Feedback

Analisis Kontrastif Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Informasi dokumen
ANALISIS KONTRASTIF KATA BANTU BILANGAN DALAM BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INDONESIA 汉印量词对比分析 SKRIPSI Disusun oleh : CHERRY CERIANTI 070710001 PROGRAM STUDI SASTRA CINA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara ANALISIS KONTRASTIF KATA BANTU BILANGAN ANTARA BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INDONESIA SKRIPSI Skripsi ini diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya universitas Sumatera Utara untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana dalam Bidang Ilmu Sastra Cina. Oleh: Cherry Cerianti 070710001 Pembimbing I Pembimbing II Dra. Nur Cahaya Bangun, M. Si NIP: 19600711 198903 23 001 Wu Qiao Ping, M. A Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Budaya Program Studi S-1 Sastra Cina Medan 2011 Universitas Sumatera Utara PENGESAHAN Diterima oleh: Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana dalam Bidang Ilmu Sastra Cina Pada Tanggal Hari : Pukul 8.30 – 11.30 wib : 13 Juni 2011 : Senin Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Dekan Dr. H. Syahron Lubis, M.A NIP: 196201161987031003 Panitia Ujian No 1. Dr. T. Thyrhaya Zein, M.A 2. Dra. Nur Cahaya Bangun, M.Si 3. Wu Qiao Ping, M. A 4. Liu Jin Feng, M. A Tanda Tangan () () () () Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this thesis is “ANALISIS KONTRASTIF KATA BANTU BILANGAN DALAM BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INDONESIA”. This thesis is analyzing the similarities and differences of measure word in Chinese and Indonesian. The purpose of this research is to find the similarities and differences of measure word in Chinese and Indonesian, to easy the students in learning language. The methodology used in this paper is descriptive method. The writer use Contrastive Analysis as a theory to analyze the similarities and differences of measure words between the both languages.The result found that there are three similarities of measure word in Chinese and Indonesian, such as measure word in Chinese is usually noun-measure word, as well as in Indonesian. Measure words in both languages have the same pattern reduplication “numeral A-numeral A”. Measure word in both languages that has noun in measure word; don’t have to use measure word again. And there are eight kinds of differences of measure word found in Chinese and Indonesian. Verb-measure word. Numeral “satu” can be abridged to “se” and combine with measure word. Measure word in Chinese is compulsory to use. Comparison between 些 and beberapa. Chinese measure word usually use with pronoun bookmark. The different pattern of reduplication “AA”, “numeral AA” in Chinese and “seA demi seA”, “ber A-A” in Indonesian. Insert the adjective between numeral and measure word. In Chinese there are some nouns that can go before measure word and have a plural nouns meaning. Key words: Analisis Kontrastif; Kata Bantu Bilangan Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugerah dan kesempatan yang telah diberikan oleh-Nya kepada penulis mulai dari masa perkuliahan sampai dengan tahap penyelesaian tugas akhir di Fakultas Ilmu Budaya Departemen Sastra Cina Universitas Sumatera Utara. Tugas Akhir ini diberi judul “Analisis Kontrastif Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia”. Hal pertama yang membuat penulis ingin mengangkat tentang topik ini adalah dikarenakan banyak murid Indonesia yang menemukan kesulitan dalam belajar kata bantu bilangan dalam bahasa Mandarin, yang menyebabkan penggunaan yang salah ataupun penerjemahan kata yang tak tepat. Selain itu, penulis juga berkeinginan besar untuk lebih mengerti mengenai perbedaan ataupun persamaan yang terdapat antara kata bantu bilangan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Sungguh suatu hal yang luar biasa dimana akhirnya tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktu yang diharapkan. Tugas akhir adalah merupakan salah satu unsur yang sangat penting sebagai pemenuhan nilai-nilai tugas dalam mencapai gelar Sarjana Humaniora dari Fakultas Sastra Departemen Sastra China di universitas ataupun perguruan tinggi manapun di seluruh Nusantara, termasuk pula di Universitas Sumatera Utara. Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis tidak lupa ingin menghaturkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada : 1. