Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai

 17  137  141  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

A NALISISSS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PANTAI CERMIN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI TESIS

  Dengan adanya Strategi pengembangan kawasan wisata PantaiCermin dari segi objek wisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan promosi wisata diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat yangdilihat dari tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin yang terdiri dari 6 objek wisata yang berlokasi di Desa Kota Pari, Pantai Cermin Kanan, Desa PantaiCermin Kiri dan Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten SerdangBedagai Propinsi Sumatera Utara.

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA

  Dengan adanya Strategi pengembangan kawasan wisata PantaiCermin dari segi objek wisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan promosi wisata diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat yangdilihat dari tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin yang terdiri dari 6 objek wisata yang berlokasi di Desa Kota Pari, Pantai Cermin Kanan, Desa PantaiCermin Kiri dan Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten SerdangBedagai Propinsi Sumatera Utara.

KATA PENGANTAR

  Penulis tesis penelitian dengan judul Analisis StrategiPengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat diKecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai, merupakan sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar Magister Sains di Program Studi MagisterPerencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (PWD) Universitas Sumatera Utara. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa bentuk dan penyajian tesis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu Penulis berharap adanya kritik dan saran yangmembangun sehingga tesis penelitian ini dapat lebih sempurna dan dapat memberikan manfaat bagi daerah yang di teliti khususnya dan daerah lainumumnya.

RIWAYAT HIDUP

  Dengan adanya Strategi pengembangan kawasan wisata PantaiCermin dari segi objek wisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan promosi wisata diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat yangdilihat dari tingkat pendapatan, kesehatan dan pendidikan masyarakat. Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin yang terdiri dari 6 objek wisata yang berlokasi di Desa Kota Pari, Pantai Cermin Kanan, Desa PantaiCermin Kiri dan Desa Kuala Lama Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten SerdangBedagai Propinsi Sumatera Utara.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Oleh karena itu, maka diperlukan suatu perencanaan wilayah yang baik yang dapat memanfaatkankekuatan, dan peluang yang ada dengan meminimalisir kelemahan dan ancaman yang terjadi. Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan di atas, Penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang dituangkan dalam tesis yang berjudul “Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai”.

1.2. Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang masalah yang ada di atas, Penulis mengungkapkan permasalahan dalam penelitian ini kedalam suatu perumusan masalah yaitu : 1. Untuk menganalisis strategi yang perlu dilakukan dalam mengembangkan kawasan wisata di kecamatan Pantai Cermin.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kepariwisataan

  Pengembangan sektor pariwisata ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan serta dapat memberikan manfaat terhadap pemenuhankebutuhan masyarakat. Dengan mengembangkan sektor pariwisata ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penyelenggaraan pemerintahterutama dari segi pembiayaan pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintah.

2.1.1. Kawasan Wisata Bahari

  Dengan menerapkan pendekatan pembangunan kawasandiharapkan pembangunan dapat lebih interaktif dan responsive secara fungsional sehingga manfaat pembangunan yang akan dikembangkan itu memiliki sektor atauusaha yang potensial dan strategis untuk menunjang pembangunan. Wisata pesisir dan bahari adalah proses ekonomi yang memasarkan ekosistem dan merupakan pasar khusus yang menarik dan langka untuk orang yangsadar akan lingkungan dan tertarik untuk mengamati alam.

2.1.2 Strategi Pengembangan Kawasan Wisata

  Pariwisatadapat memberikan kehidupan yang standar kepada warga setempat melalui keuntungan ekonomi yang didapat dari tempat tujuan wisata. Hal tersebut dilakukan melalui pemeliharaan kebudayaan, sejarah dan taraf perkembangan ekonomi dan suatu tempat tujuanwisata yang masuk dalam pendapatan untuk wisatawan akibatnya akan menjadikan pengalaman yang unik dari tempat wisata.

2.1.2.1 Pengembangan Obyek Wisata

  Pengertian obyek wisata adalah sumber daya alam , buatan dan budaya yang berpotensi dan berdaya tarik bagi yang pada umumnya daya tarik wisata menurut Suwontoro (2001) dipengaruhi oleh : 1. Jadi, dalam pengembangan potensi pariwisata di Kecamatan PantaiCermin harus memperhatikan potensi objek wisata yang ada serta daya tarik wisata yang tersedia.

2.1.2.2 Pengembangan Prasarana dan Sarana wisata

  Sarana pelengkap kepariwisataanYang dimaksud dengan sarana pelengkap kepariwisataan adalah perusahaan- perusahaan atau tempat-tempat yang menyediakan fasilitas rekreasi yangfungsinya tidak hanya melengkapi sarana pokok kepariwisataan, tetapi yang terpenting adalah untuk membuat agar para wisatawan dapat lebih lamatinggal pada suatu daerah tujuan wisata. Sarana penunjang kepariwisataanYang dimaksud dengan sarana penunjang kepariwisataan adalah perusahaan yang menunjang sarana pelengkap dan sarana pokok dan berfungsi tidakhanya membuat wisatawan lebih lama tinggal pada daerah tujuan wisata, tetapi fungsi yang lebih penting agar wisatawan lebih banyak mengeluarkanatau membelanjakan uang ditempat yang dikunjungi.

