Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Gratis

27
203
84
2 years ago
Preview
Full text

HUBU FUNG UNGAN TIN GSIONAL P U

HUBU FUNG UNGAN TIN GSIONAL P U FAKULT NIVERSITA TRES DENG HASISWA F TAS SUMAT Oleh: NATALIA 100100177TAS KEDO AS SUMAT MEDAN 2013 GAN KEJA FAKULTA TERA UTA A HUTAPEA 7 OKTERAN TERA UTAR ADIAN DIS AS KEDOKT ARA A

UN NGKAT ST PADA MAH UNIVERSIT MONICA

RA SPEPSIA TERAN

  Berdasarkan hasil penelitian, responden yang mengalami dispepsia fungsional dengan tingkat stres ringan-sedang sebanyak 4 orang (36,4%) dan tingkat stres beratsebanyak 7 orang (63,6%). P value yang didapat dari hasil uji Fisher’s Extract adalah0,005 (p< 0,05) maka ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

KATA PENGANTAR

  Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya yang begitu besar sehingga penulis dapat menyelesaikankarya tulis ilmiah yang berjudul ‘Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara’. Penulis sadar dengan kekurangan diri penulis untuk melakukan banyak hal sendirian maka itu penulis telah melibatkan beberapa orang, kelompok atau elemenlain untuk membantu, mendukung, dan memberikan saran yang sangat berharga bagi penulis.

DAFTAR SINGKATAN

BAB : Buang air besarCRF : Corticotropin-releasing factorGABA : Gamma-amino butyric acidGERD : Gastro-esophageal reflux diseaseHCL : Asam klorida IBS : Irritable bowel syndrome ISMA : International Stress Management AssosiationNSAIDs : Non-steroidal inflammatory drugs SMA : Sekolah Menengah AtasUSG : Ultrasonography

DAFTAR LAMPIRAN

  Berdasarkan hasil penelitian, responden yang mengalami dispepsia fungsional dengan tingkat stres ringan-sedang sebanyak 4 orang (36,4%) dan tingkat stres beratsebanyak 7 orang (63,6%). P value yang didapat dari hasil uji Fisher’s Extract adalah0,005 (p< 0,05) maka ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

  Walaupunkemudian mengalami perkembangan (sesuai alam fikiran pada zamannya), namun akhirnya para ahli yakin bahwa patologi suatu penyakit tidak hanya terletak pada selatau jaringan saja, tetapi terletak pada organisme yang hidup dan kehidupan, tidak ditentukan oleh faktor biologis semata, tetapi erat sekali hubungannya dengan faktor-faktor lingkungan yaitu lingkungan bio-sosio-kultural dan agama (Mudjadid, 2001 dikutip dari Tarigan, 2003). Faktor psikis dan emosi (seperti pada ansietas dan depresi) dapat mempengaruhi fungsi saluran cerna dan mengakibatkan perubahan sekresi asamlambung, mempengaruhi motilitas dan vaskularisasi mukosa lambung serta menurunkan ambang rasa nyeri.

1.4. Manfaat Penelitian

  Bagi penelitiï‚· Penelitian ini diharapkan sebagai sarana untuk melatih berfikir secara logis dan sistematis serta mampu menyelenggarakan suatu penelitian berdasarkan metode yang baik dan benar. ï‚· Hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan peneliti mengenai dispepsia fungsional.

2. Bagi mahasiswa

  ï‚· Hasil penelitian ini dapat menjadi sumber informasi tentang tingkat stres dan dispepsia fungsional pada mahasiswa 3. Bagi peneliti lainï‚· Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai data dasar untuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan tingkat stress dengan dispepsia fungsional.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1.1 Defenisi Dispepsia Fungsional

  Dalam konsensus Roma III (tahun 2006 dikutip dari Djojoningrat, 2009) yang khusus membicarakan tentang kelainan gastrointestinal fungsional, dispepsiafungsional didefenisikan sebagai: 1. Tidak ada bukti kelainan struktural (termasuk didalamnya pemeriksaan endoskopi saluran cerna bagian atas) yang dapat menerangkan penyebabkeluhan tersebut.

