Feedback

Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan Strategi Pemasaran Terhadap Citra Merek Pada Rumah Makan Wong Solo Medan

Informasi dokumen
SKRIPSI PENGARUH KEUNGGULAN BERSAING DALAM PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN TERHADAP CITRA MEREK PADA RUMAH MAKAN WONG SOLO MEDAN OLEH JUNI RONALD PURBA 070521175 PROGRAM STUDI STRATA 1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan Strategi Pemasaran Terhadap Citra Merek Pada Rumah Makan Wong Solo Medan”. Rumah Makan Wong Solo Medan merupakan usaha rumah makan cepat saji yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 22 Medan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi Keunggulan bersaing yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk lebih meningkatkan posisi perusahaan melalui penganalisisan kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui adalah dengan melakukan wawancara kepada manager Rumah Makan Wong Solo Medan, Hasil analisis SWOT (Strenghth-Weakness-Opportunities-Threats) menunjukkan bahwa semua perusahan memiliki kekuatan, kelemahan, kesempatan, tantangan dalam menjalankan usahanya. Hasil analis menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan dapat menutupi kelemahan yang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan. Kata Kunci : SWOT (Strenghth-Weakness-Opportunities-Threats), Strategi Pemasaran, Citra Merek Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this study is "The Effect of Competitive Advantage In Marketing Strategy Formulation Of Brand Image In Field Wong Solo Restaurant". Restaurant Wong Solo, Medan is a fast-food restaurant business is located on Jl. Gajah Mada No. 22 Medan. The purpose of this study was to determine the strategy of competitive advantage that can be used by the company to further enhance the company's position by analyzing the strengths and weaknesses, as well as opportunities and threats faced by companies This type of research is a type of descriptive research, the data used are primary data and secondary data. Primary data collection through interviews managers Wong Solo Restaurant Medan The results of SWOT analysis (Strenghth-Weaknesses-Opportunities-Threats) shows that all companies have strengths, weaknesses, opportunities, challenges in running their business . The results showed that the strength of the analyst is owned by Wong Solo Restaurant Medan can cover the weakness which is owned by Wong Solo Restaurant Medan. Keywords: SWOT (Strenghth-Weaknesses-Opportunities-Threats), Marketing Strategies, Brand Image Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan karunia dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”PENGARUH KEUNGGULAN BERSAING DALAM PERUMUSAN STRATEGI PEMASARAN TERHADAP CITRA MEREK PADA RUMAH MAKAN WONG SOLO MEDAN” Penulis juga menghaturkan terima kasih dengan hati yang tulus kepada : 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Dr. Endang Sullistya Rini , SE, MSi, selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Prof. Dr. F Dalimunthe, SE, Msi, selaku Dosen Pembimbing yang banyak membimbing dan memberikan pengarahan dalam penulisan skripsi ini. 4. Seluruh teman-teman stambuk 2007 Manajemen Ekstensi,. Terima kasih atas dukungannya selama ini. Penulis menyadari bahwa masih banyak terapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapakan guna menyempurnakan skripsi ini. Medan, Juni 2011 Penulis Juni Ronald Purba Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK. i ABSTRACT. ii KATA PENGANTAR. iii DAFTAR ISI . v DAFTAR TABEL . vii DAFTAR GAMBAR . viii DAFTAR LAMPIRAN . ix BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah . 1.2. Perumusan Masalah . 1.3. Tujuan Penelitian. 1.4.Manfaat Penelitian . 1 1 6 6 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1. Uraian Teoritis. 2.1.1. Definisi Keunggulan Bersaing. 2.1.2. Diferensiasi Produk Terhadap Keunggulan Bersaing. 2.1.3. Merek Sebagai Unsur Strategi Produk. 2.1.4. Merek Dalam Keunggulan Bersaing. 2.1.5. Strategi Pemasaran. 2.1.6. Perumusan Pengembangan Strategi Pemasaran . 2.1.7. Analisis SWOT . 2.2. Penelitian Terdahulu . 2.3. Kerangka Konseptual . 2.4. Hipotesis . 8 8 8 10 14 17 20 25 28 35 35 37 BAB III METODE PENELITIAN. 