Feedback

Kadar Hara Makro dan Logam Berat Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik

Informasi dokumen
KADAR HARA MAKRO DAN LOGAM BERAT LATOSOL DARMAGA YANG DIPERLAKUKAN TERAK BAJA DAN BAHAN ORGANIK AHYAR A14070101 PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 RINGKASAN AHYAR. Kadar Hara Makro dan Logam Berat Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik. Dibimbing oleh SRI DJUNIWATI dan SYAIFUL ANWAR. Indonesia berada dalam kawasan iklim tropis dengan suhu dan curah hujan tahunan yang tinggi, dan umumnya memiliki tanah bersifat masam dan tingkat kesuburan rendah. Latosol adalah salah satu tanah yang memiliki tingkat perkembangan lanjut dengan kadar bahan organik, KTK, dan KB rendah, serta fraksi liat yang agak tinggi sampai tinggi dan hampir merata pada semua horizon. Perbaikan kesuburan Latosol diantaranya melalui penambahan amelioran seperti terak baja dan bahan organik. Terak baja (steel slag) merupakan produk samping dari proses pemurnian besi cair dalam pembuatan baja. Penelitian menunjukkan bahwa terak baja berpotensi dimanfaatkan dalam bidang pertanian karena memiliki kandungan CaO berkisar antara 20% hingga diatas 50% dan juga kandungan Mg, Si, Fe serta beberapa unsur lainnya. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa terak baja sebagai bahan pengapuran lebih baik daripada dolomit. Namun Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Lingkungan Hidup menggolongkan terak baja ke dalam limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sehingga potensi terak baja untuk pertanian belum banyak dikembangkan. Keputusan yang menggolongkan semua terak baja ke dalam limbah B3 tidak realistis mengingat proses pembuatan baja bermacam-macam cara sehingga produk samping dari proses tersebut juga berbeda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sifat kimia tanah yang meliputi pH, kadar hara makro (N, P, K, Ca dan Mg) serta kadar logam berat (As, Pb, Sn, Cd dan Hg) setelah pertanaman caisim pada Latosol yang diberi perlakuan terak baja, bahan organik dan kombinasi keduanya. Penelitian tersebut menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 3 faktor dengan faktor utama adalah jenis terak baja yaitu S1 (convertor Jepang) dan S2 (Eletric Furnace Indonesia). Faktor kedua yaitu dosis terak baja dengan 4 dosis (T 0, T1, T2, T3) dan faktor ketiga bahan organik (B0 dan B1). Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan sehingga terdapat 64 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah meningkat seiring dengan peningkatan dosis terak, dan pengaruh jenis terak menunjukkan efek yang sama terhadap pH. Peningkatan P-tersedia tanah hanya pada jenis terak S2 sedangkan jenis terak S1 tidak berbeda. Kadar Ca-dd dan Mg-dd meningkat pada kedua jenis terak. Pengaruh dosis terak S1 meningkatkan Ca-dd sebesar 113%-265% dan Mgdd tanah sebesar 27%, sedangkan pada jenis terak S2 meningkatkan Ca-dd sebesar 91%-144% dan Mg-dd sebesar 75%-326%. Perlakuan bahan organik meningkatkan pH, P-tersedia, dan Ca-dd tanah. Kombinasi antara dosis terak dan bahan organik meningkatkan Mg-dd, namun menurunkan K-dd. Terak baja, bahan organik dan kombinasi keduanya menurunkan Pb dan Hg terlarut, akan tetapi pada beberapa kombinasi perlakuan, Cd terlarut, As terlarut dan Sn terlarut berturut turut meningkat sebesar 0.01 ppm, 0.01-0.02 ppm dan 0.08-0.15 ppm dari kadar yang tidak terdeteksi pada tanah tanpa perlakuan Kata kunci: Latosol, amelioran, terak baja, bahan organik, kadar hara makro, kadar logam berat SUMMARY AHYAR. Macro Nutrients and Heavy Metals Content in Latosol