PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SUKAMENANTI KEDATON BANDAR LAMPUNG

Gratis

0
7
27
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SUKAMENANTI KEDATON BANDAR LAMPUNG Oleh IKHWAN SETIYAWAN, A. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan prestasi belajar IPA pada siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti semester dua tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan Prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukamenanti Kedaton Bandar Lampung. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dengan metode inkuiri, yang dilakukan dalam 4 langkah kegiatan meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah perangkat tes, lembar observasi yang digunakan untuk mengamati aktivitas belajar siswa, aspek yang diamati meliputi 4 aspek yaitu siswa memperhatikan penjelasan guru, menjawab pertanyaan, bertanya kepada guru, dan mengerjakan tugas individu, untuk mengamati kinerja guru dalam mengajar menggunakan Lembaran IPKG dan untuk menganalisis prestasi belajar IPA menggunakan persentase ketuntasan hasil belajar siswa. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus I mencapai 47,50% (kurang baik), dan mengalami peningkatan 71,66% (Cukup baik), atau meningkat sebesar 24,16%. Prestasi belajar IPA siswa pada siklus I rerata nilai mencapai 57 (belum tuntas), terjadi peningkatan pada siklus II menjadi 79,33 (tuntas). Dengan demikian nilai rerata siswa mengalami peningkatan 22,33. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas dan prestasi belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya. Meningkatnya aktivitas dan prestasi belajar siswa adalah karena menggunakan metode Inkuiri siswa terlibat secara langsung dalam pembelajaran, berperan aktif dan merasa senang terhadap materi yang disampaikan. Kata kunci: Aktivitas belajar, Prestasi belajar, IPA, Metode inkuiri. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tepat didunia. Dengan demikian siswa perlu memiliki kemampuan memperoleh, memilih dan mengolah informasi untuk dapat bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif, kemampuan ini membutuhkan pemikiran kritis, sistematis, logis, kreatif, dan kemampuan bekerja sama yang efektif. Cara berfikir seperti ini dapat dikembangkan melalui belajar IPA karena proses pembelajarannya menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) SD/ MI Tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA ) adalah : 1. Memperoleh keyakinan terhadap tuhan yang maha esa berdasarkan keberadaannya, keindahan, dan keteraturan alam ciptaannya. 2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positif dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan masyarakat. 2 4. Mengembangankan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan. 5. Meningkatkan kesadaran untuk berperan serta dalam memelihara, menjaga, dan melestarikan lingkungan alam. 6. Meningkatkan kesadaran dalam menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan tuhan. 7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai Dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTS Depdiknas (2008:104). Hasil pengamatan penulis terhadap aktivitas belajar IPA siswa di SDN 2 Sukamenanti kelas IV masih sangat rendah. Hal ini di indikasikan oleh kurang seriusnya siswa dalam mengikuti kegiatan belajar ketika proses belajar mengajar berlangsung, beberapa siswa ada yang mengobrol, bermain, dan melamun, sehingga tidak semua siswa melakukan kegiatan belajar dengan baik, dari hasil belajar yang diperoleh belum memuaskan. Jumlah siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti ada 30 siswa, masing-masing siswa mempunyai daya pemahaman yang berbeda, sebagai contoh dapat dilihat dari nilai- nilai uji semester 1 tahun pelajaran 2011-2012. siswa yang mendapat rentang nilai dari 0-19 berjumlah 2 siswa dengan persentase 7%, siswa yang mendapat rentang nilai dari 20-39 berjumlah 8 siswa dengan persentase 28%, siswa yang mendapat rentang nilai dari 40-59 berjumlah 7 siswa dengan persentase 22%, siswa yang mendapat rentang nilai dari 60-79 berjumlah 6 siswa dengan persentase 21%, dan siswa yang mendapat rentang nilai dari 80-100 berjumlah 7 siswa dengan persentase 22%. Sumber : Data SDN 2 Sukamenanti. 