Hubungan Pola Makan Dengan Metabolic Syndrome Dan Gambaran Aktivitas fisik Anggots Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013

 49  401  150  2017-02-28 23:54:39 Report infringing document
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN METABOLIC SYNDROME DAN GAMBARAN AKTIVITAS FISIK ANGGOTA KLUB SENAM JANTUNG SEHAT KAMPUS II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013 SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) Disusun oleh : MUHAMMAD FAHAD 109101000083 PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2013 M/1434 H i FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT PEMINATAN GIZI Skripsi, Maret 2013 Muhammad Fahad, NIM : 109101000083 HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN METABOLIC SYNDROME DAN GAMBARAN AKTIVITAS FISIK ANGGOTA KLUB SENAM JANTUNG SEHAT KAMPUS II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013 xvi + 108 halaman, 27 tabel, 3 bagan, 5 lampiran Abstrak Metabolic syndrome merupakan sekumpulan faktor risiko yang mengarah kepada penyakit kardiovaskular dan diabetes mellitus. Metabolic syndrome diantaranya dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik. Pola makan tinggi kolesterol dapat menaikkan kadar kolesterol total > 200mg/dL, yang berdampak pada risiko metabolic syndrome, sedangkan aktivitas fisik rutin dapat mencegah metabolic syndrome. Penelitian sebelumnya menyebutkan, pada tahun 2005, 50 % Anggota Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UIN Syarif Hidayatullah memiliki kadar kolesterol total > 200 mg/dl, sehingga diduga jumlah kasus metabolic syndrome cukup tinggi pada popolasi ini, padahal mereka melakukan senam rutin 3 kali seminggu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola makan dengan metabolic syndrome dan gambaran aktivitas fisik Anggota Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UIN Syarif Hidayatullah. Jenis penelitian ini adalah penelitian epidemiologi analisis observasi dengan desain cross sectional study. Metode sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan 52,5% responden menderita metabolic syndrome, dengan kelompok komponen risiko yang dominan yaitu obesitas abdominal, resistensi insulin dan hipertensi. Tidak ditemukan responden dengan aktivitas fisik dan asupan karbohidrat berisiko, tetapi ditemukan variabel lain yang berisiko, yaitu asupan kalori sejumlah 17,5 % responden, asupan protein sejumlah 35 % responden dan asupan lemak sejumlah 40 % responden. Hasil uji chi square menunjukan asupan kalori dan asupan lemak berhubungan dengan metabolic syndrome, dengan p value 0,009 dan 0,008. Simpulan dari penelitian ini adalah pola makan berdasarkan asupan kalori dan asupan lemak berhubungan dengan kejadian metabolic syndrome, sehingga disarankan bagi Anggota Klub Senam untuk memperbaiki pola makannya, namun tetap memelihara dan meningkatkan aktivitas fisiknya. Kata kunci : Metabolic syndrome, pola makan dan aktivitas fisik. Daftar bacaan : 59 (1989-2013) ii FACULTY MADICINE AND HEALTH SCIENCES PUBLIC HEALTH PROGRAM STUDY NUTRITION Undergraduate Thesis, May 2013 Muhammad Fahad, NIM : 109101000083 The Relationship of Diet with Metabolic Syndrome and Physical Activity Description of Healthy Heart Gymnastic Club Members of Kampus II UIN Syarif Hidayatullah in 2013 xvi + 108 pages, 27 tabels, 3 diagrams, 5 attachments Abstract Metabolic syndrome is a complex of interrelated risk factors for cardiovascular disease (CVD) and diabetes. Metabolic syndrome, of wich, are influenced by diet and physical activity. A high cholesterol diet can rise total cholesterol levels > 200mg/dL, wich have an impact on the risk of metabolic syndrome, while regular physical activity can prevent metabolic syndrome. Previous studies mentioned, in 2005, 50% Healthy Heart Gymnastics Club Members of Kampus II UIN Syarif Hidayatullah had total cholesterol levels> 200 mg / dl, so the number of suspected cases of metabolic syndrome is high in this popolasi, whereas