2014. Ishak. 2005. Analisis Bibliometrika Terhadap Artikel Penelitian Penyakit Malaria di Indonesia Tahun 1970 – April 2004 Menggunakan Database Online PubMed. http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/15741. Diakses 27 februari 2014. Ishak. 2011. Modul Praktikum Penelusuran Online. Medan : Program Studi Ilmu Perpustakan dan Informasi. Kessler, M.M 1963. Bibliographic coupling Between Scentific Paper American D ocumentation. http://search.proquest.com/docview/216635570/74A6150F0 1A84698PQ/5?accountid=50257. Diakses 20 februari 2014. Koswara, Jajah. 2003. Pedoman Penerbitan Jurnal Ilmiah : Perguruan Tinggi Agama Islam. http://www.ditpertais.net/regulasi/jurnal/jur3.asp. Diakses 2 April 2014. Maryono. 2012. Tren Impact Factor, Produktivitas dan Kolaborasi Dalam Indonesian Journals of Chemistry. http://balitbang.kominfo.go.id/balitbang /bppki yogyakarta/files/2013/01/01_Artikel-Jurnal_Maryono_115-132.pdf. Diakses 12 Maret 2014. Universitas Sumatera Utara Mustangimah. 2002. Analisis Pasangan Bibliografi (bibliographic Coupling) dan Ko-sitasi (Co-sitasi). Dalam Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Jakarta : Masyarakat informetrika Indonesia. Prihanto, Igif G. 2002. Kolaborasi. Dalam Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Jakarta : Masyarakat informetrika Indonesia. Rifai, Mien A. 1995. Gaya Penulisan, Penyunting dan Penerbitan Karya Ilmiah Indonesia. Yogyakarta : Gajah Mada University. Stack, Jacqueline M. 2008. Change, Chaos and Quality : Strategi Partners. http:// library.lanl.gov/cgi-bin/getfile?00285843.pdf. Diakses 15 Maret 2014. Sulistyo-Basuki. 2002. Bibliometrika, Sainmetrika dan Informetrika. Dalam Kumpulan Makalah Kursus Bibliometrika. Jakarta : Masyarakat informetrika Indonesia. Universitas Sumatera Utara LAMPIRAN Lampiran 1. Daftar Jurnal Ilmiah Terbitan Indonesia Pada Database Scimago Journals and Country Rank. Universitas Sumatera Utara Lampiran 2. Halaman Depan International Journal on Electrical Engineering and Informatics Lampiran 3. Halaman Depan ITB Journal of Engineering Science Universitas Sumatera Utara Lampiran 4. Kekuatan Pasangan Bibliografi International Journal on Electrical Engineerng and Informatics No International Journal Kekuatan Pasangan Bibliografi on Electrical 0 1 2 3 4 5 6 7 Total 8 Pasangan Artikel Engineering and Informatics 1 Artikel 1 19 19 2 Artikel 2 21 3 Artikel 3 12 4 Artikel 4 1 5 Artikel 5 15 15 6 Artikel 6 5 5 7 Artikel 7 17 17 8 Artikel 8 18 9 Artikel 9 12 12 10 Artikel 10 15 15 11 Artikel 11 22 22 12 Artikel 12 43 43 13 Artikel 13 9 9 14 Artikel 14 13 13 15 Artikel 15 8 8 16 Artikel 16 17 17 17 Artikel 17 14 18 Artikel 18 16 16 19 Artikel 19 10 10 20 Artikel 20 5 5 21 Artikel 21 9 9 22 Artikel 22 22 22 23 Artikel 23 11 11 24 Artikel 24 19 19 25 Artikel 25 8 8 1 22 12 8 1 1 9 19 15 Universitas Sumatera Utara 26 Artikel 26 4 27 Artikel 27 26 26 28 Artikel 28 8 8 29 Artikel 29 17 17 30 Artikel 30 10 10 31 Artikel 31 5 5 32 Artikel 32 16 16 33 Artikel 33 13 13 34 Artikel 34 14 14 35 Artikel 35 17 17 36 Artikel 36 19 37 Artikel 37 23 23 38 Artikel 38 26 26 Sub Total 559 8 1 4 12 20 16 579 Universitas Sumatera Utara Lampiran 5. Tabel Pemasangan Bibliografi Pada Journal on Electrical Engineerng and Informatics Pasa nga n Arti kel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 - - - - - - - - 1 - - - - - - - - - - - - - - - - - 8 - - - - - - - - - - 1 - - - Universitas Sumatera Utara 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 Tota l - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - 1 - - - - - - - - - - - - - - - - - 8 - - - - - - - - - 1 - - Universitas Sumatera Utara Lampiran 6. Tabel Pemasangan Bibliografi Pada ITB Journal of Engineering Science Pasangan Artikel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 - - - - - - - - - 1 1 - - - - - - Lampiran 7. Tabel Pemasangan Pasangan Ko-sitasiPada International Journal on Electrical Engineerng and Informatics Artikel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 SB - MT - PB - DA - MP - AK - Universitas Sumatera Utara 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 Total 0 0 0 0 0 0 Universitas Sumatera Utara Lampiran 8. Tabel Pemasangan Pasangan Ko-sitasi Pada ITB Journal of Engineering Science Artikel 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 Total W1 0 W2 0 Universitas Sumatera Utara Lampiran 9. Produktivitas Pengarang Pada Ijeei No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Nama Pengarang Hachemi Glaoui1 Abdeldejbar Hazzab Bousmaha Bouchiba Ismaïl Khalil Bousserhane Pierre Sicard B. Shaw S. Ghoshal V. Mukherjee S. P. Ghoshal Allam Mousa Tamasi Moyra Susanta Kumar Parui Santanu Das Sawan Sen Sandip Chanda S. Sengupta A. Chakrabarti Giovanni Sutanto Kusprasapta Mutijarsa Hilwadi Hindersah Man-Gon Park3 Amr Y. Abou-Ghazala Tarek I. El-Shennawy B. Padmanabhan J. Jasper M. E Siva Kumar R. S. C. K. Vibhakar S. A. Kanitkar B. Shanthi S. P. Natarajan M. Sasikumar Chenthur Pandian Reza Ebrahinpour Mona Amini Fatemeh Sharifizadehi Armein Z. R. Langi Jih-Fu Tu Gheorghe Grigoras Gheorghe