Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).

Gratis

1
55
148
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Bismillahirrahmanirrahim Dengan segala kerendahan hati, peneliti mengucapkan puji dan syukur kepada Alah SWT yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya yangberlimpah kepada peneliti sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango(studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara)”. Kesimpulan dari hasil yang diperoleh adalah para mahasiswa Universitas Sumatera Utara mengemukakan opini bahwa mereka sebagai responden dalam penelitian ini, menerima dan juga tidak menyesalkanpenggunaan sosok ataupun figur Obama dalam iklan televisi wafer Tango, walaupun mereka tahu bahwa sosok tersebut adalah Obama palsu.

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Masalah Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan pada masa sekarang ini

  Mungkin kita sudah melihat iklan yang mirip Obama di beberapa TV swasta seperti iklan sebuah snack wafer atau iklan yang mengetengahkankesuksesan Obama menjadi presiden disebuah TV dalam iklan partai, dalam iklan produk wafer dimulai dari seorang ibu yang datang menjemput anak balitanya,sang anak lari-lari menghampiri ibunya sembari meneriakkan sesuatu, namun ketika sudah dekat, bukan ibunya yang di hampiri oleh sang anak, namunseseorang yang berpenampilan mirip dengan Obama. Tetapi ada juga yang memandangnya dari sisi positif seperti menganggap iklan yang menggunakan figur Obama ini sangatmenarik, karena Obama adalah presiden dari negara yang besar dan dalam iklan menggunakan sosok yang sangat mirip dengan Obama dan iklannya sangat lucudan kreatif.

I. 2 Perumusan Masalah

  Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dikemukakan perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:“Bagaimanakah opini mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap figur Obama dalam iklan wafer Tango di Trans TV?” I.3 Pembatasan Masalah Untuk menghindari ruang lingkup penelitian yang terlalu luas sehingga dapat mengaburkan penelitian, maka penulis membatasi masalah yang akanditeliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yaitu metode yang bertujuan melukiskan secara sistematis karakteristik populasi atau bidang-bidang tertentu secara faktual dan cermat tanpa mencari atau menjelaskan hubungan, tidak menguji hipotesis dan melakukan prediksi.

I. 6.1 Komunikasi dan Komunikasi Massa

  Defenisikomunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan oleh ahli komunikasi lain yaituGerbner (dalam Ardianto,2004:4), ”komunikasi massa ialah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontiniuserta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri. Ini tidak berartibahwa khalayak meliputi seluruh penduduk atau semua orang yang menonton, Rakhmat (Ardianto,2004:7) merangkum defenisi-defenisi komunikasi massa menjadi, “komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi massayang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sebagai pesan yang sama yang dapat diterimasecara serentak dan sesaat.

1.6.2 Televisi sebagai Media Massa

  Media massa adalah suatu istilah yang mulai digunakan pada tahun1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus di desain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas ( http://id.wikipedia.org/wiki/Media massa) Untuk berlangsungnya komunikasi massa diperlukan saluran yang memungkinkan disampaikannya pesan kepada khalayak yang dituju. Televisi adalah salah satu bentuk media massa yang selain mempunyai daya tarik yang kuat, disebabkan adanya unsur-unsur kata-kata, musik dan sound effect, juga mempunyai keunggulan lain yaitu unsur visual berupa gambar hidup yang dapat menimbulkan kesan yang mendalam bagi pemirsanya.

1.6.3 Komunikasi Pemasaran

  Nickels dalam bukunya Marketing Communication And Promotion, mendefenisikan komunikasi pemasaran sebagai berikut: proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien (Purba, 2006:126). Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh berbeda.

I. 6.4 Periklanan

  Masih mengutip dari buku yang sama, Wright berpendapat, iklan merupakan suatu proseskomunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual barang, memberikan pelayanan serta gagasanatau ide-ide melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi persuasif. Sedangkan Institut Periklanan Inggris mendefenisikan Iklan sebagai pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang palingpotensial, atau produk barang atau jasa tertentu dengan biaya semurah-murahnya (Kasali:1992, 114).

