Palang Merah Square: Variety in Responsive Environment

Gratis

73
401
196
2 years ago
Preview
Full text

PALANG MERAH SQUARE

  Dwi Lindarto Hadinugroho, MT NIP. Dwi Lindarto Hadinugroho , MT Ir.

NIP. 19630716 199802 1001 NIP. 19630716 199802 1001

KATA PENGANTAR

  Laporan ini berisikan penjelasan mengenai proyek Tugas Akhir dari penulis yang berjudul “Palang Merah Square”, bangunan multifungsi yang terdiri dari shopping mall,kantor dan hotel. Rudolf Sitorus, MLA dan Ibu Salmina Wati Ginting , ST , MT selaku dosen penguji yang memberikan masukan-masukan yang membangun dan kritikan-kritikan yang bermanfaat.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Kegiatan perekonomian dan pembangunan di Indonesia yang didukung kegiatan di sektor industri sebagian besar terkonsentrasi di daerah perkotaan yang struktur daninfrastrukturnya telah siap mendukung kegiatan tersebut. Untuk mewujudkan konsep one stop business di pusat kota Medan, serta meningkatkan kegunaan lahan maka muncul gagasan untuk mewujudkan bangunan yang bersifatmultifungsi di kawasan pusat kota, yaitu di jalan Palang Merah Medan.

1.2 Maksud dan Tujuan Proyek

  1.4 Pendekatan Pendekatan dalam penyelesaian masalah pada perancangan dilakukan dengan:  Studi literatur untuk memahami persyaratan mengenai bangunan multifungsi, mendapatkan data awal dan landasan teori tentang proyek, referensi mengenai standar perancangan hotel, kantor dan shopping mall serta syarat-syarat yang dibutuhkan dalam perancangannya, yang diperoleh melalui buku dan berbagai standar.  Studi banding untuk mengetahui program ruang, konsep rancangan, data tentang proyek sejenis, fasilitas pendukung dalam bangunan, melakukan pendekatan terhadap 1.5 Lingkup Batas Lingkup atau batasan proyek ini meliputi:  Perancangan bangunan multifungsi berupa hotel bisnis, kantor sewa yang didukung oleh shopping mall dengan memperhatikan potensi yang terdapat pada kawasan tersebut.

1.7 Sistematika Laporan

   BAB II TINJAUAN UMUM Berisi tentang pengertian dan kriteria bangunan multifungsi secara umum, serta kriteria hotel, kantor dan shopping mall.  BAB V ANALISIS Berisi tentang analisa kondisi tapak dan bangunan, masalah, potensi, pemecahan masalah, pemakai dan aktivitas, kebutuhan ruang, organisasi ruang, penzoningan, dan program ruang.

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1 Tinjauan Umum Kota Medan

  Letak geografis kota Medan berada antara 2º27' - 2º47' Lintang Utara dan 98º.35' - 98º.44' Bujur Timur. Kota Medan berada 2,5 – 37,5 meter di atas permukaan laut dan memiliki luas wilayah 265,10 km².

1 Deli

2.1.1 Kondisi Geografis, Demografis, dan Ekonomi Kota Medan

  Ketiga faktor tersebut biasanya terkaitsatu dengan lainnya, yang secara simultan mempengaruhi daya guna dan hasil guna pembangunan kota termasuk pilihan investasi. Sebagai daerah yang pada pinggiran jalur pelayaran Selat Malaka, maka kota Medan menjadi pintu masuk kegiatanperdagangan barang dan jasa, baik perdagangan domestik maupun luar negeri.

2.1.2 Perkembangan Perekonomian Kota Medan

  Masing-masing lapangan usaha yang dominan yaitu perdagangan, hotel dan restoran sebesar 25,98%, sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar 18,65%,industri jasa pengolahan sebesar 16,58% dan jasa keuangan 13,41%. Masing masing lapangan usaha yang dominan memberikan kontribusi sebesar 25,44% dari lapangan usaha perdagangan, hotel dan restoran, lapangan usaha transportasi dantelekomunikasi sebesar 19,02% dan lapangan usaha industri pengolahan sebesar 16,28%.

2.1.3 Potensi Bidang Usaha Potensial Kota Medan

  Dilihat dari bidangusaha potensial untuk perekonomian kota Medan tahun 2000, didominasi oleh kegiatan perdagangan, hotel dan restoran (35,02%), yang disusul oleh sektor industri pengolahansebesar 19,70%. Dari besaran nilai kedua sektor tersebut, dapat dikatakan bahwa potensi unggulan yang paling mungkin berkembang di kota Medan adalah sektor perdagangan dan industri sehingga arahanpembangunan kota lebih menitikberatkan pada kedua sektor tersebut.

