Pemeriksa Cemaran Logam Berat Pb, Cd, Cu, Dan Zn Dalam Daging Rajungan, Ketam Batu, Dan Lokan Segar Yang Berasal Dari Perairan Belawan Secara Spektrometri

Gratis

8
45
84
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Kepiting bakau, Scylla serrata (Forskal) di beberapa tempat dalam

  Sebagian besar perusahaan industri tersebut belum memiliki instalasi pengolahan Untuk mengetahui besarnya pencemaran yang terjadi dapat digunakan suatu bioindikator yaitu jenis organisme tertentu yang khas yang dapatmengakumulasi bahan-bahan yang ada sehingga dapat mewakili keadaan di dalam lingkungan habitatnya (Darmono, 2001). Untuk pemeriksaan kuantitatif dilakukan dengan Spektrofotometri SerapanAtom karena metode ini memiliki beberapa keuntungan antara lain kecepatan analisisnya, ketelitiannya, tidak memerlukan pemisahan pendahuluan logam-logam yang diperiksa dan dapat menentukan konsentrasi unsur dalam jumlah yang sangat rendah (Khopkar, 1990).

I. 2. Perumusan Masalah

  Hipotesis Diduga bahwa ketam batu, rajungan dan lokan segar yang berasal dari perairan Belawan telah tercemar oleh logam Pb, Cd, Cu, dan Zn I.4. Tujuan Untuk menentukan kandungan logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam ketam batu, rajungan dan lokan segar yang berasal dari perairan Belawan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Uraian Rajungan, Ketam Batu dan Lokan

  Ketam Batu Ketam batu adalah binatang crustacea berkaki sepuluh dari infraordo Brachyura, yang biasanya mempunyai "ekor" yang sangat pendek (bahasa Yunani: brachy = pendek, ura = ekor), atau yang perutnya tersembunyi di bawah thorax. Kepiting umumnya ditutupi dengan exoskeleton (kerangka luar) yang sangat keras, dan dilengkapi dengan sepasang capit (http://id.wikipedia.org).

2.1.3. Lokan

  Lokan (Polymesoda placans) adalah sejenis moluska dwicangkerang yang banyak terdapat di lumpur pinggir laut. Adapun taksonomi dari lokan adalah sebagai berikut:Kingdom : AnimaliaFilum : MoluskaKelas : BivalviaGenus : PolymesodaSpesies : Polymesoda placans (http://ms.wikipedia.org).

2.2. Uraian Logam

  Logam berat ialah logam yang mempunyai berat 5 gram atau lebih untuksetiap ml, dan bobot ini beratnya 5 kali dari berat air. Sedangkan logam nonesensial adalah logam yang peranannya dalam tubuh makhluk hidup belum diketahui, kandungannya dalamjaringan hewan sangat kecil, dan bila kandungannya tinggi akan merusak organ- organ tubuh (Darmono, 1995).

2.2.1. Logam Timbal (Pb)/Plumbum

  Logam ini biasanya selalu bergabung dengan logam lain, terutama dalam pertambangan seng (Zn) dan timah hitam yang selalu ditemukan dengan kadar0,2%-0,4% (Darmono, 1995). Logam ini banyak digunakan pada pabrik yang memproduksi alat-alatlistrik, gelas dan zat warna yang biasanya bercampur dengan logam lain seperti dengan logam perak (Ag), kadmium (Cd), timah putih (Sn) dan seng (Zn).

2.2.4. Logam Seng

  Keberadaan logam berat seng dalam tanah dapat menjadi zat toksin(racun) bagi tanaman, dan melalui rantai makanan akan masuk ke dalam tubuh manusia, sehingga akan mengganggu kesehatan manusia (http://www.pikiran-rakyat.com) Seng juga ditemukan dalam pertambangan logam, sebagai bentuk sulfida. Seng dan beberapa bentuk senyawanya digunakan dalam produksi logam campuran misalnya perunggu, loyang, dan kuningan.