3.1. Jenis Penelitian. 3.2. Tempat Dan Waktu Penelitian. 3.3. Batasan Operasional. 3.4. Definisi Operasional. 3.5. Jenis Data. 3.8. Metode Pengumpulan Data . 3.9. Metode Analisis Data . 38 38 38 38 39 40 40 41 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN . 4.1. Gambaran Umum Usaha . 4.1.1. Sejarah Singkat Rumah Makan Wong Solo Medan . 4.1.2. Visi, Misi dan Tujuan . 43 43 43 44 Universitas Sumatera Utara 4.1.3. Struktur Organisasi . 4.1.5. Marketing Mix . 4.1.6. Cabang Rumah Makan Wong Solo. 4.2. Hasil Penelitian . 4.2.1. Analisis Deskriptif . 4.3. Pembahasan . 45 47 51 55 55 77 BAB V KESIMPULAN. 79 5.1 Kesimpulan . 74 5.2 Saran. 75 DAFTAR PUSTAKA. 80 LAMPIRAN . 81 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual . 8 Gambar 1.2 : Matriks SWOT . 13 Gambar 2.1 : Diagram SWOT. 41 Gambar 3.1 : Matriks SWOT Rumah Makan Wong Solo . 72 Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Judul penelitian ini adalah “Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan Strategi Pemasaran Terhadap Citra Merek Pada Rumah Makan Wong Solo Medan”. Rumah Makan Wong Solo Medan merupakan usaha rumah makan cepat saji yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No. 22 Medan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi Keunggulan bersaing yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk lebih meningkatkan posisi perusahaan melalui penganalisisan kekuatan dan kelemahan, serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, data yang digunakan yaitu data primer dan data skunder. Pengumpulan data primer dilakukan melalui adalah dengan melakukan wawancara kepada manager Rumah Makan Wong Solo Medan, Hasil analisis SWOT (Strenghth-Weakness-Opportunities-Threats) menunjukkan bahwa semua perusahan memiliki kekuatan, kelemahan, kesempatan, tantangan dalam menjalankan usahanya. Hasil analis menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan dapat menutupi kelemahan yang dimiliki oleh Rumah Makan Wong Solo Medan. Kata Kunci : SWOT (Strenghth-Weakness-Opportunities-Threats), Strategi Pemasaran, Citra Merek Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this study is "The Effect of Competitive Advantage In Marketing Strategy Formulation Of Brand Image In Field Wong Solo Restaurant". Restaurant Wong Solo, Medan is a fast-food restaurant business is located on Jl. Gajah Mada No. 22 Medan. The purpose of this study was to determine the strategy of competitive advantage that can be used by the company to further enhance the company's position by analyzing the strengths and weaknesses, as well as opportunities and threats faced by companies This type of research is a type of descriptive research, the data used are primary data and secondary data. Primary data collection through interviews managers Wong Solo Restaurant Medan The results of SWOT analysis (Strenghth-Weaknesses-Opportunities-Threats) shows that all companies have strengths, weaknesses, opportunities, challenges in running their business . The results showed that the strength of the analyst is owned by Wong Solo Restaurant Medan can cover the weakness which is owned by Wong Solo Restaurant Medan. Keywords: SWOT (Strenghth-Weaknesses-Opportunities-Threats), Marketing Strategies, Brand Image Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dalam era globalisasi tantangan yang harus dihadapi oleh perusahaan akan semakin berat, tidak hanya bertujuan untuk dapat survive melainkan harus mampu memiliki keunggulan bersaing dibandingkan dengan perusahaan lain. Dalam keunggulan bersaing yang ada dalam lingkungan usaha, tidak semua yang bergerak dalam bidang tersebut dianggap sebagai pesaing, melainkan hanya pesaing yang potensial serta mereka yang baru masuk dalam persaingan yang juga potensial sebagai pesaing dalam usaha. Perusahaan akan sangat senang apabila memiliki keunggulan bersaing yang terus menerus dan tidak mendapatkan rangsangan untuk meninjau ulang keunggulannya dari pesaing (Barney, dkk, 1989). Keunggulan bersaing adalah jantung kinerja perusahaan untuk bersaing dalam pasar. Keungggulan bersaing pada dasarnya tumbuh dari nilai atau manfaat yang dapat diciptakan perusahaan bagi para pembelinya yang lebih dari biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menciptakannya. Nilai atau manfaat inilah yang sedia dibayar oleh pembeli, dan nilai yang unggul berasal dari penawaran harga yang lebih rendah ketimbang pesaing untuk manfaat setara atau penawaran manfaat unik yang melebihi harga yang ditawarkan (Porter, 2003). Persaingan terjadi karena merupakan salah satu cara untuk mempertahankan akan produk dan layanan yang dimiliki oleh setiap unit usaha baik usaha mikro, kecil dan menegah. Persaingan terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya Universitas Sumatera Utara tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi bersaingnya. Strategi bersaing adalah suatu bidang yang menjadi perhatian utama para manajer yang sangat tergantung pada pemahaman yang mendalam mengenai industri dan para pesaing. Tujuan strategi bersaing untuk suatu unit usaha adalah menemukan posisi dalam suatu industri dimana perusahaan dapat melindungi diri sendiri dengan sebaikbaiknya terhadap tekanan (daya) persaingan atau dapat mempengaruhi tekanan tersebut secara positif. Rumah Makan Wong Solo merupakan satu usaha yang bergerak dalam menjual makanan. Makanan yang dijual mempunyai keanekaragaman rasa dan dilengkapi dengan berbagai minuman bagi penggemarnya. Keanekaragaman produk yang di hasilkan Rumah Makan Wong Solo diharapkan mampu menarik minat setiap pembeli untuk dapat menikmati kembali akan makanan yang dijual. Rumah Makan Wong Solo mempunyai banyak pesaing yang harus di antisipasi. Hal ini dilihat dengan semakin banyaknya warung yang menjual ayam bakar yang merupakan makanan yang diunggulkan Rumah Makan Wong Solo. Salah satu usaha yang menjadi pesaing adalah Warung Nenek merupakan usaha yang bergerak dalam bidang yang sama dengan Rumah Makan Wong Solo. Usaha ini memiliki cabang usaha yang banyak sehingga efektif dan efisien yang meberikan kemudahan bagi pelanggan atau pembeli. Perusahaan harus memiliki strategi bersaing yang berbeda dengan yang dilakukan oleh perusahaan saingan. Ini dilakukan agar perusahaan dapat bertahan hidup bahkan memenangkan persaingan. Strategi yang efektif adalah strategi yang mendorong terciptanya suatu keselarasan yang sempurna antara organisasi dengan Universitas Sumatera Utara lingkungannya dan antara organisasi dengan pencapaian dari tujuan strategisnya. (Griffin, 2004 : 226). Keunggulan bersaing sangat erat kaitannya dengan strategi pemasaran. Strategi pemasaran adalah rencana tindakan didasarkan atas analisis situasi dan tujuan perusahaan. Strategi pemasaran yang efektif selalu diawali oleh informasi akurat tentang siapa konsumen perusahaan. Merancang strategi pemasaran dalam rangka menarik minat beli akan semakin efektif jika pemasar dapat menciptakan merek yang bisa menjadi pengikat antara pelanggan dan perusahaan . Kepercayaan merek didasarkan pada pengalaman para pelanggan dengan merek terebut. Pengalaman dengan merek akan menjadi sumber bagi konsumen bagi terciptanya rasa percaya pada merek dan pengalaman ini akan mempengaruhui evaluasi konsumen dalam konsumsi, penggunaan atau kepuasaan secara langsung dan kontak tidak langsung dengan merek (Costabile, 2002). Kepercayaan konsumen pada merek hanya dapat diperoleh bila pemasar dapat menciptakan dan mempertahankan hubungan emosional yang positif dengan konsumen. Hubungan emosional yang positif ini harus dibangun selama jangka waktu yang tidak pendek namun harus dilakukan secara konsisten. Kepercayaan merek merefleksikan 2 (dua) komponen penting yakni brand reliability dan brand intentions. Brand reliability atau kehandalan merek yang bersumber pada keyakianan konsumen konsumen bahwa produk tersebut mampu memenuhui nilai yang dijanjikan atau dengan kata lain persepsi bahwa merek tersebut mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan. Brand reliability merupakan hal yang esensial bagi terciptanya kepercayaan terhadap merek karena Universitas Sumatera Utara kemampuan merek memenuhui nilai yang dijanjikan akan membuat konsumen menaruh rasa yakin akan kepuasaan yang sama di masa depan. Brand intentions didasarkan pada keyakinan konsumen bahwa merek tersebut mampu mengutamakan kepentingan konsumen ketika masalah dalam konsumsi produk muncul secara tidak terduga. Kedua komponen kepercayaan merek bersandar pada penilaian konsumen yang subyektif atau didasarkan pada beberapa persepsi yaitu: 1. persepsi konsumen terhadap manfaat yang dapat diberikan produk/ merek ( Delgado, 2004). 