Diplomasi HI Di Amerika Serikat

Gratis

0
28
142
2 years ago
Preview
Full text

BAB I SEJARAH KEMERDEKAAN DAN DIPLOMASI AMERIKA SERIKAT Benua Amerika ditemukan oleh Colombus pada tahun 1492. Selanjutnya

  Ketika merdeka, Amerika Serikat hanya terdiri atas 13 negara bagian dan bentuk negaranya adalah konfederasi (masing-masing Negara berdaulat/bersatu/tidakmemiliki presiden. Mulai tahun 1776 sampai tahun 1787 penyelenggaran Negara diatur melalui Articlc of Confederation (UU konfederasi). Pada tahun 1787 Amerika Serikat membuat konstitusi (UUD) pada pertemuan di Philadelphia (hal ini adalah untuk yang pertama kalinya di dunia.

1. Pemilu yang dilakukan oleh senat 2. Pemilu yang dilakukan oleh Dewan Pemilih (elektoral), bukan oleh Senat

  Masa ini disebut era baru dalam diplomasi AS (1789). Meskipun demikian, Inggris pada saat itu masih tidak dapat menerima kemerdekaan AS, sehingga masih terjadi perang antara lnggris dan AS.

TUJUAN POLITIK LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT

  Melindungi hak dan kepentingan warga Negara AS dibidang perdagangan maupun investasi di wilayah Negara lain. Mencegah kekuatan Eropa yang ingin melanjutkan penjajahannya di AS dan wilayah sekitarnya.

KONDISI PASCA KEMERDEKAAN

  Tetapi AS menghadapi masalah-masalah yang tidak diduga sejak semula, yaitu : Masalah PerdaganganBahwa koloni-koloni Negara Eropa tertutup bagi perdagangan AS. Persamaan pelayanan (equality of treatment) yaitu bahwa AS menuntut perlakuan yang layak bagi kapal dan barang-barang AS di pelabuhan-pelabuhan Negara lain (koloni Inggris dan Spanyol) atau clausa MFN 2.

PERANG DI EROPA

  Pada tahun 1793 raja Louis XIV dipenggal dan AS menyatakan sikap netral. Apakah perjanjian kerjasama AS-Perancis masih berlaku walaupun telah terjadi peralihan kekuatan di Percncis langkah apa yang harus diambil ASdalam menghadapi pertikaian yang mungkin timbul antara Perancis dengan Negara tetangganya (Spanyol,Itali, lnggris).

MUNCULNYA PARTAI DI AMERIKA SERIKAT (1796)

  Alexander Hamilton yang menjadi pemimpin menginginkan adanya suatu pemerintahan pusat yang kuat. Perancis pada tahun 1778, AS telah AS tidak berarti AS harusmembantu Mentri Luar Negeri Thomas Jefferson kemudian memimpin kelompok yang lebihsuka pada desentralisasi (penyebaran), yang pada akhirnya berkembangmenjadi partai Demokrat.

MONROE DOCTRINE

  Presiden James Monroe dihadapan kongres tanggal 2Desember 1823 dikemukakan apa yang disebut dengan 'Monroe Doctrine". Bahwa samudera Atlantik dan Pasifik telah memisahkan bumi yang letaknya berjauhan sehingga tidak seluruhnya saling berkait ataumempengaruhi.

2. Adanya keinginan Negara-negara Eropa "old power" (Eropa) untuk mengembalikan kekuasaannya atas wilayah-wilayah koloni di Amerika Latin

  Non-Colonialization Principles, Bahwa Negara-negara di Amerika (benua Amerika) bukan obyek untuk menjadi koloni Negara-negara eropa. Non-Interference Principles, Bahwa Negara-negara yang bukan di benua Amerika jangan mencampuri urusan republik-republik di Benua Amerika.

BAB II DIPLOMASI AMERIKA SERIKAT PASCA MONROE DOCTRINE A. Pengaruh Doktrin Monroe Terhadap Eropa Negara-negara di Eropa menunjukkan reaksi yang tidak terlalu senang dengan

B. Panama Congress

  Namun jawabanyang diterima dari AS melalui Menlu AS John Quincy Adams adalah bahwa AS belum mampu memberikan perlindungan bersenjata dan hanya mengharapkan pengertian dariNegara-negara Eropa. Kekhawatiran AS ialah bahwa kerjasama itu akan mengembangkan prinsip netralitas dan prinsip liberal yang akan menguntungkan pihak Inggris.

E. Pertikaian dengan Mexico

  2) Ketidaksenangan Mexico membayar ganti rugi bagi AS yang dirugikan ketika perang Texas - Mexico.3) Keinginan Presiden James K. Dengan kekalahan tersebut, AS menawarkan kepada Mexico untuk tidak perlu membayar ganti rugi seperti yangdituntut semula tetapi cukup membayar dengan menyerahkan California dengan NewMexico.

F. Polugri AS di Timur Jauh (Asia Pasifik)

  Melalui perjanjian ini 5 pelabuhandibuka bagi kapal-kapal AS, dan AS memperoleh hak extrateritotialitas dengan menempatkan beberapa konsul. Konsul AS ini berunding dengan Inggris dan Perancis untuk tidak memerangi Cina.

G. Perang Saudara di AS

  Pada pertengahan abad ke 19, AS memperoleh kemajuan di bidang ekonomi, tetapi timbul perbedaan pendapat antua Negara-negara di bagian utara ddn Negara-negara dibagian selatan. Abraham Lincoln ketika masih menjadi senator (1854)menyatakan bahwa perbudakan harus dihapuskan, dan pada pemilu 1980 Lincoln terpilih sebagai presiden maka pihak yang anti perbudakan semakin keras suaranya.

PERLUASAN WILAYAH

PERANAN AS DI PASIFIK SELATAN

  diusahakan untuk membuat terusan yang menghubungkan Atlantik denganPasifik, tapi hal ini berlangsung berlarut-larut dan baru pada tahun 1876 dipilih Nicaragua sebagai tempat dibuatnya terusan, tetapi pada tahun l88l diubah ke Panama. Melalui perjanjian Berlin (14 Juni IS79) AS berhasil membujuk Pada tahun 1893 terjadi revolusi yang didalangi oleh perusahaan-perusahaan transnasional untuk menggulingkan kerajaan Kalatua, dan Raja Kalatua digantikan olehadik perempuannya Lilio Kalani, tapi berfungsi hanya sebagai boneka.

