Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009

 0  64  111  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

KATA PENGANTAR

  Apakah tingkat profitabilitas, tingkatsolvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas KAP, dan jenis industri baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaanpertambangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Apakah tingkat profitabilitas, tingkatsolvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas KAP, dan jenis industri baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap audit delay pada perusahaanpertambangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Laporan Keuangan merupakan media komunikasi antara manajemen (intern

  Berdasar pada beberapa pengkajian yang pernah dilakukan, penelitian kali ini bermaksud menguji berbagai fenomena menarik terkait faktor-faktor yang Faktor yang akan diuji kembali ialah pengaruh solvabilitas (total hutang terhadap ekuitas) terhadap audit delay. Berdasarkan uraian sebelumnya penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang akan dilaporkan dalam skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009”.

B. Batasan Masalah

  Rasio ini mencerminkan tingginya resiko keuangan perusahaan yang meningkatkan kecenderungan kerugian dan meningkatkan kehati-hatian auditor dalam mengaudit laporan keuangan. Kualitas auditor yaitu reputasi akuntan publik yang akan digunakan adalah variabel dummy yakni pemberian nilai 1 (satu) pada KAP yang termasuk kategori Big Four dan 0 (nol) pada KAP yang tidak termasuk kategori Big Four.

6. Objek penelitian adalah perusahaan publik sektor pertambangan dan

  Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang dan pemfokusan batasan masalah adalah sebagai berikut:1. apakah tingkat profitabilitas (ROA), solvabilitas (DER), ukuran perusahaan (Total Asset), kualitas auditor , jenis industri berpengaruh terhadap audit delay ?

1. Tujuan Penelitian

  untuk mengetahui pengaruh kualitas auditor terhadap audit delay. untuk mengetahui pengaruh jenis industri terhadap audit delay.

2. Manfaat Penelitian

  Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam melakukan penelitian sejenis serta menambahpengetahuan dan deskripsi mengenai bukti empiris mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay. Bagi praktisi manajemen, perusahaan publik, analis keuangan dan investor hasil penelitian ini memberikan deskripsi tentang faktor-faktor yangmempengaruhi audit delay pada perusahaan pertambangan dan keuangan dalam kurun waktu tertentu.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan pertanggungjawaban pengelolaan perusahaan

  Di dalam duniaakuntansi, transparansi dapat dimaksudkan dengan seberapa jauh pembaca laporan keuangan atau pihak-pihak lain yang mempunyai kepentingan terhadap laporankeuangan suatu perusahaan untuk mengetahui dan menggali kandungan informasi yang terdapat dalam laporan keuangan. Tujuan laporan keuangan adalahmenyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besarpengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi (IAI, 2002).

1. Dapat dipahami

  Agar relevan, informasi harus dapat digunakan untuk mengevaluasimasa lalu, masa sekarang, dan masa mendatang (predictive value), menegaskan atau memperbaiki harapan yang dibuat sebelumnya (feedback value), juga harus tersedia tepat waktu bagi pengambil keputusan sebelum mereka kehilangan kesempatan atau untuk mempengaruhi keputusan yang diambil (timeliness). Keandalan Informasi disebut andal jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yangtulus dan jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang dapat disajikan secara wajar.

B. Audit dan Standar Pelaporan audit

1. Pengertian Audit

  Sedangkan menurut Boynton, Johnson, dan Kell (2003) definisi audit sebagai berikut:Suatu proses yang sistematis untuk memperoleh serta mengevaluasi bukti secara objektif mengenai asersi-asersi kegiatan dan peristiwa ekonomi,dengan tujuan menetapkan derajat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan criteria yang telah ditetapkan sebelumnya serta penyampaian hasil-hasilnya terhadap pihak yang berkepentingan. Pada dasarnya tujuan audit bukanlah untuk memberikan informasi tambahan, namun dimaksudkan untuk menilai apakah pelaksanaan yang dilakukan telahsesuai dengan apa yang telah ditetapkan sehingga memungkinkan pemakai laporan keuangan lebih bergantung pada informasi yang disusun oleh pihak lain.

2. Standar Auditing

  Standar auditing merupakan ukuran pelaksanaan tindakan yang menjadi pedoman umum bagi auditor dalam melaksanakan audit (Mulyadi, 2002). Standar Pelaporan Dalam prakteknya, pelaksanaan audit yang makin sesuai dengan standar akan membutuhkan waktu makin lama.