2. persepsi konsumen akan reputasi merek, persepsi konsumen akan kesamaan kepentingan dirinya dengan penjual, dan persepsi mereka pada sejauh mana konsumen dapat mengendalikan penjual dan persepsi (Walzuch, 2001; Teltzwroz et.al., 2007). Awal dari memformulasikan strategi biasanya adalah analisis SWOT. SWOT adalah singkatan dari Strength (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman). Analisis SWOT adalah evaluasi atas kekuatan dan kelemahan internal suatu organisasi yang dilakukan secara hati-hati dan juga evaluasi terhadap peluang dan ancaman dari lingkungan. Dalam analisis SWOT, strategi terbaik untuk mencapai misi suatu organisasi adalah dengan : (1) mengeksploitasi peluang dan kekuatan suatu organisasi, dan pada saat yang sama, (2) menetralisasikan ancamannya, dan (3) menghindari atau memperbaiki kelemahannya (Griffin, 2004 : 228). Universitas Sumatera Utara Analisis SWOT akan menghasilkan empat kemungkinan strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk semakin meningkatkan posisinya. Tipe-tipe strategi tersebut antara lain : Strategi SO merupakan strategi yang dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Strategi ST merupakan strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan dengan cara menghindari ancaman. Strategi WO merupakan strategi yang diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara mengatasi kelemahan-kelemahan yang dimiliki. jika harus menunggu lama menu tersaji. Pelayanan yang cepat membuat konsumen merasa lebih dihormati. a. Identifikasi Produk Identifikasi produk adalah bagaimana produsen menganalisa terhadap selera pasar. Yaitu untuk mengetahui jenis-jenis makanan apa saja yang banyak diminati saat ini. Analisa ini sebagai bahan pertimbangan dalam memilih jenis makanan yang akan dipasarkan sekaligus untuk mengetahui prediksi prospek bisnis dalam jangka panjang. b. Macam-Macam Dan Jenis Hasil Produksi 23 Perusahaan Rumah makan Garuda cabang Gajah Mada medan mempunyai 47 macam produk yang dipasarkan antara lain : 1. Menu spesial a) Sup daging b) Udang gala goreng c) Ayam Pop d) Martabak mesir e) Nasi goreng 2. Menu wajib a) Ayam goreng b) Ayam gulai biasa c) Ayam gulai spesial d) Telur gulai e) Rendang f) Ayam goreng sambal ijo g) Pergedel h) Gurami gulai i) Sambal ayam spesial j) Sambal kentang hati ayam k) Kikil gulai l) Hati ayam sambal m)Ikan bawal goreng n) Ikan crispy o) Ikan goreng p) Ikan kakap gulai q) Ikan gurami goreng r) Ikan lidah s) Ikan sambal ijo t) Ikan teri goreng u) Otak-otak v) Sambal udang w) Sate ayam x) Sup ikan y) Udang goreng z) Ayam rendang 3. Minuman dan jus a) Jus 3 warna b) Jus alpukat c) Jus belimbing d) Jus buah delima e) Jus buah naga f) Jus jambu merah g) Jus jagung h) Jus jeruk i) Jus kelapa j) Jus martebe 24 25 k) Jus nangka l) Jus totel m)Jus mangga n) Jus kueni Menu yang tersedia dari berbagai macam makanan dan minuman yang disediakan Rumah Makan Garuda adalah makanan dan minumam yang favorit di Rumah Makan garuda. BAB III PEMBAHASAN A. Pengertian Pemasaran Definisi pemasaran menurut Kotler dan Armstrong(2008:401) adalah : "A social and managerial process by which individualsand groups obtain what they need and want through creating andexchanging products and value with others." Dalam hal ini pemasarandiartikan sebagai suatu proses sosial dan manajerial, dimana melaluiproses tersebut individu dan kelompok memperoleh apa yang merekabutuhkan serta inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk sertanilai dengan individu dan kelompok lainnya. Ada juga pendapat lain dari William J. Stanton dalam Gunawan Adi Saputro (2014:5-6), yangmendefinisikan tentang pemasaran sebagai berikut: "Marketing is a totalsystem of business activities designed to plan, price, promote, anddistribule wants satisfying goods and services to present andpotentialcustomers. " Yang artinya pemasaran adalah suatu sistem keselurahandari kegiatan usaha yang dirancang untuk merencanakan, menentukanharga, mempromosikan, serta