Feedback

Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Informasi dokumen
ANALISISSS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TESIS Oleh MUHAMMAD AZIZUR RAHMAN 087003029/ PWD E K O L A S H S N A PA C ASARJA SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara   ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TESIS   Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Magister Sains dalam Program Studi Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara Oleh MUHAMMAD AZIZUR RAHMAN 087003029/PWD SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2010 Universitas Sumatera Utara   Judul Tesis : ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMTAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Nama Mahasiswa : Muhammad Azizur Rahman Nomor Pokok : 087003029 Program Studi : Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Komisi Pembimbing, (Dr. Ir. Tavi Supriana, MS) Ketua (Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D) Anggota Ketua Program Studi (Prof.Bachtiar Hasan Miraza) Tanggal lulus (Dr. Ir. Rahmanta, M.Si) Anggota Direktur (Prof. Dr. Ir. T. Chairun Nisa B, M.Sc) : 18 Agustus 2010 Universitas Sumatera Utara   Telah diuji pada Tanggal 18 Agustus 2010 PANITIA PENGUJI TESIS Ketua : Dr. Ir. Tavi Supriana, MS Anggota : 1. Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D 2. Dr. Ir. Rahmanta, M.Si 3. Kasyful Mahalli, S.E, M.Si 4. Agus Suriadi, S.Sos, M.Si Universitas Sumatera Utara   “Kepuasan dan Kebahagiaan hanya bisa kita rasakan apabila kita tahu caranya nikmat syukur atas apa yang kita lakukan dan kita dapatkan dan itu semua merupakan jawaban atas doa dan usaha kita” Universitas Sumatera Utara   E K O L A S H S N A PA C ASARJA Universitas Sumatera Utara 7  Universitas Sumatera Utara ABSTRAK M.Azizur Rahman, NIM. 087003029 ”Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai”, di bawah bimbingan Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D dan Dr. Ir. Rahmanta, M.Si. Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor andalan Kabupaten Serdang Bedagai. Salah satu lokasi wisata andalan andalah Kawasan Wisata Pantai Cermin yang potensial untuk dikembangkan. Untuk itu diperlukannya suatu strategi yang tepat dan efektif. Dengan adanya Strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin dari segi objek wisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan promosi wisata diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat yang dilihat dari tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin yang terdiri dari 6 objek wisata yang berlokasi di Desa Kota Pari, Pantai Cermin Kanan, Desa Pantai Cermin Kiri dan Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara. Tipe penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan analisis statistik, yang artinya penulis tidak menggunakan pengujian hipotesis tetapi hanya mendeskripsikan data-data yang di peroleh di lapangan, kemudian dilakukan interpretasi terhadap data, dan akhirnya analisis dan pembahasan terhadap data serta anlisis SWOT yang artinya penulis mengidentifikasi faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman kemudian menentukan faktor Internal dan faktor eksternal untuk mendapatkan strategi pengembangannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin masih dapat ditingkatkan. Strategi utama dalam pengembangan kawasan wisata yakni strategi yang memanfaatkan dan menggali potensi masyarakat dalam mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengedepankan nilai unik dari kawasan wisata Pantai Cermin melalui kebijakan Pemerintah membuat kalender wisata tahunan Kabupaten Serdang Bedagai serta industri pariwisata disarankan melibatkan masyarakat untuk mengembangkan kawasan wisata sehingga dengan ikut terlibatnya masyarakat secara aktif maka masyarakat akan memperoleh penghasilan yang tetap sehingga kesejahteraannya meningkat. Kata Kunci : Kondisi pengembangan Kawasan Wisata, Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Universitas Sumatera Utara ABSTRACT M.Azizur Rahman, NIM : 