Feedback

Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x

Informasi dokumen
FSSS : Frequency Hopping Spread Spectrum TSSS : Time Hopping Spread Spectrum PSMM : Pilot Strength Measurement Message HCM : Handoff Completion Message AAA : Authorization, Authentication and Accounting ACH : Access Channel AD : Analog to Digital AGC : Automatic Gain Control ATM : Asyncronous Transfer Mode BCP : BTS Control Processor BIT : Built-in Test BSC : Base Station Controller BSM : Base Station Manager BSS : Base Station System DA : Digital to Analog ISI : Inter-sysmbol Interference MSC : Mobile Switching Center QoS : Quality of Service Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Salah satu fasilitas di dalam sistem selular untuk menjamin adanya kontinuitas komunikasi apabila pelanggan bergerak dari satu sel ke sel yang lain adalah HANDOFF. Handoff merupakan proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada Mobile Station (MS) yang sedang digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Sesuai dengan tujuan handoff, proses ini sedapat mungkin tidak dirasakan oleh pelanggan. Namun pada kenyataannya sering terjadi dropcall, yaitu terputusnya hubungan saat percakapan sedang berlangsung yang salah satu penyebabnya adalah kegagalan handoff. Dalam penelitian ini ditemukan salah satu penyebab kegagalan handoff adalah pilot pollution, yaitu ada lebih dari 1 sinyal yang diterima MS dari BTS-BTS kandidat, sehingga MS tidak dapat melakukan handoff, kemudian terjadi drop call. Dalam penelitian ini diperoleh juga radius sel masing-masing BTS dalam BSC MEDAN CENTRUM melalui perhitungan data teknis yang diperoleh dari pihak vendor teknologi CDMA 2000 1x. Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Salah satu fasilitas di dalam sistem selular untuk menjamin adanya kontinuitas komunikasi apabila pelanggan bergerak dari satu sel ke sel yang lain adalah HANDOFF. Handoff merupakan proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada Mobile Station (MS) yang sedang digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Sesuai dengan tujuan handoff, proses ini sedapat mungkin tidak dirasakan oleh pelanggan. Namun pada kenyataannya sering terjadi dropcall, yaitu terputusnya hubungan saat percakapan sedang berlangsung yang salah satu penyebabnya adalah kegagalan handoff. Dalam penelitian ini ditemukan salah satu penyebab kegagalan handoff adalah pilot pollution, yaitu ada lebih dari 1 sinyal yang diterima MS dari BTS-BTS kandidat, sehingga MS tidak dapat melakukan handoff, kemudian terjadi drop call. Dalam penelitian ini diperoleh juga radius sel masing-masing BTS dalam BSC MEDAN CENTRUM melalui perhitungan data teknis yang diperoleh dari pihak vendor teknologi CDMA 2000 1x. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam teknik telekomunikasi, agar sinyal informasi (suara) dapat dikirim ke tempat lain, sinyal informasi ini harus ditumpangkan pada sinyal lain. Sinyal informasi yang menumpang adalah sinyal suara, sedangkan yang ditumpangi adalah sinyal radio yang disebut sinyal pembawa (carrier). Gelombang/sinyal carrier adalah gelombang radio yang mempunyai frekuensi jauh lebih tinggi dari frekuensi sinyal informasi. Berbeda dengan sinyal suara yang mempunyai frekuensi beragam dengan range 20 Hz hingga 20 kHz, sinyal carrier ditentukan pada satu frekuensi saja. Selanjutnya, agar dapat dikirim ke tempat lain, Sinyal informasi diubah menjadi sinyal digital, Sinyal tersebut dimodulasikan dan dibawa ke tempat tujuan dan didemodulasi sehingga sinyal informasi tersebut dapat diterima. Proses pembangunan hubungan dalam sistem telekomunikasi bergerak secara umum dapat diuraikan sebagai berikut. Mobile Station (MS) melakukan inisialisasi call melalui BTS yang melayaninya, BTS meneruskan ke BSC dan ke MSC. MSC akan memeriksa nomor tujuan yang dimaksud. Apabila nomor tujuan yang dimaksud adalah nomor CDMA dalam jaringan yang sama maka MSC akan menanyakan lokasi MS tujuan tersebut pada HLR. HLR akan merespons dengan memberi informasi lokasi BTS dimana MS tersebut berada ke MSC. Selanjutnya MSC akan mengirimkan paging melalui ke BTS melalui BSC. Apabila nomor tujuan ternyata nomor milik jaringan kota lain atau operator lain maka MSC akan meneruskan panggilan ke arah jaringan lawan tersebut. Selanjutnya proses pencarian akan dilakukan oleh jaringan lawan dengan mekanisme yang lebih kurang sama. Universitas Sumatera Utara Salah satu fasilitas di dalam sistem selular untuk menjamin adanya kontinuitas komunikasi apabila