mendistribusikan barang serta jasa yangdapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, baik kepada parakonsumen saat ini maupun konsumen potensial. Dari kedua pengertian dapat dilihat bahwa pemasaran bukanhanya kegiatan bisnis untuk menjual dan menawarkan barang atau jasasemata, tetapi merupakan 26 27 proses sosial dan manajerial dari suatuorganisasi yaitu perencanaan konsep, penetapan harga, promosi dandistribusi untuk memenuhi kebutuhan melalui pencapaian tujuan yangterjadi melalui pertukaran nilai berupa barang, jasa, dan gagasan. B. Manajemen Pemasaran Pemasaran sebagai proses sosial dan manajerial memerlukanpengelolaan yang baik dalam pelaksanaannya. Menurut Kotler danArmstrong (2001:67), manajemen pemasaran mempunyai definisi :"The analysis, planning, implementation, and control ofprogramsdesignedto create, build, and maintain beneficial exchanges with target buyers forthe purpose of achieving organizational objectives."Yang dapat diartikan sebagai analisa, perencanaan, penerapandan kontrol dari program-program yang dirancang untuk penciptaan,pengembangan dan mempertahankan pertukaran-pertukaran yangbersifat menguntungkan dengan pembeli, dengan maksud mencapaitujuantujuan organisasi. Manajemen pemasaran juga berarti mengelola permintaankonsumen, yang pada akhimya menjadi pengelolaan hubungan-hubungandengan konsumen. Hal ini bukan hanya berarti mencari dan mendapatkankonsumen sebanyak mungkin, karena pada suatu saat yang tidak dapatdiperkirakan sebelumnya, dapat terjadi tidak ada sama sekali permintaan,atau juga permintaan yang sama dengan penawaran, permintaan yangtidak Seperti biasa, dan bahkan tingkat permintaan yang berlebihan. 28 Untuk itulah diperlukan manajemen pemasaran yang mencari jalanpemecahan dari setiap masalah permintaan tersebut.Manajemen pemasaran tidak hanya menyangkut tugas-tugasmembuat dan meningkatkan permintaan konsumen, tetapi juga apabilaperlu mengubah dan menurunkan tingkat permintaan. Inti dari prosesmanajemen pemasaran adalah mengelola tingkat, waktu, dan komposisidari permintaan konsumen dengan mempertahankan konsumensebelumnya dan menarik minat konsumen baru. C. Perencanaan Strategi Untuk mencapai tujuan atau target maka perusahaan memerlukanperencanaan strategi yang tepat untuk memonitor apa yang dikerjakandan apa yang sedang terjadi di dalam perusahaan serta mengantisipasimasalah dan kesempatan di masa yang akan datang pada suatu kondisilingkungan perasahaan yang berubah dengan cepat, dengan maksuduntuk memenuhi kebutuhan konsumen. Menurut Kotler dan Armstrong (2009:35), perencanaanstrategi didefinisikan : "The process ofdeveloping and maintaining astrategicfit between the organization's goals and capabilities and itschanging marketing opportunities. It relies on developing a char companymission, supporting objectives, a sound business portfolio, andcoordinated functional strategies. " Yaitu proses manajerial untukmengembangkan dan memelihara strategi yang cocok antara tujuan dankemampuan organisasi serta peluang pemasaran yang berubah. Prosesini bergantung pada pengembangan misi perusahaan yang jelas, sasaranyang menunjang, portfolio bisnis yang mantap, dan koordinasi strategifungsional. 29 Langkah-langkah yang perludilakukan dalam perencanaan strategi adalah menentukan : 1. Misi Perusahaan Merupakan tujuan spesifik dari kehadiran perusahaan yangdimaksudkan untuk mencapai sesuatu dalam lingkungan yang lebihluas, membedakan suatu perusahaan dengan perusahaan lain sejenisdan menunjukkan batas usaha yang tegas mengenai bidang usahayang dijalankan. 2. Tujuan dan Sasaran Perusahaan Hasil akhir yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangkawaktu tertentu melalui eksistensi dan operasinya.Pada umumnyasuatu perusahaan menetapkan satu atau beberapa tujuan dansasaran yang ingin dicapai dalam jangka pendek maupun jangkapanjang. 3. Portfolio Bisnis Adalah kumpulan bisnis dan produk yang paling sesuai diantarakekuatankekuatandan kelemahan-kelemahanperusahaan dengankesempatankesempatan lingkungannya.Pihak manajemen harusmenganalisa portfolio bisnis untuk mengidentifikasi bisnis kunci yangmenentukan hidup matinya perusahaan dan memutuskan bisnis manayang lebih besar atau kecil. 