A. Iklan Televisi

  Kesan RealistikKarena sifatnya yang visual dan merupakan kombinasi warna-warna, suara dan gerakan, maka iklan-iklan televisi tampak begitu hidup dan nyata. Repetisi/ PengulanganIklan televisi biasanya ditayangkan hingga beberapa kali dalam sehari sampai dipandang cukup bermanfaat yang memungkinkan sejumlah masyarakat untukmenyaksikannya, dan dalam frekuensi yang cukup sehingga pengaruh iklan tersebut bangkit.

B. Positioning

  Posisi ini dicapaimelalui suatu komunikasi periklanan dengan strategi merebut sekapling dari suatu ceruk yang masih tersedia dipasar yang dikenal dengan istilah Konsep Positioning. Strategi yang sering digunakan disini adalah dengan penggunaan model, terutama artis yang terkenal sebagaibintang iklan ataupun perwakilan produknya.

I. 6.5 Teori S-O-R

  Model S-O-R dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1 Model S-O-R Organism : Stimulus Response :Perubahan sikap Proses diatas mengambarkan perubahan sikap dan bergantung kepada proses yang terjadi pada individu. Pada langkah berikutnya adalah organisme dapat menerima secara baik apa yang telah diolah sehingga dapat terjadi kesediaan dalam mengubah stimulus yang diberikan dapat meyakinkan organisme, dan akhirnya secara efektif dapat merubah sikap.

I. 6.6 Opini

  Pengertian publik secara psikologis adalah sekelompok orang yang mempunyai minat yang sama tentang satu hal (E. Bogardus) atau sekelompokorang yang menaruh perhatian terhadap suatu masalah yang sama, melibatkan diri dalam masalah tersebut dan berusaha untuk turut mengatasinya (Herbert Blumer). Istilah opini publik dapat digunakan untuk menunjukkan suatu pengumpulan pendapat yangdikemukakan oleh individu-individu atau pendapat-pendapat kolektif dari sejumlah orang dari kumpulan tertentu dan bukan dalam pengertian semua orangtanpa batas dan ketentuan khusus pula.

I. 7 Kerangka Konsep

  Kerangka konsep merupakan hasil pemikiran rasional yang bersifat kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai. Karakteristik responden adalah nilai-nilai yang dimiliki oleh seseorang yang dapat membedakannya denganorang lain, seperti jenis kelamin, fakultas, dan frekuensi.

I. 8 Model Teoritis

Adapun model teoritis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Gambar 2 Model TeoritisKomponen Opini Mahasiswa USU Komponen Figur Obama dalam IklanT l i i f T

I. 9 Variabel Operasional

  Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep diatas, maka dapat dibuat operasional variabel yang berfungsi untuk kesamaan dan kesesuaian dalampenelitian, indikator-indikator yang akan diteliti yaitu: Tabel 1 Variabel OperasionalVariabel Teoritis Variabel Operasional Opini Mahasiswa terhadap figur Obama 1. Karakteristik Produk dalam iklan televisi wafer Tango 3.

I. 10 Defenisi Operasional

  Defenisi variabel operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya untuk mengukur suatu variabel. Dengan katalain defenisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang sangat membantu penelitian lain yang ingin menggunakan variabel yang sama (Singarimbun1995:46).

b. Defenisi variabel operasional dari variabel-variabel penelitian ini adalah : c

1. Iklan wafer Tango versi Obama, terdiri dari:

  Seperti Tango yang semakin memperhatikan harga yakni harga yang cukup terjangkau dan rasa yang nikmat. e) Positioning menurut pemakaiannya yaitu strategi yang sering digunakan disini adalah dengan penggunaan model, terutama artis yang terkenal sebagaibintang iklan ataupun perwakilan produknya.

BAB II URAIAN TEORITIS II.1 Komunikasi Massa Dari berbagai macam cara komunikasi dilaksanakan dalam masyarakat

  Pengertian komunikasi massa, merujuk kepada pendapat Tan dan Wright dalam Liliweri (1991), bahwa komunikasi massa merupakan bentuk komunikasiyang menggunakan saluran (media) dalam menghubungkan komunikator dan Defenisi paling sederhana tentang komunikasi massa dirumuskanBittner(1980), yaitu komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang, dari defenisi tersebut dapatdiketahui bahwa komunikasi itu harus menggunakan media massa. Media komunikasi yang termasuk media massa adalah radio siaran, dan televisi,keduanya dikenal sebagai media elektronik; surat kabar dan majalah, keduanya disebut sebagai media cetak; serta media film.