3. Keluhan ini terjadi selama 3 bulan dalam waktu 6 bulan terakhir sebelum diagnosis ditegakkan

  Rasa nyeri epigastrium (epigastric pain syndrome): meliputi rasa nyeri terbakar di epigastriumRasa penuh setelah makan dan rasa nyeri epigastrium dapat terjadi bersamaan pada orang yang menderita dispepsia fungsional. Penelitian telah menunjukkan hipersensitivitas terhadap distensi lambung sebanyak 50% pasien dengan dispepsia fungsional, jika dibandingkan dengan kontrol, pasien dengan dispepsia fungsional memiliki ambangyang signifikan lebih rendah untuk sensasi distensi lambung dan sensasi nyeri (Chan & Burakoff, 2010).

2.1.4 Diagnosa Dispepsia Fungsional

  Esofagogastroduoendoskopi dapat dilakukan bila sulit membedakan antara dispepsia fungsional dan organik, terutama bila gejala yang timbul tidak khas, danmenjadi indikasi mutlak bila pasien berusia lebih dari 55 tahun dan didapatkan tanda- IBS, khususnya dengan predominan konstipasi, mengalami keterlambatan pengosongan lambung sehingga akhirnya disertai pula dengan gejala-gejala saluranpencernaan bagian atas yang menyerupai gejala dispepsia (Abdullah & Gunawan, 2012). Kriteria diagnostik Roma III untuk dispepsia fungsional Dispepsia fungsional* Kriteria diagnostik terpenuhi bila poin dibawah ini seluruhnya terpenuhi:Salah satu atau lebih dari gejala-gejala dibawah iniRasa penuh setelah makanPerasaan cepat kenyangNyeri ulu hatiRasa terbakar di daerah ulu hatiTidak ditemukan bukti adanya kelainan struktural yang menyebabkan timbulnya gejala (termasuk yang terdeteksi) saat endoskopi saluran cerna bagian atas.

2.2 Stres

2.2.1 Defenisi stres

2.2.2 Teori stres

  Dalam Kamus BesarBahasa Indonesia (Balai Pustaka, 2007 dikutip dari Hidayat, 2009) yang dimaksud dengan stres adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan Walter Cannon, (1875-1945), 1920an memperkenalkan studi sistematis hubungan antara stres dengan suatu penyakit. Selama fase ini, respons fisiologis yang terjadi pada fase alarm terus Saat stres yang berkelanjutan menguras energi tubuh, meningkatkan kerentanan terhadap masalah fisik dan pada akhirnya akan memunculkan penyakit.

2.2.3 Sumber stres

  FrustasiTimbul bila ada aral melintang antara kita dan maksud (tujuan) kita, individu yang sedang berusaha mencapai kebutuhan mendadak timbul halangan yangmerupakan frustasi baginya yang dapat menimbulkan stres padanya. KonflikMenurut Marasmis (2010), terjadi bila kita tidak dapat memilih antara dua atau lebih macam kebutuhan atau tujuan sebagai berikut: Konflik pendekatan-penolakan: individu dihadapkan pada suatu keadaan yang mengharuskan ia mengambil keputusan, tetapi ia tidak dapat, maju terus tidak berani,mundur juga tidak menyenangkan.

2.2.4 Stres pada mahasiswa

  Hidup jauh dari rumah, Proses evaluasi terus menerus, pekerjaan yang melelahkan, berjuang untuk   mendapatkan nilai tinggi, tujuan yang ingin dicapai dan lainnya bukan satu-satunya sumber stres bagi mahasiswa kedokteran. Stres akademik: materi yang akan dibahas dalam jangka waktu yang terbatas, perubahan dalam cara belajar, kurangnya bimbingan yang tepat, gagal dalam ujian.2.

2.3 Hubungan stres dengan dispepsia fungsional

  Sistem NeurotransmiterDua daerah otak primer yang terlibat dalam reaktivitas stres adalah hipotalamus dan lokus seruleus. Masukan pada amygdala yang diperkirakan berasal dari hippocampus,korteks cingulate dan bagian lain dari sistem limbik.