C. Audit Delay

  Audit delay didefinisikan sebagai lamanya waktu penyelesaian audit yang diukur dari tanggal penutupan tahun buku hingga tanggal diterbitkannya laporan audit (Ashton, 1987). Berdasarkan kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan paragraph 24 (IAI, 2002) laporan keuangan harus memenuhi empat karakteristikkualitatif yang merupakan ciri khas dalam membuat informasi laporan keuangan berguna bagi para pengguna.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay

1. Profitabilitas

  Indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat profitabilitas suatu perusahaan dalam penelitian ini adalah return on asset (ROA), rasio yangmengukur efektivitas pemakaian total sumber daya alam oleh perusahaan. Sifatnya yang menyeluruh, dapat digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal, efisiensi produk, dan efisiensi penjualan.

2. Solvabilitas

  McHugh (1975) dalam Ahmad et al (2003) berargumen bahwa manajemen perusahaan dengan sumber daya (asset) yang besar memiliki insentif yang lebih besar untuk mengurangi audit delay dan mempercepatpelaporan keuangan ke publik karena adanya pengawasan dari investor, regulator dan masyarakat. Carslaw dan Kaplan (1991) menyebutkan tidak adanya hubungan positif yang signifikanantara audit delay dan kualitas auditor, sementara Gilling (1977) dalam Hossain dan Taylor (1998) menunjukkan adanya korelasi positif antara kedua hal tersebut .

5. Jenis Industri Jenis industri diklasifikasikan menjadi sektor keuangan dan non-keuangan

  Menurut penelitian sebelumnya Ashton et.al (1987) dan Carslaw (1991) berpendapat perusahaan sektor keuangan memilki audit delay yang lebih pendekatau berpengaruh negatif terhadap audit delay. (Rachmawati, 2008) Audit delay diharapkan untuk lebih singkat pada perusahaan finansial karena perusahaan dengan jenis tersebut mempunyai sedikit persediaan atau bahkan tidak sama sekali sehingga waktu audit yang dibutuhkan tidak lama.

6. Opini Auditor

  Pendapat wajar tanpa pengecualian menyatakan bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisikeuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum di Indonesia (IAI, 2001). Keterangan lebih lanjut dideskripsikan oleh Mulyadi (2000) bahwasanya laporankeuangan yang diberi pendapat tidak wajar oleh auditor memuat informasi yang sama sekali tidak dapat dipercaya, sehingga tidak dapatdipakai oleh pemakai informasi keuangan untuk pengambilan keputusan.

7. Extraordinary Item

  Item – item luar biasa adalah kejadian material yang jarang terjadi dan tidak berasal dari kegiatan operasi normal perusahaan (Kieso, 2002). Penurunan atau penghapusan piutang, persediaan dan peralatan yang dilease pada pihak lain, biaya penelitian dan pengembangan yangditangguhkan serta aktiva tak berwujud yang lainnya.

8. Tahun Penutupan Buku

  Beberapa penelitian terdahulu menggunakan tahun penutupan buku sebagai variabel independen pada audit delay (Carslaw, 1991 ; Ashton 1989). Berdasarkankesimpulan peneliti terdahulu, tahun penutupan buku selain 31 Desember secara positif mempengaruhi audit delay atau jangka waktu audit nya lebih lama.

E. Penelitian Terdahulu

  Penelitian ini menggunakan delapan variabel independen yang dihipotesiskan berpengaruh terhadap audit delay yaituukuran perusahaan, jenis industri, laba/rugi perusahaan, extraordinary item, opini Di Indonesia, Halim (2000) dalam Lestari (2010) mengambil sampel penelitian tahun 1997 pada 287 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan semua variable bebas yang dipilih berpengaruh terhadap audit delay, tetapi secara parsial ROA berpengaruh negative signifikan terhadap audit delay, sedangkanDER, total asset dan kualitas auditor tidak berpegaruh terhadap audit delay.

F. Kerangka Konseptual dan Hipotesis

1. Kerangka Konseptual

  Berdasarkan latar belakang masalah, tujuan penelitian dan tinjauan pustaka yang telah dikemukakan, kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah sebagaiberikut: Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Profitabilitas (X1)Solvabilitas (X2) Ukuran Perusahaan (X3)Kualitas auditor (X4) Jenis Industri (X5) Audit Delay(Y) Return on Assets (ROA) biasanya disebut sebagai hasil pengembalian atas total aktiva. Manajemen perusahaan dengan sumber daya (asset) yang besar memiliki insentif yang lebih besar untukmengurangi audit delay dan mempercepat pelaporan keuangan ke publik .

