Feedback

Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan

Informasi dokumen
PERTUMBUHAN BIBIT Rhizophora mucronata Lamk PADA BERBAGAI INTENSITAS NAUNGAN SKRIPSI Oleh : LOLA ADRES YANTI 071202001/ BUDIDAYA HUTAN PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara PERTUMBUHAN BIBIT Rhizophora mucronata Lamk PADA BERBAGAI INTENSITAS NAUNGAN SKRIPSI Oleh : LOLA ADRES YANTI 071202001 / BUDIDAYA HUTAN Skripsi sebagai satu diantara beberapa syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara PROGRAM STUDI KEHUTANAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2011 Universitas Sumatera Utara LEMBAR PENGESAHAN Judul Skripsi : Pertumbuhan Bibit Rhizophora Berbagai Intensitas Naungan Nama : Lola Adres Yanti NIM : 071202001 mucronata Lamk pada Program Studi : Kehutanan Disetujui Oleh Komisi Pembimbing Dr. Ir. Yunasfi, M. Si Ketua Nelly Anna, S. Hut, M. Si Anggota Mengetahui, Siti Latifah, S. Hut, M. Si, Ph.D Ketua Program Studi Kehutanan Tanggal lulus : Universitas Sumatera Utara ABSTRAK LOLA ADRES YANTI: Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan, dibimbing oleh YUNASFI dan NELLY ANNA. Rhizophora mucronata merupakan satu diantara beberapa pohon yang memiliki perakaran kuat serta mampu menahan gelombang laut. Kini keberadaan R. mucronata semakin habis. Satu diantara beberapa usaha yang dilakukan untuk merehabilitasi mangrove adalah pembibitan R. mucronata. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas naungan terbaik untuk pertumbuhan R. mucronata. Penelitian dilakukan di Desa Sicanang, Kecamatan Medan Belawan dan di Laboratorium Biologi Tanah Hutan, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juni 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan, yaitu intensitas naungan (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) yang diulang sebanyak 15 sehingga diperoleh 75 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan respons R. mucronata dengan intensitas naungan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap persentase hidup, tinggi, diameter, jumlah helai daun, luas daun total, dan biomassa total. Persentase hidup terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 0% dan 25% sebesar 95%. Tinggi bibit terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebesar 16.513 cm. Diameter terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 25% yaitu sebesar 0.533 cm. Jumlah helai daun terbesar pada bibit R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebanyak 4.000. Luas daun total bibit terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebesar 128.579 cm2. Biomassa total terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebesar 0.813 gram. Kata kunci : Mangrove, Pembibitan, Propagul Rhizophora mucronata Lamk, Intensitas naungan Universitas Sumatera Utara ABSTRACT LOLA ADRES YANTI: The Growth of Propagul Rhizophora mucronata Lamk to Intensity of Shading, under academic supervision by YUNASFI and NELLY ANNA. Rhizophora mucronata is one tree that has strong roots and be able to withstand waves of ocean currents. One of the efforts made to rehabilitate degraded forest mangrove is doing seedbed propagules R. mucronata. The part of seedbed are media composition and good of various kinds of sizes . This research was conducted in the seedling location of Sicanang Belawan and Laboratory of Forest Soil Biology , Soil Departement, Agriculture Faculty, University of North Sumatera during 3 mouth i.e Maret-Juni 2011. This research use the group random design (GRD) with 5 treatment i.e 0% of shading, 25% of shading, 50% of shading, 75% of shading, and 100% of shading for 15 replication. The results showed growth of propagules R. mucronata of intensity of shading to give real effecton seedling life percentation, height, seedling diameter, seedling leaf, total leaf area, and total biomass. High largest seed in the seed R. mucronata with 75% of shading that is equal to 16.513 cm. The diameter of the largest seed in the seed R. mucronata with 25% of shading is 0.533 cm. The high largest seedling leaf in seed R. mucronata with 75% of shading is 4.000. We have the largest seedling total leaf area in seedlings R. mucronata with 75% of shading that is equal to 128.579 cm2. Total biomass of