4. Strategi Pemasaran Merupakan alat yang direncanakan untuk mencapai tujuanperusahaan dengan mengembangkan keunggulan bersaing yangberkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan programpemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran tersebut. 30 D. Strategi Pemasaran Persaingan yang ketat saat ini memaksa para pengusaha untukmenggunakan strategi pemasaran yang benar-benar tepat, agar dapatmencapai tujuan atau targettarget yang telah ditetapkan oleh perusahaanataupun untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.Definisi strategi pemasaran menurut Kotler danArmstrong (2008:54) : " Marketing strategy is the basic approach that thebusiness units me to achieve its objective and consist of proceeddecisions on target market, marketingpositioning, marketing mix andmarketing expenditure levels."Kutipan itu diartikan bahwa strategi pemasaran adalah pendekatanpokok yang digunakan oleh unit bisnis di dalam mencapai sasaran yang didalamnya tercantum keputusan-keputusan mengenai target pasar,penempatan produk, bauran pemasaran, serta tingkat biaya pemasaranyang diperlukan. Tujuan kegiatan pemasaran disini adalah untuk mempengaruhikonsumen agar bersedia membeli barang atau jasa perusahaan padasaat mereka membutuhkan.Karena itu perusahaan harus dapatmemahami para konsumen serta mengetahui strategi-strategi pemasaranyang dapat dilakukan pada perusahaan, agar dapat mencapai tujuan atautarget-target yang diinginkan.Untuk mencapai sasaran melalui keputusan-keputusan di atas,perlu diadakan aktifitas-aktifitas berupa analisa-analisa pasar.Langkahpertama adalah analisa perilaku konsumen dalam segmen-segmen pasar.Langkah selanjutnya adalah pemilihan strategi pemasaran yang tepat,target pasar, elemen-elemen bauran pemasaran (marketing mixelements), dan pendekatan positioning. 31 1. Segmentasi pasar ( Segmenting ) Yaitu tindakan membagi suatu pasar menjadi kelompo-kelompok pembeli yang berbeda – beda yang mungkin membutuhkan produk – produk atau kombinasi pemasaran yang terpisah.Perusahan mengidentifikasi cara – cara yang berbeda untuk memilah – milah pasar dan untuk mengembangkan gambaran dari segmen pasar yang di hasilkan. Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan dijalankan sehingga memberikan nilai lebih bagi usaha yang dijalankan. Suyati dan Lestari (2013) membuktikan bahwa keunggulan bersaing dapat dipengaruhi oleh komitmen, jejaring dan kepercayaan, nilai perusahaan hal ini didukung oleh hasil penelitian bahwa mayoritas responden setuju dengan pernyataan mengenai interaksi langsung dengan konsumen, produk usaha yang berbeda dari pesaing, produk usaha tidak mudah dijumpai pada bisnis lain, merek yang selalu dicari oleh banyak konsumen, dan produk yang mempunyai nilai tambah. Jika dilihat dari karakteristik responden berdasarkan lama usaha mayoritas responden adalah UMKM yang telah memiliki usaha lebih dari 5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa usaha UMKM tersebut selalu membangun dan menjaga hubungan kepada pelanggan maupun mitra bisnis dengan baik sehingga akan meningkatkan pertumbuhan usaha dan laba yang stabil di mana pertumbuhan kedua hal tersebut yang berkelanjutan sebagai pendukung dalam kinerja usaha. Hal ini didukung hasil penelitian bahwa mayoritas responden setuju bahwa pertumbuhan pendapatan dan laba yang berkelanjutan sebagai pendukung dalam kinerja usaha dan membangun hubungan baik dengan mitra bisnis sebagai hal pendukung kemajuan dan perkembangan bisnis yang dijalani. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Penelitian mengenai Pengaruh Orientasi Kewirausahaanterhadap Keunggulan Bersaing Berkelanjutan (Studi Kasus Pada UMKM di bidang kuliner Khas Medan di Jalan Mojopahit) ini menghasilkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Nilai R2 adalah 0,707 angka ini menunjukkan bahwa sebesar 70,7% Keunggulan Bersaing Berkelanjutan UMKM dapat dipengaruhi oleh Orientasi Kewirausahaan (X) sedangkan sisanya sebesar 29,3 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti, entrepreneurial marketing, strategi bisnis, lingkungan bisnis, dan lain-lain. 2. Berdasarkan uji t atau uji parsial menunjukkan bahwa variabel orientasi kewirausahaan secara individual atau secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing berkelanjutan UMKM. 