2.3. Proses destruksi kering

  Dekstruksi kering merupakan tehnik yang umum digunakan untuk mendekomposisi bahan organik. Sampel diletakkan di dalam krusibel dandipanaskan sampai semua materi organik terurai dan meninggalkan residu Sb, Ge, Ti, dan Hg (Anderson, R., 1987).

2.4. Spektrofotometri Serapan Atom

  Metode ini menggunakan nyala untuk mengubah logam dalam larutan sampel menjadi atom-atom logam berbentuk gas yangdigunakan untuk analisis kuantitatif dari logam dalam sampel (Bender, 1987). Oleh karena sensitifitasnya yang tinggi dan mudah pengoperasiannya, maka banyak sampelyang bisa diuji dengan spektrofotometri ini khususnya dalam lingkungan industri dimana konsentrasi logam dalam sampel dapat dihitung dalam part permillion(ppm) (Khopkar, 1990).

2.4.1. Instrumentasi

  Pemberian tekanan dengan potensial tinggi pada arus tertentuantara anoda dan katoda, akan menyebabkan logam mulia, memijar sehingga menabrak atom-atom logam katoda hingga terlempar keluar dan tereksitasi danmemancarkan radiasi pada panjang gelombang tertentu yang sama dengan panjang gelombang atom yang dianalisis (Khopkar, 1990). MonokromatorMonokromator berfungsi untuk mengisolasi garis radiasi tertentu yang diinginkan dari garis-garis lain yang dipancarkan oleh lampu dalam hal ini yangsering digunakan adalah kisi difraksi karena memiliki daya pisah yang baik (Basset, J., 1994).

2.4.2. Atomisasi dalam Spektrofotometri Serapan Atom

  Persyaratanini hanya dapat dipenuhi dengan membakar gas bakar dalam suatu gas oksidan yang biasanya adalah udara, nitrogen oksida, oksigen yang diencerkan dengan Tabel 1. Batas kuantitasi merupakan parameter uji kuantitas untuk tingkat terendah senyawa dalam matriks sampel dan diartikan sebagai kuantitas terkecilanalit dalam sampel yang masih dapat memenuhi kriteria akurasi dan presisi (WHO, 1989).

BAB II I METODOLOGI

3.1. Bahan-bahan

  Sampel Sampel yang diperiksa dalam penelitian ini adalah ketam batu, rajungan dan lokan yang berasal dari perairan Belawan. Pereaksi Dinatrium sulfida10% b/v, amonium hidroksida 1 N, ditizon 0,005% b/v, kloroform, kristal kalium sianida, natrium hidroksida 1 N, asam nitrat 5N, larutanstandar timbal, cadmium, dan seng, tembaga masing-masing dengan konsentrasi 1000 mcg/ml.

3.3.1. Metode Pengambilan Sampel

3.3.2. Penyiapan Sampel

  Pengambilan sampel ketam batu, rajungan dan lokan yang akan diperiksa dilakukan dengan cara sampling purposif di mana anggota sampel ditentukanberdasarkan pada ciri tertentu yang dianggap mempunyai hubungan erat dengan ciri populasi (Wasito,1995). Masing-masing sampel yang telah halus dimasukkan ke dalam krus porselen yang telah diketahui bobotkonstannya dan sampel siap untuk ditimbang.

3.3.3.1. Larutan HNO

3

5 N

  Larutan HNO 3 65% sebanyak 344 ml diencerkan dengan air suling hingga 1000 ml. Larutan Ditizon 0,005% b/v Ditizon sebanyak 5 mg dilarutkan dalam100 ml kloform (Vogel, 1985).

2 S P 10% b/v

Dinatrium Sulfida P sebanyak 10 g dilarutkan dalam 100 ml air suling (Ditjen POM, 1995).