the largest seed found in seed R. mucronata with 75% of shading that is equal to 0.813 grams. Keyword : Mangrove, Seedbed, Propagul Rhizophora mucronata Lamk, Intensity of Shading Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Langsa pada tanggal 29 Januari 1990 dari Ayah Burhanuddin dan Ibu Sri Erlinda. Penulis merupakan putri pertama dari empat bersaudara. Tahun 2007 penulis lulus dari SMA Negeri 1 Langsa, dan pada tahun yang sama masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur PMP. Penulis memilih Program Studi Budidaya Hutan, Departemen Kehutanan. Selain mengikuti perkuliahan, penulis aktif sebagai anggota Badan Kenaziran Mushola Kehutanan, sebagai asisten Klimatologi Hutan, Inventarisasi Hutan, dan Hidrologi Hutan. Penulis melaksanakan Praktik Pengenalan dan Pengelolaan Hutan (P3H) di hutan mangrove Pulau Sembilan, Pangkalan Susu dan hutan dataran rendah Aras Napal, Kabupaten Langkat Sumatera Utara pada tanggal 11 Juni – 19 Juni 2009. Penulis melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Perhutani Unit III Garut, Jawa Barat dari tanggal 2 Januari - 2 Februari 2011. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan”. Pada kesempatan ini penulis menghaturkan pernyataan terima kasih sebesar-besarnya kepada kedua orang tua, Ayahanda Burhanuddin dan Ibunda Sri Erlinda serta adik-adik penulis atas doa dan dukungannya. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dr. Ir Yunasfi, M.Si dan Nelly Anna, S. Hut, M. Si selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah memberi arahan dan masukan berharga kepada penulis dari mulai menetapkan judul, pelaksanaan penelitian, sampai pada ujian akhir. Penulis juga mengucapkan terima kasih untuk Bapak Udin di Belawan yang telah memberikan tempat untuk penelitian saya, dan Bapak Pian di Percut yang telah membantu dalam penyediaan propagul R. mucronata. Di samping itu, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua staf pengajar dan pegawai di Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian serta teman-teman mahasiswa yang tak dapat disebutkan satu per satu di sini yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga skripsi ini bermanfaat. Medan, Juli 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT . ii RIWAYAT HIDUP . iii KATA PENGANTAR . iv DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN ix PENDAHULUAN Latar Belakang 1 Kerangka Pemikiran 3 Tujuan Penelitian . 4 Hipotesis Penelitian . 4 Kegunaan Penelitian 5 TINJAUAN PUSTAKA Kondisi Fisik Hutan Mangrove . 6 Bakau Merah (Rhizophora mucronata) .10 Pembibitan Tanaman Mangrove 11 Pengaruh Cahaya, Suhu, dan Kelembaban Terhadap Pertumbuhan Tanaman . 16 BAHAN DAN METODE Waktu dan Tempat 23 Bahan dan Alat . 23 Metode Penelitian . 23 Prosedur Penelitian Penyiapan media tanam 24 Pemilihan propagul . 24 Penanaman di polibag . 25 Parameter yang Diukur Persentase hidup . 25 Tinggi bibit . 25 Diameter bibit . 26 Jumlah daun . 26 Luas daun total . 26 Biomassa total . 26 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Persentase hidup R. mucronata . .28 Tinggi bibit R. mucronata 29 Diameter bibit R. mucronata 30 Universitas Sumatera Utara Jumlah daun bibit R. mucronata . 31 Luas daun total bibit R. mucronata . 32 Biomassa total bibit R. mucronata . 33 Pembahasan . 34 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 40 Saran . 40 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No. Halaman 1. Pertumbuhan tinggi bibit R. mucronata (cm) . . 29 2. Pertumbuhan diameter bibit R. mucronata (cm) . . 30 3. Jumlah daun bibit R. mucronata .31 4. Luas daun total R. mucronata (cm2) 32 5. Biomassa total bibit R. mucronata (g) 33 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No. Halaman 1. Kerangka pemikiran penelitian . 4 2. Persentase hidup bibit R. mucronata terhadap intensitas naungan . 28 3. Bentuk bibit R. mucronata pada 12 MST berbagai intensitas naungan a. intensitas naungan 0%, b. intensitas naungan 25%, c. intensitas naungan 50%, d. intensitas naungan 75% dan e. intensitas naungan 100%. 