087003029, “Analysis Strategic of Development Tourism Region in increasing community welfare at Pantai Cermin district Serdang Bedagai Regency”, under guiding Dr. Ir. Tavi Supriana, MS, Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D and Dr. Ir. Rahmanta, M.Si. Tourism sector is one of the prime sector Serdang Bedagai Regency. The one of prime tourism located is Tourism Region of Pantai Cermin which has potential to be developed. For that, the Strategic is needed to appropriate and effective. With the existence strategic of Development Tourism Region from tourism object, infrastructure and means as well as tourism market and promotion desire to increasing community welfare from income, healthy and education factor. This research was conducted in Pantai Cermin Tourism Region which have 4 tourism object that located in Kotapari Village, Pantai Cermin Kanan Village, Pantai Cermin Kiri Village and Kuala Lama Village at Pantai Cermin district Serdang Bedagai Regency Province of North Sumatera. The type of the research was descriptive by using statistic analysis, in term of the author was not performed hypothesis, but only describes the data wich obtain from the field, then performing interpretation to the data, and finally, the author performed both analysis and study on data as well as using SWOT analysis, in term of the author  identified Strength , weakness, opportunities and Threat and then determined internal factor and external factor to get development strategic. The research result that the condition of development tourism region is could be increased. For that, grand strategic needed to develop tourism region is strategic that used and dig up community potency to held events that front up unique value form Pantai Cermin tourism region through government policy in annual tourism almanac Serdang Bedagai Regency and also tourism industry involve around community to develop tourism region in result community has raise constant income and increase welfare. Keywords : Condition of development tourism region, Strategic development of tourism region Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang senatiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan tesis ini. Penulis tesis penelitian dengan judul Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai, merupakan sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Sains di Program Studi Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera Utara. Dalam Penulisan Tesis ini, Penulis banyak sekali mendapat bantuan dan bimbingan dari semua pihak, maka dengan segala kerendahan hati Penulis menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada : 1. Bapak Prof. Bachtiar Hassan Miraza selaku Ketua Program Studi Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Kasyful Mahalli, SE. M.Si selaku Sekretaris Program Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Dr. Ir. Tavi Supriana, MS selaku ketua pembimbing yang selalu memberikan dan arahan kepada Penulis. 4. Bapak Prof. Aldwin Surya, SE, M.Pd, Ph.D yang selalu memberikan bimbingan dan arahan kepada Penulis. Universitas Sumatera Utara 5. Bapak Dr. Ir. Rahmanta, M.Si yang selalu memberikan bimbingan dan arahan kepada Penulis. 6. Bapak Bupati Kabupaten Deli Serdang H.Amri Tambunan selaku pemberi ijin belajar mengikuti sekolah pasca sarjana S2. 7. Orang tua dan adik-adik, dan keluarga besar saya yang selalu mendoakan saya untuk maju dan berkembang. 8. Pihak-pihak yang telah membantu baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penyusunan tesis ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa bentuk dan penyajian tesis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu Penulis berharap adanya kritik dan saran yang membangun sehingga tesis penelitian ini dapat lebih sempurna dan dapat memberikan manfaat bagi daerah yang di teliti khususnya dan daerah lain umumnya. Medan, Agustus 2010 Penulis, M. AZIZUR RAHMAN NIM.087003029 Universitas Sumatera Utara RIWAYAT HIDUP Muhammad Azizur Rahman lahir di Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Propinsi