Feedback

Analisis Psikologis Terhadap Hikayat Indra Jaya Pahlawan

Informasi dokumen
ANALISIS PSIKOLOGIS TERHADAP HIKAYAT INDRA JAYA PAHLAWAN SKRIPSI SARJANA DISUSUN O L E H MUHAMMAD AMIN PANDIANGAN NIM : 050702003 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS SASTRA DEPARTEMEN SASTRA DAERAH PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA MELAYU MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara ANALISIS PSIKOLOGIS TERHADAP HIKAYAT INDRA JAYA PAHLAWAN SKRIPSI SARJANA DISUSUN O L E H MUHAMMAD AMIN PANDIANGAN NIM : 050702003 DIKETAHUI / DISETUJUI OLEH DOSEN PEMBIMBING I Drs. Yos Rizal, M.SP Nip : 19660617 199203 1003 DOSEN PEMBIMBING II Drs. Warisman Sinaga, M.Hum Nip : 19620716 198803 1002 Departemen Sastra Daerah Ketua, Drs. Baharuddin, M.Hum Nip : 19600101 198803 1007 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji syukur kepada Allah S.W.T karena telah memberikan kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Skripsi ini berjudul “Analisis Psikologis Terhadap Hikayat Indra Jaya Pahlawan”, bertujuan untuk mengungkapkan nilai-nilai psikologis yang terdapat dalam cerita tersebut. Hasil analisis ini penulis harapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan terhadap pengkajian sastra berdasarkan kajian budaya, sehingga dapat memperkaya apresiasi dan kritik sastra. Dalam menyelesaikan skripsi ini, tidak sedikit bantuan yang diperoleh, untuk itu diucapkan terima kasih kepada : 1. Kedua orang tua yang tercinta dan tersayang yaitu ayahanda Edison Pandiangan dan ibunda Rodiah Nasution, terima kasih telah membiayai, mendoakan, memberikan semangat, serta memberikan yang terbaik buat ananda, selama ananda kuliah di Fakultas Sastra USU Medan. Buat Abangda dan kakanda (Syafrida, Rauf, Linda, Endang, Evi, Fatimah, dan Salwa) serta abang ipar (Hasyim, Hendra, Putra, dan Fitrah) terima kasih atas segala bantuannya baik secara materi ataupun non materi. 2. Bapak Prof. Syaifuddin, M.A, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Sastra USU. 3. Bapak Drs. Baharuddin, M. Hum. selaku Ketua Departemen Sastra Daerah, Fakultas Sastra, Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Drs. Warisman Sinaga, M. Hum. selaku Sekretaris Departemen Sastra Daerah, Fakultas Sastra USU, serta pembimbing II, terima kasih atas bimbingannya. i Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Drs. Yos Rizal, M.SP, selaku pembimbing I, terima kasih atas bimbingannya. 6. Segenap dosen di lingkungan Fakultas Sastra USU Medan. 7. Kak Fifi yang telah banyak memberikan bantuan serta sarannya. 8. Terima kasih atas semangat yang diberikan oleh teman-teman seperjuangan angkatan 2005, 2006, 2007, 2008 yang tak dapat disebutkan namanya satu persatu. Penulis menyadari, skripsi ini masih jauh dari sempurna dan banyak kekurangan dalam beberapa hal. Menyadari akan hal tersebut, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga apa yang telah diuraikan dalam skripsi ini bermanfaat bagi saya juga para pembaca. Medan, Februari 2010 Penulis Muhammad Amin Pandiangan NIM : 050702003 ii Universitas Sumatera Utara - -- iii Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR . i ABSTRAK . iii DAFTAR ISI . iv BAB I : PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah . 1 1.2 Rumusan Masalah . 5 1.3 Tujuan Penelitian . 6 1.4 Manfaat Penelitian . 6 1.5 Anggapan Dasar . 6 1.6 Tinjauan Pustaka . 7 1.7 Metodologi Penelitian . 8 1.7.1 Metode Dasar . 8 1.7.2 Objek Kajian . 9 1.7.3 Teknik Pengumpulan Data . 10 1.7.4 Teknik Menganalisis Data . 10 1.8 Keberadaan Hikayat Indra Jaya Pahlawan . 11 1.9 Sifat dan Bentuk Hikayat Indra Jaya Pahlawan . 13 BAB II : KAJIAN PUSTAKA . 15 2.1 Kepustakaan yang Relevan . 15 2.2 Landasan Teori . 16 iv Universitas Sumatera Utara 2.2.1 Teori Struktural . 