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR LAMPIRAN No. Halaman 1. Data persentase hidup bibit R. mucronata dengan intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 46 2. Data pertumbuhan tinggi bibit R. mucronata dengan intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 47 3. Data pertumbuhan diameter bibit R. mucronata dengan Intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 49 4. Data rata-rata jumlah helai daun bibit R. mucronata dengan intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 51 5. Data luas daun total bibit R. mucronata dengan intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 53 6. Data biomassa total bibit R. mucronata dengan intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 55 7. Data interval suhu di dalam paranet dengan intensitas naungan pada pengamatan 1 sampai 12 MST (Minggu Setelah Tanam) . 57 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK LOLA ADRES YANTI: Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan, dibimbing oleh YUNASFI dan NELLY ANNA. Rhizophora mucronata merupakan satu diantara beberapa pohon yang memiliki perakaran kuat serta mampu menahan gelombang laut. Kini keberadaan R. mucronata semakin habis. Satu diantara beberapa usaha yang dilakukan untuk merehabilitasi mangrove adalah pembibitan R. mucronata. Penelitian ini bertujuan mengetahui intensitas naungan terbaik untuk pertumbuhan R. mucronata. Penelitian dilakukan di Desa Sicanang, Kecamatan Medan Belawan dan di Laboratorium Biologi Tanah Hutan, Departemen Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Juni 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 5 perlakuan, yaitu intensitas naungan (0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%) yang diulang sebanyak 15 sehingga diperoleh 75 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan respons R. mucronata dengan intensitas naungan yang diberikan berpengaruh nyata terhadap persentase hidup, tinggi, diameter, jumlah helai daun, luas daun total, dan biomassa total. Persentase hidup terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 0% dan 25% sebesar 95%. Tinggi bibit terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebesar 16.513 cm. Diameter terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 25% yaitu sebesar 0.533 cm. Jumlah helai daun terbesar pada bibit R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebanyak 4.000. Luas daun total bibit terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebesar 128.579 cm2. Biomassa total terbesar pada R. mucronata dengan intensitas naungan 75% sebesar 0.813 gram. Kata kunci : Mangrove, Pembibitan, Propagul Rhizophora mucronata Lamk, Intensitas naungan Universitas Sumatera Utara ABSTRACT LOLA ADRES YANTI: The Growth of Propagul Rhizophora mucronata Lamk to Intensity of Shading, under academic supervision by YUNASFI and NELLY ANNA. Rhizophora mucronata is one tree that has strong roots and be able to withstand waves of ocean currents. One of the efforts made to rehabilitate degraded forest mangrove is doing seedbed propagules R. mucronata. The part of seedbed are media composition and good of various kinds of sizes . This research was conducted in the seedling location of Sicanang Belawan and Laboratory of Forest Soil Biology , Soil Departement, Agriculture Faculty, University of North Sumatera during 3 mouth i.e Maret-Juni 2011. This research use the group random design (GRD) with 5 treatment i.e 0% of shading, 25% of shading, 50% of shading, 75% of shading, and 100% of shading for 15 replication. The results showed growth of propagules R. mucronata of intensity of shading to give real effecton seedling life percentation, height, seedling diameter, seedling leaf, total leaf area, and total biomass. High largest seed in the seed R. mucronata with 75% of shading that is equal to 16.513 cm. The diameter of the largest seed in the seed R. mucronata with 25% of shading is 0.533 cm. The high largest seedling leaf in seed R. mucronata with 75% of shading is 4.000. We have the largest seedling total leaf area in seedlings R. mucronata with 75% of shading that is equal to 128.579 cm2. Total biomass of the largest seed found in seed R. mucronata with 75% of shading that is equal to 0.813 grams. Keyword : Mangrove, Seedbed, Propagul Rhizophora mucronata Lamk, Intensity of Shading Universitas Sumatera Utara PENDAHULUAN Latar Belakang Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur. Komunitas