Pengaruh brand trust dan lokasi terhadap keputusan konsumen menginap pada Hotel Horison di Bandung

Gratis

0
36
94
2 years ago
Preview
Full text

DATA PRIBADI

  Nama : I. Nyoman Ricky Aditya PutraAlamat : Komp.

LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMAL

Institute Tempat Priode SD : SDN Sudirman IV Cimahi 1997-2003SMP : SMPN 9 Cimahi 2004-2006SMA : SMA YWKA Bandung 2007-2009KULIAH : UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG 2009-2013

KATA PENGANTAR

  Si selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan saran dan nasehatnya selama penyusunan usulan penelitian iniserta meluangkan waktunnya dari kesibukan beliau dengan sabar untuk memberikan bimbingan dan pengarahan. Wayan Thodya dan Ibu Sri Hastuti yang dengan penuh kasih sayang serta do’anya telah memberikan kekuatanbatin kepada penulis untuk menyelesaikan studi ini.

4.3. Pengujian Hipotesis…………………………………………………

  Uji T………………………………………………………….145 4.3.2.1. Pengujian Brand Trust……………………………….147 4.3.2.2.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1.Kesimpulan........................................................................... 150 5.2.Saran..................................................................................... 151

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

  Analisis Pengaruh Brand Trust dan Brand Image Terhadap Keputusan pembelian. Pengaruh Brand Image dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalty Teh Botol Sosro.

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Perkembangan persaingan bisnis dan pengaruh globalisasi yang terjadi di Indonesia ini menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dibahas yang membuat persainganbisnis semakin ketat sehingga membuat bukan hanya bisnis manufaktur saja yang mendominasi aktivitas perekonomian khusunya di Indonesia saat ini industri jasa sangatmemegang peranan yang penting. Hotel merupakan suatu jenis akomodasi komersial yang sangat dikenal dan sebenarnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang berpergian dengan jarak yang cukupjauh dari tempat tinggalnnya,dan hotel memberikan kenyamanan layaknnya konsumen sedang berada di tempat tinggalnya sendiri,bahkan lebih dari itu hotel saat ini bukan sajahanya menyediakan pelayanan penginapan tetapi juga menjadi sebuah resto,tempat olahraga,tempat rapat,pernikahan,dll.

HOTEL ROOM ROOM OCCUPANCYINVENTORY SOLD (%)

  Hal ini jelas disebabkan oleh kurangnya Hotel Horison menarik konsumen untuk memutuskan menginap dihotelnya,seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya Hotel Horison dalam hal ini harus menguatkan merek mereka agar lebih dipercaya oleh konsumen karena beberapaperusahaan yang peka terhadap nilai suatu merek, akan sepenuhnya menyadari bahwa merek menjadi identitas diri perusahaan dan menjadi “added value” dalam menjualproduknya. Kenyataan yang terjadi di Hotel Horison Bandung ada indikasi salah satunnya terjadi karena factor lokasi,karena dari teori diatas dapat disimpulkan bahwa lokasi sangatbepengaruh terhadap jumlah konsumen yang ingin digarap,makin tidak terjangkaunnya konsumen dari lokasi,maka konsumen pun semakin enggan untuk membeli.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah

1.2.1. Identifikasi Masalah

  Jumlah tamu Hotel Horison Bandung yang memiliki kecenderungan menurun mendorong perusahaan untuk semakin meningkkatkan performa perusahaan agar hal-hal Kepercayaan konsumen terhadap Hotel Horison Bandung belum cukup baik untuk mempengaruhi konsumen memutuskan untuk menginap di hotel tersebut,hal inidisebabkan oleh kurangnya Hotel Horison Bandung untuk membangun kepercayaan dari konsumen yang seharuhnya sudah sejak lama dibangun. Keputusan konsumen menginap di Hotel Horison Bandung dari tahun 2008-2012 yang cenderung menurun,dan tidak sesuai dengan apa yang telah ditargetkansebelumnnya oleh Hotel Horison Bandung,dan juga semakin ketatnya persaingan hotel bintang empat di Kota Bandung yang menyebabkan jumlah penjualan kamar menurun.

1.2.2. Rumusan Masalah

  Bagaimana tanggapan konsumen tentang Brand Trust,Lokasi,dan Keputusan Konsumen untuk Menginap pada Hotel Horison Bandung. Apakah terdapat pengaruh Brand Trust terhadap Keputusan Konsumen untuk Menginap pada Hotel Horison Bandung.

4. Apakah terdapat pengaruh Brand Trust dan Lokasi terhadap Keputusan Konsumen untuk Menginap pada Hotel Horison Bandung

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian

  Maksud Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data-data bahan yang diperlukan sebagimana yang di gambarkan dalam perumusan masalah mengenai Pengaruh Brand Trustdan Lokasi Terhadap Keputusan Menginap Konsumen di Hotel Horison Bandung. Untuk mengetahui tanggapan konsumen tentang Brand Trust,Lokasi dan Keputusan Konsumen untuk Menginap pada Hotel Horison Bandung.