pelanggan bergerak dari satu sel ke sel yang lain adalah HANDOFF. Handoff merupakan proses pengalihan kanal trafik secara otomatis pada Mobile Station (MS) yang sedang digunakan untuk berkomunikasi tanpa terjadinya pemutusan hubungan. Sesuai dengan tujuan handoff, proses ini sedapat mungkin tidak dirasakan oleh pelanggan. Namun pada kenyataannya sering terjadi dropcall, yaitu terputusnya hubungan saat percakapan sedang berlangsung yang salah satu penyebabnya adalah kegagalan handoff. Sistem CDMA (code division multiple access) adalah salah satu teknologi akses jamak yang mampu mengurangi kegagalan handoff. Teknologi CDMA mulai diperkenalkan pada tahun 1991, oleh QUALCOM. Pada awalnya teknologi ini dikembangkan oleh lingkungan teknologi militer yang terbatas. Sebagaimana teknologi akses jamak lain seperti TDMA (time division multiple access) yang membagi kanal pembicaraan dalam satuan waktu dan FDMA (frekuensi division multiple access) dalam satuan frekuensi, CDMA menggunakan sistem berdasarkan pembagian kanal dalam kode-kode tertentu. Kode-kode tertentu ini selain dapat meningkatkan kapasitas dalam CDMA, dapat juga mendukung CDMA dalam melakukan soft handoff, yaitu perpindahan kanal dilakukan pada frekuensi yang sama. Semakin bertambahnya jumlah pelanggan berarti kapasitas semakin meningkat pula, oleh karena itu, CDMA menambah alokasi frekuensinya, sehingga pada saat tertentu terjadi perpindahan kanal sekaligus perpindahan frekuensi. Hal ini disebut dengan hard handoff. Oleh karena itu pada tugas akhir ini akan dibahas tingkat keberhasilan handoff (soft dan softer handoff) pada teknologi CDMA dan analisis performansi sistem sesuai dengan tingkat keberhasilan handoff yang terjadi pada TelkomFlexi Medan yang menggunakan sistem CDMA2000 1x. Universitas Sumatera Utara 1.2. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penulisan tugas akhir ini antara lain : 1. Mengetahui proses handoff (handoff flow) pada teknologi CDMA. 2. Menganalisis proses dan tingkat keberhasilan handoff, terhadap performansi sistem TelkomFlexi. 1.3. BATASAN MASALAH Pada tugas akhir ini dilakukan pembatasan-pembatasan agar masalah yang dibahas menjadi lebih terarah. Antara lain : 1. Handoff ditinjau pada saat voice service. 2. Pembahasan dilakukan pada Teknologi CDMA2000 1x, TelkomFlexi Medan. 3. Pembahasan dilakukan dalam satu BSC. 1.4. MANFAAT PENELITIAN Manfaat penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan hasil kajian tentang tingkat keberhasilan handoff terhadap performansi sistem TelkomFlexi Medan. Dengan adanya hasil ini diharapkan dapat memberikan saran dan masukan untuk meningkatkan performansi sistem TelkomFlexi Medan. 1.5 METODOLOGI PENELITIAN 1. Metode Study pustaka Mengambil teori dari buku – buku referensi, jurnal dan literatur yang diberikan oleh PT.TelkomFlexi serta buku-buku penunjang lainnya. 2. Metode Study Bimbingan Universitas Sumatera Utara Diskusi dengan dosen pembimbing yang telah ditunjuk oleh pihak departemen fisika USU mengenai masalah – masalah yang timbul selama penulisan tugas akhir berlangsung. 3. Metode pengukuran Data yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah data di lapangan mengenai keberhasilan dan kegagalan handoff. 4. Metode pengolahan data Data yang telah diperoleh di analisis dan di dihitung tingkat keberhasilan dan kegagalannya. 1.6 SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah : Bab I Pendahuluan Berisi mengenai latar belakang penulisan, tujuan Penulisan, rumusan masalah, batasan masalah dalam penulisan, metodologi penulisan dan sistematika penulisan Bab II Dasar Teori Pada bab ini berisi pengertian Teknik Multiple Access, beserta pembagian dan perkembangannya. Dijelaskan juga menegenai Kapasitas Sistem CDMA2000 1x. Bab III METODE ANALISA Pada bab ini berisi Konfigurasi Jaringan TelkomFlexi Medan, Alokasi Spektrum Frekuensi dan Call Flow CDMA 2000-1x. Bab IV ANALISIS HANDOFF TERHADAP PERFORMANSI SISTEM TELKOMFlexi MEDAN Universitas Sumatera Utara Pada bab ini berisikan analisis coverage, berupa penentuan radius sel dan analisis tingkat keberhasilan handoff yang berupa softer dan soft handoff. Bab V Kesimpulan dan Saran Berisi kesimpulan dan saran untuk pengembanganya sebagai hasil dari pembahasan tugas akhir ini. Universitas Sumatera Utara BAB II DASAR TEORI 2.1 Definisi Teknik Multiple Access Konsep dasar dari teknik multiple access yaitu memungkinkan suatu titik dapat diakses oleh beberapa titik yang saling berjauhan dengan tidak saling mengganggu. Teknik multiple access