Analisis Faktor Tingkat Pendidikan, Lingkungan Keluarga dan Pengalaman Kerja Terhadap Berwirausaha (Studi Kasus: Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo (YPPPSU) di Medan)

 0  30  93  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orangtua Ibunda Mariam dan AyahandaParidin serta kakak dan adikku yang merupakan sumber inspirasi dan senantiasa memberikan kasih sayang, bimbingan, motivasi, nasihat serta do’a yang tiadahentinya kepada penulis. Pdi selaku dewan pendiri dan penasehat YPPPSU yang telah memberikan ijin untuk melakukan risetskripsi, wawancara juga kepada ketua YPPPSU Medan Bapak Gimin dan sekretaris YPPPSU Bapak Edy Prawoto, SE yang telah banyak meberikaninformasi dan bantuan sehingga dapat memperoleh data yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Salah satu masalah dalam berwirausaha adalah sistem pendidikan kita yang kurang mendorong semangat kewirausahawan di kalangan generasi muda,meskipun saat ini semakin banyak perguruan tinggi yang memperkenalkan Sebagai mana hasil penelitian Charles Screibe menyatakan bahwa keberhasilan kegiatan seorang usahawan ditentukan oleh: pendidikan formal(15%) dan nilai–nilai sikap mental dan kepribadian seseorang (85%). Usaha lainnya (jamu, buku, roti, makanan ringan dan rumah 24 Orang makan)Jumlah 239 Orang Sumber: Sekretariatan YPPPSU (2006 - 2010), data diolah Tabel 1.2 menerangkan tentang jenis usaha yang ditekuni oleh anggota YPPPSU periode 2006 – 2010 yang terdiri dari batik sebesar 80% atau 191(seratus sembilan puluh satu) orang, bakso /mie ayam sebesar 10% atau 24 (dua puluh empat) orang , dan usaha lainnya sebesar 10% atau 24 (dua puluh empat)orang.

1.2 Perumusan Masalah

1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah tingkat pendidikan, lingkungankeluarga, dan pengalaman kerja berpengaruh terhadap berwirausaha pada anggota Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo Sumatera Utara di Medan”.

1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor tingkat pendidikan, lingkungan keluarga, dan pengalaman kerja terhadapberwirausaha pada Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo di Kota Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

  Bagi Penulis Menambah khasanah pengetahuan dan memperluas pengetahuan penulis dan sarana aplikasi terhadap ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dalambidang manajemen usaha kecil, khususnya yang berkaitan dengan tingkat pendidikan, dan pengalaman kerja terhadap berwirausahaan. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi, yang dapat memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan serta perbandingan dalammelakukan penelitian terhadap objek dan masalah yang sama di masa yang akan datang.

BAB II URAIAN TEORITIS

2.1 Uraian Teoritis

2.1.1 Tingkat Pendidikan

  29 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat (1) menjelaskan pengertian pendidiakan adalah usaha sadar dan terenana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agarpeserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlakmulia, serta ketrampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah menurut Gunawan(2001:63) adalah semua usaha sadar yang dilakukan untuk membantu pekembangan kepribadian serta kemampuan anak dan orang dewasa di luar sistempersekolahan melalui pengaruh yang sengaja dilakukan melalui beberapa sistem dan metode penyampaian seperti kursus, bahan bacaan, radio, televisi, penyuluhandan media komunikasi sebelumnya.

5. Job training 6. Memantapkan dan mengembangkan hubungan – hubungan sosial

  Tingkat pendidikan berupa pendidikan formal dan non formal mempunyai tujuan untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia yang terarah,terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif dalam membentuk manusia seutuhnya agar manusia menjadi sadar akan dirinya dandapat memanfaatkan lingkungannya untuk meningkatkan taraf hidup. Untuk dapat berfungsi demikian, manusia memerlukan pengetahuan, keterampilan, penguasaanteknologi dan dapat mandiri melalui pendidikan.

