Penggunaan ruang terbuka publik Lapangan Gasibu Bandung dilihat dari aspek aktivitas dan fasilitas

Gratis

3
18
82
2 years ago
Preview
Full text

SURAT KETERANGAN PENYERAHAN HAK EKSKLUSIF

  SURAT KETERANGAN PENYERAHAN HAK EKSKLUSIFBahwa yang bertanda tangan dibawah ini, penulis dan pihak perusahaan tempat penelitian, bersedia : “Bahwa hasil penelitian dapat dionlinekan sesuai dengan peraturan yang berlaku, untuk kepentingan risetdan pen didikan”. Apabila saya terbukti melakukan kegitan tersebut, maka saya bersedia untuk menerima sanksi yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan danberlaku di jurusan Perencanaan Wilayah dan kota Universitas Komputer Indonesia.

LAPANGAN GASIBU BANDUNG DILIHAT DARI ASPEK AKTIVITAS DAN FASILITAS

  Menyatakan bahwa saya tidak melakukan tindakan meniru, menyalin atau menjiplak TugasAkhir/karya ilmiah yang telah ada. Apabila saya terbukti melakukan kegitan tersebut, maka saya bersedia untuk menerima sanksi yang diberikan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan danberlaku di jurusan Perencanaan Wilayah dan kota Universitas Komputer Indonesia.

DAFTAR RIWAYAT HIDUP DATA PRIBADI PENDIDIKAN

  Nama : Nilton Manuel Edyh Calado Jenis kelamin : Laki-lakiTempat, tanggal lahir : Dili, 21 Mei 1986 Kewarganegaraan : Timor-LesteAlamat : Jln. Timor-Leste Status pernikahan : Belum MenikahTinggi, berat badan : 172 cm, 59 kg Agama : KatolikTelephone : 085860218607 E-mail : niltonecalado@ymail.com1991-2008 : SDN 7 Camea-Becora.

PENGALAMAN ORGANISASI PENELITIAN YANG PERNAH DILAKUKANKEMANPUAN PENDIDIKAN NON FORMAL

Bahasa : Indonesia, Bahasa Portugeus, Bahasa Daerrah : Tetun Komputer PRESTASI

IDENTIFIKASI PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK LAPANGAN GASIBU BANDUNG DILIHAT DARI ASPEK AKTIVITAS DAN FASILITAS TUGAS AKHIR

  Lia Warlina, Ir., M. NIP : 4127 70 17 006 Mengetahui Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Rifiati Safariah, ST.,MT.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penyusun ungkapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas rahmatmu Tuhan Yesus Kristus dan Bunda Maria atas berkat, anugerah, sertabimbingan-Nya lah tiada henti-hentinya menyertai sehingga penulis dapat senantiasa memeperoleh semangat, kekuatan dan kemanpuan untukmenyelesaikan Laporan Tugas Akhir dengan judul “Identifikasi Penggunaan Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu Bandung Dilihat dari Aspek Aktivitas dan Fasilitas ”. Secara khusus penulis ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PapaNatalino Oliva Edyh dan Mama Maria Vitoriana Nunes Calado, selaku orang tua yang telah memberikan dorongan, semangat, kasih sayang sertadoa yang tiada henti-hentinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

18. Semua alumni dan mahasiswa angkatan 2000 hingga 2012 Jurusan

  Oleh karena itu penyusun sangat mengharapkan berbagai masukan, kritik dan saran yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran yang lebih baik di masayang akan datang. 59 4.5 Keterkaitan Antara Karakteristik Pengguna Terhadap Acara apa yang Menarik di Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu Gasibu .......

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  PERATURAN Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5/PRT/M/2008 Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 12/PRT/M/2009 Pedoman Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau Di Wilayah Kota/Kawasan Perkotaan.

HASIL PENELITIAN

  Ruang Publik Kota Sebagai “Places” DalamMengembangkan Aktivitas Berkebudayaan Masyarakat Perkotaan, (Kasus Studi: Aktivitas Masyarakat di Lapangan Gasibu Bandung). Prinsip Pengendalian Aktivitas Temporer Pada Ruang Terbuka Publik (Studi Kasus: Lapangan Gasibu Kota Bandung).

BAB I PENDAHULUAN Bab ini merupakan pembuka dari laporan penulisan tugas akhir. Isi dari

bab ini adalah hal-hal yang berkaitan langsung dengan penelitian yang telah dilakukan, yaitu meliputi latar belakang, rumusan masalah, tujuan dan sasaran,ruang lingkup penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, kerangka pemikiran dan sistematika pembahasan.