Cartina Gheorghe Asachi Arif Sasongko Maman Abdurohman Kuspriyanto 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Tahun Terbit 2011 2012 - Jumlah Karya 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 2 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel Universitas Sumatera Utara 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 82 83 84 85 86 87 88 89 90 Sarwono Sutikno Abdelghani Dendouga Nour-Eddine Bouguechal Souhil Kouda Samir Barra Widyawardana Adiprawita AdangSuwandi Ahmad Jaka Sembiring Bambang R. Trilaksono Asima Sabat S. Karmakar Achmad Munir Muhammad Fathi Yakan Musthofa P. Chandrasekhar S. Rama Reddy Deepak Kumar Lal Bibhuti Bhusan Dash A. K. Akella R. Seyezhai B. L. Mathur Dimitri Mahayana Chennai Salim Benchouia Mohamed Toufik Tri Desmana Rachmildha Sangeeta Kamboj Ratna Dahiya S. Manoharan N. Devarajan M. Deivasahayam G. Ranganathan Ambarnath Banerji Bhim Singh P. Srinivas P. V. N. Prasad Harutoyo Hirano Hiromi Maruyama Abdugheni Kutluk Toshio Tsuji Osamu Fukuda Naohiro Ueno1 Teiji Ukawa1 Ryuji Nakamura Noboru Saeki Masashi Kawamoto Masao Yoshizumi Wrastawa Ridwan 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 - 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel Universitas Sumatera Utara 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 D. K. Shakya Rajiv Saxena S. N. Sharma Ha Cheol Lee Mohamad Zul Hilmey Bin Makmud Yanuar Z. Arief Mat Uzir Wahit Karim ABBES Naoufel Gueddah Mohamed MASMOUDI Wildan Toyib Eun-Sook Lee Man-Gon Park Ricky Christanto Shaou-Gang Miaou Ting-Lan Lin Lalit Prakash Saxena Anton Satria Prabuwono Mohammad Khatim Hasan Ayan Banerji Rakibuzzaman Shah Ramesh Bansal Hira Laksmiwati Saiful Akbar Anirban Chatterjee G.K. Mahanti Naimul Hasan Braheem Shuaib Farooq Janusz BÄ™dkowsk Andrzej MasÅ‚owski K. Nagaraju Chiang Cheng V. Ganesh Ahmad Asrul Ibrahim Hussain Shareef Irrine Budi Sulistiawati Muhammad Abdillah Adi Soeprijanto A. V. Naresh Babu S. Sivanagaraju Mohd Hafizi Ahmad Hussein Ahmad Abdul-Malek Kaustubh A. Vyas 1 1 1 1 1 - 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 - - 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 Universitas Sumatera Utara 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 162 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 J. G. Jamnani Zhicheng GUAN Kang Niu P. Karthikeyan M. Murugappan S.Yaacob Sayed A. Ward M. A. Abd Allah Amr A. Youssef Tarek I. Haweel D. Silas Stephen P. Somasundaram R. Rajathy Harish Kumar Partha Kayal Sayonsom Chanda C. K. Chanda M. F. Faisal A. Mohamed H. Shareef Rohollah Abdollahi Alireza Jalilian Moussa Ayyash Yash Pal A. Swarup P. K. Biswas S. Banerjee M. F. L. Abdullah Min-Yen Chiu Keng-Wei Liang A. Said1, Ebrahim A. Badran K. Lenin M. Surya Kalavathi Fari Pratomosiwi Norasage Pattanadech Michael Muhris S. M. Hoek M. Koch M. Heindl Ravi Shankar Kalyan Chatterjee T. K. Chatterjee Dyah R. Panuju A. Müller M. Beltle - 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 2 artikel 2 artikel 2 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel Universitas Sumatera Utara 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 S. Tenbohlen Adit Kurniawan Umar Khayam upriya P T. N. Padmanabhan Nambiar Biplab Bhattacharyya S.K.Goswami Vikash Kumar Gupta Paul Wagenaars Peter A.A.F. Wouters Martin A. Baur Luca Barletta, Maurizio Magarini Arnaldo Spalvieri Fitriana Nanang Hariyanto Kanwardeep Singhi Vinod K. Yadav Arvind Dhingra Adrianto Ravi Ibrahim C. V. Gopala Krishna Rao G. Yesuratnam Suwarno Ario Basuki Wibowo Ghasem Mokhtari Ahmad Javid Ghanizadeh Esmaeil Ebrahimi Oodo Ogidi Stephe Liu Yanli Zhou Wei Sun Hui Zhang Fuhong - 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel 1 artikel Universitas Sumatera Utara Lampiran 10. Produktivitas Pengarang Pada ITB JES No Nama Pengarang Tahun Terbit 2011 2012 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Tjokorde Walmiki Samadhi I Dewa Gede Arsa Putrawan Bambang Eko Prabowo Alinda Dwitawidi Gibson H.M. Sianipar Harman Ajiwibowo Nenen Rusnaeni Widodo Purwanto W. Mohammad Nasikin Lilik Hendrajaya2 Ridho Hantoro I.K.A.P Utama Aries Sulisetyono Erwand Bambang H. Trisasongko Eko Widi Purnomo Zuhar Zahir Tuan Harith Pekik Argo Dahono Een Taryana Wrastawa Ridwan Bambang Riyanto Trilaksono Subagjo Kevin R. Lismana Khasin Fuadi Reni Desmiarti Fu-Sheng Li Tole Sutikno Nik Rumzi Nik Idris Auzani Jidin Armstrong F. Sompotan Linus A. Pasasa Rachmat Sule Akmaluddin Rachman Setiawan Muhammad Idris Tito Dwi Prakasa Abdul Rajab Aminuddin Sulaeman Sudaryatno Sudirham Suwarno Mitesh S. Joshi Narendrasinh B. Desai Monika N. Mehta Victor Sampebulu 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 - 1 1 1 1 1 1 Jumlah Artikel 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Universitas Sumatera Utara 44 45 46 47 48 49 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 Armein Z. R. Langi Seno D. Panjaitan Berlian Sitorus Olugbenga A. Omotosho Oluseyi O. Ajayi Widodo Budiharto Ari Santoso Djoko Purwanto Achmad Jazidie Tutuka Ariadji Pudjo Sukarno Kuntjoro Adji Sidarto Edy Soewono