Sumatera Utara pada tanggal 06 Februari 1986, anak bungsu dari empat bersaudara pasangan Bapak Drs. Fadlan dan Ibu Nur’ainun. Pendidikan Penulis di mulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 101953 Pantai Cermin lulus tahun 1997, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) I Pantai Cermin lulus tahun 2000, dan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) I Lubuk Pakam lulus tahun 2003 dan kuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Fakultas Politik Pemerintahan Jurusan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat lulus tahun 2008. Penulis bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Kantor Kelurahan Syahmad Kabupaten Deli Serdang sebagai Sekretaris Kelurahan dengan pangkat Penata Muda (III/a). Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK . i ABSTRACT . ii KATA PENGANTAR . iii RIWAYAT HIDUP . v DAFTAR ISI. vi DAFTAR TABEL . ix DAFTAR GAMBAR. xi DAFTAR LAMPIRAN . xii BAB I : PENDAHULUAN . 1 1.1. Latar Belakang Masalah . 1 1.2. Perumusan Masalah. 7 1.3. Tujuan. 8 1.4. Manfaat Penelitian. 8 : TINJAUAN PUSTAKA . 9 2.1. Kepariwisataan . 9 BAB II 2.1.1 Kawasan Wisata Bahari. 10 2.1.2 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata. 11 2.1.2.1 Pengembangan Obyek Wisata . 12 2.1.2.2 Pengembangan Prasarana dan Sarana wisata. 13 Universitas Sumatera Utara BAB III BAB IV 2.1.2.3 Pengembangan Pasar dan Promosi Wisata. 15 2.2. Kesejahteraan Masyarakat. 18 2.2.1 Pendapatan msyarakat . 19 2.2.2 Kesehatan masyarakat . 21 2.2.3 Pendidikan masyarakat . 22 2.3. Penelitian Sebelumnya . 23 2.4. Kerangka Pemikiran . 25 : METODE PENELITIAN . 27 3.1. Ruang Lingkup Penelitian . 27 3.2. Jenis dan Sumber Data . 27 3.3. Populasi dan Sampel. 29 3.4. Teknik Pengumpulan Data . 29 3.5. Teknik Pengolahan Data. 31 3.5.1 Analisis Statistik . 31 3.5.2 Analisis SWOT. 33 3.6. Defenisi Operasional Variabel . 39 : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 41 4.1 Gambaran Umum Kecamatan Pantai Cermin . 41 4.1.1 Keadaan Geografis . 41 4.1.2 Keadaan Demografi . 44 4.1.3 Keadaan Sosial, Keamanan, Ketertiban dan Ekonomi Kemasyarakatan . 50 4.1.4 PDRB Kecamatan. 53 Universitas Sumatera Utara BAB V 4.2 Pembahasan . 57 4.2.1 Deskripsi responden . 57 4.2.2 Kondisi Pariwisata. 59 4.2.2.1 Objek Wisata . 59 4.2.2.2 Sarana dan Prasarana . 65 4.2.2.3 Pasar dan Promosi . 70 4.2.3 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Cermin . 72 4.2.3.1 Analisis Faktor-faktor Internal . 73 4.2.3.2 Analisis Faktor-faktor Eksternal. 85 : KESIMPULAN DAN SARAN. 104 5.1 Kesimpulan . 104 5.2 Saran. 105 DAFTAR PUSTAKA . 107 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL No 1.1 Halaman PDRB Kecamatan Pantai Cermin Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2006 – 2008 (Juta Rupiah). 4 3.1 Jenis dan Sumber Data. 28 3.2 Matrik SWOT . 34 3.3 Perhitungan Bobot Faktor Ekternal . 35 3.4 Perhitungan Nilai Faktor Ekternal . 35 3.5 Matrik ETOP. 36 3.6 Perhitungan Bobot Faktor Internal . 37 3.7 Pengelompokkan Posisi SAP. 38 3.8 Analisis Matriks SWOT. 38 4.1 Luas Wilayah Per Desa di kecamatan Pantai Cermin. 42 4.2 Penggunaan Lahan di Kecamatan Pantai Cermin. 43 4.3 Kompossi Penduduk Per Desa Berdasarkan Jenis Kelamin 45 4.4 Sarana Pendidikan di Kecamatan Pantai Cermin . 47 4.5 Tanggapan Masyarakat terhadap Peningkatan Pendidikan Diperoleh dari Sektor Pariwisata . 48 4.6 Sarana Kesehatan di Kecamatan Pantai Cermin. 49 4.7 Tanggapan Masyarakat terhadap Peningkatan Kesehatan Diperoleh dari Sektor Pariwisata . 50 Jumlah Penduduk Kecamatan Pantai Cermin Berdasarkan Etnis/Suku Bangsa Tahun 2009. 51 Komposisi Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Pantai Cermin . 52 4.8 4.9 Universitas Sumatera Utara 4.10 PDRB Kecamatan Pantai Cermin Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2006 – 2008 (Juta Rupiah). 54 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kecamatan Pantai Cermin Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Tahun 2006 – 2008 (%) . 