2. Hipotesis Peneltian

  Berdasarkan latar belakang, kerangka konseptual dan tinjauan teoritis, maka hipotesis penelitian ini adalah sebagaiberikut: : Tingkat profitabilitas (ROA) berpengaruh terhadap audit delay. : Tingkat solvabilitas (DER) berpengaruh terhadap audit delay.: Ukuran perusahaan (Total Asset) berpengaruh terhadap audit delay.: Kualitas auditor berpengaruh terhadap audit delay.: Jenis industri berpengaruh terhadap audit delay.: Tingkat profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas auditor, dan jenis industri, secara bersama-sama berpengaruh terhadap audit delay.

BAB II I METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan cetak biru yang member garis dari setiap prosedur mulai dari hipotesis sampai analisis data (Erlina dan Mulyani, 2007). Dalam penelitian ini desain penelitian yang digunakan adalah metode asosiatif

B. Populasi dan Sampel Penelitian

  Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan pertambangan (mining and mining service) dan perbankan (banking) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2007-2009, berupa laporan keuangan yang diunduh dari www.idx.co.id yaitu 56 sebanyak perusahaan. meneliti suatu fenomena tertentu dalam suatu kurun waktuSumber data yang diteliti dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi yang telah tidak memerlukanpengolahan lebih lanjut.

E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Berdasarkan perumusan masalah dan metode analisis, maka variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari:

1. Variabel bebas (Independent Variable)

  Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proftabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas auditor dan jenisindustri. Jenis Industri ( Jenis industri dibedakan menjadi industri keuangan dan non keuangan. Menggunakan variabel dummy yaitu pemberian nilai 0 (nol) untuk perusahaan non keuangan dan nilai 1 (satu) untuk perusahaan keuangan.

2. Variabel terikat (dependent variable)

  Variabel terikat dilambangkan dengan Y. variabel terikat adalah perhatian utama dalam sebuah pengamatan; variabel ini dijelaskan atau dipengaruhi olehvariabel independen (Erlina dan Mulyani, 2007).

F. Metode dan Teknik Analisis Data

  Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis. Sebelum dilakukan pengujian hipotesisdilakukan pengujian asumsi klasik untuk keperluan analisis data tersebut.

1. Pengujian Asumsi Klasik

  Untuk memperoleh model regresi yang memberikan hasil Best Linear Unbiased Estimator (BLUE), model tersebut perlu diuji asumsi klasik dengan metode Ordinary Least Square (OLS) atau pangkat kuadrat terkecil biasa. normalitas dapat dideteksi dengan alat analisis grafikberupa PP Plot dan uji Kolmogorov Smirnov dengan melihat penyebaran data pada sumbu diagonal dari grafik atau dengan melihat histogram dari nilaisignifikan reidualnya.

b. Uji Multikolinearitas

  Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi dapat dilihat dari:1) nilai tolerance dan lawannya, dan2) variance Inflation Factor (VIF) Kedua ukuran ini menunjukkan variabel independen manakah yang dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Dasar analisis yang dapat digunakan untuk dapat menentukan heteroskedastisitas antara lain:1) jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit),maka terjadi heteroskedastisitas.2) jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol (0) pada sumbu Y maka tidak terjadiheteroskedastisitas.

a. Pengujian Signifikasi Parsial (Uji t)

  Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel independen. 2) tentukan level signifikan signifikasi tidaknya pengaruh variabel independen terhadap variabeldependen dilakukan melihat nilai probabilitas dari t rasio masing-masing variabel independen pada taraf uji α = 5%.

b. Pengujian Signifikasi serentak (uji F)

  Langkah pengujian: 1) merumuskan hipotesis: β = β = β = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen (X1, X2, dan X3) terhadap variabel dependen (Y). : β = β = β ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel independen (X1, X2, dan X3) terhadap variabel dependen (Y).