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, atas kesempatan dan waktu yang telah diberikan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan studi Strata-I di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara dengan baik. Universitas Sumatera Utara 2. Dr. T.Thyrhaya Zein, M.A. selaku Ketua Departemen Sastra China dan dengan selalu member petunjuk kepada penulis semasa perkuliahan. 3. Drs. Nur Cahaya Bangun, M.Si selaku Dosen Pembimbing I atas bimbingan, nasehat dan waktu yang diberikan untuk penulis mulai dari masa perkuliahan sampai saat ini. 4. Wu Qiao Ping, M.A. selaku Dosen Pembimbing II, atas bimbingan, nasehat dan waktu yang diberikan untuk penulis mulai dari masa perkuliahan sampai saat ini. 5. Liu Jin Feng, M.A. yang selalu dengan sabar dan rendah hati dalam membimbing penulis serta memberikan arahan, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. 6. Bapak / Ibu Dosen Fakultas Ilmu Budaya Departemen Program Studi Sastra Cina Universitas Sumatera Utara, tanpa bisa penulis sebut lagi satu per satu, dengan segala kerendahan hati dan tidak mengurangi rasa hormat bagi beliau-beliau, atas jasajasanya dalam mengasuh dan memberikan ilmu dan bimbingan serta nasehat yang sangat berarti kepada penulis mulai dari semester I sampai dengan sekarang ini. 7. Kedua orang tua penulis, yang sangat penulis cintai dan sayangi, serta juga kepada abang dan adik yang penulis sayangi. 8. Teman-teman yang memberikan dukungan, doa, saran dan idenya 9. Dan segenap pihak yang belum penulis sebut di sini atas jasa-jasanya dalam mendukung dan membantu penulis dari segi apapun, sehingga tugas akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, penulis sebelum dan sesudahnya juga memohonkan maaf atas segala kesilapan-kesilapan dan mungkin kesalahan atas perbuatan maupun ucapan yang telah penulis lakukan. Seperti kata pepatah “Tiada Gading yang Tak Retak”, begitu pula penulis yang hanyalah manusia biasa yang tentunya tidak akan luput dari kesilapan dan kesalahan. Tugas Akhir yang telah penulis selesaikan dengan segenap hati dan pemikiran ini tentunya masih perlu untuk diperbaiki bilamana di kemudian hari terdapat kekurangan. iii Universitas Sumatera Utara Untuk itu, penulis dengan tangan terbuka akan menerima segala masukan maupun saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, atas segala perhatian yang telah diberikan untuk hasil karya penulis ini, sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih. Semoga karya ini sedikit banyak juga dapat bermanfaat bagi kita semua. Medan, 30 Juni 2011 Hormat Penulis, CHERRY CERIANTI NIM. 070710001 iv Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRAK . .i KATA PENGANTAR . .ii DAFTAR ISI v BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang . . . 1 1.2 Rumusan Masalah . . . . .4 1.3 Tujuan Penelitian . . 4 1.4 Manfaat Penelitian . . . .4 1.5 Pembatasan Masalah . . . .5 BAB II. KONSEP, LANDASAN TEORI, TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Tinjauan Pustaka . .6 2.2 Konsep . 7 2.2.1 Analisis Kontrastif . . 7 2.2.2 Kata . .8 2.2.3 Jenis Kata . .9 2.2.3.1 Jenis Kata dalam Bahasa Mandarin . . 9 2.2.3.2 Jenis Kata dalam Bahasa Indonesia . .11 2.2.4 Kata Bantu Bilangan . .13 2.2.4.1 Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin . . 13 2.2.4.2 Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Indonesia . 14 2.3 Landasan Teori . .15 Universitas Sumatera Utara BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian . 17 3.2 Teknik Pengumpulan Data . . .17 3.3 Teknik Analisis Data . .18 3.4 Data dan Sumber Data . 18 BAB IV. PEMBAHASAN 4.1 Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin . 20 4.1.1 Jenis-Jenis Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin .20 4.1.2 Ciri-Ciri Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin . 31 4.2 Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Indonesia 35 4.2.1 Jenis-Jenis Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Indonesia . 35 4.2.2 Ciri-Ciri Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Indonesia . 