UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN

Gratis

0
6
40
2 years ago
Preview
Full text
ABSTRAK UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN Oleh Aidah Hasil belajar matematika pada siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka pada tahun Ajaran 2012-2013 belum mencapai nilai KKM 60. Guru mengajarkan mata pelajaran matematika belum menggunakan metode yang menarik dan tidak melibatkan siswa secara aktif sehingga pembelajaran tidak menarik serta membosankan siswa. Dengan menggunaka metode Problem Solving (pemecahan masalah) dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa khususnya untuk materi Penjumlahan dan Pengurangan dalam Pecahan siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka. Hasil penelitian berdasarkan analisis dapat disimpulkan: (a) dengan menggunakan metode Problem Solving (pemecahan masalah) anak dapat berpikir dan bernalar untuk memecahkan suatu masalah khususnya dalam pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan, (b) menggunakan metode problem solving dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran peneliti kepada seluruh guru khususnya guru yang mengajar mata pelajaran matematika untuk menggunakan metode-metode yang menarik seperti metode problem solving salah satunya dengan memberikan kartu kerja siswa (KK). Kata kunci: hasil belajar, metode problem solving dan matematika BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Saat ini, sebagian besar guru kurang interaktif di dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sehingga ketuntasan belajar tidak seperti yang diharapkan di bawah KKM yang telah ditentukan. Bertitik tolak dari uraian tersebut maka penulis ingin mengetahui melalui penelitian ini tentang belajar adalah suatu kegiatan untuk mencari tahu sesuatu yang diinginkan baik itu secara formal maupun non formal, guru merupakan kunci utama berhasil tidaknya proses pembelajaran pendidikan di sekolah, kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan paling pokok. Ini berarti bahwa berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung kepada bagaimana proses pembelajaran yang dilakukan guru dan bagaimana yang dialami siswa. Guru yang profesional akan selalu berusaha melaksanakan pembelajaran dengan sebaik-baiknya. Usia anak didik di Sekolah Dasar merupakan awal kehidupan untuk memperoleh pendidikan yang sangat berguna sebagai dasar untuk menapak pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sedangkan pendidikan di usia dini akan bermanfaat untuk menumbuh kembangkan potensi anak. Di sekolah dasar sudah ditanamkan pengetahuan dasar yang meliputi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk meningkatkan profesionalitas guru sekolah dasar, proses pembelajaran perlu disesuaikan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi saat ini. Dalam rangka penelitian tindakan kelas dilaksanakan di kelas IV (empat) semester genap SD Negeri 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. Jumlah murid 27 orang yang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Dalam proses pengajarannya diketahui bahwa nilai tes formatif sebagai gambaran hasil belajar masih rendah, hal ini diduga dalam pembelajaran yang dilaksanakan kurang komunikatif serta tidak menggunakan alat peraga maka siswa kurang termotivasi sehingga hasil belajarnya rendah, penelitian ini akan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Problem Solving pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN 1 Sungailangka . 1.2 Identifikasi Masalah Dalam melaksanakan proses pembelajaran Matematika di kelas IV semester genap SD Negeri 1 Sungailangka dan telah dilaksanakan tes formatif diketahui bahwa tingkat penguasaan dan pemahaman materi masih sangat rendah, yaitu 17 orang (55,5%) dari 27 siswa, dengan bantuan teman sejawat yang diminta untuk mengidentifikasi kelemahan atau kekurangan dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan dan hasilnya didiskusikan bersama teridentifikasi masalah yang terjadi dalam pembelajaran, yaitu: 1. Rendahnya penguasaan materi / konsep pelajaran siswa. 2. Rendahnya hasil belajar siswa. 3. Motivasi dan aktivitas belajar siswa cenderung menurun. 4. Guru dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode yang kurang menarik, seperti hanya ceramah dan pemberian tugas. 1.3 Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah dapat dirumuskan masalahnya adalah; rendahnya penguasaan konsep dan rendahnya hasil belajar pelajaran Matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Sungailangka. Atas dasar hal tersebut maka permasalahan yang diajukan adalah: 1. Apakah dengan penerapan metode problem solving dapat meningkatkan aktivitas belajar Matematika khususnya menghitung penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Sungailangka? 2. Apakah dengan metode problem solving dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Sungailangka? 1.4 Tujuan Penelitian Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui efektivitas balajar siswa dalam pelajaran matematika dengan menggunakan metode problem Solving khususnya untuk materi Penjumlahan dan Pengurangan dalam pecahan siswa kelas IV di SDN 1 Sungailangka. 2. Mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan metode problem solving pada siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka. 1.5 Manfaat Hasil Penelitian Penelitian ini di harapkan dapat bermanfaat bagi: 1. Siswa Memberikan wawasan belajar matematika, bahwa pelajaran matematika adalah bukan mata pelajaran yang membosankan dan menakutkan melainkan sebagai mata pelajaran yang menyenangkan. 2. Guru a. Dapat memberikan masukan bagi guru SD tentang pembelajaran matematika SD khususnya penyelesaian soal penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk pecahan serta penyederhanaannya. b. Sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa, untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas, serta memberi gambaran kepada para guru sebagai upaya pemecahan masalah-masalah yang dijumpai dalam pembelajaran yang dilaksanakan. 3. Sekolah Sebagai bahan masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran dan profesionalitas para guru SD Negeri 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Belajar dan Pembelajaran 1.1.1 Pengertian Belajar Seseorang dapat dikatakan belajar jika dalam diri orang tersebut terjadi suatu aktivitas yang mengakibatkan perubahan tingkah laku yang dapat diamati relatif lama. Belajar itu harus dengan pengaitan maksudnya, pengaitan antara pelajaran yang akan dipelajari anak didik dengan pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya, makin kuat kaitannya makin baik ia belajar, penekaannya dari teori Thorndike bahwa setiap pelajaran harus dilatih dengan nilai baik atau pertanyaan yang diajarkan pada anak didik, pendidikan juga memberi jawaban (Drs. Karso, 1998:6). Pada umumnya belajar seringkali diartikan sebagai perolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan. Forrest W. Parkay (1992) menyebut belajar sebagai kegiatan pemrosesan informasi, membuat penalaran, mengembangkan pemahaman dan meningkatkan penguasaan keterampilan dalam proses pembelajaran. B. F. Skinner (dalam Ruminiati 2007:5) belajar merupakan suatu proses atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Pengertian belajar ialah suatu perubahan dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respon. Berdasarkan beberapa pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu bentuk perubahan pada diri seseorang sebagai akibat dari pengalaman dan latihan dalam berinteraksi dengan lingkungan yang dialami orang tersebut yang tampak pada perubahan sikap tingkah lakunya. 1.1.2 Aktivitas Belajar Aktivitas sangat diperlukan dalam belajar. Hal ini dikarenakan pada prinsipnya belajar adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku. Menurut Slameto (1991:83), siswa dalam berpikir maupun bertindak. Aktivitas yang dilakukan oleh siswa sendiri, diharapkan dapat menjadikan pelajaran menjadi berkesan . Menurut Brunner kegiatan belajar atau aktivitas belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Dalam hal ini Brunner ( dalam Ruminiati 2007) menyimpulkan ada tiga tahap proses belajar yaitu: 1. Tahap Informasi, artinya tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru, 2. Tahap Transformasi, artinya tahap memahami, mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain, dan 3. Evaluasi, artinya untuk mengetahui apakah hasil transformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak. Berdasarkan pendapat-pendapat di atas maka disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa selama proses pembelajaran yang dapat menunjang prestasi belajar. 1.1.3 Hasil Belajar Proses pembelajaran mengandung dua unsur, yaitu proses dan hasil belajar. Proses adalah kegiatan yang dilaksanakan siswa dalam mencapai tujuan pengajaran, sedangkan hasil belajar adalah upaya kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Hasil belajar mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran. Menurut Robert M. Gagne (dalam Ruminiati, 2007:8), kondisi internal belajar ini berinteraksi dengan kondisi eksternal belajar, dan dari interaksi tersebut tampaklah hasil belajar. Dan Gagne mengemukakan lima kategori tipe hasil belajar, yakni (1) verbal information, (2) intelektual skill, (3) cognitive strategy, (4) attitude, dan (5) motor skill. Jadi hasil belajar merupakan hasil interaksi stimulus dari luar dengan pengetahuan internal siswa. Sedangkan menurut Ausubel kunci keberhasilan belajar terletak pada kebermaknaan bahan ajar yang diterima atau yang dipelajari oleh siswa. Menurut Benyamin Bloom (dalam Nana Sudjana, 1999:22 31), klasifikasi hasil belajar dibagi menjadi tiga ranah, yaitu: 1. Ranah kognitif, berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam macam aspek, yakni: pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. 2. Ranah afektif, berkenaan dengan sikap dan nilai, beberapa ahli mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya, bila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi. Ranah ini terdiri dari lima aspek, yakni: penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. 