Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x

 0  50  59  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Apabila nomor tujuan yang dimaksudadalah nomor CDMA dalam jaringan yang sama maka MSC akan menanyakan lokasi MS tujuan tersebut pada HLR. Oleh karena itu pada tugas akhir ini akan dibahas tingkat keberhasilan handoff (soft dan softer handoff) pada teknologi CDMA dan analisis performansi sistem sesuai dengan tingkat keberhasilan handoff yang terjadi pada TelkomFlexi Medan yang menggunakan sistem CDMA2000 1x.

1.6 SISTEMATIKA PENULISAN

  Sistematika penulisan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah : Bab I Pendahuluan Berisi mengenai latar belakang penulisan, tujuan Penulisan, rumusan masalah, batasan masalah dalam penulisan, metodologipenulisan dan sistematika penulisan Bab II Dasar Teori Pada bab ini berisi pengertian Teknik Multiple Access, beserta pembagian dan perkembangannya. Bab IV ANALISIS HANDOFF TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TELKOMFlexi MEDAN Pada bab ini berisikan analisis coverage, berupa penentuan radius sel dan analisis tingkat keberhasilan handoff yang berupa softer dan soft handoff.

BAB II DASAR TEORI

2.1 Definisi Teknik Multiple Access

  CDMA merupakan teknologi multiple access yang membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya menggunakan kode-kode khusus dalam lebar pita frekuensi yang ditentukan. CDMA memiliki konsep multiple access yang berbeda dengan Frequency Time Division Multiple Access (FDMA) dan Time Division Multiple Access (TDMA) karena sistem ini memanfaatkan kode-kode digital yang spesifik untuk membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya.

2.1.1 Frequency Division Multiple Access (FDMA)

  Teknik akses jamak ini berdasarkan teknik komunikasi spektrum tersebar, pada kanal frekuensi yang sama dan dalam waktu yang sama digunakan kode-kode yang unikuntuk mengidentifikasi masing-masing user. Narrowband CDMA (NCDMA)Saat ini standard dari NCDMA adalah IS-95, yang menggunakan spektrum dengan lebar 25 MHz yang dibagi dalam 20 kanal dupleks.

2.2 Konsep Dasar Sistem CDMA2000 1x

  CDMA 2000 adalah platform wireless yang termasuk ke dalam spesifikasi International Mobile Telecommunication 2000 (IMT-2000) dan merupakan data rate baik untuk circuit switched maupun packet switched dengan memanfaatkan data rate mulai dari 9,6 kbps (TIA/EIA-95-B) sampai lebih dari 2 Mbps. Dibandingkan dengan IS-95,jaringan CDMA2000 1x mengalami beberapa pengembangan seperti kontrol daya yang lebih baik, uplink pilot channel, teknik vocoder baru, pengembangan kodeWalsh serta perubahan skema modulasi.

2.2.1 Skema struktur jaringan CDMA2000 1x secara umum terdiri dari :

2.2.1.1. User terminal, terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut : • Fixed terminal

  Radio Access Network (RAN), terdiri dari beberapa komponen berikut : BTS merupakan bagian penting dalam cell site, yang berfungsi mengalokasikan frekuensi dan daya serta kode walsh yang akandigunakan oleh user. 2.2.1.4 Packet Core Network (PCN), terdiri dari beberapa komponen berikut : AAA menyediakan fungsi untuk authentication bertalian dengan PPP dan hubungan mobile IP, melakukan autorisasi yaitu layanan profildan kunci keamanan distribusi dan manajemen dan accounting untuk jaringan paket data dengan menggunakan protokol Remote Access Dial in User Service (RADIUS) AAA server juga digunakan oleh PDSN untuk berhubungan dengan jaringan suara dari HLR dan VLR.