2.2 Tinjauan Fungsi

Ditinjau dari segi fungsi, maka bangunan multifungsi ini terdiri dari hotel, kantor dan shopping mall.

2.2.1 Tinjauan Bangunan Multifungsi

  Bangunan multifungsi merupakan pendekatan perancangan yang berusaha menyatukan berbagai aktivitas dan fungsi yang berada di bagian area suatu kota yang disebabkan karenaluas area terbatas, harga tanah mahal, letak strategis, nilai ekonomi tinggi, sehingga terjadi satu struktur yang kompleks di mana semua kegunaan dan fasilitas saling berkaitan dalamkerangka integrasi yang kuat (Meyer, 1983). Beberapa penggabungan fungsi pada pembangunan proyek bangunan multifungsi dapat berupa:  Efisiensi penggunaan energi Keberadaan bangunan multifungsi di kota Medan masih sedikit bila dibandingkan dengan bangunan multifungsi di kota lainnya seperti Jakarta, Surabaya, dll.

2.2.1.3 Perkembangan Bangunan Multifungsi di Medan

   Cambridge City Square yang memiliki fungsi apartemen,hotel dan shopping mall.  Grand Aston yang memiliki fungsi sebagai apartemen dan hotel  B&G Tower yang memiliki fungsi sebagai hotel dan kantor  Deli Grand City yang nantinya akan didirikan dengan fungsi hotel, kantor, apartemen, dan pusat perbelanjaan.

2.2.2 Tinjauan Hotel

Adapun pengertian, klasifikasi dan perkembangan hotel adalah:

2.2.2.1 Pengertian Hotel

  Definisi hotel menurut SK Menparpostel Nomor KM 94/ HK 103/MPPT 1987 adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakanjasa pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial. Jadi, dapat disimpulkan pengertian hotel adalah suatu bangunan yang menyediakan jasa penginapan, makanan dan minuman, serta jasa lainnya yang diperuntukan bagi umum dandikelola secara komersial.

2.2.2.2 Klasifikasi Hotel

  Tipe tamu hotelKlasifikasi hotel berdasarkan asal usul dan latar belakang tamu menginap yaitu:  Family hotel : hotel untuk tamu yang menginap bersama keluarga  Business hotel : hotel untuk tamu berupa para pengusaha  Tourist hotel : hotel untuk tamu yang menginap berupa wisatawan, baik domestik maupun luar negeri  Transit hotel : hotel untuk tamu yang transit (singgah sementara)  Cure hotel : Hotel untuk tamu yang menginap dalam proses pengobatan atau penyembuhan penyakit 4. LokasiKlasifikasi hotel berdasarkan lokasi, yaitu:  City hotel : hotel yang terletak di dalam kota, di mana sebagian  Urban hotel : hotel yang terletak di dekat kota  Suburb hotel : hotel yang terletak di pinggiran kota  Resort hotel : hotel yang terletak di daerah wisata, di mana sebagian besar tamu yang menginap tidak melakukan usaha.

2.2.2.3 Perkembangan Hotel di Indonesia

  Menurut buku Pariwisata Indonesia dari Masa ke Masa, tercatat hotel-hotel yang sudah hadir pada saat itu diantaranya :  Jakarta, dibangun Hotel Des Indes, Hotel Der Nederlanden, Hotel Royal dan Hotel Rijswijk.  Yogyakarta, Grand Hotel ( sekarang Hotel Garuda )  Bandung, Hotel Savoy Homann, Hotel Preanger dan Pension Van Hangel ( kini Hotel Panghegar ).

2.2.2.4 Perkembangan Hotel di Medan

  Menurut Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel danRestoran Indonesia), kenyataan itu muncul karena tingkat pertumbuhan ekonomi dan membaiknya investasi kota sehingga membuat banyak investor dari luar negeri berdatanganke Medan dan menuntut munculnya hotel-hotel. Salah satu hotel berbintang yang tumbuh di Kota Medan saat ini adalah hotel Marriott dengan mendatangkan investor dari Amerika Serikat.