MONROE DOKTRIN DAN PAN AMERIKA

  Tetapi gagasan Pan Amerika baru bisa diwujudkan pada tahun l88l ketika AS mengundang l8 negara merdeka di Amerika Selatan untuk membentuk suatu organisasirepublik Amerika (kemudian disebut PaN American Union, dan diganti menjadi Organization of American States). Dengan adanya Pan Amrika ini Monroe Doctrine kembali didegungkan oleh AS dan kedudukan Monroe doctrine semakin kuat setelah adanya Venezuela Venezuelayang merdeka mempunyai sengketa perbatasan dengan Guyana (Inggris).

IMIGRASI ORANG-ORANG CINA

BAB II I GARIS BESAR PEMERINTAHAN AMERIKA SERIKAT A. Konstitusi: Dokumen Abadi Undang-undang Dasar Amerika Serikat merupakan instrument utama bagi

  Sebelumnya, pada tahun 1868, ada perjanjian AS dengan Cina yang disebutBurlingame Tieaty yang membolehkan masuknya imigran Cina , khususnya karena AS membutuhkan tenaga kerja murah untuk pembuatan jalan kereta api. Aturan-aturan dasarnya mudah dipahami, hanya dengan 27 amandemen ia kini bisa melayani kebutuhan lebih dari 260 juta warga AS di lebih dari 50 negara bagianyang beragam, yang terentang mulai dari lautan Atlantik hingga Pasifik.

B. Konstitusi Sebagai hukum Tertinggi

  Otoritas terakhir tetap ada pada rakyat AS yang bisa mengubah hukum dasar, jika mereka menginginkan, busa dilakukan amandemen UUD atau paling tidak secarateori menyusun UUD baru. Pasal II, bagian 4 berbunyi: “Presiden, Wakil Presiden, dan semua pejabat sipil AS, akan dicopot dari jabatannya karena impeachment, dan adanya vonis bersalah, penghianatan, penyuapan, kejahatan tingkat tinggi dan atau tidank pidana ringan lainnya .” Impeachment merupakan tuduhan adanya penyimpangan seorang pejabat pemerintah oleh badan legislatif; seringkali hal tersebut tidak mengacu kepada dakwaan bersalah atas tindak pidana tertentu.

C. Eksekutif

  Syarat Calon Presiden Amerika Serikat: 1) Warga Negara yang lahir di Amerika Serikat 2) Minimal berumur 35 tahun 3) Telah menjadi penduduk AS setidak-tidaknya 14 (empat belas) tahun 1) Merekomendasikan perundang-udangan kepada kongres2) Memanggil sidang khusus kongres3) Menyampaikan amanat kepada kongres 4) Mem-veto Rancangan Undang-undang. Lebih dari seratus tahun setelah diterima konstitusi tersebut, anggota senator(anggota senat) tidak dipilih melalui pemungutan suara langsung melainkan dipilih oleh KEKUASAAN PRESIDEN Kekuasaan Legislatif:Presiden dapat mem-veto setiap RUU yang diloloskan kongres, kecuali jika 2/3 anggota DPRmenolak.

D. Legislatif

  para badan pembuat UU Negara bagian dan dianggap sebagai perwakilan dari Negara- negara bagian mereka. Amandemen ke 17 yang mulai berlaku tahun 1913, mewajibkan pemilihan anggota Senat secara langsung.

KONGRES MAJELIS SENAT

MAJELIS DPR (Senate) (House of Representative) Sedangkan perbedaan mendasar dari Majelis Senat dengan Majelis DPR antara lain:

MAJELIS SENAT MAJELIS DPR

  Perwakilan/ Jumlah perwakilan anggota senat Jumlah anggota DPR di kongres adalah 100 orang, ditentukan oleh Kongres, yaitu Keanggotaan: yakni setiap Negara bagian AS berdasarkan jumlah penduduk(50 negara bagian) diwakili oleh tiap Negara bagian. mengatur 1 kursi setiap600.000 penduduk dan rasio ini terus berubah sesuaipertumbuhan penduduk.

E. Yudikatif

  Cabang ketiga dari pemerintah federal adalah yudikatif, yang terdiri dari suatu sistem peradilan yang tersebar di seluruh Negara, dipimpin oleh Mahkamah AgungAS. Seperti juga masalah-masalah lain yang jugadiperdebatkan, para delegasi akhirnya mencapai suatu kompromi, yaitu pengadilan Negara bagian.

Pasal II I dari konstitusi menyatakan dasar-dasar bagi sistem pengadilan federal:

  “kekuatan hukum Amerika Serikat akan ditampukkan ke satu Mahkamah Agung, dan sejumlah pengadilan yang lebih rendah lain yang oleh kongres sewaktu-waktu bisaditahbiskan dan dibentuk.” Dengan petunjuk ini, Kongres pertama membagi Negara menjadi beberapa distrik dan membentuk pengadilan federal untuk tiap distrik. Kongres saat ini tetap berwenang untuk menciptakan dan meniadakan pengadilan federal, serta menentukanjumlah hakim pada sistem pengadilan federal.

MAHKAMAH AGUNG (MA):

PENGADILAN TINGGI (PT):

PENGADILAN DISTRIK:

BAB IV Politik Luar Negeri Amerika Serikat Era Perang Dingin AGRESI ABAD KEDUAPULUH Sebelum Perang Dunia pertama. Amerika Serikat (AS) secara relative

  Meskipun punya potensi berkuasa, AS dijauhkan dan konflik luar negeri oleh sarnudera-sarnudera yang luas dikeduasisinya, dan posisi dominan AS dibelahan dunia Barat menjamin keamanan dalam zona mi. AmerikaSerikat, terlindung dan konflik utama oleh posisi geografisnya dan dibingungkan oleh kecaman dan tuntutan yang silang-menyilang sehingga AS menahan dindan perang selama tiga tahun.