Darmaga Treated with Steel Slag and Organic Matter. Supervised by SRI DJUNIWATI and SYAIFUL ANWAR. Indonesia is located in the tropical climate area with high temperature and rainfall, and generally has acidic soils with low fertility. Latosol is one of the highly weathered soils that has low organic matter content, low CEC, low BS, and high to very high clay fraction in all soil horizons. The fertility of Latosol can be improved by addition of ameliorans such as steel slag and organic matter. Steel slag is byproduct of purification process of iron ore in steelmaking. Previous studies showed that steel slag is potential to be used as soil amelioran since it has 20-50% or more CaO, and contains Mg, Si, Fe and some other elements. Previous studies also showed that steel slag as liming material was better than dolomite. Utilization of steel slag as soil amelioran in Indonesia, however, is limited by the Indonesian regulation that categorized all steel slags as hazardous and toxic wastes (limbah B3 = limbah bahan berbahaya dan beracun). Since there are various steelmaking processes, not all steel slags included in hazardous and toxic wastes as indicated by previous studies. The objective of this research is to analyze soil chemical properties that include pH, macro nutrients content (N, P, K, Ca and Mg), and heavy metals content (As, Pb, Sn, Cd and Hg) after cultivation of caisim in Latosol that treated with steel slag, organic matter, and their combination. The research was conducted in Factorial Randomized Block Design with three factors. The first factor was the type of steel slags that comprised of S 1 (converter steel slag from Japan) and S2 (electric furnace steel slag from Indonesia). The second factor was the dosages of steel slag (4 dosages namely T 0, T1, T2, T3), while the third factor was organic matter (B0 and B1). The each treatment was consisted of 4 replication such that there were 64 experimental units. The results showed that the soil pH increased with the increasing of steel slag dosages, and the type of the steel slags gave the same effect toward soil pH. Available P was increased by S2 treatment but not by S1 treatment. Exch-Ca and exch-Mg were increased by both slags. S1 treatments increased the exch-Ca by 113-265%, and the exch-Mg by 27%. The S2 treatments increased the exch-Ca by 91-144%, and the exch-Mg by 75-326%. Organic matter treatments increased pH, available P, and exch-Ca of the soil. Combination of slags and organic matters treatments increased exh-Mg, but decreased exch-K. Slag, organic matter, and their combination treatments decreased the soluble Pb and Hg of the soil. In some combination treatments, however, soluble Cd, soluble As, and soluble Sn were increased consecutively to 0.01 ppm, 0.01-0.02 ppm, 0.08-0.15 ppm from undetected concentration of the untreated soil. Keyword: Latosol Darmaga, Ameliorant, Steel Slag, Organic Matter, Nutrient Level, Heavy Metals KADAR HARA MAKRO DAN LOGAM BERAT LATOSOL DARMAGA YANG DIPERLAKUKAN TERAK BAJA DAN BAHAN ORGANIK AHYAR A14070101 Skripsi Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA LAHAN DEPARTEMEN ILMU TANAH DAN SUMBERDAYA LAHAN FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 LEMBAR PENGESAHAN Judul Penelitian : Kadar Hara Makro dan Logam Berat Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik Nama : Ahyar NRP : A14070101 Menyetujui, Pembimbing I Pembimbing II (Dr. Ir. Sri Djuniwati, M.Sc.) NIP. 19530626 198303 2004 (Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Sc.) NIP. 19621113 198703 1 003 