Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan Strategi Pemasaran Terhadap Citra Merek Pada Rumah Makan Wong Solo Medan

 6  98  90  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Tujuan penelitian iniadalah mengetahui strategi Keunggulan bersaing yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk lebih meningkatkan posisi perusahaan melalui penganalisisankekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Hasil analis menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan dapat menutupi kelemahanyang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Dalam keunggulan bersaing yang ada dalam lingkungan usaha, tidak semua yang bergerakdalam bidang tersebut dianggap sebagai pesaing, melainkan hanya pesaing yang potensial serta mereka yang baru masuk dalam persaingan yang juga potensialsebagai pesaing dalam usaha. Hal ini dilihat dengan semakin banyaknya warung yang menjual ayamsatu usaha yang menjadi pesaing adalah Warung Nenek merupakan usaha yang bergerak dalam bidang yang sama dengan Rumah Makan Wong Solo.

1.4. Manfaat Penelitian

  Bagi Perusahaan Penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan yang dapat dijadikan saran dan memberikan informasi yang berguna bagi perusahaan. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan teori-teori yang diterima di bangku kuliah kemudian memperdalam pengetahuan danmemperluas cakrawala berpikir ilmiah dalam bidang pemasaran khususnya yang berkaitan dengan strategi bersaing.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1. Definisi Keunggulan Bersaing

  Dalam keunggulan bersaing yang ada dalam lingkungan usaha, tidak semua yang bergerak dalam bidang tersebut dianggap sebagai pesaing, melainkan hanyapesaing yang potensial serta mereka yang baru masuk dalam persaingan yang juga potensial sebagai pesaing dalam usaha. Segala sumber daya perusahaan yang mendukung keunggulan bersaing sering dijadikan riset untuk dijadikan dasarstrategi yang akan diterapkan dalam manajemen Keunggulan bersaing akan membangun kecakapan untuk performa aktivitas yang ebih dari lawan usaha atau lebih efektif dari pesaing, dengan kata lainperusahaan membangun keunggulan bersaing ketika memanfaatkan kekuatan untuk beberapa aktivitas lebih dari performanya (A Pit,1996).

2.1.2 Diferensiasi Produk terhadap Keunggulan Bersaing

  Karena merupakan yang pertama, maka dapatmenghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah, atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya(Macmillan dalam Aaker, 1992) dalam Tjiptono (2001 : 145--146). Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbolsimbol dan merek yang digunakan.

2.1.3. Merek Sebagai Unsur Strategi Produk

  Merek sangat berkaitan Menurut Keller (1993, p.3) adalah: "Brandimage is perception about a brand as reflected by the brand associations held in customer memory." Berul brand imageadalah sekumpulan asosiasi yang biasanya di organisasikan dalam beberapa cara yang berarti, namun bukan merupakan kumpulan dari beberapa kekuatan dan kelemahanmelainkan asosiasi yang diorganisasikan ke dalam kelompok kelompok yang memiliki arti. Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akandikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty).

2.1.4. Merek Dalam Keunggulan Bersaing Kepemilikan citra yang kuat memberikan beberapa keuntungan bagi suatu bisnis

  Argumentasinya, pemberian nama merek kelompok dapatmenurunkan biaya dan mentransfer kepuasan konsumendari suatu produk ke produk yang lainnya dengan nama yang sama. Merek yang kuat adalah satu-satunya jalan untuk mempertahankan laba di atas rata-rata secara terus menerus dan menghasilkan keuntungan yang bersifat emosional, bukan hanya yang bersifat rasional.

2.1.5. Strategi Pemasaran

  Menurut Tjiptono (2001), strategi pemasaran yang dapat dipilih oleh perusahaan yang menerapkan strategi produk diferensiasi agar senantiasa memiliki keunggulanbersaing di pasar dapat dilakukan dengan melakukan pilihan terhadap strategi berikut inia. Diferensiasi ProdukKreativitas yang tinggi dalam menciptakan keunikan produk yang lebih menarik, sejuk, aman, nyaman, menyenangkan, karyawan yang ramah, terampil, berwawasan,dan mampu mewujudkan dalam keseharian sehingga lebih diminati oleh konsumen dibandingkan dengan produk pesaing lainnya.

2.1.6. Perumusan/ Pengembangan Strategi Pemasaran

  Lingkungan eksternal perusahaan setiap saat berubah dengan cepat sehingga melahirkan berbagai peluang dan ancaman baik yang dating dari pesaing utamamaupun iklim bisnis yang senantiasa berubah. Senada dengan itu Kotler (2001:98) mengatakan marketing mix adalah campuran dari variaabelpemasaran yang dapat dikendalikan yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengejar tingkat penjualan yng diinginkan dalam pasar sasaran.