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFENISI OPERASIONAL

3.1. Kerangka Konsep Penelitian

Yang menjadi kerangka konsep dalam penelitian Hubungan stingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional adalah variabel independen yaitu tingkat stres,sedangkan variabel dependen adalah dispepsia fungsional. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini : Dispepsia Tingkat stres fungsional Variabel independen Variabel dependenKarakteristik Mahasiswa:ï‚· Usia ï‚· Jenis Kelamin ï‚· Suku ï‚· Sarana Tempat Tinggal ï‚· Pola Makan ï‚· Konsumsi alkohol dan rokokï‚· Riwayat Penyakit ï‚· Riwayat Penyakit Keluarga ï‚· Riwayat Obat-obatanï‚· Indeks Prestasi Terakhir : variabel yang diteliti Gambar 3.1 Kerangka konsep

3.2. Definisi Operasional

  Berat : paling banyak menunjukkan sifat stres atau karakteristik yang besar yang menciptakan perilaku tidak sehat. Dispepsia fungsional adalah kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri ulu hati, mual, kembung, muntah, rasa penuh, atau cepat kenyang dan sendawa.

3.3 Hipotesis Penelitian

Ada hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Sumatera Utara.

BAB 4 METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan desain cross- sectional . Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

  Sampel Sampel penelitian adalah subyek yang diambil dari populasi memenuhi kriteria penelitian yang diambil dengan metode stratified random sampling   yang dilakukan dengan cara membagi mahasiswa fakultas kedokteran berdasarkan stambuk yaitu stambuk2010, 2011, dan 2012. Sampeltersebut akan didistribusikan secara merata pada mahasiswa sesuai dengan stambuk masing-masing yaitu:Mahasiswa stambuk 2010: 1/3 x 99 = 33 mahasiswa Teknik Pengumpulan Data Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber data, yaitu dengan pengisian kuesioner oleh responden yang dilakukan secara langsung oleh penelititerhadap sampel penelitian.

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara yang

  Tabel 5.6 Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Stres dengan Dispepsia Fungsional Tingkat Stres Dispepsia Non Dispepsia Jumlah n % N % n % Ringan 0 3 3,6 3 3,2Sedang 4 36,4 63 75,9 67 71,3Berat 7 63,6 17 20,5 24 25,5Total 94 100 Pada tabel diatas ditunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang mengalami dispepsia fungsional pada tingkat stres ringan, sedangkan pada stres sedang terdapat 4 orang(36,4%) dan stres berat 7 orang (63,6%) yang mengalami dispepsia fungsional. Hasil Analisis DataBerikut adalah hubungan tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Sumatera Utara .

5.1.3.1 Hasil analisa bivariat

  Tabel 5.8 Tabulasi Silang Responden Berdasarkan Tingkat Stres dengan Kejadian Dispepsia Fungsional Dispepsia Non Dispepsia p OR n % n %Tingkat Stres Ringan-sedang 4 36,4 66 79,5 0,005 6,48Berat 7 63,6 17 20,5Total 11 100 83 100 Fisher’s extract Tabel diatas menunjukkan mahasiswa yang mengalami dispepsia fungsional dengan tingkat stres ringan-sedang sebanyak 4 orang (36,4%) dan tingkat stres beratsebanyak 7 orang (63,6%). Penelitan ini menunjukkan jenis kelamin tidak memiliki hubungan yang bermakna karena p>0,05, berbeda dengan penelitian Setyono (2006) yang menunjukkan persentase penderita yang mengalami Selain itu kebiasaan mahasiswa juga dapat dinilai sebagai faktor resiko terjadinya dispepsia fungsional (tabel 5.2) seperti pola makan, merokok dan konsumsialkohol.

5.2.3 Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dispepsia Fungsional

  Berdasarkan dengan teori Hans Selye yang disebut dengan General Adaption Syndrome yang terdiri dari3 fase, yaitu fase reaksi alarm, fase pertahanan dimana saat tubuh berusaha menolak atau mengatasi stressor yang tidak dapat dihindari, fase kelelahan dimana tubuhmengalami stres yang berkelanjutan atau tubuh tidak mampu lagi beradaptasi pada stresor dan menjadi rentan terhadap masalah fisik dan pada akhirnya memunculkanpenyakit. Berdasarkan data penelitian (tabel 5.7), didapatkan kejadian dispepsia fungsional lebih banyak terjadi pada mahasiswa yang mengalami stres berat 7 orang(63,6%) dibandingkan stres ringan-sedang 4 orang (36,4%).