2.2.2.5 Organisasi Fungsional Hotel

   Public area Area ini merupakan area pertemuan antara yang melayani, yaitu karyawan dengan yang dilayani, yaitu tamu dan juga tamu dengan tamu lainnya. Untuk hotel berbintang, laundry berukuran cukup luas dan berfungsi sebagai tempat mencuci, mengeringkan, setrika, dan mesin press yang digunakan untuk melayanitamu dan juga karyawan.

2.2.2.6 Karakter Pengunjung Hotel

Menurut tujuan kedatangannya, pengunjung hotel terbagi dua, yaitu untuk tujuan bisnis dan wisata. Karakteristik pengunjung hotel dapat dibagi atas: Tabel 2.3 Karakter Pengunjung Hotel  Double  Harga menengah  Liburan keluarga  Bertamasya  Olahraga, aktivitas keluarga  Double-double, king sofa, kamar berdekatan  Area duduk dan televisi  Kamar mandi  Memiliki balkon, teras, dan jalan masuk dari luarPasangan  1-7 malam  Double-plus (termasuk anak-anak)  Harga menengah ke atas  Tour, clubs, perkumpulan  Bertamasya  Teater, berolahraga  Liburan akhir pekan  King  Area makan dan kerja  Area penyimpanan  1-4 malam, bahkan lebih lama di area resort  Terdapat area kerjaWisataKeluarga Jenis Pengunjung Karakter Pengunjung Tujuan Tipe kamar  King, twin, double- double BisnisGrup  Single atau double  Menginap 2-4 malam  75% pria, 25% wanita  Harga tidak dipermasalahkan  Konvensi dan konferensi  Perkumpulan profesional  Rapat pelatihan dan perdagangan  Kamar mandi yang memiliki area ganti pakaian  Kamar mandi standar dengan shower  Terdapat area kerja yang baikPerorangan  Single  Menginap 1-2 malam  85% pria, 15% wanita  Sangat memperhitungkan biaya  Kerjasama bisnis  Perdagangan  Konvensi dan konferensi  King  Kamar mandi Jenis Karakter Pengunjung Tujuan Tipe kamar Pengunjung  Belanja, liburan Single Single Tour, clubs, Queen    perkumpulanProfesional muda Area makan dan kerja    Budaya, seni,Harga menengah ke atas Kamar mandi standar   teater  berbelanjaSumber Hotel Planning and Design

2.2.3 Tinjauan Hotel Bisnis Adapun jenis hotel yang terdapat pada bangunan multifungsi ini adalah hotel bisnis

Berikut adalah pengertian dan perkembangan mengenai hotel bisnis.

2.2.3.1 Pengertian Bisnis

  2.2.3.6 Karakteristik Tamu Hotel Bisnis Usaha di bidang perhotelan mempunyai sasaran pelayanan jasa akomodasi bagi para pebisnis baik dari dalam maupun luar kota Medan, yang terdiri dari:  Pedagang  Pengusaha  Peserta konvensi/ konferensi  Pejabat pemerintah, dll. Karakteristik tamu hotel bisnis yaitu:  Bepergian seorang diri atau berkelompok  Menginap dalam jangka waktu relatif singkat  Ingin cepat menyelesaikan tugasnya, sehingga pertimbangan terhadap jarak pencapaian ke objek tujuan harus sedekat mungkin  Pertimbangan ekonomi dan fasilitas  Dalam hal ini, rekreasi tidak diprioritaskanSecara umum, kaum pebisnis mempunyai karakter yang sangat efisien.

2.2.3.7 Kriteria Fasilitas Hotel Bintang 3

Hotel kelas ini mempunyai kondisi sebagai berikut:  Umum room  Bedroom Terdapat minimum 20 kamar standar dengan luas 22 m / kamar Terdapat minimim 2 kamar suite dengan luas 44 m / kamar  Dining room Bila tidak berdampingan dengan lobby, maka harus dilengkapi dengan kamar mandi/WC sendiri.  Bar  Ruang fungsional  Lobby  Drug store  Sarana rekreasi dan olah raga  Utilitas penunjang  

2.2.3.8 Jenis dan Fasilitas Standar Kamar Tamu

   Standard room Jenis kamar yang tersedia untuk dua orang penghuni dengan kondisi, berisi satu tempat tidur double (double bed) atau dua tempat tidur dan fasilitas yang tersedia di dalam kamar tersebut berlaku umum di semua hotel. Adapun fasilitas standar yang terdapat pada masing – masing jenis kamar tersebut adalah sebagai berikut :  President suite room Jenis kamar paling mahal dalam suatu hotel, tersedia untuk 2-3 atau lebih penghuni dengan kondisi berisi dua atau tiga kamar lebih dengan ukuran kamar lebih besar, luas, mewah dan lebih lengkap dengan fasilitas tambahan seperti ruang tamu, makan, dan dapur kecil (kitchenette) serta mini bar.