1.1 Latar Belakang

  Ruang publik kota seperti Lapangan Gasibu merupakan salah satu alternatif yang dapat dimanfaatkan anak muda untuk mengekspresikan segalabentuk emosi dan gaya hidup dengan biaya yang relatif murah dan dapat diakses semua kalangan sosial ekonomi masyarakat. Kualitas ruang Lapangan Gasibu memberikan kontribusi yang signifikan bagi Masalah masyarakat tidak menjaga ruang terbuka publik dengan baik membuang sampah, kurangnya perawatan dari pihak pengelola disebabkan ruangterbuka Lapangan Gasibu sangat tidak teratur dari fasilitas yang ada seperti toilet, kondisi lapangan dan jogging track yang rusak, masyarakat membutukan ruangterbuka yang aman, nyaman dan bersih.

1.2 Perumusan Masalah

  Ruang terbuka publik Lapangan Gasibu merupakan bagian dari GedungSate yang memiliki fungsi sebagai ruang umum yang pada dasarnya merupakan suatu wadah, menampung aktivitas tertentu dari masyarakat baik secara individumaupun kelompok. Pada dasarnya ruang terbuka publik Lapangan Gasibu berfungsi sebagai fungsi sosial dan ekonomi bagi komunitas di dalamnya yaitusebagai tempat interaksi dan rekreasi, sebagai simbol dan identitas sebuah kota.

2. Bagaimana aktivitas yang di lakukan olah masyarakat di Lapangan

  1.3 Tujuan Penelitian Dari latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasipenggunaan ruang terbuka publik Lapangan Gasibu Bandung dilihat dari aspek aktivitas dan fasilitas. 1.4 Sasaran Studi Sasaran yang hendak dicapai dari studi ini sebagai berikut: 2)Identifikasi aktivitas yang dilakukan di ruang terbuka publik Lapangan Gasibu.

1.5 Ruang Lingkup

Lingkup penelitian yang akan diuraikan dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu ruang lingkup wilayah dan ruang lingkup materi.

1.5.1 Ruang Lingkup Wilayah

  Sebelah utara Jalan Surapati Sebelah selatan Jalan Diponegoro Pada sisi utara dan selatan Lapangan Gasibu terdapat dan ruas jalan, yaitu JalanSurapati pada sisi utara dan Jalan Diponegoro pada sisi selatan. Pada sisi timurLapangan Gasibu langsung berbatasan dengan ruas Jalan Sentot Alibasyah dan sisi barat dibatasi oleh ruas Jalan Gazebo.

NO SCALE

1.5.2 Ruang Lingkup Materi

  Lingkup materi penelitian adalah mengidentifikasi penggunaan ruang terbuka publik di Lapangan Gasibu Bandung dilihat dari aspek aktivitas danfasilitas. Hal-hal yang ingin diketahui diatas tidak akan tercapai bila tidak ditunjang oleh maka kajian pengguna ruang terbuk publik , adalah sebagai berikut: 2)Identifikasi aktivitas yang dilakukan di ruang terbuka publik Lapangan Gasibu.

1.6 Metodologi

1.6.1 Metode Pengumpulan Data

  Berdasarkan pendekatan di atas danmengingat jumlah pengguna ruang terbuka publik Lapangan Gasibu Bandung kebanyakkan melakukan aktivitas pada ruang tersebut, serta pertimbangan dilapangan, maka ukuran sampel ditentukan sebanyak 100 responden. Menyebarkan kuesioner kepada masyarakat yang melakukan aktivitas/kegiatan dan juga melihat persepsi masyarakt terhadap tingkatpengguna ruang terbuka publik dan juga penilaian terhadap kondisi, fisik dan fasilitas untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenaiLapangan Gasibu.

4. Dokumentasi, berupa pengambilan gambar di Lapangan Gasibu yang bertujuan untuk melihat kondisi dan fasilitas dilokasi studi

B. Survey Sekunder

  Survey sekunder dilakukan untuk memperoleh data sekunder, yaitu dengan mengumpulkan data dari berbagai dinas, instansi, atau lembaga yang terkait. Survey ini dilakukan untuk mengkaji teori dan informasi yang berhubungan dengan teoriruang terbuka publik.

1.6.2 Metode Analisis Penelitian

  Dengan kata lain penelitian ini bertujuanuntuk memberikan fakta-fakta atas fenomena dan menggambarkan sifat sesuatu yang tengah berlangsung pada saat masa sekarang. Ruang terbuka ditinjau dari kegiatan (Budihardjo & Sujarto,3. 2005) Ruang terbuka ditinjau dari sifatnya4.