vegetasi ini umumnya tumbuh pada daerah intertidal dan supratidal yang cukup mendapat aliran air, dan terlindung dari gelombang besar dan arus pasang-surut yang kuat (Wales, 2010). Dari sekian banyak jenis mangrove di Indonesia, jenis mangrove yang banyak ditemukan antara lain adalah api-api (Avicennia sp.), bakau (Rhizophora sp.), tancang (Bruguiera sp.), dan bogem atau pedada (Sonneratia sp.,) merupakan tumbuhan mangrove utama yang banyak dijumpai. Jenis mangrove tersebut adalah kelompok mangrove yang menangkap, menahan endapan dan menstabilkan tanah habitatnya (Irwanto, 2008). Sumatera Utara merupakan wilayah yang terparah kerusakan hutan mangrove di seluruh Indonesia disusul Kalimantan. Secara nasional kerusakan hutan bakau di Sumut telah mencapai 62,7 persen (mencapai 52.35 Ha) dari luas 83.55 Ha yang ada di Sumut. Sedangkan sisa hutan bakau yang kondisinya masih baik tinggal 31.20 Ha (37,3 Persen) (Witoelar, 2007). Departemen Kehutanan menyadari akan pentingnya hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung, maka melalui Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN RHL/Gerhan), direncanakan rehabilitasi terhadap sumberdaya tersebut sesuai dengan urutan prioritasnya, dengan menggunakan jenis tanaman yang Universitas Sumatera Utara sesuai dengan kondisi biofisik dan sosial ekonomi masyarakat setempat (Peraturan Menteri Kehutanan, 2004). Berdasarkan informasi dan data lapangan, diketahui bahwa R. mucronata dan R. apiculata yang paling disukai untuk digunakan sebagai tanaman rehabilitasi. Manfaat R. mucronata adalah kayu digunakan sebagai bahan bakar dan arang. Tanin dari kulit kayu digunakan untuk pewarnaan, dan juga digunakan sebagai obat dalam kasus hematuria (perdarahan pada air seni). R. mucronata ditanam di sepanjang tambak untuk melindungi pematang. R. mucronata menghasilkan madu dari nektarnya, buah dimakan, mengandung selulosa dan xantat, produksi rayon viskosa (viscose rayon) untuk bahan dasar tekstil, kerangka ban, sabuk /alur untuk industri, dan selofan. Di antara beberapa jenis mangrove penghasil kayu Rhizophora spp., dimanfaatkan karena keawetan dan kekuatan. Kayu Rhizophora spp. digunakan untuk tiang, pancang, pasak, bangunan kapal, kerajinan tangan, gagang macam-macam alat, bantalan rel kereta api, mebel,dan bahan bangunan lainnya. Faktor yang ikut menentukan keberhasilan Gerhan adalah tersedianya bibit yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu. Benih R. mucronata mudah didapat karena berbunga dan berbuah sepanjang tahun. R. mucronata juga merupakan jenis yang cukup tinggi permintaannya di pasaran sehingga mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan baik dari faktor ekologi maupun dari faktor ekonominya. Menurut Mardani (2006) faktor yang tak kalah penting yaitu pengaturan media tanam dengan komposisi tertentu sehingga dapat menyediakan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan akar dan pucuk. Menurut Octeri (2004) faktor lainnya adalah viabilitas propagul R. Universitas Sumatera Utara mucronata yang dinyatakan dalam daya kecambah, vigor, persen berkecambah per hari, dan kecepatan tumbuh sangat bergantung pada tingkat kadar air propagulnya. Menurut Gorat (2010) pertambahan tinggi bibit R. mucronata dengan ukuran ≥ 60 cm sangat berbeda dengan bibit R. mucronata dengan ukuran yang lainnya (40 cm-44 cm ; 45 cm-49 cm ; 50 cm-54 cm dan 55 cm-59 cm) karena bibit yang ukurannya ≥ 60 cm memili ki cadangan makanan yang banyak. Selain faktor ketersediaan bibit berkualitas, media tanam, viabilitas propagul, dan ukuran propagul, serta pengaturan naungan sangat penting untuk menghasilkan semai-semai dengan nilai rata-rata 1025,2 akar sekunder. Untuk 28 Universitas Sumatera Utara intensitas naungan 100% uji DMRT pada taraf 5% menunjukkan pertumbuhan akar sekunder yang jauh lebih sedikit sebanyak 135,6 akar sekunder.Hal ini sesuai dengan studi Kramer dan Kozlowski (1960) bahwa keberhasilan pertumbuhan suatu tanaman sangat dipengaruhi oleh cadangan makanan yang ada dalam jaringan sel tanaman tersebut. Studi tersebut juga didukung oleh penelitian Gorat (2010) ukuran bibit R. mucronata 60cm memiliki cadangan makanan yang banyak untuk menunjang pertumbuhannya, naik untuk pertumbuhan plumula dan