1.4. Kegunaan Penelitian

Penulis mengharapkan penelitian ini dapat memberikan hasil yang bermanfaat, sejalan dengan tujuan penelitian diatas. Hasil dari penelitian ini berguna untuk :

1. Kegunaan Akademis

2. Kegunaan Praktis

Menambah wawasan dan pengatahuan menulis mengenai pengaruh brand trust dan lokasi terhadap keputusan konsumen untuk menginap melalui penerapan ilmu dan Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam pengambilan kebijakan yang berkaitan denga upaya membangun hubungan baik dengan konsumen danreferensi bagi pengembangan penelitian dikemudian hari.

1.5. Lokasi dan Waktu Penelitian

Dalam rangka melakukan penelitian penulis telah memperoleh data yang diperlukan sebagai dasar untuk melakukan penelitian, dan penulis mengadakan penelitian di HotelHorison Bandung. Adapun waktu penelitian yang dilakukan oleh penulis dilaksanakan pada bulanJanuari 2013 sampai Bulan April 2013 Tabel 1.7 Waktu Pelaksanaan Penelitian NO Uraian WAKTU KEGIATANOKTOBER NOVEMBER DESEMBER JANUARI FEBRUARI 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 Mensurvei Tempat Penelitian 2 Melakukan Penelitian 3 Mercari Data 4 Membuat Laporan 5 Bimbingan 6 Sidang

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Jasa

2.1.1.1. Pengertian Jasa

  Menurut Arief (2006,;11),:Jasa adalah semua aktivitas ekonomi yang hasilnya tidak merupakan produk dalam bentuk fisik atau konstruktif, yang biasanya dikonsumsi pada saat yangsama dengan waktu yang dihasilkan dan memberikan nilai tambah (seperti kenyamanan, hiburan, kesenangan, atau kesehatan) atau pemecahan atas masalahyang dihadapi konsumen. Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jasa merupakan kegiatan yang memberikan bermanfaat yang dapat ditawarkan kepada konsumenatau pelanggan yang pada dasarnya memiliki sifat tidak berwujud dan tidak dapat dipindah kepemilikannya.

2.1.1.2. Karakteristik Jasa

  Menurut Rini (2007 : 18) jasa memiliki empat karakteristik yang membedakannya dengan sektor yang lain,diantarannya : 1. Simultaneous Jasa diproduksi dan dikonsumsi secara simultan,melibatkan konsumen dan penyedia dalam transaksi dan outcome jasa,terjadi kontak yang tinggidengan pengguna jasa.

4. Heterogeneous

  Hal ini terjadi karena proses produksi jasa selalu berbeda dari pengguna jasa yang berbeda. Definisi lainnya dari jasa berorientasi pada aspek proses dan aktivitas dikemukakan oleh Gronroos (2000) dalam Tjiptono (2006), bahwa jasa adalahproses yang terdiri dari serangkaian aktivitas intangible yang biasanya terjadi pada interaksi antara pelanggan dan karyawan jasa dan atau sumber daya fisikatau barang dan atau sistem penyedia jasa, yang disediakan sebagai solusi atas masalah pelanggan.

2.1.1.3. Jenis-Jenis Jasa

  Rented Good Service Dalam tipe ini, konsumen menyewa dan menggunakan produk tertentu berdasarkan tarif yang disepakati selama jangka waktu spesifik. Konsumenhanya dapat menggunakan produk tersebut, karena kepemilikannya tetap ditangan pihak perusahaan yang menyewakannya.

3. Non – Goods Service

  Karakteristik khusus pada jenis ini adalah jasa personal bersifat intangible (tidak berbentuk produk fisik) ditawarkan kepada para pelanggan. Contohnya: sopir, baby-sitter, dosen, guru.

2.1.2. Jasa Hotel

2.1.2.1. Pengertian Hotel

  Menurut AHMA (American Hotel and Motel Associations):Hotel adalah suatu tempat dimana disediakan penginapan, makanan, dan Dengan mengacu pada pengertian diatas dan untuk menertibkan Agus Sulastiyono (2006 : 5) mengemukakan bahwa :Hotel adalah suatu perusahaan yang dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas kamar untuk tidurkepada orang Menurut Menteri Pariwisata dab Telkom No. KM.37/PW.340/MPPT-86 :Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makanan, dan minumam serta jasalainnya bagi umum yang dikelola secara komersial.