2.1.2.3. Pengembangan Pasar dan Promosi Wisata

  Berdasarkan keterangan di atas di ambil kesimpulan bahwa dalam kegiatan pemasaran maka akan ada kegiatan promosi, karena promosi ini sangat diperlukanuntuk mempertemukan antara produsen dengan konsumen, memperkenalkan jenis dan mutu barang dan jasa yang dihasilkan sehingga antara Si pembeli dan Sipenjual mendapat kepuasan. Bila dikaitkan dengan kepariwisataan, maka yang menjadi sasaran promosinya adalah obyek pariwisata, yaitu dengan cara memaparkan keadaandaya tarik dari wisata tersebut, sarana dan prasarana yang telah tersedia di obyek pariwisata, sehingga menimbulkan keinginan orang untuk berkunjung di obyekpariwisata tersebut.

2.2. Kesejahteraan Masyarakat

  Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah daerah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas SDM di wilayahnya, baik dari aspek fisik(kesehatan), aspek intelektualitas (pendidikan), aspek kesejahteraan ekonomi(berdaya beli), serta aspek moralitas (iman dan ketaqwaan) sehingga partisipasi rakyat dalam pembangunan akan dengan sendirinya meningkat. Kerentanan SosialDalam penelitian ini, untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat melalui Indikator Pembangunan Manusia (IPM) karena keterbatasan waktu dan United Nations Development Programme (UNDP) dalam model pembangunannya, menempatkan manusia sebagai titik sentral dalam semua proses dan kegiatan pembangunan.

2.2.1. Pendapatan Masyarakat

  Tingkat kebutuhan hidup manusia berbeda-beda tergantung padatersedianya jumlah barang dan jasa yang di peroleh, sedangkan untuk memperoleh barang dan jasa itu ditentukan oleh pendapatan yang diterimanya. Hal ini sejalandengan yang dikatakan oleh (Djoyodikusuma dalam Ediwarsyah 1987) yakni : tingkat hidup ditentukan oleh jumlah dan mutu barang dan jasa yang di pakai, jika Menurut Mahyar (2010) pengertian pendapatan itu mempunyai aneka ragam, hal ini tergantung orientasi dari permasalahan yang dihadapi, seperti : 1.

2.2.3. Pendidikan Masyarakat

  Dengan pengembangan ini diharapkan dapat memperbaiki dan mengatasikekurangan dalam melaksanakan pekerjaan dengan lebih baik dan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi khususnya dibidang kepariwisataan. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah dan pendidikan dan pelatihan masyarakat perlu dilakukan untuk menciptakan dayasaing khususnya di daerah tujuan wisata agar dapat memanfaatkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan yang utama.

2.3. Penelitian Sebelumnya

  Mengemukakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Karo signifikan di pengaruhi oleh sarana dan fasilitas di lokal obyek pariwsata, saranakomunikasi dan trasnportasi, dan harga jual produk di lokasi obyek pariwisata. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa obyek wisata Pantai Cermin belum memiliki peran yangcukup dalam pengembangan ekonomi lokal masyarakat setempat, karena dengan adanya obyek wisata pantai cermin belum terlalu signifikan peningkatanpendapatan masyarakat, lapangan kerja belum terbuka terlalu lebar dan perkembangan aktifitas ekonomi masyarakat belum begitu berkembang.

2.4. Kerangka Pemikiran

  Dalam Gambar 2.1, dikemukan bahwa variabel bebas dalam penelitian ini adalah kriteria pengembangan wisata dengan indikator objek wisata, prasrana dansarana wisata, serta pasar dan promosi. Kriteria Kesejahteraan masyarakat :  Pendapatan masyarakat  Kesehatan masyarakat  Pendidikan masyarakatFaktor EksternalFaktor InternalKriteria Pengembangan KawasanWisata :  Objek Wisata Sarana dan Prasarana wisata  Pasar dan Promosi wisata[ PengembanganWilayah Strategi PengembanganKawasan Wisata Gambar 2.1.

BAB II I METODE PENELITIAN

  Data sekunder di dapat dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bapeda SerdangBedagai, Dinas Pariwisata, Kantor Kecamatan Pantai Cermin, Pengelola objek wisata, dan 4 kantor Kepala Desa di sekitar lokasi wisata, serta dari studikepustakaan yang bersumber dari literatur dokumen-dokumen atau tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan permasalahan penelitian. Mengidentifikasi Persepsi mengenai kondisi Primer: kuisioner dan strategi internal dan eksternal wawancarapengembangan yang obyek wisata baik sesuai untuk kekuatan, kelemahan,kawasan wisata kesempatan dan ancamanPantai Cermin yang ada, serta penentuan strategi perkembangankawasan wisata PantaiCermin Sumber : Data yang diolah 3.3.