16 2.2.2 Teori Psikologi Sastra . 30 2.2.3 Hubungan Psikologis dengan Sastra. 36 2.2.4 Mimpi dan Fantasi dalam Konteks Analisis Sastra 40 BAB III : STRUKTUR UMUM HIKAYAT INDRA JAYA PAHLAWAN 3.1 Ringkasan Cerita . 42 3.2 Tema . 51 3.3 Plot . . 55 3.3.1 Exposition (Pengarang mulai melukiskan sesuatu) .55 3.3.2 Generating Circumstances (Peristiwa mulai bergerak) .56 3.3.3 Ricing Action (Keadaan mulai memuncak) .57 3.3.4 Climax (Puncak) .59 3.3.5 Denoument (Penyelesaian) .60 3.4 Latar .61 3.4.1 Latar Tenpat .61 3.4.2 Latar Waktu .62 3.5 Tokoh .63 3.5.1 Penokohan .64 BAB IV : ANALISIS PSIKOLOGIS TERHADAP HIKAYAT INDRA JAYA PAHLAWAN .71 4.1 Mimpi .71 4.2 Motivasi .79 4.2.1 Motivasi Memiliki .80 v Universitas Sumatera Utara 4.2.2 Motivasi Kemarahan .81 4.2.3 Motivasi Dendam .83 4.3 Kepahlawanan .85 BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN .89 5.1 Kesimpulan .89 5.2 Saran .91 DAFTAR PUSTAKA .93 vi Universitas Sumatera Utara - -- iii Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sastra adalah bagian dari kebudayaan yang tidak terbatas pada nilai-nilai subjektif atau semata-mata terfokus pada daya khayal pengarang atau sastrawan saja, tetapi sastra juga mencoba untuk memasuki dan berorientasi pada pola kehidupan masyarakat. Sastra memberi kegunaan yang sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia, karena sastra berisikan ide para pengarang yang menghasilkan suatu karya sastra dan menjadi daya tarik bagi setiap manusia untuk lebih memaknai arti dari sebuah karya sastra tersebut. Menurut Fananie (2001 : 71) “Hasil karya sastra tidak saja mampu menaikkan motivasi pengarang, melainkan juga mampu memberikan pengetahuan yang berharga bagi pembaca khususnya dalam meningkatkan kemampuan penghayatan dan apresiasi”. Jadi, sastra bukanlah hanya untaian kata-kata indah tetapi sebuah karya imajinasi dari seorang pengarang yang selalu menampilkan diri sebagai pengungkapan kehidupan yang dinamik dan penuh konflik. Sastra diharapkan membentuk watak dan intelektual seseorang. Indonesia mempunyai beragam suku yang mempunyai budaya sendiri dan memiliki kelebihan yang menjadi suatu ciri khas, sehingga orang selalu mengetahui dan dapat membedakan antara suku tersebut. Nilai-nilai budaya etnik tidak pernah hilang dalam masyarakat, begitu juga halnya dengan masyarakat Melayu. Salah satu di antaranya yang tergambar dalam hasil kesusasteraan Melayu adalah gambaran masyarakat Melayu dan tata nilai, serta pola tingkah Universitas Sumatera Utara masyarakat. Karya sastra Melayu, dalam bentuk prosa lama, sering dimasukkan unsur mitos yang sangat berlebihan. Seperti halnya dalam hikayat, secara umum dapat dijelaskan sebagai cerita yang mengandung unsur-unsur luar biasa (supranatural) yaitu kekuasaan yang luar biasa terdapat pada manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Sebagai suatu karya sastra sudah barang tentu ciri-ciri atau sifat suatu karya sastra tercermin dalam naskah cerita itu. Salah satu unsur karya sastra ialah unsur imajinasi atau fantasi. Unsur khayal dan dongeng itu tidak dapat dipisahkan dari hasil-hasil sastra Melayu lama, malah unsur itu merupakan satu bagian yang penting serta membayangkan pula segala kepercayaan dan pegangan bagi yang melahirkan hikayat-hikayat tersebut. Karya sastra dalam bentuk hikayat dapat berguna dan menyenangkan hati pembaca karena hikayat tersebut menimbulkan rasa kebanggaan dan kesenangan. Dikatakan berguna karena dalam hikayat itu terkandung ide atau buah pikiran yang luhur dan tinggi, pertimbangan yang dalam tentang sifat-sifat baik dan buruk, khususnya sifat-sifat raja, dan pandangan yang jauh ke depan. Menurut Djamaris (1989 : 1), “Hasil sastra Indonesia lama dapat digolongkan dalam beberapa golongan berdasarkan pengaruh