Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Akar Dan Media Tanam Terhadap Keberhasilan Dan Pertumbuhan Setek Kamboja Jepang (Adenium Obesum)

Gratis

8
73
80
3 years ago
Preview
Full text

PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH AKAR DAN MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN SETEK KAMBOJA JEPANG (Adenium obesum) SKRIPSI OLEH : ANI MEGAWATI SIMBOLON ** 040301035 BDP-AGRONOMI

  Faktor pertama adalah zatpengatur tumbuh akar (Rootone F) dengan empat taraf yaitu : R0 (0 ppm/ kontrol); R1 (100 ppm); R2 (200 ppm); R3 (300 ppm) dan faktorkedua adalah media tanam dengan tiga jenis yaitu : M1 ( Pasir + top soil /2:1 ); M2 (Pasir + kascing /2:1); M3 (Pasir + arang sekam /2:1). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perlakuan perendaman zat pengatur tumbuh akar berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas 12 dan 14 MST, jumlahdaun, panjang akar, bobot basah akar, bobot basah tunas, bobot kering akar dan bobot kering tunas.

PROGRAM STUDI AGRONOMI DEPARTEMEN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2008

  Faktor pertama adalah zatpengatur tumbuh akar (Rootone F) dengan empat taraf yaitu : R0 (0 ppm/ kontrol); R1 (100 ppm); R2 (200 ppm); R3 (300 ppm) dan faktorkedua adalah media tanam dengan tiga jenis yaitu : M1 ( Pasir + top soil /2:1 ); M2 (Pasir + kascing /2:1); M3 (Pasir + arang sekam /2:1). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perlakuan perendaman zat pengatur tumbuh akar berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas 12 dan 14 MST, jumlahdaun, panjang akar, bobot basah akar, bobot basah tunas, bobot kering akar dan bobot kering tunas.

RIWAYAT HIDUP

  Ani Megawati Simbolon lahir di Medan pada tanggal 18 Oktober 1985 anak pertama dari lima bersaudara, putri dari pasangan Bapak L. Pendidikan yang ditempuh adalah SD Percobaan Negeri Medan lulus tahun 1998, SLTP Putri Cahaya Medan lulus tahun 2001, SMUN 4 Medan lulustahun 2004.

KATA PENGANTAR

  Hasil penelitianmenunjukkan bahwa perlakuan perendaman zat pengatur tumbuh akar berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas 12 dan 14 MST, jumlahdaun, panjang akar, bobot basah akar, bobot basah tunas, bobot kering akar dan bobot kering tunas. Berdasarkan uraian diatas diharapkan diperoleh konsentrasi Rootone F yang paling optimum dalam menumbuhkan akar tanaman Adenium obesum sertamedia tanam yang sesuai dengan campuran media yang minim.

2. Sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan

  Akar yang membesaritu diselimuti rambut-rambut akar (akar-akar kecil) yang sangat banyak terutama di bagian bawah, samping, maupun atas, menyatu dengan akar yang membesar(Soenanto, 2005). Tanaman kamboja merupakan dua tanaman yang berbeda namun masih dalam Kamboja jepang KambojaSebutan di Indonesia Kamboja jepang Kamboja kuburan Genus Adenium PlumeriaDaun Panjang dan kecil Panjang dan besar Akara Dapat membesar, seperti Biasaumbi-sebagai tempat penyimpan air Perawakan Kecil-kebanyakan pendek Tinggi dan besar Kegunaan Tanaman hias Tanaman hias danpelindung-karena sosoknya yang besar dantinggi (http://tamanjogja.wordpress.com., 2008).

27 C pada pagi dan siang hari dan 15 C pada malam hari. Suhu yang terlampau

  ZPT Akar (Rootone F)Rootone F sebagai salah satu hormon tumbuh akar yang banyak dipergunakan akhir-akhir ini, dijumpai dalam bentuk tepung putih dan bergunauntuk mempercepat dan memperbanyak keluarnya akar-akar baru, karena mengandung bahan aktif dari hasil formulasi beberapa hormon tumbuh akar yaitu IBA, IAA, dan NAA (Anonim, 1987). Bahan dan AlatBahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah setek batang tanaman kamboja jepang, zat pengatur tumbuh akar (Rootone F), top soil, kascing,pasir, sekam bakar, air, alkohol 70%, kertas label, polibag dengan ukuran diameter 12 cm dan panjang 28 cm, dan bahan-bahan lain yang mendukungpelaksanaan penelitian ini.