2.1.2.2. Jenis – jenis Jasa Perhotelan

  Menurut Agus Sulastiyono (2006 : 8) jenis Transient Hotel, yaitu hotel yang letak dan lokasinya di tengah kota dengan jenis tamu yang menginap sebagian besar adalah untuk urusan bisnis danturis; b. Residential Hotel, yaitu hotel yang pada dasarnya merupakan rumah – rumah berbentuk apartemen dengan kamar Resort Hotel, yaitu hotel pada umumnya yang berlokasi di tempat – tempat wisata untuk melayani konsumen yang sedang berekreasi.

2.1.2.3. Penggolongan Hotel

  Hotel Sedang, hotel yang memiliki lebih dari 25 kamar dan kurang dari 100 kamar;c. Hotel menengah, hotel yang memiliki lebih dari 100 kamar dan kurang dari 300 kamar;d.

2.1.3. Kepercayaan Merek (Brand Trust)

2.1.3.1. Definisi Kepercayaan Merek

  (Delgado Ballester,2006) Menurut Shaw (dalam Ferinnadewi, 2008:152) terdapat tiga aktivitas yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menumbuhkan brand trust yang dapatdirumuskan sebagai berikut ini: Achieving Result Acting with Level of trust Demontratio n= + + Gambar 2.1 Mendapatkan dan Mempertahankan Kepercayaan Sumber : Shaw (dalam Ferinnadewi, 2008:152) 1. Demonstrate concern, kemampuan perusahaan untuk menunjukkan perhatiannya kepada konsumen dalam bentuk menunjukkan sukappengertian ketika konsumen menghadapi masalah dengan produk, akan menumbuhkan kepercayaan konsumen kepada merek.

2.1.3.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepercayaan Merek

  Menurut Lau dan Lee yang dikutip oleh Gede Riana (2008:184) terdapat tiga factor yang mempengaruhi kepercayaan merek,ketiga faktor tersebut dapatdigambarkan sebagai berikut: 1. Company characteristic yang ada di balik suatu merek juga dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen terhadap merektrsebut.pengetahuan konsumen tentang perusahaan yang ada di balik merek suatu produk merupakan dasar awal pemahaman konsumen terhadap merek suatuproduk.

2.1.3.3. Indikator Kepercayaan Merek

  Brand reliability, kepuasan pelanggan karena kompetensi merek tersebut, yang selanjutnya meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap merektersebut dan juga merupakan kehandalan merek yang bersumber pada keyakinan konsumen bahwa produk tersebut mampu memenuhi nilai yangdi janjikan atau dengan kata lain persepsi bahwa merek tersebut mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepusaan . Persepsi konsumen akan reputasi merek, persepsi konsumen akan kesamaan kepentingan dirinya dan penjual, dan persepsi merekaapada sejauh mana konsumen dapat mengendalikan penjual dan persepsi.

1. Kepercayaan sebagai komponen kognitif,kepercayaan konsumen tentang

  Komponen afektif,evaluasi terhadap merek.sikap konsumen yang kedua adalah evaluasi terhadap merek.komponen ini mempresentasikan evaluasikonsumen secara keseluruhan terhadap sebuah merek.kepercayaan konsumen terhadap sebuah merek bersifat multi dimensional karena hal ituditerima di benak konsumen. Komponen konatif,niat melakukan pembelian.komponen ketiga dari sikap adalah dimensi konatif yaitu kecenderungan konsumen untuk berperilakuterhadap objek,dan hal ini diukur dengan niat untuk melakukan pembelian.

1. Prediktabilitas Merek (Brand Predictability)

  Jika konsumen suka terhadap suatu merek, maka konsumen akan berniat untuk berusaha menemukan berbagai informasi tentang merek, yang nantinya akanmenimbulkan perasaan yakin atau percaya bagi calon konsumen untuk mengkonsumsi merek tersebut. Kompetensi Merek (Brand Competence) Brand competance adalah kemampuan suatu merek untuk memecahkan masalah konsumen dalam memenuhi kebutuhannya secara lebih baik dibanding produk sejenis lainnya Konsumen dapat mengetahui kompetensisuatu merek dari penggunaan secara langsung, komunikasi word of mouth dan komunikasi yang dilakukan oleh pemasar (misal: melalui iklan) sertadengan melakukan perbandingan dengan merek lain.

5. Kepercayaan pada Perusahaan (Trust in The Company)

  Kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dapatdipengaruhi oleh reputasi perusahaan, besarnya perusahaan, pembagian informasi dan hubungan perusahaan dengan konsumen, seperti: kegiatan-kegiatan sosial dimasyarakat yang bertujuan untuk menampakkan pertanggung jawaban sosial perusahaan dan adanya customer service. Sedangkan menurut Luk dan Yip (2008:452) kepercayaan merek adalah perasaan aman yang dimiliki konsumen akibat dari interaksinnya dengan sebuahmerek,yang berdasarkan persepsi bahwa merek tersebut dapat diandalkan dan bertanggung jawab atas kepentingan dan keselamatan dari konsumen.dan dimensikepercayaan merek terdiri dari : 1.

