Pengaruh Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar dan Kemauan Membayar Masyarakat Kota Medan Terhadap Penerimaan Retribusi Sampah

 3  32  133  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  BismillahirrahmanirrahiimAlhamdulillahirabbil’alamiin, dengan segala kerendahan hati, penulis mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Sempurna, dan Maha Pemberi Petunjuk atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulisan tesis ini dapatdiselesaikan. Maka padakesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dan turut memnatu penulisdalam menyelesaikan skripsi ini terutama kepada : 1.

6. Seluruh staf pengajar Program Magister Akuntansi atas segala ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan

  yang selalu mendoakan dan memberikan dorongan moril maupun materil serta bantuan yang tak ternilai dalam bentuk apapun juga, sehingga penulis dapatmenyelesaikan kuliah dan tesis ini dan Adik-adikku tersayang (Ibnu A.Sina Azhar.,SE , Azwanto Rizky Azhar dan Dara Balqis Azhar ), yang telah memberidukungan dan motivasi yang tak pernah henti. Teman-teman di Program Magister Ilmu Akuntansi, yang penuh dengan rasa kekeluargaan dan persahabatan dalam memberi sumbangan pikiran selamaperkuliahan ( Desi, Ivo, Ruswan, Rahima, Pasca, Namira, Eva, Ria ) Akhirnya penulis mengharapkan kiranya skripsi ini merupakan usaha yangdiridhoi oleh Allah SWT dan merupakan hasil yang bermanfaat bagi kita semua dan bagi penulis sendiri.

RIWAYAT HIDUP

  Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel……… 38 4.6. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas…………….

DAFTAR LAMPIRAN

  Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa faktor, berupatingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar terhadap penerimaan retribusi sampah di Kota Medan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan variabel tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauan membayar berpengaruhpositif dan signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Fenomena yang terlihat selama tahun-tahun belakangan ini di Kota Medan adalah terdapatnya dua hal yang bertolak belakang, yaitu terjadinya pertambahanjumlah penduduk yang dilayani di satu pihak, yang berarti terjadinya peningkatan volume sampah yang berdampak pada peningkatan biaya pelayanan, sementara dipihak lain terjadinya penurunan hasil pengutipan retribusi sampah. Meskipun pelayanan yang diberikan cukup baik, namun bila pihak yang dilayani tidak atau kurang memiliki kemampuan dalam membayar (mungkinkarena tarif yang ditetapkan kurang mempertimbangkan pendapatan penduduk yang dilayani) biaya pelayanan sampah yang telah diterimanya, maka hasil penerimaanretribusi juga akan tetap rendah.

1.5 Originalitas Penelitian

  Sementara dalam penelitian ini variabel independennya terdiri dari tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar yang dapatdikelompokkan sebagai faktor yang melekat pada diri pihak yang meberi pelayanan dan faktor yang melekat pada diri pihak yang menerima pelayanan. Perbedaan lainnya terletak pada pihakyang dijadikan responden, di mana dalam penelitian Arizal yang menjadi responden adalah rumah tangga, sementara dalam penelitian ini yang dijadikan responden adalahpara petugas Dinas Kebersihan yang secara langsung terlibat dalam pemberian pelayanan dan juga melakukan pengutipan retribusi sampah.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  Daerah-daerah dimaksud disebut dengan daerah otonomi yaitu kesatuanmasyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurutprakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia (Undang Undang No.34 Tahun 2000, pasal 1 ayat 1). Komponen terakhir PAD adalah Lain-lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah yang dapat terdiri atas Pendapatan Hibah,Pendapatan Dana Darurat (Bencana Alam) dan Pendapatan Lainnya misalnya penerimaan dari swasta, bunga simpanan giro dan Bank serta penerimaan dari denda kontraktor (Peraturan Pemerintah No.24 tahun 2005 tentang Standar AkuntansiPemerintahan).