2.1.7. Analisis SWOT

  Penyusunan strategi dapat meliputi pemeriksaan lingkungan eksternal dan lingkungan internal yang mengintegrasikan hasil ke dalam tujuan dan strategi. Penyusunanstrategi sering diawali dengan analisis faktor internal dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi situasi kompetitif perusahaan.lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan.

1. Lingkungan Eksternal

  Faktor Sosial, Budaya, Demografi, dan LingkunganFaktor sosial yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungandimana perusahaan beroperasi. Identifikasi pesaing tidak selalu mudahkarena banyak perusahaan yang memiliki divisi yang berkompetisi dalam industri yang berbeda.

2. Lingkungan Internal

  Lingkungan internal adalah lingkungan organisasi yang berada di dalam organisasi tersebut dan secara normal memiliki implikasi yang langsung dankhusus pada perusahaan. Tangible resources merupakan sumber daya yang nilainya terlihat dalam data akuntansi dan mudah sekali diidentifikasi dan dievaluasi.

1. Strategi SO (kekuatan-peluang-strengths-opportunities)

  Cocokkan kekuatan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasil strategi ST dalam sel yang ditentukan. Cocokkan kelemahan internal dengan ancaman eksternal, dan catat hasil strategi WT dalam sel yang ditentukan.

KEKUATAN KELEMAHAN (STRENGTHS-S) (WEAKNESSES-W) 1

  dengan 3. dan hindari ancaman 4.

2.2 Penelitian Terdahulu

  Tujuan ini hanya dapat dicapai, apabila bagian pemasaran melakukan strategi yang mantap untuk dapat menggunakankesempatan atau peluang yang ada dalam perusahaan, sehingga posisi atau kedudukan perusahaan di pasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan. Nilai atau manfaat inilah yangsedia dibayar oleh pembeli, dan nilai yang unggul berasal dari penawaran harga yang lebih rendah ketimbang pesaing untuk manfaat setara atau penawaran manfaat unikyang melebihi harga yang ditawarkan (Porter dalam Mahir, 2003).

BAB II I METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Penelitian ini berbentuk analisis deskriptif, yaitu jenis penelitian survei yang bertujuan menjelaskan strategi Keunggulan bersaing yang bisa digunakan olehperusahaan untuk lebih meningkatkan posisi perusahaan melalui penganalisisan kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Batasan Operasional Variabel Penelitian ini dibatasi pada analisis keunggulan bersaing yang dimiliki oleh perusahaan melalui penggunaan merek yang dipakai oleh perusahaan untukmenciptakan strategi bersaing yang tepat bagi perusahaan yang dapat meningkatkan posisi perusahaan.

3.4. Definisi Operasional Variabel

  Kekuatan (Strength)Kekuatan adalah yang memberikan suatu keunggulan kompetitif dan kemampuan kepada perusahaan untuk mempertahankan posisinya dengan melakukan aktivitaspada tingkat yang sama. Kelemahan (Weaknesses)Kelemahan adalah berupa sesuatu yang tidak dilakukan dengan baik oleh perusahaan atau perusahaan tidak memiliki kapabilitas untuk melakukannya,sementara pesaing memiliki kapabilitas tersebut.

3.5. Jenis Data

  Data Primer Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari Manager Pemasaran Rumah Makan Wong Solo. Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan berhubungan dengan penelitian.

5. Metode Pengumpulan Data

  Studi Dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi dari buku- buku, internet, dan skripsi yang berkaitan dengan penelitian. Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak yang bersangkutan yaitu manajer pemasaran.

6. Metode Analisis Data

  Matriks SWOT ini dapat menggambarkan secara jelasbagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan,sehingga dapat ditetapkan strategi bersaing yang tepat. Strategi WT Strategi WT adalah taktik defensif yang diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal.didasarkan pada kegitan yangbersifat defensit dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

4.1.1. Sejarah Singkat Rumah Makan Wong Solo Medan

  Sejarah Berdirinya Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo merupakan usaha waralaba dalam payung usaha PT. Melihat peluang usaha warung makan di kota Medan, Sumatera Utara sangat bagus, maka warung makan lesehan yang yang termasuk perintis warung makan di kota Solopun dijual.

4.1.2. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan

  Mencetak generasi insani Ayam Bakar Wong Solo yang unggul dan sukses baik di dunia maupun di akhirat dengan penanaman akhlak yang baik dan penerapan budayaIslami. Adapun tujuan perusahaan adalah mencapai laba yang memadai guna membiayaai pertumbuhan perusahaan dan menyediakan sumberdaya yang dibutuhkanuntuk mencapai sasaran perusahaan yang lain.