radikula. Perbedaan yang signifikan pada akar sekunder dimana terjadi perbedaan jumlah akar sekunder pada masing-masing perlakuan dimungkinkan karena cadangan makanan yang telah habis sehingga untuk pertumbuhan akar sekunder menggunakan hasil dari fotosintesis. Hal ini sesuai dengan laporan Marschner (1995) bahwa cahaya dan suhu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan bibit di persemaian. Pada pengukuran diameter dan panjang akar utama pada bibit R.mucronata terhadap setiap perlakuan yang diberikan tidak terdapat perbedaan yang nyata antara satu dengan lainnya. Uji DMRT pada taraf 5% menyatakan tidak adanya perbedaan yang nyata antara pertumbuhan bibit R.mucronata dengan bibit R.mucronata lainnya pada perlakuan yang dibuat atau dengan kata lain perbedaan panjang dan diameter pada bibit R.mucronata tersebar dengan merata.Pertumbuhan diameter dan pertambahan panjang akar utama yang terbesar berada pada intensitas naungan 100% dengan diameter rata-rata sebesar 2,97cm dengan panjang 8,35cm. Kondisi ini dapat membantu bibit R.mucronata untuk dapat lebih mudah dalam mengikat dan menstabilkan substrat lumpur sehingga 29 Universitas Sumatera Utara tidak goyang jika diterpa ombak dan lebih memiliki potensial mendapatkan unsur hara yang lebih banyak untuk pertumbuhan . Panjang akar primer pada uji DMRT pada taraf 5% terlihat perbedaan yang nyata antara setiap perlakuan.Intensitas Naungan 0% menunjukkan nilai panjang yang maksimal pada panjang akar primer sebesar 2.07cm dan memiliki nilai rata-rata pertumbuhan terkecil pada intensitas naungan 75% sebesar 1.20cm.Biomassa akar yang tertinggi berada pada intensitas naungan 25% dengan rata-rata biomassa yang diperoleh sebesar 13,10 gram dan yang terendah berada pada intensitas naungan naungan 25% 9,79gram. Tingginya biomassa akar pada intensitas naungan 25% dikarenakan jumlah cahaya yang masuk kedalam naungan optimal untuk proses fotosintesis sehingga nilai dari biomassa akarnya meningkat. Hasil ini didukung oleh studi Tohari dkk (2004) bahwa besarnya cahaya yang tertangkap pada proses fotosintesis menunjukkan biomassa, sedangkan besarnya biomassa dalam jaringan tanaman mencerminkan bobot kering. Uji DMRT pada taraf 5% memperlihatkan bahwa biomassa akar pada setiap perlakuan tersebar merata atau tidak berbeda jauh sehingga intesitas naungan yang diberikan selama 12 MST tidak berpengaruh terhadap biomassa akar bibit R.mucronata. Hasil perhitungan luas permukaan akar utama bibit R. mucronata di intensitas naungan 100% memiliki nilai rata-rata yang tertinggi sebesar 300,25cm2 dan intensitas naungan 0% memiliki nilai rata-rata terkecil sebesar 189,45cm2. Luas permukaan akar utama pada intensita naungan 100% memiliki luas bidang kontak akar dengan partikel-partikl tanah dan kemampuan untuk mengabsorpsi air dan hara lebih banyak dari bibit R.mucronata lainnya. Kemampuaan dalam 30 Universitas Sumatera Utara bersaing merebut unsur-hara menjadi lebih besar dikarenakan luas bidang kontaknya kepada partikel-partikel tanah lebih besar. Bibit R.mucronata pada intensitas naungan 100% dapat lebih bersaing ketika ditanam dilokasi penanaman karna memiliki luas permukaan akar yang lebih tinggi. Luas permukaan akar penting untuk ke ketahui karena berhubungan dalam mengetahui seberapa besar akar dalam menyerap air dan unsur hara. Hasil ini sesuai dengan laporan Baluska (1995) bahwa akar berfungsi menyerap air dan nutrisi dari tanah–tanah disekitar tanaman, sistem akar yang baik adalah kunci untuk menghasilkan tanaman yang baik, rasio akar dan pucuk adalah suatu metode pengukuran yang membantu kita untuk mendata tingkat kesuburan tanah. Hasil uji DMRT pada taraf 5% pada luas permukaan akar utama terhadap bibit R. mucronata memperlihatkan bahwa tidak berbeda nyata luas permukaan akar antara satu perlakuan dengan perlakuan lainnya atau dengan kata lain perlakuan yang diberikan yaitu intensitas naungan tidak memberikan respon yang berbeda antara luas permukaan akar bibit R.mucronata. Hasil perhitungan kerapatan panjang akar pada bibit R.mucronatadidapatkan intensitas naungan 100% memiliki nilai rata-rata yang tertinggi sebesar 169.57 cm dan intensitas naungan 0% memiliki nilai rata-rata terkecil sebesar 133.42cm. Hal ini menggambarkan bahwa