1.7 Kerangka Pemikiran

Gambar 1.3 Kerangka Pemikiran MasyarakatIsu Lapangan Gasibu sebagai Ikon Kota BandungLokasi strategis dan mudah di jangkau masyarakat Sebagai Landmark Kota BandungIdentifikasi aktivitas JenisKegiatan JenisAktivitas Kondisi eksistingRuang Terbuka Publik Persepsi masyarakatPengguna Konsep danKarakteristik Ruang TerbukaRuang Terbuka Publik KarakteristikRuang Terbuka Publik FasilitasKondisi Ruang terbuka publik Lapangan Gasibu untuk masyarakatPengelolaan ruang terbuka pubik dilihat dari aspek aktivitas dan fasilitas

1.8 Sistematika Pembahasan

  BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan secara khusus mengenai penyusunan Studi ini diantaranya mengenai latar belakang penelitian, perumusan masalah, tujuan dan sasaran, ruang lingkup materi yang membahas tentang ruang lingkup wilayah studi, danmenbahas juga tentang batasan studi atau kajian wilayah, kerangka pemikiran, metodologi studi yang meliputi metode pengumpulan data, metode analisis yangdigunakan serta berisi tentang sistematika pembahasan. BAB V KESIMPULAN Bab ini secara umum menjelaskan mengenai kesimpulan dari hasil studi yang telah dilakukan pada ruang terbuka publik Lapangan Gasibu Bandung dan rekomendasi kepada pihak pengelola.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan membahas beberapa teori yang mencakup studi ini. Adapun

yang akan dibahas tentang konsep dan karakteristik ruang terbuka, ruang terbuka, ruang terbuka ditinjau segi bentuk, ruang terbuka ditinjau dari kegiatan, ruangterbuka ditinjau dari sifatnya, ruang terbuka dan lingkungan hidup, konsep ruang terbuka hijau, tujuan penyelenggaraan RTH, fungsi RTH, manfaat RTH,karakteristik ruang terbuka hijau, ruang terbuka non hijau, fungsi utama/intrinsicRTNH, fungsi pelengkap/ekstrinsik RTNH, manfaat RTNH secara langsung, manfaat RTNH secara tidak langsung, RTNH berdasarkan struktur & pola ruang,RTNH berdasarkan kepemilikan, tipologi RTNH, keberhasilan kota dalam menyediakan ruang terbuka publik, peran masyarakat, persepsi masyarakat, peranindividu/kelompok dan penggunaan ruang terbuka publik.

2.1 Konsep dan Karakteristik Ruang Terbuka

2.1.1 Ruang Terbuka

  Menurut (Budihardjo dan Sujarto, 2005) ruang terbuka merupakan ruang yang direncanakan karena kebutuhan akan tempat-tempat pertemuan dan aktivitasbersama di udara terbuka. Dan akan dibahas satu persatu yang pertama yang dibahas adalah Beberapa contoh ruang terbuka privat dan ruang terbuka publik dapat dilihat pada Gambar 2.1.

2.1.2 Ruang terbuka ditinjau dari segi bentuk

  Menurut (Krier, Rob 1979), bentuk ruang terbuka secara garis besar dapat di bagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu ruang terbuka berbentuk memanjang (koridor)dan ruang terbuka berbentuk membulat. Ruang terbuka bentuk membulat pada umumnya mempunyai batas di sekelilingnya, misalkan, bentuk ruang lapangan upacara, bentuk ruangarea rekreasi dan bentuk ruang area lapangan olahraga (Budihardjo & Sujarto, 2005).

2.1.3 Ruang Terbuka ditinjau dari Kegiatan

Menurut kegiatan, ruang terbuka terbagi 2 (dua) jenis ruang terbuka, yaitu ruang terbuka aktif dan ruang pasif.

1. Ruang terbuka aktif, adalah ruang terbuka yang mempunyai unsur-unsur kegiatan di dalamnya misalkan, bermain, olahraga, jalan-jalan

  (Sumber : Gehl, 2004) (Sumber : Hobbs, 2002) 2.1.4 Ruang terbuka ditinjau dari sifatnya Berdasarkan sifatnya ada 2 (dua) jenis ruang terbuka, yaitu ruang terbuka lingkungan dan ruang terbuka antar bangunan.1) Ruang terbuka lingkungan adalah ruang terbuka yang terdapat pada suatu lingkungan dan sifatnya umum.2) Ruang terbuka antar bangunan adalah ruang terbuka yang terbentuk olah massa bangunan. Ruang terbuka sebagai perlindungan terhadap kekayaan sumber alam dan manusia, antara lain berupa, cagar alam, cagar budaya, suaka marga satwadan taman nasional.3) Ruang terbuka untuk kesehatan, kesejahteraan dan kenyamanan, yaitu antara lain, melindungi kualitas air tanah, pengaturan dan pengelolaanlimbah, mempertahankan dan memperbaiki kualitas udara, daerah rekreasi dan daerah taman lingkungan (Rusman & Utomo, 2002).

2.2 Konsep Ruang terbuka Hijau

  Ruang terbuka sebagai wahda yang bisa menciptakan karakter masyarakat kota tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya. Ruang terbuka terbagi dalam dua bagian yaitu :ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau.

2.2.1 Tujuan Penyelenggaraan RTH

  Menjaga ketersediaan lahan sebagai kawasan resapan air; Menciptakan aspek planologis perkotaan melalui keseimbangan antara lingkungan alam dan lingkungan binaan yang berguna untuk kepentinganmasyarakat; c. Meningkatkan keserasian lingkungan perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan perkotaan yang aman, nyaman, segar, indah, dan bersih.