mempunyai arti bagaimana suatu spektrum radio dibagi menjadi kanal-kanal dan bagaimana kanal-kanal tersebut dialokasikan untuk pelanggan sebanyak-banyaknya dalam satu sistem. CDMA merupakan teknologi multiple access yang membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya menggunakan kode-kode khusus dalam lebar pita frekuensi yang ditentukan. Sistem CDMA merupakan pengembangan dari dua sistem multiple access sebelumnya. CDMA memiliki konsep multiple access yang berbeda dengan Frequency Time Division Multiple Access (FDMA) dan Time Division Multiple Access (TDMA) karena sistem ini memanfaatkan kode-kode digital yang spesifik untuk membedakan satu pengguna dengan pengguna lainnya. 2.1.1 Frequency Division Multiple Access (FDMA) Sistem selular ini menggunakan sistem pengkanalan dengan pita 30 kHz setiap kanalnya, sistem ini dikenal sebagai sistem FDMA (Frequency Division Multiple Access). Untuk memaksimalkan kapasitas, sistem selular FDMA menggunakan antena berarah dan sistem reuse frequency yang rumit. Pada teknik FDMA, lebar pita frekuensi yang dialokasikan dibagi menjadi bagian-bagian kecil spektrum frekuensi. Kemudian setiap user diberi alokasi pita frekuensi tersebut selama melakukan proses percakapan, sehingga dalam waktu yang sama hanya satu user yang dapat menggunakan frekuensi tersebut. Teknologi FDMA ini digunakan pada sistem analog seperti AMPS dan TACS. Universitas Sumatera Utara 2.1.2 Time Division Multiple Access (TDMA) Untuk lebih meningkatkan kapasitas, digunakan sistem akses jamak digital yang disebut TDMA (Time Division Multiple Access). Sistem ini menggunakan pengkanalan dan reuse frequency yang sama dengan sistem FDMA dengan tambahan elemen time sharing. Setiap kanal dipakai bersama oleh beberapa user menurut slot waktunya masing-masing. Karena itu, aliran informasi pada TDMA tidak kontiniu atau terpotong-potong pada tiap time slotnya. Ditinjau dari lebar pita frekuensi yang digunakan. TDMA dibagi menjadi wideband TDMA dan narrowband TDMA. a. Wideband TDMA (WTDMA) Wideband TDMA menggunakan seluruh frekuensi yang tersedia dan membaginya ke dalam slot-slot waktu. Dalam WTDMA ini, tranceiver yang dibutuhkan hanya satu. Data yang dikirimkan dalam bentuk letupan-letupan pendek dengan kecepatan tinggi. Kelemahan WTDMA adalah karena kecepatan transmisi yang tinggi, maka sistem akan rentan terhadap error yang disebabkan oleh distorsi lintas jamak, yang biasa terjadi pada sistem komunikasi bergerak. b. Narrowband TDMA (NTDMA) Teknik NTDMA merupakan gabungan antara FDMA dan WTDMA. Contoh penggunaan NTDMA misalnya pada GSM. 2.1.3 Code Devision Multiple Access (CDMA) Code Division Multiple Access (CDMA) merupakan salah satu teknik multiple access yang banyak diaplikasikan untuk seluler maupun fixed wireless. Teknik akses jamak ini berdasarkan teknik komunikasi spektrum tersebar, pada kanal frekuensi yang sama dan dalam waktu yang sama digunakan kode-kode yang unik untuk mengidentifikasi masing-masing user. CDMA menggunakan kode-kode korelatif untuk membedakan satu user dengan user yang lain. Kode tersebut dikenal dengan pseudo acak (pseudorandom). Sinyal-sinyal CDMA itu pada penerima dipisahkan dengan menggunakan sebuah korelator yang hanya melakukan proses despreading spektrum pada sinyal yang sesuai. Sinyal-sinyal lain yang kodenya tidak Universitas Sumatera Utara cocok, tidak didespread dan sebagai hasilnya sinyal-sinyal lain itu hanya menjadi noise interferensi. Ditinjau dari lebar pita frekuensi yang digunakan, CDMA terbagi menjadi NCDMA dan WCDMA. a. Narrowband CDMA (NCDMA) Saat ini standard dari NCDMA adalah IS-95, yang menggunakan spektrum dengan lebar 25 MHz yang dibagi dalam 20 kanal dupleks. Sehingga masing-masing kanal mempunyai lebar 1,25 MHz. b. Wideband CDMA (WCDMA) WCDMA menggunakan lebar pita frekuensi 5 MHz, 10 MHz dan 15 MHz pada standard IS-665. Dengan makin lebar spektrum yang digunakan, maka banyak keuntungan yang diperoleh seperti efek fading lintas jamak jauh lebih kecil, kecepatan data dapat meningkat tajam dan lain-lain (Gatot Santoso, 2004). Perbandingan antara FDMA, TDMA dan CDMA dapat ditunjukkan dengan gambar 2.1. Sumber : TDD-CDMA for wireless communications. Gambar 2.1 Perbandingan antara FDMA, TDMA dan CDMA 2.2 Konsep Dasar Sistem CDMA2000 1x CDMA 2000 adalah platform wireless yang termasuk ke dalam spesifikasi International Mobile Telecommunication 2000 (IMT-2000) dan merupakan Universitas Sumatera Utara pengembangan dari standar platform wireless CDMA IS-95. Teknologi