Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.f.) Sebagai Pewarna

Gratis

85
327
65
2 years ago
Preview
Full text

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis L.f.) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI OLEH: NONIE ERINDA NIM 071501055

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis L.f.) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI OLEH: NONIE ERINDA NIM 071501055 FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis L.f.) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat untuk MemperolehGelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAK DAUN JATI (Tectona grandis L.f.) SEBAGAI PEWARNA SKRIPSI Diajukan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat untuk MemperolehGelar Sarjana Farmasi pada Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

OLEH: NONIE ERINDA NIM 071501055FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011

  PENGESAHAN SKRIPSI FORMULASI SEDIAAN LIPSTIK MENGGUNAKAN EKSTRAKDAUN JATI (Tectona grandis L.f.) SEBAGAI PEWARNA OLEH: NONIE ERINDA NIM 071501055 Dipertahankan di Hadapan Panitia Penguji SkripsiFakultas Farmasi Universitas Sumatera UtaraPada Tanggal: Agustus 2011 Pembimbing I, Panitia Penguji: Dra. NIP 195404121976031003 NIP 194901131976032001 Pembimbing II, Dra.

KATA PENGANTAR

  Formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak daun jati menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat cukup stabil, homogen, titik lebur 65ºC,memiliki kekuatan lipstik yang baik, mudah dioleskan dengan warna yang merata, pH berkisar antara 4,3-4,6, serta tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup amanuntuk digunakan, dan sediaan yang paling disukai adalah sediaan 4 yaitu sediaan dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 10%. Formulasi sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak daun jati menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat cukup stabil, homogen, titik lebur 65ºC,memiliki kekuatan lipstik yang baik, mudah dioleskan dengan warna yang merata, pH berkisar antara 4,3-4,6, serta tidak menyebabkan iritasi sehingga cukup amanuntuk digunakan, dan sediaan yang paling disukai adalah sediaan 4 yaitu sediaan dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 10%.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kosmetik memiliki sejarah panjang dalam kehidupan manusia

  HK.00.05.4.1745 tentang Kosmetik, dinyatakan bahwa definisi kosmetik adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan padabagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan,mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik (BPOM RI, 2003). Dewasa ini, pewarna bibir cair dan krim tidak banyak dijumpai Lipstik merupakan pewarna bibir yang dikemas dalam bentuk batang padat(stick) terdiri dari zat pewarna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehingga dapatmemberikan suhu lebur dan viskositas yang dikehendaki.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Daun Jati

  secara historis, nama tectonaberasal dari bahasa portugis (tekton) yang berarti tumbuhan yang memiliki kualitas tinggi. Di Negara asalnya, tanaman jati ini dikenal dengan banyak namadaerah, seperti ching-jagu (di wilayah Asam), saigun (Bengali), tekku (Bombay), dan kyun (Burma).

2.1.1 Morfologi Tumbuhan

  Tanaman jati tergolong tanaman yang menggugurkan daun pada saat musim kemarau, antara bulan nopember hingga januari. 2.1.2 Sistematika Tumbuhan Berdasarkan hasil identifikasi sampel daun jati yang dilakukan diHerbarium Medanense, diperoleh klasifikasi tumbuhan sebagai berikut:Kingdom : PlantaeDivisi : SpermatophytaClass : DicotylodonaeOrdo : SolanalesFamili : VerbenaceaeGenus : Tectona Spesies : Tectona grandis L.f.

2.2 Antosianin

  Pigmen yang berwarna kuat dan larut dalam air inimerupakan penyebab hampir semua warna merah jambu, merah marak, merah, ungu, dan biru dalam daun bunga, daun, dan buah pada tumbuhan tinggi. Antosianidin yang paling umum sampai saat ini ialah Antosianin terdapat dalam semua tumbuhan tingkat tinggi, banyak ditemukan dalam bunga dan buah, tetapi ada juga yang ditemukan dalam daun,batang, dan akar.

2.3 Ekstraksi

  Cara lain, jaringan tumbuhan yang jumlahnya lebih banyak dapat dimaserasi dalam pelarut yang mengandung asam, lalu maserat o o disaring. Ekstrak kemudian dipekatkan pada tekanan rendah dan suhu 35 - 40 C sampai volumenya menjadi kira-kira seperlima volume ekstrak asal (Harborne,1987).