2.1.1. Retribusi Daerah

  Undang Undang Nomor 34 tahun 2000 pasal 1 ayat 2 menjelaskan bahwa retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberianizin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan pemerintah daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan. Retribusi Jasa Umum adalah pungutan retribusi yang dilakukan atas jasa yang diberikan atau disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan dankemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan.

2.1.2. Retribusi Sampah

2.1.3. Pengutipan Retribusi Sampah

  Sejalan dengan pengertian retribusi di atas, maka retribusi sampah merupakan pungutan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (dalam hal ini SKPD tertentu) Pemerintah Daerah wajib menentukan besarnya biaya jasa pengelolaan sampah yang dipungut dari masyarakat dan pelaku usaha dengan mempertimbangkankemampuan ekonomi masyarakat. Apakah jumlah tarif yang ditetapkanoleh Pemerintah Kota Medan sebagaimana diatur dalam peraturan ini telah memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai faktor yang diperkirakan akan ikutmempengaruhi hasil pengutipannya, seperti tingkat pelayanan yang diberikan, kemampuan membayar masyarakat, sosialisasi mengenai pentingnya partisipasimasyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kiranya perlu penelitian yang tersendiri.

2.1.4. Tingkat Pelayanan

  Dalam hal ini, tingkat pelayanan yang baik danberkualitas serta frekwensi pelayanan yang tinggi dapat dipandang sebagai atau akan menjadi stimulus yang dapat merangsang anggota masyarakat yang dilayani untukmemberikan respons terhadap stimulus itu berupa kesediaan dan kesadaran untuk memberikan kontribusi (balas jasa) atas pelayanan tersebut yang dalam hal ini berupapembayaran atas retribusi pelayanan sampah. Bila frekwensi kegiatan pengambilan dan pengangkutan sampah yang dilakukan oleh petugas Dinas Kebersihan tinggi dan teratur dan kualitas pelayanan tersebut baik, tentu rumahtangga maupun anggota masyarakat lainnya yang dilayani akan merasa puas terhadap pelayanan tersebut.

2.1.5. Kemampuan Membayar

  Dalam rangka mendorong kelancaran pelaksanaan otonomi daerah, sumber pembiayaan pengelolaan sampah seharusnya berasal dari retribusi yang dibebankankepada dan dikutip dari masyarakat yang dilayani dan juga berasal dari dana pemerintah (Meidiana & Thomas, 2010). Sebaliknya bilatingkat kemampuan membayar masyarakat terhadap pengutipan retribusi sampah lebih rendah dari jumlah tarif yang telah ditetapkan, maka mungkinakan timbul keengganan untuk membayarnya karena mereka harus mengalihkan sebahagian dana yang telah dialokasikan untuk keperluan lainnya di luar pembayaranretribusi sampah.

2.1.6. Kemauan Membayar

  Sementara secara khusus untuk jasa pelayanan sampah, Santosa, Darsono dan Syafrudin (2010: 4)memberikan definisi kemauan membayar atau yang biasa disebut dengan willingnesto pay sebagai kesediaan pengguna untuk mengeluarkan imbalan atas jasa yangdiperolehnya atau besaran rupiah rata-rata yang masyarakat mau mengeluarkannya sebagai pembayaran atas satu unit pelayanan sampah yang dinikmatinya. Penelitian Widaningrum (2007) mengenai tingkat kemampuan dan kemauan membayar terhadap rumah susun menemukan bahwa kemauan membayar masyarakat dipengaruhi oleh dua faktorutama, yaitu penghasilan total keluarga dan jasa pelayanan yang diterimanya (untuk masyarakat berpenghasilan menengah rendah), sementara tingkat kemauan membayarmasyarakat berpenghasilan menengah sedang dan tinggi, ditentukan oleh faktor jasa pelayanan yang diterimanya dan penghasilan total keluarga.