3 Sehingga diperoleh 12 kombinasi :

  HASIL DAN PEMBAHASAN HasilAnalisis data secara statistik menunjukkan pemberian berbagai konsentrasi Rootone F berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, panjang tunas 12 dan 14 MST, jumlah daun, panjang akar bobot basah akar, bobot basah tunas, bobot kering akar dan bobot kering tunas, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadappersentase setek bertunas dan panjang tunas 16 MST. Interaksi antara Rootone F dan media tanam berpengaruh nyata terhadap jumlah akar primer., tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setekbertunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, panjang akar, bobot basah akar,bobot basah tunas, bobot kering akar dan bobot kering tunas.

2 M 3 (74,13 %) sedangkan paling rendah pada perlakuan R M 3 (55 %)

  Jumlah TunasHasil pengamatan jumlah tunas dan daftar sidik ragam jumlah tunas dapat dilihat pada Lampiran 5-6 yang menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi Rootone F berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas, sedangkan perlakuan media serta interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata. Rataan Jumlah Tunas Pada Berbagai Konsentrasi Rootone F dan Komposisi Media Tanam Konsentrasi Rootone F (ppm)Media Tanam R (0) R (100) R (200) R (300) Rataan 1 2 3 M 1 (Pasir + Top soil) 1.00 1.33 1.00 1.67 1.25aM (Pasir + Kascing) 1.67 1.33 1.00 1.50 1.37a 2 M (Pasir + Arang sekam) 1.50 1.17 1.00 2.00 1.41a 3 Rataan 1.39ab 1.27bc 1bc 1.72aKeterangan : Notasi huruf yang berbeda pada kolom dan baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata pada taraf 5% menurut uji Duncan.

3 Pengaruh konsentrasi Rootone F pada berbagai media terhadap jumlah

  Hubungan konsentrasi Rootone F dengan jumlah tunas bibit tanaman kamboja jepang Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa hubungan konsentrasi Rootone F dengan jumlah tunas bibit tanaman kamboja jepang adalah kuadratik dimanajumlah tunas menurun pada konsentrasi Rootone F 100 ppm (R ) dan meningkat 1pada konsentrasi Rootone F 300 ppm (R 3 ) bibit tanaman kamboja jepang yang digunakan. Panjang TunasHasil pengamatan panjang tunas dan daftar sidik ragam panjang tunas dapat dilihat pada Lampiran 7-10 yang menunjukkan bahwa perlakuan Rootone Fberpengaruh nyata terhadap panjang tunas 12 dan 14 MST, sedangkan perlakuan Rootone F terhadap panjang tunas 16 MST, media serta interaksi kedua perlakuanberpengaruh tidak nyata.

1 R (200) 0.25ab 0.28b 0.37a

2 R 3 (300) 0.32a 0.38a 0.52a Media Tanam (M)M (Pasir + Top soil) 0.24a 0.28a 0.39a

1 M (Pasir + Kascing) 0.26a 0.32a 0.44a

  2 M 3 (Pasir + Arang sekam) 0.23a 0.27a 0.34a Interaksi (RxM)R M 0.16 0.19 0.26 1 R M 0.28 0.38 0.47 2 R M 3 0.19 0.21 0.26 R M 0.23 0.28 0.38 1 1 R M 0.22 0.25 0.33 1 2 R M 0.16 0.21 0.28 1 3 R 2 M 1 0.23 0.27 0.33 R M 0.28 0.32 0.49 2 2 R M 0.23 0.24 0.29 2 3 R M 0.33 0.40 0.57 3 1 R M 0.28 0.32 0.48 3 2 R 3 M 3 0.34 0.41 0.52 Keterangan : Notasi huruf yang berbeda pada kolom dan baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata pada taraf 5% menurut uji Duncan. Konsentrasi Rootone FMedia Tanam R (0) R 1 (100) R 2 (200) R 3 (300) Rataan M 1 (Pasir + Top soil) 0.26 0.38 0.33 0.57 0.39aM (Pasir + Kascing) 0.47 0.33 0.49 0.48 0.44a 2 M 3 (Pasir + Arang sekam) 0.26 0.28 0.29 0.52 0.34aRataan 0.33a 0.33a 0.37a 0.52a Keterangan : Notasi huruf yang berbeda pada kolom dan baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata pada taraf 5% menurut uji Duncan.