kebudayaan asing, yaitu (1) sastra tradisional atau sastra rakyat, yaitu hasil sastra yang belum atau sedikit sekali mendapat pengaruh asing, khususnya pengaruh Hindu atau islam; (2) sastra pengaruh Hindu; (3) sastra pengaruh peralihan Hindu ke Islam; dan (4) sastra pengaruh Islam. Sastra sejarah ini pada umumnya merupakan sastra rakyat, disampaikan secara turun-temurun baik secara lisan maupun tertulis berupa naskah. Dengan demikian, pengaruhnya besar sekali terhadap cara berpikir dan pandangan hidup mayarakat. Itulah sebabnya masyarakat lama banyak yang fanatik serta memiliki rasa cinta yang tinggi terhadap raja dan negerinya. Mereka merasa rajanyalah Universitas Sumatera Utara yang paling agung, paling tinggi kedudukannya, dan negerinyalah yang paling sakti, keramat dan tak mungkin dilupakannya. Hal ini dapat kita lihat pada cerita Melayu lama. Misalnya dalam hikayat Hang Tuah, pengarang menggambarkan Hang Tuah dan keempat sahabatnya sebagai panglima yang selalu setia kepada rajanya bahkan Hang Tuah bersedia menghadapi hukuman mati yang dijatuhkan oleh raja yang tidak adil. Beranjak dari hal di atas, penulis ingin mengungkapkan apa-apa yang ada dalam Hikayat Indra Jaya Pahlawan. Hikayat Indra Jaya Pahlawan yang selanjutnya disingkat dengan HIJP, merupakan salah satu hasil karya sastra Melayu lama. HIJP menceritakan tentang kehidupan seorang raja dan permaisurinya yang menginginkan kelahiran seorang anak. Mereka rela bertapa selama empat puluh malam. Mereka bermimpi, jika ingin mempunyai anak, mereka harus pergi ke Gunung Baladewangga dan memakan bunga butut dadu. Mereka pun melaksanakan sesuai petunjuk mimpinya tersebut. Setelah banyak menghadapi rintangan ketika naik ke gunung, akhirnya mereka menemukan bunga yang dicari, lalu memakannya. Tanpa disadari mereka berubah menjadi sepasang gajah. Dewa Langlang Buana mendatangi kedua gajah itu dan memberitahukan bahwa mereka akan kembali menjadi manusia setelah anaknya berumur 19 tahun, tetapi dengan syarat setelah berumur 2 tahun anak itu harus dibuang ke tengah kolam. Anak tersebut diberi nama Indra Jaya dan dipelihara oleh Maharaja Kaladarma. Indra Jaya diajari segala macam ilmu, baik ilmu hikmat, maupun ilmu peperangan, dan kesaktian. Setelah berumur sembilan belas tahun, Maharaja Kaladarma menyuruh Indra Jaya untuk membunuh kedua gajah yang ada di sekitar kolam itu, karena kedua gajah itu adalah orang tua Indra Jaya Universitas Sumatera Utara dan syarat untuk menjadi manusia kembali mereka harus dibunuh terlebih dahulu. Setelah kedua gajah tersebut menjadi manusia, Indra Jaya membangun suatu negeri untuk orang tuanya, negeri itu bernama Mintarsyah. Indra Jaya melanjutkan perjalanannya ke arah matahari terbenam. Selama perjalanannya, Indra Jaya banyak menghadapi rintangan, akhirnya Indra Jaya bersama istri dan anaknya kembali ke negeri Mintarsyah dan hidup bahagia. Berdasarkan ringkasan cerita di atas maka terlihat bahwa HIJP mengandung aspek-aspek kejiwaan yang sangat kaya, maka analisis psikologi sastra terhadap HIJP sangat perlu dilakukan guna memperkaya batin dan pengalaman hidup pembaca, sekaligus juga menambah khasanah pengkajian terhadap karya sastra Melayu yang telah ada selama ini. Psikologi sastra memiliki peranan penting dalam pemahaman sastra. Dengan mempelajari psikologi sastra kita dapat memahami aspek-aspek kejiwaan yang terkandung dalam karya sastra khususnya dalam HIJP dan diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pembaca melalui pemahaman terhadap tokohtokohnya, misalnya, pembaca dapat memahami perubahan, kontradiksi dan penyimpangan-penyimpangan lain yang dialami oleh tokoh-tokoh cerita HIJP. Masyarakat Melayu pada umumnya bertempat tinggal di daerah pesisir dan mata pencahariannya adalah sebagai