3.3.3.4. Larutan NH OH 1 N

4 Sebanyak 1,7 g NH 4 OH diencerkan dengan air suling hingga 100 ml (Ditjen POM, 1995).

3.3.3.5. Larutan NaOH 1 N

  Abu yang telah dingin dilarutkan dalam 5 ml HNO 3 5 N, kemudian dikeringkan di atas hot plate. Pencucian residu diulangi dengan air suling sebanyak 3 kali masing-masing sebanyak 5 mlkemudian disatukan dengan filtrat sebelumnya kemudian diencerkan sampai 50 ml dengan HNO 3 5 N.

2 S 10% b/v, dikocok dan diamati. Terjadi kekeruhan maka larutan mengandung logam (Vogel, 1985)

  Dimasukkan 5 ml sampel ke dalam tabung reaksi, diatur pH 6,5 dengan penambahan ammonium hidroksida 1 N, ditambahkan 5 ml larutan ditizon0,005% b/v, dikocok, dibiarkan lapisan memisah dan diamati, terbentuk warna merah muda berarti sampel mengandung Cd (Fries, 1977). Ke dalam tabung reaksi dimasukkan 5 ml sampel, diatur pH 8,5 dengan penambahan ammonium hidroksida 1 N, dimasukkan kristal kalium sianida,ditambahkan 5 ml ditizon 0,005% b/v, dikocok kuat, dibiarkan lapisan memisah maka terbentuk warna merah tua berarti mengandung Pb (Fries, 1977).

3.3.6.1. Pembuatan Kurva kalibrasi

  Larutan Standar KadmiumLarutan standar kadmium (1000 mcg/ml) dipipet sebanyak 10 ml, dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml, kemudian ditambahkan 10 ml HNO 3 5 N, ditepatkan sampai tanda garis dengan air suling (konsentrasi 100 mcg/ml). Larutan kerja logam kadmium dibuat dengan memipet 0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1 ml larutan baku 100 ml, dimasukkan ke dalam labu tentukur 100 ml, ditambah10 ml HNO 3 5 N kemudian ditepatkan sampai tanda garis dengan air suling(larutan kerja ini mengandung 0; 0,2; 0,4; 0,6; 0,8; 1 mcg/ml) dan diukur pada panjang gelombang 228,8 nm.

3.3.6.2. Analisis Logam Dalam Sampel

  Logam Timbal (Pb)Larutan sampel yang berasal dari rajungan, lokan dan ketam batu yang telah didestruksi dan dilarutkan dalam HNO 3 5N diukur absorbansinya dengan Spektrofotometri Serapan Atom pada panjang gelombang 283,3 nm. Logam Tembaga (Cu)Larutan sampel yang telah didestruksi dan dilarutkan dalam HNO3 5 N, untuk rajungan dipipet sebanyak 10 ml dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 25ml, sedangkan untuk lokan dipipet sebanyak 10 ml dan dimasukkan ke dalam labu tentukur 50 ml, kemudian diukur absorbansinya dengan Spektrofotometri SerapanAtom pada panjang gelombang 324,8 nm.

3.3.6.3. Analisis Data Secara Statistik

Kadar timbal, kadmium, tembaga dan seng pada rajungan, ketam batu, dan lokan dapat dianalisis secara statistik dengan metode standar deviasi. Kadarsebenarnya dari hasil percobaan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:2 ( X X )− ∑SD =n 1 − Keterangan : SD = Standar DeviasiXi = Kadar rata-rata sampelX = Kadar Sampel n = Jumlah perlakuan Dengan dasar penolakan data : t hitung tabel atau t hitung tabel ≥ t ≤ - t X X−t =SD / n Untuk mencari data sebenarnya dengan taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 0,01, dk = n-1, dapat digunakan rumus:µ = X ± t x SD/ (1- 1/2α)dk n Keterangan : µ = Interval kepercayaan kadar sampel X = Kadar rata-rata sampel X = Kadar sampel SD = Standar Deviasi dk = Derajat Kebebasann = Jumlah perlakuan