II. 2 Televisi sebagai media massa

  Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Sajian gandanya, yaitu gambar dan suaramengantarkan media ini pada posisi yang khas dan menarik (Muhtadi, 1999:99).

II. 3 Komunikasi Pemasaran

  Nickels dalam bukunya Marketing Communication And Promotion, mendefenisikan komunikasi pemasaran sebagai berikut: proses pertukaran informasi yang dilakukan secara persuasif sehingga proses pemasaran dapat berjalan secara efektif dan efisien (Purba, 2006:126). Model komunikasi pemasaran yang biasa dikembangkan pada umumnya tidak jauh berbeda.

II. 2.1 Marketing Mix

  Marketing mix ialah kumpulan variabel-variabel yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen. Ada empat komponen yang tercakup dalam kegiatan marketing mix yang terkenal dengan sebutan 4 P, yang akan dianalisa satu persatu.

1. Product

  Produk harapan (expected product), yaitu produk formal yang ditawarkan dengan berbagai atribut dan kondisinya secara normal(layak) diharapkan dan disepakati untuk dibeli. Produk pelengkap (augmented product), yakni berbagai atribut produk yang dilengkapi atau ditambahi berbagai manfaat dan layanan,sehingga dapat memberikan tambahan kepuasan dan bisa dibedakan dengan produk pesaing.

2. Pricing

  PrestigeTujuan penentuan harga di sini adalah untuk memposisikan jasa perusahaan tersebut sebagai jasa yang eksklusif. Elastisitas permintaan Perusahaan jasa perlu mengetahui hubungan antara harga dan permintaan dan bagaimana besarnya permintaan bervariasi padaberbagai tingkat harga yang berbeda.

3. Place

  Place dalam service merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada konsumen dan di mana lokasiyang strategis. Pemberi jasa dan konsumen tidak bertemu secara langsung: berarti service provider dan konsumen berinteraksi melaluisarana tertentu seperti telepon, komputer atau surat.

1. Promotion (promosi)

4.1 Pengertian dan Peranan Promosi

  Secara sederhana promosi dapat diartikan, sebagaimana diungkapkanRendra Widyatama dalam buku Pengantar Periklanan-nya, upaya menyampaikan suatu pesan tentang hal yang kurang dikenal sehinggamenjadi lebih dikenal oleh publik (Kotler, 2002:61). Promosi yang merupakan bagian dari pendekatan strategi marketing mix, juga menurunkan satu himpunan strategi yang kemudian dikenal dengan promotion mix.

1 Advertising (Iklan)

  Sudarto Tjokrosisworo (Suryadi, 2006:62), iklan merupakan padanan kata dari advertising dan advertentie, dengan pengertian penyampaianpesan yang kreatif dan persuasif melalui suatu media penyampai. Iklan yang bersifat memberikan informasi (informative advertising), adalah iklan yang secara panjang lebar menerangkan produk atau jasa dalam tahap rintisan (perkenalan) guna menciptakan permintaan atas produk tersebut.

2. Sales Promotion (Promosi Penjualan)

  Sales Promotion dapat dibedakan ke dalam promosi yang diarahkan pada para konsumen (consumer promotion) seperti sampel, kupon, potongan harga (discount), sayembara, demonstrasi. Segi positif: Banyak alat sales promotion yang dapat menarik - perhatian dan dapat merubah sikap pasif pembeli terhadapsesuatu produk.

3. Publicity (Publisitas) Promosi tidak selalu fokus pada nilai-nilai benefit dan fitur produk

  Karena pemberitaan di dalam media massa, oleh kebanyakan pembaca dipandang otentik dan objektif, maka merekacenderung untuk lebih mempercayai berita daripada iklan. Publisitas dapat mencapai banyak pembeli potensial yang selalu berusaha menghindari salesman dan pengiklanan.

4. Personal Selling (Penjualan Pribadi)

  Personal selling dapat juga digunakan untuk macam- macam tujuan, misalnya untuk menimbulkan minat pada calon pembeli,menimbulkan preferensi terhadap barang tertentu, mengadakan transaksi jual beli dan sebagainya. Periklanan dapat juga diartikan sebagai proses komunikasi secara persuasif yang diarahkan kepada calonpembeli yang berupa gagasan, produk barang atau jasa yang memerlukan biaya dan disebarkan melalui berbagai media.