3 Berdasarkan pernyataan di atas dapat diketahui bahwa sekitar 17 siswa atau 57% memperoleh nilai < 60 dari 30 siswa. Hasil tersebut diduga disebabkan oleh (1) rendahnya aktivitas belajar siswa, (2) guru dalam belajar mengajar kurang mampu memotivasi aktivitas belajar siswa dengan baik dan kurang tepat dalam memilih strategi pembelajaran. Sehubungan dengan itu akan dilakukan penelitian dengan judul Peningkatan Aktivitas dan Prestasi Hasil Belajar IPA Melalui Metode Inkuiri Pada siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti Kedaton Bandarlampung. Dalam hal ini peneliti akan menggunakan metode Inkuiri, karena dengan menggunakan metode inkuiri siswa diharapkan dapat menemukan, menyelidiki, dan memecahkan sendiri masalah yang dipelajari sehingga siswa tidak merasa jenuh ketika kegiatan pembelajaran berlangsung. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran IPA meningkat. Adapun kajian aktivitas belajar siswa yang diamati dalam proses pembelajaran meliputi beberapa aspek :  Siswa memperhatikan penjelasan guru  Menjawab pertanyaan  Bertanya kepada guru  Mengerjakan tugas individu 1.2 Identifikasi Masalah Masalah yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah ebagai berikut: 1. Aktivitas belajar IPA siswa masih rendah 2. Hasil belajar IPA siswa masih rendah 4 3. Pembelajaran masih berpusat pada guru 4. Guru kurang tepat dalam memilih metode pembelajaran 1.3 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Bagaimana Peningkatan Prestasi belajar IPA dengan menggunakan Metode Inkuiri siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti Kedaton Bandar Lampung ? 2. Bagaimana Peningkatan Aktivitas belajar IPA dengan menggunakan Metode Inkuiri siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti Kedaton Bandar Lampung ? 1.4 Tujuan Penelitian a. Tujuan Penelitian : Mendeskripsikan metode Inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV semester 1 SDN 2 Sukamenanti Kedaton Bandar Lampung 1.5 Manfaat Penelitian a. Bagi siswa Meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA sehingga prestasi belajar akan lebih meningkat. 5 b. Guru sebagai pedoman untuk melaksanakan pembelajaran sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran IPA. c. Sekolah Meningkatkan hasil belajar IPA akan meningkatkan juga kualitas pendidikan di sekolah. 6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori Belajar Belajar adalah suatu kegiatan memahami dan menemukan sesuatu yang belum diketahui serta memaksimalkan potensi yang dimiliki seseorang. Belajar adalah proses perubahan perilaku sebagai akibat dari pengalaman dan latihan Sanjaya (2006:112). Pada teori belajar yaitu aliran behavioristik-elementeristik dan aliran kognitif holistik. Menurut aliran behavioristik, belajar adalah pembentukan asosiasi antara kesan yang ditangkap pancaindra dengan kecenderungan untuk bertindak atau berhubungan antara stimulus dan respon (S-R). Tokoh-tokoh dalam kelompok teori belajar behavioristik diantaranya Thorndike, Pavlop, Skiner, Hull dan Guthrie dalam Sanjaya (2006:114). Teori-teori yang termasuk ke dalam kelompok kognitif holistik, diantaranya teori gestalt (Kofka, Kohler, dan Wertheinmer), teori Organismik (Wheeler), teori Humanistik (Maslow dan Rogers) dan teori Konstruktivistik, Jean Piaget dalam Sanjaya (2006:115). Menurut teori Gestalt dalam Sanjaya (2006:120) belajar adalah proses mengembangkan insight. 7 Menurut Nasution dalam Sanjaya (2006:121) prinsip penerapan teori gestalt antara lain: (a) belajar berdasarkan keseluruhan : teori gestalt menganggap bahwa keseluruhan itu lebih memiliki makna dibandingkan dari yang membentuk bagian-bagian. Bagian-bagian hanya berarti apabila ada dalam keseluruhan. Sebuah kata akan bermakna manakala ada dalam sebuah kalimat. Demikian juga kalimat akan memiliki makna apa bila ada dalam satu rangkaian karangan; (b) anak yang belajar merupakan keseluruhan dan; (c) belajar berdasarkan pengalaman. 