Hubungan Kebiasaan Berolahraga Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas kedokteran universitas sumatera utara tahun masuk 2008

Gratis

50
181
56
2 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunia dan izinNya karya tulis ilmiah yang berjudul Hubungan KebiasaanBerolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2008 ini dapat diselesaikan. Karya tulis ilmiah ini adalah sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikanpembelajaran semester VII di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

1. Bapak Prof. dr. Gontar Alamsyah Sireger, Sp.PD-KGEH, selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

  Elmeida Effendy, Sp KJ selaku dosen pembimbing karya tulis ilmiah dan seluruh staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang banyak memberi bantuan dan ilmu pengetahuan kepada peneliti. Peneliti mengharapkan kritik dan saran yang berguna untuk membaiki kesilapan dan juga buat menambah ilmu pengetahuan agarkarya yang dihasilkan berkualitas.

DAFTAR LAMPIRAN

  Olahraga yang teratur adalah salah satu cara yang efektif untuk mengurangi stres dan efeknya terhadap tubuh. Olahraga dapat menyebabkan tubuh kitamerasakan bugar dan tentunya ini akan membuat rasa senang, hal ini dikarenakan pada saat olahraga di dalam otak kita dikeluarkan sejumlahsubstansi kimia yang dikenal juga sebagai endorfin yang dapat mengurangi stres.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

  Stres merupakan suatu ketidakseimbangan yang besar antarapermintaan yang berupa fisik ataupun psikologis dengan kemampuan respon di mana terjadinya kegagalan untuk memenuhi permintaan yang memberikonsekuensi yang esensial (Krohne, 2002). Ketika siklus stres berkelanjutan, ini akan menyebabkan aktivasi sistem stres yang kronis atau tidak sesuai dan dapat dikaitkan dengan banyakdisparitas kesehatan termasuk resistensi insulin, obesitas visceral, hipertensi, dislipidemia, dan semua ini merupakan pendahulu untuk menderita penyakitmetabolik dan kardiovaskular (Tsatsoulis et al. 2006).

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk menyajikan data primer mengenai hubungan kebiasaan berolahraga dengantingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera UtaraTahun Masuk 2008 demi kepentingan pencegahan stres kronis yang dapat menjadi depresi, promosi berolahraga dan juga sebagai rujukan bagi penelitianselanjutnya.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Stres

  Definisi stres Stres merupakan suatu pengalaman emosional negatif yang disertai dengan perubahan biokimia, fisiologi, kognitif dan perilaku yang dapatdiramalkan di mana diarahkan baik terhadap usaha untuk mengubah kejadian stres ataupun mengakomodasikan efek dari stres tersebut (Taylor, 2009). Secara khusus, Hans Selye yakin bahwa stage of exhaustion yang berkepanjangan dan berulang bertanggung jawab untuk gangguan psikologiyang dapat memicu kepada penyakit (Brannon & Feist, 2007).

2.1.3. Klasifikasi Stres Berdasarkan Etiologinya 1

  Stres kepribadian adalah stres yang dipicu oleh masalah dari dalam diri seseorang. Orang yang selalu bersikap positif akan memiliki risiko yang kecil terkena stres keperibadian.

2. Stres Psikososial (Psychosocial Stress)

  Persaingan di kantor, tekanan pekerjaan, terlalu banyak kerjaan, target yang terlalu tinggi, usaha yang diberikan tidak berhasil, persaingan bisnis adalahbeberapa hal umum yang dapat memicu munculnya stres akibat karir pekerjaan. Sewaktu perkuliahan terdapat tiga kelompok stresor yaitu stresor dari segi personal dan sosial,gaya hidup dan budaya, serta stresor yang dicetuskan oleh faktor akademis kuliah itu sendiri (Rice, 1999).