II. 4.2 Tujuan Periklanan

  Jadi hal yang paling mendasar dalam periklanan adalah bagaimana mengkomunikasikanpesan dengan cara menarik perhatian khalayak dan mengubah serta mempengaruhi sikap mereka sesuai dengan keinginan. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, maka dapat dikatakan tujuan dari periklanan adalah memberikan informasi, membujuk dan mengikat konsumenakan suatu produk dan disesuaikan dengan teknik atau cara-cara tertentu.

II. 4.3 Fungsi Periklanan

  Memberikan penerangan dan informasi mengenai suatu barang, jasa dan gagasan yang lebih dulu diketahui oleh satu pihak dandijual kepada pihak lain agar ikut mengetahuinya. Bagi konsumen dari segi keuntungan secara ekonomis, melalui iklan konsumendapat mengetahui tempat-tempat penjualan suatu produk yang terdekat dan terjauh sehingga konsumen dapat menentukan kemana produk akandibeli (toko, kios, dealer atau agen).

II. 4.4 Bentuk-bentuk Iklan Televisi

  Sponsor telah memberikan dampak yang kuat bagi para pemirsa, khususnya karenaperanan pengiklan yang benar-benar menjaga mutu dan isi program serta siaran sponsornya. PartisipasiBentuk iklan ini memiliki sedikit perbedaan dari bentuk iklan lainnya, namun akan dapat mengurangi beban biaya dan resiko.

II. 4.5 Kelebihan dan Kelemahan Periklanan

  Walaupun dapat menjangkau khalayak yang banyak dengan cepat, periklanan tidak menyertakan manusia dan tidak dapat membujukseperti wiraniaga. Walaupun beberapa bentuk periklanan seperti iklan di surat kabar dan radio dilakukan dengananggaran kecil, namun bentuk-bentuk iklan seperti iklan televisi memerlukan anggaran yang besar (Kasali, 1995:45).

II. 4.6 Positioning

  Asumsi stimulus respon mengacu kepada isi media massa sebagai stimulus yang diberikan kepada individu yang menghasilkan respon tertentu yang sesuaidengan stimulus yang diberikan. Proses tersebut dapatdilihat sebagai berikut: Gambar 3 Model S-O-ROrganism : Stimulus Respon yang ditimbulkan stimulus hanya sampai pada tahap kognitif dan afektif saja tidak sampai pada tahap behavioral (perubahan sikap terhadap pesan)dikarenakan penelitian tentang iklan wafer Tango versi Obama dibatasi hanya pada opini publik saja.

II. 6.2 Pengertian Opini Publik

  Opinitimbul sebagai hasil pembicaraan tentang masalah yang kontroversial, yang menimbulkan pendapat yang berbeda-beda. Bagardus, bahwa publik adalah sejumlah orang yang dengan suatu acara mempunyai pandangan yang sama mengenai suatu masalah Menurut Cutlip dan Center dalam bukunya “Effective Public Relation”, opini publik adalah suatu hasil penyatuan dari pendapat individu-individu tentangmasalah umum (Sastropoetro, 1990:52).

II. 6.3 Proses Pembentukan Opini Publik

  George Carslake Thompson dalam “The Nature of Public Opinion“(Sastropoetro, 1990:106) mengemukakan bahwa dalam suatu publik yang menghadapi issue dapat timbul berbagai kondisi yang berbeda-beda, yaitu: 1. Selanjutnya dikemukakannya bahwa orang-orang yang mempunyai opini yang tegas, mendasarkannya kepada rational grounds atau alasan-alasan yang rasional yang berarti “dasar-dasar yang masuk akal dan dapatdimengerti oleh orang lain“.

II. 6.4 Kekuatan Opini Publik

  Hukuman sosial menimpaseseorang atau sekelompok orang dalam bentuk rasa malu, rasa dikucilkan, rasa dijauhi, rasa rendah diri, rasa tak berarti lagi dalam masyarakat,menimbulkan frustasi sehingga putus asa, dan bahkan ada yang karena itu lalu bunuh diri atau mengundurkan diri dari jabatannya. Opini publik sebagai pendukung bagi kelangsungan berlakunya norma sopan santun dan susila, baik antara yang muda dengan yang lebih tua maupunantara yang muda dengan sesamanya.c Opini publik dapat mempertahankan eksistensi suatu lembaga dan bahkan bisa juga menghancurkan suatu lembaga.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN III.1. Deskripsi Lokasi Penelitian III.1.1. Sejarah dan Perkembangan Universitas Sumatera Utara Sejarah Universitas Sumatera utara dimulai dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatera Utara Pada tanggal 4 Juni 1952. Pendirian yayasan ini

