Feedback

Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial Dalam Pemeliharaan Prasarana Jalan (Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai)

Informasi dokumen
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN SOSIOLOGI ANALISIS PENGGUNAAN PELUANG MODAL SOSIAL DALAM PEMELIHARAAN PRASARANA JALAN (Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai) SKRIPSI Diajukan Oleh: Viana Rofinita Saragih 060901043 Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan 2011 Universitas Sumatera Utara Abstrak Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Kebersamaan, kemampuan berempati, toleransi, semangat kerjasama merupakan modal sosial yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat. Jalan merupakan salah satu prasarana yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam masyarakat terkait dalam upaya transportasi dan dan mobilitas warga. Prasarana jalan dekat terkait dengan masalah sosial ekonomi baik antar satu daerha maupun hubungan antar daerah. Mengingat fungsinya yang begitu penting pemeliharaan jalan hendaknya lebih dimaksimalkan guna menjaga kinerha jalan yang tetap pada porsinya. Terkait dalam hal ini modal sosial yang meliputi elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial dituntut untuk mampu menjalankan fungsinya dalam menangani berbagai masalah di masyarakat. Namun dalam kenyataanya modal sosial masih hanya konsep yang berlaku dalam interaksi bermasyarakat dan tidak digunakan dalam upaya pembangunan di masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti meneliti bagaimana penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 orang informan. Adapun informan tersebut 2 berasal dari pemerintah, 2 berasal dari pengusaha, 2 dari tokoh masyarakat, 3 berasal dari masyarakat desa Pertambatan dan 1 berasal dari luar desa Pertambatan. Adapun konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal sosial yang mengutamakan elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial. Sehubungan dengan penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan ini modal sosial berupa sikap kerjasama, toleransi, kepercayaan belum dapat digunakan sesuai dengan hakekat modal sosial yang sesungguhnya yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. i Universitas Sumatera Utara Kata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, ibarat pepatah yang menyatakan “tiada gading yang tak retak”. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari saudara pembaca demi perbaikan skripsi ini. Atas bimbingan dan bantuan yang diterima penulis dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini hingga selesai, serta selama perkuliahan di Universitas Sumatera Utara Medan, maka dengan hati yang tulus penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Syahril Pasaribu, selaku Rektor Universitas Sumatera Utara Medan. 2. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan. 3. Ibu Dra. Lina Sudarwati, M.si, selaku Ketua Jurusan Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan. 4. Ibu Dra. Ria Manurung, M.si selaku Dosen Pembimbing 5. Bapak/ibu dosen serta staf dan Pegawai Universitas Sumatera Utara Mean 6. Segenap perangkat pemerintahan kabupaten Serdang Bedagai. Terimakasih untuk kesediaannya memberikan informasi yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini. ii Universitas Sumatera Utara 7. Segenap masyarakat desa Pertambatan kecamatan Dolok Masihul kabupaten Serdang Bedagai terima kasih atas kesediaannya memberikan informasi bagi penelti dalam menjawab permasalahan dalam penelitian ini. 8. Ayahanda S. Saragih dan Ibunda S. Purba yang sangat saya cintai yang telah banyak berkorban demi selesainya studi saya dan menjadi motivasi terbesar untuk saya dapat menyelesaikan skripsi ini. 9. Adik-adik saya Friska Saragih, Wulany Dajawak, Yuli Sani Saragih, Satria Fahrezi dan Bayu Davian Saragih yang selalu memberi dukungan dan menjadi salah satu motivasi bagi saya dan juga tante Elfidawaty dan keluarga yang selama ini juga banyak membantu dalam studi saya. 10. Ibu Drg. Ateta. MARS dan keluarga yang telah banyak mendukung saya dalam materi maupun moril saya haturkan terimakasih sebanyakbanyaknya. 