37 4.3 Persamaan dan Perbedaan Kata Bantu Bilangan Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia .40 4.3.1Persamaan Kata Bantu Bilangan Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.40 4.3.2 Perbedaan Kata Bantu Bilangan Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.42 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan 55 5.2 Saran . .57 DAFTAR PUSTAKA . .vii vi Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this thesis is “ANALISIS KONTRASTIF KATA BANTU BILANGAN DALAM BAHASA MANDARIN DAN BAHASA INDONESIA”. This thesis is analyzing the similarities and differences of measure word in Chinese and Indonesian. The purpose of this research is to find the similarities and differences of measure word in Chinese and Indonesian, to easy the students in learning language. The methodology used in this paper is descriptive method. The writer use Contrastive Analysis as a theory to analyze the similarities and differences of measure words between the both languages.The result found that there are three similarities of measure word in Chinese and Indonesian, such as measure word in Chinese is usually noun-measure word, as well as in Indonesian. Measure words in both languages have the same pattern reduplication “numeral A-numeral A”. Measure word in both languages that has noun in measure word; don’t have to use measure word again. And there are eight kinds of differences of measure word found in Chinese and Indonesian. Verb-measure word. Numeral “satu” can be abridged to “se” and combine with measure word. Measure word in Chinese is compulsory to use. Comparison between 些 and beberapa. Chinese measure word usually use with pronoun bookmark. The different pattern of reduplication “AA”, “numeral AA” in Chinese and “seA demi seA”, “ber A-A” in Indonesian. Insert the adjective between numeral and measure word. In Chinese there are some nouns that can go before measure word and have a plural nouns meaning. Key words: Analisis Kontrastif; Kata Bantu Bilangan Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat berupa lambang bunyi suara yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Daniel, 1986: 34). Mengingat betapa pentingnya peranan bahasa baik sebagai sarana komunikasi, sarana integrasi dan adaptasi, maupun yang paling penting adalah sebagai sarana untuk memahami orang lain, maka banyak orang yang mempelajari bahasa dari negara-negara lain atau yang sering disebut sebagai bahasa asing. Bahasa yang biasanya ingin dipelajari oleh seseorang adalah bahasa dari negara maju ataupun negara yang mempunyai pengaruh dalam dunia internasional, salah satunya Negara Cina dengan bahasa Mandarinnya. Perkembangan perekonomian Cina yang cepat dan mengglobal membuat banyak negara-negara lain sadar akan pentingnya belajar bahasa Mandarin sebagai dasar berkomunikasi. Di Indonesia bahasa Mandarin berkembang pesat. Di manamana orang bicara bahasa Mandarin. Tempat-tempat kursus didirikan di banyak kota besar di Indonesia. Tidak lama kemudian banyak Universitas mendirikan jurusan bahasa Mandarin, seperti Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Cina dan bahkan sekolah-sekolah menengah juga memasukkan bahasa Mandarin dalam kurikulum mereka. Bahasa Mandarin adalah bagian dari rumpun bahasa Sino-Tibet. Bahasa Mandarin adalah lambang sosial yang ditandai oleh satu sistem tulisan yang mengikat Universitas Sumatera Utara jutaan manusia yang terdiri dari berbagai suku bangsa dengan berbagai bahasa yang cukup jauh perbedaannya. Bahasa tertulis Mandarin menggunakan aksara. Karya tulis ini akan menganalisis perbedaan kata bantu bilangan antara Bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Oleh karena,Bahasa Mandarin dan Bahsa Indonesia berasal dari rumpun bahasa yang berbeda, maka analisis yang digunakan adalah Analisis Kontrastif. Sesuai degan yang dikatakan Guntur (1987: 226) sebagai berikut,”. Linguistik Kontrastif (Contrastive Linguistics) adalah ilmu bahasa yang meneliti perbedaan-perbedaan, ketidaksamaan yang terdapat pada dua bahasa atau lebih.” Dengan demikian, perbedaan dan persamaan dari dua bahasa tersebut, baik dalam tatabahasanya maupun aspek-aspek lain diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi orang-orang yang ingin mempelajari bahasa Mandarin. Pengucapan bahasa Mandarin yang unik, tata bahasa yang berbeda maupun tulisan yang berbeda dengan bahasa Indonesia, membuat bahasa Mandarin menjadi bahasa yang termasuk rumit untuk dipelajari. Kata bantu bilangan bahasa Mandarin yang menjadi bagian dari tata bahasa merupakan salah satu hal yang cukup sulit untuk dipelajari dan dipahami. Berikut adalah hal-hal yang menyebabkan terjadinya kesulitan-kesulitan tersebut, yaitu: Pertama, kata bantu bilangan bahasa Mandarin terdiri dari kata benda-kata bantu bilangan dan kata kerja- kata bantu bilangan. Sedangkan kata bantu bilangan dalam bahasa Indonesia hanya berupa kata benda-kata bantu bilangan. Kedua, penggunaan kata bilangan dalam bahasa Mandarin tidak menggunakan penyingkatan, sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata bilangan “satu” dapat disingkat menjadi “se” dan dilekatkan pada kata bantu bilangan sehingga menjadi satu morfem. 