ASAL USUL PERANG DINGIN

  AS dan Sovietbercerai sebagai sekutu dalam perjuangan bersama melawan fasisme dan mulai terlibat dalam kompetisi yang berkepanjangan memperebutkan pengaruh politikatas Eropa, Asia dan dunia. Peluang lain untuk memperbaiki hubungan dengan Uni Soviet tidak diolah secara tuntas olehWashington sebelum perang berakhir, dan hanya sedikit rencana realistis dan sistematis yang dibuat untuk merekayasa dunia pascaperang selainpembentukan Perserikatan Bangsa-bangsa.

DOKTRIN TRUMAN

  Aliran pemikiran yang dominant di AS, yang ekspresi klasiknya bersumber pada filsafat pembendungan (containment) dan diplomat dan ilmuan GeorgeKennan, menyatakan bahwa Soviet melayani imperative ideologis yang menuntut perjuangan dan perlawanan global terhadap kapitalisme. Iamenjelaskan: Tanggung jawab untuk melawan kebijaksanaan konflik tanpa batas mi jatuh pada Amerika Serikat, kata Kennan, yang harus mendasarkan tindakan-tindakannya atas prinsip pembendungan kekuatan soviet di dalam batas- batasnya yang ada sampai adanya perubahan-perubahan internal di dalamkepemimpinan Soviet yang mau meninggalkan maksud-maksud agresi.

I. Perang Dingin sebagai Konsep Ideologi

  Kebijaksanaan mi dimaksudkan untuk menggagalkan upayapencapaian tujuan nasional dan luar negeri Soviet sehingga dapat memperkuat tekanan dan perasaan puas di dalam negeri Soviet terhadap kediktatoran dinegeri itu. Detterence : Kegiatan yang dilakukan oleh sebuah atau sekelompok Negara untuk mencegah Negara lain menjalankan kebijaksanaan yang tidak dikehendaki.

II. Perang Dingin sebagai Fakta Sejarah

  Dan sudut pandang Moscow, Perang Dingin diilustrasikan oleh tank-tank baja di Jerman Timur, Budapest dan Prague dan tindakan-tindakan koersiflainnya dalarn kawasan yang dibebaskan Red Army dan tentara Nazi, termasuk invansi ke Afghanistan. Dengan kekuatan Militer dan Ekonomi yang belumpernah terjadi sebelumnya, AS mempersiapkan din untuk menjadi kekuatan global yang pertama.

BAB IX PERANAN AMERIKA SERIKAT DI KAWASAN PASIFIK SELATAN

  Memberi bantuan ekonomi dan teknik yang cukup besar bagi negara-negara di Asia, Afrika dan Amerika Latin, dengan harapan dapat mendorong terjadinya transformasi lembaga dan budaya tradisional menjadi masyarakat majemuk dengan lembaga-lembagapolitik yang demokratik serta ekonomi pasar yang semakin produktif. Saat ituDepartemen Luar Negeri AS menggariskan suatu kerangka kebijakan luar negerinya yang intinya adalah membangun kerjasama dengan menggunakan rasa persahabatan dan goodwill yang besardari penduduk di KPS terhadap AS sebagai modal, dan kerjasama dengan empat negara metropolitan lainnya yang berkepentingan di KPS (Australia, Slandia Baru, perancis, Inggris)dalam rangka memajukan rakyat-rakyat kepulauan.

4 Steve Hoadley, The South Pasific Foreign Affairs Handbook (Sidney: Allen and Unwin, 1992), 22

  Penanganan selektif (sellective engagement) vs penanganan permanen (permanentengagement): Pertimbangan-pertimbangan opportunity cost dari strategi yang dipilih, defisit ganda yang telah sekian lama menekan pertumbuhan ekonomi nasionalnya, hutang nasional yangsemakin meningkat, kompetisi yang semakin intens dari kekuatan-kekuatan ekonomi yang muncul dengan cepatknya, proses dislokasi ekonomi dalam AS, akan memaksa Clintonlebih mengutamakan strategi penanganan selektif. Namun ini tidak berarti AS tidak bertindakunilateral, terutama dalam keadaan yang sangat gawat, dan PBB dengan negara-negara anggota lainnya dianggap tidak atau belum mampu bereaksi secara cepat.

BAB V AMERIKA SERIKAT DAN TIMUR TENGAH Presiden-presiden Amerika Serikat (AS) seperti Jimmy Carter, Ronald Reagen, dan George Bush sampai masa kepemimpinan anaknya: George Walker Bush, tidak ada yang pernah luput dari permasalahan kawasan Timur Tengah. Tercatat bahwa Carter sukses besar ketika berhasil menciptakan perdamaian antara Israel dan Mesir, yang menghasilkan kesepakatan “Camp David Peace Accord”. Akan tetapi pada saat yang sama, Carter juga dianggap gagal dalam menghadapi revolusi di Iran. Presiden Reagan juga dicatat pernah memainkan

  Hal ini dilakukan untuk menemukan pasukan AS yang terseret, diserang dan terbunuh di barak mereka pada perang sipil,yang berakhir dengan harus ditariknya pasukan AS dari Libanon. Lebih dari itu, meskipunAS telah mengeluarkan biaya yang sangat besar, melewati waktu yang tidak sebentar, bahkan mengorbankan begitu banyak jiwa, Washington tetap tidak mampumenemukan jalan perdamaian atas konflik Israel Gambaran ini memperlihatkan secara jelas betapa AS memiliki kepentingan yang besar di kawasan ini.

KEPENTINGAN-KEPENTINGAN AS

  Secara umum ada dua kepentingan utama AS di kawasan ini yang terancam oleh kehadiran Soviet (Kini Rusia), yaitu: Minyak dan Keamanan Israel. Kepentingan-kepentingan inilah yang memotivasi AS untuk menahan komunisme, menjaga akses minyak untuk AS dan menghambat perubahan politik kawasan tersebut.