2.2 Review Penelitian Terdahulu (Theoretical Maping)

  Penelitian ini juga menemukan bahwa rendahnya keinginan masyarakat dalam membayar retribusi sampah adalah karenamanajemen perencanaan yang tidak melibatkan masyarakat secara keseluruhan, pengelolaan keuangan yang tidak transparan di tingkat masyarakat, sertakurangnya komunikasi antara pimpinan masyarakat di tingkat atas dengan masyarakatnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PDRB riil dan jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak dan retribusidaerah, sementara tingkat inflasi dan perubahan peraturan tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak dan retribusi daerah.

BAB II I KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konsep

  Hal ini sejalan dengan pengertian yangdikemukakan oleh Sularso (2003: 19) yang mengatakan: “Kerangka kerja teoritis adalah suatu model konseptual yang menunjukkan hubungan di antara berbagaivariabel yang dikembangkan oleh peneliti secara teoritis atau secara logis untuk menjawab masalah yang diteliti”. Berdasarkan telaahan teori dan hasil-hasil penelitian sebelumnya sebagaimana dikemukakan dalam bab II, maka terdapat empat (4) variabel yangditeliti, di mana tiga (3) variabel berperan sebagai variabel bebas (independentvariables) yang terdiri atas tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauanmembayar.

1 Kemampuan Membayar Penerimaan Retribusi

  (X 2 )Sampah (Y) Kemauan Membayar (X ) 3 Gambar 3.1 Kerangka KonsepSejalan dengan teori mengenai perilaku konsumen bahwa pelayanan yang baik akan menimbulkan kepuasan kepada konsumen, dengan kepuasan manakonsumen akan dengan sukarela membayar harga dari pelayanan tersebut. Dalam hal ini tingkat pelayanan (X ) diprediksi akan mempengaruhi penerimaan retribusi 1sampah (Y), karena dengan tingkat pelayanan yang tinggi, pelanggan pelayanan sampah akan merasa puas dan dengan kepuasan tersebut, diperkirakan mereka akan dengan senang hati membayar retribusi sampah dan penerimaan retribusi sampah akan naik.

3.2 Hipotesis Penelitian

  Hal ini sejalan dengan pendapat Kuncoro (2003: 48) bahwa hipotesis merupakan jawaban sementara yang disusun oleh peneliti, atau merupakan pernyataan dugaan yang logis mengenai hubungan antara dua ataulebih variabel yang diwujudkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji (Sularso, 2003: 26). Berdasarkan kerangka konsep yang telah dikemukakan di atas, dapatlah dikemukakan hipotesis sebagai berikut:“Tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar masyarakat berpengaruh terhadap penerimaan retribusi sampah di KotaMedan, baik secara simultan maupun secara parsial”.

METODE PENELITIAN

  Dalam penelitian ini ada tiga variabel yang berperan sebagai variabel bebas, yaitu tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauanmembayar, sedangkan yang berperan sebagai variabel terikat adalah penerimaan retribusi sampah. Data yang dipergunakan untuk menguji pengaruh variabel bebas (terdiri dari tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauan membayar) terhadapvariabel terikat (yaitu penerimaan retribusi sampah) adalah data primer berupa persepsi dari para petugas/staf Dinas Kebersihan Kota Medan yang bertugas sebagaiMandor/Pengutip.

4.3 Populasi dan Sampel

  Para mandor/pengutip ini bertugas melayani pengutipan, pengangkutan dan pembuangan sampah yang dihasilkan oleh masyarakat, baik yang berasal dari rumah tangga, kantor-kantorpemerintahan dan swasta maupun pasar-pasar termasuk juga pusat-pusat perbelanjaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kebersihan Kota Medan jumlah petugas Dinas Kebersihan yang berstatus sebagai mandor pengutip adalah sebanyak139 orang.

4.4 Metode Pengumpulan Data

   sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data berupa jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan kepada para responden dalam bentuk daftar pertanyaan atau kuesioner. Oleh karena kuesioner yang digunakan tidak seluruhnya diadopsi dari penelitian terdahulu, maka sebelum kuesioner ini diserahkan kepada para responden yangsebenarnya, terlebih dahulu sebanyak 35 kuesioner telah diserahkan kepada 35 orang petugas yang tidak dijadikan responden dalam penelitian ini.