2. Brand Intention didasarkan pada keyakinan konsumen bahwa

merek tersebut mampu mengutamakan kepentingan konsumen ketika masalah dalam konsumsi produk muncul secara tidakterduga.Sedangkan menurut Kustini (2011:23),brand trust dapat diukur melalui dimensi viabilitas dan dimensi intensionalitas.dimensi of viability dimensi inimewakili sebuah persepsi bahwa suatu merek dapat memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan nilai konsumen.dimensi ini dapat diukur melalui indicatorkepuasaan dan nilai (value),dimensi of intentionality dimensi ini mencerminkan perasaan aman dari seorang individu terhadap suatu merek,dimensi ini dapatdiukur melalui indicator security dan trust. Dari teori-teori tersebut penulis memilih indicator dari Luk dan Yip(2008:452) ,karena menurut penulis dimensi

2.1.4. Lokasi

  Lalulintas ada 2 hal yang diperhatikan :  Banyaknya orang yang lalu lalang bisa memberikan peluang yang besar tejadinya impuls buying Kepadatan dan kemacetan bisa menjadi hambatan 4. Pada analisis lokasi di sektor industri strategi yang Ditambahkan oleh Sumarwan (2006;113)”bahwa pengusaha akan selalu betrusaha mencari lokasi yang strategis, yang mudah dilihat dan dijangkau olehkosumen”.

2.1.5. Keputusan Pembelian Konsumen

2.1.5.1. Definisi Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen

  Berikut ini keputusan pembelian menurut para ahli:Definisi keputusan pembelian konsumen menurut samarwan (2004, pada Kuncoro & Adithya, 2010):Keputusan pembelian konsumen adalah suatu keputusan sebagai pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Dengan demikian, ia harus mengambil keputusan merk apa yang akan dibelinya, atau ia harus memilihsatu dan beberapa pilihan merk.

2.1.5.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian

  Perception Persepsi adalah proses dimana kita memilih,mengatur,dan menafsirkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran yang berarti.orang-orangmuncul dengan persepsi yang berbeda dari objek yang sama karena tiga proses persepsi yaitu perhatian selektif,distorsi seletif,dan retensi selektif. LearningBelajar menyebabkan perubahan dalam perilaku yang timbul dari pengalaman,teori belajar dihasilkan melalui interaksi dari Pembahasan mengenai keputusan pembelian dapat lebih jelas melalui sebuah model yang memberikan gambaran menyeluruh keberadaan variabel-variabel penentu termasuk kegiatan-kegiatan konsumen dalam mencapai kesimpulan terbaiknya.

2.1.5.3. Tipe-Tipe Pengambilan Keputusan

  Situasi pembelian yang sering dijumpai antara lain, pembelian pertama kali, pembelian produk yang harganya mahal, jarangdibeli dan keputusannya tidak dapat dikoreksi, pembelian produk baru yang komplek, pembelian yang nilai psikologisnya penting dan sejenisnya. 2)Pemecahan masalah terbatas (limited problem solving) Konsumen memiliki sejumlah pengetahuan tentang kategori produk dan kriteria pilihan yang relevan yang berhubungan dengan pilihan suatu mereknamun konsumen tersebut akan menjumpai adanya merek yang baru.

2.1.5.4. Tahap-Tahap Proses Pengambilan Keputusan Konsumen

  Menurut Kotler (2009 :191), Tahap-tahap dalam proses pengambilan keputusan pembelian konsumen adalah sebagai berikut:Pengenalan Kebutuhan Pencarian InformasiEvaluasi alternatif Keputusan pembelianPerilaku pasca pembelian Gambar 2.2 Proses Pengambilan Keputusan Konsumen Sumber : Kotler (2009 : 191) a)Pengenalan Kebutuhan Proses pembelian dimulai ketika pembeli mengenali masalah atau kebutuhan. Yang menjadi perhatian utama pemasaradalah sumbersumber informasi utama yang menjadi acuan konsumen dan pengaruh relative tiap sumber tersebut terhadap keputusan pembelianselnjutnya.

1. Sumber pribadi: keluarga, teman, tetangga, kenalan 2

  Sumber pengalaman: penanganan, pengkajian, dan pemakaian produkJumlah dan pengaruh dari sumber-sumber informasi itu berbeda-beda bergantung pada kategori produk dan karakteristik pembeli. Namun,informasiyang paling efektif berasal dari sumber pribadi mengingat usaha, waktu dan biaya yang harus dikeluarkan.