  Saat ini, USU mengelola lebih dari 100 program studi yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, yang tecakup dalam 12 fakultas dan 1 program pascasarjana. Dalam perkembangannya, beberapa fakultas di lingkungan USU telah menjadi embrio berdirinya tiga perguruan tinggi negeri baru, yaitu UniversitasSyah Kuala di Banda Aceh (Fakultas Ekonomi dan Fakultas kedokteran hewan dan peternakan), IKIP Negeri Medan yang sekarang berubah menjadi UNIMED(dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan), Politeknik Negeri Medan (dari Politeknik USU).

III. 1.2. Infrastruktur Universitas Sumatera Utara

  Infrastruktur Universitas Sumatera Utara terdiri dari 2 kategori yang meliputi: 1. Fasilitas LainnyaAdapun Fasilitas lain yang membentuk terbentuknya kehidupan sosial di lingkungan kampus antara lain:a.

III. 1.3. Visi, Misi, dan Tujuan Universitas Sumatera Utara

  Mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat akademik dan profesional dalam menerapkan, mengembangkan pengetahuanilmiah, teknologi dan seni, serta berdaya saing tinggi. Mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan ilmiah, teknologi, seni, dan rancangan penerapannya untuk mendukungproduktivitas dan daya saing masyarakat.

III. 1.4. Pilihan Program Studi

  Program Sarjana S1 Terdiri dari Kedokteran, Hukum, Pertanian, Teknik, Ekonomi,Kedokteran Gigi, Sastra, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, IlmuSosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Program Studi Ilmu Keperawatan, dan Farmasi. Pendidikan Profesi Terdiri dari Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Bedah, IlmuPenyakit Dalam, Ilmu OBS dan Ginekologi, Ilmu Penyakit mata, IlmuPenyakit Paru, Ilmu Psikiatri/Jiwa, Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, IlmuTHT, Ilmu Patologi Klinik, Ilmu Patologi Anatomi, Neurologi, Anestesiologi,Forensik Medis, Kardiologi, Radiologi, Orthopedi, Dokter, Akuntansi, Apoteker, Dokter Gigi dan N E R S.

III. 1.5. Struktur Organisasi Universitas Sumatera Utara

Struktur organisasi Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai PT BHMN terdiri dari Mejelis Wali Amanat (MWA), Dewan Audit, Senat Akademik,Pimpinan Universitas, unit-unit pelaksana akademik, unit-unit pelaksana administratif, dan unit-unit penunjang.

a. Majelis Wali Amanat

  MWA bertugas untuk menetapkan kebijakan umum dalam bidangnon akademik, mengangkat pimpinan Universitas dan memberhentikannya, mensahkan rencana strategis, rencana kegiatan dan anggaran tahunan,mengevaluasi kinerja pimpinan Universitas, menyampaikan laporan tahunan, dan rekomendasi/pendapat kepada Menteri Pendidikan Nasional. Keanggotaan SA terdiri dari Rektor dan para Pembantu Rektor, paraDekan, perwakilan dosen guru besar dan dosen non guru besar, KepalaPerpustakaan dan Sistem Informasi, dan Direktur Lembaga Penelitian danPengabdian Kepada Masyarakat.

1. Pimpinan Universitas

  EngPembantu Rektor IV bidang Perencanaan dan KerjasamaIr. Isman Nuriadi Pembantu Rektor V bidang Aset dan PerlengkapanDrs.

2. Pimpinan Fakultas

  ScDekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamProf. ADekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikDr.

3. Pimpinan Lembaga

  Dr. DDirektur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada MasyarakatDrs.

f. Auditor Internal

g. Unit Penjaminan Mutu

  Tujuan unit ini adalah mengevaluasi dan memberikan rekomendasi berkaitan dengan Unit Penjaminan Mutu adalah suatu unit yang bertujuan mempromosikan dan memelihara baik kualitas kegiatan akademik maupun administratifUniversitas. Unit ini mengembangkan dan memantau standar dan praktik kualitas; meninjau dan mengevaluasi sistem dan prosedur penjaminan mutu; memberikanrekomendasi dari waktu ke waktu tentang isu-isu penjaminan mutu kepada Senat Akademik dan Rektor.