transmisi radio CDMA2000 adalah teknologi wideband dengan teknik spread spectrum yang memanfaatkan teknologi CDMA untuk memenuhi kebutuhan layanan sistem komunikasi wireless generasi ketiga (3G) berupa aplikasi layanan multimedia. Sistem CDMA2000 mencakup implementasi luas yang ditujukan untuk mendukung data rate baik untuk circuit switched maupun packet switched dengan memanfaatkan data rate mulai dari 9,6 kbps (TIA/EIA-95-B) sampai lebih dari 2 Mbps. Beberapa layanan yang dapat didukung antara lain, wireless internet, wireless e-mail, telemetry dan wireless commerce. Standarisasi CDMA2000 1x dilakukan berdasarkan spesifikasi IS2000 yang kompatibel dengan sistem IS-95 A/B (CDMAone). Dibandingkan dengan IS-95, jaringan CDMA2000 1x mengalami beberapa pengembangan seperti kontrol daya yang lebih baik, uplink pilot channel, teknik vocoder baru, pengembangan kode Walsh serta perubahan skema modulasi. Sedangkan pada sisi arsitektur jaringan terdapat Base Station Controller (BSC) dengan kemampuan IP Routing, BTS multimode serta PDSN (Packet Data Serving Node). Berikut perkembangan CDMA menuju 3G, Sumber : Teknologi wireless CDMA2000-1x (Telkom Training Center) Gambar 2.2 Perkembangan Teknologi CDMA Universitas Sumatera Utara 2.2.1 Arsitektur Jaringan CDMA2000 1x Skema struktur jaringan CDMA2000 1x secara umum terdiri dari : 2.2.1.1. User terminal, terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut : Fixed terminal. Portable / Mobile Station (MS) Untuk membentuk dan memelihara hubungan baik voice maupun data. Pembentukan hubungan dilakukan dengan meminta kanal radio dari Access Network (AN). Setelah terbentuk, MS bertanggung jawab menjaga kanal radio dan melakukan buffer packet bila kanal radio sedang tidak tersedia. Pada saat dinyalakan, MS secara otomatis melakukan registrasi ke Home Location Register. 2.2.1.2. Radio Access Network (RAN), terdiri dari beberapa komponen berikut : Base Transceiver Station (BTS) BTS merupakan bagian penting dalam cell site, yang berfungsi mengalokasikan frekuensi dan daya serta kode walsh yang akan digunakan oleh user. BTS memiliki peralatan fisik radio yang digunakan untuk mentransmisikan dan menerima sinyal CDMA2000 ke user dan sebaliknya. Beberapa fungsi lainnya yang dilakukan oleh BTS yaitu mengontrol frekuensi pembawa pada sel, mengatur alokasi daya untuk traffic overhead dan soft handoff pada arah forward dan mengenali kode-kode walsh. Base Station Controller (BSC) BSC berfungsi Mendukung kontrol terhadap call processing ; call setup atau call, Melakukan kontrol terhadap proses soft, softer atau hard handoff, Melakukan kontrol terhadap transmit power MS, Interface ke Mobile Switching Center (MSC). BSC bertanggung jawab juga untuk mengontrol semua BTS yang berada di dalam daerah cakupannya serta mengatur rute paket data dari BTS ke PDSN atau sebaliknya serta trafik dari BTS ke MSC atau sebaliknya. Universitas Sumatera Utara Packet Data Serving network (PDSN) Merupakan komponen baru yang terdapat dalam sistem seluler berbasis CDMA2000 1x yang bertujuan untuk mendukung layanan paket data. Fungsi PDSN antara lain untuk membentuk, memelihara dan memutuskan sesi Point-to-Point Protocol (PPP) dengan pelanggan. Sumber : modul-1 cdma2000-1x overview (Telkom Training Center) Gambar 2.3 Arsitektur Jaringan CDMA2000 1x 2.2.1.3 Circuit Core Network (CCN), terdiri dari beberapa komponen berikut : Mobile Switching Center (MSC) MSC atau sering juga disebut sebagai interface antara Base Station Controller (BSC) dengan Public Switched Telephone Network (PSTN) di jaringan data Integrated Services Digital Network (ISDN) melalui gateway MSC (G-MSC), mempunyai beberapa kegunaan sebagai berikut : Universitas Sumatera Utara a. Mengatur komunikasi diantara pelanggan seluler dengan pelanggan jaringan telekomunikasi lainnya. b. Melakukan koordinasi setting-up panggilan dari dan keluar user seluler. c. Merupakan pusat dari sistem radio seluler. d. Mengatur panggilan baik originating maupun terminating calls. e. Bertanggung jawab untuk set-up, routing, informasi accounting, kontrol dan terminasi panggilan. Home Location Register (HLR) HLR merupakan database yang berisi management dari MS yang menyimpan seluruh data user seperti lokasi user, dan shared secret data (SSD) semua user. HLR merupakan pusat Autentifikasi (AuC) dan pusat penyimpanan Electronic Serial Number (ESN) setiap user yang sudah melakukan registrasi. Visitor Location Register (VLR) VLR secara temporari menyimpan dan bila ada pengguna yang tidak sedang berbicara, akan menyebabkan berkurangnya interferensi sekitar 60 %. Hal ini berakibat berkurangnya daya rata-rata yang dipancarkan oleh Mobile Station (MS). 