55 Tanggapan Masyarakat terhadap Peningkatan Pendapatan diperoleh dari Sektor Pariwisata . 56 Rincian Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pendidikan . 57 Rincian Responden Berdasarkan Pekerjaan dan Kelompok Umur . 58 4.15 Jumlah Pendapatan Responden. 59 4.16 Tanggapan Wisatawan terhadap Keunikan Objek Wisata. 60 4.17 Tanggapan Wisatawan terhadap Prasarana dan Sarana Wisata . 65 Panjang prarana Jalan di Kecamatan Pantai Cermin Tahun 2009 . 67 Banyak Restoran, Rumah Makan, Hotel dan Penginapan di Kecamatan Pantai Cermin Tahun 2009 . 69 4.20 Tanggapan Wisatawan terhadap Pasar dan Promosi Wisata 71 4.21 Perhitungan Skor Elemen Kekuatan . 73 4.22 Perhitungan Skor Elemen Kelemahan . 79 4.23 Perhitungan Skor Elemen Peluang . 85 4.24 Perhitungan Skor Elemen Ancaman . 91 4.25 Matriks SWOT kawasan wisata Pantai Cermin. 98 4.26 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Cermin. 99 4.11 4.12 4.13 4.14 4.18 4.19 Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR No 2.1 Halaman Kerangka Pemikiran . 25 Universitas Sumatera Utara xii  DAFTAR LAMPIRAN Nomor Judul I Gambar Peta Kecamatan Pantai Cermin II. Daftar Pertanyaan mematikan komponen biotik (hayati) perairan, tetapi dapat pula membahayakan kesehatan atau bahkan mematikan manusia yang memanfaatkan biota atau perairan yang tercemar. Selain itu pencemaran juga dapat menurunkan nilai estetika perairan laut dan pesisir yang terkena pencemaran. Pencemaran yang ditimbulkan akibat pembuangan limbah langsung ke badan air ditunjukkan oleh hasil analisis pada beberapa parameter kualitas air. Hasil analisis kualitas air menunjukkan bahwa terdapat beberapa parameter pencemaran telah melampaui baku mutu yang ditetapkan yaitu sampah, kekeruhan, dan Colifaecal. Kandungan air sungai dengan kandungan di atas baku mutu akan bermuara ke objek wisata pantai yang menunjukkan bahwa air tersebut sehingga tidak layak digunakan untuk kegiatan rekreasi dan wisata air. Beberapa indikator yang menunjukkan terjadinya pembuangan limbah ke lingkungan antara lain: 1. Tumpukan sampah, baik anorganik (plastik, botol, kemasan makanan dll) maupun sampah organik (potongan kayu, sisa daun baik yang disebabkan oleh alam maupun kegiatan manusia). 2. Sedimentasi akibat alih fungsi lahan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas air sungai. Partikel-partikel tanah tersebut masuk ke dalam badan air sehingga perairan menjadi keruh. Kondisi demikian mengakibatkan kualitas air pantai menjadi menurun. 3. Tingginya nilai konsentrasi bakteri Colifaecal di sungai disebabkan oleh feses dan keberadaan Colifaecal yang cukup tinggi di perairan disebabkan karena sebagian besar masyarakat yang bermukim di tepi sungai masih belum memiliki sistem sanitasi yang kurang baik. Analisis Korelasi Pearson Antara Faktor Fisika dan Kimia Dengan Kelimpahan Colifaecal Uji analisis korelasi Pearson antara faktor fisika dan kimia dengan kelimpahan Colifaecal dilakukan karena nilai kelimpahan Colifaecal di perairan pantai sudah melebihi batas baku mutu Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 air laut untuk wisata bahari. Output data SPSS pada penelitian ini dapat dilihat pada Lampiran 4. Berdasarkan pengukuran faktor fisika kimia perairan yang telah dilakukan pada dua stasiun penelitian dan dikorelasikan dengan total Colifaecal maka diperoleh nilai korelasi seperti yang terlihat pada Tabel 7. Tabel 7. Nilai Analisis Korelasi Pearson Antara Faktor Fisika Kimia dengan total Colifaecal Korelasi Pearson Suhu Kekeruhan pH Salinitas DO BOD5 Total Colifaecal - 843 - 783 - 538 - 981 + 988 - 999 Potensi Kawasan Wisata untuk Pesisir Perencanaan pengembangan kawasan wisata pesisir di Pantai Sri Mersing ditentukan berdasarkan penilaian kualitas lingkungan pesisir dan pengembangan kepariwisataan pesisir. Penilaian Kualitas Lingkungan Pesisir Penilaian kualitas lingkungan pesisir kawasan penelitian ditentukan berdasarkan kesesuaian akuatik dan kesesuaian terestrial. Kualitas Akuatik Hasil dari penilaian kesesuaian akuatik dapat dilihat pada Tabel 8 ialah kategori sangat sesuai (S1) untuk wisata