nelayan dan bercocok tanam. Sebelum masuknya agama Hindu dan Budha di Sumatera Timur, masyarakat Melayu menggunakan kepercayaan animisme. Mereka menganggap misalnya, sebuah pohon yang besar atau batu yang besar dan benda-benda lain memiliki kekuatan magis dan menyembahnya. Sejalan perkembangan pemikiran masyarakat Melayu, sekitar abad ke-5 agama Hindu dan Budha menjadi kepercayaan masyarakat Universitas Sumatera Utara Melayu pada saat itu. Menurut Sinar (1971 : 243), “Lebih kurang 1000 tahun suku-suku Melayu menganut ajaran Hindu dan Budha”. Hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan candi-candi dan hasil karya sastra yang berusia ribuan tahun. Salah satu karya sastra dari peninggalan zaman Hindu dan Budha adalah hikayat. Hikayat adalah bentuk prosa yang panjang bersifat sastra lama yang ditulis dalam bahasa Melayu dan sebagian besar kandungan ceritanya berupa unsur rekaan di dalam kehidupan istana. Pada zaman dahulu hikayat diciptakan oleh pengarang untuk menghibur raja-raja dan sebagai pelipur lara. Untuk itu hikayat merupakan bahan analisis yang tepat untuk memahami tingkah laku, pikiran dan falsafah kehidupan masyarakat pemilik cerita tersebut. Sepengetahuan penulis kajian psikologi terhadap HIJP belumlah pernah dilakukan. Alasan lain memilih objek yang diteliti adalah ingin lebih banyak mengetahui tentang aspek-aspek kejiwaan yang terdapat dalam masyarakat Melayu terutama melalui hasil karya sastranya. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dan masalah yang dikemukakan di atas, maka yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah struktur dalam cerita yang meliputi tema, alur, penokohan, latar, serta struktur luar berupa nilai-nilai psikologi yang terdapat dalam HIJP tersebut. Oleh karena itu, masalah yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimanakah struktur instrinsik yang terdapat dalam HIJP? 2. Nilai-nilai psikologis apakah yang terdapat dalam HIJP? Universitas Sumatera Utara 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan pembahasan karya sastra lama merupakan suatu usaha untuk mengangkat kembali karya sastra lama, khususnya HIJP yaitu untuk mengetahui apa-apa yang terjadi di masa lampau sehingga nilai budaya yang baik dapat dipertahankan. Tujuan lain dari penelitian ini adalah : 1. Menjelaskan unsur-unsur intrinsik yang terkandung dalam HIJP. 2. Mengungkapkan nilai-nilai psikologi yang terdapat HIJP. 1.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penganalisisan HIJP adalah sebagai berikut : 1. Dapat dipakai sebagai bahan bandingan terhadap penelitian hikayat lainnya. 2. Dapat memberikan pemahaman yang lebih baik terhadap HIJP, khususnya yang ditinjau berdasarkan struktur dan nilai-nilai psikologi yang terkandung di dalamnya. 3. Melengkapi kepustakaan Departemen Sastra Daerah sebagai bahan bacaan, khususnya bagi mahasiswa Departemen Sastra Daerah. 1.5 Anggapan Dasar Suatu penelitian memerlukan anggapan dasar yang dapat memberi gambaran arah pengumpulan data yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Anggapan dasar adalah pemikiran awal untuk melakukan suatu penelitian yang dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, penulis beranggapan bahwa Universitas Sumatera Utara HIJP memiliki struktur cerita yang baik dan memiliki nilai-nilai psikologis yang baik dan perlu dikemukakan kepada pembaca. Dikatakan baik sebab HIJP memiliki unsur –unsur cerita yang lengkap seperti tema, alur, latar, tokoh, dan perwatakan sehingga dapat dijadikan bahan bacaan yang menarik sebagai sebuah karya sastra. Kelengkapan unsur-unsur cerita tersebut telah berbentuk tulisan karena unsur-unsur cerita itu memilki komponenkomponen pada setiap unsurnya. 