Feedback

Studi Ketepatan Tegangan Sekunder Dan Menghitung Harga Sesatannya Pada Trafo Distribusi Yang Menggunakan Off Load Tap Changer ( Aplikasi pada PT. Morawa Elektrik Transbuana)

Informasi dokumen
STUDI KETEPATAN TEGANGAN SEKUNDER DAN MENGHITUNG HARGA SESATANNYA PADA TRAFO DISTRIBUSI YANG MENGGUNAKAN OFF LOAD TAP CHANGER (Aplikasi pada PT.Morawa Elektrik Transbuana) OLEH NAMA : JAITUN SIDABUTAR NIM : 060402064 DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara STUDI KETEPATAN TEGANGAN SEKUNDER DAN MENGHITUNG HARGA SESATANNYA PADA TRAFO DISTRIBUSI YANG MENGGUNAKAN OFF LOAD TAP CHANGER ( Aplikasi pada PT. Morawa Elektrik Transbuana) OLEH NAMA NIM : JAITUN SIDABUTAR : 060402064 Tugas Akhir ini diajukan untuk melengkapi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Pada DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN Sidang pada tanggal 16 Juli 2011 didepan Penguji: 1. Ir.Syarifuddin Siregar : Ketua Penguji : 2. Ir.Sumantri Zulkarnain : Anggota Penguji : 3. Ir.Surya Tarmizi Kasim, M.si : Anggota Penguji : Disetujui oleh : Pembimbing Tugas Akhir, (Ir.Panusur SM. L.Tobing) NIP:101100314510057 Diketahui oleh: Ketua Departemen Teknik Elektro, (Ir.Surya Tarmizi Kasim, M.si) NIP:195405311986011002 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Trafo distribusi merupakan suatu peralatan untuk menurunkan tegangan listrik ke sisi konsumen, berhubung karena perubahan atau penurunan tegangan sering terjadi didalam penyaluran listrik akibat posisi pembangkit tenaga listrik yang berada jauh dari konsumen maka, trafo distribusi dilengkapi dengan tap changer atau perubah sadapan. Tap changer adalah kelengkapan trafo distribusi yang memungkinkan transformator tersebut mempunyai variasi perbandingan belitan untuk mendapatkan suatu tegangan sekunder tertentu pada saat tegangan primer berubah. Biasanya tap changer ditempatkan disisi tegangan tinggi (belitan primer) dari transformator karena pertimbangan arus lebih rendah dan variasi tegangannya lebih luas. Dalam tugas akhir ini akan membahas mengenai ketepatan tegangan sekunder dan menghitung harga sesatannya pada trafo distribusi yang menggunakan off load tap changer. Dimana, untuk menanggulangi perubahan atau drop tegangan yang bervariasi disisi primer trafo distribusi, diharapkan off load tap changer dapat bekerja dengan baik sehingga harga sesatan atau nilai persen error tegangan sekunder dapat diminimalisasi dan ketepatan tegangan sekunder yang diinginkan dapat tercapai maksimal. Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul STUDI KETEPATAN TEGANGAN SEKUNDER DAN MENGHITUNG HARGA SESATANNNYA PADA TRAFO DISTRIBUSI YANG MENGGUNAKAN OFF LOAD TAP CHANGER (Aplikasi pada PT. Morawa Elektrik Transbuana) Penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu persyaratan untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar Sarjana Teknik di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara. Tugas Akhir ini penulis persembahkan untuk kedua orang tua yang telah membesarkan penulis dengan kasih sayang yang tak ternilai harganya, yaitu Judiman Sidabutar dan Tiodorman Sinaga serta saudara kandung penulis, Putrina Sidabutar, Jumadin Sidabutar dan Pasulina Sidabutar atas seluruh perhatian dan dukungannya hingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan baik. Selama masa kuliah sampai masa penyelesaian Tugas Akhir ini, penulis mendapat dukungan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan setulus hati pada kesempatan ini penulis hendak menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Ir. Panusur S. M L. Tobing selaku Dosen Pembimbing Tugas akhir saya yang telah banyak meluangkan waktu dan pikirannya untuk memberikan bantuan, bimbingan dan pengarahan kepada penulis selama menyusun Tugas Akhir ini. 2. Bapak Ir. Hendra Zulkarnaen selaku Dosen Wali Penulis. 