pesisir di Pantai Sri Mersing dengan skor 180. Tabel 8. Penilaian kesesuaian akuatik untuk wisata pesisir di Pantai Sri Mersing Parameter B S Skor Total Kecerahan Perairan 20 2 40 Kecepatan arus 15 4 60 Substrat Dasar 10 2 20 Topografi Laut 10 4 40 Bahaya tsunami 54 20 Total 180 Kesesuaian wisata SS Keterangan: B= Bobot, S= Skor, SS= Sangat Sesuai, S= Sesuai, KS= Kurang Sesuai, TS= Tidak Sesuai. Kualitas Terestrial Hasil yang diperoleh dari penilaian kesesuaian terestrial Pantai Sri Mersing dapat dilihat pada Tabel 9. Pantai Sri Mersing sebagai kawasan wisata pesisir menunjukkan bahwa semua bagian tapak potensial untuk dijadikan kawasan wisata. Tabel 9. Penilaian kesesuaian kualitas terestrial wisata pesisir Pantai Sri Mersing Parameter B S Skor Total Ekosistem 20 4 80 Penutupan lahan pantai 15 4 60 Lebar pantai 10 4 40 Kemiringan (°) 10 3 30 Bahaya gunung api Total 5 4 20 230 Kesesuaian wisata SS Keterangan: B= Bobot, S= Skor, SS= Sangat Sesuai, S= Sesuai, KS= Kurang Sesuai, TS= Tidak Sesuai. Pengembangan Kepariwisataan Pesisir Bentuk perwujudan Pantai Sri Mersing sebagai kawasan ekowisata ialah dengan dilakukan penilaian kesesuaian obyek dan atraksi wisata di Pantai Sri Mersing yang berpotensi bagi pengembangan wisata pesisir. Secara keseluruhan hasil dari analisis kelayakan obyek dan atraksi wisata di Pantai Sri Mersing ialah berpotensi untuk dikembangkan sebagai obyek dan atraksi wisata dengan skor 21. Penilaian kelayakan obyek dan atraksi wisata di Pantai Sri Mersing dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Penilaian kelayakan obyek dan atraksi wisata di Pantai Sri Mersing Parameter Skor Skor Total Letak dari Jalan utama Estetika dan keaslian 1 3 1 3 Atraksi 22 Fasilitas pendukung Ketersediaan air bersih Transportasi Aksesbilitas Dukungan Masyarakat Total 3 4 4 4 3 4 4 4 21 Kesesuaian wisata S1 Keterangan : S1 = Sangat Potensial S3 = Kurang Potensial S2 = Cukup Potensial S4 = Tidak Potensial Penilaian Persepsi Wisatawan Terhadap Keindahan dan Kenyamanan Kawasan Populasi responden kuisioner untuk pengunjung adalah 44 orang, hasil ini diperoleh dari perhitungan sampel pengunjung. Persepsi wisatawan terhadap keindahan kawasan Pantai Sri Mersing dinyatakan indah oleh sebanyak 24 orang responden dari total 44 orang responden. Hasil dari 24 orang responden tersebut diperoleh nilai keindahan kawasan sebesar 54,54 %. Nilai tersebut masuk ke dalam kisaran antara 40%-75% yang menunjukkan bahwa kriteria keindahan kawasan di Pantai Sri Mersing adalah cukup indah. Penilaian persepsi wisatawana terhadap keindahan disajikan di Lampiran 14. Persepsi wisatawan terhadap kenyamanan kawasan Pantai Sri Mersing, dari 44 responden sebanyak 27 orang responden mengatakan nyaman. Hasil dari 27 orang responden tersebut diperoleh nilai kenyamanan kawasan yaitu sebesar 61,36%. Nilai tersebut masuk ke dalam kisaran antara 40%-75% yang menunjukkan bahwa kriteria kenyamanan kawasan di Pantai Sri Mersing adalah cukup nyaman. Penilaian persepsi wisatawana terhadap kenyamanan disajikan di Lampiran 14. Berdasarkan persepsi wisatawan tersebut, tingkat kenyamanan Pantai Sri Mersing cukup mendukung pengembangan kegiatan wisata. Diagram persepsi wisatawan terhadap keindahan dan kenyamanan dapat dilihat pada Gambar 8. Persepsi Terhadap Keindahan Persepsi Kenyamanan Wisatawan 45% 55% Nyaman Tidak Nyaman 39% 61% Nyaman Tidak Nyaman ab Gambar 8. Diagram Persepsi Wisatawan (a) Keindahan dan (b) Kenyamanan Pembahasan Kualitas Air Muara Sungai Sei Baungan dan Pantai Sri Mersing Parameter Fisika Kedalaman Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan pada Gambar 4, Muara Sungai Sei Baungan memiliki kedalaman adalah 1,9 m sedangkan kedalaman rata-rata Pantai Sri Mersing 1,6 m. Kedalaman yang tertinggi terdapat di Muara Sungai Sei Baungan yaitu 1,9 m sedangkan kedalaman yang terendah terdapat di Pantai Sri Mersing yaitu 1,6 m. Kenaikan kedalaman sungai yang terjadi di muara sungai diakibatkan adanya pengerukan material sedimen yang seharusnya muara sungai mengalami pendangkalan karena