1.6 Tinjauan Pustaka Penelitian terhadap hikayat-hikayat Melayu dengan pendekatan psikologis telah ada dilakukan oleh para sarjana, di antaranya dilakukan oleh Roidah pada tahun 1993. Penelitiannya ditulis dalam bentuk skripsi yang berjudul : “ Hikayat Langlang Buana Suatu Analisis Psikologis”. Dikatakan bahwa struktur Hikayat Langlang Buana Nilai r-tabel dalam penelitian ini untuk sampel pengujian 20 rumah tangga, menggunakan df = n – 2 pada tingkat kemaknaan 5%, adalah sebesar 0,444, maka ketentuan dikatakan reliabel, jika: nilai r-hitung variabel ≥ 0,444 dikatakan reliabel, dan nilai r-hitung variabel < 0,444 dikatakan tidak reliabel. Secara keseluruhan variabel dapat dikatakan valid, karena nilai hasil pengujian pada nilai corrected item-total correlation menunjukkan dibawah nilai rtabel yaitu diatas niali 0,444, demikian juga dengan reliabilitas alat ukur juga dapat dikatakan reliabel, karena nilai r-hitung juga diatas r-tabel, dengan perincian sebagai berikut: 1. Pertanyaan pengetahuan kepala keluarga (20 pertanyaan) diperoleh nilai Alpha hitung (r-hitung) = 0,948; (rh(0,948 >rt(0,444)), dinyatakan reliabel. 2. Pertanyaan sikap kepala keluarga (20 pertanyaan) diperoleh nilai Alpha hitung (rhitung) = 0,956; (rh(0,956 >rt(0,444)), dinyatakan reliabel. 3. Pertanyaan Kesiapsiagaan rumah tangga (15 pertanyaan) diperoleh nilai Alpha hitung (r-hitung) = 0,946; (rh(0,946) >rt(0,444)), dinyatakan reliabel. 63 3.5. Variabel dan Definisi Operasional 3.5.1. Variabel Independen 1. Pengetahuan adalah pemahaman kepala keluarga tentang informasi kesiapsiagaan di rumah tangga dalam menghadapi banjir. 2. Sikap adalah Kecenderungan kepala keluarga untuk memberikan respon tentang tindakan yang harus dilakukan apabila akan terjadi bencana banjir, yang dapat bersikap positif atau negatif. 3. Pendidikan adalah tingkat pendidikan formal terakhir yang ditempuh kepala keluarga. 3.5.2. Variabel Dependen Variabel Dependen adalah kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir, defenisi operasionalnya adalah segala upaya yang dilakukan kepala keluarga untuk meningkatkan kemampuan mengatasi bencana melalui pengorganisasian yang jelas dan sistematis dengan langkah-langkah yang tepat guna dan berdayaguna. 3.6. Metode Pengukuran Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah daftar pertanyaan (kuesioner) untuk wawancara langsung dengan responden. Metode pengukuran yang berpedoman kepada : variabel, cara ukur, skala ukur, katagori pengukuran dan hasil ukur, seperti pada Tabel 3.3. dan 3.4. berikut ini: 64 Tabel 3.2. Aspek Pengukuran Pengetahuan, sikap dan Pendidikan KK Variabel Pertanyaan Pengetahuan 20 a. Benar b. Salah Sikap 20 a. Sangat tidak setuju b. Tidak Setuju c. Kurang Setuju d. Setuju e. Sangat Setuju a. Tidak sekolah b. SD c. SLTP d. SLTA e. PT Pendidikan 1 Kategori Bobot Hasil Ukur Nilai 1 a. Baik : 14 - 20 0 b. Cukup : 7 - 13 c. Kurang : 0 - 6 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Skala Ukur Ordinal Ordinal a. Positif >50 b. Negatif 70 tahun Total Pekerjaan a. Petani b. Karyawan/buruh perkebunan c. IRT d. Wiraswasta e. PNS Total Umur, Pekerjaan Dan Jumlah (n) Persen (%) 33 18 16 7 6 80 41,3 22,5 20,0 8,8 7,5 100 41 15 8 15 1 80 51,3 18,8 10,0 18,8 1,3 100 69 Tabel 4.1. (Lanjutan) Karakteristik Kepala Keluarga Pendidikan a. Tinggi b. Menengah c. Dasar Total Jumlah (n) Persen (%) 1 30 49 80 1,3 37,4 61,3 100 4.3. Hasil Analisa Univariat Analisis univariat dilakukan untuk melihat distribusi frekuensi dari variabel independen, sikap dan pendidikan kepala keluarga terhadap variabel dependen, yaitu kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi banjir di Desa Pelita Sagoup Jaya Kecamatan Indra Makmu Kabupaten Aceh Timur. 