Gambaran Pengetahuan Siswi SMK Negeri 1 Medan Tentang Infeksi Menular Seksual Tahun 2010

Gratis

3
68
53
2 years ago
Preview
Full text

Lampiran 1 Daftar Riwayat Hidup

  Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadisetiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun. Rumusan Masalah Karena tingginya angka kejadian infeksi menular seksual di kalangan remaja sekolah menengah atas diperlukan suatu penelitian deskriptif terhadapsiswi sekolah menengah atas untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimanakah gambaran pengetahuan siswi SMKN 1 Medan tentang infeksimenular seksual.

1.1. Latar Belakang

  Diperkirakan lebih dari 340 juta kasus baru dari IMS yang dapat disembuhkan (sifilis, gonore, infeksi klamidia, dan infeksi trikomonas) terjadisetiap tahunnya pada laki- laki dan perempuan usia 15- 49 tahun. Rumusan Masalah Karena tingginya angka kejadian infeksi menular seksual di kalangan remaja sekolah menengah atas diperlukan suatu penelitian deskriptif terhadapsiswi sekolah menengah atas untuk menjawab pertanyaan penelitian yaitu bagaimanakah gambaran pengetahuan siswi SMKN 1 Medan tentang infeksimenular seksual.

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Infeksi Menular Seksual

2.1.1. Definisi dan Epidemiologi Infeksi Menular Seksual

  Beberapa penyakit infeksi sudah resisten terhadap Haemophylus ducreyi dan Trichomonas vaginalis yang resisten terhadap c) Pengobatan yang mudah, murah, cepat dan efektif, sehingga risiko resistensi tinggi, dan bila disalahgunakan akan meningkatkan risikopenyebaran infeksi. Sedangkan menurut Daili (2009), selain disebabkan oleh agen-agen diatas, infeksi menular seksual juga dapat disebabkan oleh jamur, yakni jamur Candida albicans Cara penularan IMS adalah dengan cara kontak langsung yaitu kontak dengan eksudat infeksius dari lesi kulit atau selaput lendir pada saat melakukanhubungan seksual dengan pasangan yang telah tertular.

2.1.4. Gejala Klinis dan Diagnosa Infeksi Menular Seksual

  Komplikasi Infeksi Menular Seksual Infeksi menular seksual yang tidak ditangani dapat menyebabkan kemandulan, merusak penglihatan, otak dan hati, menyebabkan kanker leherrahim, menular pada bayi, rentan terhadap HIV, dan beberapa infeksi menular seksual dapat menyebabkan kematian (Dinkes Surabaya, 2009). Selain pencegahan diatas, pencegahan infeksi menular seksual juga dapat dilakukan dengan mencegah masuknya transfusi darah yang belum diperiksakebersihannya dari mikroorganisme penyebab infeksi menular seksual, berhati- hati dalam menangani segala sesuatu yang berhubungan dengan darah segar,mencegah pemakaian alat-alat yang tembus kulit (jarum suntik, alat tindik) yang tidak steril, dan menjaga kebersihan alat reproduksi sehingga meminimalisirpenularan (Dinkes Surabaya, 2009).

2.3. Upaya Pengendalian IMS

  Kegagalan diagnosa dan terapi pada tahap dini mengakibatkan terjadinya komplikasi serius seperti infertilitas, Prinsip umum pengendalian IMS adalah bertujuan untuk memutus rantai penularan infeksi IMS dan mencegah berkembangnya IMS dan komplikasinya. Termasuk kedalam pengetahun tingkat ini adalah mengingat kembaliterhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima.

2.4.3. Proses Penyerapan Ilmu Pengetahuan

  Menurut Penelitian Rogers (1974) dalam Notoatmodjo (2003), bahwa suatu pesan yang diterima oleh setiap individu akan melalui lima tahapan-tahapanberurutan sebelum individu tersebut mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), yaitu:a. Evaluation (Menimbang-nimbang) Evaluation merupakan tahap dimana penerima pesan mulai mengadakan penilaian keuntungan dan kerugian dari isi pesan yang disampaikan.

2.4.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan

  Secara umum, seseorang yang berpendidikan lebih tinggi akan mempunyai pengetahuanyang lebih luas dibandingkan dengan seseorang yang tingkat pendidikannya lebih rendah. Sosial Buda yaKebudayaan setempat dan kebiasaan dalam keluarga dapat mempengaruhi pengetahuan, persepsi, dan sikap seseorang terhadap sesuatu.

2.5.1. Defenisi Remaja

  Saat ini, kekurangan informasi yang benar tentang masalah seks akan memperkuatkan kemungkinan remaja percaya salah paham yang diambil darimedia massa dan teman sebaya. Badan Koordinasi Keluarga Berencana Indonesia, atauBKKBN, adalah Dinas pemerintah yang bertanggung jawab untuk hal kesehatan reproduksi di Indonesia, termasuk penilaian kebutuhan masyarakat,pengembangan dan mengadakan program kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.

KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASONAL

  Definisi Operasional Pengetahuan adalah apa yang diketahui para remaja tentang pengertian infeksi menular seksual, jenis dan penyebab infeksi menular seksual, carapenularan, gejala, pencegahan, dan komplikasi infeksi menular seksual. Pengukuran tingkat pengetahuan remaja mengenai infeksi menular seksual dilakukan berdasarkan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh responden.

METODE PENELITIAN

  Pendekatan yang digunakan pada desain penelitian ini adalah cross sectional study, dimana akan dilakukan pengumpulan data menggunakan metode angket dengan alat ukur berupa lembar kuesioner yang diberikan langsung kepada responden. Perkiraan besar sampel minimal diambilberdasarkan rumus di bawah ini (Notoatmodjo, 2005):Dimana: n = jumlah sampelN = besar populasi d = tingkat kepercayaan/ ketepatan yang diinginkan Dengan tingkat ketepatan relatif 10%, maka jumlah sampel yang diperoleh dari rumus di atas berjumlah sekitar 90 orang.