semakin ke hilir (muara), maka sungai semakin dangkal karena material tersuspensi mengalami pengendapan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Mukhtasor (2007) yang menyatakan bahwa pengerukkan material umumnya dilakukan akibat adanya sedimentasi. Sedimentsi sering mengakibatkan pendangkalan di perairan sungai, muara sungai atau pelabuhan. Pendangkalan tersebut dapat diakibatkan oleh erosi pantai maupun hasil run off yang terbawa oleh air hujan, melalui sungai, mengendap di muara sungai (daerah estuari) ataupun jauh dari muara. Keberadaan sedimen tersebut sering mengganggu jalur pelayaran bagi kapal karena tertutupnya muara sungai akibat pendangkalan. Berdasarkan pengukuran, kedalaman di Pantai Sri Mersing berkisar pada 1,6 m. Kedalaman pantai yang tidak bervariasi diakibatkan karena pantai Sri Mersing merupakan tipe pantai yang pantai landai dan datar. Tipe pantai ini akan memiliki kedalaman yang sama di tepi pantainya. Menurut Dahuri dkk (2003) bahwa pantai landai dan datar merupakan salah satu tipe pantai di Indonesia. Tipe ini ditemukan di kawasan yang sudah stabil sejak lama karena tidak terjadi pergerakan tanah secara vertikal. Kebanyakan pantai di kawasan ini ditumbuhi oleh vegetasi mangrove dan hutan lahan basah lainnya. Suhu Suhu Muara Sungai Sei Baungan yang diamati tergolong tinggi yaitu sebesar 31°C, suhu tersebut terdapat pada di setiap titik pengamatan. Suhu perairan Pantai Sri Mersing yang diamati yaitu sebesar 30-31°C. Hal ini disebabkan oleh pengukuran suhu yang dilakukan pada siang hari, sehingga radiasi sinar matahari yang masuk ke dalam badan air intensitasnya cukup besar untuk memanaskan perairan. Hal ini berkaian dengan penelitian Saputra (2009) Suhu perairan di Kabupaten Serdang Bedagai. Beberapa objek wisata yang dikembangkan oleh Pemkab Serdang Bedagai seperti Pengembangan Pantai Cermin, Pulau Berhala, Kampung Bali, dan lain-lain. Contoh Perda tersebut adalah Perda Nomor 12 Tahun 2006 tentang pengelolaan pulau Berhala Serdang Bedagai Sebagai Kawasan Eco Marine Tourism (Wisata Bahari Berbasis Lingkungan). Ketiga, melaksanakan program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir yang bernama Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP). Program tersebut dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2001 dan telah terbentuk lebih 300 lembaga ekonomi pengembangan pesisir. Kegiatan ini mendapat respon yang baik dan dapat diterima oleh masyarakat. Pengembangan pasca proyek tetap berjalan melalui pembinaan pemerintah daerah kabupaten/kota setempat dengan mitra kerja, seperti perbankan. Program PEMP secara umum bertujuan meningkatkan 125 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008. kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pengembangan kultur kewirausahaan, penguatan lembaga keuangan mikro, penggalangan pertisipasi masyarakat dan kegiatan usaha ekonomi produktif lainnya yang berbasis sumber daya lokal dan berkelanjutan. Pada awalnya program PEMP diawali untuk memberdayakan masyarakat pesisir sekaligus mengatasi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) terhadap perekonomian masyarakat pesisir yang difokuskan pada penguatan modal. Di kabupaten Sergai PEMP dimulai pada tahun 2006 dengan lokasi dan pusat kegiatan di Kecamatan Teluk Mengkudu. Keempat, pengaruh positif dari perkembangan daerah wisata di Pantai Cermin adalah memperbaiki sistem perekonomian masyarakat tepi pantai. Dampak yang dirasakan positif oleh masyarakat terhadap perkembangan pariwisata di Serdang Bedagai adalah semakin menyerap tenaga kerja. Kini masyarakat tidak lagi hanya menggantungkan pencaharian dari hasil laut saja melainkan telah beralih ke usaha jasa dengan memberikan pelayanan terbaik buat pengunjung. Kelima, selain berdampak terhadap perbaikan ekonomi masyarakat nelayan, pengembangan pariwisata Pantai Cermin telah merubah karakter masyarakat Pantai Cermin. Budaya “kojo tak kojo” semakin lama telah terkikis dengan budaya kerja keras melalui usaha jasa melalui pariwisata. Keenam, tidak adanya