Lala Septem Riza Kenny David Hendro Risdianto Elis Sofianti Sri Harjati Suhardi Tjandra Setiadi Wahyudi Sutopo Senator Nur Bahagia Andi Cakravastia T.M.A. Arisamadhi Widowati Bambang Riyanto Hari Muhammad Moehammad Awaluddin Irwan Meilano Sri Widiyantoro Mindriany Syafila Sukandar Eric Haryanto Semuel Pati Senda Renanto Achmad Roesyadi Wahono Sumaryono Yazid Bindar Rahmat Hidayat Widiyanta Gomulya Pina Pitriana Ryan Irmansyah Rany Miranti Herman Sahrul Hidayat Fitrilawati Akihiko Fujii - 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Universitas Sumatera Utara 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 Masanori Ozaki Tirto Prakoso Parncheewa Udomsap Akiko Tanaka Toshihiro Hirotsu Shinichi Goto Antonius Iswandi Imran Anang Kristianto Made Suarjana Ivindra Pane Utjok W.R. Siagian Angga P. Budiono - 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 Artikel 2 (Solution of Economic Load Dispatch Problems by a Novel Seeker Optimization Algorithm) References [1] J. Wood, B.F. Wollenberg, Power Generation, Operation, and Control, New York: Wiley, 1984. [2] Z.L. Gaing, “Particle swarm optimization to solving the economic dispatch considering the generator constraints,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 18, pp. 1187–1195, August 2003. [3] C.T. Su, C.T. Lin, “New approach with a Hopfield modeling framework to economic dispatch,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 15, pp. 541-545, May 2000. [4] K.P. Wong, C.C. Fung, “Simulated annealing based economic dispatch algorithm,” IET Proceedings of Generation Transmission and Distribution, Vol. 140, pp. 509-515, November 1993. [5] W.-M. Lin, F.-S. Cheng, M.-T. Tsay, “An improved Tabu search for economic dispatch with multiple minima,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 17, pp. 108–112, February 2002. [6] N. Sinha, R. Chakrabarti, P.K. Chattopadhyay, “Evolutionary programming techniques for economic load dispatch,” IEEE Trans. on Evolutionary Computation, Vol. 7, pp. 83– 94, February 2003. [7] S. Pothiya, I. Ngamroo, W. Kongprawechnon, “Ant colony optimization for economic dispatch problem with non-smooth cost functions,” International Journal of Electrical power and Energy System Vol. 32, pp. 478–487, June 2010. [8] L.D.S. Coelho, V.C. Mariani, “Combining of chaotic differential evolution and quadratic programming for economic dispatch optimization with valve point effect,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 21, pp. 989–996, May 2006. [9] B.K. Panigrahi, Ravikumar, V. Pandi, “Bacterial foraging optimisation: Nelder–Mead hybrid algorithm for economic load dispatch,” IET Proceedings of Generation Transmission and Distribution, Vol. 2, pp. 556– 565, 2008. Universitas Sumatera Utara [10] Bhattacharya, P.K. Chattopadhyay, “Biogeography-based optimization for different economic load dispatch problems,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 25, pp. 10641077, May 2010. [11] Bhattacharya, P.K. Chattopadhyay, “Hybrid differential evolution with Biogeography-based optimization for solution of economic load dispatch,” to be appeared in IEEE Trans. on Power System. [12] Dai, W. Chen, Y. Zhu, X. Zhang, “Seeker optimization algorithm for optimal reactive power dispatch,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 24, pp. 12181231, August 2009. [13] C.L. Chiang, “Improved genetic algorithm for power economic dispatch of units with valve-point effects and multiple fuels,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 20, pp. 1690-1699, November 2005. [14] Eustace, D.P. Barnes, J.O. Gray, “Co-operant mobile robots for industrial applications,” Proc. International Conference on Industrial Electronics Control and Instrumentation, Vol. 1, pp. 39–44, 1993. [15] Li, “Uncertainty reasoning based on cloud models in controllers,” Computers and Mathematics with Applications. New York: Elsevier Science, Vol. 35, pp. 99–123, 1998. [16] L.D.S. Coelho, C.S. Lee, “Solving economic load dispatch problems in power systems using chaotic and Gaussian particle swarm optimization approaches,” International Journal of Electrical power and Energy System Vol. 30, pp. 297-307, June 2008. [17] Sydulu, “A very fast and effective non-iterative “Lamda Logic Based” algorithm for economic dispatch of thermal units,” Proc. IEEE Conference on TENCON, pp. 1434– 1437, 1999. [18] K.T. Chaturvedi, M. Pandit, L Srivastava, “Particle swarm optimization with time varying acceleration coefficients for non-convex economic power dispatch,” International Journal of Electrical power and Energy System, Vol. 31, pp. 249–257, July 2009. [19] J.S. Alsumait, J.K. Sykulski, A.K. Al-Othman, “A hybrid GA-PS-SQP method to solve power system valve-point economic dispatch problems,” Applied Energy, Vol. 87, pp. 1773-1781, May 2010. [20] A.I. Selvakumar, K. Thanushkodi, “A new particle swarm optimization solution to nonconvex economic dispatch problems,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 22,pp. 42–51, February 2007. [21] H. Lu, P. Sriyanyong, Y.H. Song, T. Dillon, “Experimental