kerapatan panjang akar pada intensitas naungan memiliki penyebaran akar yang tinggi. Dengan adanya nilai kerapatan panjang ini dapat diproyeksikan atau estimasikan jarak tanam terbaik untuk R.mucronata. Dari hasil estimasi yang dilakukan didapatkan jarak minimum 3x2m adalah yang terbaik dimana diharapkan persaingan unsur hara dan air tidak terjadi selama satu tahun sehingga membuat bibit R.mucronata dapat 31 Universitas Sumatera Utara bertahan. Nilai rata-rata total kerapatan panjang akar hasil uji DMRT pada taraf 5% bibit R.mucronata memperlihatkan bahwa tidak berbeda nyata kerapatan panjang akar antara satu perlakuan dengan perlakuan lainnya. Pada hasil pengukuran pertumbuhan tinggi bibit R.mucronata intensitas naungan 50% menghasilkan nilai pertumbuhan rata-rata tertinggi sebesar 19,17cm dan terendah pada intensitas naungan 0% sebesar 9,36 cm. Sedangkan untuk pengukuran diameter bibit R.mucronata juga memiliki nilai yang berbanding lurus dengan panjang bibit R.mucronata dimana nilai rata-rata tertinggi berada pada intensitas naungan 50% sebesar 0.627cm dengan nilai rata-rata terendah pada intensitas naungan 0% sebesar 0.504cm. Hasil uji DMRT pada taraf 5% di kedua parameter tersebut juga menunjukaan pertumbuhan yang berbeda di setiap perlakuan yang diberikan. Petumbuahan bagian atas bibit R.mucronata seperti diameter dan tinggi dengan bagian pertumbuhan bagian bawah seperti panjang akar primer dan jumlah akar sekunder menghasilkan pertumbuhan yang tidak berbanding lurus dimana perlakuan yang berbeda menghasilkan pertumbuhan yang berbeda pula. Hal ini sesuai dengan dengan penelitian Gorat (2010) bahwa keberhasilan pembibitan bibit R.mucronata diperngaruhi oleh faktor seperti ketersediaan air, kandungan cadangan makanan (karbohidrat) dalam jaringan sel dan hormon endogen didalam jaringan stek. Hasil ini juga didukung oleh study Heddy (1996) bahwa perilaku tertentu dalam pertumbuhan bisa dianggap sebagai respon terhadap bermacam-macam rangsangan yang mempengaruhi tumbuhan. Rangsangan itu bisa eksternal (lingkungan berupa daya tarik bumi,suhu, kelembaban, dan cahaya) atau internal 32 Universitas Sumatera Utara (genetik) sebagai akibat proses metabolik atau proses untuk melanjutkan keturunan. Respon tumbuhan terhadap rangsangan ditunjukaan dengan dua cara yaitu rerspon gerakan dan respon perkembangan. 33 Universitas Sumatera Utara KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan 1. Terdapat perbedaan pertumbuhan panjang akar primer dan jumlah akar sekunder pada uji DMRT taraf 5% dimana intensitas naungan 0% memiliki pertumbuhan yang lebih baik dari pada intensitas naungan lainnya. 2. Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan yang signifikan dalam parameter persen hidup, mortalitas, jumlah akar utama, jumlah akar primer, diameter akar utama, panjang akar utama, panjang akar primer, biomassa, luas permukaan akar, kerapatan panjang akar terhadap perlakuan intensitas naungan 3. Estimasi jarak tanam minimal yang diperoleh dari studi kerapatan panjang akar adalah 3 x 2 meter. 4. Pertumbuhan akar berbanding terbalik terhadap tinggi dan diameter bibit berdasarkan uji DMRT taraf 5% dimana pertumbuhan terbaik untuk tinggi dan diameter bibit R. mucronatapada intensitas naungan 50% Saran Dalam pembibitan bibit R.mucronata sebaiknya tidak memberikan naungan terhadap bibit selama 12 MST agar diperoleh panjang akar primer dan jumlah akar sekunder yang terbaik sehingga pada saat penanaman dilakukan, perakaran bibit R.mucronata dapat bersaing dalam memperoleh unsur hara. Sebaiknya dalam penanaman bibit R.mucronata jarak tanam yang digunakan minimal 3 x 2 meter agar persaingan hara dan air selama satu tahun setelah penanaman dapat dikurangi 34 Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Adres, L. 2011. Pertumbuhan bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan. USU press . Medan Baluska, F. 1995. Structure and Function of Roots. Kluwer Academic. Dordrecht. The Netherlands. Bohm. W., 1979. Methods of Studying Root Systems. Springer - Verlag Berlin Heidelberg New York. Ecological Studies 33. Davies, J. & G. Claridge. 