2 Dunia Ketiga bagi Kepentingan Amerika Serikat dan juga bagi stabilitas dunia secara umum

  Dan sebagian besar negara dunia ketiga ini merupakan kawasan yang penting bagi ekonomi negara-negara Barat (seperti Teluk Persia), negara sekutu AS dan bagi AS Sendiri. Kecenderungan negara dunia ketiga yang tidak stabil dan rentan konflik, sesungguhnya tidak menjadi perhatian utama AS.

2. George W. Breslaver dan Philip E. Tetlock, Learning in U.S. and Soviet foreign Policy

  Pada tahun 1990,ekspor AS ke negara berkembang Ada alasan ekonomis lain yang mendorong AS untuk mengupayakan pembangunan dan stabilitas di negara berkembang. Ada tujuh elemen yang harus menjadi bagian program baru AS yang merefleksikan kebutuhan AS akan negara duia ke-3 dalam rangka mencapai kepentingan jangka panjangnya ; 1.tujuan utama harus menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

4. AS harus meningkatkan bantuan keuangannya secara tajam, bahkan menggandakannya

  Program bantuan AS yang baru harus memberikan bantuan kepada negara yang memperlihatkan komitmen politik yang baik. 5.program AS harus di tujukan secara langsung untuk mennyelesaikan ancaman lingkungan global yang memberikan dampak bagi semua negara di dunia.

BAB VI I ASIA TENGGARA DALAM KEPENTINGAN AMERIKA SERIKAT Oleh: Dewi Triwahyuni, S.IP., M.Si Perkembangan hubungan internasional yang dinamis mempengaruhi arah kepentingan

  Sebagai sebuah kawasan yang dengan penduduk sekitar 525 juta dan Gross National Product (GNP) yang mencapai hingga 700 milyar dolar, letak geografis yang strategis, serta kekayaan sumber-sumber alam yang dimilikinya, Asia Tenggara sering mendapat perhatian yang kurang intensif dalam politik luar negeri AS. Selama masa perang dingin, kawasan Asia Timur sepertinya lebih menyita perhatian pemerintah AS dengan isu perlombaan senjata nuklir-nya.akan tetapi perkembangan saat inimemperlihatkan bagaimana Cina tiba-tiba muncul sebagai sebuah kekuatan ekonomi dan politik yang berpengaruh khususnya di Asia Pasifik.

A. Kepentingan ekonomi Amerika Serikat di Asia Tenggara Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat diuntungkan oleh letaknya yang strategis

Posisi Asia Tenggara tepat di persimpangan antara konsentrasi industri, teknologi dan kekuatan

1 Communications (SLOCs) negara-negara tersebut di Asia Tenggara. Sedangkan dalam perspektif

  Selain itu, Asia Tenggara juga merupakan kawasan tujuan bagi investasi tidak juga untuk ketidakstabilan kawasan ini akan menciptakan konsekuensiyang sangat besar terhadap Asia Timur secara menyeluruh dan pada akhirnya dapat mengancam kepentingan vital AS. Asia Tenggara merupakan pasar yang potensial bagi produkdan industri jasa, dan sebagai kawasan utama dari sumber-sumber daya alam yang penting, termasuk minyak dan gas alam.

7 Mobil

  Pada tahun 1999 ke 2000 terjadi penurunan yang cukup kentara, dimana krisis finansial dan situasi keamanan yang tidak kondusif di Asia Tenggara menyebabkan investor AS beralih keCina. Contohnya pipa saluran air Indonesia dari pulau Natuna ke Sumatera, pipa saluran Singapura dan 9 Malaysia, dan pipa yang menghubungkan Burma dan Thailand.

B. Jalur laut (Sea-lanes) Asia Tenggara yang strategis

  Terutama terhadapIndonesia, sebagai negara keempat terbesar di dunia, dengan kumunitas muslim yang terbesar di seluruh dunia, negara eksportir minyak dan gas terbesar di kawasannya, serta satu-satunya negaraAsia Tenggara yang menjadi anggota Organiziation of Petroleum Exploring Countries (OPEC) dan merupakan titik tumpu ASEAN. Kebangkitan Cina sebagai sebuah kekuatan regional selama 10hingga 15 tahun kedepan tentu saja dapat meningkatkan intensitas kompetisi Cina Fator-faktor utamanya antara lain: evolusi ekonomi Asia Tenggara, pembangunan ekonomi dan politik Cina dan interaksinya dengan Asia Tenggara, perlawanan dan mempertahankankeutuhan negara, masalah integrasi regional dan kerjasama, aktor-aktor eksternal, terutama AS, Jepang, dan Australia untuk mempengaruhi kawasan.

BAB VI II PERAN POLITIK PERDAGANGAN AMERIKA SERIKAT DALAM EKONOMI GLOBAL

  Maka berlangsunglah perundingan dengan Meksiko, suatu negaraberkembang, yang akhirnya melahirkan NAFTA, yang sesunggunya merupakan penggabungan FTA dengan Kanada dengan FTA dengan Meksiko dengan alasan bahwaitu akan dapat merusak daya saing AS dalam sektor-sektor dimana upah merupakan proporsi yang signifikan dari biaya total satuan (total unit cost). Orang-orang katolik kadang kala bertentangan dengan orang-orang protestan, pria dengan wanita, orang kulit putih dengan orang kulit hitam, orang Irlandia dengan orang Italia, petani dengan buruh, yang muda dengan yang tua, kotadengan desa, Utara dengan Selatan, dan elang dengan merpati (elang: aliran keras di AS, nasionalistik dan tidak sedang berperang, Merpati: aliran lunak yang selalumengutamakan perdamaian), dan sebagainya.

BAB X POLITIK KEMANAN AMERIKA PASCA SERANGAN 11 SEPTEMBER 2001 A. Serangan 11 September 2001 dan perubahan kepentingan serta tujuan kebijakan pertahanan Amerika Serikat. Serangan 11 September 2001 yang lalu telah terbukti memberikan efek yang luar

  Bahkan jauh sebelum peristiwa 11/9 terjadi, Dick Cheney yang pada saat itu menjabat sebagaiMenteri Pertahanan AS dibawah Administratif Clinton (1993), telah membahas terorisme serta isu-isu lain seperti perdagangan narkotika dan obat bius, dan proliferasi senjata-senjata pemusnah massal dalam strategi pertahanan regional-nya. Hal ini diperkuat dengan reaksi nyata baik pemerintah maupun publik AS yang terkejut dalamperistiwa 11 September 2001, yang meruntuhkan gedung menara kembar WTC di jantung kota dan pusat finansial New York.