2.4 Kulit

  Dermis terletak tepat di bawah epidermis, dan terdiri dari serabut-serabut kolagen, elastin dan retikulin yang tertanam dalam suatu substansi dasar. Disekitar pembuluh darah yang kecil terdapat limfosit, histiosit, sel mast dan neutrofil polimorfonuklear yang melindungi tubuh dari infeksi.

2.5 Bibir

  Sangat jarang terdapat kelenjar lemak pada bibir, menyebabkan bibir hampirbebas dari lemak, sehingga dalam cuaca yang dingin dan kering lapisan jangat Bibir berfungsi untuk membantu proses berbicara dan makan. Garis basah (atau garis kering-basah) adalah perbatasanantara bagian merah luar (bingkai vermillion) yang biasanya kering, dan bagian dalam mukosa yang lembut dan lembab.

2.6 Kosmetik

  Defenisi kosmetik dalam Peraturan MenteriKesehatan RI No.445/ MenKes/Permenkes/1998 adalah sebagai berikut:”Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian luar badan (epidermis, rambut, kuku, bibir, dan organ kelamin bagianluar), gigi, dan rongga mulut untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, 1. Preparat untuk suntan dan suncreen, misalnya suncreen foundation, dll(Tranggono dan Latifah, 2007) Kosmetik umumnya mengandung bahan-bahan seperti lemak, minyak, ester lilin, minyak ester, humektan, pewarna, dan lain-lain.

2.7 Kosmetik Dekoratif

  Persyaratan untuk kosmetik dekoratif antara lain adalah warna yang menarik, bau yang harum dan menyenangkan, tidak lengket, tidak menyebabkankulit tampak berkilau, dan tidak merusak atau mengganggu kulit, bibir, kuku, dan adeneksa lainnya. Kosmetik dekoratif yang efeknya mendalam dan biasanya dalam waktu lama batu luntur, misalnya kosmetik pemutih kulit, cat rambut, pengeriting rambut,dan preparat penghilang rambut (Tranggono dan Latifah, 2007) Berdasarkan bagian tubuh yang dirias, kosmetik dekoratif dapat dibagi menjadi: 1.

2.8 Lipstik

  Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari campuran lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehinggadapat memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikendaki. Suhu lebur lipstik yang ideal sesungguhnya diatur hingga suhu yang mendekati suhu bibir, o bervariasi antara 36-38 C.

2.9 Komponen Utama dalam Sediaan Lipstik

  Modifier wax yang bekerja bersama dengan malam untuk memperbaiki tekstur, aplikasi dan stabilitas termasuk setil asetat, lanolin, setil alkohol, oleilalkohol, dan vaselin (putih dan kuning). Antioksidan/Pengawet BHA, BHT, ekstrak rosemary, asam sitrat, propil paraben, metil paraben, dan tokoferol (Barel, et al, 2001).

2.9.1 Komponen Lipstik yang Digunakan dalam Formulasi

  Kelarutannya yaitu paktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (96 %) P, larut dalam 20 bagian etanol (96 %) P mendidih, kloroform P, éter P, minyak lemak dan minyak atsiri. Kelarutannya yaitu sukar larut dalam air dan benzen, mudah larut dalam etanol dan dalam eter, larut dalam minyak, propilen glikol, dan dalam gliserol.

2.10 Uji Tempel (Patch Test)

  Uji tempel adalah uji iritasi dan kepekaan kulit yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan uji pada kulit normal panel manusia dengan maksuduntuk mengetahui apakah sediaan tersebut dapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Biasanya yang paling tepat dijadikan daerah lokasi uji tempeladalah bagian punggung, lengan tangan, dan bagian kulit di belakang telinga (Ditjen POM, 1985).

BAB II I METODELOGI PENELITIAN Metodelogi penelitian ini adalah eksperimental. Penelitian meliputi

penyiapan sampel, pembuatan ekstrak, formulasi sediaan, pemeriksaan mutu fisik sediaan, uji iritasi terhadap sediaan, dan uji kesukaan (hedonic test) terhadapvariasi sediaan yang dibuat.