study of a new hybrid PSO with mutation for economic dispatch with non-smooth cost function,” to be appeared in International Journal of Electrical power and Energy System. [22] K.T. Chaturvedi, M. Pandit, L Srivastava, “Self-organizing hierarchical particle swarm optimization for nonconvex economic dispatch,” IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 23, pp. 1079-1087, August 2008. [23] K. MMeng, Z.Y. DDong, H.G. WWang, K.P. WWong, “Quanttum-inspired pparticle swarmm optimmization for vvalve-point ecoonomic load diispatch,” IEEEE Trans. on PPower Systems,, Vol.. 25, pp. 215-2222, February 22010. [24] N. AAmjady, N.H. RRad, “Nonconvvex economic dispatch with AAC constraintss by a new reall codeed genetic algoorithm,” IEEE Trans. on Universitas Sumatera Utara Powwer Systems, VVol. 24, pp. 14889–1502, Aug.. 20099. [25] J.-B. Park, Y.-W. JJeong, J.-R. Shhin, K.Y. Lee, “An improvedd particle swarmm optimizationn for nnonconvex ecoonomic dispatcch problems,” IEEE Trans. on Power Sysstems, Vol. 25,, pp. 1156-166, Februuary 2010. [26] J.G. Vlachogiann is, K.Y. Lee,, “Economic load dispatchh—a comparattive study onn heurristic optimizattion techniquess with an impr oved coordinatted aggregationn-based PSO,”” IEEEE Trans. on Poower Systems, VVol. 24, pp. 9991-1001, May 22009. Artikel 4 (Design of a Quasi- elliptic Lowpass Filter using A New Defected Ground Structure and Capacitively Loaded Microstrip Line) References [1] C. S. Kim, J. S. Park, D. Ahn and J. B. Lim, “A novel one dimensional periodc defected ground structure for planar circuits,” IEEE Microwave and Guided wave Letters, vol. 10, No. 4, pp.131-133, 2000. [2] D. Ahn, J. S. Park, C. S. Kim, J. Kim, Y. Qian and T. Itoh, “A design of the lowpass filter using the novel microstrip defected ground structure,” IEEE Trans. on Microwave Theory and Techniques, vol. 49, no. 1, pp. 86-93, 2001. [3] Lim J., Kim C., Lee Y., Ahn D., and Nam S., “Design of lowpass filters using defected ground structure and compensated microstrip line,” Electronics Letter, vol. 38, no. 25, pp. 1357-1358, 2002. [4] A. Abdel-Rahman, A. K. Verma, A. Boutejdar, and A. S. Omar, “Control of bandstop response of Hi-Lo microstrip lowpass filter using slot in ground plane,” IEEE Trans. On Microwave Theory Tech., vol .52, no. 3, pp. 10081013, March 2004. [5] M. K. Mandal and S.Sanyal, “A novel defected ground structure for planar circuits,” IEEE Microwave and Wireless Comp. Lett., vol. 16, no. 2, pp.93-95, Feb. 2004. [6] Chen J. -X., Li J. -L., Wan K. -C. and Xue Q., “Compact quasi-elliptic function filter based on defected ground structure,” IEE Proc.-Microwave Antennas propagation, vol . 153, no. 4, pp. 320-324, Aug. 2006. [7] Susanta Kumar Parui, Santanu Das ‘An asymmetric defected ground structure with elliptical response and its application as a lowpass filter’ Int. J. Electron. Commun. (AEÜ) vol. 63 ,pp.483 – 490, 2009. [8] Parui, Susanta Kumar, Moyra, Tamasi and Das, Santanu “Quasi-elliptic filter characteristics of an asymmetric defective ground structure,” International Journal of Electronics, Vol.-96, No.-9, PP-915-924. September 2009. [9] A. Tirado-Mendez, H. Jardon-Aguilar, and R. Flores-Leal “Improving frequency response of microstrip filters using defected ground and defected microstrip structures” Progress In Electromagnetics Research C, Vol. 13, 77 90, 2010. Universitas Sumatera Utara Artikel 8 (Bee Hive Algorithm to Optimize Multi Constrained Piecewise NonLinear Economic Power Dispatch Problem in Thermal Units) References [1] Padmanabhan, Siva Kumar R. S., J. Jasper : “Optimization of piecewise nonlinear multi constrained Economic power dispatch problem using an Improved Genetic Algorithm”, JEE Trans. Indus elect pow syst., 2010, 10, (3), pp. 106-112 [2] Lee, F. N., and Breipohl, A. M.: “Reserve constrained economic dispatch with prohibited operating zones”, IEEE Trans. Power Syst., 1993, 8, (1), pp. 246– 254 [3] Chen, P. H., and Chang, H. C.: “Large-scale economic dispatch by genetic algorithm”, IEEE Trans. Power Syst., 1995, 10, (4), pp. 1919–1926 [4] Kim, J. O., Shina, D. J., Parka, J. N., and Singh, C.: “Atavistic genetic algorithm for economic dispatch with valve point effect”, Electr. Power Syst. Res., 2002, 62, (3), pp. 201–207 [5] Walters, D. C., and Sheble, G. B.: “Genetic algorithm solution of economic dispatch with valve point loading”, IEEE Trans. Power Syst., 1993, 8, (3), pp. 1325–1332 [6] J. Wood and B. F. Wollenberg, Power generation, operation and control, New York: Wiley, 1996. [7] IEEE Committee Report, "Present Practices in the Economic Operation of Power Systems," IEEE Transactions on Power Apparatus and Systems, Vol. PAS-90, July/August 1971, pp. 1768-1775. [8] C. Walters, G. B. Sheble, "Genetic Algorithm Solution Of Economic Dispatch With Valve Point Loading," IEEE Trans. Power Systems, Vol. 8, No. 3, pp. 1325-1332, August 1993. [9] K. Wong, Y. Wong, "Genetic and genetic/simulated-annealing approaches to economic dispatch," IEE Proceedings Gener, Trans and Distr, Vol. 141, No. 5, pp. 507-513, Sep 