Mengetahui, Ketua Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan (Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Sc.) NIP. 19621113 198703 1 003 Tanggal Lulus : RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Lampa, Polewali Mandar pada tanggal 11 Maret 1989 sebagai anak kedua dari pasangan M. Agus dan Ibu Hj. Nurbia. Penulis memulai pendidikan dasar selama 6 tahun di SDN No. 600 Mandar Jaya, Kab. Luwu (1997-2001). Setelah itu penulis melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Pesantren Modern Al-Ikhlash Lampoko, Polewali Mandar, dan lulus pada tahun 2004. Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Pesantren Modern Al-Ikhlash selama 3 tahun (2004-2007). Penulis kemudian melanjutkan studi ke tingkat perguruan tinggi di Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Beasiswa Utusan Daerah (BUD) dari Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada tahun 2007. Selama menjalani studi di IPB, penulis aktif di organisasi kemahasiswaan CSS MoRA IPB 2008/2009. Penulis juga aktif mengikuti beberapa kegiatan kemahasiswaan seperti seminar dan lomba baik sebagai peserta maupun sebagai panitia. Selain aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan, penulis juga pernah menjadi asisten praktikum mata kuliah Pengantar Ilmu Tanah pada tahun 2011. Sebagai tugas akhir, penulis melakukan penelitian dengan judul “Kadar Makro dan Logam Berat pada Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik” di bawah bimbingan Dr. Ir. Sri Djuniwati, M.Sc. dan Dr. Ir. Syaiful Anwar, M. Sc. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Yang Maha Pemberi, Allah SWT atas karunia dan rahmat-Nya kepada semua mahluk-Nya, tak terkecuali kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penelitian yang berjudul “Kadar Makro dan Logam Berat pada Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik”. Dalam proses penyelesaian skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan moril dan materil dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dr. Ir. Sri Djuniwati, M.Sc. selaku dosen pembimbing akademik sekaligus pembimbing skripsi atas segala bimbingan, nasihat, teladan dan dukungan kepada penulis selama studi, penelitian dan penulisan skripsi ini. 2. Dr. Ir. Syaiful Anwar selaku dosen pembimbing kedua atas segala bimbingan dan dukungannya. 3. Dr. Ir. Lilik Tri Indriyati, M.Sc selaku dosen penguji yang telah bersedia menjadi penguji dan memberikan banyak masukan bagi penulis. 4. Kedua orang tua tercinta, Kak Mahfud, dan adik-adikku (Nawir, Abrar, Zulfikar) atas semua dukungan, kasih sayang, dan do’a yang senantiasa mengalir kepada penulis. 5. Nurul Hayati, atas semua dukungan, semangat dan do’anya kepada penulis. 6. Kementrian Agama RI atas beasiswa yang diperoleh penulis selama kuliah di IPB. 7. Seluruh staf Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah ITSL yang telah memberikan bantuan selama melakukan analisis di laboratorium. 8. Seluruh teman-teman dari Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan seluruh teman-teman dari Soilscaper 44 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu atas bantuan, doa, dan semangatnya yang tidak akan pernah dilupakan oleh penulis. Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Bogor,11 Juli 2012 Penulis i DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI ....................................................................................................... i DAFTAR TABEL .............................................................................................. iii DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... iv DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................v I. PENDAHULUAN ........................................