2. Konsumen mencari manfaat tertentu dari solusi produk 3

  Konsumen memandang masing-masing produk sebagai sekumpulan atribut dengan kemampuan yang berbeda-bedadalam memberikan manfaat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan Masing-masing konsumen akan memiliki sikap yangberbeda-beda dalam memandang berbagai atribut yang dianggap relevan dan penting. Mereka akan memberikanperhatian terbesar pada atribut yang memberikan manfaat yang dicarinya.

2. Motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lai

  Perasaan-perasaan itu akan membedakan apakahpembeli akan membeli kembali produk tersebut dan membicarakan hal-hal yang menguntungkan atau tidak menguntungkan tentang produk tersebutg) Tindakan pasca pembelian Kepuasan dan ketidak puasan terhadap produk akan mempengaruhi perilaku konsumen selanjutnya. h)Pemakaian produk pasca pembelian Jika para konsumen menyimpan produk itu untuk selamanya, produk tersebut mungkin tidak begitu memuaskan, dan kabar dari mulut ke muluttidak akan gencar.

2.1.5.5. Hasil Penelitian Terdahulu

  oleh Variabel karena itusebaiknya Teh Botol Sosroharus bisa lebih meyakinkankonsumennya agar merekayakin bahwa Teh Botol Sosrobisa lebih memenuhikebutuhan merekadibandingkan dengan mereklain dengan cara mempromosikanbahwa Teh Botol Sosromerupakan teh dalam kemasansiap minum yang bukanhanya memenuhi rasadahaga tetapi juga sehat untukdikonsumsi. Sri Rahayu Seluruh variabel yang - - -Kepercayaan merek Variable Menggunakanindependen menjadi variable digunakan variable kepercayaan (2011)memiliki dependen iklan,kepercayaan merek yang pengaruh merek,citra dan berpengaruh terhadap Analisis Pengaruh Iklan,Kepercayaan terhadap minat beli keputusan pembelianMerek dan citra variabel dependen.

2.2. Kerangka Pemikiran

  Kepercayaan merek pun menjadi salah satu factor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen,karena dengan adannyakepercayaan dari konsumen maka akan membuat konsumen dapt memutuskan membeli ataupun menjadi pembeli pertama kali.. Lokasi pun menjadi salah satu penyebab konsumen memutuskan untuk membeli barang atau jasa dari suatu perusahaan yang dapat diukur dari tingkatketerjngkauan lokasi,kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi,lingkungan sekitar yang nyaman dan kedekatan dengan fasiltas umum.

2.2.1. Keterkaitan Brand Trust,Lokasi dan Keputusan Pembelian Konsumen

  Menurut Luk dan Yip,(2008:453) menyatakan bahwa Brand Trust berarti bahwa konsumen memiliki harapan positif dan menaruh keyakinan padamerek,berdasarkan hal tersebut konsumen akan memutuskan membeli atau tidak atau akan menyelesaikan transaksi atau tidak. Keterkaitan Lokasi terhadap Keputusan Pembelian Heizer dan Render mengungkapkan (2011:250) kedekatan lokasi pada pasar adalah hal yang penting bagi banyak perusahaan agar konsumen dapat dengancepat memutuskan untuk membeli.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

  Adapun pengertian dari objek penelitian adalah sebagai berikut:Pengertian objek penelitian yang dikemukakan oleh Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2007:56), menyatakan bahwa objek penelitian adalah sebagai berikut:Objek penelitian adalah karakteristik tertentu yang mempunyai nilai, skor atau ukuran yang berbeda untuk unit atau individu yang berbeda ataumerupakan konsep yang diberi lebih dari satu nilai. Menurut Sugiyono (2012:38) menyatakan bahwa :Objek Penelitian merupakan Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan untuk dipelajaridan ditarik kesimpulan .

3.2 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan suatu cara penulis dalam menganalisis data

  Pengertian dari Metode Penelitian adalah sebagai berikut :Metode penelitan menurut Sugiyono (2012:2) adalah sebagai berikut :Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan,dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Pengertian dari MetodeAnalisis Deskriptif adalah sebagai berikut: Menurut Sugiyono (2008:147) metode deskriptif yaitu :Metode Analisis Deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan datayang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.

3.2.1. Desain Penelitian

  Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan proses penelitian. Menurut Umi Narimawati (2010:30) desain penelitian adalah : “Semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian.

1. Sumber masalah 2

  Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevan 4. Metode penelitian 5.

1. Mencari dan menetapkan fenomena yang terjadi

  Menganalisis dan mengambil sampel untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Brand Trust dan Lokasi Terhadap KeputusanKonsumen Menginap di Hotel Horison Bandung. Melakukan pembahasan terhadap masalah melalui data dan informasi yang diperoleh dari Hotel Horison Bandung kemudian data tersebutdiolah dan dianalisis.