1994. [10] K. Wong, B. Lau, A. Fry, "Modelling Generator Input-Output Characteristcs with Valve-Point Loading Using Neural Networks," IEE 2nd International Conference on Advances in Power System Control Operation and Management, pp. 843-848, 7-10 Dec 1993. [11] H. Yang, P. Yang, C Huang, "Evolutionary Programming Based Economic Dispatch for Units with Non-Smooth Fuel Cost Functions," IEEE Trans. Power Systems, Vol. 11, No. 1, pp. 112-118, February 1996. [12] J. Park; K. Lee; J. Shin; K. Lee, "A particle swarm optimization for economic dispatch with nonsmooth cost functions," IEEE Trans. On Power Systems, Vol. 20, No. 1, pp. 3442, Feb. 2005. [13] E. Lin, G. L. Viviani, "Hierarchical Economic Dispatch for Piecewise Quadratic Cost Functions," IEEE Trans. Power Apparatus and Systems, Vol. PAS-103, No. 6, pp. I 1 701175, June 1984. [14] El-Gallad, M. El-Hawary, A. Sallam, A. Kalas, "Swarm Intelligence for Hybrid Cost Dispatch Problem," Canadian Conf. on Electrical and Computer Engineering, Vol. 2, pp. 753-757, 13-16 May 2001. [15] W. Lin, F. Cheng, M. Tsay, "Nonconvex Economic Dispatch by Integrated Artificial Intelligence," IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 16, No. 2, pp. 307-311, May 2001. Universitas Sumatera Utara [16] J. Park, S. Yang, K. Mun, H. Lee, J. Jung, "An application of evolutionary computations to economic load dispatch with piecewise quadratic cost functions," The 1998 IEEE International Conference on Evolutionary Computation, Vol. 8, No. 3, pp. 289-294, 4-9 May 1998. [17] K. Y. Lee, A. Sode Yone, J. Ho Park, "Adaptive Hopfield Neural Networks for Economic Load Dispatch," IEEE Trans. on Power Systems, Vol. 13, No. 2, pp. 519-526, May 1998. [18] N. Lee, A. M. Breipohl, "Reserve Constrained Economic Dispatch With Prohibited Operating Zones," IEEE Trans. Power Systems, Vol. 8, No. 1, pp. 246-254, February 1993. [19] J. Y. Fan, J. D. McDonald, "A Practical Approach to Real Time Economic Dispatch Considering Unit's Prohibited Operating Zones," IEEE Trans. Power Systems, Vol. 9, No. 4, pp. 1737-1743, November 1994. [20] S. 0. Orero, M. R. Irving, "Econnomic Dispatchh Of Generatorrs With Prohibbited Operatingg Zones: A Genetic AAlgorithm Appproach," IEE PProceedings - GGener. Transmm. Distrib., Vol.. 143,, No. 6, pp. 5299-534, Novembber 1996. [21] P. CChen, H. Channg, "Large-Sccale Economicc Dispatch by Genetic Algoorithm," IEEEE Tranns. on Power SSystems, Vol. 1 0, No. 4, pp. 1 9191926, Novvember 1995. [22] T. JJayabarathi. GG. Sadasivam, V. Ramachanndran, "Evoluttionary Prograamming Basedd Econnomic Dispatcch of Generattors with Prohhibited Operatiing Zones," EElectric Powerr Systems Research, Vol. 52, No. 33, pp.261-266, December 19999. [23] Panccholi R. K, SSwarup K. S., “Particle swaarm optimizatiion for securi ty constrainedd econnomic dispatchh”. In: Presenteed at Internatioonal Conferencce on Intelligennt Sensing andd Inforrmation Proceessing. (IEEE CCat. No. 04EX7783), Chennai, India; 2004. [24] EL-SSharkawy M, Nieebur D., “Artificial ne ural networks with applicaation to powerr systeems,” IEEE Poower Eng Soc, A Tutorial Couurse 1996. [25] Yalccinoz T, Shorrt M. J., “Neuural networks approach for solving econnomic dispatchh probblem with trannsmission capaacity constraintts”, IEEE Tranns Power Syst 1998;13:307–– 13. [26] Youussef H. K., EEl-Naggar K. M., “Genetic based algorithhm for securi ty constrainedd powwer system econnomic dispatchh”, Elect Powerr Syst Res 20000;53:47–51. [27] Chao-Lung Chiangg, “Improved GGenetic Algoritthm for Power Economic Disspatch of Unitss Withh Valve-Point Effects and MMultiple Fuels”,, IEEE Trans. PPower Systemss, Vol. 20, No . 4, NNovember 2005. Universitas Sumatera Utara Artikel 17 (Modeling of a Second Order Sigma-Delta Modulator with Imperfections) REFERENCES [1] B. E. Boser and B. A. Wooley, “The design of sigma-delta modulation analog-to-digital converters,” IEEE J. Solid-State Circuits, vol. 22, no. 12, pp. 1298–1308, Dec. 1988. [2]Schreier R., Temes G. C, “Understanding Delta-Sigma Data Converters,” New York : IEEE Press, 2005. [3] S. R. NNorthworthyy, R. Schreiier, and G. C. Temes, “Delta-Sigmma Data Coonverters,” Piscatawayy, NJ: IEEE PPress, 1997. [4] G. Temmes, “Finitee amplifier ggain and baandwidth effffects in swiitchedcapaccitor filters,” IEEE J. SSolid-State CCircuits, voll. 15, pp. 3558–361, Junne 1980. [5] F. Meedeiro et aal., “Modelling opampp-induced harmonic ddistortion ffor switcheed-capacitoor SD modulaator design, ” in IEEE IInt. Symp. CCircuits Systtems, vol. 5 , May-Jun. 1994, pp. 4445–448. [6] H. Zarre-Hoseini and I. Kal e, “On thee effects off finite andd nonlinear DCgain oon the swittchedcapacittor delta-siggma modulaators,” in P roc. IEEE IInt. Symp. CCircuits Sysstems, May 2005, pp. 22547– 2550. [7] S. Lee and K. Yanng, “Designn a Low-Jittter Clock foor High-Sp eed A/D Coonverters”. Sensors, vool. 18, no. 10,, October 20001. [8] S. Briggati, F. Franncesconi, P. Malcovati,, D. Toniettto, A. Baschhirotto and FF. Malobertti, “MODELLING SIGMAA-DELTA MODULAATOR NOON-IDEALIITIES