3.5. Teknik Pengolahan Data

3.5.1. Analisis Statistik

  Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu menjawab dan memecahkan masalah dengan melakukan pemahaman danpendalaman secara menyeluruh dan utuh dari objek yang diteliti guna menghasilkan kesimpulan yang bersifat deskriptif sesuai dengan kondisi danwaktu atau fakta – fakta rill yang terjadi pada saat penelitian. Klasifikasi dataMengelompokkan data yang diperoleh tersebut sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang ada guna memperoleh gambaran umum yang jelas tentangobyek yang diteliti.

3.5.2. Analisis SWOT

  Teknik analisis SWOT bertujuan untukmengetahui potensi, peluang, kendala serta ancaman dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin kemudian dijabarkan dalam suatu matriks Strength, Weakness, Oportunity dan Treat. Kemudian analisis SWOT dalam penelitian ini akan dikembangkan dengan cara menyusun tabel ETOP (Environmental Threat and Oppurtunity Profile) dan matriks SAP (Strategic Advantage Profile).

1. Analisis Faktor Eksternal (Matriks ETOP)

  Mengidentifikasi elemen-elemen yang termasuk dalam faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman dari pengembangan kawasan wisata . Dari nilai dari elemen ekternal dapat digunakan untuk menentukan posisi kawasan wisata Pantai Cermin pada matriks ETOP, sedangkan dari hasilETOP akan digunakan untuk menentukan potensi pengembangan pada matriks SWOT.

2. Analisis Faktor Internal

  Kegiatan selanjutnya adalah melakukan analisis faktor internal, analisis faktor internal ini mempunyai langkah analisis yang sama dengan analisis faktor eksternal tahap sebelumnya, akan tetapi dalam analisis faktor internal ini cenderung menggunakan elemen faktor internal (kekuatan dan kelemahan) yang terdapat dalam usaha pemanfaatan kawasan wisata Pantai Cermin sebagai objekwisata alam. Langkah penghitungan elemen-elemen internal dengan cara pemberian bobot dan nilai yang dilakukan oleh responden, selanjutnya diteruskandengan penghitungan bobot faktor internal.

3.6. Defenisi Operasional Variabel Penelitian

  Pengembangan kawasan wisata adalah suatu upaya meningkatkan potensi suatu wilayah daerah wisata dengan mendorong peningkatan kualitas objekwisata, prasarana dan sarana wisata serta pasar dan promosi wisata. Strategi pengembangan pariwisata adalah upaya yang dilakukan untuk mengembangkan potensi dari kawasan wisata dengan melihat dari faktorinternal dan eksternalnya.

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Kecamatan Pantai Cermin

4.1.1 Keadaan Geografis

  Kecamatan Pantai Cermin terletak disebelah Barat Laut Kota SeiRampah yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Serdang Bedagai pada posisi 2 57” Kecamatan Pantai Cermin yang terletak di sebelah timur KabupatenSerdang Bedagai memiliki batas sebagai berikut :Sebelah Utara berbatasan dengan selat MalakaSebelah Selatan berbatasan dengan kecamatan PerbaunganSebelah Barat Berbatasan dengan Sungai Ular Kab. Luas Kecamatan Pantai Cermin 7.726,7 77,267 100 Data pada Tabel 4.1 menunjukan bahwa daerah yang paling luas dimiliki 2 oleh desa Celawan sekitar 18,9 Km atau 24,44 % sedangkan yang paling kecil 2 dimiliki oleh desa Pematang Kasih seluas 1,5 Km atau 2,03%.

4.1.2 Keadaan Demografi

  Lebih dari itu penduduk merupakan objek dan subjek pembangunan dan pelayanan di suatu daerah. Selain itu, penduduk adalah unsur yang yang dapat menjadi beban atau juga unsur yang menimbulkan dinamika dalam proses pembangunan, karena itufaktor kependudukan perlu diubah dari faktor yang menambah beban pembangunan menjadi modal bagi pembangunan.

1. Komposisi Penduduk

  Data pada Tabel 4.3, dapat dilihat jumlah penduduk terbayak berada di desa Kota Pari yag mencapai 5.758 jiwa atau sebesar 13,8% dari total seluruhpenduduk di kecamatan Pantai Cermin sedangkan yang terkecil jumlah penduduknya berada di desa Pematang Kasih yang berjumlah 1.499 jiwa atausebesar 3,5 % dari total penduduk kecamatan Pantai Cermin. Ini terlihat pada Tabel 4.6 bahwa sarana keshatan yang palingbanyak terdapat di desa Pantai Cermin Kanan yakni sebanyak 9 buah sedangkan yang paling sedikit pada desa ara payung dan sementara yakni sebanyak 1 buah.

4.1.3 Keadaan Sosial Keamanan, Ketertiban dan Sosial Ekonomi Kemasyarakatan

  Kecamatan Pantai Cermin terdiri dari berbagai suku (etnis heterogen),yang terdiri dari Suku Melayu, Jawa, Batak Simalungun, Batak Karo,Banjar, dan Thionghoa, berbaur menjadi satu menjadi kehidupan bermasyarakat, dengan mayoritas beragama Islam, Kristen Protestan, Khatolik dan Budha,dimana menciptakan suatu tatanan kemasyarakatan yang kondusif, dan harmonis dengan saling menghormati, hal ini tercermin dengan tidak adanya kejadian yangdapat menimbulkan perpecahan di masyarakat. Kasih 1 Lubuk Saban 31 - - 641 1172 - - 169 233 3 7 174 790 1 - Naga Kisar Jumlah 13128 3080 528 434 49 3613 16457 64 3772 43 Sumber : Data Kecamatan 2009 Dari Tabel 4.8 dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk yang paling besar adalah etnis/suku melayu dan jawa, dan etnis/suku yang paling sedikitadalah aceh, minang dan banten.