11. Kawan-kawan di Departemen Sosiologi stambuk 2006. 12. Adik-adik di Departemen Sosiologi stambuk 2007-2010. Tetap semangat! 13. Kakak-kakak di Departemen sosiologi. Terimaksi untuk dukungan dan semangatnya. 14. Sahabat-sahabat terbaik, Ani Laia, Nurchandani, Sumarni. Terima kasih banyak untuk dukungan kalian selama ini yang selalu ada di saat suka dan duka. 15. Segenap keluarga besar Saragih Dajawak di huta Sidiamdiam Kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun. Terima kasih untuk dukungan dan semangat yang saya terima selama ini. iii Universitas Sumatera Utara 16. Segenap keluarga besar Purba Tambak di huta Nagori Dolok Kecamatan Silou Kahean kabupaten Simalungun. Terimakasih untuk dukungan dan semangat yang saya terima selama ini. Medan, Maret 2011 Penulis Viana Rofinita Saragih iv Universitas Sumatera Utara Daftar Isi Abstrak . i Kata Pengantar . ii Daftar Isi.v Daftar Tabel . viii Daftar Lampiran.ix Daftar Gamba. rx BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang .1 1.2 Perumusan maslah.5 1.3 Tujuan Penelitian .5 1.4 Manfaat Penelitian .5 1.5 Defenisi Konsep. .6 BAB II. KAJIAN PUSTAKA .10 BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian.17 3.2 Lokasi Penelitian .17 3.3 Unit Analisis dan Informan Penelitian .17 3.4 Teknik Pengumpulan Data .18 3.5 Interpretasi Data .19 3.6 Jadwal Kegiatan Penelitian .20 3.7 Keterbatasan Penelitian.20 v Universitas Sumatera Utara BAB IV. INTERPRETASI DATA.21 4.1 Setting Daerah Lokasi.22 4.2 Gambaran Sosial Masyarakat dan Dinamika Sosial.26 4.3 Fungsi Jalan desa Pertambatan Bagi Masyarakat, Perusahaan dan Masyarakat Kecamatan Silou Kahean.29 4.4 Kondisi Kerusakan Jalan Desa Pertambatan .33 4.5 Profil Informan.34 4.6 Gambaran Peluang Modal Sosial Masyarakat .39 4.6.1 Gambaran Jaringan Sosial .40 4.6.1.1 Gambaran Partisipasi dalam Masyarakat .40 4.6.1.2 Gambaran Hubungan Timbal Balik antar Masyarakat, Pemerintah dan Pengusaha.46 4.6.1.3 Gambaran Solidaritas dalam Masyarakat .50 4.6.1.4 Gambaran Kerjasama dalam Masyarakat .52 4.6.1.5 Gambaran Adanya Kesamaan (Equity) dalam Masyarakat.55 4.6.2 Gambaran bentuk Kepercayaan dalam Masyarakat.58 4.6.2.1 Gambaran Adanya Transparansi dalam Hubungan Bermasyarakat .60 4.6.2.2 Egaliter atau Sifat Amanah .62 4.6.3 Gambaran Bentuk Pranata atau Institusi Lokal .64 4.7 Pandangan Informan tentang Pemeliharaan Jalan.69 4.8 Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial dan Tahapan Pemeliharaan Jalan .72 vi Universitas Sumatera Utara 4.8.1 Partisipasi dalam Pemeliharaan Jalan.73 4.8.2 Hubungan Timbal Bali kantar Stakeholder dalam Pemeliharaan Jalan .78 4.8.3 Bentuk Kerjasama dalam Pemeliharaan Jalan.79 4.8.4 Transparansi Dana dalam Pemeliharaan jalan.81 4.8.4 Peranan Pranata Lokal dalam Pemeliharaan Prasarana Jalan .84 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN.86 DAFTAR PUSTAKA vii Universitas Sumatera Utara Daftar Tabel Jadwal Kegiatan Penelitian .20 viii Universitas Sumatera Utara Daftar Lampiran Kuesioner.LI-1 Transkrip Wawancara dengan Pengusaha Surat Bantuan Bina Lingkungan PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Pengerasan Jalan desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Bantuan Alat Berat kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Surat Permohonan Perbaikan Jalan Desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Bukti Pengeluaran PT. PN III untuk Bantuan Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Daftar Pengeluaran Bahan