2.2.2 Fungsi RTH

  Fungsi tambahan (ekstrinsik) yaitu:Fungsi sosial dan budaya: Fungsi ekonomi:  sumber produk yang bisa dijual, seperti tanaman bunga, buah, daun, sayur Dalam suatu wilayah perkotaan, empat fungsi utama ini dapat dikombinasikan sesuai dengan kebutuhan, kepentingan, dan keberlanjutan kota sepertiperlindungan tata air, keseimbangan ekologi dan konservasi hayati (Menteri Pekerjaan Umum , 2008). Terkait dengan ruang publik maka RTH Publik dan RTNHPublik yang disediakan untuk publik dapat dikategorikan sebagai ruang publik Berdasarkan Fisik 1.

2.3 Ruang Terbuka Non Hijau

Ruang Terbuka Non Hijau adalah ruang terbuka di bagian wilayah perkotaan yang tidak termasuk dalam kategori RTH, berupa lahan yang diperkerasatau yang berupa badan air, maupun kondisi permukaan tertentu yang tidak dapat ditumbuhi tanaman atau berpori (cadas, pasir, kapur, dan lain sebagainya).

2.3.1 Fungsi Utama/Intrinsik RTNH

2. Pengungkapan ekspresi budaya/kultur lokal; 3

2.3.2 Fungsi Pelengkap/Ekstrinsik RTNH

  RTNH memiliki nilai jual dari lahan yang tersedia, misalnya sarana parkir, sarana olahraga, sarana bermain, dan lain sebagainya. RTNH mampu menciptakan suatu sistem sirkulasi udara dan air dalam skala lingkungan, kawasan dan kota secara alami berlangsung lancar(sebagai suatu ruang terbuka).

b. Ekonomis a

  2.3.3 Manfaat RTNH secara Langsung Manfaat RTNH secara Langsung merupakan manfaat yang dalam jangka pendek atau secara langsung dapat dirasakan, seperti: Berlangsungnya aktivitas masyarakat, seperti misalnya kegiatan olahraga, kegiatan rekreasi, kegiatan parkir, dan lain-lain. 2.3.4 Manfaat RTNH secara Tidak Langsung Manfaat RTNH secara tidak langsung merupakan manfaat yang baru dapat dirasakan dalam jangka waktu yang panjang, seperti: mereduksi permasalahan dan konflik sosial, meningkatkan produktivitas masyarakat,  meningkatkan nilai ekonomis lahan disekitarnya, dan lain-lain.

2.3.2.1 RTNH berdasarkan Struktur & Pola Ruang

  RTNH berdasarkan struktur dan pola ruang dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Hal ini terkaitdengan suatu pola ruang yang terkait dengan penggunaan ruang yang secara detail digambarkan dalam fungsi bangunan.

2.3.2.2 RTNH berdasarkan Kepemilikan

  Berdasarkan kepemilikannya, RTNH dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1. RTNH Publik yaitu RTNH yang dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah/PEMDA.

2. RTNH Privat yaitu RTNH yang dimiliki dan dikelola oleh Swasta/Masyarakat (Menteri Pekerjaan Umum, 2009)

2.3.2.3 Tipologi RTNH

  Tipologi RTNH merupakan penjelasan mengenai tipe-tipe RTNH yang dapat dirumuskan dari berbagai pendekatan dan pemahaman tentang RTNH yangakan dijabarkan sebagai berikut. Tipe-tipe RTNH yang dirumuskan ini dapat mewakili berbagai RTNH perkerasan (paved) yang ada (Menteri Pekerjaan Umum, 2009).

a. Plaza dan Square

  Plaza dan Square merupakan suatu bentuk ruang terbuka non hijau sebagai suatu pelataran tempat berkumpulnya massa (assembly point) dengan berbagaijenis kegiatan seperti sosialisasi, duduk-duduk, aktivitas massa, dan lain-lain. Beberapa contoh RTNH tipe plasa dapat dilihat pada Gambar 2.11 dan 2.12.

b. Tempat Bermain dan Rekreasi

Tempat bermain dan rekreasi merupakan suatu bentuk ruang terbuka non hijau sebagai suatu pelataran dengan berbagai kelengkapan tertentu untukmewadahi kegiatan utama bermain atau rekreasi masyarakat.Beberapa contoh RTNH tipe tempat bermain dan rekreasi dapat dilihat pada (Sumber : (Menteri Pekerjaan Umum, 2009) Gambar 2.13 Contoh RTHNH Bermain (Sumber : (Menteri Pekerjaan Umum, 2009) Gambar 2.14 Contoh RTNH Bermain

c. Pembatas (Buffer)

  Pembatas (buffer) merupakan suatu bentuk ruang terbuka non hijau sebagai suatu jalur dengan fungsi utama sebagai pembatas yang menegaskanperalihan antara suatu fungsi dengan fungsi lainnya. Beberapa contoh RTNH tipe pembatas dapat dilihat pada Gambar 2.15 dan 2.16.

d. Koridor

  Koridor merupakan suatu bentuk ruang terbuka non hijau sebagai jalur dengan fungsi utama sebagai sarana aksesibilitas pejalan kaki yang bukanmerupakan trotoar (jalur pejalan kaki yang berada di sisi jalan). Koridor adalah ruang terbuka non hijau yang terbentuk di antara dua bangunan atau gedung,dimana dimanfaatkan sebagai ruang sirkulasi atau aktivitas tertentu.