2.2 Aktivitas Belajar Aktivitas belajar merupakan proses interaksi kegiatan jasmani dan rohani, dibantu oleh faktor-faktor lain untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Sardiman (2003:100) menggolongkan jenis-jenis aktivitas belajar siswa antara lain: (a) Visual Activities yaitu suatu kegiatan belajar yang melibatkan penglihatan sebagai aktivitasnya; (b) Oral Activities yaitu suatu kegiatan belajar yang melibatkan suara atau ucapan sebagai aktivitasnya; (c) Listening Aktivities yaitu suatu kegiatan belajar yang melibatkan pendengaran sebagai aktivitasnya; (d) Writing Activities yaitu suatu kegiatan menulis sebagai aktifitasnya; (e) Drawing Activities yaitu suatu kegiatan menggambar sebagai aktivitasnya; (f) Motor Aktivities yaitu suatu kegiatan belajar yang melibatkan keterampilan sebagai aktivitasnya; (g) Mental Aktivities yaitu suatu kegiatan belajar yang melibatkan sikap sebagai aktivitasnya; (h) Emotional Aktivities yaitu suatu kegiatana belajar yang melibatkan emosi sebagai aktifitasnya. Djamarah (2006:109-119) menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar yitu : “(1) Tujuan, Pedoman sekaligus sebagai sasaran yang akan dicapai dalam kegiatan belajar mengajar, (2) Guru, tenaga pendidik yang mamberikan sejumlah ilmu pengetahuan kepada anak didik di sekolah, (3) Anak didik, unsur manusiawi yang mempengaruhi kegiatan belajar mengajar, (4) Kegiatan pengajaran, terjadi interaksi antara guru dengan anak didik 8 dengan bahan sebagai perantaranya, (5) Bahan dan alat evalusi, suatu bahan yang terdapat didalam kurikulum yang sudah dipelajari oleh anak didik guna kepentingan ulangan,(6) Suasana evaluasi, pelaksanaan evaluasi dilaksnakan didalam kelas, besar kecilnya jumlah anak didik yang di kumpulkan di dalam kelas akan mempengaruhi suasana kelas “. Untuk itu dibutuhkan sebuah strategi yang lebih memberdayakan siswa yaitu metode inkuiri, melalui metode ini diharapkan dapat menjadi alternatif belajar bagi siswa dengan mengalami langsung, berperan aktif dan merasa senang atau gembira sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Di dalam pembelajaran inkuiri ini, siswa diharapkan pada sebuah masalah yang tidak disengaja dibuat oleh guru atau hasil “Rekayasa”, sehingga siswa harus mengerahkan seluruh pikiran dan keterampilannya untuk mendapatkan temuan-temuan di dalam masalah itu melalui proses penelitian Gulo (2002:84). Untuk itu dalam penelitian ini peneliti tertarik untuk melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri. Menurut Arikunto (2006:17) kriteria aktivitas belajar dapat digolongkan seperti tabel dibawah ini : Tabel 2.1 Kriteria Aktivitas Belajar Siswa No KRITERIA (%) TINGKATAN 1 >75 BAIK 2 56-75 CUKUP BAIK 3 40-45 KURANG BAIK 4 <40 TIDAK BAIK 9 Adapun yang menjadi indikator aktivitas belajar siswa menurut Wardhani, (2005:12) adalah : (a) Aktif yaitu aktif bertanya, mengemukakan pendapat; (b) Kreatif yaitu merancang/membuat melalui karya; (c) Efektif yaitu memanfaatkan kesempatan belajar yang ada; (d) Berani yaitu berani mencoba, berbuat dan bereksperimen. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa menurut Sardiman (2003:102) dibedakan atas dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor tersebut saling mempengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar. (a) Faktor internal meliputi : (1) Faktor Fisiologis yaitu faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik individu; (2) Faktor Psikologis adalah keadaan psikologis seseorang yang dapat mempengaruhi aktivitas belajar. Beberapa faktor psikologis yang utama mempengaruhi aktivitas belajar adalah: Kecerdasan/Intelegensia siswa merupakan faktor psikologis yang paling penting dalam aktivitas belajar siswa, karena itu menentukan kualitas belajar siswa dan motivasi siswa. Motivasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keefektifan kegiatan belajar siswa. Motivasilah yang mendorong siswa ingin melakukan kegiatan belajar. Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses didalam diri individu yang aktif, mendorong, memberi arah, dan menjaga prilaku setiap saat. Motivasi juga di artikan sebagai pengaruh, dibagi menjadi dua, yaitu motivasi intrisik dan motivasi ektrinsik, minat sama halnya dengan kecerdasan dan motivasia,karena memberi pengaruh terhadap aktivitas belajar, sikap individu dapat mempengaruhi keberhasilan aktivitas belajarnya. Sikap adalah gejala internal yang mendimensi afektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara relatif tetap terhadap objek, bakat adalah kemampuan seorang menjadi salah satu komponen yang diperlukan dalam aktifitas belajar seseorang. (b) faktor-faktor eksternal mempengaruhi belajar dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu: Lingkungan sosial yang meliputi : Lingkungan sosial sekolah, Lingkungan sosial masyarakat, Lingkungan sosial keluarga. Dan Lingkungan non sosial meliputi Lingkungan alamiah, Faktor instrumental, Faktor materi pelajaran (yang di ajarkan kesiswa). Jadi yang dimaksud dengan aktivitas siswa dalam penelitian ini adalah proses interaksi yang melibatkan aktivitas melihat, mengucapkan, mendengarkan, menulis, menggambar, keterampilan, sikap dan emosi siswa untuk mencapai tujuan belajar yang diharapkan. 10 2.3 Ilmu Pengetahuan Alam di Sekolah Dasar Menurut beberapa pendapat Ilmu Pengetahuan Alam sendiri berasal dari kata Sains yang berarti Alam. Sains menurut Abdullah (1998:23) merupakan “Pengetahuan Hasil Kegiatan manusia yang bersifat aktif dan dinamis tiada henti- hentinya serta diperoleh melalui metode tertentu yaitu teratur, sistematis, berobjek, bermetode dan berlaku secara univeral “. Menurut Suyoso (1998:18), Ilmu Pengetahuan Alam merupakan „ Pengetahuan Teoritis yang diperoleh atau disusun dengan cara yang Khas atau khusus, yaitu dengan melakukan observasi, ekperimentasi, penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi dan demikian seterusnya kait mengait antara cara yang satu dengan yang lain. Dari pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa Ilmu Pengetahuan Alam Merupakan Pengetahuan dari hasil kegiatan manusia yang diperoleh dengan menggunakan langkah-langkah ilmiah yang berupa metode ilmiah dan didapatkan dari hasil eksperimen atau observasi yang bersifat umum sehingga akan terus disempurnakan. Dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam mencakup semua materi yang terkait dengan objek Alam serta persoalannya. Ruang lingkup Ilmu Pengetahuan Alam yaitu makhluk hidup, energi dan perubahannya, bumi 11 dan alam semesta serta proses materi dan sifatnya. Ilmu Pengetahuan Alam terdiri dari tiga aspek yaitu : Fisika, Biologi dan Kimia. 2.4 Hasil Belajar dan Prestasi Belajar Hasil belajar siswa diperoleh setelah berakhirnya proses pembelajaran dan dapat diukur dengan angka angka yang bersifat pasti, selain itu dapat diamati melalui perubahan tingkah laku siswa setelah mengalami proses pembelajaran. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002:3) berpendapat bahwa : hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru tindak mengajar diakhiri dengan proses evalusi hasil belajar, dari siswa hasil belajar merupakan puncak proses belajar. Abdurahman (1999:37) menyatakan tentang pengertian hasil belajar yaitu ; “ Hasil Belajar adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar” . Melalui Hasil Belajar siswa maka dapat diketahui sejauh mana perkembangan intelektual siswa. Jika hasil belajar dinyatakan tidak baik artinya selama proses pembelajaran siswa kurang mengikuti dengan baik. Oleh karena itu hasil belajar dapat dikatakan sebagai puncak dari proses pembelajaran. Sedangkan seorang ahli berpendapat bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar adalah, hasil yang diperoleh peserta didik yang berfungsi mengukur perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar dalam jangka waktu tertentu (Sudijiono, 1998:10). 12 Berdasarkan Pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan, yang dimaksud dengan hasil belajar adalah hasil yang diperoleh peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran dengan bahan pembelajaran tertentu, waktu tertentu, melalui tes akhir pelajaran yang telah ditentukan. 