they do routine gymnastics 3 times a week. Therefore, this study aims to determine the relationship of diet with metabolic syndrome and physical activity description of Healty Heart Gymnastics Club Members of Kampus II UIN Syarif Hidayatullah. This study is observational analytical epidemiological studies, that use cross sectional study design. The sampling metode used was simple random sampling with a sampel of 40 people. Data were analyzed using chi square test. The results of this study showed 52.5% of respondents suffer metabolic syndrome, with a group dominant risk component are abdominal obesity, insulin resistance and hypertension. It’s not found respondents with physical activity and carbohydrates intake at risk, but it’s found other variables at risk, those are calorie intake as much as 17.5% of respondents, total protein intake as much as 35% of respondents and fat intake as much as 40% of respondents. Chi square test results showed calorie intake and fat intake associated with metabolic syndrome, with p value 0.009 and 0.008. The conclusions of this study is a diet based on calorie intake and fat intake is associated with the incidence of metabolic syndrome, so it is advisable for the Gymnastics Club Members to improve their diet, while maintaining and increasing their physical activity. Keywords : Metabolic syndrome, diet, and physical activity Reading List : 59 (1989-2013) iii iv v KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Puji serta rasa syukur penulis panjatkan kehadirat Illahi Rabbi Allah SWT karena atas sifat Rahmaan dan Rahiim-Nya, penulis diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan segala aktivitas sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah limpahkan kepada Usawatun Hasanah sepanjang zaman, Nabi Muhammad SAW juga kepada para keluarganya, para shahabatnya, para tabi’uttabi’innya dan kepada para pengikutnya yang senantiasa dalam kebaikan hingga akhir zaman. Pada kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ayahanda dan Ibunda tercinta, Rosyad Nurdin dan Eulis Farida yang telah berikhtiar, sabar, dan tawakal dalam mendidik anaknya dan memberi dukungan serta selalu mendoakan penulis dalam penulisan skripsi ini. 2. Bapak Prof. DR (hc). Dr. M.K. Tadjudin, Sp.And, selaku dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan kesehatan. 3. Ibu Ir. Febrianti, M.Si selaku Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat sekaligus Staf Dosen yang telah dengan sabar mendidik dan mengajarkan ilmu dan pengetahuan yang berguna bagi masa depan penulis. 4. Ibu Minsarnawati, SKM, M.Kes dan dr. Yuli Prapanca Satar, MARS, selaku pembimbing I dan pembimbing II yang telah membimbing, mendukung dan mengizinkan penulis untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini. vi 5. Kak Septiana dan Mbak Ai selaku Laboran Gizi dan Laboran Biokimia yang telah membantu dalam pelaksanaan studi pendahuluan sehingga mendukung terhadap penyelesaian skripsi ini 6. Rekan-rekan seperjuangan Kesehatan Masyarakat angkatan 2009, khususnya rekan-rekan peminatan Gizi 2009 yang telah bersama-sama menuntut ilmu, berdiskusi, memberi dukungan dan masukan terhadap penulisan ini. 7. Rekan-rekan Badan Eksekutif Mahasiwa FKIK periode 2012-2013 yang telah memberikan dukungannya terhadap penulis untuk menyelesaikan ini disela-sela berjalannya program kerja dan kegiatan. 8. Nadia tahsinia yang telah mendukung dan mendampingi penulis dalam penyusunan skripsi ini. Semoga ilmu dan pengetahuan yang telah diajarkan, bimbingan dan petunjuk yang telah disampaikan serta dukungan yang telah diberikan dari berbagai pihak terhadap penulis mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif demi kesempurnaan skripsi ini. Tangerang Selatan, Mei 2013 Penulis vii CURRICULUM VITAE A. Data Pribadi Nama : Muhammad Fahad TTL : Bandung, 14 Maret 1991 Alamat : Jl. Ciganitri No. 39 001/002 Bojong Soang Bandung Telp/HP : 0857-23866701 Jenis kelamin : Laki-laki Kebangsaan : Indonesia Agama : Islam Status : Belum Menikah Email : muhfahad.fahad@gmail.com B. Riwayat Pendidikan 2009-Sekarang : Gizi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah 2006-2009 : MA Persis Tarogong Garut 2003-2006 : Mts Persis Tarogong Garut 1997-2003 : SDN Jakapurwa I Bandung C. Prestasi dan Penghargaan 2009-2013 : Peraih Beasiswa Penuh Program Sarjana - Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementrian Agama Republik Indonesia. 