2.1.4. Fisiologi Stres

  Efek dari kortisol adalah mobilisasi protein dari otot dan asam lemak yang berasal dari adipose, peningkatan lemak di hepar, dan juga sebagai suatu respon anti-inflamasi(Guyton, 2006). Seperti epinefrin dan non- epinefrin, hormon ini juga memberi efek kepada organ target dengan cara yang sama yaitu peningkatan nadi jantung, inhibisi fungsi sistem pencernaan,dilatasi pupil dan respon lain yang berkaitan dengan aktivasi simpatis (Guyton,2006).

2.1.5. Gejala dan tanda stres Respon stres dapat wujud secara fisologis ataupun berupa perilaku

  Respon stres secara fisiologis mencakup simptom seperti sakit perut, sedangkan respon stres yang berupa perilaku termasuk penguranganproduktivitas dan absenteeism (Robbins, 2001). Stres perilaku:Ketidaksabaran, kecemasan, sungguh impulsif, hiperaktivitas, cepat marah, terlalu agresif, menghindari situasi yang sulit dan bekerja secaraberlebihan.

2. Stres kognitif:

3. Stres somatik:

  Kebingungan daya ingat yang sering, pemikiran negatif yang konstan, ketidakmampuan membuat keputusan, sulit untuk menyelesaikan tugas,bersikap kaku dan sulit untuk berkonsentrasi. Tekanan darah tinggi, senang terkena pilek, migrain, irritable bowel syndrome, ulser, serangan jantung, angina, strokes, asma dan ruam kulit (Cohen, 2002 dalam Ornelas and Kleiner, 2003).

2.1.6. Penanggulangan stres ( Coping with stress) Setiap individu memberi respon yang berbeda terhadap stres

  Penanggulangan stres merupakan pikiran dan perilaku yang dibutuhkan untuk mengelola permintaan secara internal dan eksternal yang ditafsirkan sebagaistres (Folkman & Moskowitz, 2004). Jadi, penanggulanganstres bukan aksi yang berlaku sekali saja tetapi merupakan peristiwa yang berlangsung dari waktu ke waktu di mana individu dengan lingkungan salingmempengaruhi.

2.2. Olahraga

2.2.1. Jenis Olahraga

  Olahragaisokinetik sering digunakan untuk memulihkan kekuatan otot dan daya tahanan otot pada orang yang menderita luka-luka pada otot. Olahragaisokinetik merupakan tambahan yang berarti pada rehabilitasi fisik yang membantu orang yang terluka ototnya untuk mengembalikan kekuatan danfleksibilitas secara aman daripada olahraga jenis yang lain (Brannon & Feist, 2007).

2.2.2. Manfaat berolahraga

  Selain daripada meningkatkan efisiensi sistem kardiorespiratori, olahraga yang teratur juga boleh meningkatkan kapasitas kerja fisik, penurunanataupun kontrol hipertensi, memperbaiki kadar kolestrol dan toleransi glukosa, meningkatkan toleransi terhadap stres dan pengurangan kebiasaan yang burukseperti merokok, konsumsi alkohol dan diet yang tidak baik (Taylor, 2009). Laki-laki dan perempuan yang mempunyai tingkatkebugaran fisik yang lebih tinggi dapat menunda mortalitas yang dipicu oleh penyakit kardiovaskuler dan kanker (Taylor, 2009).

2.2.3. Hubungan stres dan olahraga

  Olahraga juga membantu dalam memulihkan ekspresi genetik yang alamiah untuk menjamin survival ketika menghadapi suatukejadian stres dan sembuh dari kejadian tersebut (Booth. Et al, 2002). Di samping itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahawa olahraga dapat menurunkan insiden dan keparahan gangguan mood ynagberkaitan dengan stres termasuk ansietas dan depresi.

DAFTAR PUSTAKA

  The effects of exercise on the storage and oxidation of dietary fat. Risky families: Family social environments and the mental and physical health of offspring.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL

  Kerangka Konsep Penelitian Kerangka konsep penelitian pada dasarnya adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan (Notoatmodjo, 2005). Pada penelitian ini telah diteliti hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres padamahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk2008.