4.1.4. PDRB Kecamatan Pantai Cermin

  Menurut masyarakat yang ada di sekitar kawasan wisata Pantai Cermin menyatakan bahwa (55%) masyarakat menyatakan pendapatan yang diperolehnyabergantung pada sektor pariwisata kemudian (45%) lainnya menyatakan sektor pariwisata bukan merupakan sumber pendapatan yang diperolehnya. Dengandemikian skor yang diperoleh memperoleh kriteria cukup seperti yang terlihat pada Tabel 4.12.

4.2. Pembahasan

4.2.1. Deskripsi Responden

  Responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden, dengan perincian yang tertera pada Tabel 4.13. Tabel 4.13 Rincian Responden Berdasarkan Jenis Kelamin dan Pendidikan No Uraian Jenis Kelamin Jumlah Pendidikan Laki-laki Perempuan 1 Tidak Tamat SD 1 2 3 2 SD 2 4 6 3 SMP 4 6 10 4 SMA 7 7 14 5 Diploma 4 4 8 6 Sarjana 6 3 9 Jumlah 23 27 50 Sumber : Data diolahDari Tabel 4.13 dapat di lihat bahwa responden yang dijadikan dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki sebanyak 23 orang dan yang berjeniskelamin perempuan sebanyak 27 orang.

4 Jumlah

  50 Sumber : Data diolah Dari Tabel 4.15 dapat dikemukakan bahwa pendapatan responden antara di bawah 1.000.000 sebanyak 11 orang responden, pendapatan masyarakat antara1.000.000 s/d 2.000.000 sebanyak 20 orang responden, pendapatan responden antara 2.000.000 s/d 3.000.000 sebanyak 12 orang responden, dan pendapatanresponden yang lebih besar 3.000.000 sebanyak 78 orang responden. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendapatan responden secara rata-rata adalahantara 1.000.000 s/d 2.000.000 dikarenakan jumlah responden yang dijadikan sebagai sampel memiliki pekerjaan sebagai Petani, Nelayan dan Pegawai NegeriSipil.

4.2.2. Kondisi Pariwisata Pantai Cermin

4.2.2.1. Objek Wisata

  Kawasan Wisata Pantai Cermin memiliki 6 buah objek wisata pantai yang masing-masing memiliki karakteristik sendiri sehingga menjadi daya tariktersendiri bagi para wisatawan untuk berkunjung. Pantai Mutiara 88Persepsi wisatawan yang datang ke kawasan wisata Pantai Cermin akan keunikan dari masing-masing objek wisata menyatakan bahwa (80%) wisatawanyang datang menyatakan objek wisata di kawasan wisata Pantai Cermin memiliki keunikan masing-masing seperti memiliki arena bermain air, restaurant seafooddipinggir pantai, tempat kampong nelayan, dan pantai yang indah, sebanyak(20%) wisatawan lainnya menyatakan bahwa objek wisata yang ada sama saja yakni hanya berupa pantai.

1. Pantai Cermin Theme Park

  Objek wisata ini terletak di desa Pantai Cermin kanan yang berada sejauh 45 km dari ibukota propinsi dan 25 Km dari ibukota kabupaten. Objek wisata ini merupakan tujuan wisata yangtelah dikemas secara modern dengan baik dan professional yang memiliki banyak fasilitas rekreasi seperti slide & polls, olah raga air (jetski, kayak dan bananaboat), mini zoo (kebun binatang mini), bird park (taman burung), water castle (istana air), pet shop (toko hewan) dan restoran juga di lengkapi dengan hotelnya.

2. Pantai Pondok Permai

  Pantai Mutiara 88 Pantai Mutiara 88 berada di desa Kotapari kecamatan Pantai Cermin yang berada sejauh 44 km dari ibukota Propinsi dan 24 km dari ibukotakabupaten. Namun objek wisata ini kurang mendukung dari segi aksesibilitas karena jalan yang menuju lokasi ini sangat jelek hanya merupakan jalan tanah dan batuansehingga apabila hujan akan menyebabkan lokasi wisata ini susah dicapai dan disepanjang jalan tercium aroma peternakan yang kurang enak.

4.2.2.2 Prasarana dan Sarana Wisata

  Dengan demikianskor yang diperoleh kriteria kurang baik seperti yang terlihat pada Tabel 4.17. Tabel 4.17 Tanggapan Wisatawan terhadap Prasarana dan Sarana Wisata No Alternatif Skor Frekuensi S x F Persentase Jawaban (S) (F) (%) 1.