III. 2 Metode Penelitian

  Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subyek/obyek penelitian (seseorang,lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya (Nawawi, 2001:63). Menentukan apa yang dilakukan orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman mereka untuk menetapkan rencana dankeputusan pada waktu yang akan datang (Rakhmat, 1995:25).

III. 3. Lokasi Penelitian

  Penelitian ini dilakukan di Kampus Universitas Sumatera Utara (USU),Padang Bulan, Medan yang meliputi: 1. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jl.

III. 4. Populasi dan Sampel

a. Populasi

  Oleh karena itu, peneliti membatasi jumlah populasi dengan memilihmahasiswa USU program S-1 angkatan 2007 s/d 2008 sebagai populasi (objek penelitian) dan hanya mengambil 50% atau setengah dari jumlah Fakultas yangada yakni Fakultas Pertanian, Teknik, Sastra, MIPA, ISIP, dan Kesehatan masyarakat yang berjumlah 4.476 orang. Dengan katalain, kaum remaja dan kawula muda identik dengan pribadi yang dinamis dan selalu mengikuti perkembangan teknologi dan memiliki minat yang cukup tinggiakan iklan televisi..

b. Sampel

  44762 = 97,81 = 98 orang 454476 444476 1 76 , = Berdasarkan data yang ada maka penelitian ini memerlukan sampel sebanyak:n = 1 )( 1 , 4476 Total 4476 2 n = sampel d 2 +1)N = Jumlah populasi n = N N (d Sampel adalah sebagian dari populasi yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu (Nawawi, 1991:144). Penelitian kepustakaan (Library research), yaitu suatu cara pengambilan data yang dilakukan melalui keputusan denganmembaca buku-buku literatur serta tulisan yang berkaitan dengan masalah yang dibahas.

III. 7. Teknik Analisa Data

  Analisa data adalah proses penyederhanaan data ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipresentasikan (Singarimbun, 1995:263). Tabel tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisa kolom yang merupakan sejumlah frekuensi dan persentasi untuksetiap kategori (Singarimbun, 1995:266).

BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN IV.1. Pelaksanaan Pengumpulan Data Peneliti menempuh beberapa tahapan penelitian dalam pengumpulan data. Tahapan tersebut sebagai berikut: IV.1.1. Tahap Awal Penelitian diawali dengan meminta surat izin pra penelitian dari bagian

  pendidikan FISIP USU, yang ditujukan kepada Rektor Universitas Sumatera Utara untuk memperoleh data dari BAA-USU, mengenai jumlah mahasiswa USU S-1 stambuk 2007s/d 2008 yang akan dijadikan sampel. Kemudian meminta surat izin penelitian dari bagian pendidikan FISIP USU, yang ditujukan kepada Rektor Universitas Sumatera Utarauntuk memperoleh data lainnya yang diperlukan dalam penelitian ini.

IV. 1.2. Pengumpulan Data

  Bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian yang dilakukan, mengenai “Opini mahasiswa terhadap Figur Obama dalam iklan Wafer Tango (Studi Deskriptif Terhadapmahasiswa Universitas Sumatera Utara)”, di mana keseluruhan populasinya hanya mengambil 50% atau setengah dari jumlah Fakultas yang ada di Universitas SumateraUtara yakni Fakultas Pertanian, Teknik, Sastra, MIPA, ISIP, dan Kesehatan masyarakat yang berjumlah 4.476 orang. Dalam penelitian ini, teknik penarikan sampel menggunakan teknikpurposive sample dimana responden memiliki kriteria tertentu yang ditetapkanberdasarkan tujuan penelitian yakni yang pernah menonton iklan wafer Tango versi Obama di televisi.

IV. 2. Teknik Pengolahan Data

Setelah peneliti pengumpulkan data dari 98 orang responden, kemudian dilakukan pengolahan data dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

1. Penomoran kuesioner: Kuesioner yang telah dikumpulkan diberi nomor urut sebagai pengenal (01-98)

  Editing: Peneliti mengedit jawaban responden untuk memperjelas jawaban yang meragukan dan menghindari terjadinya kesilapan pengisian data dalamkode yang disediakan. Coding: Proses pemindahan jawaban responden ke dalam kotak-kotak kode yang telah disediakan pada lembar kuesioner dalam bentuk angka (skor).