3.1 Alat dan Bahan

  3.1.1 Alat Alat-alat yang digunakan antara lain: alat-alat gelas laboratorium, lumpang dan alu porselen, penangas air, neraca analitis rotary evaporator, freeze dryer,oven, penangas air, pH meter, spatula, kertas saring, sudip, kaca objek, cawan penguap, pencetak suppositoria, pipet tetes, jangka sorong, dan wadah lipstik (roll up). 3.1.2 Bahan Bahan tumbuhan yang digunakan dalam penelitian ini adalah daun jati muda (Tectona grandis L.f.).

3.2 Pengumpulan dan Pengolahan Sampel

3.2.1 Pengumpulan Sampel

  Sampel yang digunakan adalah daun jati 3.2.2 Identifikasi Tumbuhan Identifikasi tumbuhan dilakukan di Herbarium Medanense (MEDA) Universitas Sumatera Utara. 3.2.3 Pengolahan Sampel Daun jati muda yang segar dibersihkan dari kotoran dengan cara mencucinya dengan air bersih, ditiriskan, lalu dipisahkan tulang daunnya,kemudian digerus menggunakan lumpang dan alu porselin.

3.3 Pembuatan Ekstrak Daun Jati

  Sebanyak 200 g daun jati muda yang telah digerus diekstraksi dengan 1 liter etanol 96% yang telah dicampur dengan 5 g asam sitrat, ditutup dan dibiarkanselama 1 malam terlindung dari cahaya sambil sering diaduk, disaring dengan kertas saring, filtrat di tampung. Filtrat kemudian diuapkan dengan bantuan alat rotary evaporator pada temperatur kurang lebih 45 C, kemudian dipekatkan menggunakan freeze dryer sehingga didapatkan ekstrak daun jati (Hidayat danSaati, 2006).

3.4.1 Formula

  Formula dasar yang dipilih pada pembuatan lipstik dalam penelitian ini dengan komposisi sebagai berikut (Young, 1974):R/ Cera alba 36,0 Lanolin 8,0Vaselin alba 36,0Setil alkohol 6,0Oleum ricini 8,0 Carnauba wax 5,0 Pewarna secukupnyaParfum secukupnyaPengawet secukupnyaBerdasarkan hasil orientasi terhadap basis lipstik menggunakan formula di atas yaitu dengan mengganti carnauba wax dengan cetaceum didapat basis lipstikyang baik. Berdasarkan hasil orientasi terhadap penggunaan pewarna ekstrak daun jati dalam formulasi sediaan lipstik, maka diperoleh hasil bahwa pada konsentrasi1% warna yang dihasilkan terlalu muda sehingga tidak menempel dikulit punggung tangan walaupun setelah 5 kali pengolesan.

3.4.2 Prosedur Pembuatan Lipstik

  Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:Nipagin dilarutkan dalam propilen glikol, setelah nipagin larut, ekstrak daun jati kemudian dilarutkan dalam campuran propilen glikol dan nipagintersebut, butil hidroksitoluen dilarutkan dalam oleum ricini, kemudian ditambahkan kedalam campuran pewarna, nipagin, dan propilen glikol, laluditambahkan titanium dioksida dan diaduk hingga homogen (campuran A). Hasil pembuatan lipstik menggunakan pewarna ekstrak daun jati dapat dilihat pada lampiran 6, dan lipstik tanpa pewarna ekstrak daun jati dapat dilihat pada lampiran 5.

3.5 Pemeriksaan Mutu Fisik Sediaan Pemeriksaan mutu fisik dilakukan terhadap masing-masing sediaan lipstik

Pemeriksaan mutu fisik sediaan meliputi: pemeriksaan homogenitas, titik lebur, kekuatan lipstik dan stabilitas sediaan yang mencakup pengamatan terhadapperubahan bentuk, warna dan bau dari sediaan, uji oles, dan pemeriksaan pH.

3.5.1 Pemeriksaan Homogenitas

  Masing-masing sediaan lipstik yang dibuat dari ekstrak daun jati diperiksa homogenitasnya dengan cara mengoleskan sejumlah tertentu sediaan pada kaca 3.5.2 Pemeriksaan Titik Lebur Lipstik Pengamatan dilakukan terhadap titik lebur lipstik dengan cara melebur lipstik. 3.5.4 Pemeriksaan Stabilitas Sediaan Pengamatan terhadap adanya perubahan bentuk, warna, dan bau dari sediaan lipstik dilakukan terhadap masing-masing sediaan selama penyimpananpada suhu kamar pada hari ke 1, 5, 10 dan selanjutnya setiap 5 hari hingga hari ke-30.