G. Jadwal Penelitian

Tabel 3.3 Jadwal Penelitian Tahapan Feb’ 11 Mar’ 11 Apr ‘11 Mei’ 11 Juni’ 11 Juli ‘ 11 Penelitian 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pengajuan xJudul Pencarian dataawal danx x x x x x xpenyelesaian proposalBimbinganx xproposal Seminarxproposal Pengumpulanx xdan olahdata Analisis datax x x x x Bimbinganx x xskripsi Penyelesaianx xskripsi

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Data Penelitian Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  Langkah awal analisis data dimulai dengan input atau entry data (yang berupa angka yangterdapat dalam laporan keuangan) yang dibutuhkan dengan menggunakan Microsoft Excel, selanjutnya dilakukan pengujian asumsi klasik dan pengujian menggunakan regresi berganda. Berdasarkan kriteria yang telahditetapkan, diperoleh 35 perusahaan yang memenuhi kriteria (tabel) diamati selama periode 2007-2009 dengan 105 unit analisis.

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Analisis Statistik Deskriptif

  Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh melalui situs Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id berupa datalaporan keuangan dan annual report perusahaan pertambangan dan perbankan terpilih sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dari tahun 2007 sampai2009 yang dijabarkan dalam bentuk statistik. RKAP atau Reputasi (kualitas) kantor akuntan publik memiliki nilai minimum 0 dan nilai maksimum 1 dengan rata-rata KAP sebesar 0,65dengan jumlah sampel sebanyak 35 perusahaan dan 105 unit analisis.

2. Uji Asumsi Klasik

  Pengujian normalitas data pada penelitian ini menggunakan analisis grafik dan analisis statistik. Analisis grafik dengan historgram: Gambar 4.1 Histogram Pada histogram tersebut (Gambar 4.1), dapat dilihat bahwa bentuk kurva cenderung di tengah dan tidak condong (skewness) ke kiri maupun kekanan.

b. Uji Multikolinieritas

  Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikolonieritas adalah dengan melihat besaran korelasi antar variabelindependen dan besarnya tingkat kolonieritas yang masih dapat ditolerir, yaitu tolerance≥ 0,10 dan Variance Inflation Factor (VIF) ≤ 10 (Ghozali, 2006). Dependent Variable: ADHasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan keseluruhan variabel memiliki nilai lebih dari 0,10 yaitu 0,64 ; 0,625; 0,766 ; 0,824 ; 0,472 yang berartitidak terjadi korelasi antar variabel independen.

c. Uji Autokorelasi

  Dependent Variable: ADPada tabel 4.7 tampak nilai hasil uji DW sebesar 2,113, nilai ini akan dibandingkan dengan tabel pengambilan keputusan yang telah ditetapkandiatas. Tampak bahwa nilai 2,113 lebih besar dari pada batas atas (dU) senilai1,7827 dan lebih kecil daripada 4-dU (2,2173) atau pengambilan keputusan nomor 5 yang menyatakan bahwa tidak terjadi autokorelasi positif ataupunnegatif, maka keputusan dapat diterima.

d. Uji Heteroskedastisitas

  Dalam penelitian ini untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan melihat pola grafik yang dihasilkan dari pengolahan data denganmenggunakan program SPSS. Dasar pengambilan keputusannya adalah: 1) jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit),maka terjadi heteroskedastisitas.2) jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol (0) pada sumbu Y maka tidak terjadiheteroskedastisitas.

3. Analisis Regresi

  Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa model regresi telah layak untuk digunakan dan memenuhi model estimasi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda.

a. Persamaan Regresi

  Error 1 (Constant) 84.387 3.955 ROA -16.323 12.762DER -.217 .323TA .000 1) Konstanta sebesar 84,387 menunjukkan bahwa jika tidak ada variabel independen (X1, X2, X3, X4 dan X5) maka audit delay perusahaanpertambangan dan perbankan sebesar 84, 387 hari.2) β1 sebesar -16,323 dan X1 adalah ROA, menunjukkan bahwa setiap kenaikan ROA sebesar 1 satuan akan menurunkan audit delay sebesar16,323. b) Jika estimasi jenis industri adalah non finansial (non keuangan) dengan variabel dummy 0, maka: 84,387 -16,323ROA – 0,217DER – 202.200.000.000.000TA – AD = 8,465RKAP – 9,456 (0) +e AD = 84,387 -16,323ROA – 0,217DER – 202.200.000.000.000TA – 8,465 RKAP +e Diasumsikan variabel lain tetap maka audit delay pada perusahaan non keuangan dalam penelitian ini adalah sampel perusahaan pertambanganadalah sebesar 84,387 hari.

b. Analisis koefisien determinasi

  Predictors: (Constant), JI, RKAP, TA, ROA, DERPada tabel diatas, model summary besarnya adjusted R square adalah 0,146, hal ini berarti bahwa 14,6 % dari variasi atau perubahan dalam audit delay dapatdijelaskan oleh variabel independennya (ROA, DER, TA, RKAP, JI) , sedangkan sisanya 85,4% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model. Untuk mengetahui apakahvariabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test) dan ujiF (F test).