2.5. Metode Inkuiri Metode berasal dari Bahasa Yunani “ Methodos” yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya Ilmiah maka Metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi Metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Pengetahuan tentang metode- metode mengajar sangat diperlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru (Hamalik, 2001). Metode inkuiri merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berfikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Sanjaya (2008:196). Secara umum langkah-langkah proses pembelajaran Inkuiri adalah sebagai berikut : 1) Orientasi, yaitu mengkondisikan agar siswa siap melaksanakan proses pembelajaran. 2) Merumuskan masalah, yaitu langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka- teki. 13 3) Merumuskan Hipotesis, yaitu jawaban sementara dari suatu permasalahan yang sedang dikaji dengan berlandaskan pada berfikir yang kokoh, sehingga hipotesis yang dimunculkan bersifat rasional dan logis. 4) Mengumpulkan data, yaitu aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. 5) Menguji hipotesis, yaitu menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data. 6) Merumuskan kesimpulan, yaitu Proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis. Menurut Roestiyah (2008:75), Inkuiri merupakan suatu teknik atau cara yang digunakan guru untuk mengajar didalam kelas dengan langkah langkah sebagai berikut : 1) Guru membagi tugas meneliti sesuatu masalah ke kelas. 2) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok mendapat tugas tertentu yang harus dikerjakan. 3) Kemudian mereka mempelajari, meneliti atau membahas tugasnya didalam kelompok, 4) Kemudian dibuat laporan yang tersusun dengan baik. Menurut Sanjaya (2008:208), keunggulan strategi pembelajaran Inkuiri adalah : a. Inkuiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran lebih bermakna. b. Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka. c. Sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman. d. Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Menurut Roestiyah (2008:76-77), keunggulan dari metode inkuiri adalah sebagai berikut 14 a. Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru b. Mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersikap objektif c. Mendorong siswa untuk berfikir inkuitif dan merumuskan hipotesisnya sendiri d. Memberi kepuasan yang bersifat intrisik e. Situasi proses belajar menjadi lebih aktif f. Dapat megembangkan bakat atau kecakapan individu g. Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri h. Siswa dapat menghindari belajar secara tradisional i. Dapat memberikan waktu pada siswa secukupnya 2.6 Kerangka Pikir penelitian Metode inkuiri dapat menjadi salah satu alternative dalam pembelajaran IPA. Dalam inkuiri, siswa bertindak sebagai ilmuan dalam melakukan eksperimen. Aktivitas dan hasil belajar IPA Rendah Menggunakan Metode Inkuiri Hasil Belajar IPA Meningkat 2.7 Hipotesis Jika pembelajaran IPA menggunakan Metode Inkuiri dengan langkahlangkah yang tepat dapat meningkatkan aktivitas hasil belajar siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti Kedaton Bandar Lampung. 15 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Setting Penelitian Penelitian tindakan ini dilakukan terhadap siswa kelas IV SDN 2 Sukamenanti Kedaton Bandar lampung semester 1 tahun ajaran 2011-2012 pada materi gaya dan perubahannya. Dan metode yang digunakan adalah metode inkuiri. Jumlah siswa sebanyak 30 orang terdiri dari 14 siswa laki – laki dan 16 siswa perempuan dan akan dibentuk didalam 6 kelompok. Anggota yang dibentuk bersifat heterogen ditinjau dari kemampuan akademiknya ini dilakukan untuk mempermudah dan mengaktifkan mereka dalam bekerja sama dikelompoknya. Penelitian ini diselenggarakan oleh Peneliti, seorang guru mitra dan kepala sekolah sebagai penanggung jawab. 3.2 Prosedur Penelitian Penelitian ini dilakukan dalam bentuk siklus berulang yang didalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu Perencanaan (Planning) diteruskan dengan pelaksanaan (Acting), pengamatan (Reflecting) yang dapat digambarkan sebagai berikut: 16 Permasalahn Siklus I Permasalahan baru hasi refleksi Siklus II Apabila permasalahh belum terselesaikan Perencanaan Tindakan 1 Refleksi I Perencanaan tindakan II Refleksi II Pelaksanaan Tindakan 1 Pengamatan/ Pengumpulan data I Pelaksanaan tindakan II Pengamatan/pe ngumpulan data II Dilanjutkan ke siklus berikutnya Gambar I. Tahapan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diadopsi dari Suhardjono (2006:74). 