3 M 1 (0,57) sedangkan paling rendah pada perlakuan R M dan R M (0,26)

3 Jumlah Daun

  Hubungan konsentrasi Rootone F pada berbagai media tanam terhadap jumlah akar primer bibit tanaman kamboja jepangDari gambar 3 dapat dilihat bahwa hubungan konsentrasi Rootone F pada berbagai media tanam terhadap jumlah akar primer bibit tanaman kamboja jepangadalah kubik, jumlah akar primer akan meningkat pada konsentrasi Rootone F 100 ppm (R 1) dan menurun pada konsentrasi Rootone F 200 ppm (R 3) yang digunakan. Hubungan konsentrasi Rootone F dengan panjang akar bibit tanaman kamboja jepang 3 Bobot Basah AkarHasil pengamatan bobot basah akar dan daftar sidik ragam bobot basah akar dapat dilihat pada Lampiran 27-28 yang menunjukkan bahwa konsentrasi Rootone F berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar, sedangkan perlakuan media dan interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata.

3 M

  Hubungan konsentrasi Rootone F bobot basah tunas bibit tanaman kamboja jepangDari gambar 6 dapat dilihat bahwa hubungan konsentrasi Rootone F dengan bobot basah tunas bibit tanaman kamboja jepang adalah linier yangartinya bobot basah tunas akan meningkat sejalan dengan semakin tinggi konsentrasi Rootone F yang akan digunakan dengan konsentrasi Rootone F300 ppm (R 3 ). Bobot Kering AkarHasil pengamatan bobot kering akar dan daftar sidik ragam bobot kering akar dapat dilihat pada Lampiran 33-34 yang menunjukkan bahwa perlakuan Rootone F berpengaruh nyata terhadap bobot kering akar, sedangkan perlakuan media dan interaksi kedua perlakuan berpengaruh tidak nyata.

3 Rataan 0.75c 0.84ab 0.85ab 0.88a

  Hubungan konsentrasi Rootone F dengan bobot kering akar bibit tanaman kamboja jepangDari gambar 7 dapat dilihat bahwa hubungan konsentrasi Rootone F dengan bobot kering akar bibit tanaman kamboja jepang adalah linier yangartinya bobot kering akar akan meningkat sejalan dengan semakin tinggi konsentrasi Rootone F yang akan digunakan dengan konsentrasi Rootone F300 ppm (R 3 ). 3 Pengaruh konsentrasi Rootone F pada berbagai media terhadap bobot kering tunas, kurva responnya dapat dilihat pada Gambar 8= 0.7816 + 0.0005x r = 0.9684 0.2 0.4 0.6 0.8 1 (Pasir + Arang sekam) 0.92 0.95 0.90aM Media TanamKonsentrasi Rootone F (ppm) (300)M Rataan R (0) R 1 (100) R 2 (200) R 3 1 0.84 (Pasir + Top soil) 0.72 0.84 0.84 0.96 0.83aM 2 (Pasir + Kascing) 0.89 1.2 50 100 150 200 250 300 350Konsentrasi Rootone F (ppm) B ob ot K er in g Tu na s (g ) Gambar 8.

16 MST dan jumlah akar primer

  Perlakuan media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap seluruh parameter amatan yaitu persentase setek bertunas, jumlah tunas, panjangtunas 12, 14 dan 16 MST, jumlah daun, panjang akar, jumlah akar primer, bobot basah akar, bobot basah tunas, bobot kering akar dan bobot keringtunas. Tetapi berpengaruh tidak nyata terhadappersentase stek bertunas, jumlah tunas, panjang tunas 12, 14 dan 16 MST, jumlah daun, panjang akar, bobot basah akar, bobot basah tunas, bobotkering akar dan bobot kering tunas.

DAFTAR PUSTAKA

  Daftar Sidik Ragam Persentase Setek Bertunas SK db JK KT F hit F .05 Perlakuan 11 3107.64 282.51 0.86 tn 2.22 R 3 1163.19 387.731.18 tn 3.01 R Linier 1 31.25 31.25 0.09 tn 4.26 R Kuadratik 4.26 R Kubik 1 281.2500 281.2500 0.8526 tn 79.17 4.26 M 2 243.06 121.530.37 tn 3.40 R X M 6 1701.39 283.560.86 tn 2.51 Galat 24 7916.67 329.86 Total 35 11024.31 FK = 245850.69 KK = 21.98 % Keterangan tn = tidak nyata 77.08 91.67 Lampiran 1. Daftar Sidik Ragam Persentase Setek Bertunas (Arcsin p) SK db JK KT F hit F .05 Perlakuan 11 1606.97 146.09 0.77 tn 2.22 R 3 567.72 189.240.99 tn 3.01 R Linier 2.54 81.20 2.54 0.01 tn 4.26 R Kuadratik 1 476.69 476.692.50 tn 4.26 R Kubik 1 88.4802 88.4802 0.4635 tn 4.26 M 2 137.6368.81 0.36 tn 3.40 R X M 6 901.62 150.270.79 tn 2.51 Galat 24 4581.60 190.90 Total 35 6188.57 FK = 161738.03 KK = 20.61 % Keterangan tn = tidak nyata 60.00 45.00 186.20 60.00 R3M2 Lampiran 3.