3.3.6.4. Penentuan Limit Deteksi dan Limit Kuantitasi

  Limit deteksi adalah hasil bagi tiga kali simpangan baku blangko dengan slope. Limit kuantitasi adalah hasil bagi sepuluh kali simpangan baku blangkodengan slope.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Analisis Kualitatif

2 S 10% b/v. Pemeriksaan secara kualitatif ini

  A B C A B C A B C A B C Analisis kualitatif logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam abu sampel dilakukan dengan penambahan larutan Na untuk mendukung analisis kuantitatif logam dengan Spektrofotometri SerapanAtom. Hasil Analisis Kualitatif Logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam sampel dengan Perekasi Dinatrium Sulfida P 10% b/v.

2 S ini tidak dapat membedakan keempat jenis

  A Merah Zn 7 +B 7 Merah + 7 Merah + CTabel di atas menunjukkan bahwa sampel mengandung logam dan keempat jenis logam dapat dibedakan. Reaksi dengan ditizon 0,005% ini dapatmembedakan logam Pb, Cd, Cu, dan Zn karena warna yang dihasilkan berbeda, di mana pada tiap pH hanya positif untuk satu logam saja, sedangkan logam yanglain tidak bereaksi dengan ditizon.

4.2.1. Kurva Kalibrasi

  Daripengukuran kurva kalibrasi untuk Pb, Cd, Cu, dan Zn, diperoleh persamaan garis regresi y = 0,0130x + 0,0000 untuk Pb, y = 0,3639x + 0,0012 untuk Cd, y = 0,0056x + 0,0003 untuk Cu, dan y = 0,1069x + 0,0026 untuk Zn. Kurva kalibrasi Cu 60 80 100 120konsentrasi (m cg/m l) a b s o rb a n s i 40 20 0.6 0.5 0.4 0.3 Berdasarkan gambar diatas diperoleh hubungan yang linier antara konsentrasi dengan serapan dengan nilai koefisien korelasi (r) untuk Pb sebesar0,9997; Cd sebesar 0,9991, Cu sebesar 0,9998, dan Zn sebesar 0,9995.

4.2.2. Penentuan Kandungan Pb, Cd, Cu, dan Zn Pada Sampel

  Kadar rata-rata logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam Sampel Kode Sampel Kadar rata-rata (mcg/ml)Pb Cd Cu Zn A 1,6906 0,6043 355,0327 30,1537B 1,4348 0,5585 117,5799 29,9218C 0,8125 1,0285 418,8532 32,6710 Keterangan: A = RajunganB = Ketam batu C = LokanPersyaratan kadar logam maksimum pada rajungan, ketam batu, dan lokan tidak ada dalam SNI, sehingga digunakan persyaratan kadar logam berat Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam produk ikan dan hasil olahannya. Berdasarkan analisis yang diperoleh dari hasil pengukuran absorbansi larutan sampel yangdapat dilihat pada lampiran 2, 3, dan 4 dapat dilihat bahwa kadar logam berat Pb dan Zn yang terdapat dalam daging rajungan, ketam batu, dan lokan masih beradadi bawah batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 01-3518-1994.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Kesimpulan Dari hasil pemeriksaan kandungan logam berat Pb, Cd, Cu dan Zn dalam sampel rajungan, ketam batu, dan lokan yang diambil dari perairan laut Belawandengan metode Spektrofotometri Serapan Atom menunjukkan bahwa semua sampel telah tercemar logam berat Pb, Cd, Cu dan Zn. Kandungan logam berat Pb dan Zn yang diperoleh dari sampel rajungan, ketam batu, dan lokan yang diperiksa, ternyata belum melewati batas maksimumyang diizinkan oleh SNI 01-3518-1994.