3.5.6 Penentuan pH Sediaan Penentuan pH sediaan dilakukan dengan menggunakan alat pH meter

  Cara :Alat terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan larutan dapar standar netral (pH 7,01) dan larutan dapar pH asam (pH 4,01) hingga alatmenunjukkan harga pH tersebut. Sampel dibuat dalam konsentrasi 1% yaituditimbang 1 g sediaan dan dilarutkan dalam 100 ml air suling, lalu dipanaskan.

3.6 Uji Iritasi dan Uji Kesukaan (Hedonic Test)

Setelah dilakukan pengujian kestabilan fisik terhadap sediaan, kemudian dilanjutkan dengan uji iritasi dan uji kesukaan (Hedonic Test) terhadap sediaan.

3.6.1 Uji Iritasi

  Uji iritasi dilakukan terhadap sediaan lipstik menggunakan pewarna ekstrak daun jati dengan maksud untuk mengetahui bahwa lipstik yang dibuatdapat menimbulkan iritasi pada kulit atau tidak. Uji tempel terbuka dilakukan dengan mengoleskan sediaan yang dibuat pada lokasi lekatan dengan luas tertentu (2,5 x 2,5 cm), dibiarkan terbuka dan diamati apa yangterjadi.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  4.1 Ekstrak Daun Jati Hasil ekstraksi daun jati muda segar berupa ekstrak kental yang berwarna merah kecoklatan. Lipstik dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 2,5% dan 5% berwarna jingga tua, konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 7,5% dan 10%berwarna merah, konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 12,5%, dan 15% berwarna merah tua.

4.3.1 Homogenitas Sediaan

  Hal ini menunjukkan bahwa sediaan yang dibuat mempunyai susunan yang homogen (Ditjen POM, 1979). Pada prosesnya, ekstrak daun jati tidak larut sempurna dalamoleum ricini sehingga digunakan propilen glikol 5% untuk melarutkan zat warna ekstrak daun jati tersebut.

4.3.2 Titik Lebur Lipstik

Tabel 4.1 Data Pemeriksaan Titik Lebur Sediaan Suhu (ºC) 1 65 2 65 3 65 4 65 5 65 6 65 7 65 Keterangan :Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 2,5%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 5%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 7,5%Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 10%Sediaan 5 : Formula dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 12,5%Sediaan 6 : Formula dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 15%Sediaan 7 : Formula tanpa pewarna ekstrak daun jati Hasil pemeriksaan titik lebur lipstik menunjukkan bahwa seluruh sediaan lipstik melebur pada suhu 65ºC. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan yang dibuatmemiliki titik lebur yang baik (Vishwakarma et al, 2011).

4.3.3 Kekuatan Lipstik

  Perbedaan ini disebabkan olehperbedaan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati yang digunakan, semakin tinggi konsentrasi pewarna ekstrak daun jati dalam sediaan lipstik, maka semakin sedikitdasar lipstik yang digunakan. Hal ini menyebabkan lipstik dengan konsentrasi pewarna ekstrak daun jati 12,5% dan 15% lebih mudah patah dibandingkansediaan lipstik lain yang menggunakan pewarna ekstrak daun jati dengan konsentrasi yang lebih rendah.

4.3.4 Stabilitas Sediaan

  Berdasarkan hasil pengamatan bentuk,diketahui bahwa seluruh sediaan lipstik yang dibuat memiliki bentuk dan konsistensi yang baik, yaitu tidak keluar air dan tidak meleleh pada penyimpanansuhu kamar. Sedangkan bau yang dihasilkan dariseluruh sediaan lipstik adalah bau khas dari parfum yang digunakan yaitu oleum rosae.

4.3.5 Uji Oles

4.3.6 Pemeriksaan pH

  Sediaan lipstik menghasilkan pengolesan yang baik jika sediaan memberikan warna yang intensif, merata dan homogen saat dioleskan pada kulitpunggung tangan. Berdasarkan uji oles diperoleh hasil bahwa sediaan yang menghasilkan pengolesan yang sangat baik adalah sediaan 5 dan 6 yaitu lipstikdengan konsentrasi daun jati 12,5% dan 15%, hal ini ditandai dengan satu kali pengolesan sediaan telah memberikan warna yang intensif, merata dan homogensaat dioleskan pada kulit punggung tangan.