dan Alat Berat Untuk Bantuan dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Surat izin Penelitian Surat Pemberian ixin Penelitian Lembar Bimbingan Skripsi ix Universitas Sumatera Utara Daftar Gambar Gambar Kerusakan Jalan yang Tergenang Air . GI -1 Gambar Kantor PT. PN III Kebun Silau Dunia . GI-2 Gambar Bangunan Mesjid di Desa Pertambatan . GI-2 Gambar Sekolah MTS di Desa Pertambatan . GI-2 Gambar Pertanian di Sekitar Perumahan Penduduk Pertambatan. GI-2 Gambar Peneliti Bersama Informan dan Penduduk . GI-2 Gambar Warga yang Mengambil Jalan Lintas untuk Menghindari Jalan yang Rusak . GI-3 Gambar Lahan Perkebunan PT. Socfin Indonesia . GI-3 Gambar Perkebunan Karet PT. PN III Silau Dunia . GI-3 Gambar Perkebunan Kelapa Sawit PT. PN III Silau Dunia. GI-4 x Universitas Sumatera Utara Daftar Lampiran Transkrip Wawancara dengan Pemerintah.LI-1 Transkrip Wawancara dengan Pengusaha .LI-8 Surat Bantuan Bina Lingkungan PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Pengerasan Jalan desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Surat Permohonan Bantuan Alat Berat kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Surat Permohonan Perbaikan Jalan Desa Pertambatan kepada PT. PN III Kebun Silau Dunia Bukti Pengeluaran PT. PN III untuk Bantuan Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan Daftar Pengeluaran Bahan dan Alat Berat Untuk Bantuan dalam Perbaikan Jalan di Desa Pertambatan xi Universitas Sumatera Utara Daftar Gambar Gambar Kerusakan Jalan yang Tergenang Air . Gambar Kantor PT. PN III Kebun Silau Dunia . Gambar Bangunan Mesjid di Desa Pertambatan . Gambar Sekolah MTS di Desa Pertambatan . Gambar Pertanian di Sekitar Perumahan Penduduk Pertambatan. Gambar Peneliti Bersama Informan dan Penduduk . Gambar Warga yang Mengambil Jalan Lintas untuk Menghindari Jalan yang Rusak. Gambar Lahan Perkebunan PT. Socfin Indonesia . Gambar Perkebunan Karet PT. PN III Silau Dunia . Gambar Perkebunan Kelapa Sawit PT. PN III Silau Dunia. xii Universitas Sumatera Utara Abstrak Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Kebersamaan, kemampuan berempati, toleransi, semangat kerjasama merupakan modal sosial yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat. Jalan merupakan salah satu prasarana yang memiliki fungsi yang sangat penting dalam masyarakat terkait dalam upaya transportasi dan dan mobilitas warga. Prasarana jalan dekat terkait dengan masalah sosial ekonomi baik antar satu daerha maupun hubungan antar daerah. Mengingat fungsinya yang begitu penting pemeliharaan jalan hendaknya lebih dimaksimalkan guna menjaga kinerha jalan yang tetap pada porsinya. Terkait dalam hal ini modal sosial yang meliputi elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial dituntut untuk mampu menjalankan fungsinya dalam menangani berbagai masalah di masyarakat. Namun dalam kenyataanya modal sosial masih hanya konsep yang berlaku dalam interaksi bermasyarakat dan tidak digunakan dalam upaya pembangunan di masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti meneliti bagaimana penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Penelitian ini dilakukan terhadap 10 orang informan. Adapun informan tersebut 2 berasal dari pemerintah, 2 berasal dari pengusaha, 2 dari tokoh masyarakat, 3 berasal dari masyarakat desa Pertambatan dan 1 berasal dari luar desa Pertambatan. Adapun konsep utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal sosial yang mengutamakan elemen jaringan sosial, kepercayaan dan pranata sosial. Sehubungan dengan penggunaan modal sosial dalam upaya pemeliharaan jalan di desa Pertambatan ini modal sosial berupa sikap kerjasama, toleransi, kepercayaan belum dapat digunakan sesuai dengan hakekat modal sosial yang sesungguhnya yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. i Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam kehidupan manusia yang berkelompok sebagai wujud nyata manusia sebagai mahluk sosial memunculkan sebuah kekuatan bersama yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama yang sering disebut dengan istilah modal sosial. Modal sosial adalah sumber daya yang dapat dipandang sebagai investasi untuk mendapatkan sumber daya baru. Seperti di ketahui bahwa sesuatu yang disebut sumber daya adalah sesuatu yang dapat dipergunakan untuk dikonsumsi, disimpan, dan diinvestasikan. Modal sosial merupakan kekuatan yang mampu membangun civil community yang dapat meningkatkan partisipatif, dengan demikian basis-basis modal sosial adalah trust, ideologi, institusi, dan religi. Modal sosial dapat dicirikan dalam bentuk kerelaan individu untuk mengutamakan keputusan komunitas yang menghasilkan kinerja yang mengandung nilai sosial. Kebersamaan, kemampuan berempati, toleransi, semangat kerjasama merupakan modal sosial yang sangat melekat dalam kehidupan bermasyarakat. Modal manusia sebagai sumber daya manusia jadi manusia secara individu dan sebagai masyarat harus membangun jaringan atau akses baik secara lokal maupun inter lokal. Jaringan (networking) ditentukan oleh kepatuhan akan norma dan saling percaya, jika kepatuhan terhadap norma dan saling percaya yang tinggi, maka jaringan bisa di bangun di manapun baik lokal maupun intenasional. Jaringan yang dibangun khususnya di daerah baik pada lembaga pemerintah, legislatif, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), organisasi 1 Universitas Sumatera Utara keagamaan, organisasi pemuda dimaksudkan untuk memberikan wawasan tentang dinamika lingkungan disekitar dan menambah wawasan berpikir bagi pengambil keputusan yang suatu organisasi. Membangun jaringan merupakan hal yang penting dalam proses perencanaan pembangunan dimana para stakeholder yaitu pemerintah, pihak swasta, masyarakat dan stakeholder lainnya lebih tinggi. Bila keadaan memungkinkan, maka sebaiknya petani mengolah sendiri hasil pertaniannya ini untuk mendapatkan kualitas hasil yang lebih baik yang harganya tinggi dan juga akhirnya akan mendatangkan total penerimaan atau total keuntungan yang lebih besar (Soekartawi (b), 1993). Karakteristik produk pertanian yang digunakan sebagai bahan baku berbeda satu dengan yang lain. Produk pertanian mempunyai ciri khusus yaitu bersifat musiman, sehingga sulit tersedia sepanjang tahun, produk pertanian sulit disimpan dalam waktu yang relatif lama dan juga bersifat bulky, artinya volumenya besar tetapi nilainya relatif kecil. Agar bahan baku perusahaan agroindustri dapat tercukupi secara tepat jumlah, tepat waktu dan tepat kualitas serta kontiniunya terjamin maka pengusaha agroindustri perlu berpikir secara jangka panjang (Soekartawi (b), 1993). Penggolongan dan standard mutu yang seragam yang dilaksanakan dalam pengolahan telah memperoleh dukungan luas dikalangan pertanian. Sebab hal ini memberikan sumbangan yang berarti bagi pelaksanaan sistem pemasaran pertanian. Penyeragaman itu memperlancar perdagangan dan pada umumnya memperbaiki efisiensi alokasi dalam proses penetapan harga (Kristanto, dkk 1988) Dalam rangka mencari suatu ukuran yang menyeluruh sebagai dasar persekutuan atau penolakan atau pengurutan suatu proyek telah dikembangkan berbagai macam cara yang dinamakan investment criteria atau kriteria investasi. Ada tiga macam kriteria investasi yang umum dikenal antara lain ; Internal Rate of Return (IRR) dan Net Benefit Cost (Net B/C). Keuntungan bersih suatu usaha adalah pendapatan kotor dikurangi sejumlah biaya (Gray, dkk, 2002). Universitas Sumatera Utara 40 Kerangka Pemikiran Analisis usaha ini meliputi usahatani dan usaha pengolahan sukun. Dari usahatani sukun dapat diketahui produksi dan harga jual minimal komoditi sukun serta biaya produksi