7) Peningkatan Kapasitas dengan Sektorisasi Pada system Code Division Multiple Access (CDMA) sektorisasi digunakan untuk meningkatkan kapasitas. Dengan membagi sel menjadi tiga sektor maka diperoleh kapasitas hampir tiga kalinya. 8) Soft Capacity Pada sistem Code Division Multiple Access (CDMA),hubungan antara jumlah pengguna dengan tingkat pelayanan (grade of service) tidak begitu tajam. Sebagai contoh operator dari sistem dapat mengijinkan meningkatnya bit error rate sampai Universitas Sumatera Utara batas toleransi tertentu, dengan demikian terjadi peningkatan jumlah pelanggan yang dapat dilayani selama jam tersibuk. Kemampuan ini sangat berguna khususnya untuk mencegah terjadinya pemutusan pembicaran pada proses Handover karena kekurangan kanal. Pada sistem Code Division Multiple Access (CDMA), panggilan tetap dapat dilayani dengan peningkatan bit error rate yang masih dapat diterima sampai panggilan lain berakhir.[1] 2.3 Sistem Pancar Terima Teknik direct-sequence menebarkan spectral sinyal yang ditransmisikan secara langsung dari sinyal yang tersusun atas deretan acak semu (pseudorandom sequence). Deretan acak semu (PSG : pseudorandom generator). Model dasar sistem direct-sequence yang termodulasi BPSK (Binary Phase Shift Key) ditunjukkan oleh Gambar 2.9 dan Gambar 2.10. b(t) x(t) d(t) Data BPSK Modulator fc Pseudorandom Code a(t) Gambar 2.9 Direct-sequence transmitter y(t) d(t) ? Noise n(t) BPSK Modulator fc Pseudorandom Code a(t-d) Gambar 2.10 Direct-sequence receiver Pada bagian pengirim, sinyal informasi/data biner dimodulasi secara BPSK Universitas Sumatera Utara (bit/detik) menghasilkan sinyal informasi termodulasi d(t) yang memiliki laju data Rm kemudian dimodulasi lagi dengan sinyal biner acak semu (pseudonoise) a(t), yang akan menghasilkan sinyal spektral tersebar x(t). Sinyal a(t) adalah sinyal pengkode yang memiliki lajubit sinyal pengkode Rc informasi. Keacakan pseudorandom. sinyal lebih besar dibandingkan laju data sinyal a(t) ditentukan berdasarkan pola pembangkitnya dari Kode tersebut bersifat unik dan saling bebas terhadap sinyal informasi atau terhadap deretan acak semu yang dihasilkannya. Apabila sinyal pengkode mempunyai lebar pita sebesar Wss dan lebar pita sinyal informasi termodulasi sebesar B m maka, lebar pita sinyal spektral yang ditransmisikan adalah Wss, lebih besar dibandingkan lebar pita sinyal informasi termodulasi. Sinyal pengkode disebut juga sinyal penebar karena menebarkan termodulasi. spektral sinyal informasi Proses penebaran spektral sinyal informasi termodulasi ke seluruh lebar pita sistem dinamakan spreading. Modulator yang digunakan disebut modulator spreading. Pada bagian penerima, sinyal yang diterima, y(t) dikalikan kembali dengan sinyal acak semu yang merupakan salinan dari sinyal a(t) pada pengirim. Sinyal ini disebut dengan sinyal referensi yang diperoleh dari proses sinkronisasi kode. Jika diasumsikan proses sinkronisasi terjadi dengan sempurna maka, a(t) = a (t-฀t). Proses mendapatkan kembali sinyal informasi termodulasi dari sinyal spektral tersebar dinamakan despreading. Demodulator yang digunakan disebut demodulator spreading. Sinyal d(t) selanjutnya didemodulasi dan difilter untuk memperoleh kembali sinyal informasi biner. 2.4 Mekanisme Kerja CDMA Cara kerja dari CDMA ini adalah dengan menebar/menggunakan kode-kode Pseurandom Code Sequence satu frekuensi yang lebih besar dari FDMA dan TDMA dan Universitas Sumatera Utara penggunaan waktu yang bersamaan. Jadi tiap panggilan diwakili satu kode pada frekuensi dan waktu yang sama. Jika ada beberapa frekuensi yang digunakan maka merupakan kombinasi FDMA-CDMA. Sistem yang memakai akses jamak ini adalah CDMA2000 1x. Jadi pada CDMA, seluruh pelanggan menggunakan frekuensi yang sama pada waktu yang sama. Dalam diagram blok CDMA tampak bahwa data input dari satu pelanggan dikalikan dengan salah satu dari banyak kode PN (Pseudo Noise). Jumlah kemungkinan kode yang dihasilkan oleh generator kode PN identik dengan jumlah kanal yang disediakan. Jika generator kode PN mampu menghasilkan 100 kode, maka sebanyak itu pula kanal yang diperoleh. Oleh modulator hasil perkalian antara input data dengan kode PN ditumpangkan pada sinyal RF (Radio Frequency) agar dapat dikirim lewat udara. Di penerima, demodulator memisahkan sinyal pesan dari sinyal RF yang ditumpanginya. Sinyal pesan yang mengandung kode ini dicocokkan dengan kode PN di penerima. Sinyal pesan akan dipisahkan dari kode dan diteruskan jika kode PN pada sinyal masuk sama dengan kode PN pada penerima. 