4.5 Definisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel

Guna memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan pelaksanaan penelitian ini, maka perlu diberikan definisi operasional variabel yang akan ditelitisebagai dasar dalam menyusun kuesioner penelitian.

a) Penerimaan Restribusi Sampah (Y) merupakan variabel terikat, yaitu variabel

b) Tingkat Pelayanan (X

  Variabel ini diukur dengan 7 butirpertanyaan yang berkaitan dengan jumlah restribusi sampah, jumlah objek yang terlayani, besarnya tarif retribusi, dan kondisi penerimaan retribusi sampah saatini yang diadopsi dari Arizal (2003). Variabel kemauan membayar ini diukur dengan 7butir pertanyaan yang berkaitan dengan kesadaran masyarakat untuk membayar, penggunaan hasil retribusi sampah, kedatangan petugas yang mengutip retribusisampah, dan penolakan untuk membayar.

4.6 Metode Analisis Data

  Untuk menjelaskan kekuatan dan arah pengaruh beberapa variabel bebas atau variabel penjelas (independent/explanatory variables) terhadap satu variabel terikat(dependent variable), teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Regresi Berganda atau Multiple Regression Model (Ghozali, 2005). Modelhubungan di antara variabel terikat (Y) dengan variabel bebas (X 1 , X 2 , dan X 3 ) di dalam model ini adalah sebagai berikut:Y = a + b 1 X 1 + b 2 X 2 + b 3 X 3 + eKeterangan : Y = Penerimaan Restribusi Sampaha = Konstanta b 1 -b 4 = Koefisien RegresiX = Tingkat Pelayanan 1 X 2 = Kemampuan Membayar X 3 = Kemauan Membayar e = Error TermModel persamaan regresi berganda ini akan diuji ketepatannya (Goodness of Fit).

4.7 Pengujian Kualitas Data

  Teknik yang digunakan untuk mengukur validitas pertanyaan/pernyataan kuesioner adalah Korelasi ProductMoment dari Karl Pearson dengan ketentuan: jika r hitung lebih besar dari r tabel,maka skor butir pertanyaan/pernyatan kuesioner valid tetapi sebaliknya jika r hitung lebih kecil dari r tabel, maka skor butir pertanyaan/pernyataan kuesioner tidak valid. Teknik yang digunakan untuk mengukurreliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pengukuran sekali saja dengan memakai statistik Cronbach Alpha, yaitu dengan melihat koefisien CronbachAlpha.

4.8 Uji Asumsi Klasik

  Pengujian seperti ini yang dikenal dengan Uji Asumsi Klasik dan meliputi Uji Normalitas, Uji Mulkolonieritas, UjiHeteroskedastisitas, dan Uji Autokorelasi (Ghozali, 2005: 91-114). Hal ini sejalan dengan Gujarati (1995) bahwa data yang digunakan dalam analisis regresi bergandaseharusnya: (1) memiliki distribusi yang normal, (2) tidak ada gejala Multikolinieritas antar variabel independen, (3) tidak ada gejala Heteroskedastisitas, dan (4) tidakterdapat gejala Autokorelasi antar residual dari setiap variabel independen.

4.8.1. Uji Normalitas

  Meskipun pengujian Normalitas data ini dapat dilakukan dengan menggunakan dua cara, yaitu dengan analisis Grafik dan dengan analisis Statistik(Ghozali, 2005: 110-112), namun analisis Statistik yang dipilih untuk digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode One Sample Kolmogorov-Smirnov Test. Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak, dengan membuat hipotesissebagai berikut: H o : Data terdistribusi normalH : Data terdistribusi tidak normal.a Jika nilai Asymp.

2) Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi gejala heteroskedastisitas

Selain itu dilakukan juga Uji Glesjer untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas.