1) Uji t

  Uji t dilakukan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS versi 17, diperolehhasil seperti pada tabel 4.10.

TA -2.022E- .000 -.102 -.985 .327 .766 1.306

  Yang berarti bahwa secara parsial ROA tidak berpengaruh terhadap audit delay. Yang berarti bahwa secara parsial ukuran besarnya perusahaan yang diwakili total aset tidak berpengaruh terhadap audit delay.

2) Uji F

  Untuk melihat pengaruh ROA, DER, TA, Kualitas Auditor dan jenis industri terhadap audit delay secara simultan, dapat dihitung denganmenggunakan F test. Dependent Variable: AD : profitabilitas, solvabilitas, ukuran perusahaan, kualitas auditor, dan jenis industri, secara bersama-sama berpengaruh terhadap audit delay.

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui bahwa rata-rata lamanya audit delay pada perusahaan pertambangan dan perbankan yang terdaftar di Bursa EfekIndonesia pada tahun 2007 sampai 2009 adalah sebesar 69,09 hari, dengan nilai minimum atau audit tercepat 26 hari dan nilai maksimum atau auditterlama 107 hari. Hasilpenelitian ini mendukung peneliti terdahulu yaitu Hossain and taylor (1998),Ahmad dan Kamarrudin (2000) , Luciana dan Lucas (2006), Rachmawati(2008) yang menyertakan ROA dalam penelitian mereka dan berkesimpulan bahwa ROA tidak berpengaruh terhadap audit delay.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Penelitian yang dilakukan menggunakan objek penelitian perusahaan

  Hasil tersebut sejalan denganpenelitian Hossain and taylor (1998), Ahmad dan Kamarrudin (2000) ,Luciana dan Lucas (2006), Rachmawati (2008) yang menyertakan ROA dalam penelitian mereka dan berkesimpulan bahwa ROA tidakberpengaruh terhadap audit delay. Pada perusahaan sektor pertambangan dan perbankan yang terdaftar di BEI, laporan keuangan yang di audit oleh KAP yang tergolong big four maka audit delay-nya lebih singkat (audit delaynegatif).

B. Saran

  Pada penelitian ini tingkat variabel independen dalam mempengaruhi variabel dependen sangat kecil sekali hanya sepuluhan persen, makadisarankan menambah variabel tambahan yang diperkirakan berpengaruh kuat terhadap audit delay perusahaan seperti laba-rugi perusahaan, Extraordinary item, jenis opini auditor, kompleksitas audit internal, lamanya perusahaan menjadi klien KAP. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan dari tahun 2007 sampai2009, disarankan untuk menambah periode waktu (tahun) penelitian sehingga dapat melihat kecendrungan tren audit delay pada perusahaan, 3.

DAFTAR PUSTAKA

  Faktor-faktor yang mempengaruhi penyelesaian dan penyajian laporan keuangan padaperusahaaan yang terdaftar di BEJ. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audit Delay pada Perusahaan Pertambangan dan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007-2009 Analisis koefisien determinasi Pengujian Hipotesis Penelitian Audit Delay Penelitian Terdahulu Batasan Masalah Perumusan Masalah Data Penelitian ANALISIS DAN PEMBAHASAN Desain Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Hipotesis Peneltian Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1. Kerangka Konseptual Jenis dan Sumber Data Teknik Pengumpulan Data Jadwal Penelitian Jenis Industri Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay 1. Profitabilitas Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Opini Auditor Faktor-faktor yang mempengaruhi audit delay 1. Profitabilitas Pembahasan Hasil Penelitian ANALISIS DAN PEMBAHASAN Pengujian Signifikasi Parsial Uji t Pengujian Signifikasi serentak uji F Persamaan Regresi Analisis Regresi Solvabilitas Ukuran Perusahaan Kualitas Kantor Akuntan Publik dan Auditor Standar Auditing Audit dan Standar Pelaporan audit 1. Pengertian Audit Uji Autokorelasi Uji Heteroskedastisitas Uji Multikolinieritas Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Variabel bebas Independent Variable
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Audi..

Gratis

Feedback