7. Menyimpulkan penelitian, sehingga akan diperoleh penyelesaian dan jawaban atas identifikasi masalah dan penelitian

Tabel 3.1 Desain Penelitian Tujuan Penelitian Desain Penelitian Jenis penelitian Metode yang digunakan Unit Analisis Time Horizon dan Operasional dalam penelitian ini adalah Variabel Bebas/Independent danVariabel tergantung/Dependent. Penjelasan variabel penelitian menurut Sugiyono(2009:38):“Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukd ipelajari dan ditarik kesimpulannya.” Cross sectional Konsumen yang menginap di HotelHorison Bandung Explanatory Survey dan Descriptive &Verifikatif Descriptive T-4 Cross sectional Konsumen yang menginap di HotelHorison Bandung Explanatory Survey Descriptive &Verifikatif Descriptive T-1 Descriptive T-3 Cross sectional Konsumen yang menginap di HotelHorison Bandung Explanatory Survey dan Descriptive &Verifikatif Descriptive T-2 Cross sectional Horison Bandung dan surveyKonsumen yang menginap di Hotel Descriptive

3.2.2. Operasional Variabel

  Operasional variable ini diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, serta skala dari variable-variabel yang terkait dalam penelitian,sehingga pengujian hipotesis dapat dilakukan sesuai dengan judul penelitian mengenai Pengaruh Brand Trust dan Lokasi terhadap Keputusan KonsumenMenginap. Variabel Bebas / Independent (Variabel X) yaitu :X1 = Brand TrustX2 = LokasiSugiyono (2008: 39) mendevinisikan tentang variabel bebas, Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannyaatau timbulnya variabel dependent (terikat).

VARIABEL KONSEPINDIKATOR UKURAN SKALA SUMBER

Brand Trust - Menurut Luk dan Brand Reliability (X1) Yip (2008:452)kepercayaan -Kehandalan Merek -Tingkat Ordinal Konsumen merek adalah Kehandalanperasaan aman -Keyakinan -Tingkat Ordinal Konsumen yang dimiliki Konsumen Keyakinankonsumen akibat dari interaksinnya -Pemenuhan -Tingkat Ordinal Konsumendengan sebuah Kebutuhan Pemenuhan merek,yang Kebutuhan Brand Intention - berdasarkanpersepsi bahwa merek tersebut -Mengutamakan -Tingkat Ordinal Konsumendapat diandalkan kepentingan Kepentingan dan bertanggung konsumen Konsumenjawab atas Ordinal Konsumen kepentingan dan -Pemecah masalah -Tingkatkeselamatan dari saat dibutuhkan Pemecah konsumen Masalah Lokasi . Lokasi Keterjangkauan (X-2)merupakan letak Kelancarandapat Lingkungan -tingkat -Ordinal -Konsumendapat didefinisikan -Lingkungan sekitar lingkungan sebagai tempat untuk fasilitas umummelaksanakan kegiatan atauusaha sehari-hari Keputusan Menurut Fandy Pembelian -Pengenalan -Tingkat -Ordinal -Konsumen Tjiptono(Y) Kebutuhan Pengenalan (2008:156): Keputusan -Pencarian -Tingkat -Ordinal -Konsumen pembelian didasariInformasi Pencarian pada informasi Informasi tentangkeunggulan suatu produk/merek

3.2.3. Sumber Dan Teknik Penentuan Data

Dalam penelitian ini terdapat sumber data dan teknik penetuan data, berikut ini adalah penjelasannya.

3.2.3.1. Sumber Data

  “Sumber sekunder adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.” Data sekunder dapat diperoleh dengan cara membaca, mempelajari dan memahami melalui media lain yang bersumber pada literatur dan buku-bukuperpustakaan atau data-data dari perusahaan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Berdasarkan definisi di atas dapat kita simpulkan bahwa data primer merupakan data pendukung dari suatu persoalan yang diteliti, sebagai alat untukmembuktikan hipotesis yang telah dikemukakan, untuk mengetahui kondisi- kondisi yang terjadi selama kurun waktu tertentu dan data primer diperolehdengan mengadakan peneltian dan kuesioner, tidak jarang juga dapat dijadikan solusi dalam penanganan permasalahan yang diteliti.

3.2.3.2. Teknik Penentuan Data

  Menurut Sugiyono (2012:297) tentangpengertian populasi yaitu: “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan kemudia ditarik kesimpulan.” Berdasarkan pengertian di atas, populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada satu wilayah dan memenuhi syarat tertentu yang berkaitan denganmasalah dalam penelitian. Populasi dari penelitian ini adalah jumlah konsumen yang menginap di Hotel Horison Bandung,rata-rata pertahunya kurang lebihberjumlah 33891 dan dibulatkan menjadi 33.900 orang Pemilihan jumlah populasi ini dirasakan cukup mewakili untuk memberikan data yang diperlukan dalampenelitian.