1. Transportasi

  Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan Penulis kebutuhan akan pengembangan prasarana dan sarana transportasi harus mendapat prioritasyang tinggi, tanpa dukungan prasarana transportasi yang memadai maka kawasan obyek wisata Pantai Cermin akan sulit untuk di kunjungi wisatawan, untuk ituperlu ditingkatkan pelayanan transportasi terutama jaringan jalan untuk angkutan umum maupun angkutan pribadi yang menuju ke dan dari Pantai Cermin. Hanya di objek wisata Pantai Cermin Theme Park yang menggunakan jaringan air bersih PDAM dengan pengolahannya sendiri sedangkan di objekwisata lainnya menggunakan gallon yang diambil dari sumber air sebagai air untuk mandi dan toilet di objek wisata tersebut.

4. Hotel, Penginapan dan Restoran

  Kanan 7 Naga Kisar - 34 - - Hotel/penginapan di Kecamatan Pantai Cermin khususnya di kawasan obyek wisata Pantai Cermin telah tersedia. Restoran di kawasan obyek wisataPantai Cermin dan sekitar baik yang besar maupun yang kecil juga telah di bangun dan tersedia.

4.2.2.3 Pasar dan Promosi Wisata

  Menurut Responden mengenai pasar dan promosi wisata yang dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin menyatakan bahwa (45%) wisatawanmenyatakan cara memperoleh informasi keberadaan kawasan wisata PantaiCermin dapat diketahui memperoleh informasi melalui sumber informal(teman/keluarga), sedangkan wisatawan yang memperoleh informasi dari sumber informasi formal bisa dikatakan seimbang sebanyak (55%). Mendatangi pihak-pihak sekolah yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai agar para siswa dan siswinya melakukan kunjungan wisata Pantai Cermin, sertamemberikan potongan harga tiket hampir 50% bagi pelajar yang berasal dari dalam kabupaten.

4.2.3. Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Pantai Cermin

  Tahappertama yang dilakukan adalah dengan identifikasi faktor internal dan eksternal yang dimiliki kawasan wisata Pantai Cermin. Dari bobot dan nilai yang telah diberikan diketahui Strategis Advantages Profile dan Environmental Threats and Opportunity Profile kawasan wisata Pantai Cermin.

4.2.3.1 Analisis Faktor-Faktor Internal

A. Elemen Kekuatan

Tabel 4.21 Perhitungan Skor Elemen Kekuatan No Faktor Bobot Nilai B x N 1 Masing-masing objek wisata Pantai Cermin 0,121 4,0 0,484 memiliki keunikan tersendiri. 2 Kawasan wisata Pantai Cermin memiliki 0,078 2,6 0,203 aksesibilitas yang cukup baik 3 Event-event khusus sering dilakukan di 0,133 4,4 0,585 kawasan wisata Pantai Cermin 4 Kawasan wisata Pantai Cermin memiliki 0,109 3,6 0,392Banyak pilihan objek wisata 5 Potensi kawasan wisata Pantai Cermin 0,060 2,0 0,120 telah sering dipromosikan Jumlah 2,324 Sumber : Data diolah

1. Masing-Masing Objek Wisata Pantai Cermin Memiliki Keunikan Tersendiri

  Keunikanmasing-masing objek wisata di kawasan wisata Pantai Cermin merupakan salah faktor yang terdapat dalam elemen kekuatan yang mempunyai skor 0,484 danmerupakan kekuatan terbesar kedua. Berbagai kesenian tradisional yang dimiliki masyarakat juga merupakan salah satu modal keunikan tersendiri sebagai atraksi wisata yang bisadipertunjukkan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata PantaiCermin.

2. Kawasan Wisata Pantai Cermin Memiliki Aksesibilitas yang Cukup Baik

3. Event-event khusus sering dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin

  Dari kegiatan event khusus yang dilakukan tersebut berpengaruh dan mampu mendukung upaya pengembangan yang dilakukan sebab dengan adanyaevent khusus yang dilakukan masing-masing objek wisata mampu menarik minat wisatawan untuk melakukan perjalanan wisata kawasan wisata Pantai Cermin. Wisatawan tidak akan mengetahui potensi yangdimiliki suatu daerah tujuan wisata tanpa adanya kegiatan promosi, sehingga Upaya promosi wisata yang dilakukan Pemda setempat untuk memperkenalkan potensi kawasan wisata Pantai Cermin dilakukan dengan carapembuatan web site di internet, pembuatan famplet, mengikuti expose dan menjalin kerjasama dengan media cetak dan elektronik.

B. Elemen Kelemahan

Tabel 4.22 Perhitungan Skor Elemen Kelemahan No Faktor Bobot Nilai B x N 1 Masyarakat di sekitar lokasi memiliki pendapatan yang rendah0.072 2,4 0,173 2 Fasilitas pendukung wisata seperti toilet, rumah makan dan toko souvenir sangat kurang0.109 3,6 0,392 3 Standarisasi harga jual produk dan restribusi sering kurang diterapkan dan diawasi0.127 4,2 0,533 4 Masyarakat memiliki pemahaman yang rendah terhadap pentingnya menjaga kesehatan dalamkegiatan pariwisata 0.090 3,0 0,270 5 Masyarakat memiliki tingkat pendidikan yang rendah untuk menciptakan kreativitas di sektorpariwisata 0.096 3,2 0,307 Jumlah 1,675 Sumber: Data diolah