17 3.3 Gambaran Umum Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, berlangsung selama 3 bulan yaitu bulan maret 2012. Persiapan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Menyusun jadwal penelitian, perangkat pembelajaran dan metode pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri. b. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tiap-tiap siklus yaitu siklus pertama dilakukan dua kali pertemuan serta membuat laporan siklus pertama dan siklus berikutnya dilakukan setelah siklus pertama dilakukan, pelaksanaan diamati oleh seorang guru mitra serta pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri, setiap siklus dilaksanakan refleksi guna mengetahui tingkat keberhasilan atau kegagalannya. Setelah berlangsung satu siklus kemudian dilaksanakan analisis sebagai bahan perbaikan pada tindakan siklus berikutnya. Tindakan baru pada siklus II tergantung pada refleksi siklus I. 3.4 Rincian Prosedur Penelitian Prosedur Penelitian ini terdiri dari 4 tahap. Tahap-tahap tersebut adalah : tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, hal ini sesuai dengan pendapat Suhardjono (2006:73). a. Perencanaan 1) Membuat perangkat pembelajaran yang akan diterapkan. 2) Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diberikan. 18 3) Mempersiapkan lembar observasi dan APKG b. Pelaksanaan 1) Siklus I a) Sebagai orientasi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa dengan tanya jawab tentang aktivitas yang dilakukan siswa sehari-hari. b) Guru menyampaikan materi diawali dengan menunjukan gambar aktivitas permainan anak yaitu dengan plastisin. Dilanjutkan dengan tanya jawab tentang aktivitas dalam gambar. c) Membagi siswa dalam kelompok dengan cara berhitung 1 sampai 6 sehingga terbentuk enam kelompok. d) Untuk merumuskan hipotesis, guru membagi tugas kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban sementara dari permasalahan yang diberikan oleh guru. e) Dalam mengumpulkan data, tiap kelompok berdiskusi menyelidiki hubungan antar gaya dan gerak pada mainan plastisin. f) Guru mengamati diskusi dan kerja kelompok dengan memberikan bimbingan jika perlu. g) Untuk menguji hipotesis, setiap kelompok berdiskusi menguji/mempraktekan model mainan yang dibuatnya, kemudian membuat catatan laporan hasil diskusi kelompok. h) Merumuskan kesimpulan, setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok yang 19 lain saling menanggapi. Kemudian guru bersama sama siswa menyimpulkan hasil diskusi dan kerja kelompok. i) Siswa mengerjakan evaluasi tugas individu. j) Apabila ada siswa yang memperoleh hasil dengan nilai <60 maka dijelaskan kembali materi yang dianggap sulit. c. Pengamatan Hal- hal yang akan diamati atau diobservasi dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa. Kemudian hasil observasi tersebut diolah menjadi data kualitatif dan data kuantitatif sebagai berikut : a. Data kualitatif yaitu data keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar pada siklus I yang diperoleh dari lembar observasi. b. Data kuantitatif yaitu berupa hasil belajar siswa yang diperoleh dari ulangan harian pada siklus I. Adapun yang menjadi indikator aktivitas belajar siswa pada penelitian tindakan kelas ini adalah : (1) bertanya, (2) mengeluarkan pendapat, (3) aktif diskusi kelompok, (4) mengambil keputusan, Sardiman (2003:100). d. Analisis dan Refleksi Data yang terkumpul melalui instrumen penelitian ditabulasi kemudian dirata rata, dideskripsikan dan selanjutnya disimpulkan baik menyangkut keberhasilan maupun kelemahan- kelemahan selama kegiatan yang 20 dilakukan pada siklus yang baru dilalui selanjutnya diperbaiki sebagai dasar kegiatan pada siklus berikutnya. 2) Siklus II a. Perencanaan 1) Membuat perangkat pembelajaran yang akan diterapkan. 2) Menyusun skenario pembelajaran sesuai dengan materi yang akan diberikan. 