2 Universitas Sumatera Utara Ketiga, penggunaan kata bantu bilangan dalam bahasa Mandarin harus digunakan pada kata bilangan atau kata ganti penunjuk. Berbeda dengan bahasa Indonesia secara lisan, kata bantu bilangan dapat ditiadakan atau tidak disebut. Namun, dalam penulisan harus tetap tertulis. Ironisnya, kini kecenderungan untuk meniadakan kata bantu bilangan sering dilakukan. Keempat, kata bantu bilangan dalam bahasa Mandarin tidak dapat berdiri sendiri, oleh karena itu biasanya kata bantu bilangan digunakan secara bersamaan dengan kata ganti penunjuk ataupun kata bilangan. Dalam bahasa Indonesia, kata bantu bilangan tidak digunakan bersamaan dengan kata ganti penunjuk. Kelima, kata bantu bilangan dalam bahasa Mandarin bisa diulang (reduplikasi), begitu juga dengan kata bantu bilangan dalam bahasa Indonesia, namun pola reduplikasi antara bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia , berbeda. Keenam, dalam bahasa Mandarin, antara kata bilangan dan kata bantu bilangan dapat disisipi kata sifat, sedangkan dalam bahasa Indonesia kata bilangan dan kata bantu bilangan tidak dapat dipisahkan. Ketujuh, dalam bahasa Mandarin, ada beberapa kata benda yang penggunaannya dapat mendahului kata bantu bilangan dengan membentuk satu kesatuan yang memiliki arti jamak. Sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak memiliki ciri fungsi seperti ini. Dengan demikian, perbedaan dan persamaan kata bantu bilangan antara kedua bahasa tersebut menjadi penting untuk dipahami dan dipelajari dengan baik sebagai pembelajar yang mempelajari bahasa Mandarin sebagai bahasa asing, akan lebih mudah. Perbedaan kata bantu bilangan antara kedua bahasa tersebut merupakan suatu hal yang cukup menarik dan layak untuk dijadikan topik penelitian. Dengan kata lain, 3 Universitas Sumatera Utara penulis tertarik untuk meneliti perbedaan dan persamaan antara kata bantu bilangan dalam kedua bahasa tersebut, sehingga mengangkat judul penelitian : “ Analisis Kontrastif Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.” 1.2 Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan pada pendahuluan di atas, masalah penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana persamaan kata bantu bilangan bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia? 2. Bagaimana perbedaan kata bantu bilangan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia? 1.3 Tujuan Penelitian Sesuai dengan perumusan masalah, maka tujuan analisis ini adalah sbb: 1. Untuk mengetahui persamaan kata bantu bilangan bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia. 2. Untuk mengetahui perbedaan kata bantu bilangan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Secara Teoritis 4 Universitas Sumatera Utara Setelah mengetahui persamaan dan perbedaan antara kata bantu bilangan bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia, khususnya oleh pengguna kata bantu bilangan, maka diharapkan para pelajar bahasa asing (Mandarin) akan lebih mudah Dapat menambah pengetahuan dalam bidang linguistik bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. 1.4.2 Secara Praktis Memberikan sumbangan pemikiran sebagai referensi untuk mengembangkan penulisan yang lebih mendalam di masa yang akan datang. Dapat membantu dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk orang China, atau pengajaran bahasa Mandarin untuk orang Indonesia 1.5 Pembatasan Masalah Berdasarkan uraian penjelasan diatas,maka ruang lingkup yang akan dibahas dalam tugas akhir yang berjudul: “Analisis Kontrastif Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia” adalah sebagai berikut: 1. Memaparkan persamaan dan perbedaan jenis kata bantu bilangan dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. 2. Memaparkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri kata bantu bilangan dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. 