3. Ranah psikomotoris, berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan kemampuan bertindak. Ada enam aspek pada ranah ini, yakni: gerakan reflek, keterampilan gerakan dasar, kemampuan konseptual, keterampilan kompleks, gerakan ekspresif, dan interpretatif. 1.1.4 Pengertian Matematika Istilah matematika berasal dari bahasa Yunani mathein atau manthenein yang artinya mempelajari, namun diduga kata itu erat pula hubungannya dengan kata Sansekerta medha atau widya yang artinya kepandaian, ketahuan, atau intelegensi (Andi Hakim Nasution, 1980:12). Matematika adalah ilmu deduktif, ilmu-ilmu tentang pola keteraturan, seni, bahasa, ilmu tentang struktur yang terorganisasi, matematika adalah ilmu yang teratur sistematis dan eksak, matematika adalah ide-ide, konsep-konsep abstrak dan bersifat deduktif. Matematika adalah cara/metode berfikir dan bernalar. Matematika dapat digunakan untuk memutuskan apakah suatu ide itu benar atau salah, atau paling sedikit ada kemungkinan benar. Matematika adalah suatu medan eksplorasi dan penemuan, setiap hari ide-ide baru ditemukan. Pada hakikatnya matematika itu adalah ilmu deduktif yang abstrak, sedangkan anak usia SD relatif berada pada pemikiran konkrit dengan kemampuan yang bervariasi, sehingga strategi dan pendekatan psikolog sebagai jembatan sementara adalah salah satu alternatifnya. Dienes (dalam Karso,dkk 2007:17) memandang matematika adalah sebagai pelajaran struktur, klasifikasi struktur. Dan menurut Dienes konsep matematika adalah struktur matematika yang mencakup konsep murni, konsep notasi, dan konsep terapan. E.T. Russeffendi (1994:40) menyatakan bahwa Matematika adalah suatu cara menemukan jawaban terhadap suatu masalah yang dihadapi manusia, menggunakan informasi, manggunakan pengetahuan tentang bentuk dan ukuran, menggunakan pengetahuan tentang menghitung. Jhonson dan Rising dalam E.T. Ruseffendi (1994:43) menyatakan matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian yang logis, Matematika adalah mendefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat, Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasikan sifat-sifat atau teori-teori yang telah dibuktikan kebenarannya. Matematika adalah suatu medan eksplorasi dalam pola fikir yang digunakan untuk memecahkan jenis persoalan dalam ilmu pengetahuan dan menentukan kebenaran dalam ide-ide yang mungkin bersifat kabur. Matematika selain sebagai seni, kadang kala matematika itu disebut ratunya ilmu (Mathematics is the Queen of Science) artinya antara lain bahwa matematika bahasa yang tidak tergantung pada bilangan studi lain yang menggunakan symbol dan istilah yang cermat yang disepakati secara universal sehingga mudah di pahami, kemudian merupakan ilmu deduktif, struktur yang diorganisasikan, dan matematika sebagai pelayan ilmu. 1.1.5 Metode Problem Solving (Pemecahan masalah) Metode problem solving adalah suatu metode berpikir dan memecahkan masalah. Dalam hal ini siswa dihadapkan pada suatu masalah, kemudian diminta untuk memecahkannya. (objektif) dengan kondisi yang diharapkan. Dalam pembelajaran matematika di sekolah, suatu masalah (soal) menjadi tantangan yang tidak dapat segera diselesaikan dengan prosedur rutin yang diketahui oleh siswa. Menurut Herman Hudoyo (1979:26), dalam pengajaran Matematika, masalah (soal) Matematika dibedakan menjadi dua bagian, yaitu: 1. Latihan yang diberikan pada waktu belajar Matematika yang bersifat latihan agar terampil atau sebagai aplikasi dari pengertian yang baru diajarkan. 2. Masalah yang tidak seperti halnya latihan melainkan menghendaki siswa untuk menggunakan sintesa atau analisa. Untuk menyelesaikan suatu masalah, siswa tersebut harus menguasai hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya, yaitu mengenai pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman, tetapi dalam hal ini ia menggunakannya didalam situasi baru. Polya (1973:27) memberi empat langkah pokok cara pemecahan masalah, yaitu: 1. Memahami masalahnya, 2. Menyusun rencana penyelesaian, 3. Melaksanakan rencana penyelesaian itu, 4. Dan memeriksa kembali penyelesaian yang telah dilaksanakan. Langkah-langkah dalam penyelesaian masalah sebagai berikut: 1. Memahami masalah. 2. Masalah biasanya disajikan dalam bentuk pernyataan tertulis. 3. Menentukan hubungan yang ada dengan masalah yang pernah diselesaikan, juga dengan beberapa pengertian yang dimiliki. 4. Menentukan strategi dengan mengidentifikasi fakta-fakta, syarat-syarat dan variabel-variabel yang ada, mencari metode pembuktian yang sesuai, induktif atau deduktif, langsung atau tak langsung. 5. Menggunakan model yang telah ditentukan untuk memperoleh jawaban. 6. Menafsirkan hasil yang diperoleh. 7. Menganalisis metode penyelesaian. Dalam penelitian ini, soal cerita atau soal objektif untuk pemecahan masalah berikut ini diberikan khususnya pada siswa sekolah dasar. Salah satu model pembelajaran pemecahan masalah diuraikan berikut ini: Soal cerita disajikan dalam kartu kerja (KK) yang memuat keterampilan penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan. Penyajian soal dapat dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran topik penjumlahan dalam pecahan yang dapat dipandang sebagai materi prasyaratnya. Setelah siswa terampil dalam topik tersebut, selanjutnya mereka bisa dihadapkan dengan masalah/soal yang termuat dalam tiap kartu. Prosedur pembelajarannya adalah sebagai berikut: 1. Siswa dikelompokkan dalam kelompok-kelompok kecil terdiri atas 4-5 orang. 