4.9. Pengujian Hipotesis

  Uji Statistik F dipakai untuk membuktikan pengaruh secara simultan darisemua variabel bebas (dalam hal ini Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar, dan Kemauan Membayar) terhadap variabel terikat (Penerimaan Retribusi Sampah). Sedangkan Uji Statistik t dipakai untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel bebas secara individual terhadap variabel terikat.

b. Apabila nilai probabilitas (p) > α = 5%, maka hipotesis yang diajukan (Ha) ditolak

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    Variabel  Jum ‐ lah   Butir   Cronbach’s   Alpha   Nilai  Kritis  Cronbach’s   Alpha   Kondisi   Kesimpulan   1.   Penerimaan  retribusi  sampah   7   0.608  0.60   0.608  > 0.60  Reliabel   2.

5.2 Hasil  Pengujian Asumsi Klasik 

  Deviation 1.982 2.855 3.23703 3.258 Most Extreme Differences Absolute .260 .208 .176 .179Positive .184 .208 .114 .161 Negative -.260 -.146 -.176 -.179 Kolmogorov-Smirnov Z 2.602 2.082 1.765 1.788 Asymp. Sumber: Lampiran 7     5.2.2 Hasil Uji Multikolinearitas   Uji  asumsi  klasik  berikutnya  dalam  penelitian  ini  adalah  Uji  Multikolinearitas.  Uji  multikolinearitas  bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi   antar  variabel  independen  (X 1 ,   X 2 ,   dan  X 3 ).

5.2.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

    Heteroskedastisitas  merupakan  situasi  di  mana  dalam  model  regresi terjadi   ketidaksamaan  variance  dari  residual  satu  observasi  ke  observasi  yang  lain.  Model  regresi   yang  baik  adalah  yang  bersifat  homoskedastisitas  atau  tidak  terjadi  heteroskedastisitas.     Tabel  5.7 Uji Heteroskedastisitas (Coefficients(a)) Unstandardized   Standardized   Coefficients   Coefficients   Model  T   Sig.

5.3.1. Koefisien Determinasi (R )

  Pada dasarnya hasil analisis regresi adalah berupa koefisien dari setiap variabel bebas yang menunjukkan kekuatan pengaruhnya terhadap variabel terikat. Sementara nilai koefisien determinasi (R²) adalah sebesar: 0.316, artinya sebesar 31,6% perubahan-perubahan dalam penerimaan retribusi sampah dapatdijelaskan oleh perubahan-perubahan dalam tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauan membayar.

5.3.2 Hasil Uji Statistik F  

  Dependent Variable: penerimaan retribusi sampah  Sumber:  Lampiran 8  Dari hasil uji Anova atau F test sebagaimana terlihat dalam tabel di atas diperoleh nilai F atau F hitung sebesar 14,783, sementara nilai F tabel adalah sebesar 2,70(F hitung > F tabel ). Selain itunilai probabilitas (sign.= 0,000) jauh lebih kecil dari 0,05 yang berarti bahwa tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauan membayar secara bersama-samaberpengaruh terhadap penerimaan retribusi sampah.

5.3.3 Hasil Uji Statistik t

Hasil   uji  statistik  t  dimaksudkan  untuk  mengetahui  seberapa  jauh  pengaruh  satu  variabel   bebas  secara  individual  dalam  menerangkan  variasi  terikat.  Hasil  uji  statistik  t  ini terlihat  dalam tabel 5.10 di bawah ini.    Table  5.10 Hasil Uji Statistik t Standar   Nama  Variabel  B   t hitung   t tabel   Sig   Error   1,98498Konstanta  (a) 13.647 3.850 3.545 .001 1,98498Tingkat  Pelayanan (X1) .550 .140 3.932 .000 1,98498Kemampuan  Membayar (X2) Kemauan  Membayar (X3).248 .085 2.917 .004 a. Predictor:  (Constant):  Tingkat  pelayanan, Kemampuan membayar, dan Kemauan membayar. 

b. Dependent  Variabel: 

  Nilai t yang diperoleh lebih besar dari nilai t (1,985)hitung tabeldan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 , dengan demikian hasil hipotesis αmenunjukkan tingkat pelayanan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah. Nilai t hitung yang diperoleh lebih besar dari nilai t tabel (1,985) dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 , dengan α demikian hasil hipotesis menunjukkan bahwa kemauan membayarberpengaruh signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah.