2. Sampel

  Sedangkan untukmenentukan jumlah sampel (n) Husein Umar (2004:78) menentukan sampel digunakan rumus sebagai berikut: Nn 2 1 Ne  n = 67.782 81 ≈ 68Dengan menggunakan metode deskriptif, maka minimal tingkat kesalahan dalam penentuan anggota sampel yang harus diambil adalah 10% dari jumlahpopulasi yang diketahui. Jadi dapat diketahui dari perhitungan untuk ukuran sample dengan tingkat kesalahan sebesar 10% adalah sebanyak 68 responden dandibulatkan menjadi 70 responden.

3.2.4 Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan penulis untuk memperoleh data serta informasi yang diperlukan adalah sebagai berikut :

1. Pengamatan (Observation)

  Peneliti memberikankuesioner yang berisi beberapa pertanyaan yang terkait dengan Brand Trust dan Lokasi terhadap keputusan konsumen menginap di Hotel HorisonBandung. Wawancara (Interview)Merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab langsung secara lisan dengan pihak-pihak yang dianggap dapat memberikaninformasi yang sesuai dengan kebutuhan khususnya yang menyangkut pengaruh Brand Trust dan Lokasi Terhadap Dalam teknik wawancara ini,penulis mengadakan tanya jawab kepada sumber yang dapat memberikan data atau informasi.

3.2.4.1 Uji Validitas

  Uji validitas ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana alat ukur, dalam ini kuesioner mengukur apa yang hendak di ukur atau sejauh mana alat ukur yang digunakan mengenai sasaran. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dinyatakan valid apabila tidak ada perbedaan antara yang dilaporkan peneliti dengan apayang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti.

3.2.4.2 Uji Reliabilitas

  Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah Split Half Method (Spearman memberikan tes pada sejumlah subyek dan kemudian hasil tes tersebut dibagi menjadi dua bagian yang sama besar (berdasarkan pemilihan genap Item dibagi dua secara acak (misalnya item ganjil/genap), kemudian dikelompokkan dalam kelompok I dan kelompok IIb. Rancangan analisis adalah proses mencari dan menyususun secara sistematis data yang telah diperoleh dari hasil pengumpulan data dengan Sumber: Barker et al, 2002:7 Good 0,80 0,50Acceptable 0,70 0,30Marginal 0,60 0,20Poor 0,50 0,10 Kriteria Reliability Validity Tabel 3.3 E stándar Penilaian Koefisien Validitas dan Reliabilitas Sekumpulan butir pertanyaan dalam kuesioner dapat diterima jika memiliki nilai koefisien reliabilitas lebih besar atau sama dengan 0,7.

3.2.5 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis

3.2.5.1 Rancangan Analisis

  melakukan sintesa, menyususn kedalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta membuat kesimpulan. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan tentang Pengaruh BrandTrust dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian.

3.2.5.1.1 Analisis Deskriptif (Kualitatif)

  Analisis Deskriptif/ kualitatif digunakan untuk menggambarkan tentang ciri-ciri responden dan variabel penelitian, sedangkan analisis kuantitatifdigunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji statistik. Selanjutnya untuk menetapkan peringkat dalam setiap variabel penelitian dapat dilhat dari perbandingan antara skor aktual dengan skor ideal.

3.2.5.1.2 Analisis Verifikatif (Kuantitatif)

  Data yang telah dikumpulkan melalui kuisioner akan diolah dengan pendekatan kuantitatif. Karena data yang didapat dari kuesioner merupakan dataordinal, sedangkan untuk menganalisis data diperlukan data interval, maka untuk memecahkan persoalan ini perlu ditingkatkan skala interval melalui “Methode of Successive Interval.

1. MSI (Method of Succesive Interval)

Adapun langkah-langkah untuk melakukan transformasi data ordinal menjadi interval adalah sebagai berikut:a) Ambil data ordinal hasil kuesioner b)Setiap pertanyaan, dihitung proporsi jawaban untuk setiap kategori jawaban dan hitung proporsi kumulatifnya

c) Menghitung nilai Z (tabel distribusi normal) untuk setiap proporsi kumulaif

  d)Menghitung nilai densititas untuk setiap proporsi komulatif dengan memasukan nilai Z pada rumus distribusi normal. Dalam hal ini adalah konsumen di Hotel Horison Bandung digunakan analisis regresi Berganda (Multiple Regression).