2. Tiap kelompok diberi satu set KK yang terdiri atas 4 KK yang sama, yaitu KK-1, KK-2, KK-3, dan KK-4. KK tersebut dibagikan kepada tiap anggota kelompok. 3. Siswa yang memegang KK-1 pada masing-masing kelompok dikumpulkan menjadi kelompok baru, demikian juga untuk siswa yang memegang KK-2, KK-3, maupun KK-4. Siswa-siswa dalam kelompok baru ini yang disebut dengan kelompok ahli, yaitu nantinya ahli pada soal yang tertulis pada KK-1, KK-2, KK-3, maupun KK-4. 4. Dalam kelompok baru ini siswa-siswa bekerja untuk menjawab pertanyaan yang disediakan pada masing-masing KK. 5. Siswa-siswa yang dikenal dengan ahli soal pada KK-1, KK-2, KK-3, maupun KK-4 kembali kekelompok semula. Masing-masing bertugas untuk menjelaskan jawab soal pada KK kepada teman sekelompoknya. Dengan demikian setiap anggota kelompok bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil kerja mereka sewaktu di kelompok ahli. 6. Akhir kegiatan ini adalah guru mengajak siswa untuk membuat kesimpulan langkah pengerjaan soal pada KK-1 sampai dengan KK-4. Setting kelas yang dikemukakan di atas dikenal dengan istilah pembelajaran kooperatif model Jigsaw. Kelebihan metode problem solving (pemecahan masalah) antara lain adalah: 1. Dapat membuat siswa menjadi lebih menghayati kehidupan sehari-hari, 2. Dapat melatih dan membiasakan para siswa untuk menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, 3. Dapat mengembangkan kemampuan berfikir siswa secara kreatif, 4. Siswa sudah mulai dilatih untuk memecahkan masalahnya. Kekurangan metode problem solving antara lain adalah: 1. Memerlukan cukup banyak waktu, 2. Melibatkan lebih banyak orang, 3. Dapat mengubah kebiasaan siswa belajar dengan mendengarkan dan menerima informasi dari guru, 4. Dapat diterapkan secara langsung yaitu untuk memecahkan masalah. 1.1.6 Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw Jigsaw merupakan salah satu pembelajaran kelompok yang terdiri dari kelompok asal dan kelompok ahli. Anggota kelompok terdiri atas beberapa siswa dengan tingkat heterogenitas yang tinggi. Siswa yang memiliki topik sama bertemu pada kelompok ahli, kelompok ahli mempelajari satu topik. Dan setelah topik tersebut tuntas dibahas, maka siswa dari kelompok ahli kembali pada kelompok asal dan berbagi pengetahuan dengan teman-teman pada kelompok asal. Masing-masing anggota kelompok siswa dalam teknik jigsaw memperoleh subpokok bahasan yang berbeda, kemudian siswa yang mendapat pokok bahasan sama berkumpul dalam kelompok ahli untuk membahas permasalahan, setelah memperoleh jawaban, kelompok ahli kembali kepada kelompok asal. Langkah-langkah membentuk teknik jigsaw, yaitu membagi siswa kedalam kelompok jigsaw, yang terdiri dari 5-6 anggota dan masing-masing siswa mendapat subtopik yang berbeda. Teknik jigsaw terdiri dari lima langkah, yaitu: 1. Siswa membaca dan mengkaji bahan ajar 2. Diskusi kelompok ahli (homogen) 3. Diskusi kelompok siswa (heterogen) 4. Tes atau ujian 5. Penguatan oleh guru. 1.2 Kerangka Pikir Penelitian Faktor yang diduga memengaruhi rendahnya pencapaian nilai akhir siswa, menjadi indikasi bahwa pembelajaran yang dilakukan selama ini belum efektif, nilai akhir dari evaluasi belajar belum mencakup penampilan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Penggunaan metode problem solving dengan media kartu kerja siswa dapat memecahkan soal dalam matematika dan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. 1.3 Hipotesis Berdasarkan kajian teori dari kerangka berpikir tersebut di atas diajukan hipotesis tindakan sebagai berikut: Menggunakan metode problem solving (pemecahan masalah) dapat meningkatkan hasil belajar bagi siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka Kecamatan gedongtataan Kabupaten Pesawaran. BAB III PROSEDUR PENELITIAN 1.1 Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran pada semester genap dengan jumlah siswa 27 orang terdiri dari 17 orang laki-laki dan 10 orang perempuan untuk mata pelajaran Matematika. 1.2 Tempat Penelitian Tempat diadakannya penelitian ini adalah di Sekolah Dasar Negeri 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. 1.3 Waktu Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester genap tahun pembelajaran 2012 selama 3 bulan, yaitu dari bulan April sampai dengan bulan Juni 2012, mulai dari perencanaan sampai dengan penulisan laporan penelitian. 1.4 Prosedur Penelitian (Siklus Pertama) 1.4.1 Perencanaan Dalam melaksanakan pembelajaran tentang penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk pecahan direncanakan beberapa kegiatan, yaitu: 1. Pembuatan persiapan pembelajaran matematika materi penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan dan menyederhanakannya. 