3) Mempersiapkan lembar observasi dan APKG b. Pelaksanaan 1) Siklus II a) Sebagai orientasi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa dengan tanya jawab tentang aktivitas yang dilakukan siswa sehari-hari. b) Untuk merumuskan masalah, guru menyampaikan materi diawali dengan menunjukan gambar aktivitas permainan anak, menendang bola, membuka dan menutup pintu, mendorong dan menarik pintu. c) Membagi siswa dalam kelompok dengan cara berhitung 1 sampai 6 sehingga terbentuk enam kelompok. d) Untuk merumuskan hipotesis, guru membagi tugas kelompok untuk berdiskusi menemukan jawaban permasalahan yang diberikan oleh guru. sementara dari 21 e) Dalam mengumpulkan data, setiap kelompok berdiskusi menyelidiki hubungan antara gaya dan gerak pada menendang bola, membuka, dan menutup pintu, mendorong dan menarik pintu. f) Guru mengamati diskusi dan kerja kelompok dengan memberikan bimbingan jika perlu. g) Untuk menguji hipotesis, setiap kelompok berdiskusi menguji/mempraktekan tentang gaya dan gerak pada menendang bola, membuka dan menutup pintu, mendorong dan menarik pintu. h) Merumuskan kesimpulan, setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil kerja kelompoknya dan kelompok yang lain saling menanggapi. Kemudian guru bersama sama siswa menyimpulkan hasil diskusi dan kerja kelompok. i) Siswa mengerjakan evaluasi tugas individu. j) Apabila ada siswa yang memperoleh hasil dengan nilai <60 maka dijelaskan kembali materi yang dianggap sulit. c. Pengamatan Hal-hal yang akan diamati atau diobservasi dalam penelitian ini adalah keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa. Kemudian hasil observasi tersebut diolah menjadi data kualitatif dan data kuantitatif sebagai berikut : 22 1) Data kualitatif yaitu data keaktifan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar pada siklus II yang diperoleh dari lembar observasi. 2) Data kuntitatif yaitu berupa hasil belajar siswa yang diperoleh dari ulangan harian pada siklus II. Adapun yang menjadi indikator aktivitas belajar siswa pada penelitian tindakan kelas ini adalah (1) bertanya, (2) mengeluarkan pendapat, (3) aktif diskusi kelompok, (4) mengambil keputusan. Sardiman (2003:100) d. Analisis dan Refleksi Data yang terkumpul melalui instrumen penelitian ditabulasi kemudian dirata rata, dideskripsikan dan selanjutnya disimpulkan baik menyangkut keberhasilan maupun kelemahan- kelemahan selama kegiatan yang dilakukan pada siklus yang baru dilalui selanjutnya diperbaiki sebagai dasar kegiatan pada siklus berikutnya. Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar evaluasi. Lembar observasi dipergunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa, sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa. Untuk menghitung presentase keaktifan siswa mengikuti pelajaran dengan metode inkuiri digunakan rumus sebagai berikut : Pa = Xܽ N X 100 % 23 Keterangan : Pa : presentasi jumlah siswa yang aktif Xa : jumlah siswa yang aktif N : jumlah siswa Aktifitas belajar siswa dikatakan meningkat atau baik jika presentase yang diharapkan diperoleh > 75%. Untuk menghitung hasil belajar siswa digunakan rumus : Pb = Xܾ N X 100 % Keterangan : Pb : presentasi jumlah siswa yang mampu memperoleh nilai ≥60 Xb : jumlah siswa yang memperoleh nilai ≥60 N : jumlah siswa 3.5 Indikator Keberhasilan Sebagai hasil belajar pada materi menentukan gaya pada siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukamenanti kedaton Bandar Lampung tahun pelajaran 2011/2012 akan tercapai dengan tolak ukur keberhasilan pada penelitian tindak kelas ini yang penulis tetapkan apabila siswa pada materi gaya yaitu mencapai peningkatan pada setiap siklusnya. 40 BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sesuai dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian bahwa : 1. Pembelajaran IPA menggunakan metode inkuiri ternyata meningkatkan Aktivitas Belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukamenanti yang ditandai dengan peningkatan aktivitas siswa dalam setiap siklusnya yaitu siklus I 47,50% dan meningkat di siklus II menjadi 72,49%. Atau meningkat sebesar 24,99%. 