2.4 Keberhasilan Kota dalam Menyediakan Ruang Terbuka Publik

  Kota dalam menyediakan ruang terbuka publik tidak hanya dipandang dari aspek desain yang secara visual menarik dan bermakna, namun terpentingadalah ruang itu bisa di gunakan oleh masyarakat untuk melakukan aktivitas didalam ruang tersebut. Ruang terbuka publik yang optimal merupakan ruangmemiliki fungsi beragam sehingga dapat menempung aktivitas yang beragam dan menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang terbuka publikdengan jenis aktivitas dan waktu yang berbeda-beda pula.

2.4.1 Peran Masyarakat

  Peran masyarakat dalam menyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka publik merupakan upaya melibatkan peran masyarakat, swasta, lembaga badanhukum dan atau perorangan baik pada tahap perencanaan, pemanfaatan dan pengendalian. Upaya ini dimaksudkan untuk menjamin hak masyarakat danswasta, untuk memberikan kesempatan akses dan mencegah terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dari rencana tata ruang yang telah ditetapkanmelalui pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang oleh masyarakat dan swasta dalam pengelolaan ruang terbuka publik, dengan prinsip: Menposisikan pemerintah sebagai fasilitas dalam pembangunan ruang terbuka publik (Menteri Pekerjaan Umum, 2008).

2.4.4 Penggunaan Ruang Terbuka Publik

  Ruang terbuka publik yang dijadikan sebagai ruang atau wadah yang menyerap biaya langsung dari masyarakat melalui retribusi, maka dalampenggunaannya, masyarakat memerlukan kualitas pelayanan yang memadai dari pengelola maupun pemerintah kota. Aktivitas sangat erat kaitannya dengan fungsi dan guna lahan yang meliputi semua kegunaan dan fungsi yang dapat memperkuat ruang dalam kotadari segi aktivitas maupun penggunaan ruang yang saling melengkapi.

3.1 Kondisi Eksisting Lapangan Gasibu Bandung

3.1.1 Luas Wilayah Lapangan Gasibu Bandung

  Ruang terbuka publik Lapangan Gasibu Bandung memiliki luas wilayah 2 kurang lebih 6000 m ini berfungsi seperti alun-alun pada kota-kota tradisional. Setiap sisinya disekeliling olah jalan dan ruang linear di sebelah utaranya semakin memperkuat dan mendukung fungsi lapangan ini sehingga dapat mewadahikegiatan kota dalam berbagai skala.

3.2 Identifikasi Karakteristik Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu

  Identifikasi Karakteristik ruang terbuka publik Lapangan Gasibu merujuk pada empat kategori sebagai berikut : (1). Berdasarkan segi bentuk (2).

3.2.1 Identifikasi Karakteristik Lapangan Gasibu ditinjau dari Segi Bentuk

  Menurut (Krier, Rob 1979), menyatakan bentuk ruang terbuka secara garis besar dapat di bagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu (1) Ruang terbuka bentukmemanjang (koridor) pada umumnya hanya mempunyai batas pada sisi-sisinya, misalkan, bentuk ruang terbuka jalan dan bentuk ruang terbuka sungai. Dari bentuk ruang terbuka Lapangan Gasibu sendiri adalah berbentuk bulat mempunyai batas sebelah utara dan selatan Lapangan Gasibu terdapat danruas jalan, yaitu Jalan Surapati pada sisi utara dan Jalan Diponegoro pada sisi selatan.

3.2.2 Identifikasi Karakteristik Lapangan Gasibu ditinjau dari Kegiatan

  Menurut (Budihardjo dan Sujarto, 2005), Kegiatan yang ada di ruang terbuka terbagi 2 (dua) jenis ruang terbuka, yaitu (1) Ruang terbuka aktif, adalahruang terbuka yang mempunyai unsur-unsur kegiatan di dalamnya misalkan, bermain, olahraga, jalan-jalan. Contohnya: Ruang terbuka ini dapat berupa plaza,lapangan olahraga, tempat bermain anak dan remaja, penghijauan tepi sungai sebagai tempat rekreasi, (2) Ruang terbuka pasif, adalah ruang terbuka yang didalamnya tidak mengandung unsur-unsur kegiatan manusia misalkan, penghijauan tepian jalur jalan, penghijauan tepian rel kereta api, penghijauan tepian bantaransungai, ataupun penghijaun daerah yang bersifat alamiah.