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh yang telah ada di dalam penelitian ini maka berikut adalah saran dari peneliti : 1. Peneliti berharap pengetahuan akan Orientasi Kewirausahaanpada diri pemilik UMKM seperti, inovatif, kebutuhan berprestasi, otonomi pada usaha, dan lain-lain dapat ditingkatkan lagi untuk meningkatkan keunggulan bersaing berkelanjutan pada UMKM yang dimilikinya 2. Para pemilik UMKM diharapkan dalam menghadapi persaingan harus meningkatkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan pada usahanya agar mampu bertahan dan tetap dapat tumbuh dan berkembang dalam menghadapi persaingan bisnis. 3. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat melanjutkan atau mengembankan penelitian ini pada masa yang akan datang, melalui penelitian yang kewirausahaandapat lebih mendalam berpengaruh tentang terhadap bagaimana orientasi keunggulan bersaing berkelanjutan, karena sebuah UMKM harus memiliki keunggulan bersaing agar dapat tetap bertahan dalam dinamisnya dunia usaha dan dapat terus tumbuh dan berkembang. DAFTAR PUSTAKA Buku : Echdar, S. 2013. Manajemen Entrepreneurship: Wirausaha,Jogyakarta: Penerbit Andi. Kiat Sukses Menjadi Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif, Cetakkan 13, Jakarta : Erlangga. Kuncoro, Mudrajat. 2009. Metode Riset Untuk Ekonomi dan Bisnis: Bagaimana Meneliti dan Menulis Tesis, Jakarta: Erlangga. Saiman, L. 2014. Kewirausahaan (Teori, Praktik, dan Kasus-kasus, Edisi 2,Jakarta: Salemba Empat. Situmorang, Syafrizal Helmi dan Muslich Lutfi. 2011. Analisis Data Untuk Riset Manajemen Dan Bisnis, Edisi 2, Medan : USU Press. Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis, Cetakan 8, Bandung : Penerbit Alfabeta. Sugiyono.2009. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung : Penerbit Alfabeta. Sugiyono.2012.Metodologi Penelitian Bisnis,Cetakan 16, Bandung: Penerbit Alfabeta. Suryana. 2006. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses, Bandung : Penerbit Salemba Empat edisi 3. Wismiarsi, Tri . 2008. Hambatan Ekspor UKM Indonesia: Penerbit Buku Kompas. Zimmerer, Thomas W dan Norman M. Scarborough. 2005. Essential of Entrepreneurship and Small business Management, Edisi 4, United States of America: Pearson Prentice Hall. Jurnal: Avlontis, G.J. and Salavou, H.E. 2007. Entrepreneurial orientation of SMEs, Product innovativeness, and performance. Journal of Business Research, Vol 60(5), 566-75. Barney, J. 1991. Firm Resources ans Sustained Competitive Advantage. Journal of Management. Vol 17 (1): 99-120. Frishhammar, J. and Horte, S.A. 2007. The Role of Market Orientation and Entrepreneurial Orientation for New Product Development Performance in Manufacturing Firms. Technology Analysis and Stretegic Management,Vol 22(3): 251-266. Hartono, Rudi. Soegianto. Noegraheni H, Enny. 2011. Analisis Pengaruh Modal Sosial dan Orientasi Kewirausahaan Terhadap Kinerja Perusahaan pada PT. Mentari Esa Cipta. ,Isa, Muzakar. 2013. Analisis Kompetensi Kewirausahaan, Orientasi Kewirausahaan dan Kinerja Industri Mebel: BENEFIT Jurnal Manajemen dan Bisnis, Vol 17(1), 89-98. Knight, G.A. 2000. Entrepreneurship and marketing Strategy: The SME Under Globalisation. Journal of International Marketing, Vol 8(2): 12-32. Kobia, M. & Sikalich,D. 2010. Toward a search for the meaning of entrepreneurship. Journal of European Industrial Training, Vol 34(2): 110127. Lee, S.M. & Peterson, S. 2000. Culture entrepreneurial orientation, and global competitiveness. Journal of World Business,Vol 35: 401-416. Lumpkin, G.T. and Dess, G.G.2001. Linking Two Dimensions of EO to Firm Performance: The Moderating Role of Environment and Industry Life Cycle. Journal Business Venturing,Vol 16(5): 429-451. Mahmood, R and Hanafi, N. 2013. Entrepreneurial Orientation and Business Performance of Women-Owned Small and Medium Enterprises in Malaysia: Competitive Advantage as a Mediator. International Journal of Business and Social Science, Vol 66(3), 18-32. Metehoky, Stellamaris. 