2. Membuat lembar observasi siswa, observasi kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal tentang pembelajaran Matematika dengan menggunakan metode problem solving (pemecahan masalah). 3. Identifikasi permasalahan dalam pembelajaran Matematika, kegiatan dilakukan untuk dapat menentukan cara menyelesaikan masalah tersebut. 4. Membuat lembar kerja siswa. 5. Merancang alat evaluasi untuk melihat apakah hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika terdapat perubahan. 1.4.2 Pelaksanaan Pembelajaran ini dengan memperhatikan kekurangan-kekurangan pada tindakan pertama melalui upaya yang telah direncanakan pada diskusi tindakan yang kedua ini direncanakan satu kali pertemuan, dengan kegiatan sebagai berikut: 1. Memberikan informasi tentang materi yang akan dilaksanakan. 2. Menjelaskan tentang materi pelajaran penjumlahan dan pengurangan dalam bentuk pecahan serta penyederhanaannya. 3. Siswa diajak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan arti pecahan serta menggunakannya dalam pemecahan sehari-hari. 4. Siswa dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4 orang. 1.4.3 Pengamatan/Observasi Selama tindakan guru mengamati observasi yang sedang dilaksanakan untuk melihat kemajuan yang didapat maupun hambatan-hambatan ini adalah dengan metode problem solving yang telah disiapkan, antara lain : 1. Situasi kegiatan belajar mengajar. 2. Keaktifan siswa dalam mengerjakan soal-soal yang ada pada kartu kerja. 3. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dalam sehari-hari. 1.4.4 Refleksi Hal-hal yang dilakukan dalam kegiatan refleksi adalah membahas hal-hal yang terjadi dalam siklus pertama yang dilakukan oleh peneliti. Data hasil belajar akhir siklus pertama bila terdapat kelemahan dan kekurangan, maka akan dilakukan perbaikan pada perencanaan tindakan untuk siklus kedua. Sedangkan kebaikan atau kelebihan yang sudah muncul pada siklus pertama akan dipertahankan untuk siklus kedua. Penelitian dan pengamatan akan didiskusikan pada tindakan yang telah dilakukan. 1.5 Siklus Kedua 3.5.1 Perencanaan 1. Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran. 2. Menyiapkan atau menyusun lembar observasi. 3. Merancang perbaikan dua berdasarkan refleksi siklus satu. 3.5.2 Pelaksanaan Pembelajaran dengan memperhatikan kekurangan-kekurangan pada tindakan pertama melalui upaya yang telah direncanakan pada diskusi tindakan yang kedua ini direncanakan satu kali pertemuan, dengan kegiatan sebagai berikut: 1. Penyajian materi penjumlahan dan pengurangan bentuk pecahan dilanjutkan dengan bentuk menyederhanakan hasilnya. 2. Pengembangan dari tindakan pertama dimaksudkan untuk meningkatkan pencapaian hasil dari tindakan sebelumnya. 3.5.3 Pengamatan/Observasi Selama tindakan guru mengamati tindakan yang sedang dilaksanakan untuk melihat kemajuan yang didapat maupun hambatan-hambatan baik dari siswa, guru maupun dari proses pembelajaran. 3.5.4 Refleksi 1. Merencanakan upaya perbaikan dan peningkatan hasil belajar siswa. 2. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat pembelajaran. 3. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar siswa. 1.6 Desain Penelitian Model penelitian pada penelitian ini merujuk ada proses pelaksanaan penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart, dalam IGAK Wardhani dan Kuswaya Wihardit (2009), yang meliputi: 1. Rancangan tindakan (planning) 2. Pelaksanaan tindakan (acting) 3. Pengamatan (observing) 4. dan Refleksi (reflecting). 1.7 Metode Pembelajaran Metode pembelajaran yang dipakai yaitu metode problem solving (pemecahan masalah) dengan media kartu kerja (KK) dengan langkah-langkah: 1. Siswa dibagi 4 kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4 orang. 2. Tiap kelompok mendapatkan satu set Kartu Kerja (KK) yang terdiri atas 4 KK yang sama, yaitu : KK-1, KK-2, KK-3, dan KK-4. 3. Tiap kelompok menyelesaikan tugas untuk menjawab soal-soal yang ada pada kartu kerja (KK). 1.8 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data 1.8.1 Teknik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data dalam penelitian tindakan kelas ini, penulis menggunakan berupa instrumen, yaitu: 1. Tes Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur kemampuan, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh individu atau kelompok. 2. Observasi Observasi digunakan untuk melihat dan mengamati secara langsung kegiatan belajar di kelas IV SD Negeri 1 Sungailangka, termasuk di dalamnya ketika tes berlangsung. 1.8.2 Teknik Analisis Data 1. Jenis data Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif yang terdiri dari hasil tugas, rencana pembelajaran, hasil observasi, soal-soal tes terhadap pelaksanaan pembelajaran. 2. Alat pengumpulan data Alat pengumpulan data adalah : a. Lembar observasi b. Tes Matematika siklus I dan II 3. Analisis Data Data dikumpulkan sejak awal penelitian dengan memperhatikan semua proses yang dilihat, dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat kecendrungan yang terjadi pada saat kegiatan pembelajaran. Berikut ini adalah data yang akan diperoleh untuk proses analisis penapsiran data: a. Hasil belajar diperoleh dari nilai tes hasil belajar siswa. b. Aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar diperoleh dengan tingkat keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar melalui lembar pengamatan kemudian dikategorikan dalam klasifikasi sangat baik, baik, cukup, dan kurang. 