78.19 Total

  Daftar Sidik Ragam Bobot Kering Akar 0.20 0.96 7.65 Rataan 3.01 R Linier 2.45 11.50 2.35 0.35 Total 1.05 0.25 0.20 0.60 0.15 R3M3 0.45 0.09 1.99 tn 1 0.15 0.29 tn = tidak nyata Keterangan 1.63 KK =97.57 % 1.65 FK = 35 0.04 Total 1.03 24 2.51 Galat 0.05 1.13 tn 6 0.22 3.40 R X M 0.04 0.85 tn 0.07 2 4.26 M 4.26 R Kubik 1 0.0087 0.0087 0.2019 tn 0.03 0.71 tn 0.03 1 4.26 R Kuadratik 0.22 5.05 * 0.10 0.20 Lampiran 31. Daftar Sidik Ragam Bobot Kering Akar Y+½ 0.83 0.96 30.08 Rataan 3.01 R Linier 9.97 11.50 9.92 0.92 Total 2.75 0.87 0.84 1.05 0.81 R3M3 2.42 0.03 2.24 tn 1 0.81 0.10 tn = tidak nyata Keterangan 25.13 KK =13.70 % 0.52 FK = 35 0.01 Total 0.31 24 2.51 Galat 0.02 1.24 tn 6 0.07 3.40 R X M 0.01 0.78 tn 0.02 2 4.26 M 4.26 R Kubik 1 0.0041 0.0041 0.3159 tn 0.01 0.76 tn 0.01 1 4.26 R Kuadratik 0.07 5.64 * 0.77 0.84 Lampiran 33.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Pengaruh Teknik Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dan Umur Pindah Tanam Bibit TSS (True Shallot Seeds) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascaloicum L.)
6
85
199
Pengaruh Konsentrasi Dan Frekuensi Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Kinetin Terhadap Pemecahan Dormansi Pucuk Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) Produksi
0
38
103
Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L Dan Pupuk Kandang Domba Terhadap Produksi Dan Pertumbuhan Legum Stylo (Stylosanthes Gractlis)
0
34
66
Pengaruh Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Hydrasil Dan Pupuk Nitrophoska Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Semangka (Citrullus Vulgaris Schard)
0
41
71
Pengaruh Pemberian Pupuk Stadya Daun Dan Zat Pengatur Tumbuh Atonik 6,5 L Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma Cacao L.)
0
41
96
Pengaruh Berbagai Level Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L dan Pupuk Kandang Domba Terhadap Kualitas Legum Stylo (Stylosanthes gracilis)
1
56
64
Pengarah campuran media tanam dan zat pengatur tumbuh Giberellin terhadap pertumbuhan bibit mengkudu (Morinda citrifolia L.)
0
27
84
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Atonik dan Dosis Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jahe Muda (Zingiber officinale Rosc.)
4
51
92
Komposisi Media Pembibitan tl-m Zat Pengatur Tumbuh Dekamon 22,43 L Mempengaruhi Pertumbuhan Bibit Enten Tanaman Durian (Durio zibhethinus M u n*) Dibawah Naungan Tanaman Pepaya.
0
61
50
Pertumbuhan Setek Pucuk Adenium (Adenium Obesum) Dengan Pemberian IBA (Indole Butyric Acid) dan Cara Penyayatan Batang
1
29
81
Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Asam Giberelat (GA3) dan Pupuk NPK pada Penyambungan Tanaman Mangga (Mangifera indica L.)
3
30
93
PENGARUH JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN ADENIUM (Adenium sp.)
0
5
2
Tingkat Keberhasilan Okulasi Bibit Ubi Kayu Mukibat Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dan Komposisi Media Tanam
4
31
64
PENGARUH WAKTU PEMANGKASAN BAHAN SETEK DAN KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH RAPID ROOT TERHADAP KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN SETEK KAKAO (Theobroma cacao L.).
0
0
6
Tingkat Keberhasilan Okulasi Bibit Ubi Kayu Mukibat Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Dan Komposisi Media Tanam
0
0
12
Show more