2.1.2 Lingkungan Keluarga

  Dalam keluarganya, yang interaksi sosial keluarganya berdasarkan simpati, seorang anak pertama-tama belajarmemperhatikan keinginan-keinginan orang lain, belajar bekerja sama, bantu membantu, dengan kata lain, anak pertama-tama belajar memegang peranannsebagai makhluk sosial yang mempunyai norma-norma dan kecakapan-kecakapan tertentu dalam pergaulannya dengan orang lain (Alex Sobur, 2003:248-249). Hal ini juga dijelaskan olehSoemanto dalam Supartono (2004:50) mengatakan bahwa cara orang tua dalam meraih suatu keberhasilan dalam pekerjaanya merupakan modal yag baik untukmelatih minat, kecakapan dan kemampuan nilai-nilai tertentu yang berhubungan dengan pekerjaan yang diingini anak.

2.1.3 Pengalaman kerja

  Pendapat lain tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pengalaman kerja adalah waktu yang digunakan oleh seseorang untuk memperolehpengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan frekuensi dan jenis tugasnya. Cara Memperoleh Pengalaman KerjaDalam suatu proses berwirausaha, rupanya pengalaman kerja cukup penting artinya dalam proses kegiatan berwirausaha, Karena suatu usaha akan cenderungmemilih pelamar yang berpengalaman dipandang lebih mampu dalam melaksanakan tugas yang nanti akan diberikan.

2.1.4 Berwirausaha

  Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebihbermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapitantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memilikikecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha.

2.4. Hipotesis

Menurut Sugiyono (2008:93) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap perumusan masalah penelitian. Berdasarkan perumusan masalah dankerangka konseptual yang telah diberikan, maka peneliti merumuskan hipotesis sebagai berikut : Faktor tingkat pendidikan, lingkungan keluarga dan pengalaman

BAB II I METODE PENELITIAN

  Penelitian eksplanasi adalah adalah jenis penelitian yang bermaksuduntuk menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain,penelitian ini adalah penelitianDeskriptif. 3.3 Batasan Operasional Pembahasan skripsi berfokus pada pokok permasalahan yang terdiri dari 3(tiga) variabel bebas dan 1 (satu) variabel terikat.

3.4 Defenisi Operasional Variabel

  Lingkungan pendidikan yang pertama karena inilah anak pertama-tama mendapatkan didikan dan bimbingan, dan dikatakan lingkungan yang terutamakarena sebagian besar dari kehidupan anak adalah di dalam keluarga sehingga pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah dalam keluarga. BewirausahaUsaha untuk menciptakan nilai melalui adanya peluang bisnis, manajemen pengambilan resiko yang disesuaikan dengan peluang yang ada, serta melaluiketerampilan komunikatif dan manajemen guna memobilisasi sumber daya manusia, financial, dan material yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek –proyek yang ada.

3.5. Skala Pengukuran Variabel

  Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Skala Likert. Kemudianindikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono, 2005:86).

3.6. Populasi dan Sampel

  PopulasiPopulasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek / subjek yang mempunyai kualitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2008:115). Populasi pada penelitian ini adalah anggota Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra SoloSumatera Utara yang di Medan dan bekerja sebagai wirausaha Tahun anggaran 2006 – 2010 yang berjumlah 239 orang.

3.7 Jenis dan Sumber Data

  3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah angket(kuesioner) yang disebarkan layak untuk dijadikan instrumen penelitian. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada responden yang lain di luar sampelpenelitian yang ada sebesar 30 responden.

3.10 Metode Analisis Data

  Metode analisis data yang dipergunakan dalam skripsi ini adalah : a) Metode deskriptifMetode deskriptif yaitu suatu metode di mana data yang diperoleh, disusun, dikelompokkan, dianalisis, kemudian diinterpretasikan sehingga diperolehgambaran tentang masalah yang dihadapi dan untuk menjelaskan hasil perhitungan. Hal Adapun syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda sebelum data dianalisis adalah sebagai berikut : = Pengalaman Kerja e = Standart Errorc) Uji Asumsi Klasik 3 X 2 = Lingkungan Keluarga X 1 = Tingkat Pendidikan X 1 -b 2 = Koefisien Regresi 3 + e keluarga (X 3 X 2 + b 2 X 1 + b 1 X SPSS versi 15 for Windows.