maksimal dengan menggunakan analisa titik impas (Break Event Point). Komoditi sukun belum dapat sepenuhnya dikatakan sebagai suatu usahatani, karena belum sepenuhnya diusahakan seperti komoditi pertanian lainnya, maksudnya di Kabupaten Serdang Bedagai komoditi ini masih sedikit diusahakan dapat dilihat dari jumlah pohon dan produksi di daerah tersebut. Disini petani sebagian besar bertindak sebagai pengumpul hasil. Dalam hal ini petani juga dapat dikatakan sebagai pengusaha dalam pengolahan komoditi. Dalam pengolahan komoditi sukun juga dapat diketahui volume hasil olahan dan harga jual minimal dalam usaha pengolahan serta biaya pengolahan maksimal dengan menggunakan analisa titik impas (Break Event Point). Komoditi sukun tersebut tidak dapat dikonsumsi dalam bentuk segar. Dalam mengkonsumsi sukun harus melalui pengolahan terlebih dahulu sehingga memberikan nilai tambah dan dapat di pasarkan sesuai dengan selera konsumen. Hasil produksi sukun baik berupa buah segar maupun produk olahan yang memiliki nilai tambah (Value Added) harus disalurkan kepada pabrik pengolahan atau konsumen melalui pedagang perantara, ini terjadi karena keterbatasan petani dalam menjalankan fungsi tataniaga. Baik keterbatasan kemampuan juga materil. Produk olahan dari komoditi sukun beraneka ragam seperti apem, bolu cup, cake, donat, dodol, getuk, kroket, kolak, lapis, pastel, puding, risol, tape, wajik serta bisa dibuat lauk pauk seperti bregedel, rendang, sayur lodeh dan sambal goreng, tetapi di daerah penelitian hanya keripik sukun sebagai hasil olahannya. Dari Universitas Sumatera Utara 41 usahatani, pengolahan dan pemasaran komoditi sukun akan diperoleh penerimaan yaitu perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual, sedangkan pendapatan adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. Menilai kelayakan suatu usaha dapat digunakan analisa proyek dengan analisa finansial. Metode analisa proyek adalah analisa kuantitatif yang dapat menilai kelayakan usaha dan bagaimana baiknya usahatani, usaha pengolahan dan pemasaran sukun tersebut. Metode analisa proyek menghitung indikator-indikator proyek antara lain, Net B/C, Internal Rate of Return (IRR), sukun layak dikembangkan jika Net B/C 1 dan IRR > i (tingkat suku bunga yang berlaku). Untuk lebih memperjelas mengenai Analisis Usahatani dan Usaha Pengolahan Sukun, maka dapat dilihat pada skema kerangka pemikiran berikut ini (Gambar 5). Universitas Sumatera Utara 42 SUKUN Usaha Pengolahan Sukun Usahatani Sukun Produktivitas Produksi Sukun Produksi Keripik Sukun Harga Jual Nilai Tambah Harga Jual Penerimaan Biaya Produksi Biaya Pengolahan Pendapatan Usaha Analisis Kelayakan Usaha Net B/C, IRR, BEP Keterangan : = Menyatakan Hubungan dan Keterkaitan Gambar 5. Skema Kerangka Pemikiran Universitas Sumatera Utara 43 Hipotesis Penelitian 1. Jumlah hasil Produksi usahatani sukun dan harga jual hasil produksi usahatani sukun di daerah penelitian telah melampaui titik impas (Break Event Point). 2. Biaya produksi usahatani sukun di daerah penelitian telah melampaui titik impas (Break Event Point). 3. Pendapatan dari usahatani sukun di daerah penelitian telah melampaui titik impas (Break Event Point). 4. Faktor produksi luas lahan, tenaga kerja dan pupuk berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani sukun di daerah penelitian. 5. Secara ekonomis usahatani sukun layak untuk diusahakan di daerah penelitian. 6. Jumlah dan harga jual hasil olahan usaha pengolahan sukun di daerah penelitian telah melampaui titik impas (Break Event Point). 7. Biaya pengolahan sukun di daerah penelitian telah melampaui titik impas (Break Event Point). 8. Pendapatan usaha pengolahan sukun di daerah penelitian telah melampaui titik impas (Break Event Point). 9. Ada peningkatan nilai tambah (Value added) produk yang diperoleh dari usaha pengolahan sukun di daerah penelitian. 