2011 : Mahasiswa terfavorit Program Studi Kesehatan Masyarakat pada acara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Awards UIN Syarif Hidayatullah tahun 2011. D. Pengalaman Kerja 2011 dan 2012 : Ketua Praktek Belajar Lapangan (PBL) I dan II di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat Timur. 2013 : Mahasiswa Magang HACCP di PT. Aerofood Indonesia Divisi Industrial Catering unit RSPI Puri Indah. viii E. Pengalaman Organisasi 2012-2013 : Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syaif Hidayatullah Jakarta 2012 : Ketua Departemen Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syaif Hidayatullah Jakarta 2010- 2011 : Wakil Ketua Komisariat Dakwah Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syaif Hidayatullah Jakarta 2010-2011 : Staf Departemen Kemahasiswaan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syaif Hidayatullah Jakarta 2009-2011 : Anggota Muda Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Arkadia UIN Syaif Hidayatullah Jakarta F. Pengalaman Kepanitiaan 2011 : Ketua Umum the 7th FKIK Anniversary (Rangkaian acara berlangsung 1 semester). G. Seminar dan Pelatihan 2011 : Workshop Disaster Management 2011 : Pelatihan Gizi Kedaruratan 2012 : Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi X H. Kemampuan Berbahasa Asing 1. Bahasa Inggris (Oral dan Written) 2. Bahasa Arab (Muhaddatsah dan Kitaabah) I. Kemampuan Komputer 1. Nutrisurvey 2. Epi data dan SPSS 3. Desain Grafis (Corel Draw, Photoshop, and Ulead Video) 4. Microsoft Office (Word, Excell, Presentation and Project) ix DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN . i ABSTRAK . ii PERNYATAAN PERSETUJUAN . iv LEMBAR PENGESAHAN . v KATA PENGANTAR . vi DAFTAR RIWAYAT HIDUP . viii DAFTAR ISI . x DAFTAR TABEL . xii DAFTAR BAGAN . xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang . 1 B. Rumusan Masalah . 3 C. Pertanyaan Penelitian . 4 1. Pertanyaan Umum . 4 2. Pertanyaan Khusus . 4 D. Tujuan Penelitian. 6 1. Tujuan Umum . 6 2. Tujuan Khusus . 6 E. Manfaat Penelitian. 7 1. Manfaat Praktis . 7 2. Manfaat Akademis. 7 F. Ruang Lingkup Penelitian . 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Metabolic Syndrome . 9 1. Etiologi dan Pathogenesis Metabolic Syndrome . 10 2. Patofisologi Metabolic Syndrome. 11 3. Prognosis Metabolic Syndrome . 12 x 4. Pengukuran Komponen Metabolic Syndrome . 13 B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Metabolic Syndrome . 16 1. Umur . 16 2. Jenis Kelamin . 18 3. Etnis . 19 4. Obesitas . 20 5. Pola Makan . 22 6. Aktivitas Fisik . 25 7. Faktor Genetik . 28 8. Faktor Endokrin . 30 9. Menopause . 31 C. Zat Gizi . 33 1. Karbohidrat . 33 2. Serat . 36 3. Protein. 37 4. Lemak . 39 5. Vitamin . 43 6. Mineral . 44 7. Air . 45 D. Tingkat Konsumsi dan Angka Kecukupan Gizi . 45 E. Penilaian Konsumsi Pangan Individu . 47 1. Metode Food Recall . 48 2. Metode Food Frequency Questionaire (FFQ) . 49 F. Pengukuran Aktifitas Fisik Metode International Physical Activity Questionaire (IPAQ) . 51 G. Kerangka Teori . 53 BAB III KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL A. Kerangaka Konsep . 54 B. Definisi Operasional . 57 C. Hipotesis Penelitian . 59 BAB IV METODOLOGI PENELITIAN xi A. Jenis dan Desain Penelitian . 60 B. Lokasi dan Waktu Penelitian. 61 C. Populasi dan Sampel Penelitian . 61 D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian . 63 E. Pengolahan Data . 69 F. Analisis Data . 70 BAB V HASIL A. Gambaran Umum Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UIN Syarif Hidayatullah . 