4.3.1. Pengetahuan Kepala Keluarga Pengetahuan kepala keluarga merupakan aspek dasar yang seharusnya dimiliki oleh setiap kepala rumah tangga untuk dapat memberikan informasi dan pengarahan kepada anggota keluarganya. Pengetahuan kepala keluarga dalam penelitian ini diukur secara garis besar meliputi : pengertian banjir, penyebab banjir, persiapan yang harus disiapkan jika banjir, perencanaan keluarga untuk mengungsi dan jalur evakuasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan 80 kepala keluarga tentang pengetahuan kepala keluarga terhadap kesiapsiagaan menghadapi banjir secara rinci dapat dilihat pada Tabel 4.2. 1. Sebanyak 76 orang (95%) mayoritas menjawab benar tentang pengertian banjir. 2. Sebanyak 78 orang (97,5%) mayoritas menjawab benar tentang daerah rawan banjir. 70 3. Sebanyak 77 orang (96,3%) mayoritas menjawab benar tentang penyebab banjir. 4. Sebanyak 63 orang (78,8%) mayoritas menjawab benar tentang kerugian akibat banjir. 5. Sebanyak 67 orang (83,8%) mayoritas menjawab salah tentang informasi tentang banjir. 6. Pengaruh Karakteristik Individu, Organisasi Dan Psikologis Terhadap Kinerja Bidan Di Desa Dalam Pencatatan Pelaporan Program KIA Di Kabupaten Aceh Timur Tahun 2004 Masrita Tiominar Akestina Lumbantobing Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan Program Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Dalam rangka mewujudkan tujuan Pembangunan Kesehatan Masyarakat, yakni meningkatkan Angka Harapan Hidup, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia serta meningkatkan kesehatan keluarga, salah satu upaya yang dilakukan adalah pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pelaksanaan KIA tersebut tidak terlepas dari kegiatan pencatatan dan pelaporan sebagai dokumentasi dan bahan evaluasi dari seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan. Berkaitan dengan hal tersebut diatas, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pengaruh karakteristik individu (kemampuan dan keterampilan), karakteristik organisasi (sarana kerja, supervisi dan imbalan) dan karakteristik psikologis (sikap dan motivasi) terhadap kinerja bidan di desa dalam melakukan pencatatan pelaporan program KIA di Kabupaten Aceh Timur tahun 2004. Desain penelitian ini adalah deskriptif dan analitik dengan pendekatan studi sekat silang, yang menjadi sampel adalah bidan di desa yang telah bekerja minimal 1 (satu) tahun di Kabupaten Aceh Ttmur, diambil secara acak terstratifikasi dengan metode alokasi proporsional sejumlah 66 orang. Hasil penelitian menunjukkan, karakteristik individu berpengaruh terhadap kinerja bidan di desa. Pengaruh kemampuan terhadap kinerja bidan di desa sebesar 0,576 dan pengaruh keterampilan terhadap kinerja bidan di desa sebesar 0,656 (p
Analisis Psikologis Terhadap Hikayat Indra Jaya Pahlawan Alur Plot KAJIAN PUSTAKA Exposition Pengarang Mulai Melukiskan Sesuatu Generating Circumstances Peristiwa Mulai Bergerak Ricing Action Keadaan Mulai Memuncak Hubungan Psikologis dengan Sastra Kepahlawanan ANALISIS PSIKOLOGIS TERHADAP HIKAYAT INDRA JAYA Kepustakaan yang Relevan Tema Kesimpulan KESIMPULAN DAN SARAN Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Latar setting KAJIAN PUSTAKA Latar Tempat Latar Waktu Metode Dasar Objek Kajian Teknik Pengumpulan Data Mimpi ANALISIS PSIKOLOGIS TERHADAP HIKAYAT INDRA JAYA Mimpi dan Fantasi dalam Konteks Analisis Sastra Ringkasan Cerita STRUKTUR UMUM HIKAYAT INDRA JAYA PAHLAWAN Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Anggapan Dasar Sifat dan Bentuk Hikayat Indra Jaya Pahlawan Tema STRUKTUR UMUM HIKAYAT INDRA JAYA PAHLAWAN Teori Psikologi Sastra Penokohan Teori Struktural Landasan Teori Tinjauan Pustaka Keberadaan HIJP Analisis Psikologis Terhadap Hikayat Indra Jaya Pahlawan
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Psikologis Terhadap Hikayat Indra Jaya Pahlawan

Gratis