3. Bapak Ir. Surya Tarmizi Kasim M. SI, selaku Ketua Departemen Teknik Elektro FT USU. Universitas Sumatera Utara 4. Seluruh Staf Pengajar dan Administrasi Departemen Teknik Elektro, FT USU. 5. Bapak Herbet L.Tobing, dan Manager PT. Morawa Electrik Transbuana, yang sangat kooperatif selama penulis melakukan pengambilan data. 6. Teman-teman dan sahabat penulis : Fresman A. Sibarani, Mindo Simbolon, Mesakh Marpaung, Ronal Sinaga, Tonny M.P, Gabe juntak, Kristian E. Ginting, Mitro, Royden, Okta, Baim wong, Wendy, Taufan, Albert, Ivan B, Antonius, Bayu, Ishak, Jhon C, Efandi, Rinaldo, Juanry, Royen, Fransiscus, Donal, Bonar, Supenson, Epriana Tarigan dan semua teman-teman stambuk 2006 serta senior dan junior di jurusan Teknik Elektro FT.USU. 7. Kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan kepada penulis yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini tidak luput dari kesalahan- kesalahan, baik dari segi tata bahasa maupun dari segi ilmiah. Untuk itu, penulis akan menerima dengan terbuka segala saran dan kritik yang ditujukan untuk memperbaiki Tugas Akhir ini. Akhir kata, semoga Tugas Akhir ini bermanfaat bagi semua penulis dan pembaca. Medan, Juni 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK .i KATA PENGANTAR .ii DAFTAR ISI .iv DAFTAR GAMBAR .vii DAFTAR TABEL .ix BAB I BAB II PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang .1 I.2 Tujuan Penulisan .2 I.3 Manfaat Penulisan .2 I.4 Batasan Masalah .3 I.5 Metode Penulisan .3 I.6 Sistematika Penulisan .4 TRANSFORMATOR II.1 Umum .6 II.2 Konstruksi Transformator .7 II.2.1 Tipe Inti (Core Type) .8 II.2.1 Tipe Cangkang (Shell Type) .9 Universitas Sumatera Utara II.3 Prinsip Kerja Transformator .11 II.3.1 Keadaan Transformator Tanpa Beban .12 II.3.2 Keadaan Transformator Berbeban .14 II.4 Rangkaian Ekivalen Transformator .15 II.5 Rugi-rugi dan Efisiensi Transformator .18 II.5.1 Rugi tembaga (Pcu) .19 II.5.2 Rugi besi (Pi) .19 II.5.3 Efisiensi .20 II.5.3.1 Perubahan Efisiensi Terhadap Beban .20 II.6 Transformator Tiga Fasa .21 II.6.1 Umum .21 II.6.2 Konstruksi Transformator Tiga Fasa .22 II.6.3 Konstruksi Umum Trafo Distribusi Tiga Fasa .23 II.6.4 Hubungan Transformator Tiga Fasa .26 BAB III TAP CHANGER III.1 Umum .31 III.2 Prinsip Kerja Tap Changer .32 III.3 Tap Changer Tidak Berbeban (Off Load Tap Changer) .36 III.4 Tap Changer Berbeban (On Load Tap Changer) .39 III.5 Variasi Tegangan Selama Perubahan Tapping .44 III.6 Pengantar Besar Jatuh Tegangan (Drop Voltage) .46 Universitas Sumatera Utara BAB IV PENGUKURAN KETEPATAN TEGANGAN SEKUNDER DAN ANALISA DATA IV.1 Umum .51 IV.2 Peralatan .52 IV.3 Rangkaian Percobaan .54 IV.4 Prosedur Percobaan .54 IV.5 Data Percobaan .55 IV.6 Analisa Data .56 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN V.1 Kesimpulan .60 V.2 Saran .61 DAFTAR PUSTAKA .62 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Konstruksi transformator tipe inti (Core Type) .8 Gambar 2.2 Konstruksi lempengan logam inti transformator bentuk L dan U .9 Gambar 2.3 Transformator tipe cangkang (shell form) .10 Gambar 2.4 Konstruksi lempengan logam inti transformator bentuk E, I dan F .10 Gambar 2.5 Transformator dalam keadaan tanpa beban .13 Gambar 2.6 Transformator dalam keadaan berbeban .15 Gambar 2.7 Rangkaian ekivalen transformator .16 Gambar 2.8 Penyederhanaan rangkaian ekivalen transformator .17 Gambar 2.9 parameter sekunder pada rangkaian primer .17 Gambar 2.10 hasil akhir penyederhanaan rangkaian ekivalen transformator .18 Gambar 2.11 Rugi rugi pada transformator .18 Gambar 2.12 Transformator tiga phasa .22 Gambar 2.13 Transformator 3 Phasa Tipe cangkang .23 Gambar 2.14 Konstruksi