3. Jenis dan Ciri-ciri kata bantu bilangan tersebut akan dilihat persamaan dan perbedaan melalui contoh-contoh dalam kalimat 5 Universitas Sumatera Utara maupun sebagian, baik bervariasi fonem maupun tidak, baik berkombinasi dengan afiks maupun tidak. Menurut Chaer (2007:182) pengulangan adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar, baik secara keseluruhan, secara sebagian (parsial), maupun dengan perubahan bunyi. Muslich (2008:52-55) mengemukakan jenis pengulangan didasarkan pada bagaimana bentuk dasar kata ulang itu diulang. Jenis pengulangannya ada empat yaitu: 1. Pengulangan seluruh Yaitu pengulangan bentuk dasar secara keseluruhan, tanpa berkombinasi dengan pembubuhan afiks dan tanpa perubahan fonem. Contohnya: Batu-batu Satuan-satuan 2. Pengulangan sebagian Yaitu pengulangan bentuk dasar secara sebagian, tanpa perubahan fonem. Contohnya: Universitas Sumatera Utara Berlari-lari Terguling-guling 3. Pengulangan yang berkombinasi dengan pembubuhan afiks. Yaitu pengulangan bentuk dasar disertai dengan penambahan afiks secara bersama-sama atau serentak dan bersama-sama pula mendukung satu arti. Contohnya: Rumah-rumahan Kekuning-kuningan 4. Pengulangan dengan perubahan fonem Yaitu pengulangan bentuk dasar dengan disertai perubahan fonem. Contohnya: Gerak-gerik Sayur-mayur Verhaar (2001:152) mengemukakan ada lima bentuk pengulangan dalam bahasa Indonesia yaitu: 1. Dwilingga, yakni pengulangan morfem asal. Contohnya: Meja-meja Kursi-kursi 2. Dwilingga saling swara, yakni pengulangan morfem asal dengan perubahan vokal dan fonem lainnya. Contohnya: Universitas Sumatera Utara Bolak-balik Mondar-mandir 3. Dwipurwa, yakni pengulangan silabel pertama. Contohnya: Lelaki Pepatah 4. Dwiwasana, yakni pengulangan pada akhir kata. Contohnya: Perlahan-lahan Sekali-kali 5. Trilingga, yakni pengulangan morfem asal sampai dua kali. Contohnya: Cas-cis-cus Ngak-ngik-ngok 4.1.1. Pembentukan Pengulangan Bahasa Mandarin Berdasarkan Kelas Katanya Suparto (2003:31;75;89;117) menyatakan bahwa dalam bahasa Mandarin ada empat jenis pengulangan berdasarkan kelas katanya, yaitu: 1. Pengulangan kata benda Kata benda adalah kata yang menyatakan orang, benda, waktu, dan tempat. Dalam kata benda terdapat pengulangan kata benda monosilabel, yaitu pengulangan kata benda pada satu suku kata. Nomina + nomina  pengulangan nomina Universitas Sumatera Utara Contoh: a. /tian tian/ ‘hari-hari’ /tian/ + /tian/  nomina nomina /tian tian/ pola AA /tian tian/ adalah pengulangan yang terbentuk dari nomina /tian/ yang artinya ‘hari’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /tian/ + /tian/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang bermakna jamak yakni ‘setiap hari’. b. /ren ren/ 人人 /ren/人 + /ren/人  nomina nomina ‘orang-orang’ /ren ren/人人 pola AA /ren ren/ adalah pengulangan yang terbentuk dari nomina /ren/ yang artinya ‘orang’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /ren/ + /ren/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang bermakna jamak yakni ‘setiap orang atau banyak orang’. c. /xing xing/ /xing/星 + /xing/星  nomina nomina 星星 ‘bintang-bintang’ /xing xing/星星 pola AA /xing xing/ adalah pengulangan yang terbentuk dari nomina /xing/ yang artinya ‘bintang’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri Universitas Sumatera Utara dari dua buah morfem bebas yaitu; /xing/ + /xing/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang bermakna jamak yakni ‘banyak bintang’. 2. Pengulangan kata bantu bilangan Kata bantu bilangan adalah kata yang menyatakan satuan atau unit dari orang atau benda. Kata bantu bilangan + kata bantu bilangan  pengulangan kata bantu bilangan Contoh: 1. /ge ge/ 哎setiap buah’ 个个 /ge/ 个 + /ge/ 个 kata bantu bilangan + kata bantu bilangan  /ge ge/ 个个 pola AA /ge ge/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata bantu bilangan /ge/ yang artinya ‘sebuah’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari sebuah morfem terikat yang kemudian morfem itu diulangi yaitu; /ge/ + /ge/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang bermakna jamak yakni ‘setiap buah’. 