2.2.2 Struktur kanal pada CDMA2000 1x terbagi menjadi dua arah yaitu kanal

  Dedicated Channel yang dialokasikan bagi setiap MS (point to point) dan terdiri dari : Kanal pilot ini berfungsi sebagai pilot yang memungkinkan deteksi koheren pada arah reverse dan memungkinkan MS berkomunikasipada level daya yang lebih rendah dengan cara menginformasikan pada BS level daya yang telah diterima sehingga BS dapat mengaturkembali daya pancarnya. Forward Common Channel yang terdiri dari : Forward Pilot Channel secara kontinu memancarkan informasi frekuensi dan fasa ke seluruh MS yang berada dalam sel tersebut dengan menggunakan kode penebar yang sama yaitu kode Walsh ke-0yang dimodulasi dengan kode pendek (short code) tetapi dengan time offset yang berbeda untuk membedakan pilot channel dari sel / sektor tertentu.

2.3 Kapasitas Sistem CDMA2000 1x

  Kapasitas didefinisikan sebagai jumlah user yang bisa ditampung oleh sebuah cell site dengan harga QoS/GOS yang memadai. Teknik ini akan mengurangi rate dari speech coder saat periode silent/diam yang dideteksi dalam speech waveform.

2.3.3 Handoff

  Air interface pada sistem CDMA2000 1x menyediakan kemampuan untuk handoff baik untuk voice service maupun data service, dan juga untuk service yang di-handle oleh sistem IS-95 ke sistem IS-2000 ataupun sebaliknya dari IS-2000 ke Terdapat tiga macam handoff yang diterapkan pada sistem berbasisCDMA2000 1x: 1. Sekarang ada 2 pilot yang aktif.(4) MS menditeksi pilot A jatuh < T_DROP, MS start mengaktifkan timer.(5) Timer mencatat T_TDROP, MS mengirim PSMM (pilot strength measurement message).(6) MS menerima handoff direction message , pesan ini berisi hanya PN offset cell B (tanpa PN offset cell A ).(7) MS memindahkan status pilot A dari active set ke neighbor set.

2.3.4 Sistem Spektral Tersebar

  Code Division Multiple Access adalah teknik akses jamak yang didasarkan pada sistem komunikasi spektral tersebar, dimana masing-masing pengguna diberikan suatu kode tertentu yang akan membedakan satu pengguna denganpengguna lainnya. Secara definitif, sistem komunikasi spektral tersebar merupakan suatu teknik modulasi dimana pengirim sinyal menduduki lebar pita frekuensi yang jauh lebihbesar dari pada spektrum minimal yang dibutuhkan untuk menyalurkan suatu informasi.

2 Dimana : C = kapasitas kanal transmisi (bps)

  Ada beberapa teknik modulasi yang dapat digunakan untuk menghasilkan spektrum sinyal tersebar antara lain Direct Sequence Spread Spectrum (DS-SS)dimana sinyal pembawa informasi dikalikan secara langsung dengan sinyal penyebar yang berkecepatan tinggi, Frequency Hopping Spred Spectrum (FH-SS) dimanafrekuensi pembawa sinyal informasi berubah-ubah sesuai dengan deretan kode yang diberikan dan akan konstan selama periode tertentu yang disebut T (periode chip). Time Hopping Spread Spectrum (TH-SS) dimana sinyal pembawa informasi tidak dikirimkan secara kontinu tetapi dikirimkan dalam bentuk short burst yang lamanya burst tergantung dari sinyal pengkodeannya, dan hybrid modulation yang merupakan gabungan dari dua atau lebih teknik modulasi di atas yang bertujuan untuk menggabungkan keunggulan masing-masing teknik.