3. To promote democracy, 4

  AS tidak hanya berupaya untuk menangkap Osama Bin Laden dan kelompok militannya yang dinyatakan AS sebagai pelaku serangan 11/9, lebih jauhAS berusaha mengajak masyarakat internasional untuk ikut serta dalam perangnya memerangi terorisme internasional. Meskipun demikian, guncangan psikologis yang diciptakan tragedi “black Tuesday ”, membuat warga AS sangat ingin tahu mengapa serangan 11/9 dapat terjadi dan harus ada kebijakan pemerintah yang memberikan garansi bahwa peristiwa ini tidak akanterjadi kembali.

B. Kampa nye “War Against Terrorism” dan implikasinya terhadap Asia Tenggara

  Cara-cara 13 yang akan dilakukan AS meliputi: Kemampuan AS dalam menciptakan perspektif global mengenai ancaman teroris, besar bagi AS untuk dapat menekan negara-negara agar mendukung dan dapatbekerjasama dalam memberantas terorisme, atau yang disebut AS sebagai “global war on terrorism ”. Sepertiyang selalu ditekan pemerintah AS bahwa perang ini tidak berhenti sampai disini(afghanistan), maka kecenderungan pasca perang di Afghanistan dan Iraq adalah melanjutkan dengan memberikan perhatian terhadap aktivitas terorisme di belahan lain 14 dalam markas Al-Qaeda di Afghanistan.

a. Dengan ditetapkannya Al-Qaeda sebagai tersangka utama serangan 11

  September dan resmi ditetapkannya Jemaah Islamiah (JI) sebgai jaringanAl-Qaeda, menjadi legitimasi AS untuk memberantas jaringan terorisme secara global. Maka tidak ada lagi yang dapat menghentikan perluasankehadiran militer AS di Asia Tenggara, dimana AS mengklaim AsiaTenggara didiami banyak kelompok/jaringan Al-Qaeda serta sangat kawasan yang subur bagi pertumbuhan dan perkembangan teroris.

16 Terlepas dari kebenarannya yang masih menjadi kontroversi, ditemukannya

  dokumen-dokumen mengenai adanya rencana operasi serangan teroris secara serentak terhadap sejumlah fasilitas diplomatik dan militer AS di Singapura, Filipina, Malaysiadan Indonesia telah meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan Asia Tenggara. Namun yang pasti, setelah serangan militer pertama dimulai denganmenyerang Al-Qaeda dan rezim Taliban di Afghanistan pada 7 Oktober 2001, dan spekulasipun dengan cepat menggunung, bahwa operasi-operasi selanjutnya akan segeradilakukan di tempat lain.

17 Engel, Mathew. “US may turn attention to far east terror groups”, The Guardian, 11

  Dengan Jumlah penduduk yang besar, batas-batas wilayah yang rawan serta lemahnya institusi negara,membuat AS telah lama mengindentifikasi Kawasan ini potensial menjadi surganya teroris. Berkenaan dengan 3 faktor diatas, diperkuat dengan ditangkapnya orang- orang dari kelompok-kelompok tersebut yang disinyalir memiliki keterlibatandengan aktivitas terorisme, semakin meyakinkan bahwa adanya jaringan terorisme di Asia Tenggara.

20 Afghanistan

20 Rizal Sukma, “The Second Front Discourse: Southeast Asia & The Problem of Terrorism”, dalam Asia

  Serangan 11September telah dipergunakan oleh Gedung Putih (the White House) dan Pentagon untuk mendongkrak kembali penurunan kehadiran militer AS di Asia Tenggara dan untuk lebih 24 agresif lagi mengejar kepentingan ekonomi dan strategis AS di kawasan ini. Indikasi proyeksi peningkatan militer AS di Asia Tenggara Indikasi peningkatan kehadiran militer AS di Asia Tenggara dapat dilihat dari tersedianya beberapa fasilitas militer yang diberikan oleh negara-negara Asia Tenggarauntuk kepentingan AS.

26 Shedon W. Simon, “Southeast Asia and The War on Terrorism, dalam Managing Security Challenges in

  Dalamrangka mengejar legalitas tersebut, maka pada 21 November 2002, DepartemenPertahanan Nasional Filipina dan Departemen Pertahanan AS menandatangi kesepakatan 29 MLSA ditujukan yang disebut dengan “Mutual Logistic Support Agreement (MLSA)”. Subic Bay merupakan mata rantai yang vital bagi AngkatanLaut AS karena menghubungankan kawasan-kawasan Samudra pasifik dan Samudra Hindia sehingga lokasinya menguasai Laut Cina Selatan dan selat-selat Indonesia.

32 Singapura

  Sejak Maret 2001, pemerintah Singapura telah memberikan fasilitas tempat bagi kapal perang AS di pangkalan Angkatan Laut Changi - Singapura, yang mulaidibangun seluas 86 hektar diatas selat Malaka yang merupakan jalur laut tersibuk di 36 dunia. Secara umum, fasilitas dok kapal AS di Changi-Singapura dan fasilitas dok kapal perang yang masih kotroversi di Bitung menjadi sangat signifikan dalam mengejarkepentingan AS baik secara ekonomis maupun kepentingan strategis AS, terutama akibat ditutupnya pangkalan Subic dan Clark-Filipina (1992).

38 Vietnam

  Dan Filipina tercatat sebagai salah satu negara yang menyediakan tempat (staging) bagi pesawat-pesawat tempur AS dalam perang AS dan koalisinya keIrak/Aghanistan (2001). Interests, Testimoni yangdiperuntukan kepada Subcommittee on East Asia dan The Pacific House of Representatives Coomittee on Ia menyampaikan rasa simpatinya atas peristiwa 11 September yang menimpa AS kepada Presiden Bush, dan mendukung tindakan AS untuk memberantas jaringan terorisme.