3.2.3. Variabel dependen: Tingkat stres

  a)Definisi: Stres adalah suatu pengalaman emosional negatif yang berupa respon tubuh yang tidak spesifik terhadap stresor yang dapat mencetuskankondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang serta mengganggu keseimbangan fisiologis danpsikologis. PSS adalah self report questionnaire yang terdiri dari 10 pertanyaan dandapat mengevaluasi tingkat stres beberapa bulan yang lalu dalam kehidupan subjek penelitian.

3.3. Hipotesis

Hipotesis dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres di kalangan mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2008.

BAB 4 METODE PENELITIAN

  Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitik yang bertujuan untuk menentukan hubungan antara kebiasaan berolahraga dan tingkat strespada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara TahunMasuk 2008. Lokasi ini mempunyai populasi yang cukup besar dan juga memiliki kriteria-kriteria stres terutama student stress sebagai mahasiswa FakultasKedokteran semester VII yang akan melaksanakan kepaniteraan klinik nanti.

4.3. Populasi dan Sampel

4.3.1. Populasi

4.3.2. Sampel penelitian

  Populasi target pada penelitian ini adalah mahasiswa FakultasKedokteran di Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2008. Kriteria inklusi dalam penelitian ini berupa mahasiswa Tahun Masuk 2008 yang berusia 20-24 tahun dan masih berkuliah di Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara.

4.4. Teknik Penggumpulan Data

  Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Uji Validitas dilakukan pada 15 orang responden yang memiliki karekteristik yang mirip dengan sampel. Kemudian akan diuji korelasi antara √{NΣx²-(Σx)²} {NΣy²-(Σy)²}N (Σxv)-(ΣxΣv)______ r Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang kebiasaan berolahraga dan tingkat stres pada subjekpenelitian.

4.5. Pengolahan dan Analisa Data

  Interpretasi pengukuran PSS-10 dengan skor minimal adalah 0 dan skor maksimal adalah 40, dari skor tersebut dikategorikan menjadi: skor 1-14: stres ringan, skor 14-26: stres sedang,skor >26: stres berat. 5)Analisa data Setelah data diolah, kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisa data yang meliputi analisis univariat yang digunakan untukmenganalisis variabel-variabel yang ada secara deskriptif dengan menghitung distribusi frekuensi dan proporsi agar dapat diketahuikarakteristik dan subjek penelitian.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Penelitian

  Jumlah responden yang terlibat dalam studi ini adalah sebesar 80 responden yang memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. diatas dapat dilihat bahwa kelompok umur yang terbanyak adalah kelompok usia 21 tahun yang berjumlah 25 orang (31,3%),sedangkan kelompok umur yang paling sedikit adalah kelompok usia 24 tahun yang berjumlah 3 orang (3,8%).

5.1.3. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

  Sampel yang digunakan dalam uji validitas ini adalah mahasiswa Fakultas KedokteranUSU Tahun Masuk 2009 yang memiliki karakter yang hampir sama dengan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner 7 Data lengkap distribusi frekuensi tingkat stres ringan, sedang dan berat dapat dilihat pada tabel 5.3.

5.1.4. Hasil Analisa Data

  Tabel 5.3 Distribusi Frekuensi Tingkat Stres Tingkat stres Frekuensi (n) Presentase (%)Ringan 20 25,0Sedang 55 68,8 Berat 5 6,3Jumlah 80 100 Berdasarkan tabel 5.3 dapat dilihat bahwa 55 orang mahasiswa (68,8%) mengalami stres tingkat sedang, 20 orang mahasiswa (25%) mengalami strestingkat ringan dan sebanyak 5 orang mahasiswa (6,3%) mengalami stres berat. Tabel 5.6 Distribusi Frekuensi Tingkat Stres Berdasarkan Jenis Kelamin Tingkat Stres JumlahJenis Kelamin Ringan Sedang Berat (%) Laki-laki (n) 11 34 2 47(%) 55,0 61,8 40,0 58,8 Perempuan (n) 9 21 3 33(%) 45,0 38,2 60,0 41,3 Jumlah (n) 20 55 5 80(%) 100 100 100 100 Berdasarkan tabel 5.7 dapat dilihat bahwa lebih banyak laki-laki yang mengalami tingkat stres ringan dibanding dengan perempuan, yaitu laki-lakisebanyak 11 orang (55,0%) dan 9 orang perempuan (45,0%).