2) Uji Heterokedasitas

3) Uji Multikolinearitas

  Untuk mengetahuiada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan ketentuan : Bila VIF > 5 maka terdapat masalah multikolinearitas yang serius. Bila VIF < 5 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas yang serius.

c. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1) Uji-t / Uji Parsial Uji-t/Uji parsial, yaitu untuk menguji apakah variabel bebas memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai variabel terikat dengan rumus uji hipotesissebagai berikut : t hitung = r √n-2 2√1-r Dengan kriteria pengujian hipotesis adalah :Jika t hitung > t tabs, terima Ha tolak Ho maka hipotesis diterimaJika t < t tolak Ha terima Ho maka hipotesis ditolak hitung tabs,2) Uji F (Uji secara Simultan) Uji F statistik digunakan untuk menguji keberartian pengaruh dari seluruh variabel bebas (X) secara bersama-sama (serentak) terhadap variabel terikat (Y). Hipotesis dirumuskan sebagai berikut:H : b – b = 0 artinya, 1

5 Tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y)

  H a : b 1 – b 5≠ 0 artinya, Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat(Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap 2 variabel terikat.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

  Bagi sesama perantauan merupakan usaha atau langkah awal darimemahami ajaran Islam yang benar sesuai Quran dan Sunnah Rasul dan untuk memerangi segala bentuk TBC (Tahayul, Bid’ah dan Curofat) danmenggalakannya pengajian rutin, olah raga serta kegiatan positif lainnya. Yayasan Persatuan Persaudaraan Putra Solo di Sumatera Utara(YPPPS-SU) merupakan alat pemersatu sesama perantauan dan masyarakatSumatera Utara yang memiliki suku, etnis, dan agama serta organisasi agama 4.1.1 Dasar/azas Perkumpulan ini berazaskan Al Quran dan Al Hadist.

5. Koordinator Anggota

  7) Bidang PerlengkapanBertanggung jawab atas segala kelengkapan sarana dan pra sarana dalam penyelenggaraan kegiatan yang diadakan oleh yayasan 8) Bidang ArisanBertanggung jawab atas kegiatan arisan yang diselenggarakan oleh yayasan. 11) Bidang Dokumentasi dan PublikasiBertanggung jawaab atas segala kegiatan dokumentasi dan pempublikasian terhadap segala kegiatan yang diadakan oleh yayasan.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Uji Validitas dan Reliabilitas

  Hasil penelitian agar memiliki tingkat kesahihan atau validitas yang tinggi, maka setiap variabel yang digunakan harus diuji kecermatannya. Sedangkan uji kehandalan untuk mengetahui tingkat konsistensi darivariabel atau instrumen penelitian pada obyek penelitian yang sama secara terulang, apabila hasilnya sama atau sangat mendekati, maka dinyatakan dataempiris yang duji handal reliabel.

4.2.2 Pengolahan Analisis Data

1. Analisis Deskriptif

  3) Dari 71 responden yang menyatakan bahwa anggota YPPPSU percaya dapat berwirausaha dengan sukses karena pendidikan yang dia miliki , 48% menyatakan sangat setuju, 49% menyatakan setuju, 1% menyatakan kurang setuju, 1% menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangattidak setuju. Ini menerangkan dengan pendidikan usaha yang digeluti dapat berjalan dengan lebih baik dikarenakan ilmu yang memadai dalamberwirausaha.4) Dari 71 responden yang menyatakan bahwa seorang wirausahawan yang , sukses adalah seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi 14% menyatakan sangat setuju, 35% menyatakan setuju, 25% menyatakan kurang setuju, 11% menyatakan tidak setuju, dan 14% menyatakan sangattidak setuju.

4.2.3 Asumsi Klasik

  1) Pendekatan GrafikSumber: Pengolahan Data dengan SPSS 15.0 Gambar 4.1 Uji Normalitas Gambar 4.1 memperlihatkan titik-titik yang mengikuti data di sepanjang garis diagonal, hal ini berarti data berdistribusi normal. Namun untuk lebih memastikan bahwa data di sepanjang garis diagonal berdistribusi normal maka dilakukan uji kolmogorv Smirnorv2) Pendekatan Kolmogorv Sminorv Tabel 4.11 Uji Kolmogorv Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized ResidualN a,b 71 Normal Parameters Mean .0000000 Std.