1.8.3 Indikator keberhasilan Keberhasilan dari penelitian ini ditentukan dengan indikator: Pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan dengan menggunakan metode problem solving akan menghasilkan perubahan hasil balajar matematika siswa jika diukur dengan tes hasil belajar. Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menerapkan metode ini maka aktivitas belajar siswa meningkat. Siswa tuntas jika nilai hasil belajar siswa mencapai nilai sama atau lebih dari KKM Kriteria keberhasilan Siswa yaitu: a. Peningkatan aktivitas: Baik Cukup Kurang b. Peningkatan prestasi siswa yaitu: Baik Cukup Kurang BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis penelitian yang telah dilakukan pada kegiatan perbaikan pembelajaran Matematika menggunakan metode problem solving (pemecahan masalah) dengan materi penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran Tahun Pembelajaran 2012/2013, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Terjadinya peningkatan terhadap aktivitas belajar Matematika dengan menggunakan metode problem solving (pemecahan masalah) dalam materi penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan pada siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtatan Kabupaten pesawaran. 2. Penguasaan materi penjumlahan dan pengurangan dalam pecahan dapat ditingkatkan dengan memberi tes kepada siswa sehingga konsepnya tertanam pada diri siswa. 3. Menggunakan metode problem solving dengan kartu kerja siswa (KK) dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtatan Kabupaten pesawaran. 24 5.2 Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran dari peneliti, antara lain: 1. Kepada seluruh guru khususnya guru yang mengajar mata pelajaran matematika untuk menggunakan alat peraga, diharapkan guru dapat memberikan rangsangan atau motivasi dalam proses pembelajaran di sekolah. 2. Siswa harus sering mempelajari materi pelajaran yang telah dipelajari serta banyak mengerjakan soal-soal di dalam buku latihan, baik di sekolah maupun di luar sekolah secara kelompok. 3. Sekolah harus meningkatkan kedisiplinan bagi guru dan siswanya sehingga bisa menciptakan suasana yang kondusif sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana dengan lancar. UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN (Skripsi) Oleh AIDAH FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN Oleh AIDAH Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar SARJANA PENDIDIKAN Pada Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2012 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR TABEL ........................................................................................... v DAFTAR LAMPIRAN.................................................................................... vi BAB I. PENDAHULUAN ........................................................................ 1 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 Latar Belakang ..................................................................... Identifikasi Masalah ............................................................ Perumusan Masalah ............................................................. Tujuan Penelitian ................................................................. Manfaat Hasil Penelitian ..................................................... 1 2 3 3 4 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 5 2.1 Belajar dan Pembelajaran .................................................. 5 BAB II. 2.1.1 2.1.2 2.1.3 2.1.4 2.1.5 2.1.6 BAB III. Pengertian Belajar ..................................................... Aktivitas Belajar ....................................................... Hasil Belajar ............................................................. Pengertian Matematika ............................................. Metode Problem Solving (Pemecahan Masalah)....... Pembelajaran Kooperatif Teknik Jigsaw .................. 5 6 7 8 10 13 2.2 Kerangka Pikir Penelitian .................................................... 14 2.3 Hipotesis .............................................................................. 14 PROSEDUR PENELITIAN .......................................................... 15 3.1 Subjek Penelitian ................................................................. 15 3.2 Tempat Penelitian ................................................................ 15 3.3 Waktu Penelitian .................................................................. 15 3.4 Prosedur Penelitian (Siklus Pertama) .................................. 16 3.4.1 3.4.2 3.4.3 3.4.4 Perencanaan .............................................................. Pelaksanaan .............................................................. Pengamatan/Observasi .............................................. Refleksi ..................................................................... 