2.3.5 Kinerja Sistem Spektral Tersebar

Parameter-parameter yang menjadi ukuran kinerja sistem komunikasi CDMA seluler maupun fixed wireless berdasarkan sistem spektral tersebar antara lain adalah:   2 E b  P = QB (2.5)  N o  Dimana : Eb = Energi per bit (dBW atau Watt)No = Rapat daya noise (dB/Hz atau Watt/Hz) S E =b (2.6) R S ( N −1 ) I =o (2.7) W Sedangkan persamaan energy bit to interference (Eb/Io) adalah : E b S / R W / R = =(2.8) I S ( N −o 1 ) / W N − 1 Dari persamaan di atas diperoleh bahwa kapasitas sel atau jumlah kanal yang dapat diakomodasi oleh satu frekuensi pembawa dengan bandwidth (W)adalah : W / R 1(2.9) = E / b o I Jika N diasumsikan sangat besar maka persamaan di atas dapat disederhanakan menjadi : W / R N (2.10)≈ E / b o I ( ) αβ f I E R W N o b /(2.11) Dimana :W = lebar pita frekuensi spektral tersebar (Hz) = 1,2288 MHzR = data rate sinyal informasi (kbps) = 9,6 kbpsEb/Io = rasio energi per bit terhadap rapat daya penginterfernsi (dB)α = gain aktivitas suara (≈ 0,4 untuk suara dan ≈ 1 untuk data) β= gain sektorisasi antena ( ≈ 2,55 untuk antena trisektoral) f = faktor interferensi dari sel lain

BAB II I METODE ANALISA

  Perangkat telepon yang digunakan berupa fixed wireless terminal (FWT) dan handheld (mobile) untuk pelanggan yang bergerak. Layanan yang diberikan oleh jaringan TelkomFlexi diantaranya : layanan pesan singkat (Short Message Service / SMS), web service, pesan bergambarmultimedia (Multimedia Message Service / MMS), komunikasi data internet dan faksimili dengan kecepatan mencapai 144 Kbps, video streaming serta layanan suara.

3.3 Konfigurasi Jaringan

  Fitur automutasi yaitu fitur yang memungkinkan pelanggan memiliki fleksibilitas dari satu flexi area ke flexi area lain dalam satu layanan lokal. 5 5 1205 061MDN1205H ASIA_MEGA_MAS3.582361 Pada tugas akhir ini, pembahasan dilakukan pada satu BSC yaitu BSC MEDANCENTRUM.

MSC_TELKOM_GAHARU

BTS3606AC 120,288,456 98.677361

13 13 1213 061MDN1213H PALLADIUM3.590417 31 32 1232 061MDN1232H YOSE_RIZAL3.583472 BTS3606C 4,172,340 98.696875 27 28 1228 061MDN1228H MILLENIUM3.599444 BTS3606 60,228,396 98.644444 28 29 1229 061MDN1229H BANK_SUMUT3.582986 BTS3606 56,224,392 98.675139 29 30 1230 061MDN1230H KALPATARU3.613125 BTS3606C 88,256,424 98.652292 30 31 1231 061MDN1231H CAMBRIDGE3.584583 BTS3606C 72,0,0 98.666944 BTS3606C 68,236,404 98.687153 BTS3606C 68,236,404 98.670764 32 33 1233 061MDN1233H PASAR_SAMBU3.591806 BTS3606C 52,220,388 98.685278 33 34 1234 061MDN1234H METAL3.640903 BTS3606 116,284,452 98.692292 34 35 1235 061MDN1235H JL_SIDEREJO3.618056 BTS3606C 84,252,420 98.696667 35 36 1236 061MDN1236H SEI_BATANGHARI3.585417 BTS3606C 100,268,436 98.652083 36 37 1237 061MDN1237H GATOT_SUBROTO3.591319 26 27 1227 061MDN1227H MESJID_PERJUANGAN3.598542 25 26 1226 061MDN1226H ALUMINIUM3.641389 BTS3606C 168,336,0 98.673681 19 19 1219 061MDN1219H GLUGUR_23.6075 14 14 1214 061MDN1214H MEDAN_BARU_PLAZA3.580208 BTS3606 12,180,348 98.660694 15 15 1215 061MDN1215H SIDOREJO_HILIR 3.608542 BTS3606 36,204,37298.700972 16 16 1216 061MDN1216H AKSARA_PLAZA3.597222 BTS3606 144,312,480 98.706042 17 17 1217 061MDN1217H MEDAN_MALL3.588194 BTS3606C 160,328,496 98.687014 18 18 1218 061MDN1218H KARANG_BEROMBAK3.614792 BTS3606 148,316,484 98.664097 BTS3606 92,260,428 98.673472 BTS3606C 8,176,34498.704028 20 20 1220 061MDN1220H PULO_BRAYAN3.627292 BTS3606 20,188,356 98.681389 21 21 1221 061MDN1221H GELUGUR3.612361 BTS3606 104,272,440 98.681181 22 22 1222 061MDN1222H PUKAT_V3.592986 BTS3606 128,296,464 98.706736 23 24 1224 061MDN1224H SPARMAN3.578611 BTS3606C 156,324,492 98.668056 24 25 1225 061MDN1225H PANCING3.626944 BTS3606C 28,196,36498.658611