1. Masyarakat di Sekitar Lokasi Memiliki Pendapatan yang Tendah

  Masyarakat setempat melakukankegiatan berjualan souvenir, rumah makan atau pun warung-warung kecil di Dengan sedikitnya pendapatan yang diperoleh mengakibatkan masyarakat menaikan harga jual barang dagangannya untuk mendapatkan keuntungan yanglebih namun hal ini berpengaruh besar yang berkaitan dengan faktor kelemahan kurangnya pengawasan penetapan standarisasi harga jual produk dan restribusi. Fasilitas Pendukung Wisata Seperti Toilet, Rumah Makan dan Toko Souvenir Sangat Kurang Fasilitas pendukung pariwisata merupakan sarana di dalam objek wisata yang mampu mendukung aktivitas wisata yang ada, sedangkan fasilitas wisatatersebut meliputi: tempat penginapan, tempat makan dan minum, toko souvenir, tempat parkir dan toilet.

3. Standarisasi Harga Jual Poduk dan Restribusi Sering Kurang Diawasi

  Pemerintah diharapkan dapat tanggap dalam pengawasan standarisasi harga jual produk dan restribusi ini jika tidak maka wisatawan akan engganmelakukan kunjungan ke kawasan wisata Pantai Cermin yang akhirnya akan merugikan pemerintah dan masyarakat sendiri. Rendahnya pendidikan yang dimiliki masyarakat di sekitar kawasan lokasi wisata mengakibatkan rendahnya kreativitas yang dapat disajikan bagi wisatawansehingga pada akhirnya masyarakat mendapatkan pendapatan yang rendah dan kesejahteraan masyarakat tidak tercapai.

C. Strategic Advantege Profile (SAP)

  Berdasarkan pemberian bobot dan nilai yang telah dilakukan oleh responden yang terlibat maka tahap selanjutnya adalah mengetahui posisi Strategic Advantage Profile dari kawasan wisata Pantai Cermin. Meskipun usaha pemanfaatan pantai sebagai objek wisata termasuk dalam usaha kuat yang perlu diperhatikan adalah usaha untukmeminimalisasikan kelemahan-kelemahan yang terjadi dalam usaha pengembangan kawasan wisata.

4.2.3.2 Analisis Faktor-Faktor Ekternal

A. Elemen Peluang

Tabel 4.23 Perhitungan Skor Elemen Peluang No Faktor Bobot Nilai B x N 1 Kebijakan otonomi daerah 0,253 4,0 1,012 2 Program Pemerintah Pusat Visit Indonesia 0,228 3,6 0,821 2010 3 PNPM- Mandiri 0,203 3,2 0,650 4 Posisi Kecamatan Pantai Cermin yang 0,127 2,0 0,254 berdekatan dengan rencana pembangunanBandara Kuala Namu dan rencana TolMedan-Tebing Tinggi 5 Adanya Investor Asing yang mau 0,189 3,0 0,567 mengembangkan kawasan wisata PantaiCermin Jumlah 1 3,304 Sumber: Data diolah

1. Kebijakan Otonomi Daerah Kebijakan otonomi daerah merupakan elemen terbesar dengan skor 1,012

  Dari kondisi yang ada muncul suatu dorongan untuk mengembangkanpotensi kawasan wisata Pantai Cermin dengan tujuan menarik minat wisatawan untuk melakukan kunjungan wisata di daerah tersebut. Dalam upaya pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin pada khususnya serta objek wisata lainnya pada umumnya Pemda setempat diharapkantidak hanya mengejar nilai ekonominya untuk meningkatkan PAD, tetapi dalam upaya pengembangan wisata Pemda juga harus mempertimbangkan apek-aspeklainnya seperti aspek ekologi, sosial, budaya dan religi.

2. Program Pemerintah Pusat Visit Indonesia 2010

  Dari kebijakan pemerintah tersebut dapat membawa kawasan wisata Pantai Cermin menjadi terkenal dikalangan wisatawan mancanegara melalui paket wisata yang telah diatur oleh Pemerintah. Meskipun upaya visit indonesia 2010 telah dilakukan namun kegiatan promosi yang dilakukan belum mampu mempengaruhi wisatawan untukmelakukan perjalanan wisata di kawasan wisata Pantai Cermin.

3. PNPM- Mandiri

  Dengan adanya rencana bandar udara di Kuala Namu dan rencana tolMedan Tebing Tinggi merupakan peluang bagi usaha pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin untuk menarik minat wisatawan mancanegara agarmelakukan perjalanan wisata di daerahnya mengingat kawasan wisata tersebut masih tergolong jauh dari pusat kota sehingga masih sedikit wisatawan yangmengetahui potensi dan keberadaan kawasan wisata Pantai Cermin. Dengan dimilikinya citra wisata yang berbeda antara kawasan wisata Pantai Cermin dengan objek wisata yang dimiliki daerah lainnyadiharapkan tidak akan terjadi atraksi pemotong wisata yang disebabkan oleh dimilikinya citra yang sama antara kawasan wisata Pantai Cermin dengan objekwisata lainnya.