Umum Trafo Distribusi Tiga Fasa .23 Gambar 2.15 Konstruksi lengkap Trafo Distribusi .24 Gambar 2.16 Transformator Hubungan Y – Y .27 Gambar 2.17 Hubungan Transformator Y – Δ .28 Gambar 2.18 Hubungan Transformator Δ – Y .29 Gambar 2.19 Hubungan Transformator Δ – Δ .30 Gambar 3.1 Gaya Radial .34 Gambar 3.2 Pengaruh penempatan tapping kumparan pada akhir dari belitan .35 Gambar 3.3 Hubungan wye dari tapping pada kumparan .36 Universitas Sumatera Utara Gambar 3.4 Off Load Tap Changer .38 Gambar 3.5 a. Tap Chager pada hubungan Wye .39 b. Tap changer pada hubungan Delta.39 Gambar 3.6 a. Tap changer berbeban .40 b. Urutan operasi dari tapping 1 ke tapping 2 .40 Gambar 3.7 Tap Changer Berbeban .43 Gambar 3.8 Variasi tegangan selama perubahan tapping .45 Gambar 3.9 Saluran Distribusi Jarak Pendek a. Rangkaian Ekivalen.47 b. Diagram Phasor .47 Gambar 3.10 Variasi tegangan pelayanan .50 Gambar 4.1 Bilangan jam/vektor group transformator ghubungan Dy5.53 Gambar 4.2 Rangkaian Percobaan pengukuran ketepatan tegangan sekunder .54 Gambar 4.3 Grafik hubungan antara tegangan sekunder tiap tap terhadap primer yang bervariasi .59 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel 4.1 Data Tegangan sekunder hasil pengukuran .56 Tabel 4.2 Data tegangan sekunder pengukuran dengan input tegangan di primer dalam batas toleransi ±5% tegangan nominal primer trafo distribusi .57 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Trafo distribusi merupakan suatu peralatan untuk menurunkan tegangan listrik ke sisi konsumen, berhubung karena perubahan atau penurunan tegangan sering terjadi didalam penyaluran listrik akibat posisi pembangkit tenaga listrik yang berada jauh dari konsumen maka, trafo distribusi dilengkapi dengan tap changer atau perubah sadapan. Tap changer adalah kelengkapan trafo distribusi yang memungkinkan transformator tersebut mempunyai variasi perbandingan belitan untuk mendapatkan suatu tegangan sekunder tertentu pada saat tegangan primer berubah. Biasanya tap changer ditempatkan disisi tegangan tinggi (belitan primer) dari transformator karena pertimbangan arus lebih rendah dan variasi tegangannya lebih luas. Dalam tugas akhir ini akan membahas mengenai ketepatan tegangan sekunder dan menghitung harga sesatannya pada trafo distribusi yang menggunakan off load tap changer. Dimana, untuk menanggulangi perubahan atau drop tegangan yang bervariasi disisi primer trafo distribusi, diharapkan off load tap changer dapat bekerja dengan baik sehingga harga sesatan atau nilai persen error tegangan sekunder dapat diminimalisasi dan ketepatan tegangan sekunder yang diinginkan dapat tercapai maksimal. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Salah satu masalah yang terdapat dalam sistim tenaga listrik adalah perubahan atau penurunan tegangan yang diakibatkan pusat-pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pusat beban, hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar dalam penyaluran daya listrik. Kerugian tersebut disebabkan oleh saluran yang cukup panjang. Sehingga dalam penyaluran daya listrik melalui transmisi maupun distribusi akan mengalami tegangan jatuh (drop voltage) sepanjang saluran yang dilalui. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk memperbaiki jatuh tegangan, salah satunya dengan pemasangan on load tap changer pada transformator daya pada sisi pembangkit serta pemasangan off load tap changer pada trafo distribusi disisi konsumen. Pada dasarnya prinsip tap changer ini adalah membuat suatu variasi perbandingan belitan pada transformator. Dengan variasi perbandingan belitan ini maka diharapkan dapat memenuhi keperluan antara lain mendapatkan suatu tegangan sekunder tertentu pada saat tegangan primer berubah, mendapatkan tegangan sekunder yang bervariasi, mendapatkan suatu tap tegangan tertentu disamping tap tegangan utama dan untuk mendapatkan suatu tegangan yang lebih rendah untuk start motor listrik. Penenempatan tap changer biasanya ditempatkan di sisi tegangan tinggi transformator dengan pertimbangan variasi tegangan yang lebih luas karena jumlah belitannya yang lebih banyak. Universitas Sumatera Utara Tulisan ini membahas mengenai ketepatan tegangan sekunder dan menghitung harga sesatannya pada trafo distribusi yang menggunakan off load tap changer sehingga diketahui seberapa baik tingkat ketepatan tegangan keluaran di sekunder transformator dengan penggunaan off load tap changer dan menghitung besar persen error atau nilai sesatannya. I.2. Tujuan Penulisan Adapun tujuan penulisan tugas akhir ini adalah : 1. Mengetahui ketepatan tegangan keluaran di sekunder trafo distribusi yang menggunakan off load tap changer dengan tegangan masukan yang bervariasi dari sisi primer. 2. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan drop tegangan. 3. Menghitung harga sesatan atau persen error dari tegangan sekunder trafo distribusi yang menggunakan off load tap changer. I.3. Manfaat Penulisan Penulisan Tugas akhir ini diharapkan bermafaat untuk : 1. Memberikan informasi kepada penulis dan pembaca mengenai ketepatan tegangan sekunder trafo distribusi yang menggunakan off load tap changer saat tegangan masukan disisi primer transformator bervariasi. Universitas Sumatera Utara 2. Sebagai referensi tambahan bagi mahasiswa yang memperdalam mengenai trafo distribusi khususnya masalah off load tap changer. I.4. Batasan Masalah Agar tujuan penulisan tugas akhir ini sesuai dengan yang diharapkan dan terfokus pada judul dan bidang yang disebutkan diatas, maka penulis membatasi permasalahan yang akan dibahas pada : 1. Trafo distribusi yang digunakan adalah salah satu trafo distribusi buatan PT.MORAWA ELEKTRIK TRANSBUANA. 2. Trafo distribusi yang digunakan pada percobaan menggunakan off load tap changer. 3. Tidak membahas mengenai penentuan jumlah belitan pada trafo distribusi. 4. Tidak membahas on load tap changer secara spesifik. I.5. Metode Penulisan Untuk dapat menyelesaikan tugas akhir ini maka penulis lebih sedikit dibandingkan tiga buah transformator satu phasa dengan jumlah daya yang sama dengan satu buah transformator tiga phasa, lebih ringan dan lebih kecil sehingga mempermudah pengangkutan ( menekan biaya pengiriman ), pengerjaannya lebih cepat, serta untuk menangani operasinya hanya satu buah transformator yang perlu mendapat perhatian (meringankan pekerjaan perawatan). 2.6.2 Konstruksi Transformator Tiga Phasa Untuk mengurangi kerugian yang disebabkan oleh arus pusar didalam inti, rangkaian magnetik itu biasanya teradiri dari setumpuk laminasi tipis. Dua jenis konstruksi yang biasa dipergunakan diperlihatkan pada Gambar 2.14. 20 Gambar 2.14 Transformator tiga phasa Dalam jenis transformator tipe cangkang (Shell type) kumparan dililitkan sekitar kaki tengah dari inti, seperti yang ditunjukkan Gambar 2.15. Kebanyakan fluks terkurung dalam inti dan karena itu dirangkum oleh kedua kumparan. Meskipun fluks bocor yang dirangkum salah satu kumparan tanpa dirangkum yang lain merupakan bagian kecil dari fluks total, ia mempunyai pengaruh penting dengan membagi – bagi kumparan dalam bagian-bagian yang diletakkan sedekat mungkin satu sama lainnya. Gambar 2.15 Transformator 3 phasa tipe cangkang 21 2.6.3 Hubungan Transformator Tiga Phasa Dalam pelaksanaannya tiga buah lilitan fasa dalam sisi primer dan sisi sekunder dapat dihubungkan dalam bermacam – macam hubungan, seperti hubungan bintang, hubungan segitiga (delta) dan hubungan kombinasi Y-Y, Y- Δ, Δ-Y dan Δ- Δ. Bahkan dalam kasus tertentu lilitan sekunder dapat dihubungkan secara berliku-liku (zig-zag), sehingga didapatkan kombinasi Δ-Z dan Z-Y.