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ..................................................................................... 1 1.2. Tujuan ................................................................................................. 2 II. TINJUAN PUSTAKA ................................................................................... 3 2.1. Sifat dan Ciri Umum Latosol ............................................................... 3 2.2. Terak Baja dan Kegunaannya ............................................................... 4 2.3. Logam Berat ........................................................................................ 6 2.4. Bahan Organik ..................................................................................... 7 2.5. Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam tanah ............................................ 8 2.5.1. Nitrogen ................................................................................... 8 2.5.2. Fosfor ....................................................................................... 9 2.5.3. Kalium ................................................................................... 10 2.6. Basa-basa dapat Dipertukarkan (Ca-dd dan Mg-dd) dalam Tanah dan Karakteristiknya ................................................................................. 11 2.7. Reaksi Tanah (pH) ............................................................................. 11 III.BAHAN DAN METODE............................................................................ 13 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ............................................................ 13 3.2. Bahan dan Alat .................................................................................. 13 3.3. Pelaksanaan Percobaan ...................................................................... 13 3.4. Rancangan Penelitian ......................................................................... 14 IV.HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................... 17 4.1. Sifat Kimia dan Fisik Latosol Darmaga. ............................................. 17 4.2. Komposisi Hara pada Terak Baja ....................................................... 17 4.3. Nilai pH Tanah Setelah Pertanaman Caisim dipanen .......................... 18 4.4. Kadar Hara (N, P, K, Ca, Mg) Tanah Setelah Penanaman .................. 19 4.4.3. Kalium dapat dipertukarkan (K-dd) ........................................ 22 4.4.4. Kalsium dapat dipertukarkan (Ca-dd) ..................................... 23 ii 4.4.5. Magnesium dapat dipertukarkan (Mg-dd) ............................... 24 4.5. Kandungan Logam Berat Terlarut pada Tanah Setelah Pertanaman Caisim ............................................................................................... 25 V.KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................... 28 5.1. Kesimpulan ........................................................................................ 28 5.2. Saran ............................................................................................... 28 VI.DAFTAR PUSTAKA.................................................................................. 29 iii DAFTAR TABEL 1. Jenis dan Dosis Terak Baja serta Kesetaraannya .......................................... 14 2. Komposisi Hara pada Terak Baja ................................................................ 