16 16 17 17 i 3.5 Siklus Kedua ........................................................................ 3.5.1 3.5.2 3.5.3 3.5.4 18 Perencanaan .............................................................. Pelaksanaan .............................................................. Pengamatan/Observasi .............................................. Refleksi ..................................................................... 18 18 18 18 3.6 Desain Penelitian .................................................................. 19 3.7 Metode Pembelajaran .......................................................... 19 3.8 Teknik Pengumpulan Data dan Analisi Data ...................... 20 3.8.1 Teknik Pengumpulan Data ....................................... 3.8.2 Teknik Analisis Data ................................................ 3.8.3 Indikator Keberhasilan ............................................. 20 20 21 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................. 23 4.1 Hasil Penelitian ....................................................................... 23 4.1.1 Penjelasan Tentang Kegiatan Penelitian..................... 4.1.2 Data Aktivitas Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Matematika ................................................................. 4.1.3 Data Hasil Penelitian Siklus 1 .................................... 4.1.4 Hasil Pengamatan Siklus 1 ......................................... 4.1.5 Hasil Pengamatan Siklus 2 ......................................... 23 23 28 29 30 4.2 Pembahasan ........................................................................... 31 4.2.1 Pembahasan Siklus 1 .................................................. 4.2.2 Pembahasan Siklus 2 .................................................. 31 32 KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 33 5.1 Kesimpulan ............................................................................. 33 5.2 Saran ....................................................................................... 34 DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 35 LAMPIRAN..................................................................................................... 36 BAB V. ii DAFTAR PUSTAKA Abdullah, Solichan. 2004. Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika SD. Fasilitator. Edisi IV. Jakarta. 70 hlm. FKIP. 2010. Belajar dan Pembelajaran. Universitas Lampung. Bandar Lampung. Hudoyo, Herman. 1979. Jakarta. 70 hlm. Pengajaran Matematika SD. Fasilitator. Edisi IV. Inzalmi. 2012. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Sifat Operasi Hitung Bilangan Cacah dengan menggunkan Alat Peraga Kartu Bilangan. Bandar Lampung. 30 hlm. Karim. Muchtar A., dkk. 2006. Materi Pokok Pendidikan Matematika II, Universitas Terbuka. Jakarta. 9.48 hlm. Karso. dkk. 2006. Materi Pokok Pendidikan Matematika 1. Universitas Terbuka. Jakarta. 9.31 hlm. Ruminiati. 2007. Pengembangan Pendidikan Kewarganegaraan. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta. 6.44 hlm. Ruseffendi, E. T. 1994. Pendidikan Matematika 3. Universitas Terbuka. Jakarta. 9.30 hlm. Slameto. 1995. Pendidikan Matematika. Pusat Penerbit Universitas Terbuka. Jakarta. 188 hlm. Sudjana, Nana. 2001. Psikologi Kependidikan. Remaja Rosdakarya. Bandung. 302 hlm. Sudwiyanto. dkk. 2006. Terampil Berhitung Matematika SD Kelas IV . Erlangga. Jakarta. 272 hlm. Tim. 2011. Format Penulisan Karya Ilmiyah Universitas Lampung. Universitas Lampung. Bandar Lampung. 60 hlm. Wardhani, I.G.A.K dan Kuswaya Wihardit. 2008. Penelitian Tindakan Kelas. Pusat Penerbit Universitas. Jakarta. 6.51 hlm. Halaman Pernyataan Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : AIDAH NPM : 1013109079 Program Studi : S1 PGSD Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Perguruan Tinggi : Universitas Lampung Judul Penelitian : UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN Menyatakan bahwa penelitian ini hasil pekerjaan saya sendiri, dan sepengetahuan Saya tidak berisi materi yang telah dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain atau Dipergunakan dan diterima sebagai persyaratan penyelesaian studi pada Universitas atau Institut lain. Bandar Lampung, 12 juni 2012 Yang Membuat Pernyataan AIDAH Judul : UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN Nama Mahsiswa : AIDAH Nomor Pokok Mahasiswa : 1013109079 Program Studi : PGSD Jurusan : Ilmu Pendidikan Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan MENYETUJUI: Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Dosen Pembimbing Drs. Baharuddin R., M.Pd NIP. 195105071981031002 Dr. Ngadimun Hd., M.Pd. NIP 195001071977101001 MENGESAHKAN 1. Tim Penguji Penguji : Dr. Ngadimun Hd., M.Pd. ________________ Penguji Bukan pembimbing : Drs.Ikhsan Syueb, M.H. ________________ 2. Dekan Fakultas keguruan dan ilmu Pendidikan Dr.H. Bujang Rahman, M.Si. NIP.196003151985031003 Tanggal Lulus Ujian Skripsi:25 Juni 2012 MOTTO Bermurah Hati untuk Menyebarkan Ilmu Pengetahuan yang Tidak Dimiliki Orang (KH. Dewantoro) PERSEMBAHAN Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, ku persembahkan skripsi ini kepada: 1. Suami tercinta, Sukadir yang telah ikut memberi dorongan dan semangat. 