IV. 3.1. Karakteristik Responden Karakter responden perlu disajikan untuk mengetahui latar belakang responden

Karakteristik yang dipakai adalah jenis kelamin, Fakultas, dan jam waktu menonton televisi. Tabel 5 Jenis Kelamin Responden No Jenis Kelamin Responden F %Laki-laki 43 43.9

1 Perempuan

  Dalam penelitian ini dapat dijelaskan bahwa pada saat penyebaran kuesioner berlangsung,mahasiswa USU program S-1 stambuk 2007 s/d 2008, yang lebih banyak menjadi responden adalah perempuan dari pada laki-laki. Alasan peneliti mengambil setengah atau enam Fakultas dari 12 fakultas yang ada di Univesitas Sumatera Utara yaitu mengingat jumlah populasi yang sangat besaryang akan menyulitkan peneliti, serta dapat mengurangi keefisienan waktu, tenaga, penelitian dan dapat mengahabiskan dana yang sangat besar.

4 Diatas 18.00 WIB

  Tabel 8 di atas menunjukkanbahwa responden yang menonton iklan wafer Tango versi Obama, 1 kali sehari sebanyak 41 orang (41,8%), responden yang menonton iklan wafer Tango versi Obama, 2-3 kalisehari sebanyak 42 orang (42,9%), responden yang menonton iklan wafer Tango versi Obama, 3-4 kali sehari sebanyak 12 orang (12,2%), dan yang responden yang menontoniklan wafer Tango versi Obama, 4-5 kali sehari sebanyak 3 orang (3,1%). Sebanyak 50 orang responden (51%) menyatakan bahwa responden mengerti akan pesan yang disampaikan dalam iklan wafer Tango versi Obama, sebanyak 34 orangresponden (34,7%) menyatakan bahwa responden tidak mengerti akan pesan yang disampaikan dalam iklan wafer Tango versi Obama dan 8 orang responden (8,2%)menyatakan bahwa responden sangat tidak mengerti akan pesan yang disampaikan dalam iklan wafer Tango versi Obama.

IV. 4 Pembahasan

  Hukuman sosial menimpaseseorang atau sekelompok orang dalam bentuk rasa malu, rasa dikucilkan, rasa dijauhi, rasa rendah diri, rasa tak berarti lagi dalam masyarakat,menimbulkan frustasi sehingga putus asa, dan bahkan ada yang karena itu lalu bunuh diri atau mengundurkan diri dari jabatannya. Opini publik sebagai pendukung bagi kelangsungan berlakunya norma sopan santun dan susila, baik antara yang muda dengan yang lebih tua maupunantara yang muda dengan sesamanya.c Opini publik dapat mempertahankan eksistensi suatu lembaga dan bahkan bisa juga menghancurkan suatu lembaga.

e. Opini publik dapat pula melestarikan norma sosial

  Mengenai kepantasan penggunaan Obama sebagai icon iklan wafer Tango dan juga masalah menarik atau tidakkah penggunaan Figur Obama, mayoritas respondenmenyatakan bahwa Obama pantas saja untuk dijadikan icon iklan televisi wafer Tango, hal tersebut ditunjukkan pada tabel 12 yakni ada sebanyak 45 orang responden (45,9%)yang menyatakan bahwa sosok Obama pantas dijadikan untuk menjadi model iklan wafer Tango. Walaupun masyarakat mengetahui bahwa sosok Obama yang adapada iklan televisi wafer Tango bukanlah Obama yang sesungguhnya, ini dibuktikan pada table 22 yakni sebesar 59,2% (58 orang) tahu bahwa Obama yang ada pada iklan adalahpalsu.

BAB V PENUTUP V.1 Kesimpulan Berdasarkan penyajian dan analisis data yang telah dilakukan sesuai dengan

  Salah satunya adalah iklan televisi wafer Tango yang ditayangkan di Trans TV, dimanapada iklan wafer ini menggunakan jasa model yang menyerupai sosok Obama yaitu Ilham Anas. Para mahasiswa Universitas Sumatera Utara mengemukakan opini bahwa mereka sebagai responden dalam penelitian ini, menerima dan juga tidak menyesalkanpenggunaan sosok ataupun figur Obama dalam iklan televisi wafer Tango, walaupun mereka tahu bahwa sosok tersebut adalah Obama palsu.