2. /jia jia/ 哎setiap buah’ 家家 /jia/ 家 + /jia/ 家 kata bantu bilangan + kata bantu bilangan  /jia jia/ 家家 pola AA /jia jia/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata bantu bilangan /jia/ yang artinya ‘sebuah yaitu kata bantu bilangan untuk golongan keluarga, perusahaan misalnya; sebuah keluarga, sebuah Universitas Sumatera Utara toko, dan lain-lain’. Yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari sebuah morfem terikat yang kemudian morfem itu diulangi yaitu; /jia/ + /jia/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang bermakna jamak yakni ‘setiap buah’. 3. /zhang zhang/ 哎setiap buah’ 张张  /zhang/ 张 + /zhang/ 张 张 kata bantu bilangan + kata bantu bilangan /zhang zhang/ 张 pola AA /zhang zhang/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata bantu bilangan /zhang/ yang artinya ‘sebuah yaitu kata bantu bilangan untuk golongan benda yang lebar dan pipih, misalnya; sebuah meja, sehelai kertas, dan lain-lain’. Yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari sebuah morfem terikat yang kemudian morfem itu diulangi yaitu; /zhang/ + /zhang/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang bermakna jamak yakni ‘setiap buah’. 3. Pengulangan kata kerja Kata kerja adalah kata yang menyatakan gerakan, perubahan keinginan, keberadaan, kemungkinan, arah, dan kepastian. 3.1. Pengulangan kata kerja monosilabel Yaitu pengulangan kata kerja pada satu suku kata. Contoh: 1. /yao yao/ 摇摇 ‘menggelengkan’ Universitas Sumatera Utara /yao/ 摇 + /yao/ 摇  verba + verba /yao yao/ 摇摇 pola AA /yao yao/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /yao/ yang artinya ‘menggelengkan’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari sebuah morfem terikat yang kemudian morfem itu diulangi yaitu; /yao/ + / yao/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang menyatakan waktu suatu tindakan sangat pendek, yakni ‘menggelenggelengkan’. 2. /shi shi/ ‘mencoba’ 试试 /shi/ 试 + /shi/ 试  verba + verba /shi shi/ 试试 pola AA /shi shi/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /shi/ yang artinya ‘mencoba’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /shi/ + /shi/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang menyatakan coba coba, yakni ‘mencoba-coba’. 3. /kan kan/ /kan/ 看 + /kan/ 看  verba + verba 看看 ‘melihat’ /kan kan/ 看看 pola AA /kan kan/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /kan/ yang artinya ‘melihat’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi Universitas Sumatera Utara pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /kan/ + /kan/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang menyatakan waktu suatu tindakan sangat pendek, yakni ‘melihat-lihat’. 4. /zha zha/ 眨眨 /zha/ 眨 + /zha/ 眨  verba + verba ‘mengejapkan’ /zha zha/ 眨眨 pola AA /zha zha/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /zha/ yang artinya ‘melihat’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /zha/ + /zha/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang menyatakan waktu suatu tindakan sangat pendek, yakni ‘mengejapkan dengan sekilas’. 5. /xiao xiao/ 笑笑 /xiao/ 笑 + /xiao/ 笑  verba + verba ‘tertawa’ /xiao xiao/ 笑笑 pola AA /xiao xiao/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /xiao/ yang artinya ‘tertawa’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /xiao/ + /xiao/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang menyatakan waktu suatu tindakan sangat pendek, yakni ‘mengejapkan dengan sekilas’. Universitas Sumatera Utara 6. /liu liu/ ‘pergi’ 遛遛 /liu/ 遛 + /liu/ 遛  verba + verba /liu liu/ 遛遛 pola AA /liu liu/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /liu/ yang artinya ‘pergi’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari sebuah morfem terikat yang kemudian morfem itu diulangi yaitu; /liu/ + /liu/ sehingga berfungsi sebagai pembentuk kata ulang yang menyatakan waktu suatu tindakan sangat pendek, yakni ‘pergi sebentar’. 7. /ju ju/ ‘pergi’ 聚聚 /ju/ 聚 + /ju/ 聚  verba + verba /ju ju/ 聚聚 pola AA /ju ju/ adalah pengulangan yang terbentuk dari kata kerja /ju/ yang artinya ‘berkumpul’, yang mengalami pengulangan seluruh atau pengulangan morfem asal dari pola A menjadi pola AA. Terdiri dari dua buah morfem bebas yaitu; /ju/ + /ju/ sehingga dapat ditambahkan kata penegas ‘kah’ atau kata penghubung ‘yang’ sedangkan kata tanya “什么 shen me” tidak memakai kata penegas atau kata penghubung. Kata tanya “apa” dapat digunakan untuk kalimat tanya yang membutuhkan pengakuan sedangkan kata tanya “什么 shen me” tidak. Kata tanya “mana” dapat ditambahkan kata depan ‘di’, ‘ke’, ‘dari’ dan kata depan itu akan mempenaruhi makna dari kata tanya Universitas Sumatera Utara