2. 5 Gambaran Umum SCBS-408L SCBS-408L, base transceiver station (BTS) dijaringan, berfungsi menghubungkan CDMA 2000 1X dengan mobile station (MS) dibawah kendali base station control (BSC). SCBS-408L menghubungkan mobile station melalui udara, dan mendukung IS-2000 dengan cammon air interface (CAI). Dengan kata lain, SCBCS-408L menyediakan suatu layanan dengan standar IS 2000. SCBS-408L menggunakan teknologi ATM untuk berkomunikasi dengan BSC. Protocol komunikasi ATM menambahkan addressed overhead bit pada setiap pesan agar penggunaan link terbatas dapat secara efisien. Selain itu, SCBS-408L menggunakan link Universitas Sumatera Utara EI/TI dengan BSC, dengan demikian semua sinyal kendali dan sinyal trafik diproses dengan stabil dan cepat, maka SCBS-408L dapat menyediakan jaringan yang lebih dapat diandalkan. SCBS-408L dipasang didalam ruangan, yang mengginakan tipe omni maupun sektor tergantung kondisi lokasi instalasi. Ketika menggunakan omni, dapat menyadiakan maksimum 7 FA pada rak dasar sendiri. Ketika menggunakan tipe sektor, dapat menyediakan maksimum 7 FA setiap sektor jika rak perluasan dipasang pada SCBS-408L. 2.5.1 Konfigurasi Jaringan SCBS-408L dikendalikan oleh BSC via kabel dan terhubung dengan mobile station via radio untuk melaksanakan fungsinya menghubungkan panggilan CDMA 2000 1X. jaringan terdiri dari: a. Mobile Switching Center (MSC) MSC adalah sistem switching dijaringan. Sistem ini berfungsi mengadakan panggilan antara mobile station sendiri dengan yang lain dan menyediakan jasa tambahan dalam hubungan dengan sistem yang lain b. Home Location Register (HLR) HLR adalah suatu data base yang menyimpan dan mengatur informasi langganan CDMA 2000 1X dan mempunyai struktur dan konfigurasi toleransi kesalahan yang menyediakan proses database real time. HLR melaksanakan fungsinya berinteraksi denga MSC, pusat layanan pesan singkat, pusat kendali jaringan, dan pusat pelanggan. c. Data Core Network (DCN) DCN adalah suatu jaringan terpisah yang diperlukan untuk menyediakan pelanggan mobile dengan jasa paket data komunikasi seperti internet. DCN terdiri dari PSDN Universitas Sumatera Utara (packet data serving node). Router pintu gerbang, NMS (network management sistem). PSDN menyediakan hubungan antara BSC dan DCN. d. Inter Working Function (IWF) IWF adalah suatu sistem yang diperlukan untuk menyediakan pelanggan mobile dengan rangkaian jasa komunikasi data seperti fax dan modem serta mempunyai suatu modem khusus didalamnya. Atas permintaan MS atau PSTN untuk data rangkaian, IWF menyediakan jasa menyediakan sumber utama modem. e. Base station Manager (BSM) BSM menediakan fungsi operasi dan memelihara untuk BSC dan BTS, BSM menyediakan suatu graphical user interface (GUI) yang mudah digunakan oleh operator untuk memeriksa status sistem dan membuat perintah untuk menjalankan proses tertentu. f. Base station Controller (BSC) BSC menghubungkan data dan panggilan suara antar BTS dan MSC. Untuk panggilan suara, berfungsi sebagai vecoder dan menyediakan pemeliharaan dan operasi ke BSS (Base station Sistem) dibawah kendali BSM. g. Base station Transceiver Sistem (BTS) BTS menyediakan pelangganan mobile layanan komunikasi mobile dengan bantuan mobile station via radio. Alat penghubung antara base station dan mobile station mengikuti standar IS-2000 2.5.2 Fasilitas SCBS-408L SCBS-408L mendukung berbagai tipe fasilitas jaringan berikut, mencakup proses panggilan dasar : Universitas Sumatera Utara a. Kapasitas Langganan Besar SCBS-4008L menggunakan suatu kartu saluran sangat terintegrasi untuk mengakomodasi sampai 648 saluran (saluran suara) pada suatu rak dasar tersendiri. Jika dua rak perluasan ditambahkan, kapasitas meningkat tiga kali lipat. Sebagai tambahan, SCBS-408L dapat digunakan sebagai tipe omni atau sektor dengan sumber saluran yang sama yang dapat dipili dan digunakan untuk penyatuan saluran. Seperti halnya mendukung alokasi saluran berbeda, SCBS-408L dapat secara efisien dikendalikan oleh sumber. b. Struktur Modul Sistem SCBS-408L terdiri dari modul perangkat keras. Oleh karena itu, relokasi dapat dengan mudah diterapkan pada sistem yang terpasang dengan pemasangan modul yang sesuai tanpa merubah konfigurasi layanan dan keamanan. 