41 Tidak berbeda dengan Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam juga tidak

  Padahal AS sempat memintaMalaysia untuk menjadikan Kuala Lumpur sebagai tempat “Regional Training Centre toCounter Terrorism” dia Asia Tenggara, yang menjadi program yang sedang direncanakan 42 AS. Sementara itu, sejak 11 September Thailand berkoordinasi secara penuh denganAS dalam memberantas terorisme dengan memberi akses-akses untuk fasilitas militer, memberikan izin menggunakan ruang udara Thailand, membuat pernyataan-pernyataanresmi/formal yang mendukung, bekerjasama dalam pertukaran informasi, serta untuk keperluan invesitigasi terorisme innternasional, Thailand mengizinkan lapangan udaranyauntuk transit pesawat AS.

BAB XI KAJIAN PARTAI POLITIKDAN PEMILIHAN UMUM DI AMERIKA A. Peran Partai Politik di Amerika Sebelum memahami politik, kita harus mengerti betul dengan struktur dasar dan proses

  Politik di Amerika Serikat adalah membicarakan partisipasi politik baik yang kolektif dan individual, terkait dengan kelompok dan dengan setiap orang. James Madison, terpilih sebagai ketua partaiDemokratic-Republican mengatakan bahwa sistem sistem federal yang baru akan mengakibatkan hilangnya kelompok-kelompok politik yang bersaing yang disebut fraksi-fraksi akan tetapi tidak adalarangan untuk partai-partai, biarpun hal itu tidak disebutkan dalam UUD dan banyak pihak yang berwenang tidak disenangi.

B. Sistem Pemilihan di Amerika

  Meskipun bertujuan para pendiri demikian adanya, AS pada 1800 menjadi Negara pertama yang mengembangkan partai-partai politik yang muncul yang terorganisir pada tataran nasional untukmenyelesaikan perpindahan kekuasaan eksekutif dari satu faksi dan faksi lainnya melalui sebuah pemilihan. Sebuah pengecualian pada aturan umum ini dapat ditemukan di tingkat daerah, khususnya di kota-kota kecil, dimana para calon mungkin tidak diisyaratkan untuk mengatakan afiliasinya kepadasuatu partai, hal yang sama juga berlaku untuk mereka yang mencari jabatan dibawah bendera prakarsa daerah tertentu, seperti pengembangan kembali kota dan pembangunan sekolah.

a. Pemilihan Presiden

  Bagian-bagian yang paling menarik dari konvensi adalah pidato pembukaandari pemimpin atau para pemimpin partai, pengumuman calon wakil presiden yang diusung, penyebutan hasil perolehan suara delegasi oleh para d elegasi Negara agia , da ratifikasi platforpartai (dokumen yang menyatakan posisi partai dalam sejumlah isu). Presentase pemilh yang memenuhi syarat yang memberikan suara bervariasi dari pemilihan ke pemilihan, tetapi secara umum mereka yang memilih, bahkan dalam pemilihan presiden lebih rendahjumlahnya ketimbang bagian besar Negara demokrasi lain.

b. Pemilihan Kongres

  Anggota di DPR berdasar pada jumlah penduduk dari tiap Negara bagian, maka dari itu tidak disebutkan secara terperinci dalam konstitusi. Presiden dan anggota parlemen dipilih secara terpisahmeskipun seorang presiden yang sedang berkuasa bisa mengajukan rancangan undang-undang ke kongres oleh sekutunya di dalam lembaga itu, dan harus diloloskan oleh kongres sebelum dikirim kepresiden untuk ditanda-tangani.

1) Pemilihan DPR (The House of Representative)

  Karena kursi yang diperebutkan hanya satu kursi disetiap distrik, maka setiap pemilihandiikuti oleh hanya kurang lebih seribu dari kandidat independen, dengan rasio 2 partai x 535 kursi yang diperbutkan ditambah dari kandidat independen dikurangi adanya distrik yang tidak hanya diikuti olehkandidat tunggal dari salah satu partai besar. Umumnya para penantang dari partai lawanbersikap tidak ada gunanya bertarung dengan kandiidat yang sedang menjabat yang sangat kuat dan berpengaruh di distrik tersebut.

2) Pemilihan Senat

  Untuk memenuhi amanat konstitusi ini maka sehabis pemilihan dilaksanakan terdapat tiga kelompok senatordalam kongres yaitu (1) sepertiga anggota senat yang baru terpilih dengan masa jabatan enam tahun; (2) anggota senat yang masih menjabat empat tahun (telah menjalani masa jabatannya selama duatahun); (3) anggota senat yang masih menjabat masa jabatan dua tahun (telah menjalani masa jabatan selama empat tahun). Kandidat yang memenangkan pemilihan pendahuluan ini yang bertarung dengan kandidatpartai lainnya untuk merebut satu kursi yang diperebutkan di Negara bagian.

c. Perbedaan-Perbedaan antara Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat

  Sekarang, yang menjadipersoalan adalah pemilihan setiap dua tahun memaksa anggota kongres terbang kembali ke distrik setiap akhir minggu atau yang setara dengan itu untuk menggalang dukungan politik Setiap kursi di dewan mewakili sebuah daerah pemilihan yang secara geografis unik, dan seperti disebut sebelumnya, setiap anggota dipilih sebagai perwakilan tunggal dari kawasan itu dengan aturansuara terbanyak. Senat dirancang bagi anggotanya utnuk mewakili pemilih-pemilih yang lebih luas-seluruh Negara bagian- dan memberikan perwakilan yang sama kepada setiap Negara bagian tanpa mengindahkan jumlahpenduduknya.

DEFEND THE HOMELAND

 Menjaga seluruh teritori dalam dan luar negeri dari setiap ancaman keamanan darat,udara dan laut  Memelihara keamanan kepentingan- kepentingan AS di seluruh dunia

WIN THE LONG WAR

 Melawan gerakan2 dari kelompok ekstrim/garis keras yang dipimpin Al-Qaedadan jaringan2nya  Memerangi terorisme layaknya sebuah perang yang sangat panjang seperti yangtelah dialami AS pada saat melawan Komunisme dan Fasisme.