18 3. Nilai pH tanah akibat pemberian terak baja dan bahan organik .................... 18 4. Kadar Nitrogen Tanah Akibat Interaksi antara Jenis Terak dengan Dosis Terak dan interaksi Dosis Terak dengan Bahan Organik ............................. 19 5. Kadar Kalium Dapat Dipertukarkan dalam Tanah Akibat Interaksi Dosis Terak dengan Bahan Organik ...................................................................... 22 6. Kadar Logam Berat Terlarut ( Pb, Cd, As, Sn, Hg) Tanah pada Perlakuan Jenis Terak S2 (Convertor Slag Japan) Akibat Pemberian Terak Baja dan Bahan Organik ............................................................................................ 26 7. Kadar Logam Berat Terlarut ( Pb, Cd, As, Sn, Hg) Tanah pada Perlakuan Jenis Terak S2 (Electric Furnace Slag Indonesia) Akibat Pemberian Terak Baja dan Bahan Organik ............................................................................. 26 iv DAFTAR GAMBAR 1. Kadar P-tersedia tanah interaksi antara jenis terak dengan dosis terak .......... 21 2. Kadar P-tersedia tanah faktor tunggal bahan organik ..................................... 21 3. Kadar Ca-dd tanah pengaruh interaksi jenis jerak dengan dosis terak ............ 23 4. Kadar Ca-dd tanah faktor tunggal bahan organik .......................................... 23 5. Kadar Mg-dd dalam tanah pengaruh interaksi jenis terak dengan dosis terak 25 6. Kadar Mg-dd dalam tanah pengaruh interaksi dosis terak dengan bahan organik ...................................................................................................................... 25 v DAFTAR LAMPIRAN 1. Sifat Kimia dan Fisik Latosol Darmaga ....................................................... 33 2. Kriteria Penilaian Analisis Tanah (Pusat Penelitian Tanah, 1983 dalam Sulaeman et al., 2005)................................................................................. 34 3. Persyaratan Logam Berat (Total) Tanah ...................................................... 35 4. Pengaruh Pemberian Terak Baja dan Bahan Organik Terhadap Kadar Hara Tanah .......................................................................................................... 36 5. Pengaruh Pemberian Terak Baja dan Bahan Organik Terhadap Basa dapat ditukar dan pH Tanah ................................................................................. 37 6. Analisis Ragam Kadar N-Total Tanah ........................................................ 38 7. Analisis Ragam Kadar P-Tersedia Tanah ................................................... 38 8. Analisis Ragam Kadar K-dd Tanah ........................................................... 39 9. Analisis Ragam Kadar Ca-dd Tanah........................................................... 39 10. Analisis Ragam Kadar Mg-dd Tanah.......................................................... 40 11. Analisis Ragam Nilai pH Tanah ................................................................. 40 12. Gambar Denah Percobaan .......................................................................... 41 1 I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan salah satu negara yang berada dalam kawasan iklim tropis dengan suhu dan curah hujan tahunan yang tinggi, sehingga kebanyakan tanah di Indonesia berada pada tingkat pelapukan lanjut. Curah hujan tahunan yang tinggi mengakibatkan aktivitas pencucian hara dalam tanah berlangsung sangat intensif sehingga tanah kehilangan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Selain itu, tingkat pelapukan yang lanjut mengakibatkan bahan organik tanah juga menjadi rendah. Dengan kondisi demikian, tanah menjadi masam dan kesuburannya menjadi rendah. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, para petani di Indonesia menggunakan bahan-bahan seperti kalsit atau dolomit untuk menurunkan kemasaman tanah. Kalsit dan dolomit merupakan bahan kapur yang sudah dikenal di Indonesia dan telah dipakai secara luas. Akhir-akhir ini terak baja (basic slag/steel slag) diperbincangkan oleh para peneliti dunia pertanian. Terak baja merupakan limbah industri pembuatan baja yang mengandung unsur Ca, Mg Si, Fe, dan beberapa unsur lain serta mampu memperbaiki masalah keasaman tanah dengan menaikkan pH tanah (Dev dan Sharma 1970). Terak baja memiliki kandungan CaO sebanyak 52.85%, MgO 2.22%, P2O5 4.76% (Ali dan Shahram, 2007) dan unsur Si, Fe serta beberapa unsur lainnya. Suwarno dan Goto (1997) juga menyatakan bahwa terak baja sebagai bahan pengapuran lebih baik daripada dolomit. Disamping itu, terak baja juga bermanfaat untuk meningkatkan ketersediaan unsur Si dan unsur mikro lain yang dibutuhkan tanaman. Hal ini menjadikan terak baja dapat digunakan sebagai bahan amelioran. Namun demikian, terak baja diduga memiliki kandungan logam berat yang berbahaya seperti As, Cr, Pb, Ni, Cd, dan Th sehingga Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengkategorikan terak baja sebagai Bahan Berbahaya Beracun (B3), tercantum dalam PP No. 85 Tahun 1999. Hal ini menyebabkan potensi terak baja untuk pertanian belum banyak dikembangkan. Namun tidak semua produk samping limbah baja memiliki komposisi yang sama mengingat proses pembuatan baja bermacam-macam cara sehingga produk samping proses tersebut berbeda. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian terak baja mengandung logam berat yang kadarnya 2 masih di bawah ambang batas yang dapat membahayakan lingkungan, sehingga diharapkan beberapa sumber/jenis terak baja dapat digunakan sebagai bahan amelioran. Oleh karena itu perlu pengkajian kembali untuk pertimbangan pengkategorian sumber/jenis terak baja sebagai limbah B3. Bahan organik (BO) merupakan hasil dekomposisi dari sisa tanaman, hewan atau bahan lain yang mengandung karbon. Hasil dekomposisi bahan organik sudah terbukti mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Pengaruh pada sifat fisik tanah antara lain tanah menjadi lebih gembur dan mampu memegang air lebih banyak, sedangkan pengaruh terhadap sifat kimia tanah diantaranya dapat meningkatkan KTK dan ketersediaan hara tanah terutama N, P, S dan sebagai penyumbang sifat aktif koloid tanah. Pengaruhnya terhadap sifat biologi tanah antara lain adalah mempengaruhi aktifitas mikrob tanah. Mench et al., (1998) menunjukkan bahwa aplikasi bahan organik akan mengubah spesiasi logam berat dalam larutan tanah dari ionik ke bentuk-bentuk terkompleks, sehingga serapan logam berat oleh akar dan perpindahannya ke bagian atas tanaman menurun. Dengan demikian fitotoksisitas dan akumulasi logam berat ke rantai makanan dapat dihindari. Oleh karena itu pemberian terak baja dan bahan organik serta kombinasi keduanya pada tanah diharapkan dapat memberi pengaruh yang baik pada sifat kimia tanah. 1.2. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah yang meliputi pH, kadar hara makro (N, P, K, Ca dan Mg) serta kadar logam berat (As, Pb, Sn, Cd dan Hg) setelah pertanaman caisim pada Latosol yang diberi perlakuan terak baja, bahan organik dan kombinasi keduanya. 