5.1.5. Hasil Analisa Statistik

  Hasil uji stastisik dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 5.8 Distribusi Frekuensi Kebiasaan Berolahraga Dengan Tingkat Stres Tingkat StresKebiasaan Ringan-sedang Berat Jumlah Berolahraga (n) (%) (n) (%) (n) (%) Ada 39 50.6 1 33.3 40 50 Tidak ada 38 49.4 2 66.7 40 50 Jumlah 77 100 3 100 80 100Dari hasil analisa dengan bantuan SPSS, p value adalah 0,500 ( α =0,100). Artinya, peneliti percaya bahwa tidak terdapat hubungan kebiasaan berolahraga dengantingkat stres pada mahasiswa FK USU Tahun Masuk 2008.

5.2. Pembahasan

  Berdasarkan tabel 5.8, kelompok tingkat stres ringan-sedang terdiri dari50,6% responden yang mempunyai kebiasaan berolahraga dan 49,4% responden yang tidak mempunyai kebiasaan berolahraga. Salah satu sebab terdapat perbedaan antara hasil penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah setiap individu memberi respon yang berbedaterhadap stres dan ini sangat tergantung kepada kepribadian individual tersebut(Folkman & Moskovitz, 2004).

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  6.2 Saran a)Peneliti merekomendasikan kepada peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat stres dan tidak hanyadiukur dari segi kebiasaan berolahraga. Metode penelitian yang disarankan adalah dengan metode penelitian cohort yang bersifatprospektif untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Anggota KKCMRiwayat pelatihan : - Lembar Penjelasan untuk Penelitian “Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2008” Saya, Tan Lee Pin, mahasiswi semester VI Fakultas Kedokteran UniversitasSumatera Utara sedang melakukan penelitian dengan judul “HubunganKebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2008”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan berolahraga dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara Tahun Masuk 2008.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
7
60
101
Hubungan Migren dengan Stres Pada Mahasiswa Stambuk 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
8
70
87
Fungsi Anggaran Kas Sebagai Alat Perencanaan Dan Pengawasan Pada Fakultas Ekonomi Universitas sumatera utara Medan
0
37
59
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
27
205
84
Efektivitas dance/movement therapy Terhadap penurunan tingkat stres Mahasiswa matrikulasi penerimaan mahasiswa baru Fakultas kedokteran universitas sumatera utara 2012 Berdasarkan depression, anxiety and stress scale
14
115
72
Hubungan Kebiasaan Berolahraga Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Fakultas kedokteran universitas sumatera utara tahun masuk 2008
50
181
56
Tingkat Kebiasaan Berolahraga Pada Pasien Depresi Di Poliklinik Psikiatri Rumah Sakit Umum dr. Pirngadi Medan
0
49
46
Hubungan Kebiasaan Semasa Melihat Dengan Miopia Pada Mahasiswa FK USU Angkatan 2007-2009
1
53
102
Perbandingan Kadar Gula Darah Pada Mahasiswa FK-USU Stambuk 2007-2010 Yang Obsitas Rutin Berolahraga Dengan Tidak Rutin Berolahraga Selama 30 Menit Berolahraga
0
37
61
Pengelolaan aktiva tetap Pada fakultas ekonomi Universitas sumatera utara
0
22
61
Hubungan Stres Ujian Dengan Perubahan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) Angkatan 2008 Pada Tahun 2010
9
91
81
Hubungan Kebiasaan Berolahraga Jalan Kaki dengan Kontrol Tekanan Darah Pada pasien Hipertensi
4
26
91
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
43
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
9
Efektivitas dance/movement therapy Terhadap penurunan tingkat stres Mahasiswa matrikulasi penerimaan mahasiswa baru Fakultas kedokteran universitas sumatera utara 2012 Berdasarkan depression, anxiety and stress scale
1
0
12
Show more