6. Home Agent (HA) HA berperan dalam implementasi protokol Mobile IP dengan meneruskan paket-paket ke PDSN dan sebaliknya. HA menyediakan keamanan dengan melakukan otentikasi MS melalui pendaftaran Mobile IP. HA juga menjaga hubungan dengan AAA untuk menerima informasi tentang pelanggan. 7. Authentication, Authorization and Accounting (AAA) AAA mempunyai peran yang berbeda-beda tergantung pada tipe jaringan dimana dia terhubung. Jika AAA server terhubung ke service provider network, fungsi utamanya Universitas Sumatera Utara adalah melewatkan permintaan otentikasi dari PDSN ke Home IP network, dan mengotorisasi respon dari home IP network ke PDSN. AAA juga menyimpan informasi akunting dari MS dan menyediakan profil pelanggan dan informasi QoS bagi PDSN. Jika AAA server terhubung ke home IP network, dia melakukan otentikasi dan otorisasi bagi MS berdasarkan permintaan dari AAA lokal. Jika AAA terhubung ke broker network, dia meneruskan permintaan dan respon antara service provider network dan home IP network yang tidak mempunyai hubungan bilateral. 8. MSC ( Mobile Switching Center ) Sering juga disebut interface antara BSC BSC dengan public voice ( PSTN ) dan jaringan data ( ISDN ) melalui gateway MSC ( G-MSC ). HLR (Home Local Register) Berfungsi untuk meyimpan seluruh data pelanggan misalnya IMSI, data lokasi user, Shared Secret Data (SSD) semua user, dan informasi lain yang spesifik bagi tiap user Pusat autentifikasi (AuC) Pusat penyimpanan untuk Electronic Serial Number (ESN) tiap user teregistrasi. 9. Router Berfungsi untuk merutekan paket data ke dan dari berbagai macam elemen jaringan CDMA 2000. Router bertanggung jawab untuk mengirim dan menerima paket jaringan internal atau sebaliknya. Untuk menjamin keamanan ketika berhubungan dengan aplikasi data ke jaringan luar, maka diperlukan fire wall. Pada intinya perbedaan mendasar dari CDMA 2000-1x dengan CDMA 20001x EX-DO terletak pada kecepatan yang tentu saja akan berbeda dan juga carrier yang berbeda. Pada CDMA 2000-1x EV-DO kecepatan akan bisa mencapai hingga 2 Mbps dan juga telah menambah layanan konferensi video. Pada CDMA 2000-1x hanya tersedia 1 carrier saja untuk pertransmisian layanan baik itu voice maupun data, sedangkan pada CDMA 2000-1x EV-DO carrier tersebut dipisah, dengan kata lain carrier untuk data berbeda dengan layanan lainnya sperti voice ataupun konferensi video. Sehingga interferensi yang sering terjadi pada CDMA 2000-1x jarang terjadi karena carrier yang digunakan akan berbeda. Universitas Sumatera Utara BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 KESIMPULAN Dari proses analisis dan hasil analisis yang telah diperoleh maka terdapat beberapa kesimpulan yaitu: 1. Flexi Data Net adalah layanan komunikasi data menggunakan jaringan Flexi yang memungkinkan pelanggan dapat mengakses e-mail dan attachment-nya serta informasi lain dari internet di mana pun dan kapan pun selama berada dalam coverage Flexi dengan menggunakan layanan teknologi CDMA khususnya CDMA 2000-1x yang merupakan bagian dari teknologi CDMAOne sebagai dasar dari layanan tersebut. 2. Flexi telah menggunakan teknologi CDMA 20001x sebagai bagian dari CDMAOne yang telah mengalami beberapa pengembangan dan didukung beberapa teknologi untuk mengoptimalkan hasil transmisi yaitu teknologi power control dan spektrum tersebar, kontrol daya yang lebih baik, uplink pilot channel, teknik vocoder baru, pengembangan kode Walsh serta perubahan skema modulasi. Sedangkan pada sisi arsitektur jaringan terdapat Base Station Controller (BSC) dengan kemampuan IP Routing, BTS multimode serta PDSN (Packet Data Serving Node). 3. CDMA dalam proses pengkoneksiannya menggunakan teknologi yang didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu, sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena mempergunakan teknik pengkodean sedangkan GSM menggunakan TDMA (Time Division Multiple Data), merupakan sebuah teknologi digital, sama halnya yaitu dengan membagi-bagi spektrum yang tersedia kepada Universitas Sumatera Utara sejumlah channel diskrit yang tetap, meskipun masing-masing channel merepresentasikan time slot yang tetap daripada band frekunesi yang tetap. 