3.4 Alokasi Spektrum Frekuensi

  Down Nomor KanalFrekuensi Carrier (MHz) MS (uplink) BTS (downlink) 37 825 -830 870 - 87578 825 -830 870 - 875 119 825 -830 870 - 875 Untuk daerah Medan hanya mengunakan nomor kanal 119 dengan frekuensi carrier (870 – 875) MHz untuk downlink dan (825 -830) Mhz untuk uplink. 1221 GLUGUR 5 2 119 3.6272 98.681350 280 1 1 119 3.6272 98.681350 120 30 50 119 3.6272 98.6813 119 3.5786 98.6680 2 1 119 3.5786 98.668030 130 6 2 119 3.6075 98.673441 210 5 2 119 3.6413 98.670750 250 6 2 119 3.5994 98.644440 270 5 1 119 3.5994 98.644440 180 30 40 119 3.5994 98.6444 328.

3.5 Call Flow CDMA 2000-1x

3.5.1 Voice Call Flow

  Apabila nomor tujuan yang dimaksud adalah nomor CDMA dalam jaringan yang sama maka MSC akan menanyakan lokasi MS tujuan tersebut padaHLR. HLR akan merespons dengan memberi informasi lokasi BTS dimana MS tersebut berada ke MSC.

3.5.2 Handoff Flow

  Sekarang ada 2 pilot yang aktif.(4) MS menditeksi pilot A jatuh < T_DROP, MS start mengaktifkan timer.(5) Timer mencatat T_TDROP, MS mengirim PSMM (pilot strength measurement message).(6) MS menerima handoff direction message , pesan ini berisi hanya PN offset cell B (tanpa PN offset cell A ).(7) MS memindahkan status pilot A dari active set ke neighbor set. Untuk setiap BTS dalam BSC MEDAN CENTRUM Medan ditetapkan nilaiT_ADD,T_TDROP, dan timer yang sama yaitu :T_ADD : - 14 dBT_TDROP : - 16 dB Timer : 4 detik Jadi MS akan berpindah dari BTS awal ke BTS tujan setelah nilai kualitasnya dibawah -16 dB.

3.6 Pengukuran Berdasarkan Hasil Drive Test

  Pembagian dan posisi BTS-BTS pada BSC MEDAN CENTRUM Data-data yang bisa diperoleh dari Drive Test adalah parameter-parameter yang dibutuhkan untuk mengetahui kualitas sinyal, level daya terima MS, dan interferensi. Jarak antara BTS dan MSJarak BTS dan MS saat pengukuran juga memiliki pengaruh, dimana pada jarak yang cukup dekat akan diperoleh kualitas sinyal yang lebih bagus.

BAB IV ANALISIS HANDOFF TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TELKOM Flexi MEDAN

  Dengan frekuensi kerja yang digunakan dan daerah Medan yang termasuk daerah padat (density urban), sehingga untuk penentuan radius sel maksimum menggunakanpendekatan model propagasi COST231-Hata sesuai dengan kondisi morfologinya. 4.1.2 Penentuan Radius SelUntuk menentukan jari-jari sel harus ditentukan terlebih dahulu model propagasi yang digunakan, sesuai dengan besar frekuensi kerja dan kondisimorfologi daerah yang akan ditentukan jari-jari selnya.