5.4. Pembahasan Hasil Penelitian

5.4.1 Pengaruh Tingkat Pelayanan Terhadap Penerimaan Retribusi Sampah

  Alasan yang dapat dikemukakan dalam hal ini adalah bahwa tarif retribusi sampah yang telah ditetapkan mungkin melebihi tingkat kemampuan membayarmasyarakat, sehingga masyarakat enggan membayar sesuai tarif yang berlaku, karena mereka harus mengalihkan dana untuk kebutuhan yang lain kepada dana untukmembayar retribusi sampah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bila tingkat kemampuan membayar masyarakat tinggi, maka penerimaan retribusi sampah akan mengalamikenaikan, jika tingkat kemampuan membayar tersebut sama atau lebih tinggi dari tarif retribusi sampah yang ditetapkan.

5.4.3 Pengaruh Kemauan Membayar Terhadap Penerimaan Retribusi Sampah

  Hasil pengujian variabel kemauan membayar (X ) terhadap penerimaan 3retribusi sampah menggunakan uji t, diperoleh nilai t hitung sebesar 2,917 sedangkan nilai t yang diperoleh sebesar 1,985 (t >t ) dan tingkat signifikan pada leveltabel hitung tabel 0,004 (kurang dari 5%). Bila efektivitas penarikan retribusi sampah dapat menunjukkan ataumenggambarkan kenaikan penerimaan retribusi sampah, maka dapat dikatakan bahwa hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian tersebut.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

  Hasil pengujian yang menunjukkan bahwa tingkat pelayanan berpengaruh positifsignifikan terhadap penerimaan retribusi sampah sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Arizal (2003) yang menunjukkan bahwa faktor pelayananberpengaruh terhadap penerimaan retribusi sampah. Jadi bila tarif yang berlaku lebih rendah atau sekurang- kurangnya sama dengan tingkat kemampuan membayar masyarakat, maka tingkatkemampuan membayar yang tinggi akan menaikkan penerimaan retribusi sampah.

6.2 Keterbatasan Penelitian

  Hal ini berarti bahwa kemungkinan masih ada variabel-variabel lain yang dapat mempengaruhi penerimaan retribusi sampah yang belum termasuk dalam penelitian ini. Yang dijadikan responden dalam penelitian ini adalah para Mandor/Pengutip, yaitu pihak yang bertugas dalam memberikan pelayanan dan sekaligus mengutipretribusi sampah.

6.3 Saran untuk Penelitian Lebih lanjut

  Berdasarkan keterbatasan-keterbatasan yang telah dikemukakan di atas, makauntuk penelitian lebih lanjut di masa-masa mendatang disarankan sebagai berikut: 1. Pada penelitian selanjutnya agar digunakan atau ditambahkan variabel-variabel lain yang diperkirakan dapat mempengaruhi penerimaan retribusi sampah, sepertibesaran tarif dan kelayakan tarif, transparansi penggunaan hasil pengutipan retribusi sampah.

2. Pada penelitian selanjutnya disarankan agar yang menjadi responden adalah anggota masyarakat yang membayar retribusi sampah

DAFTAR PUSTAKA

  (2004), Potensi dan Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (Studi Kasus di Kota Semarang), Tesis, Universitas Diponegoro, Semarang. Lampiran 1KUESIONER Pengaruh Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar dan Kemauan Membayar Masyarakat Kota Medan terhadap Penerimaan Retribusi SampahProgram Studi Magister Akuntansi Universitas Sumatera Utara 2011 Ditengah kesibukan Bapak/Saudara pada saat bertugas, perkenankanlah saya memohon kesediaan Bapak/Saudara untuk meluangkan sedikit waktu guna mengisi angket yang sayasertakan berikut ini.