3.2.3 Identifikasi Karakteristik Lapangan Gasibu ditinjau dari Sifatnya

  Berdasarkan sifatnya ada 2 (dua) jenis ruang terbuka, yaitu (1) ruang Lapangan Gasibu mrupakan ruang terbuka lingkungan karena ruang tersebut dapat digunakan untuk kegiatan masyarakat, demikian halnya denganruang terbuka lingkungan yang ada pada di perkotaan, bisa dikatakan ruangLapangan Gasibu sebagai “tempat” atau places apabila keberadaanya berfungsi bagi kegiatan masyarakat. Gasibu Hasil dari sifatnyaRuang terbuka Ruang terbuka Taman, ruang Ruang √ Surat permohonan peminjaman Lapangan Gasibu ditujukan kepadaWalikota Bandung & kepada Sekretaris Daerah, tembusan kepada Kepala Bagian Umum dan perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Bandung.

3.3 Aktivitas dan Fasilitas Lapangan Gasibu Bandung

3.3.1 Prosedur Untuk Melaksanakan Aktivitas

A. Prosedur pengajuan penggunaan Lapangan Gasibu : 1

B. Kewajiban Pihak penyelenggara/panitia : 1

2. Segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan tersebut menjadi tanggung jawab pihak panitia/penyelenggara kegiatan

4. Setelah selesai acara penyelenggara harus melaporkan kepada Asisten

  Apabila sewaktu-waktu Pemerintah Kota Bandung memerlukan tempat tersebut dalam waktu bersamaan, maka dengan permohonan izinpenggunanan akan di tangguhkan. Administrasi Umum melalui Kepala Bagian Umum dan PerlenggapanSekretariat Daerah Kota Bandung (Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan, Pemerintah Kota Bandung, 2012).

3.3.2 Aktivitas yang diadakan pada Lapangan Gasibu

  Bahkan secara lokasi, ruang terbukapublik ini menguntungkan karena dengan letaknya yang terdapat di depan GedungSate dan juga sebagai simbol kota Bandung, ruang terbuka publik ini memberikan kesan formal yang kuat dengan orientasi yang jelas. Seperti yang diketahui bahwa, Lapangan Gasibu tidak hanya mewadahi kegiatan olahraga, tetapi juga kegiatan besar seperti upacara, apel besar, pameran,pertunjukan musik, dan lain-lainnya, ruang terbuka publik Lapangan Gasibu secara keseluruhan mampu menarik banyak masyarakat berdatangan yang dapatmenguntungkan tidak hanya pihak penyelenggara tetapi juga pengguna.

3.3.3 Jadwal Acara/Kegiatan yang di Lapangan Gasibu Bandung Selama Tahun 2012

1 BPBD Provinsi JabarPenyerahan Kendaraan Dinas 10 Badan Narkotika Provinsi JabarHari Narkotika Internasional 15 Media Group HUT Kota Senin, 17 september 9 s/d 12 September 2012 14 Dinas Pertanian Provinsi JabarPameran Pertanian 13 Dinas Pertanian Provinsi JabarWork Shoop Kamis, 6 September 2012 Jumat, 14 s/d 12 Agustus 2012 12 SMESCO Koperasi KaryawanPameran Ngabuburit 2012 11 Diskop & UMKM Provinsi JabarCoorporation Fair & Halal Fair2012 Sabtu, 14 s/d 18 Juli Minggu, 7 Juli 2012 9 Mahawarman Apel HUT Ke-15 Sabtu, 16 Juni 2012 9 Februari 2012 8 Tribun Jabar Musik Minggu, 10 Juni 2012 7 Kanwil Hukum Dan HamSelasa, 10 April 2012 No Asal Surat Kegiatan Waktu Pelaksanaan Keterangan Senin 19 Maret 2012 5 Pemprov & Polda JabarPenyerahan bantuankendaraan operasional 4 Pemprov Jabar Apel Besar LSM Sejawa BaratSabtu 17 Maret 2012 3 Acces Production Bandung Clothing Exspo2012 2 s/d Maret 2012 Setiap hari Senin dan Kamis 2 DISPENDA Provinsi JabarPembayaran Pajak 6 Skogar Apel Besar 27 & 28 Maret 2012

3.3.4 Fasilitas Pendukung Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu

  Sarana atau fasilitas pada ruang terbuka publik Lapangan Gasibu dibuat untuk mengakomodasikan berbagai kegiatan aktifitas yang berlangsung padasetiap jenis ruangnya (ruang bermain, ruang olahraga, dan ruang santai) sesuai dengan fungsinya (interaksi sosial aktif, kenyamanan lingkungan, dansebagainya). Tiang Bendera Drainase Tempat Duduk Toilet/WC UmumTangga Gazebo/ Pondok Lintasan Atletik Lampu Penerangan Area Parkir Pagar Pembatas Tempat Sampah Lapangan terbuka Sumber : Observasi Tabel 3.5 Fasilitas Pendukung Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu Hasil No Fasilitas Penjelasan Jumlah Observasi 12 aktivitas pasif denganpenggunaan beragam, antara lain melihat lihat,beristirahat  1 .