10. Usaha pengolahan sukun layak untuk diusahakan di daerah penelitian. Universitas Sumatera Utara 44 METODOLOGI PENELITIAN Metode Penentuan Lokasi Penelitian Daerah penelitian ini ditentukan secara purposive yaitu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu disesuaikan dengan tujuan penelitian. Lokasi penelitian terpilih di Desa Bantan Kecamatan Dolok Masihul dan Desa Bengkel Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai. Penilaian daerah tersebut untuk kecamatan Dolok Masihul dikarenakan daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi sukun yang terbanyak dari keseluruhan Kabupaten Serdang Bedagai dan Kecamatan Perbaungan dipilih dikarenakan daerah tersebut merupakan salah satu sentra pengolahan dan pemasaran di daerah itu. Untuk mengetahui jumlah tanaman di daerah penelitian tersebut dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Tabel 3. Jumlah Tanaman Sukun Per Desa di Kecamatan Dolok Masihul No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. Desa Aras panjang Bah Krapu Baja Ronggi Bantan Batu 12 Batu 13 Blok 10 Bukit Cermin Hilir Dame Dolok Menampang Dolok Sagala Durian Puloan Hevea Huta Nauli Kota Tengah Krapu Mala Sore Martebing Pardomuan Pekan Dolok Masihul Pekan Kemis Jumlah Tanaman (Pohon) 75 95 120 280 70 85 150 65 40 95 145 80 50 70 75 165 45 125 85 175 95 27 Universitas Sumatera Utara 45 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. Pertambatan Sarang Ginting Sarang Terap Silau Merawan Tanjung Meriah Tegal Sari Ujung Silau Jumlah Sumber : Kantor Kepala Desa Bantan 165 45 35 50 55 85 100 2270 Untuk mengetahui jumlah/unit pengolahan dan pemasaran sukun dapat dilihat pada Tabel di bawah ini. Tabel 4. Jumlah Unit Usaha Pengolahan Sukun Per Dusun di Desa Bengkel, Kecamatan Perbaungan No 1. 2. 3. 4. 5. Dusun 1 Dusun 2 Dusun 3 Dusun 4 Dusun 5 Dusun Jumlah Sumber : Kantor Kepala Desa Bengkel Jumlah Industri Pengolahan (unit) 1 3 4 8 Metode Penentuan Sampel 1. Petani Jumlah penduduk di Desa Bantan sebesar 1230 KK. Populasi petani sukun sebanyak 125 KK, pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling yaitu 1/10 dari jumlah populasi yaitu sebanyak 13 sampel (Black, 1999). 2. Pengolahan Populasi industri pengolahan sukun sebanyak 8 KK. Pengambilan sampel untuk industri pengolahan sebanyak 8 KK dilakukan secara Sensus. Universitas Sumatera Utara 46 Metode Pengumpulan Data Adapun data yang dikumpulkan pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data skunder. Data primer diperoleh dari data hasil wawancara langsung antara peneliti dan responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuisioner) yang telah disiapkan sedangkan data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti dari lembaga atau instansi serta dinas yang terkait dengan penelitian ini. Metode Analisis Data Setelah data dikumpulkan, kemudian ditabulasi dan selanjutnya di analisis sebagai berikut : Hipotesis 1, 2, 6, dan 7 dianalisis dengan analisis perhitungan Titik Impas (Break Event Point) yaitu keadaan kembali modal sehingga usaha tidak untung dan tidak rugi, atau hasil penjualan sama dengan biaya yang dikeluarkan. Ada tiga ukuran yang digunakan yaitu titik impas Pendapatan, Produksi, dan Harga dengan rumus sebagai berikut : BiayaTetap Biayatidak tetap 1 pendapatan 0.24 7000000 7000 35000 140000 1680000 Total 50 250 1000 12000 1 0.001 0.005 Rata-Rata 50 250 1000 12000 1 0.001 0.005 Keterangan : Untuk 1 Kg Enzim digunakan untuk 1 ton Ubi Kayu 0.02 0.02 0.24 7000000 7000 35000 140000 1680000 0.24 7000000 7000 35000 140000 1680000 Lampiran 3a. Biaya Bahan Penunjang di Daerah Penelitian (Tahun 2013) Plastik Pengemasan Kebutuhan Ubi Kayu (Kg) Sampel Hari Minggu Bulan Tahun Frekuensi Pembelian Plastik Sampel Hari Minggu Bulan Tahun Harga Beli (Rp/Kg) Total Harga Beli Plastik (Rp) Hari Minggu Bulan Tahun 1 50 250 1000 12000 1 0.075 0.375 1.5 18 20000 1500 7500 30000 360000 Total Rata-Rata 50 250 1000 12000 Total 0.075 0.375 50 250 1000 12000 Rata-Rata 0.075 0.375 1.5 1.5 18 20000 1500 7500 30000 360000 18 20000 1500 7500 30000 360000 Keterangan : Untuk 1 Kg Plastik digunakan untuk pengemasan Rp 20000 (400 lembar) cttn: plastik volume 1 kg untuk pengisian tepung 1/2 kg Lampiran 8a. Penerimaan usaha pembuatan Tepung Mocaf di Daerah Penelitian (Tahun 2013) Sampel Produksi (Kg) Hari Minggu Bulan Tahun Harga Jual (Rp/Kg) Hari Total Penerimaan Minggu Bulan Tahun Universitas Sumatera Utara 1 Total Rata-Rata 15 75 15 75 15 75 300 3600 300 3600 300 3600 5000 5500 5500 75000 82500 82500 375000 412500 412600 1500000 18000000 1650000 1650000 19800000 19800000 Lampiran 8a. Penerimaan per 1 Kg ubi kayu usaha pembuatan Tepung Mocaf di Daerah Penelitian (Tahun 2013) Kebutuhan ubi kayu (Kg) Sampel Hari Minggu Bulan Tahun Hari Total Penerimaan Minggu Bulan Tahun Penerimaan (Rp/Kg) 1 50 250 1000 12000 75000 375000 1500000 18000000 1500 Total Rata-Rata 50 200 1000 12000 50 200 1000 12000 82500 82500 412500 412500 1650000 1650000 19800000 19800000 1650 1650 Lampiran 9a. Pendapatan Usaha Tepung Mocaf di daerah Penelitian ( tahun 2013) Sampel Total Penerimaan Hari Minggu Bulan Tahun Total Biaya Produksi Hari Minggu Bulan Tahun Hari Total Pendapatan Minggu Bulan Tahun 1 75000 375000 1500000 18000000 62013 310065 1240260 14883120 12987 64935 259740 3116880 Universitas Sumatera Utara Total Rata-rata 75000 75000 375000 375000 1500000 1500000 18000000 18000000 62013 62013 310065 310065 1240260 1240260 14883120 14883120 12987 12987 64935 64935 259740 259740 3116880 3116880 Lampiran 12a. Pendapatan Usaha Tepung Mocaf per 1 Kg ubi kayu di daerah Penelitian ( tahun 2013) (lanjutan) Sampel Total Penerimaan Hari Minggu Bulan Tahun Total Biaya Produksi Hari Minggu Bulan Tahun 1 1500 7500 30000 360000 1240 6200 24800 297600 Hari Total Pendapatan Minggu Bulan Tahun 260 1300 5200 62400 Total Rata-rata 1500 1500 7500 7500 30000 30000 360000 360000 1240 1240 6200 6200 24800 24800 297600 297600 260 260 1300 1300 5200 5200 62400 62400 Lampiran 10a.Koefisien Tenaga Kerja Sampel 1 Kebutuhan Ubi Kayu (kg) Hari Minggu Bulan Tahun 50 250 1000 12000 Total 50 250 1000 12000 Kebutuhan Jumlah Tenaga Kerja (HKP) Koefisien Tenaga Kerja hari Minggu Bulan Tahun (HKP/Kg) 0.57 2.85 11.4 136.8 0.0114 0.57 2.85 11.4 136.8 Univ0e.0r1s1it4as Sumatera Utara Rata-rata 50 250 1000 12000 0.57 2.85 Lampiran 16a. Rasio Input - Output Sampel Input (I) (Kg) 1 50 Total Rata-rata 50 50 Output (O) (Kg) 15 15 15 11.4 136.8 faktor Konversi (O/I) 0.30 0.30 0.30 0.0114 Lampiran 17a. Nilai Tambah usaha pengolahan ubi kayu menjadi tepung Mocaf di daerah penelitian (tahun 2013) Variabel Nilai I. Output, Input dan harga 1 Output (Kg) 2 Input 3 Tenaga Kerja (HKP) 4 Faktor Konversi 5 Koefisien Tenaga Kerja (HKP) 6 Harga output (Rp/Kg) 7 Upah Tenaga Kerja Langsung (Rp/HKP) 15 50 0.57 0.3 0.01 5000 16666.67 Universitas Sumatera Utara II. Penerimaan dan Keuntungan 8 Harga Bahan Baku (Rp/Kg) 9 Sumbangan Input Lain (Rp/kg) 10 Nilai output (Rp/Kg) 11 a. Nilai Tambah (Rp/Kg) b. Rasio Nilai Tambah (%) 12 a. Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (Rp/Kg) b. Pangsa Tenaga Kerja (%) 13 a. Keuntungan (Rp/Kg) b. Tingkat Keuntungan III. Balas Jasa Pemilik Faktor-Faktor Produksi 14 Margin (Rg/Kg) a. Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (%) b. Sumbangan Input Lain (%) Keuntungan Pemilik Perusahaan c. (%) 750 180 1500 570 38 190 % 33.33 % 380 66.67 % 750 25.33 % 24 % 50.67 % Lampiran 1b. Karakteristik Responden Tepung Tapioka di Daerah Penelitian (Tahun 2013) Lama Jumlah Lama No Umur Pendidikan Tanggungan Berusaha Status Keterangan (Tahun) (Tahun) Keluarga (Orang) (Tahun Kepemilikan Luas Lokasi Jlh Tenaga Kerja Usaha (m2) TKDK TKLK 1 44 2 30 3 40 4 41 6 12 17 12 Cempedak 3 5 Milik Sendiri Lobang 1000 1 18 Cempedak 3 10 Milik Sendiri Lobang 600 1 15 Cempedak 3 32 Milik Sendiri Lobang 800 2 17 Cempedak 4 10 Milik Sendiri Lobang 600 Universit1as Sumat1e3ra Utara 5 6 Total RataRata 28 56 239 39.8 12 9 68 11.3 2 5 Milik Sendiri Simpang Empat 1200 1 13 5 20 Milik Sendiri Simpang Empat 1500 1 18 20 82 3.3 13.7 5700 950 7 94 1.17 15.67 Lampiran 14b. Pendapatan Usaha Tepung Tapioka di daerah Penelitian ( tahun 2013) Sampel Hari Total Penerimaan Minggu Bulan Tahun Total Biaya Produksi Hari Minggu Bulan Tahun Total Pendapatan Hari Minggu Bulan Tahun 1 20712033 12427219 8 497088792 5965065504 8035362 48212172 19284868 8 2314184256 12676671 76060026 304240104 3650881248 2 10167900 40671600 162686400 1952236800 4002313 16009252 64037008 768444096 6165587 24662348 98649392 1183792704 3 17096667 10258000 2 410320008 4923840096 6861365 41168190 16467276 0 1976073120 10235302 61411812 245647248 2947766976 4 5098117 15294351 61177404 734128848 2131332 6393996 25575984 306911808 2966785 8900355 35601420 427217040 5 21981250 10990625 0 439625000 5275500000 8982844 44914220 17965688 0 2155882560 12998406 64992030 259968120 3119617440 6 33686583 20211949 8 808477992 9701735904 14170141 85020846 34008338 4 4081000608 19516442 117098652 468394608 5620735296 Total 59484389 237937559 96687470 1160249644 108742550 9 6 28552507152 44183357 241718676 4 8 64559193 353125223 1412500892 16950010704 Universitas Sumatera Utara Ratarata 16114578 18123758 99140650 396562599 4758751192 7363893 40286446 4 1933749408 10759866 58854204 Lampiran 14b. Pendapatan Usaha Tepung Tapioka per 1 Kg ubi kayu di daerah Penelitian ( tahun 2013) (lanjutan) 235416815 Sampel Hari Total Penerimaan Minggu Bulan Tahun Total Biaya Produksi Hari Minggu Bulan Tahun Total Pendapatan Hari Minggu Bulan 2825001784 Tahun 1 2589 15534 62136 745632 1004 6024 24096 289152 1585 9510 38040 456480 2 2542 10168 40672 488064 1001 4004 16016 192192 1541 6164 24656 295872 3 2442 14652 58608 703296 980 5880 23520 282240 1462 8772 35088 421056 4 2549 7647 30588 367056 1066 3198 12792 153504 1483 4449 17796 213552 5 2198 10990 43960 527520 898 4490 17960 215520 1300 6500 26000 312000 6 2246 13476 53904 646848 945 5670 22680 272160 1301 7806 31224 374688 Total Ratarata 14566 2428 72467 12078 289868 48311 3478416 579736 5894 982 29266 4878 117064 19511 1404768 234128 8672 1445 43201 7200 172804 28801 2073648 345608 Lampiran 19b. Nilai Tambah usaha pengolahan ubi kayu menjadi tepung Tapioka di daerah penelitian (tahun 2013) Variabel Nilai I. Output, Input dan harga 1 Output (Kg) 2 Input 3 Tenaga Kerja (HKP) 4 Faktor Konversi 5 Koefisien Tenaga Kerja (HKP) 6 Harga output (Rp/Kg) 3741 7667 11 0.49 0.002 4967 7 Upah Tenaga Kerja Langsung (Rp/HKP) 33430.84 II. Penerimaan dan Keuntungan 8 Harga Bahan Baku (Rp/Kg) 9 Sumbangan Input Lain (Rp/kg) 10 Nilai output (Rp/Kg) 11 a. Nilai Tambah (Rp/Kg) 876.7 41.1 2424 1506.2 Universitas Sumatera Utara b. Rasio Nilai Tambah (%) 12 a. Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (Rp/Kg) b. Pangsa Tenaga Kerja (%) 13 a. Keuntungan (Rp/Kg) b. Tingkat Keuntungan III. Balas Jasa Pemilik Faktor-Faktor Produksi 14 Margin (Rg/Kg) a. Pendapatan Tenaga Kerja Langsung (%) b. Sumbangan Input Lain (%) c. Keuntungan Pemilik Perusahaan (%) 62.14 % 60.4 4.01 % 1445.81 95.99 % 1547 3.90 2.66 93.44 % % % Universitas Sumatera Utara
Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial Dalam Pemeliharaan Prasarana Jalan (Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Penggunaan Peluang Modal Sosial Dalam Pemeliharaan Prasarana Jalan (Studi Deskriptif di Desa Pertambatan Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai)

Gratis