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

  Pada penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia fungsional dan terdapat perbedaan tingkat stres dengan terjadinya dispepsiafungsional pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. 6.2 SaranDari hasil penelitian yang diperoleh, maka saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai tingkat stres dengan dispepsia fungsional dengan jumlah sampel yang lebih banyak untuk mendapatkan analisis yang lebihdetail mengenai faktor-faktor pencetus stres pada mahasiswa.

DAFTAR PUSTAKA

  Jakarta: Penerbit Buku Keperawatan dan Kebidanan. Hubungan kecemasan dan tipe kepribadian introvert dengan dyspepsia fungsional.

KUESIONER PENELITIAN

  HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA FUNGSIONAL PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Semua data yang terdapat pada kuesioner ini akan dirahasiakan dan hanya peneliti yang mengetahuinya. Mohon untuk mengisi semua bagian kuesioner inidengan baik dan jujur.

A. Identitas Responden

  Penyakit yang diderita : a. Riwayat penggunaan obat-obatan saat ini selama 6 bulan terakhir : a.

B. Tingkat Stres

  (tidak ada hubungan dengan 1 kali dalam sebulan gangguan jantung) 2-3 kali dalam sebulan 1 kali dalam seminggu>1 kali dalam semingguSetiap hari 2-3 kali dalam sebulan 1 kali dalam seminggu>1 kali dalam semingguSetiap hari Dalam 3 bulan terakhir, seberapa sering Anda Tidak pernah merasa kembung setelah makan makanan <1 kali dalam sebulandengan porsi normal/biasa? Kadang-kadangSeringHampir selaluSelalu LEMBAR PENJELASAN Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Saya adalah mahasiswa program S1 Pendidikan Dokter Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara yang melakukan penelitian “Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dispepsia Fungsional pada Mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Sumatera Utara ”.

INFORM CONSENT)

  Computed only for a 2x2 tabletingkat stres * dispepsia Crosstabulationdispepsia ya tidak Totaltingkat stres sedang Count 4 66 70 % within dispepsia 36.4% 79.5% 74.5%berat Count 7 17 24 % within dispepsia 63.6% 20.5% 25.5%Total Count 11 83 94 % within dispepsia 100.0% 100.0% 100.0%Chi-Square Tests Asymp. riwayat penyakit * dispepsia Crosstabulationdispepsia ya tidak Totalriwayat penyakit ya Count 5 17 22 % within dispepsia 45.5% 20.5% 23.4%tidak Count 6 66 72 % within dispepsia 54.5% 79.5% 76.6%Total Count 11 83 94 % within dispepsia 100.0% 100.0% 100.0%Chi-Square Tests Asymp.

Dokumen baru

Download (84 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
7
60
101
Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Sindroma Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
8
64
102
Hubungan Asupan Makan Dengan Kadar Hemoglobin Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
1
48
95
Hubungan Migren dengan Stres Pada Mahasiswa Stambuk 2010 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
8
70
87
Tingkat Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2013
16
97
77
Tingkat Stres Pada Mahasiswa Malaysia Semester I Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Tahun Akademik 2013/2014
2
31
86
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kejadian Dispepsia Fungsional Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
27
203
84
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Konsentrasi Pada Mahasiswa Angkatan 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
30
146
83
Hubungan Culture Shock Dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Asing Di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
13
82
80
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
1
32
57
Gambaran Stres pada Mahasiswa Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
16
104
67
Hubungan Stres Ujian Dengan Perubahan Tekanan Darah Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) Angkatan 2008 Pada Tahun 2010
9
89
81
Hubungan Stres dengan Kejadian Akne Vulgaris Di kalangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Angkatan 2007-2009
19
91
55
Hubungan Kebiasaan Berolahraga dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara
0
0
43
Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Sindroma Dispepsia Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
1
0
13
Show more