penolakan dari masyarakat terhadap pencanangan Pemkab Sergei terhadap Pantai Cermin untuk dijadikan wisata bahari bertaraf nasional dan bahkan internasional. Ketiadaan penolakan masyarakat terhadap pencanangan Pemkab Sergei memang sudah merupakan bagian dari partisipasi 126 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008. masyarakat. Oleh karena tanpa partisipasi masyarakat tentu saja pengembangan wisata Bahari Pantai Cermin tidak akan membuahkan hasil yang maksimal. Ketujuh, masyarakat secara sadar dan sukarela secara bersama-sama menjaga lingkungan hidup di daerah wisata. Artinya bahwa ketika Pantai Cermin telah baik dan wisatawan semakin banyak hadir ke Pantai Cermin maka secara sukarela dan secara bersama-sama masyarakat mulai menjaga kelestarian lingkungan hidup di daerah wisata Pantai Cermin. Masyarakat melindungi kawasan bahari Pantai Cermin dari limbah dan sampah yang kemungkinan akan bisa merusak lingkungan hidup di Pantai Cermin. Dan pada akhirnya kerusakan tersebut akan menimbulkan kerugian baik dari segi kerugian terhadap ekosistem maupun kerugian dari segi pendapatan masyarakat Pantai Cermin. Kedelapan , masyarakat secara sadar dan sukarela, bersama-sama menjaga keamanan daerah wisata bahari. Masyarakat khususnya kaum pemuda membuat karang taruna dan bertanggungjawab terhadap kenyamanan pengunjung wisata Pantai Cermin. Kesembilan, masyarakat sepakat membentuk koperasi bersama yang berfungsi untuk melakukan pengendalian harga pelayanan wisata agar terjadi stabilitas harga. Hal lain yang dilakukan masyarakat sebagai wujud dari partisipasi adalah membentuk koperasi bersama. Koperasi ini bertujuan untuk mengendalikan harga-harga yang dijual di wisata Bahari Pantai Cermin. Kesepuluh, masyarakat juga terlibat dalam rangka penyusunan RPJM dan RPJP. Keterlibatan masyarakat ini memang sangat signifikan. Dan hasilnya memang sangat dirasakan bermanfaat. Dimana Perda-Perda yang dihasilkan tidak 127 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008. menemukan banyak masalah pada tataran implementasinya. Masyarakat sangat patuh terhadap perda yang dibuat terlebih lagi perda yang menjelaskan tentang wisata. Masyarakat memang sangat terbantukan dengan adanya wisata bahari Pantai Cermin. Oleh karena wisata Bahari tersebut bisa menambah mata pencaharian masyarakat Pantai Cermin. Saran Saran yang bisa disampaikan melalui tulisan ini adalah wisata bahari Serdang Bedagai merupakan aset daerah dan bahkan aset nasional. Oleh karena dapat mendatangkan peningkatan PAD dan devisa negara. Oleh karena itu wisata Bahari di Serdang Bedagai khususnya Pantai Cermin harus tetap dijaga dan dilestarikan dengan baik. Perlu ditegaskan kembali bahwa pengembangan wisata Pantai Cermin hendaknya berlandaskan pada pola pembangunan partisipatif. Perencanaan dengan pendekatan partisipatif atau biasa disebut sebagai participatory planning ini, jika dikaitkan dengan pendapat Friedmann, sebenarnya merupakan suatu proses politik untuk memperoleh kesepakatan bersama (collective agreement) melalui aktivitas negosiasi antar seluruh pelaku pembangunan (stakeholders). Proses politik ini dilakukan secara transparan dan aksesibel sehingga masyarakat memperoleh kemudahan setiap proses pembangunan yang dilakukan serta setiap tahap perkembangannya. Dalam hal ini perencanaan partisipatif lebih sebagai sebuah alat pengambilan keputusan yang diharapkan dapat meminimalkan konflik antar stakeholder. Perencanaan partisipatif juga dapat dipandang sebagai 128 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008. instrumen pembelajaran masyarakat (social learning) secara kolektif melalui interaksi antar seluruh pelaku pembangunan atau stakeholders tersebut. Pembelajaran ini pada akhirnya akan meningkatkan kapasitas seluruh stakeholders dalam upaya memobilisasi sumberdaya yang dimilikinya secara luas. 129 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008. DAFTAR PUSTAKA Ardika, I Gde, “ kebijakan pembangunan Parawisata Indonesia : Peluang dan Tantangan: Makalah disampaikan pada kuliah perdana Program Studi Parawisata Pasca sarjana UGM tanggal 23 September 2003 BPS, Analisis pasar wisatawan Nusantara 1987, jakarta BPS, Statistik Wisatawan Nusantara, 2001 Cadwick, Robin A, “ The Consept, Defenition, and Measures Used in Travel and Tourist Research”, dalam Ritchi, J.R. Brent dan Goeldner, Charles, Travel, Tourism, and Hospitality Research: A Handbook for Managers and Researches, New York, Jhon Wiley & Sons, 1994 Conyers, Diana. 