3 II. TINJUAN PUSTAKA 2.1. Sifat dan Ciri Umum Latosol Latosol merupakan jenis tanah yang penyebarannya cukup luas dan menempati area sekitar 9% daratan di Indonesia (Soepardi, 1983). Tanah ini diantaranya dapat dijumpai di Darmaga, Kabupaten Bogor. Menurut sistem klasifikasi USDA, Latosol coklat kemerahan Dramaga Bogor termasuk dalam order Inceptisol dan terletak pada zona fisiografi Bogor bagian barat, dengan bahan induk vulkanik kuarter yang berasal dari Gunung Salak. Dudal dan Soepraptohardjo (1957) menyebutkan bahwa tanah Latosol terbentuk melalui proses latosolisasi. Proses latosolisasi terjadi di bawah pengaruh curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropik dimana gaya-gaya hancuran bekerja lebih cepat dan pengaruhnya lebih ekstrim daripada daerah dengan curah hujan dan suhu sedang. Pelapukan dan pencucian sangat intensif dan mineral silikat cepat hancur. Pada banyak tempat di daerah tropik, musim basah dan kering terjadi silih berganti. Hal ini berakibat semakin meningkatnya kegiatan kimia dalam tanah. Latosol umumnya telah mengalami perkembangan lanjut, solum tebal, batas horizon baur, lapisan atas sedikit mengandung bahan organik, lapisan bawah yang berwarna merah, kadar fiksasi liat yang agak tinggi sampai tinggi dan hampir merata pada semua horizon. Horizon B kaya akan seskuioksida (Al2O3+Fe2O3) bertekstur halus, struktur lemah sampai gumpal, konsistensi gembur sampai agak teguh, porositas sedang sampai baik, permeabilitas dan drainase sedang sampai cepat dan cadangan mineral rendah sampai sedang (Dudal dan Supraptohardjo, 1957). Proses hidrolisis dan oksidasi berlangsung sangat intensif, sehingga basabasa seperti Ca, Mg, K, dan Na cepat dibebaskan oleh bahan organik. Oleh karena itu, tanah Latosol memiliki kejenuhan basa rendah ( 1.0 Na (me/100g) < 0.1 0.1 - 0.3 0.4 - 0.7 0.8 - 1.0 > 1.0 Mg (me/100g) < 0.4 0.4 -1.0 1.1 - 2.0 2.1 - 8.0 > 8.0 Ca (me/100g) < 0.2 2–5 6 -10 11-20 > 20 Kejenuhan Basa (%) < 20 20 – 40 41 - 60 61 – 80 >80 Aluminium (%) 40 Susunan Kation : pH H2O Sangat Masam Masam Agak Masam Netral Agak Alkalis Alkalis 8.5 35 Lampiran 3. Persyaratan Logam Berat (Total) Tanah Unsur Batas Normal Batas Kritis .....................................(mg/kg)................................... Pb 2 - 300 100 - 400 Cd 0.01 - 2.0 3.0 - 8.0 As 0.1- 40 20 - 50 Sn 1 - 200 50 Hg 0.01 - 0.5 0.3 - 5 Sumber : Balai Penelitian Tanah (2008) Tabel Lampiran 4. Pengaruh Pemberian Terak Baja dan Bahan Organik Terhadap Kadar Hara Tanah Kadar N Total ( % ) Ulangan Perlakuan Rataan I 2 3 4 S1T0B0 0.11 0.14 0.11 0.14 S1T0B1 0.07 0.12 0.07 S1T1BO 0.07 0.07 S1T1B1 0.1 S1T2B1 Kadar P-Tersedia (ppm) Ulangan I 2 3 4 0.13 2.40 2.00 2.40 2.00 0.12 0.10 2.70 2.90 2.70 0.07 0.11 0.08 3.20 2.60 0.08 0.1 0.08 0.09 6.10 0.08 0.07 0.1 0.11 0.09 S1T2B0 0.11 0.1 0.11 0.11 S1T3B0 0.08 0.07 0.07 S1T3B1 0.1 0.08 S2T0BO 0.11 S2T0B1 Rataan Kadar K-dd (me/100gram) Ulangan Rataan I 2 3 4 2.20 0.46 0.41 0.46 0.41 0.44 2.90 2.80 0.34 0.40 0.34 0.40 0.37 2.80 2.60 2.80 0.29 0.25 0.25 0.30 0.27 3.40 2.60 2.40 3.63 0.34 0.30 0.35 0.32 0.33 2.70 2.40 2.60 4.10 2.95 0.23 0.28 0.28 0.26 0.26 0.11 2.70 2.90 3.20 2.70 2.88 0.32 0.36 0.30 0.27 0.31 0.08 0.08 2.60 2.20 2.90 2.40 2.53 0.18 0.20 0.18 0.21 0.19 0.08 0.08 0.09 3.20 3.60 3.20 3.10 3.28 0.24 0.24 0.33 0.33 0.29 0.08 0.11 0.08 0.10 2.40 2.70 2.40 2.70 2.55 0.44 0.41 0.44 0.41 0.42 0.1 0.11 0.1 0.11 0.11 3.10 2.90 3.10 2.90 3.00 0.48 0.37 0.48 0.37 0.42 S2T1BO 0.11 0.08 0.1 0.07 0.09 3.90 4.90 4.30 3.90 4.25 0.25 0.30 0.27 0.22 0.26 S2T1B1 0.1 0.07 0.07 0.08 0.08 3.20 4.10 3.70 3.20 3.55 0.27 0.28 0.39 0.31 0.31 S2T2BO 0.1 0.08 0.08 0.08 0.09 4.80 3.90 4.60 3.60 4.23 0.27 0.28 0.23 0.19 0.24 S2T2B1 0.08 0.12 0.12 0.14 0.12 4.30 3.90 6.10 4.60 4.73 0.19 