BAB IV IDENTIFIKASI PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK LAPANGAN GASIBU Pada bagian ini akan membahas tentang identifikasi penggunaan ruang

terbuka publik Lapangan Gasibu Bandung, karakteristik pengguna, persepsi masyarakat terhadap fasilitas dan keterkaitan antara karakteristik penggunaterhadap aktivitas.

4.1 Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu

  Karakteristik pengguna ruang terbuka publik Lapangan Gasibu berdasarkan jenis kelamin, umur, pekerjaan, pendapatan, tingkat pendidikan, asalkota, dan alat transportasi/moda yang digunakan. Berikut akan dijelaskan beberapa karakteristik pengguna ruang terbuka publik Lapangan Gasibu.

4.1.1 Karakteristik Pengguna Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu Berdasarkan Jenis Kelamin

  Tabel 4.1 Karakteristik Pengguna Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase %Laki-laki 54 54 Perempuan 46 46 Jumlah 100 100Sumber : Hasil Analisis, 2012 Secara umum hasil pengamatan ini menunjukkan bahwa pengguna Lapangan Gasibu adalah laki-laki dan perempuan dengan proporsi yang hampir sama. 4.1.7 Karakteristik Pengguna Ruang Publik Lapangan Gasibu Berdasarkan Alat Transportasi yang Digunakan Sumber : Hasil Analisis, 2012 Tabel 4.6 Karakteristik Pengguna Berdasarkan Asal Kota Pengguna yang paling banyak adalah dalam kota sebanyak 76% dan luar kota sebanyak 24%.

4.2 Aktivitas di Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu

4.2.1 Aktivitas yang Sering Dilakukan Dalam Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu

  Aktivitas yang sering lakukan di ruang terbuka publik Lapangan Gasibu adalah olahraga/jogging sebanyak 55%, aktivitas kedua berupa refresing sebanyak20%, sisanya aktivitas berekreasi sebesar 16% dan aktivitas bermain adalah 9%. Dapat disimpulkan bahwa aktivitas yang paling dominan adalah aktivitas olahraga/jogging.

4.2.2 Acara yang Menarik Dilakukan Dalam Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu

  Acara yang menarik adalah pertunjukan musik sebanyak 42%, acara kedua adalah pameran sebanyak 36% dan sisanya adalah upacara sebanyak 22%. Tabel 4.9 Acara Seperti apa yang Menarik dalam Lapangan Gasibu Sumber : Hasil Analisis, 2012Acara seperti apa yang menarik Jumlah Persentase % Upacara 22 22 Pameran 36 36 Pertunjukan Musik 42 42 Jumlah 100 100 Suasana ketika lapangan digunakan Suasana ketika lapangan digunakan sebagai tempat upacara sebagai tempat upacara Foto: Nilton Calado, 2012.

4.3 Fasilitas di Lapangan Gasibu

  4.3.1 Fasilitas dan Sarana yang dibutuhkan di Lapangan Gasibu Fasilitas dan sarana yang dibutuhkan di ruang terbuka publik LapanganGasibu adalah sarana untuk penyandang cacat dan lansia sebanyak 31%, kedua taman bermain anak sebanyak 29%, ketiga tempat bersantai sebanyak 26%,keempat Panggung terbuka sebanyak 9% dan sisanya sarana penyediaan air bersih 5%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4.10.

4.3.3 Persepsi Masyarakat Terhadap Tempat Parkir

Tabel 4.12 Terhadap Tempat Parkir Penilaian Terhadap Tempat Parkir Jumlah Persentase %Sangat Baik 46 46 Baik 29 29 Kurang Baik 16 16 Buruk 9 9 Jumlah 100 100Sumber : Hasil Analisis, 2012 Gambar 4.4 Penilaian Terhadap Tempat Parkir

4.3.4 Persepsi Masyarakat Terhadap Tempat Sampah

  Tabel 4.14 Terhadap Jumlah Tempat Sampah Penilaian Terhadap Jumlah Tempat Sampah Jumlah Presentase %Jumlahnya Kurang 93 93 Jumlahnya Cukup 7 7 Jumlah 100 100Sumber : Hasil Analisis, 2012 Persepsi masyarakat tentang ruang terbuka publik Lapangan Gasibu membutuh penambahan jumlah unit tempat sampah, supaya ruang terbuka Lapangan Gasibubersih dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di ruang tersebut. Tabel 4.18 Kelebihan dan Daya Tarik Kelebihan dan Daya Tarik Jumlah Persentase %Olahraga 37 37 Santai/refresing 21 21 Rekreasi 18 18 Bermain 15 15 Lainnya 9 9 Jumlah 100 100Sumber : Hasil Analisis, 2012 4.3.10 Persepsi Masyarakat Terhadap Pendapat Umum Terhadap Aktivitas dan Fasilitas Lapangan Gasibu Sebanyak 46% pengguna Lapangan Gasibu menyatakan bahwa secara umum terhadap aktivitas dan fasilitas kotor dan tidak nyaman.