1991. “ An Introduction To Social Planning In The Third World ”. By Jhon Wiley & sons Ltd, 1994, Terjemahan Drs. Susetiawan. SU : “ Perencanaan Sosial di Dunia Ketiga : Suatu Pengantar”. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. (xi, 335 hal.) Cohen and Uphoff. 1977. Rural Development Participation. New York: Cornel University. Dahuri, R. 2003. Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap Bidang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor, 2003 Damanik, Janianton, 2003, Masyarakat Desa Menyongsong Parawisata, makalah disampaikan dalam Pelatihan Peningkatan Kualitas SDM Parawisata Daerah Provinsi DIY di Yogyakarta, tanggal 17 Juni 2003 Naisbitt, Jhon, Global Paradox, Jakarta, Binarupa Aksara (terj) 1997 Nawawi, Hadari, Metode Penelitian Bidang Sosial, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta, 1990. Opperman, Martin dan Key-Sung, Chon, 1980, Tourist Area cycle of Evolution : Implication for Management of Resource, canaadian Geographer, vol .XXIV, No.1. Pemerintah Daerah Kabupaten Deli Serdang, (2002), Pola dasar pembangunan Daerah kabupaten Deli Serdang. Sastropoetro, Santoso R.A. (1988). Partisipasi, Komunikasi, Disiplin Dalam Pembangunan Nasional, Bandung : Alumni. Persuasi dan 130 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008. Stephen, W, Tourism Geography, London, Routledge, 1988 Sutowo, Ponco. 2002, tantangan Industri Parawisata Daerah. Jawa Pos. Undang-undang Nomor 9 tahun 1990 tantang Kepariwisataan 131 Naruddin Dalimunthe : Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Wisata Bahari Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. USU e-Repository © 2008.
Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Adanya Investor Asing yang Mau Mengembangkan Kawasan Wisata Pantai Cermin Daya Saing Dengan Objek Wisata di Daerah Lainnya. Air Bersih Penerangan dan Telekomunikasi Hotel, Penginapan dan Restoran Event-event khusus sering dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin Kawasan Wisata Pantai Cermin Memiliki Banyak Pilihan Objek Wisata. Potensi Kawasan wisata Pantai Cermin Telah Sering Dipromosikan Kawasan Wisata Pantai Cermin Memiliki Aksesibilitas yang Cukup Baik. Keadaan Geografis Gambaran Umum Kecamatan Pantai Cermin Kebijakan Otonomi Daerah Program Pemerintah Pusat Visit Indonesia 2010 Kerangka Pemikiran TINJAUAN PUSTAKA Kesehatan Masyarakat Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Komposisi Penduduk Kepadatan Penduduk Pendidikan Masyarakat Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Masing-Masing Objek Wisata Pantai Cermin Memiliki Keunikan Masyarakat di Sekitar Lokasi Memiliki Pendapatan yang Tendah Fasilitas Pendukung Wisata Seperti Toilet, Rumah Makan dan Toko Souvenir Sangat Kurang Masyarakat Memiliki Tingkat Pendidikan yang Rendah Untuk Pantai Cermin Theme Park Pantai Pondok Permai Pantai Gudang Garam Pantai Sri Mersing Pantai Mutiara 88 Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Pendapatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Penelitian Sebelumnya TINJAUAN PUSTAKA Pengembangan Obyek Wisata Pengembangan Prasarana dan Sarana wisata Pengembangan Pasar dan Promosi Wisata PNPM- Mandiri Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Pola Pemikiran Masyarakat yang Kurang Mementingkan Perjalanan Wisata Pemanfaatan ekosistem pantai yang berpengaruh pada kelestarian Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Ruang Lingkup Penelitian METODE PENELITIAN Standarisasi Harga Jual Poduk dan Restribusi Sering Kurang Diawasi Transportasi Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

Gratis