4.2 Analisis handoff

  Pengumpulan data dilakukan selama 10hari, dan diperoleh dari data mesin HUAWEI, salah satu vendor yang mendukung teknologiCDMA 2000 1x TelkomFlexi (dapat dilihat pada bagian lampiran). Kemudian dapat ditentukan rata-rata keberhasilan dan kegagalanSofter Handoff dan Soft Hanfoff tiap harinya dengan menggunakan rumus berikut, % 100_ _/ _ x Attemp Call Ho FrqFail Succ Avr = (4.10) 4.2.1 Softer Handoff Frq_succes_ho = 39601 Frq_Fail_ho = 0Call_attempt = 39601 Maka : % 100% 100 3960139601 _ _= = x ho Succ Avr% % 10039601 _ _== x ho Fail Avr Tabel 4.3 Data Keberhasilan dan Kegagalan Softer Handoff No.

4.3 Menurunkan Daya Pancar

  Hal pertama yang harus ditentukan adalah menentukan radiussel yang baru yang diinginkan tetapi melalui asumsi yang nyata yaitu melihat jarak antara BTS terdekat. Dengan menentukan daya jarak pancar yang baru (RKM) dapatditentukan redaman maksimal sehingga daya pancar yang baru dapat diketahui sehingga interferensi antar BTS yang dapat mengakibatkan drop call dapatdikurangi.

REDAMAN MAKSIMAL

  82 log h − a ( h ) − 44 , 9 − 6 , 55 log( h ) log( R ) (4.11)H1 2 c b m m KM [ ]Dimana : C = 46,3 1 C 2 = 33,9f c = 871,11 MHz hb = 50 m a(h ) = 3,001m R = 6,38 km KM maka : 46 , 3 33 , 9 log( 871 , 11 ) 13 , 82 log( 50 ) 3 , 001 44 , 9 6 , 55 log( 50 ) log 6 , 38 H = − − − [ − ]= , 291 km dari perhitungan diperoleh, redaman maksimum untuk BTS BANK_SUMUT adalah 0,291 km. Maka diperoleh radius sel yang baru adalah 6,089 km.

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

  TelkomFlexi yang menggunakan teknologi CDMA 2000 1x, merupakan fixed wireless atau seluler tetap yang menggunakan alokasi frekuensi 871,11MHz dan memiliki 3 alokasi kanal yaitu 37, 78 dan 119. Salah satu penyebab kegagalan handoff adalahpada saat MS akan melepaskan BTS awal, MS menerima sinyal dari BTS lain sebagai kandidat yang kualitas sinyalnya sama kuat, akibatnya MS tidakdapat menentukan BTS tujuan untuk melakukan Handoff sehingga terjadi drop call atau yang disebut pilot pollution.

5.1 Saran

  Dalam tugas akhir ini analisis handoff hanya dari voice call saja, untuk selanjutnya analisis dapat ditinjau dari data call. Analisis yang dilakukan hanya dalam satu BSC saja, untuk selanjutnya dapat dilakukan analisis antar BCS.

DAFTAR PUSTAKA

  Nurain, Silalahi, “Komunikasi Mobil Publik dan Sistem Komunikasi Personal PCS”, Penerbit PT. Miller, Jhon San Ill, ”CDMA System Engineering Handbook”Mihelza, ”Perencanaan Pengembangan Jaringan TelkomFlexi pada Area MSC Kebayoran Baru”.

Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x Alokasi Spektrum Frekuensi Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x Analisis handoff Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x Arsitektur Jaringan CDMA2000 1x Frequency Division Multiple Access FDMA Time Division Multiple Access TDMA Kanal Forward Model Kanal pada Sistem CDMA2000 1x Kanal Reverse Model Kanal pada Sistem CDMA2000 1x Kinerja Sistem Spektral Tersebar Latar Belakang Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x Maximum Allowable Path Loss MAPL Link Arah Reverse Penentuan Radius Sel Performansi Teoritis Kanal Reverse CDMA Pilot sets Parameter handoff Search Window Proses Handoff Sistem Spektral Tersebar Kapasitas Sistem CDMA2000 1x Tinjauan Sistem Telkom Kelebihan dan Kekurangan Telkom Konfigurasi Jaringan TUJUAN PENELITIAN BATASAN MASALAH MANFAAT PENELITIAN SISTEMATIKA PENULISAN Voice Activity Sectored Cells Voice Call Flow Handoff Flow Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi Cdma 2000 1X
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi C..

Gratis

Feedback