4.4.2 Keterkaitan Antara Tingkat Pendidikan Terhadap Acara

  Penilaian terhadap acara yang menarik di Lapangan Gasibu berdasarkan tingkat pendidikan disajikan pada tabel 4.21. Kelompok berdasarkan tingkatpendidikan strata 1/Diploma memberikan penilaian paling banyak yaitu 42%.

4.4.3 Keterkaitan Antara Kelompok Berdasarkan Pekerjaan Terhadap Acara

Penilaian terhadap acara yang menarik di Lapangan Gasibu berdasarkan kelompok pekerjaan disajikan pada tabel 4.22. Kelompok pelajar/mahasiswa Tabel 4.22 Katerkaitan Antara Kelompok Berdasarkan Pekerjaan Terhadap Acara yang Menarik Kelompok Acara seperti apa yang menarik No Berdasarkan Upacara Pameran Pertunjukan Musik JumlahPekerjaan 1 PNS 2 7 3 12 2 Pelajar/mahasiswa 8 6 22 36 3 Wiraswasta 5 8 4 17 4 TNI/Polri 4 1 1 6 Pegawai swasta 5 8 6 5 19 Pensiunan 4 4 2 610 100 Jumlah 28 34 38 Sumber : Hasil Analisis, 2012

4.5 Keterkaitan Antara Karakteristik Pengguna Terhadap Fasilitas dan Sarana

4.5.1 Katerkaitan Antara Kelompok Umur Terhadap Fasilitas dan Sarana yang dibutuhkan

  Penilaian terhadap fasilitas dan sarana yang dibutuhkan di LapanganGasibu berdasarkan kelompok umur disajikan pada tabel 4.23. Dari kelompok tersebut, 12% pengguna menyatakan bahwa sarana penyandang cacat dan lansiayang dibutuhkan.

4.5.2 Keterkaitan Antara Kelompok Tingkat Pendidikan Terhadap Fasilitas dan Sarana yang Dibutuhkan

  Tabel 4.24 Keterkaitan Antara Kelompok Tingkat Pendidikan Terhadap 3 10 1 2 42 5 Pasca Sarjana (S2, S3) 7 8 14 1 1 20 Jumlah 37 29 23 2 9 100 15 4 Strata 1/Diploma (D1, D3) Fasilitas dan Sarana yang DibutuhkanSumber : Hasil Analisis, 2012 1 SD/ sederajat Penilaian terhadap fasilitas dan sarana yang dibutuhkan di LapanganGasibu berdasarkan kelompok pekerjaan disajikan pada tabel 4.25. Darikelompok tersebut, 14% pengguna menyatakan bahwa taman bermain anak yang dibutuhkan.

4.5.3 Keterkaitan Antara Kelompok Berdasarkan Pekerjaan Terhadap Fasilitas dan Sarana yang Dibutuhkan

Tabel 4.25Keterkaitan Antara Kelompok Berdasarkan Pekerjaan Terhadap Fasilitas dan Sarana yang Dibutuhkan Fasilitas dan sarana yang dibutuhkann atn ingaa ai actuk h rbuka t res iaedi Kelompok Berdasarkanrm site No k efpa ny Jumlah Pekerjaan /r ansang c be a unber aiana nd ran an Tem a pe aidan l sant an Sar Tampenya Panggung ber Sar 1 PNS 1 4 5 1 1 12 2 Pelajar/mahasiswa 14 5 9 2 6 36 3 Wiraswasta 8 1 6 2 17 4 TNI/Polri 1 2 1 2 6 5 Pegawai swasta 4 6 8 1 19 6 Pensiunan 1 2 6 1 10 Jumlah 29 20 35 8 8 100Sumber : Hasil Analisis, 2012

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

5.1 KESIMPULAN

  Ruang terbuka publik Lapangan Gasibu ditinjau dari segi bentuk adalah Ruang terbuka publik Lapangan Gasibu ditinjau dari kegiatan dapat Ruang terbuka publik Lapangan Gasibu ditinjau dari sifatnya adalah ruang 2. Fasilitas yang ada di Ruang Terbuka Publik Lapangan Gasibu adalah sebagai berikut :Tempat duduk Lampu penerangan strategis dan dilakukan pemeliharaan toilet agar kebersihannya tetap terjaga.

5.2 REKOMENDASI

  Memperbaiki fasilitas pada ruang terbuka Lapangan Gasibu supaya pengguna mendapatkan fasilitas yang layak. Pemerintah Kota Bandung sebagai pihak yang berwenang dalam pengendalian, pemanfaatan ruang terbuka publik Lapangan Gasibu lebihoptimal.

Dokumen baru