[2] Hubungan zig-zag merupakan sambungan bintang “istimewa”, hubungan ini untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin terjadi apabila dihubungkan secara bintang dengan beban setiap phasanya tidak seimbang. A. Hubungan Wye – Wye ( Y – Y ) Jika tegangan tiga phasa dipasok ke transformator Y – Y, maka tegangan tiap-tiap phasanya akan saling berbeda 120°[2]. Hubungan pada transformator tiga phasa dapat dilihat pada Gambar 2.16 : Gambar 2.16 Transformator hubungan Y-Y 22 Tegangan primer pada masing-masing phasa adalah : VΦp = VST . (2.17) 3 Tegangan phasa primer sebanding dengan tegangan phasa sekunder dan perbandingan belitan transformator. Maka diperoleh perbandingan tegangan pada transformator adalah : VST  3VP  a . (2.18) Vst 3VS B. Hubungan Wye – Delta (Y – Δ) Beda phasa antara sisi primer dan sekunder sebesar 30° atau kelipatannya yang hendak dihubungkan secara paralel, sisi sekunder transformator yang akan diparalelkan harus memiliki beda phasa yang sama. Digunakan sebagai penaik tegangan untuk sistem tegangan tinggi[2]. Hubungan Wye-Delta dapat dilihat pada Gambar 2.17. 23 Gambar 2.17 Hubungan transformator Y- Δ Tegangan kawat ke kawat primer sebanding dengan tegangan phasa primer VRS = 3 VΦP. (2.19) Tegangan kawat-kawat sekunder sebanding dengan tegangan phasa Vrs = VΦS. (2.20) Maka perbandingan tegangan pada hubungan ini : VRS  3VP  3a . (2.21) Vrs VS C. Hubungan Delta-Wye (Δ – Y) Umumnya digunakan untuk menurunkan tegangan dari tegangan transmisi ke tegangan rendah[2]. Hubungan Δ – Y pada transformator tiga phasa ditunjukkan pada Gambar 2.18. 24 Gambar 2.18 Hubungan transformator Δ – Y Tegangan kawat ke kawat primer sebanding dengan tegangan phasa primer VRS = VΦP . (2.22) Tegangan kawat-kawat sekunder sebanding dengan tegangan phasa Vrs = 3 VΦS . (2.23) Maka perbandingan tegangan pada hubungan ini : VRS  VP  a . (2.24) Vrs 3VS 3 25 D. Hubungan Delta – Delta ( Δ – Δ ) Gambaran hubungan ini dapat dilihat pada Gambar 2.19. Gambar 2.19 Hubungan transformator Δ – Δ Pada hubungan ini diperoleh : VRS = VST = VRT = VLN Maka : VL-L = VL-N . (2.23) VRS = VST = VRT . (2.24) Dimana : VL-L = Tegangan line to line VL-N = Tegangan line to netral Arus pada transfomator tiga phasa hubungan delta : 26 IL = 3 IP . (2.25) Dimana : IL = Arus line IP = Arus phasa 27 BAB III TAP CHANGER 3.1 UMUM Untuk memenuhi kualitas tegangan pelayanan sesuai kebutuhan konsumen (PLN Distribusi), tegangan keluaran (sekunder) transformator harus dapat dirubah sesuai keinginan. Untuk memenuhi hal tersebut maka pada salah satu kedua sisi belitan transformator dibuat tap (penyadap) untuk merubah perbandingan belitan (ratio) transformator. Tap changer atau pengubah tapping adalah suatu alat pengubah tegangan dengan mengubah rasio perbandingan belitan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder akibat adanya perubahan tegangan pada sisi primer. Tegangan keluaran atau tegangan terminal konsumen dapat dikendalikan dengan pemasangan tapping pada sisi primer atau pada sisi sekunder transformator. Perubahan posisi tapping dikendalikan oleh tap changer.