b. Calculated from data

  Uji HeterokedastisitasUji heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan pendekatan grafik dan uji Glejser dengan bantuan SPSS 15.00 for windows. Hal menunjukkan bahwa tidakterjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi 2) Uji GlejserUji Glejser ini menggunakan kriteria pengambilan keputusan adalah jika probabilitas signifikansinya di atas tingkat kepercayaan 5%,maka disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heterokedastisitas.

a. Dependent Variable: absut

  Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 15.0 Tabel 4.12 di atas memperlihatkan bahwa tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik dan mempengaruhi variabel dependen absolut Ut (absUt). Tolerance VIF 1 (Constant) 16.948 1.839 9.214 .000Tingkat Pendidikan .189 .051 .399 3.704 .000 .944 1.059 Lingkungan .188 .067 .300 2.823 .006 .975 1.026Keluarga Pengalaman Kerja -.141 .076 -.200 -1.852 .068 .939 1.065 Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 15.0Kesimpulan yang dapat diambil dari tabel 4.12 adalah tidak ada masalah multikolinieritas dalam model regresi karena nilai Tolorance seluruhvariabel > 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) seluruh variabel < 5.

4.2.4 Analisis Regresi Linier Berganda

  Metodeenter digunakan untuk analisis regresi agar dapat mengetahui apakah variabel independent mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependent. Variables removed adalah variabel yang dikeluarkan dalam persamaan dan tidak ada variabel bebas/independen yang dikeluarkan.

4.2.5 Pengujian Hipotesis

  Dependent Variable: Berwirausaha Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 15.0 Tabel 4.16 (Anova) di atas memperlihatkan nilai F hitung adalah 8,036 dan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% ( hitung > F tabel α = 0,05) adalah 2,74 sehingga F (8,036 > 2,74) yang artinya berpengaruh positif, dan α = 5% (0,000 < 0,05) yang artinya signifikan. Uji t (Uji secara Parsial)Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah variabel bebas (X), yaitu tingkat pendidikan, lingkungan keluarga, dan pengalaman kerja memilikipengaruh yang signifikan secara parsial terhadap variabel terikat (Y), yaitu berwirausaha Kriteria pengujiannya adalah:H : b 1 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh signifikan dari variabel tingkat pendidikan terhadap variabel berwirausaha secara parsial.

2 Square atau nilai determinan (R ) mendekati satu berarti pengaruh variabel bebas

  yaitu (X , X , X3) berupa variabel konsep diri, prestasi belajar, dan lingkungan 1 2 keluarga terhadap minat berwirausaha (Y) adalah besar dan sebaliknya. Predictors: (Constant), Pengalaman Kerja, Lingkungan Keluarga, Tingkat Pendidikan Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 15.0 2 Tabel 4.18 menunjukkan angka R-Square atau determinan (R ) sebesar 0,265 berarti variabel independent yaitu (X , X , X ) berupa variabel tingkat 1 2 3 pendidikan, lingkungan keluarga, dan pengalaman kerja terhadap berwirausaha pada YPPPSU sebesar 26,5% sedangkan sisanya 73,5% dijelaskan oleh faktor lainyang tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPILAN

  Hasil pengujian parsial memperlihatkan bahwa variabel tingkat pendidikan, lingkungan keluarga, berpengaruh positif dan signifikan terhadapberwirausaha pada YPPPSU, sedangkan pengalaman kerja tidak berpengaruh positif dan yang paling dominan adalah variabel tingkat pendidikan. Nilai Adjusted R Square adalah 0,265, yang artinya sebesar 26,5% variabel bebas yang terdiri dari tingkat pendidikan, lingkungan keluarga, danpengalaman kerja dapat dijelaskan oleh variabel terikat, yaitu berwirausaha, sedangkan sisanya 73,5% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidakditeliti dalam penelitian ini seperti status sosial, budaya masyarakat.

5.2 SARAN

  Ada 5 (lima) alternatif jawaban yang disediakan, dan masing-masing bobot nilai dari setiap jawaban adalah:Sangat Setuju : diberi skor 5Setuju : diberi skor 4Kurang Setuju : diberi skor 3Tidak Setuju : diberi skor 2Sangat Tidak Setuju : diberi skor 1 1. 4 Menurut saya, seorang wirausahawan yang sukses adalah seseorang yangmemiliki tingkat pendidikan yang tinggi.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Analisis Faktor Tingkat Pendidikan, Lingkunga..

Gratis

Feedback