DAFTAR PUSTAKA

  047 = = =n 1 6 1 − − Jika taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 0,01; n = 6, dk = 5, dari daftar tabel distribusi t diperoleh nilai t = 4,03 tabel Hipotesa ditolak jika t hitung tabel atau t hitung tabel ≥ t ≤ - t X X−t =SD / n 355 , 0327 356 , 3056 1 , 2729 − − t hitung 1 = 2 , 98 = = − . 9925 = = =n 1 6 1 − − Jika taraf kepercayaan 99% dengan nilai α = 0,01; n = 6, dk = 5, dari daftar tabel distribusi t diperoleh nilai t = 4,03 tabel Hipotesa ditolak jika t hitung tabel atau t hitung tabel ≥ t ≤ - t X X−t =SD / n 418 , 8532 421 , 9371 3 , 0839 − − t hitung 3 = 3 .

XY (X) (Y)

  Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Tembaga Persamaan garis regresi yang linier dari TembagaY = aX + bYi = 0.0056X + 0.0003 Konsentrasi Absorbansi 2 No. Perhitungan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi Cadmium Persamaan garis regresi yang linier dari CadmiumY = aX + bYi = 0.3639X + 0.0012 Konsentrasi Absorbansi 2 No.

Dokumen baru

Download (84 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Analisis Kandungan Logam Cu, Fe, Dan Pb Dalam Obat Tradisional Minyak Karo
14
90
75
Penetapan Ambang Batas Logam Berat Cu, Zn, Cd dan Pb pada Tanah Ultisol
1
51
72
Analisis Cemaran Logam Berat Pb dan Cd Pada Sotong (Sepia sp) Berdasarkan Variasi Ukuran Secara Spektrofotometri Serapan Atom.
3
45
76
Deteksi Daging Ayam Yang Diformalin Secara Visual, Organoleptik, Kimia Dan Fisika
0
48
91
Pemeriksa Cemaran Logam Berat Pb, Cd, Cu, Dan Zn Dalam Daging Rajungan, Ketam Batu, Dan Lokan Segar Yang Berasal Dari Perairan Belawan Secara Spektrometri
8
45
84
Analisis Pencemaran Logam Berat Timbal, Kadmium, Dan Merkuri Dalam Cumi-cumi (Loligo Sp) Di Laut Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom
6
126
58
Analisis Cemaran Timbal Dan Kadmium Pada Ikan Yang Hidup Di Daerah Pesisir Dan Laut Dangkal Perairan Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom
0
34
90
Penentuan Kadar Logam Fe, Zn, Cu, Pb, dan N-total Di Dalam Sedimen Yang Terdapat Di Sepanjang Pantai Pangambatan, Hutaginjang, Silima Lombu, Dan Tambun Sukkean Di Danau Toba.
2
63
89
Pemeriksaan Kandungan Logam Merkuri, Timbal, dan Kadmium dalam Daging Rajungan Segar yang Berasal dari TPI Gabion Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom
0
40
9
Analisis Logam Pb, Cd, Cu, dan Zn dalam Ketam Batu, dan Lokan Segar yang Berasal dari Perairan Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom
3
63
6
Kajian Kandungan Kalium Dan Natrium Dalam Daging Sapi Dan Daging Kambing Secara Spektrofotometri Serapan Atom
5
46
69
Analisis Kadar Logam Kadmium (Cd2+) Dari Kerang Yang Diperoleh Dari Daerah Belawan Secara Spektrofotometer Serapan Atom
1
24
4
Pengaruh Variasi Berat Asam Gelugur (Garcinia Atroviridis, Griff) Terhadap Penurunan Kadar Logam Pb, Cr Dan Cd Pada Perebusan Kerang Bulu (Anadara Antiquata) Dari Perairan Belawan
0
22
109
Pengaruh Pencemaran Logam Berat Pb, Cd, Cr Terhadap Biota Laut Dan Konsumennya Di Kelurahan Bagan Deli Belawan
0
51
158
Bioakumulasi Logam Berat Pb, Cd Dan Zn pada Bentos di Muara Sungai Porong Sidoarjo
0
0
10
Show more