4. CDMA 2001-x yang digunakan oleh telkom Flexi saat ini menghasilkan kecepatan upstream/downstream 144 hingga 153 Kbps. Sedangkan Khusus untuk wilayah Jakarta, pada saat ini sedang dilakukan proyek uji coba wireless broadband (EV-DO) yang memungkinkan komunikasi data yang lebih cepat melalui jaringan bergerak (Mobile Network) dengan kecepatan mencapai 2 Mbps. Dari hampir 300 BTS yang terpasang, 17 BTS telah dialokasikan untuk layanan wireless broadband (EV-DO) dengan rata-rata throughput sebesar 2 Mbps dibandingkan dengan 153 Kbps untuk CDMA 2000-1x. Proyek uji-coba ini baru dilakukan di Jakarta mengingat penggunaan komunikasi data di Jakarta saat ini jauh lebih tinggi dibanding dengan daerah-daerah lain di Pulau Jawa. 5.2 SARAN 1. Untuk pengembangan layanan Flexi data net ke arah depan, maka perlu dibuat suatu desain sistem yang lebih akurat sehingga interferensi yang selalu menjadi permasalahan dalam jaringan tersebut bisa sedikit berkurang yaitu dengan mengembangkan teknologi CDMA 2000-1x EV-DO ke semua jaringan Flexi sehingga interferensi akan berkurang karena teknologi ini menggunakan 2 carrier tidak seperti teknologi yang selama ini digunakan oleh Flexi yaitu CDMA 2000-1x yang menggunakan 1 carrier sehingga sangat rentan terhadap interferensi. 2. Untuk dapat mengembangkan layanan Flexi maka diperlukan penambahan perangkat-perangkat jaringan Flexi di daerah-daerah yang belum mendapat jangkauan Flexi. Hal ini akan dapat mendukung proses sosialisasi pengembangan layanan CDMA yang selama ini belum terjangkau sampai ke daerah kecil yang telah terlebih dahulu dijangkau oleh GSM. Universitas Sumatera Utara 3. Untuk dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat maka sangat diperlukan sosialisasi penggunaan internet sebagai media belajar, karena dengan menggunakan internet dapat mengetahui keadaan seluruh dunia. Hal ini harus didukung pula dengan meminimalisasi biaya yang akan dibebankan kepada masyarakat sebagai end-user. Apabila penggunaan internet sudah lazim seperti layaknya penggunaan telepon selular di masyarakat maka keberhasilan penerapan layanan Flexi data net yang memungkinkan akses internet dengan menggunakan handphone khususnya Flexi akan segera terlaksana. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Amperiyanto, Tri. 2003. “Bermain Dengan Internet”. Jakarta :PT. Elex Media Komputindo. Arief, Ramadhan. 2006. “Pengenalan Jaringan Komputer”. Jakarta :PT Elex Media Komputindo. Azwar, Syarifuddin, 2004. ”Metodologi Penelitian”. Yogyakarta :Pustaka Belajar. Green, DC. 1995. ”Komunikasi Data”. Yogyakarta :Andi Offset. Hadi, Sutrino. 2004. ”Metodologi Research”. Yogyakarta :Andi Offset. Kadir, Abdul. 2003. “Pengenalan Sistem Informasi”. Yogyakarta :Andi Offset. Kendall, Kenneth E Dan Julie. 2003. “Analisis Dan Perancangan Sistem Jilid I”. Jakarta :Pearson Education Asia Pte. Ltd, PT. Prenhall Indo. Kent, Peter. 1996. “Penuntun 10 Menit Untuk Internet”. Bandung :Penerbit ITB. Laquey, Tracy. 1997. “Sahabat Internet”. Bandung :Penerbit ITB. Mulyanta, Edi S S.Si. 2005. ”Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer”. Yogyakarta :Penerbit Andi. Naproni, 2006. “Membangun Jaringan Komputer Berbasis Kabel Dan Wireless”. Bandung :Penerbit Alfabeta. PT. Telekomunikasi Indonesia. 2007. ”Sistem Komunikasi Bergerak”. Medan. PT. Telekomunikasi Indonesia. 2007. “CDMA 2000-1x EVDO”. Medan. PT. Telekomunikasi Indonesia. 2007. ”CDMA VS GSM”. Medan. Purbo, Onno W. 2003. ”Buku Pintar Internet :TCP/IP, Standard, Desain dan Implementasi”. Jakarta :PT. Elex Media Komputindo. Purwadi, Daniel H. 1995. ”Belajar Sendiri Mengenai Internet Jaringan Informasi Dunia”. Jakarta :PT. Elex Media Komputindo. Rafiudin, Rahmat. 2006. ”Protokol-protokol Internet”. Yogyakarta :Andi Offset. Universitas Sumatera Utara Setiawan, Agung. 2003. ”Pengantar Sistem Komputer”. Bandung : Informatika Bandung. Stalling, William. 2001. ”Komunikasi Data Dan Komputer :Dasar-dasar Komunikasi Data. 6th Edition”. Jakarta :Penerbit Salemba Teknika. Subagyo, P Joko. 1997. ”Metode Penelitian”. Jakarta :Penerbit Rineka Cipta. Tanembaum, Andrew s. 1996. ”Jaringan Komputer Jilid I”. Jakarta :PT. Ikrar Mandiri Abadi. Teguh, Wahyono. 2003. ”Prinsip Dasar dan Teknologi Komunikasi Data, Edisi Pertama”. Yogyakarta :Penerbit Graha Ilmu. Ustadiyanto, Riyeke. 2001. ”Internet Marketing”. Yogyakarta :Andi Offset. Wahyono, Teguh. 2004. ”Sistem Informasi”. Yogyakarta :Graha Ilmu. http://www.telkom.co.id/Telkom RDC Media.htm Diakses tgl 20 November 2007 http://www.telkom.co.id/Company Profile.htm. Diakses tgl 22 Desember 2007. http://www.telkom.co.id/Manegement.htm Diakses tgl 24 Desember 2007. http://www.wikipedia.org/Network delay, availibility, reliability.htm Diakses tgl 24 Desember 2007 Universitas Sumatera Utara
Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi Cdma 2000 1X
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Handoff Pada Sistem Telekomunikasi CDMA 2000 1x

Gratis