IN SIMULINNK®,” IEEEE Interna tional Sympossium, pp 3884 - 387 vol .2, 1999. [9] F. MEDDEIRO, “CCAD Methoddology for HHigh-Resoluution, Highh-Speed S-DD Modulatorrs with Empphasis in Casccade Multi-Bit Archite ctures”, ICMM-Neue Meesse, Munichh, 2001. [10] L. Dai, R. Harjanni, “CMOS Switched-OOp-Amp-B ased Samp le-andHoldd Circuit” IIEEE Journnal of Solid-SState Circuiits, vol. 35, nno. 1, pp. 109-113, Jannuary 2000. [11] J. Shieeh, M. Patill, and A. J. Sheu, “Meeasurement and analyssis of chargge injectionn in MOS aanalog switchees,” IEEE JJ. Solid-Statte Circuits, vvol. SSC-222, no. 4, pp.. 277–281, AApr. 1987. [12] J. Shieeh, M. Patill, and A. J. Sheu, “Meeasurement and analyssis of chargge injectionn in MOS aanalog switchees,” IEEE JJ. Solid-Statte Circuits, vvol. SSC-222, no. 4, pp.. 277–281, AApr. 1987. [13] X. Weize and E. GG. Friedmaan, “Clock-ffeedthroughh in CMOS analog trannsmission ggate switchees,” in Annu. IIEEE Int. AASIC/SOC CConf., Sep. 22002, pp. 1881–185. [14] Categoory: Coontrol SSystems, File: SD Toolbox [Online]]. Avaiilable: http://wwww.mathwworks.com/mmatlabcentrral/fileexchaange [15] D.A. Joohns, K. Maartin, “Anallog Integratted Circuit DDesign, ” Joohn Wiley & Sons, Inc. , Toronto, 11997 [16] F. Meddeiro, B. PPerez-Verduu, A. Rodriguez-Vazqquez, J. L. Huertas, ““Modeling OpAmp-Indduced Harmoonic Distortiion for Swiitched- Universitas Sumatera Utara Capaacitor ΣΔ MModulator DDesign”, Prooceedings off ISCAS 944, vol.5, pp. 4445-448, Loondon, UK, 1994. Artikel 26.( Design and Development of Lowpass Filter and Harmonics Reduction) References [1] C.S.Kim, J.S.Park, D.Ahn and J.B. Lim, “A novel one dimensional periodc defected ground structure for planar circuits,” IEEE Microwave and Guided wave Letters, vol. 10, No. 4, pp.131-133, 2000 [2] D. Ahn, J.S.Park, C.S.Kim, J.Kim, Y Qian and T. Itoh, “A design of the lowpass filter using the novel microstrip defected ground structure,” IEEE Trans. on Microwave Theory and Techniques, vol. 49, no. 1, pp. 86-93, 2001 [3] Lim J., Kim C., Lee Y., Ahn D., and Nam S., “Design of lowpass filters using defected ground structure and compensated microstrip line,” Electronics Letter, vol. 38, no. 25, pp. 1357-1358, 2002 [4] A. Abdel-Rahman, A.K. Verma, A. Boutejdar, and A.S. Omar, “Control of bandstop response of Hi-Lo microstrip lowpass filter using slot in ground plane,” IEEE Trans. On Microwave Theory Tech., vol .52, no. 3, pp. 10081013, March 2004 [5] M.K.Mandal and S.Sanyal, “A novel defected ground structure for planar circuits,” IEEE Microwave and Wireless Comp. Lett., vol. 16, no. 2, pp.9395, Feb. 2004 [6] Shah Nawaz Burokur, Mohamed Latrach, and Serge Toutain,“Study of the effect of dielectric split-ring resonators on microstrip-line transmission” Microwave and Optical technology letters / vol. 44, no. 5, march 2005 445448. [7] Chen J.-X., Li J.-L., Wan K.-C. and Xue Q., “Compact quasi-elliptic function filter based on defected ground structure,” IEE Proc.-Microwave Antennas propagation, vol . 153, no. 4, pp. 320-324, Aug. 2006 [8] Parui, Susanta Kumar, Moyra, Tamasi and Das, Santanu “Quasi-elliptic filter characteristics of an asymmetric defective ground structure,” International Journal of Electronics, Vol.-96, No.-9, PP-915-924. September 2009. [9] Susanta Kumar Parui, Santanu Das ‘An asymmetric defected ground structure with elliptical response and its application as a lowpass filter’ Int. J. Electron. Commun. (AEÜ) vol. 63, pp.483 – 490, 2009. [10] Tamasi Moyra, Susanta Kumar Parui and Santanu Das “Application of a Defected Ground Structure and Alternative Transmission Line for Designing a Quasi-elliptic Lowpass Filter and Reduction of Insertion Loss” International Journal of RF and Microwave Computer-Aided Engineering , Vol.-20, No.-6, PP-882-888 November 2010. [11] Tammasi Moyra, SSusanta Kumarr Parui and SSantanu Das ““Design of a QQuasi- ellipticc Lowwpass Filter uusing A New Defected Groound Structuree and Capaciitively Loadedd Micrrostrip Line” International Universitas Sumatera Utara JJournal of Elecctrical Engineeering and Inforrmatics. Vol 3,, No.11, pp-6173, A pril 2011 [12] Tammasi Moyra, Suusanta Kumar Parui and Sanntanu Das “Moodelling of quaasi-elliptic loww passs filter using ttwo concentricc rectangularsplit ring defeected ground aand microstripp strucctures” The Meediterranean JoJournal of Electtronics and Coommunicationss, Vol. 7, No. 2,, PP-1196201, 20111, Artikel 36 (Switched-Current Techniques: An Overview of Cumulative SIRelated Errors on Dynamic and Static Performances of 2nd Order LP-ΣΔMs) References [1] R. Wilcock, and B. M. Al-Hashimi, ‟Analogue Filter IP Cores for Design Reuse”. IEE Conference on Analog Signal Processing, Oxford, UK. 2.1-2.6, Nov. 2002 [2] J. B. Hughes, K. W. Moulding, J. Richardson, J. Bennet, W. Redman-White, M. Bracey, and R.S. Soin, “Automated design of switched-current filters.” IEEE J. Solid-State Circuits, vol. 31, pp. 898–907, July 1996. [3] C. Wang,‟current -memory-based differentiator with protection of storage node”, Electron. Lett., vol. 