B. Elemen Ancaman

Tabel 4.24 Perhitungan Skor Elemen Ancaman No Faktor Bobot Nilai B x N 1 Daya saing dengan objek wisata di daerah 0,256 4,6 1,178 lain 2 Pola pemikiran masyarakat yang kurang 0,222 4,0 0,888 mementingkan perjalanan wisata 3 Pemanfaatan ekosistem pantai yang 0,167 3,0 0,501 berpengaruh pada kelestarian lingkungan 4 Perusakan hutan bakau di sepanjang pantai 0,156 2,8 0,437 5 Pembuatan usaha Tambak di sepanjang 0,200 3,6 0,720 pantai Jumlah 1 3,724 Sumber: Data diolah

1. Daya Saing Dengan Objek Wisata di Daerah Lainnya

  Dengan adanya daya saing dari kabupaten/kota lainnya maka para pelaku yang terlibat dalam usaha pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin secepatmungkin mengambil tindakan untuk mengatasi segala kelemahan yang dimiliki kawasan wisata seperti minimnya ketersediaan sarana penunjang wisata sertamasih minimnya variasi atraksi yang mampu menahan wisatawan untuk lebih lama tinggal di kawasan wisata. Menurut responden yang terlibat dalam studi terdapatnya daya saing wisata di daerah lain selain menjadi ancaman juga bisa menjadi faktor pemacu Sedangkan untuk menghindari hilangnya kesan tempat dan nilai keaslian yang dimiliki kawasan wisata, maka dalam usaha pengembangan pariwisata harusmampu mempertahankan karakteristik lokal daerah tujuan wisata tersebut.

4. Perusakan hutan bakau di sepanjang pantai

  Dilakukannya penebangan secara liar oleh masyarakat desa dikhawatirkan mampu mempengaruhi lingkungan ekosistem pantai, mengingat hutan bakaumerupakan zona peyangga yang berfungsi untuk memberikan kesejukan, keindahan panorama kepada pengunjung serta melindungi pantai dari abrasi danpengikisan pantai sehingga keberadaan hutan bakau sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya abrasi pantai dan tempat perlindungan ikan. Adanyaancaman dari kegiatan penebangan liar tersebut menuntut dilakukannya koordinasi Pemda Serdang Bedagai untuk menindak lanjuti kegiatan yang bisamengancam eksistensi lingkungan kawasan wisata Pantai Cermin.

5. Pembuatan Usaha Tambak di sepanjang pantai

  Usaha tambak yang dilakukanpengusaha mengakibatkan terjadinya pencemaran air di sekitar pantai, meskipun usaha tambak yang dilakukan memiliki sistem pengolahan limbah namun dampakyang akan terjadi dari kegiatan tersebut dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan pantai sehingga pantai tersebut menjadi kotor dan tidak layak untukdijadikan tempat pemandian. Beberapa hal yang mendasari dilakukannya usaha tambak ini adalah kurangnya ketatnya pengawasan Pemda Serdang Bedagai dalam pemberian izinuntuk mengusahakan pertambakan maupun munculnya tambak liar tanpa izin operasi sehingga terjadinya tumpang tindih kebutuhan antara pemanfaatan pantaisebagai daerah wisata dan sebagai usaha perikanan.

C. Environmental Threats and Opportunities Profiles (ETOP)

  Kondisi yang ada ini bisa dikatakan bahwa usaha pemanfaatan kawasan wisata Pantai Cermin sebagai objek pantai/ alam pada tahap perkembangan merupakan usaha spekulatif yang dapat memberikan keuntunganatau pun malah menjadi kerugian. Namun beberapa hal yang harus diperhatikan dalam usaha pemanfaatan ekosistem pantai ini adalah tetap harus memperhatikanancaman yang telah diuraikan di atas sehingga usaha pemanfaatan ekosistem pantai ini mampu bergeser ke usaha yang ideal dengan semakindiminimalisasikannya ancaman yang dimiliki.

4.5.3 Matriks SWOT

   Memberikan penyuluhan kepada masyarakat oleh pemerintah melalui dinas kesehatan untuk lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kesehatan  Mengembangkan kreatifitas masyarakat melalui PNPM Mandiri sehingga dapat membuat usaha- usaha yang baru di sektor pariwisata untuk meningkatkan pendapatan masyarakat  Memasukan banyak objek wisata di Pantai Cermin ke dalam program promosi pemerintah pusat visit Indonesia 2010 untuk memperkenalkan dan meningkatkan wisatawan. Meningkatkan pemahaman masyarakat untuk mendapatkan pendapatan dari sektor pariwisata sehingga masyarakat tidak melakukan usaha tambak yangdapat mengganggu kawasan wisata Dari semua strategi yang telah disebutkan diatas, diperoleh strategi yang utama untuk menentukan prioritas strategi yang ada dengan mengambil skortertinggi dari elemen faktor kekuatan dengan elemen faktor kesempatan (SO Strategies) yang dapat melibatkan masyarakat secara penuh sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  Strategi pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin yang diperoleh melalui analisis SWOT seperti yang terlihat pada matriks SWOT, memilikielemen faktor internal yang kuat dan elemen fakor eksternal yang spekulatif sehingga strategi yang dilakukan berada pada posisi yang prospektif. Strategiutama yang diperoleh dari matriks SWOT dapat disimpulkan adalah strategi yang memanfaatkan dan mengali potensi masyarakat dalam mengadakanevent-event yang mengedepankan unique value dari kawasan wisata PantaiCermin melalui kebijakan pemerintah yang dicanangkan dalam kalender wisata tahunan Kabupaten Serdang Bedagai.