tersebut sedangkan kata tanya “ 哪 里 / 儿 na li / er” tidak ditambahkan kata depan. Kata tanya “siapa” dapat ditambahkan kata depan ‘pe’ atau kata penghubung ‘yang’ sedangkan kata tanya “ 谁 shui” tidak menggunakan kata depan atau kata penghubung. Kata “样 yang” pada kata tanya “怎么(样)zen me( yang )” dapat diganti dengan kata kerja Untuk menanyakan proses pada kata tanya “bagaimana” sering ditambahakan kata ‘cara’ sedangkan dalam kata tanya “ 怎 么 (样)zen me( yang )” jarang ditambahkan kata ‘ 方法 fang fa (cara)’ 5.2 Saran Setelah menyelesaikan penelitian mengenai kata tanya Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia penulis memiliki beberapa saran, seperti : 1. Pembaca yang kiranya memiliki ketertarikan dalam membahas kata tanya Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia dapat memperlus kajian penelitian ini, misalnya dengan membahas jenis kata tanya dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia lainnya. Universitas Sumatera Utara 2. Penulis juga berharap kiranya penelitian ini dapat dijadikan referensi atau bahan pembelajaran bagi pembaca yang ingin mempelajari mengenai kata tanya dalam Bahasa Mndarin dan Bahasa Indonesia 3. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu kritikan yang bersifat membangun akan diterima guna penelitian yang lebih baik lagi. 4. Sebagai salah satu Bahasa Internasional, penulis berharap masyarakat Indonesia dapat memiliki ketertarikan yang lebih terhadap Bahasa mandarin. Universitas Sumatera Utara Daftar Pustaka Amirin, Tatang M. 2000. Menyusun Rencana Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada Broto, A.S. 1978. Pengajaran Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Kedua Di Sekolah Dasar Berdasarkan pendekatan Linguistik Kontrastif. Jakarta: Bulan Bintang Chaer, Abdul. 2006. Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Moeloeng, Lexy J.2005.Metodologi Peneitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya Muslich, Masnur. 2008. Tata Bentuk Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara Parera, J. D. 1991. Kajian Linguitik Umum Historis Komparatif dan Tipologi Struktural. Jakarta: Erlangga Pranowo. 1996. Analisis Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada Salim. 2003. A Contrastive Analysis between English and Mandarin Language Interrogative Sentences. Medan: Universitas Sumatera Utara Tim Penyusun Kamus Pembinaan dan pengembangan Bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka Wildayanti. 2010. A Contrastive Analysis Of Question Words Between English and Mandailing language. Medan: Universitas Sumatera Utara Yongxin, Zhao. 2005. Intisari Tata Bahasa mandarin. Bandung: Rekayasa Sains. [1] 杨寄洲.汉语教程[M].北京:北京语言大学出版社,2006. Universitas Sumatera Utara [2] 袁策通.疑问代词的指称[J].China Academic Journal Electronic Publishing House, 2010. [3] 李素锦.疑问代词“谁”字用法说略[J].平顶山市卫东区东湖学校中学一 级语文教师,从事语文教学和汉语言研究,2010. [4] 靳焱,倪兰.疑问代词研究综述[J].中南民族大学学报(人文社会科学版), 2003. [5] 卢素琴.疑问代词“什么”的特殊用法分析[J].佛山科学技术学院学报(社会 科学版),2005. [6] 刘辰洁.疑问代词“怎么”的否定用法考察[J].齐齐哈尔大学学报(哲学社会 科学版),2010. Universitas Sumatera Utara 苏 北 大 学 中文系本科生毕业论文 题 名 学生姓名 汉印疑问词对比分析 哈德 Universitas Sumatera Utara 学 号 指导教师 070710003 伍巧平、刘金凤 学 院 人文学院 学 系 中文系 提交日期 2011 年 6 月 6 日 答辩日期 2011 年 6 月 16 日 摘要 疑问词是辅助句子表达疑问、提出问题的词。本文研究主要集中在以下 六个疑问词:什么=apa,什么时候=kapan,哪里/儿=dimana,为什么 =kenapa,谁=siapa,怎么(样)=bagaimana。笔者用对比分析的方法找出了 汉语和印尼语疑问词的相同点和不同点:汉语和印尼语疑问词有一样的系 统,但是它们的用法有些不一样,在基本用法之外,汉语疑问词有任指、虚 指、列举和反问四种特殊用法而印尼语只有任指和反问两种特殊用法。 关键词: 汉语;印尼语;疑问词;对比分析 Universitas Sumatera Utara 第一章 绪论 Universitas Sumatera Utara 1.1 研究目的 现在,汉语越来越重要,所以在印尼,越来越多的人想学习汉语,而汉语 中,我们认为,语法是最难的。语法难点有很多,其中之一是疑问词。疑问 词是辅助句子表达疑问、提出问题的词。“疑问”是属于全句的功能范畴, 疑 问词则是特指问句中传达疑问信息的主要手段。笔者拟对汉语和印尼语中的 疑问词进行对比分析,找出它们的相同点和不同点,从而帮助印尼学生学习 汉语的疑问词。本文的研究主要集中在以下六个疑问词:什么=apa,什么时 候=kapan,哪里/儿=mana,为什么=kenapa,谁=siapa,怎么(样) =bagaimana。 1.2 文献综述 卢素琴在《疑问代词“什么”的特殊用法分析》这篇文章中提出:疑问代 词“什么”的特殊用法, 主要有以下四种:“什么”的任指用法,“什么”的虚指用法, “什么”的列举用法,“什么”的否定用法。 刘辰洁在《疑问代词“怎么”的否定用法考察》这篇文章中提出:疑问代词 除了表示询问、任指和虚指外, 还有一个重要的用法, 即用在反问句中表示 否定。文章以“怎么”为例, 根据其出现的语言环境, 分类考察了“怎么+ AD+ VP” 用于表示否定出现的句法环境、语义以及功能, 并从反问句的句法机制 和主观性因素的角度分析了其表示否定意义的原因。 Universitas Sumatera Utara 袁策通在《疑问代词的指称》这篇文章中提出:“ 谁、什么、哪、怎样、怎 么”这样的词, 不象一般的实词那样固定,它们的词义及其在句子结构中的作 用是极其纷繁多样的。 李素锦在《疑问代词“谁”字用法说略》中对疑问代词的研究进行了总 结:文章以疑问代词“谁”字为着眼点,简略叙述了“谁”的基本用法及其可以 充当的句子成分,集中讨论了“谁”的反问、任指、虚指、宾语前置、组合短 语等五种特殊的用法情况。 靳焱和倪兰在《疑问代词研究综述》这篇文章中提出:对疑问范畴的研 究长期以来都是语言学界的热点, 这些研究都涉及到对疑问代词的描述和分 析。作者对疑问代词研究的历史和现状进行了回顾, 对疑问代词的界定、疑 问焦点及疑问代词的非疑问用法等问题的研究进行了分析和比较。 