34, pp. 1897-1898, Oct. 1998. [4] G. Fayolle and A. Kaiser, ‟Low -power hight-precision curent memory integrator for analogue sigma-delta modulator”, Electron. Lett., vol. 34, pp. 1624-1625, 1998. [5] G. Sung, K. Chang, W. Lin,‟A 12 -B 10 msamples/s CMOS switched current delta-sigma modulator”, IEEE International Symposium on Circuits and Systems, vol. 6, pp. 55735576, 2005. [6] R. Schreier, G. C. Temes, ‟Understanding Delta -sigma Data Converters”, IEEE Press: New York, 2005. [7] S. R. Norsworthy, R. Schreier and G.C. Temes, ‟ Delta Sigma Converters. Theory, Design and Simulation”, IEEE Press: New York, 1997. [8] R. Zanbaghi, "Wide-Bandwidth, High-Resolution Delta-Sigma Analog-toDigital Converters," Oregon State University, Oregon, USA, Dissertation 2011. [9] N. Tan, ‟Switched -Current Design and Implementation of Oversampling A/D Converters”, Kluwer Academic Publishers 1997. [10] M. Voelker, J. Hauer, J. Sauerer, “Prospect of the future of switched-current circuits with regard to future CMOS technologies”, Microelectronics Journal, Vol 39, pp. 286-292, 2008. [11] Toumazou, N. C. Battersby, “Switched-currents: An analogue Technique for digital technology”, Institution of Electrical Engineers, London, UK, 1993. [12] J. B. Hughes, A. Worapishet, C. Toumazou, “Switched-capacitors versus switched-currents: a theoretical comparison”, IEEE International Symposium on Circuits and Systems, Vol 2, Geneva, Switzerland, pp. 409-412. 2000 [13] P. Snitala, A. S. Botha, ‟A/D converter based on a new memory cell implemented using the switched current technique”, Microelectronics Reliability vol. 44, pp. 861-867, 2004. Universitas Sumatera Utara [14] C. Toumazou, J. B. Hughes, and N.C. Battersby,(Editors), ‟Switched Currents: An Analogue Technique for digital technology”, London: Peter Peregrinus Ltd.,1993. [15] R. van de Plassche: ‟Integrated analog -to-digital and digital-to-analog converters”, Kluwer Academic Publishers, 1994. [16] N. Khitouni and M. Masmoudi,‟Design o f 2.5V second order sigma–delta modulator using regulated cascode S2I memory cell”, Journal of Electronics, 94:7, 725 – 741, April 2007. [17] M. Loulou, N. Masmoudi, D. Dallet, L.Kamoun and Ph.Marchegay, ‟Behavioral Methodology to Simulate Switched Current Sigma-Delta Modulator”, MED 2001, Dubrovnik : Croatie 2001. [18] A. Dei and M. Valle, ‟Modelling charge injection in MOS analogue switches using a compact model in a deep submicron technology”, IEE Proc.-Circuits Devices Syst., Vol. 153, No. 3, June 2006. [19] W. Ming Koe, J. Zhang, ‟Understanding The Effect Of Circuit Non Idealities On Sigma-Delta Modulator”, Proceedings of the 2002 IEEE International Workshop on Behavioral Modeling and Simulation (BMAS) 6-8 Oct. 2002. [20] A. Dendouga, N. Bouguechal, S. Kouda and S. Barra, ‟Modeling of a Second Order Sigma-Delta Modulator with Imperfections”, International Journal on Electrical Engineering and Informatics - Volume 3, Number 2, 2011. [21] P. MMalcovati, S. BBrigati, F. Franncesconi, F. MMaloberti, P. CCusinato And AA. Baschirotto ‟Behhavioral . Moddeling of Swwitched -Capacittor Sigma-Deelta Modulato rs”, in IEEEE Trannsactions on CCircuits and Syystems-I: Fundaamental Theorry and Applicaations, Vol. 50,, No. 3, pp. 352-3644, Mar. 2003 [22] S. JJ. Daubert, D. Vallancourt, and Y. P. Tssividis, “Curreent copier cellls” Electronicss Letteers, pp. 1560– 1562, Dec. 19888. [23] P. JJ. Crawley andd G.W. Roberrts, “Predictingg harmonic diistortion in swwitched-currentt memmory circuits” IIEEE Trans. CCircuits and Sysstem, vol. 4, ppp. 73–86, Feb. 1994. [24] J.M.. Martins and V.F. Dias, “HHarmonic dist ortion in swit ched current aaudio memoryy cellss” IEEE Transaactions on Circcuits and Systeems II, vol. 46, pp. 326–334, Mar. 1999. [25] J. MM. De la Rosa,, B. Péres-Verrdu, F. Mederiio, R. del Rio and A. Rodrigguez-Vazquez,, ‟An n lysis a of Erro r Mech an sms i in Switched CCurrent Sigmaa-Delta Modul ators”, Analogg Integgrated Circuitss and Signal Prrocessing, vol 38 , Issue 2-3, pp 175 - 201, 2004. [26] K. AAbbes and M. Masmoudi, “AA Theoretical Study of Erroor Mechanismss in Switched--Currrent Circuits”, 3rd Internatioonal Conferencce on Signals, Circuits and SSystems (SCS),, 6-8 NNov. 2009. [27] P.J. Crawley and G.W. Robertss, ”Predicting Harmonic Disstortion in Swwitched-Currentt Memmory Circuits”,, IEEE trans. CCircuits and Syystems II, pp. 773-86, Feb. 19994. [28] K. AAbbes, A. Heentati, M. Maasmoudi, ‟Test And Characcterization Of1 Bit S - DD Moddulator”, 5th Innternational MMulti-Conferencce on Systems, Signals and DDevices (SSD),, 20-222 July 2008. [29] J.-L. Huang ; K.