PROMOTE SECURITY

 Keamanan hanya bisa dicapai denganmenghindari perang dan mempertahankanperdamaian dalam sistem internasional  Strateginya adalah menekankan upaya menciptakan koalisi yang besar  Menjelaskan bagaimana CINA dan RUSIAmenjadi ancaman baru AS dan dunia, sehingga perlu mengupayakan kerjasamayang kolaboratif dengan keduanya.

DETER CONFLICT

   Dan peperangan yang dilakukan dapat berbentuk terorisme, electronic, cyber dan bentuk2 / cara peperangan lainnya. OBJECTIVES : Achieving Our Objectives : QDR 2010 overviewARAH KEBIJAKAN PERTAHANAN PEMERINTAHAN BARACK OBAMA Prinsip dan slogan baru dari Strategi PertahananNasional AS = BALANCE.

BAB XI V SIGNIFIKANSI DITEMUKANNYA JARINGAN AL-QAEDA DI KAWASAN ASIA TENGGARA TERHADAP PERLUASAN KEHADIRAN MILITER AMERIKA SERIKAT DI ASIA TENGGARA A. Pendahuluan Amerika Serikat telah membuktikan pada dunia tentang keseriusannya untuk

  Kehadiran kekuatan militer AS (the presence of AmericanForces) di luar wilayah AS adalah salah satu simbol utama dari komitmen AS terhadap aliansi dan negara teman bagi AS. Sebagai sebuahkekuatan global (global power) dengan masyarakat yang terbuka, AS sangat dipengaruhi oleh trend, kejadian, dan pengarung-pengaruh yang lain yang berasaldari luar wilayahnya.

2 Donald H. Rumsfeld, 001 Quardrennial Defense Review: foreword, (DOD, 001) hlm.III

  Ditambah lagi, globalisasi ekonomi dan peningkatan yang besar dalam travel dan perdagangan lintas batasAS telah menciptakan kerawanan terhadap negara dan aktor yang memusuhi dan dapat melakukan serangan terhadap tanah air AS. Absennya pemerintahan yang capable dan bertanggung jawab di negara-negara Asia, Afrika, dan negara-negara Barat menciptakan ketertarikan para non-stateactors untuk melakukan drug trafficking, terrorism, dan aktivitas lain yang menyebar melintasi batas-batas negara.

C. AL-Qaeda sebagai Tersangka Utama Serangan 11 September 2001 pada Menara WTC dan Gedung Pentagon

  Ketika serangan 11 September 2001 terhadap menara WTC dan gedung pentagon terjadi, pada hari yang sama Presiden George W. Bush langsung menuduhmengatakan bahwa yang bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut adalah AL- 4 Qaeda.

11 September 2001, Bush mengatakan:

  Bush, pada 11 Oktober 2001, sumber:5 http://www.usinfo.state.govDepartemen Luar Negeri Amerika Serikat, “Kampanye Amerika Serikat dan Dunia Internasional untuk Al-Qaeda berdasarkan perspektif AS merupak kelompok terorisme yang 6diciptakan oleh Osama Bin Laden antara tahun 1984 dan 1986 , yang menampung para sukaralawan (volunteers), melatih dan kemudian dikirimkan ke Afghanistanmelalui jaringan-jaringannya yang jumlahnya sangat banyak. Menurut AS ada beberapa hal yang menjadi alasan Al-Qaeda untuk membangun jaringan di Asia Tenggara: 91) Ribuan penduduk Muslim Asia Tenggara pernah dan ikut bergabung dan berperang bersama pasukan Mujiheddin pada tahun 1980-an.

1) Al-Qaeda merekrut orang-orang Arab dan Asia yang pernah menjadi sukarelawan (jihad) anti-soviet

  Berdasarkan penyelidikan bersama intelegen Singapura, Malaysia, dan Philipina, Jamaah Islamiah yang berpusat di Singapura didirikan oleh Hambali yang masihmenjadi buron dan Abdulah Ba’asyir yang berada di Indonesia. Bahwa kelompok Al-Qaeda sebagai kelompok teroris dengan kemampuan militer yang kuat dan hanya penggunaan kekuatan militer negara yang dapatmenanganinya, serta tumbuh suburnya jaringan-jaringan Al-Qaeda di seluruh permukaan dunia, merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakanperluasan militer AS di kawasan Asia Tenggara.

D. Perkembangan kawasan Asia Tenggara dalam perspektif Amerika Serikat

  Ketika “perang melawan terorisme internasional” mulai dikampanyekan, dengan Al-Qaeda sebagai tersangka kuat yang dituduh sebagai kelompok yang harusbertanggung jawab dibalik kejadian tersebut, maka dengan seketika pandangan AS khususnya dan negara-negara dunia memfokuskan diri terhadap negara-negaradengan populasi Muslim di dalamnya. Intensitas keterlibatan AS di Asia Tenggara merefleksikan apa yang selama ini terdengar dengan keras dari berbagailaporan-laporan pers dan berbagai kebijakan mengenai kekuatan dan bentuk 14 ancaman terorisme disana.

E. Perluasan Kehadiran Militer (Military Presence) Amerika Serikat di Asia Tenggara sebagai upaya memerangi terorisme internasional

  Perubahan konsep AS mengenaikawasan Asia Tenggara secara dramastis terjadi ketika Perang Vietnam berakhir dimana dengan cepat Asia Tenggara menjadi kawasan yang tidak terlalu penting lagibagi AS. Bagaimanapun Asia Tenggara menjadi penting tidak saja bagi AS tetapi juga bagi keamanan dunia, karena Asia Tenggara merupakan garis pantai lautterpenting untuk transportasi laut dunia, perdagangan dunia dan tentu saja untuk 21pergerakan militer AS khususnya.