5.2. Saran

  Untuk meningkatkan pengembangan kawasan wisata Pantai Cermin disarankan adanya usaha untuk mempertahankan unique value masing-masing objek wisata dengan menjaga kelestarian lingkungan ekosistem pantai dari pencemaran, dan perusakan dengan menertibkan kembaliperizinan usaha tambak sesuai dengan rencana tata ruang kabupaten SerdangBedagai dan mengawasi dan melarang dilakukannya penebangan liar terhadap hutan bakau dapat dilakukan oleh unsur Muspika setempat. Elemen pasar dan promosi wisata hendaknya lebih ditingkatkan lagi terutama menciptakan image yang baik tentang kawasan wisata sepertimenciptakan suasana aman, nyaman dan tentram dan mengawasi terjadinya pungutan restribusi liar dan tingginya harga produk di kawasan wisata karenawisatawan memperoleh informasi tentang kawasan wisata Pantai Cermin melalui teman atau orang lain yang disampaikan dari mulut ke mulut.

DAFTAR PERTANYAAN (ANGKET)

I. Keterangan

  Menurut anda apakah objek wisata yang ada dikawasan wisata Pantai Cermin ini memiliki keunikan yang menonjol?a. Menurut anda, apakah konidi jalan masuk ke setiap objek wisata yang ada dikawasan wisata pantai Cermin dalam keadaan yang baik?a.

KELEMAHAN (WEAKNESS)

  Menurut anda, apakah pendapatan yang diterima masyarakat disekitar lokasi wisata berpengaruh terhadap pengembangan kawasan wisata?a. Menurut anda, apakah pemenrintah kurang memiliki andil yang besar dalam mengawasi harga jual produk dan restribusi di kawasan wisata PantaiCermin?

PELUANG (OPURTUNITIES)

  Menurut anda, apakah dengan adanya investor asing dapat mengembangakan kawasan wisata menjadi lebih baik?a. Menurut anda, apakah nantinya dengan adanya bandara dan jalan tol yang dibangun akan mempengaruhi jumlah kunjungan wisata?a.

ANCAMAN (THREAD)

  Menurut anda, apakah objek wisata di daerah lain berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Pantai Cermin?a. Menurut anda, apakah objek wisata yang ada di kawasan wisata PantaiCermin memiliki keunikan yang menarik bagi anda?

Informasi dokumen
Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Adanya Investor Asing yang Mau Mengembangkan Kawasan Wisata Pantai Cermin Daya Saing Dengan Objek Wisata di Daerah Lainnya. Air Bersih Penerangan dan Telekomunikasi Hotel, Penginapan dan Restoran Event-event khusus sering dilakukan di kawasan wisata Pantai Cermin Kawasan Wisata Pantai Cermin Memiliki Banyak Pilihan Objek Wisata. Potensi Kawasan wisata Pantai Cermin Telah Sering Dipromosikan Kawasan Wisata Pantai Cermin Memiliki Aksesibilitas yang Cukup Baik. Keadaan Geografis Gambaran Umum Kecamatan Pantai Cermin Kebijakan Otonomi Daerah Program Pemerintah Pusat Visit Indonesia 2010 Kerangka Pemikiran TINJAUAN PUSTAKA Kesehatan Masyarakat Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Komposisi Penduduk Kepadatan Penduduk Pendidikan Masyarakat Latar Belakang Masalah PENDAHULUAN Masing-Masing Objek Wisata Pantai Cermin Memiliki Keunikan Masyarakat di Sekitar Lokasi Memiliki Pendapatan yang Tendah Fasilitas Pendukung Wisata Seperti Toilet, Rumah Makan dan Toko Souvenir Sangat Kurang Masyarakat Memiliki Tingkat Pendidikan yang Rendah Untuk Pantai Cermin Theme Park Pantai Pondok Permai Pantai Gudang Garam Pantai Sri Mersing Pantai Mutiara 88 Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Pendapatan Masyarakat Kesehatan Masyarakat Penelitian Sebelumnya TINJAUAN PUSTAKA Pengembangan Obyek Wisata Pengembangan Prasarana dan Sarana wisata Pengembangan Pasar dan Promosi Wisata PNPM- Mandiri Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Pola Pemikiran Masyarakat yang Kurang Mementingkan Perjalanan Wisata Pemanfaatan ekosistem pantai yang berpengaruh pada kelestarian Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Ruang Lingkup Penelitian METODE PENELITIAN Standarisasi Harga Jual Poduk dan Restribusi Sering Kurang Diawasi Transportasi Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Strategi Pengembangan Kawasan Wisata..

Gratis

Feedback