4.1.3. Struktur Organisasi Rumah Makan Wong Solo

  Didalam pencapaian tujuan perusahaan diperlukan adanya hubungan kerja yang jelas, sehingga memudahkan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan, untuk itu makaperusahaan menjalankan suatu fungsi manajemen yaitu pengorganisasian dimana didalamnya mencakup pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab karenadengan struktur organisasi memungkinkan tidak terjadi kesalahan atau perbedaan interprestasi sehingga diharapkan terjadi efisiensi operasional atau kinerjaperusahaan. Hal ini menjadi bagian pemasaran untuk memberitahukan kepada konsumen sasaran bahwa produk yang baik tersedia di tempat yang benar-benar dengan harga yang tepat.

4.1.5. Cabang Rumah Makan Wong Solo

  Dalam pengembangannya Rumah Makan Wong Solo Sudah memiliki cabang hamper di seluruh Indonesia bahkan Rumah Makan Wong Solo sudah memilkicabang di luar negri. Berikut Cabang Rumah Makan Wong Solo telah membuka cabang di beberapa kota besar di Indonesia dan luar negeri 1 R.

4.2. Hasil Penelitian

4.2.1. Analisis Deskriptif Analisa Lingkungan Internal dan Eksternal RMABWS Cabang Medan

  1 Analisis Internal FaktorAdapun analisis dari lingkungan internal Rumah Makan Ayam Bakar Wong SoloCabang Medan dapat dirinci sebagai berikut : 1.1 Kekuatan (Strengths)Adapun kekuatan yang dimiliki Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo CabangMedan antara lain : a) Budaya Perusahaan yang IslamiWong Solo berusaha menepis anggapan masyarakat kalau Rumah Makan AyamBakar Wong Solo Cabang Medan mengendentifikasi dengan sesuatu yang dianggap cenderung eksklusif. Strategi menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk meraih peluang yang ada, antara lain dengan mewujudkan budaya perusahaan yang Islami secarakonsisten dengan dukungan masyarakat yang mayoritas muslim, karena budaya perusahaan yang Islam merupakan kekutan yang besar bagi perusahaan untukmendapatkan kepercayaan pelanggan dan tetap berpegang teguh kepada hukum- hukum Allah, mendaftarkan produk ke LP POM MUI, menggunakan merek yangterkenal, dan meningkatkan kapasitas produksi.

4.3. Pembahasan

  Berdasarkan analisis SWOT menunjukan bahwa banyak kekuatan yang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan dimana dengan kekuatan yangdimiliki Rumah Makan Wong Solo Medan mampu bertahan dan menunjukan mampu bersaing dengan produk makanan yang banyak dijual di tempat lainnya. Hal inidikarenakan karena produk yang ditawarkan dan yang dihasilkan disukai oleh konsumen dan harga yang ditetapkan oleh Rumah Makan Wong Solo Medan dapatdijangkau oleh masyarakat pada umumnya, selain itu pelayanan yang diberikan dapat memuaskan konsumen.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

  Rumah Makan Wong Solo merupakanbisnis jasa yang mengutamakan cita rasa yang enak dan kualitas pelayanan, maka sampai saat ini perusahaan memiliki konsumen yang tetap setia menggunakanjasa perusahaan. Strategi alternatif yang dihasilkan dari Matriks SWOT untuk lebih meningkatkan posisi perusahaan antara lain : menambah jenis jasa produk yang lebih bisamenarik konsumen (Strategi SO); meningkatkan promosi, merekrut pegawai yang berkualitas dan memberikan pelatihan bagi karyawan (Strategi ST);(Strategi WO); Selalu mengupdate akan informasi yang baru di website RumahMakan Wong Solo, Menambah cabang yang di medan, Mengadakan event kuliner (Strategi WT).

B. Saran

  Rumah Makan Wong Solo hendaknya mempertahankan keunggulan pelayanan dan menambah fasilitas pelayanan untuk mempertahankan konsumen yang setia. Rumah Makan Wong Solo menurut analisis SWOT harus memperhatikan empat sel kemungkinan alternatif strategi secara bertahap mulai strategi SO, strategiWO, strategi ST dan strategi WT untuk mempertahankan eksistensi perusahaan dan bertahan di dunia persaingan bisnis.

DAFTAR PUSTAKA

  Strategi Bersaing, Teknik Menganalisis Industri dan Pesaing. Pemasaran Jasa, Konsep dan Implementasi.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan..

Gratis

Feedback