2. Pembelajaran IPA menggunakan metode inkuiri ternyata meningkatkan Prestasi Belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Sukamenanti dengan ditandai persentase siswa yang mendapat nilai Ketuntasan meningkat tiap siklusnya yaitu siklus I 34,99% (belum tuntas), dan meningkat di siklus II menjadi 64,99% (tuntas), Atau meningkat sebesar 30%. 41 5.2 Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan diatas maka peneliti dapat mengemukakan saran sebagai berikut : 1. Disarankan pada guru yang mengajar matematika dikelas yang sama agar menggunakan metode inkuiri sebagai metode alternatif dalam melaksanakan pembelajaran. 2. Disarankan pada guru untuk menerapkan metode inkuiri karena metode ini dapat melatih nalar siswa menjadi kreatif, menumbuhkan rasa percaya diri, dan membuat siswa menjadi nyaman dan dihargai. 3. Dalam pembelajaran menggunakan metode inkuiri hendaknya guru membuat persiapan dan media pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang direncanakan tercapai. 4. Setiap akhir bahan kajian, hendaknya guru selalu melakukan evaluasi hasil belajar dan hasil tersebut langsung disampaikan langsung kepada siswa, sehingga siswa lebih termotivasi lagi dalam belajar. 42 DAFTAR PUSTAKA Arikunto, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Bumi Aksara. Jakarta. Abdullah, G. 1998. Pengembangan Pendidikan IPA SD. Dirjendikti Depdiknas. Jakarta. Dimyati dan Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta. Hamalik, 2001. Proses Belajar Mengajar. Balai Pustaka. Jakarta. Sanjaya, 2008. Strategi Pembelajaran. Kencana prenada Media. Group Bandung. Sardiman, 2003. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta. Suryadi, 1998. Pendidikan Sains yang Humanistis. Kanius. Yogyakarta. Wardani, I.G.K. 2005. Paket pelatihan awal untuk sekolah dan masyarakat. Dirjen Dikdasmen. Jakarta. Djamarah, 2000. Guru Rineka Cipta. Jakarta. dan anak didik dalam interaksi edukatif.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 5 TALANG TELUK BETUNG SELATAN BANDAR LAMPUNG
1
16
17
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN METODE KERJA KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 SEGALAMIDER BANDAR LAMPUNG
0
6
52
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PADA PEMBELAJARAN IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 SUKARAME II TELUKBETUNG BARAT BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2011-2012
0
6
54
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 RAJABASA JAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2011-2012
0
15
47
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN PENERAPAN METODE DISKUSI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 RAJABASA JAYA BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2011-2012
0
8
44
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI KELAS IV SD NEGERI 2 PELITA BANDAR LAMPUNG
0
8
114
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE DISKUSI KELOMPOK DI KELAS IV SD NEGERI 2 PELITA BANDAR LAMPUNG
0
7
30
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENEMUAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 PINANG JAYA BANDAR LAMPUNG
0
13
55
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI METODE DEMONSTRASI KELAS IV SD NEGERI 2 JATI AGUNG AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU
0
8
68
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI METODE INKUIRI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PANDANSARI SELATAN SUKOHARJO KABUPATEN PRINGSEWU
0
6
47
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MELALUI METODE DEMONTRASI PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 PRINGSEWU TIMUR KABUPATEN PRINGSEWU
0
5
48
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE INKUIRI DI KELAS IV SD NEGERI 2 KANGKUNG KECAMATAN TELUK BETUNG SELATAN KOTA BANDAR LAMPUNG
0
11
52
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA GAMBAR DI KELAS V SD NEGERI 2 SUKABUMI BANDAR LAMPUNG
0
12
34
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA MENGGUNAKAN METODE INKUIRI SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 SUKAMENANTI KEDATON BANDAR LAMPUNG
0
7
27
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS IV SDN I PANJANG SELATAN BANDAR LAMPUNG
0
10
18
Show more