1993. Wetland Benefits. The jumlah akar utama SPSS 17 Subset for alpha = 0.05 Naungan 100 50 25 0 75 Sig. N 1 10 10 10 10 10 20.30 20.90 21.00 21.20 22.30 .505 Universitas Sumatera Utara Perlakuan 0% 25% 50% 75% 100% ∑ 1 1568 807 939 1960 435 5709 2 1080 1101 834 616 1793 5424 3 1183 852 1441 1232 1026 5734 4 1233 866 1250 1324 770 5443 Ulangan 5 6 577 727 930 1004 1034 1084 1115 768 762 1228 4418 4811 7 868 1111 735 1126 1007 4847 8 841 789 1013 1437 918 4998 9 1174 1348 736 1137 966 5361 ∑ 10 638 1522 601 725 1130 4616 9889 10330 9667 11440 10035 51361 Tabel 60. Jumlah akar primer Tabel 61. Tabel ANOVA jumlah akar primer SPSS 17 Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 193647.080 4513259.500 4706906.580 df Mean Square 4 45 49 F 48411.770 100294.656 Sig. .483 .748 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 62. Tabel uji DMRT taraf 5% jumlah akar primer SPSS 17 Subset for alpha = 0.05 Naungan N 50 0 100 25 75 Sig. Perlakuan 0% 25% 50% 75% 100% ∑ 1 10 10 10 10 10 1 1,52 1,82 1,22 1,05 1,38 6,99 966.70 988.90 1003.50 1033.00 1144.00 .273 2 2,11 1,98 1,38 1,30 1,26 8,03 3 1,97 1,86 2,33 1,18 1,42 8,76 4 2,02 1,94 1,32 1,21 1,88 8,37 Ulangan 5 6 1,73 1,84 2,06 1,33 1,21 1,14 1,09 1,23 2,51 2,02 8,6 7,56 7 4,61 1,33 1,42 1,32 1,59 10,27 8 1,38 1,69 1,36 1,43 1,61 7,47 9 2,21 1,28 1,41 1,15 1,24 7,29 10 1,40 1,28 1,55 1,04 1,38 6,65 ∑ 20,79 16,57 14,34 12 16,29 79,99 Tabel 63. Panjang akar primer Tabel 64. Tabel ANOVA panjang akar primer SPSS 17 Universitas Sumatera Utara Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df 4.277 11.481 15.758 Mean Square 4 45 49 F 1.069 .255 Sig. 4.191 .006 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Perlakuan 0% 25% 50% 75% 100% ∑ 1 1105 400 228 68 0 1801 2 995 388 1662 585 0 3630 3 1434 871 45 257 43 2650 Ulangan 5 6 1552 751 543 821 762 1045 158 121 400 0 3415 2738 4 475 225 766 408 519 2393 7 1247 775 480 310 32 2844 8 401 697 441 0 186 1725 9 1402 1353 547 0 0 3302 ∑ 10 890 699 1103 0 176 2868 10252 6772 7079 1907 1356 27366 Tabel 65. Tabel uji DMRT taraf 5% panjang akar primer SPSS 17 Naunga n Subset for alpha = 0.05 N 1 2 75 10 1.2000 50 10 1.4150 100 25 0 10 10 10 1.6290 1.6570 1.6290 1.6570 2.0790 .070 .065 Sig. Tabel 66. Jumlah akar sekunder Tabel 67. Tabel ANOVA jumlah akar sekunder SPSS 17 Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df 5677152.280 5007732.600 1.068E7 Mean Square 4 45 49 F 1419288.070 111282.947 12.754 Sig. .000 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 68. Tabel uji DMRT taraf 5% jumlah akar primer SPSS 17 Naunga n 100 75 Subset for alpha = 0.05 N 1 10 10 2 3 135.60 190.70 Universitas Sumatera Utara 25 50 0 Sig. 10 10 10 677.20 707.90 .714 1025.20 1.000 .838 Tabel 69. Biomassa akar Tabel 70. Tabel ANOVA biomassa akar SPSS 17 Sum of Squares Between Groups Within Groups Total df 7327.967 46996.667 54324.633 Mean Square 4 45 49 F 1831.992 1044.370 Sig. 1.754 .155 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 71. Tabel uji DMRT taraf 5% biomassa akar SPSS 17 Naunga n Perlakua n 0% 25% 50% 75% Subset for alpha = 0.05 N 1 193,3 5 182,6 6 182,2 0 245,0 1 1 2 210,21 227,53 219,26 138,03 100% 98,99 230,92 ∑ 902,2 1 1025,9 5 75 50 0 100 25 Sig. 10 10 10 10 10 2 3 222,2 4 161,1 8 313,7 9 176,3 2 896,0 7 1769, 6 Ulangan 5 6 4 171,67 168,80 114,28 142,57 238,92 209,32 261,31 206,87 248,47 197,56 257,71 162,55 274,62 161,37 296,71 1047,7 3 1033,6 7 1031,3 3 9.78610 10.77770 11.66490 12.66490 .074 7 262,1 1 186,4 8 107,7 0 233,7 5 179,5 2 969,5 6 8 122,6 1 144,3 3 164,3 7 213,1 8 248,7 8 893,2 7 9 10 339,77 89,50 273,86 187,23 269,42 337,20 1407,4 8 ∑ 1894,54 255,9 9 100,9 7 167,1 5 278,4 1 892,0 2 2022,84 1992,17 2060,68 3002,59 10972,8 2 10.77770 11.66490 12.66490 13.09110 .151 Tabel 72. Luas Permukaan akar Tabel 73. Tabel ANOVA luas permukaan akar SPSS 17 Sum of Squares Between Perlakuan Groups 1 Within Groups 0% 1,01 Total 25% 1,02 50% 75% 100% ∑ 0,78 0,88 0,27 3,96 83114.342 2 3 4 566503.210 1,20 1,40 1,11 1,54 649617.551 1,07 0,90 0,96 1,89 1,20 0,86 0,99 0,95 1,19 1,44 1,37 5,77 6,79 5,53 df Mean Square F Ulangan 4 20778.585 5 6 7 8 45 12588.960 1,56 1,02 0,98 0,86 2,04 49 1,24 1,28 1,32 1,17 1,06 1,02 0,85 1,26 0,79 0,87 0,72 1,56 1,50 1,11 1,44 7,59 5,61 5,25 5,19 Sig. 1.651 9 1,38 1,78 0,88 1,53 1,77 7,34 10 1,14 0,90 0,97 0,95 1,01 4,97 .178 ∑ 11,66 13,09 10,78 9,79 12,66 