2) Memastikan antara negara sahabat dan aliansi AS di Asia Tenggara dalam melawan setiap ancaman-ancaman yang cukup besar untuk diatasi sendiri

  Oleh karena itu, kehadiran militer AS (military presence) dipandang sebagai alat vital untuk kenyamanan keamanan di Asia Tenggara, dan ada perhatian bahwakenyataan AS kekurangan strategi jangka panjang terhadap kawasan Asia Tenggara, dan ada kemungkinan pengurangan kehadiran militer di wilayah ini dapat mendorong 25 pengaruh yang lebih besar bagi para aktornya untuk menentang kepentingan AS. Pemikiran yang kemudian mendorong AS untuk menitik beratkan pengembangan militernya pasca 11 September, adalah bahwa dari perspektif militer,serangan yang terjadi dengan mudah tanpa resistensi yang berarti dari pihak yang berwenang di AS pada saat itu, telah memperlihatkan kelemahan inteleggen danpertahanan militer AS.

26 Pacific Commamd (USPACOM)

27 Febuari 2002 dimana kedua pihak sepakat untuk mengikutsertakan pasukan

  Sejak 11 September, Thailand juga telah berkoordinasi secara penuh dengan AS dalam memerangi terorisme, dimana AS memberikan suplai untuk keperluanmiliter Thailand, dan sebagai barternya Thailand memberikan izin penerbangan pada wilayah udaranya, membuat pernyataan resmi kepada publik mengenaidukungannya, dan bekerjasama berbagi dan investigasi, juga dukungan untuk 29 keperluan transit militer AS di Thailand. Selain itupeningkatan juga terlihat dalam kesepakatan kerjasam militer AS dengan negara- negara Asia Tenggara mulai dari pendidikan dan pelatihan militer filipina, singapura,vietnam dan Indonesia, penyediaan fasilitas dok (singapura), kerjasama intelegen, sampai memberikan izin terbang dan transit bagi kepentingan militer AS dalammemerangi terorisme.

1) Kusuma Snitwongse, Southeast Asia in 2001: A Paradigm in Transition? Dalam

  Rumsfeld, 2001 Quardrennial Defense Review: foreword, (DOD, 2001) 5) John Gershman, Is Southeast Asia the Second Front?, (Foreign Affairs: July/August 2002) 6)Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, “Kampanye Amerika Serikat dan Dunia Internasional untuk Mengakhiri Terorisme Global”(Washington D. Anthony Smith, dalam makalahnya:“US security toward Saoutheast Asia After 11/9 ”, yang disampaikan pada pertemuan Asia Pacific Center for Security Studies, Hawaii, Febuari 19-21 2002.10) Kompas, “AS-Filipina Sepakati Perjanjian Militer”, Kompas, 14 Februari 2002Daftar Situs Internet:1) Paragraf terakhir dari pidato presiden George W.

BAB XI II

KEMAJUAN DIBAWAH ADMINISTRASI BUSH

  Volume perdagangan kedua negara melonjak dengan berarti menjadi $18.5 milyar tahun lalu, dan investasi asing langsung dariA. Amerika Serikat mendukung proses perdamainan di Aceh dan kebijaksanaan nasional untuk memperbaikiSpesial Otonomi di Papua.

MENDAPATKAN ORANG YANG TEPAT

BERURUSAN DENGAN BUGET

 

TINJAUAN MASALAH PENTING

ANGGOTA KUNCI DI KABINET

  Hillary Clinton Robert Gates – Menteri Pertahanan (Secretary of Defense) Jenderal James Jones Susan Rice – Duta Besar untuk PBB (Ambassador to the United Nations) Timothy Geithner – Menteri Keuangan (Secretary of the Treasury) Sen. Judd Gregg – Menteri Perdagangan (Secretary of Commerce) Ron Kirk – Wakil Perdagangan AS Leon Panetta – Direktur C.

DUA PERANG

Iraq Afghanistan 

PLANET DI DALAM BAHAYA

KRISIS FINASIAL TERBURUK DI ABAD

 INI 

KANADA DAN MEKSIKO

RUSIA DAN NEGARA TETANGGA

 

TIMUR TENGAH

AFGHANISTAN DAN PAKISTAN

  “Amerika Serikat mempertaruhkan kepentingan yang besar atas kesejahteraan dunia Islam dan siapmemulai hubungan kemitraan yang baru berdasarkan saling menghormati dan kepentinganbersama. Amerika bukanlah musuh kalian.”“Kepada para pemimpin negara di seluruh dunia yang ingin menebarkan konflik, atau menyalahkanmasalah di masyarakatnya kepada negara barat: Harap mengetahui bahwa warganya akan menilaimereka pada apa yang telah diperbuat, bukan pada apa yang telah dirusak .”

DITUJUKAN PADA:

KOREA UTARA

  IRAN CINA – Kepentingan Strategis (concern strategy)Quadrennial Defense Review Report 2006: “Cina memiliki potensi terbesar untuk bersaingsecara militer dengan Amerika Serikat dan memiliki teknologi militer yang menganggu dan pada jangkawaktu tertentu dapat mengimbangi tradisi kemajuan militer AS.”Strategi Keamanan Nasional Amerika Serikat 2006: “Strategi kami selalu berusaha mendorong Cinauntuk membuat strategi militer yang tepat untuk warganya, sementara itu kami memagari ataskemungkinan lainnya .”

KEMITRAAN STRATEGIS

Pemerintahan and Demokrasi Keamanan Regional Pendidikan Lingkungan Hidup and Energi Ekonomi, Perdagangan and Keamanan Pangan

KEMITRAAN KOMPREHENSIF

Menlu AS Clinton dan Menlu RI Wirajuda Perdagangan dan Investasi Perlindungan terhadap Lingkungan Perubahan Iklim Demokrasi Pendidikan Kesehatan Keamanan Regional Penanganan Masalah Terorisme

KEPENTINGAN BERSAMA

  Amerika Serikat dan Indonesia adalah negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga. Amerika Serikat adalah satu satu negara adidaya and ekonomi terbesar dunia; Indonesia adalah negara terluas dan ekonomiterbesar di Asia Tenggara.

Dokumen baru

Download (142 Halaman)
Gratis