0.34 0.36 0.33 0.31 S2T3BO 0.12 0.11 0.1 0.11 0.11 2.70 3.10 2.70 4.10 3.15 0.20 0.22 0.23 0.24 0.22 S2T3B1 0.1 0.11 0.12 0.11 0.11 3.40 3.20 3.40 3.60 3.40 0.31 0.33 0.34 0.31 0.32 36 Tabel Lampiran 5. Pengaruh Pemberian Terak Baja dan Bahan Organik Terhadap Basa dapat ditukar dan pH Tanah Kadar Ca-dd (me/100gram) Perlakuan Ulangan Kadar Mg-dd (me/100gram) Rataan I 2 3 4 S1T0B0 4.1 3.4 4.1 3.4 S1T0B1 4.9 7.8 4.9 S1T1BO 9.4 9.1 S1T1B1 11.5 S1T2B1 Ulangan Nilai pH Tanah Rataan I 2 3 4 3.8 1.56 1.83 1.56 1.83 7.8 6.4 2.17 1.17 2.17 9.2 7.7 8.9 1.33 1.50 12.7 10.1 13.5 12.0 2.00 14.4 12 11.2 13.4 12.8 S1T2B0 12.5 13.6 14.7 13.5 S1T3B0 15.4 17.6 16.4 S1T3B1 20.2 21.6 S2T0BO 2.0 S2T0B1 Ulangan Rataan I 2 3 4 1.69 4.5 5.1 4.5 5.1 4.8 1.17 1.67 5.2 5.3 5.2 5.3 5.3 1.33 1.33 1.38 6.2 6.1 6.6 6.0 6.2 2.00 1.50 1.83 1.83 6.1 6.5 6.4 6.2 6.3 2.50 1.33 1.83 1.17 1.71 6.5 6.6 6.7 6.6 6.6 13.6 1.67 2.67 1.33 1.33 1.75 6.8 6.6 6.8 6.6 6.7 14.8 16.1 2.17 1.67 2.33 1.50 1.92 6.7 6.7 6.9 6.8 6.8 20.1 16.2 19.5 3.00 3.00 3.50 2.50 3.00 7.1 7.0 7.0 7.1 7.1 3.7 2.0 3.7 2.9 0.83 2.00 0.83 2.00 1.42 5.4 4.4 5.4 4.4 4.9 6.4 4.9 6.4 4.9 5.7 3.67 1.67 3.67 1.67 2.67 5.5 5.2 5.5 5.2 5.4 S2T1BO 15.6 9.9 5.9 6.1 9.4 1.33 2.61 3.50 3.00 2.61 5.7 6.2 6.0 6.0 6.0 S2T1B1 6.4 6.4 11 6.5 7.6 3.33 3.00 4.83 3.50 3.67 6.0 6.0 6.2 6.3 6.1 S2T2BO 11 8.3 11.6 7.8 9.7 8.17 6.33 6.72 5.67 6.72 6.7 6.7 6.4 6.6 6.6 S2T2B1 6.7 9.1 16.9 4.6 9.3 4.33 5.50 5.11 5.50 5.11 6.6 6.7 6.5 6.6 6.6 S2T3BO 8.5 12.5 8.9 11.7 10.4 6.17 9.17 7.00 8.33 7.67 6.9 6.9 6.9 7.0 6.9 S2T3B1 11.6 10.6 10 12.6 11.2 8.67 6.83 6.67 8.33 7.63 7.0 6.9 6.8 7.0 6.9 37 38 Tabel Lampiran 6. Analisis Ragam Kadar N-Total Tanah Sumber DF JK FK F-hit Pr > F Ulangan 3 0.00090469 0.00030156 1.24 0.3074 Jenis Terak 1 0.00026406 0.00026406 1.08 0.3035 Dosis terak 3 0.00342969 0.00114323 4.69 0.0062* Bahan Organik 1 0.00035156 0.00035156 1.44 0.2361 Jenis Terak* Dosis Terak 3 0.00424219 0.00141406 5.80 0.0019* Jenis Terak*Organik 1 0.00003906 0.00003906 0.16 0.6908 Dosis Terak*Organik 3 0.00240469 0.00080156 3.29 0.0291* Jenis *Dosis*Organik 3 0.00151719 0.00050573 2.07 0.1170 Error 45 0.01097031 0.00024378 Corrected Total 63 0.02412344 * Pemberian terak baja dan bahan organik berpengaruh nyata terhadap N-Total tanah dengan taraf nyata 5% Tabel Lampiran 7. Analisis Ragam Kadar P-Tersedia Tanah Sumber DF JK FK F-hit Pr > F Ulangan 3 0.33125000 0.11041667 0.28 0.8402 Jenis Terak 1 7.84000000 7.84000000 19.82 F Ulangan 3 0.33125000 0.11041667 0.28 0.8402 Jenis Terak 1 7.84000000 7.84000000 19.82
Kadar Hara Makro dan Logam Berat Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik Bahan Organik TINJUAN PUSTAKA Basa-basa dapat Dipertukarkan Ca-dd dan Mg-dd dalam Tanah Reaksi TanahpH Fosfor Kalium Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam tanah Kalium dapat dipertukarkan K-dd Kalsium dapat dipertukarkan Ca-dd Kandungan Logam Berat Terlarut pada Tanah Setelah Pertanaman Logam Berat TINJUAN PUSTAKA Magnesium dapat dipertukarkan Mg-dd Nilai pH Tanah Setelah Pertanaman Caisim dipanen Nitrogen Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam tanah Nitrogen Total. Kadar Hara N, P, K, Ca, Mg Tanah Setelah Penanaman Persiapan Bahan Tanah Analisis Tanah Sifat dan Ciri Umum Latosol Sifat Kimia dan Fisik Latosol Darmaga. Komposisi Hara pada Terak Baja Terak Baja dan Kegunaannya Waktu dan Tempat Penelitian Bahan dan Alat Rancangan Penelitian
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

Kadar Hara Makro dan Logam Berat Latosol Darmaga yang Diperlakukan Terak Baja dan Bahan Organik

Gratis