-TT. Cheng, ‟Tessting and charaacterization of the one -bit Universitas Sumatera Utara firrst-order delta-sigmma modulator ffor on-chip anaalog signal anaalysis”, Internaational Test Coonference,. p.p. 10211 – 1030, 03-0 5 Oct 2000 [30] O. FFeely and L. OO. Chua. ‟Thee effect of inttegrator leak inn Sigma Deltaa modulation”,, IEEEE Trans. Circuuits Syst, vol. 38(11):1293-3005, Nov. 1991. Artikel 1 Statistical Evaluation of Non-Agglomerating Coating for Granulated Natural Asphalt 1.Soeroso, B., Utilization of Buton Asphalt for Road Construction in Indonesia (in Indonesian), Proceedings of Buton Asphalt Technology Workshop, Department of Public Works Research and Development Center, 21 November 2006. (1) 2. Siswosoebrotho, B.I., Kusnianti, N. & Tumewu, W., Laboratory Evaluation of Lawele Buton Natural Asphalt in Asphalt Concrete Mixture (in Indonesian), Proceedings of the Eastern Asia Society for Transportation Studies, 5, pp.857867, 2005, (1) 3. Asrun, Buton Asphalt (in Indonesian), Southeast Sulawesi Public Works Service, 1999, http://sultra.tripod.com/ASPAL_BUTON.htm (Accessed on 26 March 2010) . (1) 4. Hardjosukanto, S., Lawele Buton Asphalt: its Difference from Kabungka Buton 5. Asphalt, Conditioning, and Application in Asphalt Mixes (in Indonesian), Majalah Teknik Jalan dan Transportasi, 104, pp.16-20, 2004. (1) 6. Kurniaji, Application of Buton Lake Asphalt in Asphalt Hot Mixes (in Indonesian), Transportation Infrastructure Research and Development Center Report, Department of Public Works, 2002. (1) 7. Montgomery, D.C., Design and Analysis of Experiments, 5th edition, John Wiley and Sons, Singapore, 2001. (1) Artikel 10 Synthesis of ฀-Al2O3 Catalyst Support from Kaolin of Indonesian Origin References [1] [2] [3] [4] [5] [6] Silvy, R.P., Future Trends in the Refining Catalyst Market, Applied Catalysis A: General, 261, 247-252, 2004. Anonymous, Refinery Catalysts: Fuels Drive Growth, Chemical Week, 25 April 2007, http://goliath.ecnext.com/coms2/gi_0199-6546135 /Refinerycatalysts-fuels-drive-growth.html, (18 May 2010). Anonymous, Mining Potential (in Indonesian), Bangka Belitung Island Province Mining & Energy Service, http://distambenpropbabel.net (19 May 2010). Anonymous, West Kalimantan Province: Regional Quality of Life Balance Resources -NKLD 2000 (in Indonesian), Ministry of the Environment of the Republic of Indonesia, http://www.menlh.go.id/i/art/ pdf_1065227328.pdf (19 May 2010). Anonymous, South Kalimantan, World Friend Indonesia, http://worldfriend.web.id/ indonesia/kalimantan-selatan-(19 May 2010). Chorkendorff, I. & Niemantsverdriet, J.W., Concepts of Modern Catalysis Universitas Sumatera Utara and Kinetics, Wiley-VGH Verlag, Weinheim, Germany, pp.189-193, 355356, 2003. [7] Richardson, J.T., Principles of Catalyst Development, Plenum Press, New York, p. 104, 1989. [8] Huang, W.L., Stability and Kinetics of Kaolinite to Boehmite Conversion Under Hydrothermal Conditions, Chemical Geology, 105, 197-214,1993. [9] Okada, K., Kawashima, H., Saito, Y., Hayashi, S. & Yasumori, A., New Preparation Method for Mesoporous ฀-Alumina by Selective Leaching of Calcined Kaolin Minerals, Journal of Materials Chemistry, 5(8), 12411244, 1995. (10) [10[ Saito, Tjokorde Walmiki Samadhi, I Dewa Gede Arsa Putrawan, Bambang Eko Prabowo & Alinda Dwitawidi Y., Hayashi, S., Yasumori, A. & Okada, K., Effects of Calcining Conditions of Kaolinite on Pore Structures of Mesoporous Materials Prepared by the Selective Leaching of Calcined Kaolinite, Journal of Porous Materials, 3, 233-239, 1996. (10) [11] Belver, C., Munoz, M.A.B. & Vicente, M.A., Chemical Activation of a Kaolinite under Acid and Alkaline Conditions, Chemistry of Materials, 14, 2033-2043, 2002. [12] Yang, H., Liu, M. & Jing, O., Novel Synthesis and Characterization of Nanosized ฀-Al2O3 from Kaolin, Applied Clay Science, 47, 438-443,2010. [13] Kogel, J.E., Pickering, S.M., Sheloboline, E., Chowns, T., Yuan, J., & Avant, D.M., The Georgia Kaolins: Geology and Utilization, Society for Mining, Metallurgy, and Exploration, Inc. Littleton, Colorado, USA, pp.3133, 2002. (10) [14] Eijsbouts, S., Hydrotreating Catalysts, Synthesis of Solid Catalysts, de Jong, K.P. (ed.), Wiley-VCH Verlag, Weinheim, Germany, pp. 301303,2009. (10) [15] Montgomery, D.C., Design and Analysis of Experiments, 5th ed., J. Wiley & Sons, New York, pp.3-5, 2001. [16] Brindley, G.W. & Nakahira, M., The Kaolinite-Mullite Reaction Series I: A Survey of Outstanding Problems, Journal of the American Ceramic Society, 42(7), 311-314, 1959. [17] Chakraborty, A.K. & Ghosh, D.K., Reexamination of the Kaolinite-toMullite Reaction Series, Journal of the American Ceramic Society, 61(3- 4), 170-173, 1978. (10) [18] MacKenzie, K.J.D., Meinhold, R.H., Brown, I.W.M. & White, G.V., The Formation of Mullite from Kaolinite under Various Reaction Atmospheres, Journal of the European Ceramic Society, 16, 115-119,1996. (10) [19] Lee, S., Kim, Y.J. & Moon, H., Phase Transformation from Kaolinite to Mullite Investigated by an Energy-Filtering Transmission Electron Microscope, Journal of the [20]American Ceramic Society, 82(10), 28412848, 1999. (10) Meephoka, C., Chaisuk, C., Samparnpiboon, P., & Praserthdam, P., Effect of Phase Composition Between Nano ฀- and ฀-Al2O3 on Pt/Al2O3 Catalyst in CO Oxidation, Catalysis Communications, 9(4), 546-550, 2008. (10) [21] Kingery, W.D., Bowen, H.K. & Uhlmann, D.R., Introduction to Ceramics, 2nd ed., John Wiley & Sons, Singapore, p. 81, 1991 Universitas Sumatera Utara

Dokumen baru