2013. Pengaruh Strategy Resource-Based dan Orientasi Kewirausahaan terhadap Keunggulan Bersaing Usaha Kecil dan Usaha Mikro ( Studi pada Usaha Jasa Entnis Maluku). Jurnal Aplikasi Manajemen, Vol 2(1),12-20. Miller, D. 1983. The Correlates of Entrepreneurship in three types of Firms. Management Science, Vol 29(7):770-791. Pengeran, Perminas. 2011. Orientasi Kewirausahaan dan Kinerja Keuangan Pengembangan Produk Baru Usaha Mikro dan Kecil. JRMB, Vol 6 (2). Prakosa, B. 2005. Pengaruh Orientasi Pasar, Inovasi dan Orientasi Pembelajaran terhadap Kinerja Perusahaan untuk mencapai Keunggulan Bersaing (Studi Empiris pada Industri Manufaktur di Semarang). Jurnal Studi Manajemen dan Organisasi. Vol 2(1),35-57. Quantananda, Elia. & Haryadi, Bambang. Pengaruh Orientasi Kewirausahaan pada Perusahaan Makanan dan Minuman di Surabaya. Jurnal AGORA, Vol. 3(1), 706-715. Rauch, Andreas. Wiklund, Johan. Lumpkin, G.T. 2004. Entrepreneurial Orientation and Business Performance : an Assessment of Past Research and Suggestions for the Future. Reswanda. 2011. Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Pembelajaran Organisasi, Keunggulan Daya Saing Berkelanjutan dan Kinerja Pemasaran. Rusman, Eddy. 2008. Analisis Strategi UKM dalam Membangun Keunggulan Bersaing Berkelanjutan pada Usaha Penunjang di Sektor Pertambagan Batubara (Studi Kasus pada CV. Anugerah Rieski Agung di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Supranoto, Mieke. 2009. Strategi Menciptakan Keunggulan Bersaing Produk Melalui Orientasi Pasar, Inovasi dan Orientasi Kewirausahaan dalam Rangka Meningkatkan Kinerja Pemasaran. Shafina Arsyad, Azlin.Rasli, Amran . Azura Arsyad, Afiza and Mohd Zain, Zahariah. 2014. The Impact of Entrepreneurial Orientation on Business Performance: A Study of Technology- Based SMEs in Malaysia. ProcediaSocial & Behavioral Sciences, 130, 46-53. Tambunan, Tulus. 2002. Peranan UKM bagi Perekonomian Indonesia dan Prospeknya, No. 07,hlm 3-15. Vanessa Djodjobo, Cynthia dan N. Tawas, Hendra. 2014. Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, dan Keunggulan Bersaing terhadap Kinerja Pemasaran Usaha Nasi Kuning di Kota Manado. Jurnal EMBA, vol 2(3), 1214-1224. Weerawardena, Jay. 2003. Exploring The Role of Market Learning Capability in Competitive Strategy. European Journal of Marketing. Vol. 37, 407-429. Wiklund, J. And Shepherd, D. 2005. Entrepreneurial Orientation and Small Business Performance: A Configurational Approach. Journal of Business Venturing.20, 71-91. Internet : http://tarif.depkeu.go.id diakses oleh Fadiyah pada tanggal 09 April 2015. http://majalahukm.com diakses oleh Fadiyah paa tanggal 09 April 2015 http://nationalgeografic.co.id diakses oleh Fadiyah pada tanggal 29 April 2015 http://waspada.co.id diakses oleh Fadiyah pada tanggal 05 Mei 2015 http://pemkomedan.go.id diakses oleh Fadiyah pada tanggal 29 April 2015 www.medanbisnisdaily.com diakses oleh Fadiyah pada tanggal 16 April 2015
Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan Strategi Pemasaran Terhadap Citra Merek Pada Rumah Makan Wong Solo Medan Cabang Rumah Makan Wong Solo Diferensiasi Produk terhadap Keunggulan Bersaing Hasil Penelitian 1. Analisis Deskriptif Jenis Data Data Primer Data Sekunder Wawancara, yaitu melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak-pihak Matriks SWOT Strategi SO Strategi WO Strategi ST Jenis Penelitian Batasan Operasional Variabel Definisi Operasional Variabel Lingkungan Eksternal Analisis SWOT Lingkungan Internal Analisis SWOT Marketing Mix Gambaran Umum Usaha. 1. Sejarah Singkat Rumah Makan Wong Solo Medan Merek Dalam Keunggulan Bersaing Merek Sebagai Unsur Strategi Produk Pembahasan HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Terdahulu Kerangka Konseptual Strategi Pemasaran Uraian Teoritis .1. Definisi Keunggulan Bersaing Strategi SO kekuatan-peluang-strengths-opportunities Strategi WO kelemahan-peluang-weaknesses-threats Strategi ST kekuatan-ancaman-strengths-threats Strategi WT kelemahan-ancaman-weaknesses-threats Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan Struktur Organisasi Rumah Makan Wong Solo
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pengaruh Keunggulan Bersaing Dalam Perumusan Strategi Pemasaran Terhadap Citra Merek Pada Rumah Makan Wong Solo Medan

Gratis