KUESIONER PENELITIAN

  TUJUANKuesioner ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi berupa opini dan pesepsi dari responden tentang pengaruh tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauanmembayar masyarakat kota Medan terhadap penerimaan retribusi sampah. Data yang terkumpul dari kuesioner ini akan diolah dan digunakan hanya untuk tujuan akademik semata dan semua informasi yang Bapak/Ibu berikan dijamin kerahasiaannya.

C. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER

  Pada sajian ini ,terdapat pernyataan-pernyataan yang berhubungan dengan diri Bapak/Ibu Untuk mengisi pernyataan-pernyataan dibawah ini, Bapak/Ibu cukup memberi tandasilang (X) pada tempat yang telah disediakan yang paling sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu. STS = bila anda sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

DAFTAR PERNYATAAN

  (2-tailed) .000 .008 .009 .003 .001 .002 .000 N 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 x27 Pearson Correlation .459 .429 .420 .424 .473 .4061 .590 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000N 100 100 100 100 100 100 100 100 Y17 Pearson Correlation .344 .371 .374 .418 .358 .451 1 .347 Sig.

X31 X32 X33 X34 X35 X36 X37

  (2-tailed) .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000N 100 100 100 100 100 100 100 100 X33 Pearson Correlation .362 .356 1 -.400 .585 .352 .350 .466 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000N 100 100 100 100 100 100 100 100 X35 Pearson Correlation .386 .308 .585 .312 1 .360 -.378 .455 Sig.

X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27

  (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000N 100 100 100 100 100 100 100 100 X23 Pearson Correlation .417 .352 1 .408 .307* .378 .421 .341 Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .001 .000 N 100 100 100 100 100 100 100 100 X2 Pearson Correlation .374 .403 .341 .747 .707 .321 .346 1 Sig.

X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17

  (2-tailed) .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000N 100 100 100 100 100 100 100 100 X1 Pearson Correlation .479 .456 .698 .385 .349 .452 .631 1 Sig. Error StatisticTingkat Layan1 100 1 5 2.59 .114 1.138 Tingkat Layan2 100 1 5 2.33 .084 .842 Tingkat Layan3 100 1 5 3.12 .115 1.148 Tingkat Layan4 100 1 5 1.89 .089 .886 Tingkat Layan5 100 1 5 3.76 .089 .889 Tingkat Layan6 100 2 5 3.24 .130 1.304 Tingkat Layan7 100 1 5 3.15 .118 1.175 Tingkat Pelayanan 100 19 35 23.75 .198 1.982 Valid N (listwise) 100  Descriptive StatisticsN Minimum Maximum Mean Std.

b. Calculated from data

  Hasil Uji MultikolinearitasCoefficients a Unstandardized Coefficients StandardizedCoefficients Collinea Model B Std. Error Betat Sig.

1 KemauanMembayar .248 .085 .247 2.97 .004 .3

a. Dependent Variable: PenerimaanRetribusiSampah

Hasil Uji HeteroskedastisitasCoefficientsa Unstandardized Coefficients StandardizedCoefficients Model B Std. Error Beta t Sig.(Constant) -3.071 1.531 -1.006 .058 Tingkat Pelayanan .343 .056 .528 1.156 .178KemampuanMembayar -.106 .039 -.236 -1.753 .107

1 KemauanMembayar -.03 .034 -.078 -.96 .362

a. Dependent Variable: absu

    ANOVA b Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Total 050.990

  Predictors: (Constant), tingkat pelayanan, kemampuan membayar, kemauan membayar 0.316 0.295 2.736 Model R R Square Adjusted R Square Std. Error Beta t Sig.(Constant) 13.647 3.850 3.545 .001 Tingkat Pelayanan .550 .140 .335 3.932 .000KemampuanMembayar -.459 .097 -.402 -4.732 .000 Unstandardized Coefficients StandardizedCoefficients Model Coefficientsa b.

1 KemauanMembayar .248 .085 .247 2.97 .004

a. Dependent Variable: Penerimaan Retribusi Sampah

b. Dependent Variable: penerimaan retribusi sampah

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membaya..

Gratis

Feedback