2. Anak-anakku, Dimas Ramadhan, Intan Khairunnisa, M. Rofka Romadhon yang saya cintai dan banggakan. 3. Kepada Bapak Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sungailangka, Ruswandi Ngadimun. 4. Seluruh Dewan Guru SD Negeri 1 Sungailangka. 5. Almamater Universitas Lampung yang tercinta. PRAKATA Dengan segala limpahan rasa syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas ini, yang merupakan puncak program dari S1 PGSD Dalam Jabatan. Laporan ini disusun dengan menerapkan prinsip Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk menemukan, menganalisis, dan merumuskan masalah pembelajaran yang dihadapi, menemukan dan merancang pemecahan masalah melalui rencana perbaikan pembelajaran, menemukan kekuatan dan kelemahan kinerja dalam perbaikan pembelajaran. Selanjutnya saya sebagai peneliti Upaya Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Problem Solving pada Mata Pelajaran Matematika Kelas IV SDN 1 Sungailangka Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran . Sudah selayaknya penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan, dorongan yang amat berharga terutama kepada : 1. Dr. Hi. Bujang Rahman, M.Si., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung; 2. Drs. Baharuddin R., M.Pd., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung; 3. Dr. Ngadimun Hd., M.Pd., selaku pembimbing dalam penulisan Penelitian Tindakan Kelas; 4. Drs. Ikhsan Syueb, M.H., selaku pembahas dalam Penelitian Tindakan Kelas; 5. Bapak dan Ibu Dosen beserta staf Universitas Lampung; 6. Bapak Ruswandi Ngadimun, selaku kepala SD Negeri 1 Sungailangka yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian. Semoga bantuan dan amal baik yang telah diberikan kepada penulis, mendapat imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa, dan semoga laporan ini dapat bermanfaat. Terima kasih. Pesawaran, Juni 2012 Penulis, AIDAH RIWAYAT HIDUP Penulis lahir di Tanjungkarang tanggal 2 Juni 1977 anak ketiga dari 8 bersaudara dari pasangan suami istri Bapak Abdul Gafar dan Ibu Jumirah. Pendidikan yang ditempuh penulis: 1. SD Negeri 6 Sukajawa Bandar Lampung 2. SMP Negeri Segalamider Bandar Lampung 3. SMEA PGRI 2 Palapa Bandar Lampung 4. D2 PGSD Universitas Terbuka Bandar Lampung Pada tahun 2010 penulis terdaftar sebagai mahasiswa Program S1 Guru Dalam Jabatan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE DISKUSI KELAS V SEMESTER 1 SD NEGERI 1 SINDANGSARI KECAMATAN TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
9
37
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 3 SERDANG KECAMATAN TANJUNGBINTANG
0
19
53
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE KERJA KELOMPOK MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 4 METRO TIMUR TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
14
63
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SD NEGERI 1 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN
0
6
40
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGAPADA MATA PELAJARAN IPA KELAS IV SD NEGERI 7 BAGELEN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012
0
10
67
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SD N 2 TAMBAHREJO KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
4
39
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS IV SD N 2 TAMBAHREJO KECAMATAN GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
23
109
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN TEKNIK LATIHAN SISWA KELAS 1 SEMESTER GENAP SD NEGERI 1 WAYHALOM TAHUN PELAJARAN 2011/2012
0
5
40
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGS A W PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
7
54
MENINGKATKAN KREATIVITAS DAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE BERMAIN KARTU HURUF DAN ANGKA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI 3 KEBAGUSAN KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
2
29
70
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS-GAMES-TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DI SDN 2 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN PESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
6
80
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPA DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 JEMBRANA
0
11
40
PENERAPAN METODE KOOPERATIF TIPE TWO STAY STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 SUNGAILANGKA KECAMATAN GEDONGTATAAN KABUPATEN ESAWARAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013
0
14
45
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING PELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV SDN 3 PANJANG UTARA BANDAR LAMPUNG 2013/2014
2
37
74
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI KELAS IV SD NEGERI TANJUNG AGUNG KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN PESAWARAN
0
6
37
Show more