71 B. Hasil Analisis Univariat . 72 C. Hasil Analisi Bivariat . 82 BAB VI PEMBAHASAN A. Keterbatasan Penelitian . 85 B. Kejadian Metabolic Syndrome . 86 C. Gambaran Pola Makan Karbohidrat . 89 D. Gambaran Aktivitas Fisik. 91 E. Pola Makan Kalori dan Hubungannya dengan Kejadian Metabolic Syndrome . 93 F. Pola Makan Protein dan Hubungannya dengan Kejadian Metabolic Syndrome . 95 G. Pola Makan Lemak dan Hubungannya dengan Kejadian Metabolic Syndrome . 96 BAB VII SIMPULAN DAN SARAN . 100 DAFTAR PUSTAKA . 104 LAMPIRAN xii DAFTAR TABEL Nomor Tabel 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 3.1 4.1 4.2 4.3 4.4 5.1 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
Informasi dokumen
Hubungan Pola Makan Dengan Metabolic Syndrome Dan Gambaran Aktivitas fisik Anggots Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013 Aktivitas Fisik Metabolic Syndrome Bagi Anggota Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UIN Syarif Bagi Pengurus Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UIN Syarif Bagi Peneliti Lain Data kadar gula darah puasa, diperoleh dengan mengukur kadar gula Data Pribadi Riwayat Pendidikan Prestasi dan Penghargaan Pengalaman Kerja Pengalaman Organisasi Pengalaman Kepanitiaan Seminar dan Pelatihan Definisi Metabolic Syndrome Etiologi dan Pathogenesis Metabolic Syndrome Faktor Endokrin Menopause Metabolic Syndrome Faktor Genetik Metabolic Syndrome Gambaran Aktivitas Fisik Hubungan Pola Makan Dengan Metabolic Syndrome Dan Gambaran Aktivitas fisik Anggots Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013 Gambaran Asupan Energi Anggota Klub Senam Jantung Sehat Kampus Gambaran Asupan Karbohidrat Anggota Klub Senam Jantung Sehat Gambaran Kadar Trigliserida Anggota Klub Senam Jantung Sehat Gambaran Kadar Kolesterol HDL Anggota Klub Senam Jantung Sehat Gambaran Kejadian Metabolic Syndrome Anggota Klub Senam Jantung Gambaran Aktivitas Fisik Anggota Klub Senam Jantung Sehat Kampus Gambaran Lingkar Perut Anggota Klub Senam Jantung Sehat Kampus Gambaran Tekanan Darah Anggota Klub Senam Jantung Sehat Gambaran Kadar Gula Darah Puasa Anggota Klub Senam Jantung Gambaran Pola Makan Karbohidrat Hipotesis Penelitian Jenis dan Desain Penelitian Lokasi dan Waktu Penelitian Gambaran Umum Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UIN Syarif Hubungan Asupan Kalori dengan Metabolic Syndrome Responden Hubungan Asupan Lemak dengan Metabolic Syndrome Responden Jenis kelamin Etnis Metabolic Syndrome Kadar Trigliserida Kadar Gula Darah Kadar triglisrida : Metabolic Syndrome : Non Metabolic Syndrome Berisiko, Tidak berisiko Berisiko Tidak berisiko Tidak berisiko Berisiko Tidak berisiko Berisiko Kerangka Teori Kerangka konsep Keterbatasan Penelitian Hubungan Pola Makan Dengan Metabolic Syndrome Dan Gambaran Aktivitas fisik Anggots Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013 Latar Belakang Hubungan Pola Makan Dengan Metabolic Syndrome Dan Gambaran Aktivitas fisik Anggots Klub Senam Jantung Sehat Kampus II UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2013 Metabolic syndrome, dikumpulkan dengan metode pengukuran yang terdiri Metode Food Recall 24 Jam Obesitas Pola Makan Metabolic Syndrome Patofisiologi Metabolic Syndrome Prognosis Metabolic Syndrome Pengukuran Aktivitas Fisik Metode International Physical Activity Pengukuran Komponen Metabolic Syndrome Lingkar Perut Tekanan Darah Kadar Kolesterol HDL Pola Makan Kalori dan Hubungannya dengan Kejadian Metabolic Pola Makan Protein dan Hubungannya dengan Kejadian Metabolic Populasi Penelitian Sampel Penelitian Rumusan Masalah Ruang Lingkup Selama 7 hari sebelumnya, berapa hari BapakIbu telah melakukan aktivitas Berapa lama waktu yang BapakIbu gunakan untuk melakukan aktivitas fisik Serat Protein Zat Gizi Tingkat Konsumsi dan Angka Kecukupan Gizi Vitamin Mineral Zat Gizi
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Hubungan Pola Makan Dengan Metabolic Syndrome..

Gratis

Feedback