V. 2 Saran

  Peneliti melihat bahwa penggunaan sosok Obama dalam iklan televisi wafer Tango tidak sesuai dengan kelas produk dari produk tersebut. Agar membuat sebuah iklan yang memiliki daya sambung antara model, produk, konsep iklan dan juga khalayak yang dijadikan konsumen.

I. Karakteristik Responden

  Bagaimana menurut anda, apakah masyarakat umum sudah mengetahui bahwa sosok Obama yang digunakan dalam iklan wafer Tango di televisi bukanlahObama yang sesungguhnya: 1. Setelah anda mengetahui sosok Obama yang sesungguhnya, apakah kemudian anda menerima iklan wafer Tango yang menggunakan figur Obama sebagaimodelnya: 1.

22. Komentar dan saran anda untuk iklan wafer Tango versi Obama tersebut: ………………………………………………………………………

……………………………………………………………………….……………………………………………………………………….……………………………………………………………………….

TERIMA KASIH ATAS PARTIPASI ANDA

BIODATA PENELITI

  LEMBARAN CATATAN BIMBINGAN SKRIPSI NAMA : Yogi Prasetyo NIM : 050904072 PEMBIMBING : Emilia Ramadhani S. Sos TGL PERTEMUAN PEMBAHASAN PARAF PEMBIMBING 1.

Bab I , II, III 2

  9 Juli 2009 Pengajuan Perbaikan Bab I, II, III dan Penyerahan Kuesioner 3. 24 Agustus 2009 Pengajuan Bab IV dan V 5.

16 September 2009

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Trust Mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap DPRD Kota Medan
1
80
178
Fatwa Mui Dan Opini Publik (Studi deskriptif Opini Mahasiswa Anggota HMI Komisariat Fakultas Hukum USU Terhadap Pemberitaan Fatwa Haram Bunga Bank oleh MUI Di Internet )
1
61
129
Komunikasi Antarbudaya di Kalangan Mahasiswa (Identitas Etnis Mahasiswa Etnis Tionghoa dalam Kompetensi Komunikasi dengan Mahasiswa Pribumi di Kalangan Mahasiswa Fakultas Teknik stambuk 2009 dan 2010 Universitas Sumatera Utara).
5
72
211
Analisis Penayangan Iklan Pond’s Di Televisi Terhadap Minat Beli Mahasiswa S-1 Ekstension Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
0
34
79
Opini Mahasiswa Terhadap Iklan Nasional Demokrat (Studi Deskriptif Opini Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU Terhadap Iklan Nasional Demokrat Di Metro TV)
0
54
90
Opini Mahasiswa Terhadap Figur Obama Dalam Iklan Wafer Tango (studi deskriptif terhadap mahasiswa Universitas Sumatera Utara).
1
55
148
Perbandingan Sikap Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara terhadap Psikiatri
0
49
68
Pengaruh Iklan Coca-Cola Versi “Buka Coca-Cola Buka Semangat Baru” Terhadap Brand Awareness Konsumen Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
3
50
127
Iklan Kampanye Earth Hour di Televisi Swasta RCTI Terhadap Pemahaman Mahasiswa Universitas Sumatera Utara
0
26
95
Pemanfaatan Situs Universitas Sumatera Utara Dengan Pendapat Publik Mahasiswa (Studi Korelasional Tentang Peranan Situs Universitas Sumatera Utara dengan Opini Mahasiswa Terhadap Layanan Informasi Pendidikan)
0
58
108
Opini Mahasiswa Terhadap Tayangan MTV Insomnia Di Global TV(Studi Deskriptif Terhadap Mahasiswa Universitas Sumatera Utara)
1
25
93
YouTube: Broadcasting The World dan Opini Mahasiswa (Studi Deskriptif tentang Opini Mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap Penggunaan Situs YouTube sebagai Media Komunikasi Global)
0
79
138
Pengaruh Iklan Klaim Riset Sampo Rejoice Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara
0
32
86
Pemetaan gerakan mahasiswa : (studi terhadap Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus di UIN Jakarta)
0
11
75
Trust Mahasiswa Universitas Sumatera Utara terhadap DPRD Kota Medan
0
0
13
Show more