57,98 Universitas Sumatera Utara Perlakua n 0% 1 153,83 25% 131,6 50% 171,17 75% 758,85 100% 75,51 ∑ 1290,9 6 2 167,2 5 143,6 5 148,9 8 121,6 8 224,1 2 805,6 8 3 150,9 8 117,0 5 228,5 6 139,6 4 193,0 4 829,2 7 4 139,3 2 126,7 2 1998 0 141,0 6 140,8 5 747,7 5 Ulangan 5 6 103,2 92,43 4 144,1 158,8 2 3 152,0 248,0 6 5 203,3 111,6 3 0 97,92 189,3 1 700,6 800,2 7 2 ∑ 7 150,6 0 172,1 5 79,79 162,3 6 191,1 6 756,0 6 8 108,4 8 104,9 3 130,6 7 181,7 5 166,2 5 692,0 8 9 188,8 0 190,6 7 117,4 8 171,1 1 231,3 2 899,3 8 10 79,36 1334,2 9 189,0 5 75,89 1478,7 7 120,4 4 184,2 5 648,9 9 2111,8 2 1552,4 5 1693,7 3 8171,0 6 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 74. Tabel uji DMRT taraf 5% luas permukaan akar SPSS 17 Naunga n Subset for alpha = 0.05 N 0 50 25 75 100 Sig. 1 10 10 10 10 10 189.5040 199.2170 202.2840 206.0680 300.2680 .053 Tabel 75. Kerapatan panjang akar Tabel 76. Tabel ANOVA kerapatan panjang akar SPSS 17 Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 7547.907 90713.255 98261.162 df Mean Square 4 45 49 F 1886.977 2015.850 Sig. .936 .452 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 77. Tabel uji DMRT taraf 5% kerapatan panjang akar SPSS 17 Naunga n 0 Subset for alpha = 0.05 N 1 10 133.4290 Universitas Sumatera Utara 25 50 75 100 Sig. 10 10 10 10 147.8770 155.2450 161.1820 169.5710 .115 Tabel 78. Dimeter bibit Tabel 79. Tabel ANOVA dimeter bibit SPSS 17 Sum of Squares Between Groups Perlakuan Within Groups 1 Total 0% 14 25% 50% 75% 100% ∑ 15,1 23,5 6,7 8,6 67,9 2 8,9 13,6 20,3 9,7 12,6 65,1 3 9,2 15,7 19,9 15,9 17,7 78,4 df .105 .150 4 .255 9,7 Mean Square 4 13,9 17,5 9,2 8,7 59 Ulangan 45 6 5 9,9 49 10,5 12,8 18,3 19,2 12,3 12,2 17,2 10,9 19,8 65 78,1 F .026 .0038 7 7,7 12,4 19,9 11,8 11,2 63 8,7 10,7 16 15 11,5 61,9 Sig. 7.839 .000 ∑ 9 7,7 10,8 20,2 16 12,9 67,6 10 7,3 18,6 22,9 16,1 15,1 80 9 0,52 0,51 0,65 0,65 0,45 2,78 10 0,42 0,61 0,66 0,61 0,44 2,74 93,6 141,9 191,7 129,8 129 686 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 80. Tabel uji DMRT taraf 5% diameter bibit SPSS 17 Naunga n Subset for alpha = 0.05 N 0 100 75 25 50 Perlakuan 0% 25% 50% 75% 100% ∑ 1 10 10 10 10 10 1 0,41 0,64 0,66 0,51 0,65 2,87 2 .5040 .5330 2 0,55 0,52 0,65 0,6 0,51 2,83 Sig. 3 0,53 0,6 0,6 0,51 0,5 2,74 3 .5330 .5810 4 0,41 0,65 0,65 0,6 0,52 2,83 .268 .5810 .6070 .6270 Ulangan 5 6 0,51 0,55 0,64 0,63 0,56 0,6 0,6 0,54 0,63 0,6 2,94 2,92 .070 ∑ 7 0,54 0,65 0,61 0,52 0,53 2,85 8 0,6 0,62 0,63 0,67 0,5 3,02 5,04 6,07 6,27 5,81 5,33 28,52 .099 Tabel 81. Tinggi bibit Tabel 82. Tabel ANOVA tinggi bibit SPSS 17 Sum of Squares Between Groups Within Groups Total 501.530 434.770 936.300 Df Mean Square 4 45 49 F 125.382 9.662 12.977 Sig. .000 Keterangan : Probabilitas > 0.05 = Tidak terdapat perbedaan pertumbuhan Universitas Sumatera Utara Probabilitas < 0.05 = Terdapat perbedaan pertumbuhan Tabel 83. Tabel uji DMRT taraf 5% tinggi bibit SPSS 17 Naunga n 0 100 75 25 50 Sig. Subset for alpha = 0.05 N 1 10 10 10 10 10 2 3 9.3600 12.9000 12.9800 14.1900 1.000 .388 19.1700 1.000 Universitas Sumatera Utara (a) (c) (b) (d) (e) (g) (h) Universitas Sumatera Utara (i) Universitas Sumatera Utara (q) Keterangan Gambar : (a) Pemilihan lokasi pembibitan (b) Pembuatan media (c) Pembuatan naungan (d) Pembibitan yang sudah siap (e) Pengukuran dan penandaan diameter dan panjang bibit (f) Bibit R.mucronata pada naungan 25% (g) Bibit R.mucronata pada intensitas 0% (h) Pemanenan bibit (i) Akar bibit R.mucronata pada intensitas 0% (j) Akar bibit R.mucronata pada intensitas 25% (k) Akar bibit R.mucronata pada intensitas 50% (l) Akar bibit R.mucronata pada intensitas 75% (m) Akar bibit R.mucronata pada intensitas 100% (n) Penghitungan jumlah akar (o) Pengukuran diameter akar utama (p) Pengukuran panjang akar ke tali (q) Pengukuran tali ke mistar Universitas Sumatera Utara
Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan 2.54 1.72 2.54 Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan 2.54 1.72 c Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan Pertumbuhan Bibit Rhizophora Mucronata Lamk Pada Berbagai Intensitas Naungan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pertumbuhan Bibit Rhizophora mucronata Lamk pada Berbagai Intensitas Naungan

Gratis