4.4 Hasil Uji Iritasi

Tabel 4.5 Data Uji Iritasi Pengamatan Panelis 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kulit kemerahan (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)Kulit gatal-gatal (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-)Kulit bengkak (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) (-) Keterangan:(-) : tidak terjadi iritasi(+) : kulit kemerahan(++) : kulit gatal-gatal(+++) : kulit bengkak Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada 10 orang panelis yang dilakukan dengan cara mengoleskan sediaan lipstik pada kulit lengan atas bagiandalam selama 2 hari berturut-turut, menunjukkan bahwa semua panelis memberikan hasil negatif terhadap parameter reaksi iritasi yang diamati yaituadanya kulit merah, gatal-gatal, ataupun adanya pembengkakan. Dari hasil uji iritasi tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan lipstik yang dibuat aman untukdigunakan (Tranggono dan Latifah, 2007).

4.5 Hasil Uji Kesukaan (Hedonic Test)

  Darihasil uji kesukaan diperoleh bahwa: Sediaan 1 disukai oleh 10% panelis -Sediaan 2 disukai oleh 23,33% panelis -Sediaan 3 disukai oleh 70% panelis -Sediaan 4 disukai oleh 86,67% panelis -Sediaan 5 disukai oleh 53,33% panelis -Sediaan 6 disukai oleh 13,33% panelis -Sediaan yang paling banyak disukai panelis adalah sediaan 4, yaitu dengan konsentrasi pewarna 10%. Perhitungan hasil uji kesukaan (Hedonic Test) dapatdilihat pada Lampiran 9 .

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Hasil penentuan mutu fisik sediaan menunjukkan bahwa seluruh sediaan yang dibuat stabil, tidak menunjukkan adanya perubahan bentuk, warna dan baudalam penyimpanan selama 30 hari, homogenitasnya baik, titik lebur 65ºC, kekuatan lipstik baik, dan pH berkisar antara 4,3-4,6. Sediaan Lipstik Menggunakan Pewarna Ekstrak Daun Jati Keterangan:Sediaan 1 : Formula dengan konsentrasi ekstrak daun jati 2,5%Sediaan 2 : Formula dengan konsentrasi ekstrak daun jati 5%Sediaan 3 : Formula dengan konsentrasi ekstrak daun jati 7,5 %Sediaan 4 : Formula dengan konsentrasi ekstrak daun jati 10 %Sediaan 5 : Formula dengan konsentrasi ekstrak daun jati 12,5 %Sediaan 6 : Formula dengan konsentrasi ekstrak daun jati 15 % Lampiran 7.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Penggunaan Ekstrak Pucuk Daun Jati (Tectona grandis L.f) sebagai Pewarna Rambut
26
222
70
Formulasi Lipstik Menggunakan Ekstrak Bunga Tasbih (Canna hybrida L) Sebagai Pewarna
12
149
77
Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
13
123
86
Formulasi Sediaan Bubuk Kompak Menggunakan Ekstrak Angkak Sebagai Pewarna
45
200
71
Penggunaan Ekstrak Buah Barberry (Berberis Nepalensis (DC.) Spreng.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
6
59
64
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna
30
150
71
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Buah Rasberi (Rubus rosifolius J.E.Smith) Sebagai Pewarna
42
204
73
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L var forma glutinosa) Sebagai Pewarna
35
176
64
Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandis L.f.) Sebagai Pewarna
85
327
65
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kubis Merah (Brassica oleraceae var capitata L.f. rubra (L) Thell) Sebagai Pewarna
40
163
64
Formulasi Sediaan Lipstik Dengan Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Sebagai Pewarna
78
323
74
Uji Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol 70% Daun Jati (Tectona grandis L.f.) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Total Darah Pada Tikus Putih Jantan
0
25
73
Penggunaan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma malabathricum L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
0
0
21
Penggunaan Ekstrak Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Sebagai Pewarna Dalam Sediaan Lipstik
3
2
12
1.5 Manfaat Penelitian - Formulasi Sediaan Lipstik Menggunakan Ekstrak Angkak (Monascus Purpureus) Sebagai Pewarna
2
1
15
Show more