[5] Pengguna transformator menggunakan tapping untuk beberapa alasan seperti : Untuk mengkompensasi perubahan tegangan yang diberikan oleh suplai daya dan sistem transformator Untuk mengkompensasi regulasi pada transfomator dan mempertahankan tegangan agar tetap konstan pada jenis yang sama Pada generator dan bus penghubung transformator untuk membantu pada aliran Var pada sistem kendali 28 Untuk memampukan kompensasi faktor yang belum diketahui ketepatannya pada saat perancangan sistem kelistrikan Untuk memampukan perubahan pada kondisi sistem dikemudian hari 3.2 PRINSIP KERJA TAP CHANGER Prinsip pengaturan tegangan sekunder berdasarkan perubahan jumlah belitan primer atau sekunder. V1, N1 dan V2,N2 adalah parameter primer dan sekunder. V1  V2 N1 N2 V2  V1 N1 xN 2 . (3.1) Dimana : V1 = Tegangan primer V2 = Tegangan sekunder N1 = Belitan primer N2 = Belitan sekunder Jika belitan primer berkurang tegangan per belitan akan bertambah sehingga tegangan sekunder bertambah. Pada kondisi lain, belitan sekunder bertambah sementara belitan primer tetap, tegangan sekunder akan bertambah juga. Pengurangan belitan primer mempunyai pengaruh yang sama dengan penambahan belitan sekunder. 29 Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan sisi transformator mana yang akan dibuat tappingnya : 1. Transformator dengan rasio belitan yang besar, disadap pada sisi tegangan tinggi, karena pengendalian tegangan keluaran lebih halus. 2. Perubahan tapping pada sisi tegangan tinggi menangani arus yang kecil, walaupun isolasi diperlukan lebih banyak. 3. Pada umumnya belitan tegangan rendah dililit setelah inti, dan belitan tegangan tinggi dililit setelah belitan tegangan rendah. Oleh karena itu membuat tapping pada belitan tegangan tinggi lebih mudah. Tapping dapat dibuat di awal, di akhir dan di tengah belitan transformator ditunjukkan Gambar 3.1 berikut[6]. Gaya aksial Gaya radial Gaya radial 55 Supply Terminals 44 33 22 11 Gambar 3.1(a) Tapping Akhir 30 Gambar 3.1 (b)Tapping Tengah Ketika arus pada belitan primer dan sekunder mengalir dengan arah yang berlawanan, arus-arus ini berintraksi dengan fluks bocor diantara kedua belitan dan menghasilkan gaya radial yang saling tolak-menolak. Gaya raidal ini menekan belitan dalam ke inti dan mendorong belitan luar menjauhi inti. Gaya yang berlawanan ini akan menimbulkan gaya aksial jika tapping dibuat pada belitan transformator. Pada Gambar 3.1 diatas, belitan dengan tapping akhir menimbulkan gaya aksial yang lebih besar dengan belitan dengan tapping tengah. Pada keadaan hubung singkat, gaya aksial yang timbul akan sangat besar. Sehingga posisi tapping yang sering dipakai adalah tapping tengah.[5] 31 Tapping transformator distribusi adalah ±5% - 10% dari tegangan nominalnya. Jadi tegangan pada sisi primer transformator distribusi mempunyai 5 tapping yaitu[5] : Tapping 1 : VN + (0.1x VN) Tapping 2 : VN + (0.05x VN) Tapping 3 : VN Tapping 4 : VN – (0.05x VN) Tapping 5 : VN – (0.1x VN) Jumlah belitan transformator distribusi tiga phasa : a. Belitan primer dihubungkan Y : N1  V oleh nilai resistansi dan reaktansi dari saluran. Gambar 3.8a menerangkan bahwa nilai resistansi terhubung seri dengan nilai reaktansi. Sehingga besar jatuh tegangan dapat diketahui melalui analisis perhitungan. Sesuai dengan definisi jatuh tegangan adalah : ΔV = [Vk] − [Vt ]. (3.12) Dengan, Vk = nilai mutlak tegangan ujung kirim Vt = nilai mutlak tegangan ujung terima Gambar 3.8b merupakan diagram pasor dari Gambar 3.8a, dengan titik O sebagai titik pusat dari lingkaran dengan jari-jari Od = Vk, kita buat lingkaran, sehingga memotong perpanjangan Vt pada titik e. Jadi Vk = Oe = Oa + ac + ce Oleh karena ce
Studi Ketepatan Tegangan Sekunder Dan Menghitung Harga Sesatannya Pada Trafo Distribusi Yang Menggunakan Off Load Tap Changer ( Aplikasi pada PT. Morawa Elektrik Transbuana) 3 K onstru ksi Umu m T ra fo Dist ribusi 3 ph asa Data Percobaan Analisa Data Latar Belakang Tujuan Penulisan Peralatan Rangkaian Percobaan Prosedur Percobaan Umum Konstruksi Transformator Tiga Phasa
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Studi Ketepatan Tegangan Sekunder Dan Menghitung Harga Sesatannya Pada Trafo Distribusi Yang Menggunakan Off Load Tap Changer ( Aplikasi pada PT. Morawa Elektrik Transbuana)

Gratis