1.3 研究方法 本文主要采用下列方法进行了研究: 1.文献检索法; 2.对比分析法。 Universitas Sumatera Utara 第二章 汉印疑问词系统对比分析 2.1 汉语疑问词系统 2.1.1 什么 在句子中,疑问词“什么”用来问活动或事物。如: (1)你要吃什么? (2)你找什么东西? 2.1.2 什么时候 在句子中,疑问词“什么时候”用来问时间。如: (3)你什么时候回来? Universitas Sumatera Utara 2.1.3 哪里/儿 在句子中,疑问词“哪里/儿”用来问处所或地方。如: (4)你来自哪里? (5)我的钢笔在哪儿? 2.1.4 为什么 在句子中,疑问词“为什么”用来问原因。如: (6)你为什么喜欢汉语? 2.1.5 谁 在句子中,疑问词“谁”用来问人物。如: (7)那边那个男人是谁? (8)谁在敲门? 2.1.6 怎么(样) 在句子中,疑问词“怎么(样)”用来问方法或情况,也可以用来提出建 议。如: (9)你怎么知道我在这儿? (10)你的身体怎么样? 2.2 印尼语疑问词系统 2.2.1 Apa 在句子中,疑问词“apa”用来问活动或事物。“apa”跟汉语中的“什么”有一 样的意义。如: Universitas Sumatera Utara (11)Kamu ingin makan apa? (你要吃什么?) 你要吃什么? (12)Barang apa yang kamu cari? (东西什么是你找?) 你找什么东西? 2.2.2 Kapan 在句子中,疑问词“kapan”用来问时间。“kapan”跟汉语中的“什么时候”有 一样的意义。如: (13)Kapan kamu pulang? (什么时候你回来?) 你什么时候回来? 2.2.3 Mana 在句子中,疑问词“mana”用来问处所或地方。“mana”跟汉语中的“哪里/ 儿”有一样的意义。在印尼语中疑问词“mana”可以加介词“di” ,“ke”, “dari”。如: (14)Dimana pulpen saya? (在哪儿钢笔我?) 我的钢笔在哪儿? (15)Kamu mau pergi kemana? (你要去哪里?) 你要去哪里? 2.2.4 Kenapa 在句子中,疑问词“kenapa”用来问原因。“kenapa”跟汉语中的 “为什么”有一 样的意义。如: (16)Kenapa kamu suka bahasa Mandarin?(为什么你喜欢汉语?) Universitas Sumatera Utara 为什么你喜欢汉语? 2.2.5 Siapa 在句子中,疑问词“siapa”用来问人物。“siapa”跟汉语中的“谁”有一样的 意义。如: (17)Siapa laki-laki yang ada di sebelah sana? (谁男人是有在那边?) 那边那个男人是谁? 2.2.6 Bagaimana 在句子中,疑问词“bagaimana”用来问方法或情况也可以用来提出建议。 “bagaimana”跟汉语中的“怎么(样)”有一样的意义。如: (18)Bagaimana kamu tahu saya disini? (怎么你知道我在这儿?) 你怎么知道我在这儿? 2.3 汉印疑问词系统对比 汉语和印尼话中的疑问词意义基本上一致,但是,汉语中的说法更多一 点,比如说印尼语的 bagaimana 在汉语中可以用“怎样、怎么样、怎么”来对 应。 在句子中,这几种疑问词用法基本一致。 Universitas Sumatera Utara 第三章 汉印疑问词用法对比分析 3.1 汉语疑问词用法 3.1.1 基本用法 汉语疑问词的基本用法就是在疑问句中表达疑问信息,具体情况如第二 章所述。 3.1.2 特殊用法 疑问词除了在句中表达疑问信息这个基本用法之外,还有很多特殊用 法,本章将主要讲解以下几种: 3.1.2.1 任指用法 “任指”是指称中的一种情况,即对于一类事物所形成的一个集合我们使 用的词语可以指称该集合中的任何一个元素, 那么这种指称就叫做任指。疑 问词“什么、那里/儿、谁、怎么”都可以表示任指,如: (1)这个人什么都不怕。 (2)哪里都有困难。 (3)我们初来的时候,谁也不认识谁。 Universitas Sumatera Utara (4)不管怎么样,你也要完成作业。 3.1.2.2 虚指用法 虚指用法, 就是指称一个不确定的对象。所谓“不确定的对象”,有的是泛 指的,有的是不需指明的,有的是不愿意指明的,有的是不能指明的。疑问 词中“什么、那里/儿、谁”都可以表示虚指,如: (5)他做起什么来都不慌不忙,有条有理。 (6)风吹到哪儿,就在哪儿生根发芽。 (7)啊,天知道谁犯了罪,谁造的这种孽。 3.1.2.3 列举用法 疑问词“什么、谁”还可以用来表示列举。这种用法一般是把“什么、谁” 等词附着在名词、动词性成分的后面,后面要附着上语气词“的”,表示同类 的人或事物。如: (8)我喜欢唱歌、跳舞什么的。 (9)她们经常一起讨论周杰伦、王力宏谁谁的,可八卦了。 3.1.2.4 反问用法 疑问词“什么、谁”还有反问用法,即看起来是疑问的句子表达的是否定 的 意思。如: (10)我怕什么?天又不会塌下来。 (11)他这个人,谁管他呀? Universitas Sumatera Utara 3.2 印尼语疑问词用法 3.2.1 任指用法 疑问词“apa, kapan, dimana, siapa, bagaimana”可以表示任指,如: (12)Orang ini tidak takut apapun.(这个人什么都不怕) (13)Kapanpun kamu bisa menemui saya.(你任何时候都可以找我) (14)Dimanapun kamu bisa menemukan benda itu.(你哪里都也可以找 到那个东西) (15)Disini siapapun tidak saling mengenal.(在这儿,谁也不认识谁) (16)Kamu harus menemukan dia bagaimanapun caranya.(不管怎么样 你必须找到他) 3.2.2 反问用法 疑问词“apa, siapa”有反问用法。如: (17)Apa yang harus ditakutkan, dia juga bukan Tuhan.(怕什么?他也 不是上帝) (18)Masalah ini siapa yang mau peduli.(这种问题,谁管呀?) 3.3 汉印疑问词用法对比 3.3.1 相同点 Universitas Sumatera Utara 汉语和印尼语疑问词用法相同点是汉语和印尼语一样有任指用法和 反问用法。 3.3.2.不同点 汉语和印尼语疑问词用法不同点是在汉语中有虚指用法和列举用法但是 在印尼语种没有。 Universitas Sumatera Utara 第四章 结论 本文首先分析了汉语和印尼语疑问词的意义和用法,然后对汉语和印尼 语疑问词进行对比,得出了以下结论: 汉语和印尼语疑问词相同点就是汉语,印尼语疑问词系统一致,意义也 基本一致: 1.“什么”和“apa” 都在句子中用来问活动或事物; 2.“什么时候”和“kapan”都在句子中用来问时间; 3.“哪里/儿”和“dimana”都在句子中用来问处所或地方; 4.“为什么”和 “kenapa”都在句子中用来问原因; 5.“谁”和“siapa”都在句子中用来问人物; 6.“怎么(样)”和 “bagaimana”都在句子中用来问方法或情况,也可以用 来提出建议。 虽然汉印疑问词有一样的意义和系统,但是汉语和印尼语疑问词还有不 同点: 1. 汉语中的说法更多一点,比如说印尼语的 bagaimana 在汉语中可以用 “怎 样、怎么样、怎么”来对应。 2. 在用法方面,汉语中疑问词有四种特殊用法,即任指用法,虚指用 法, Universitas Sumatera Utara 列举用法和反问用法。但是在印尼语中只有两种特殊用法,就是任指 用 法和反问用法。 通过本文的研究,笔者希望可以帮助印尼学生学习汉语的疑问词。 Universitas Sumatera Utara 参考文献 [1]Chaer,Abdul.2006.Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia,Jakarta:Rineka Cipta [2]Suparto.2003.Tata Bahasa Mandarin Itu Mudah,Jakarta:Puspa Swara [3]Yongxin, Zhao.2005.Intisari Tata Bahasa Mandarin,Bandung:Rekayasa Sains [4]Yustinah dan Ahmad Iskak. 2008. Bahasa Indonesia Untuk SMK. Jakarta: Erlangga [5]杨寄洲.汉语教程[M].北京:北京语言大学出版社,2006. [6]齐沪扬.对外汉语教学语法[M].北京:北京语言大学出版,2009. [7]袁策通.疑问代词的指称[J]. 西藏民族学院学报(哲学社会科学版),1980 年第 1 期. [8]李素锦.疑问代词“谁”字用法说略[J].语文学刊,2010 年第 14 期. [9]靳焱,倪兰.疑问代词研究综述[J].中南民族大学学报(人文社会科学版), 2003 年 S2 期. [10]卢素琴.疑问代词“什么”的特殊用法分析[J].佛山科学技术学院学报(社会 科学版),2005 年第 3 期. Universitas Sumatera Utara [11]刘辰洁.疑问代词“怎么”的否定用法考察[J].齐齐哈尔大学学报(哲学社会 科学版),2010 年第 6 期. Universitas Sumatera Utara
Analisis Kontrastif Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Analisis Kontrastif Kata Bantu Bilangan dalam Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia.

Gratis