4.4. Metode Pengumpulan Data

  Responden pada penelitian ini adalah siswi yang terpilih sebagai sampel pada survey ini. Sebelum digunakan, akan dilakukan uji validitas dan realibilitas dari kuesioner yang dibuat agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

4.4.1. Uji Validitas dan Reliabilitas

  Angket yang dipergunakan dalam penelitian ini telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan menggunakan teknik korelasi “product moment” dan ujiCronbach (Cronbach Alpha) dengan menggunakan program SPSS 17.0. Status Alpha Status Pearson Correlation Pengetahuan 1 0,673 Valid 0,890 Reliabel 2 0,744 Valid Reliabel3 0,654 Valid Reliabel 4 0,777 Valid Reliabel5 0,839 Valid Reliabel 6 0,744 Valid Reliabel7 0,804 Valid Reliabel 8 0,710 Valid Reliabel Data yang telah terkumpul akan diolah dan dianalisis dengan bantuan program SPSS for Windows versi 17.0.

5.1. Hasil Penelitian

  Tingkat PengetahuanUsia Baik Cukup Kurang Buruk Total N % n % n % N % 15 1 3 14 42,4 17 51,5 1 3 33 16 1 3,8 14 53,8 8 30,8 3 11,5 26 17 1 3,2 21 67,7 8 25,8 1 3,2 31 Total 3 3,3 49 54,4 33 36,7 5 5,6 90 Dari tabel di atas dapat dilihat pada kelompok responden dengan usia 15 tahun yang mempunyai pengetahuan baik sebanyak 1 orang (3%), pengetahuancukup sebanyak 14 orang (42,4%), pengetahuan kurang sebanyak 17 orang(51,5%), dan pengetahuan buruk sebanyak 1 orang (3%). Hasil ini juga tidak sesuaidengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Prihyugiarto (2008), bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang mengenai infeksi menularseksual adalah usia, yaitu pada kelompok usia yang lebih tua akan memiliki Jadi, menurut asumsi peneliti, bahwa usia tidak berpengaruh terhadap pengetahuan siswi, karena pada saat ini remaja memiliki kesempatan yang samauntuk mengakses informasi mengenai infeksi menular seksual.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Penyakit yang dapat ditularkan dengan atau tanpa melakukan hubungan seksual. Apakah yang dapat terjadi apabila IMS tidak ditangani/ diobati dengan a.

LEMBAR PENJELASAN KEPADA CALON SUBJEK PENELITIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA TAHUN 2010

  PERSETUJUAN SETELAH PENJELASANSaya telah mendapat informasi yang jelas tentang tujuan, prosedur, dan pemanfaatan penelitian yang dilakukan oleh Syahputra P, mahasiswa FK USU Angkatan 2007, oleh karena itu dengan rasa penuh kesadaran dan keikhlasan saya bersedia berpartisipasi untuk mengisi angket ini. Lahir :Kelas :Dengan ini menyatakan bahwa data yang diisi dalam pertanyaan kuesioner adalah benar adanya, dan saya bersedia memberikan pernyataan saya untuk dijadikanbahan penelitian tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure

  Reliability StatisticsCronbach's Alpha N of Items .890 8 Item Statistics Mean Std. Deviation Npertanyaan 1 .60 .503 20 pertanyaan 2 .65 .48920 pertanyaan 4 .70 .47020 pertanyaan 5 .65 .48920 pertanyaan 6 .55 .51020 pertanyaan 7 .65 .48920 pertanyaan 8 .60 .50320 pertanyaan 9 .55 .510 20 Item-Total StatisticsScale Mean if Item Deleted 36.7 31 17 65.6 28.9 28.9 26 16 36.7 Scale Variance if Item DeletedCorrected Item- Total Correlation 36.7 33 15 Frequency Percent Valid Percent CumulativePercent Valid 8 Karakteristik Respondenusia responden Scale StatisticsMean Variance Std.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan
10
81
63
Gambaran Karakteristik Infeksi Menular Seksual (IMS) Di RSUD Dr. Pirngadi Medan Pada Tahun 2012
4
62
85
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Pemakaian Kondom Dalam Upaya Pencegahan Penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) Di Kota Medan Tahun 2010
3
40
99
Gambaran Infeksi Menular Seksual di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2009.
11
90
71
Gambaran Perilaku Siswa dan Siswi SMA Negeri 5 Medan terhadap Infeksi Menular Seksual.
3
48
128
Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara Tentang Infeksi Menular Seksual (IMS)
0
28
60
Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Siswa-Siswi Sma Tentang Penyakit Menular Seksual Di SMA Harapan 1 Medan
3
29
83
Gambaran Pengetahuan Siswi SMK Negeri 1 Medan Tentang Infeksi Menular Seksual Tahun 2010
3
68
53
Tingkat Pengetahuan Siswi SMK Negeri 1 Medan Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Tahun 2010
0
35
65
Gambaran Pengetahuan Siswi SMA Negeri 1 Medan Tentang Haid
0
32
49
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja SMA Wiyata Dharma Medan Terhadap Infeksi Menular Seksual
2
39
72
Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Al-Asiyah Cibinong Bogor Tahun 2015
2
25
142
BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL 3.1 Kerangka Konsep Penelitian - Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan
0
0
15
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Infeksi Menular Seksual 2.1.1 Definisi dan Epidemiologi Infeksi Menular Seksual - Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan
0
0
15
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Infeksi Menular Seksual Di SMA Negeri 7 Medan
0
0
7
Show more