2. Analisis Regresi Berganda

  Analisis regresi berganda bertujuan untuk mengetahui derajat atau kekuatan pengaruh kompetensi wirausaha dan orientasi pasar untuk mencapai kinerjabisnis.persamaan liner berganda adalah : ˆ = a + b X  + b X + Y 1 1 2 2ˆ Y = nilai taksiran untuk variabel keputusan pembelian a = konstanta b i = koefisien regresi X 1 = Brand Trust X 2 = Lokasi = kesalahan residual (error) 3. Analisis Korelasi Menurut Sugiyono (2009:183),pengujian korelasi digunakan untuk mengetahui kuat tidaknya hubungan antara variable x dan y,denganmenggunakan pendekatan koefisien korelasi Pearson dengan rumus: Ketentuan untuk melihat tingkat keeratan korelasi digunakan acuan pada Tabel 3.7 dibawah ini.

2 Kd  r x 100 %

Dimana: d : Koefisien determinasir : Koefisien Korelasi

3.2.5.2 Pengujian Hipotesis

  Dalam penelitian ini yang akan diuji adalah Pengaruh Brand Trust danLokasi Terhadap Keputusan Pembelian. Dengan memperhatikan karakteristik variabel yang akan diuji, maka uji statistik yang akan digunakan adalah melaluiperhitungan analisis regresi dan korelasi.

a. Rumus uji F yang digunakan adalah :

  JK / kRe gresi F hitung JK / n   k 1 (Re sidu )     Dimana :JK = Koefisien Korelasi Ganda residu K = Jumlah variabel bebas n = Jumlah anggota sampel Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variable bebas secara bersama hitung kritis maka H yang menyatakan bahwa variasi perubahan nilai variabel bebas(Brand trust dan Lokasi) tidak dapat menjelaskan perubahan nilai variabel terikat (Keputusan Pembelian) ditolak dan sebaliknya. Menurut (Sugiyono,2009:183), menghitung keeratan hubungan atau koefisien korelasi antara variabel X dengan variabel Y yang dilakukandengan cara menggunakan perhitungan analisis koefisien korelasi Product Moment Method atau dikenal dengan rumus Pearson.

2. Pengujian Secara Parsial

  ρ 2 = 0, Tidak Pengaruh Brand Trust dan Lokasi terhadap Keputusan Konsumen untuk Menginap di Hotel Hoison Bandung . ρ2 ≠ 0, Terdapat Pengaruh Brand Trust dan Lokasi terhadapKeputusan Konsumen untuk Menginap di Hotel HoisonBandung Kriteria Penarikan Pengujian:Jika menggunakan tingkat kekeliruan (α = 0,01) untuk diuji dua pihak, maka kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis yaitu sebagai berikut :a.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Lokasi Terhadap Keputusan Menginap (Studi Pada Hotel Cherry Red Medan)
15
86
91
Pengaruh fasilitas dan lokasi terhadap keputusan menginap di Hotel Augusta Bandung
2
34
72
PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGINAP PENGARUH KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGINAP (Studi pada Hotel Santika Yogyakarta).
0
2
17
PENGARUH PROMOSI DAN FASILITAS TERHADAPKEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENGINAP Pengaruh Promosi Dan Fasilitas Terhadap Keputusan Konsumen Untuk Menginap Di Hotel Pramesthi Kartasura.
0
1
14
PENGARUH WEBSITE ATTRIBUTE TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI AMAROOSSA HOTEL BANDUNG: Survei pada tamu individu yang menginap di Amaroossa Hotel.
2
6
55
PENGARUH PERSONAL SELLING TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI BILIQUE HOTEL BANDUNG.
0
4
67
PENGARUH DIRECT MARKETING TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI HOTEL HORISON BANDUNG.
0
8
71
PENGARUH SERVICE QUALITY TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP DI THE MAJESTY HOTEL BANDUNG :Survei terhadap tamu individual yang menginap di The Majesty Hotel Bandung.
5
8
71
BRAND IMAGE HOTEL LINGGA SEBAGAI ISLAMIC HOTEL DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP :Survey pada tamu yang menginap di Hotel Lingga.
0
0
64
Pengaruh Dimensi Kualitas Pelayanan Jasa terhadap Kepuasan Konsumen yang Menginap di Hotel Horison, Bandung.
0
0
29
Pengaruh Tarif Harga Kamar Terhadap Keputusan Menginap Konsumen Di Hotel Utari, Bandung.
0
0
23
”Pengaruh Kualitas Pelayanan, Fasilitas, Harga, dan Lokasi Terhadap Keputusan Konsumen Untuk Menginap di Hotel Merbabu Semarang”.
0
0
1
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, FASILITAS, HARGA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENGINAP DI HOTEL SAKURA PALANGKA RAYA
0
0
15
PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MENGINAP (Survey Pada Garden Permata Hotel Bandung)
0
0
25
PENGARUH HARGA, FASILITAS DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN MENGINAP PADA HOTEL XINLU PANGKALPINANG
0
0
20
Show more