2.2.4 Tinjauan Kantor

  Cunliffe, jenis kantor dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:  Kelas Premium (dengan luas gedung minimal 20.000 m2 serta terletak di Central Business District) Berdasarkan kelasnya, gedung perkantoran dibedakan menjadi beberapa kelas, antara lain:  Institutional/ Governmental office Jenis perkantoran ini bersifat usaha yang teratur dalam bentuk lembaga yang berpedoman pokok untuk hidup lama dan kokoh. Biaya yang harus dikeluarkan bagi penyewa adalah biaya sewa dan service charge kepada pengelola yang biasanya dihitung berdasarkan luas ruangan yang disewa dan dibayar per bulan.

2.2.4.4 Karakteristik Gedung Perkantoran

  Dalam suatu lokasi yang akan didirikan sebuah gedungperkantoran ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:  Dekat dengan gedung perkantoran umum  Dilalui oleh kendaraan umum  Merupakan pusat kegiatan finansial  Dekat dengan gedung pemerintahan 2.2.4.5 Kriteria Kantor Di dalam produk properti perkantoran untuk mencapai target pasar ada beberapa faktor yang menjadi kunci suskesnya. Beberapa faktor tersebut adalah :  Flexibilitas ruang Dipengaruhi oleh model dan bentuk bangunan yang memberikan kemudahan bagi penghuni untuk membentuk ruangan menurut selera dan tak membatasi ruang geraknya.

2.2.4.7 Klasifikasi Kantor Sewa

  2.2.4.8 Pengguna Kantor Sewa Secara umum, pada kantor sewa terdapat pengguna bangunan, yaitu:  Penyewa/ konsumen kantor sewa  Pengunjung bangunan/ tamu  Pengelola bangunanPengelola dan pengunjung mempunyai karakter dan kegiatan yang berbeda antara satu dengan lainnya sesuai latar sosial budaya serta bidang usaha yang dilingkupinya. 2.2.4.9 Fasilitas Fungsional Kantor Adapun fasilitas yang terdapat pada kantor, antara lain:  Area penerima/ Lobby Pengunjung memperoleh kesan pertama pada area ini, sehingga desainnya dan penataannya harus menarik, bersih, dan mampu memenuhi kebutuhan.

2.2.5 Tinjauan Shopping Mall

   Shopping mall adalah pusat perbelanjaan yang berintikan satu atau beberapa departemen store besar sebagai daya tarik dari retail-retail kecil dan rumah makan dengan tipologi bangunan seperti toko yang menghadap ke koridor utama mall atau pedestrian yangmerupakan unsur utama dari sebuah shopping mall, dengan fungsi sebagai sirkulasi dan sebagai ruang komunal bagi terselenggaranya interaksi antarpengunjung dan pedagang (Maitland, 1987).  Shopping mall sebagai kelompok kesatuan komersial yang dibangun pada sebuah lokasi yang direncanakan, dikembangkan, dimulai dan diatur menjadi sebuah unit operasi, berhubungan dengan lokasi, ukuran, tipe toko, dan area perbelanjaan dari unit tersebut.

2.2.5.3 Kriteria Mall

   Pencahayaan Untuk menunjang konsep ruang yang menerus pada mall, bagian atap mall biasanya diselesaikan dengan skylight yang berfungsi memasukkan cahaya matahari ke dalam bangunan mall pada siang hari. Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan pada pola hubungan mall dan unit retail, yaitu:  Design Control Zone Control zone bertujuan mencapai kontinuitas arus pengunjung sehingga semua ruang bernilai sama dan efektivitas komersial dapat tercapai.

2.3 Studi Banding Proyek Sejenis

Berikut ini adalah studi banding bangunan multifungsi dari berbagai negara:

2.3.1 Four Seasons Hotel and Tower

   Terdapat tiga lobby, 2 di antaranya terdapat di lantai satu, yaitu untuk kantor dan hunian, sedangkan 1 lainnya pada lantai 7 untuk hotel dan area pertemuan. Gambar 2.4 Perspektif Four Seasons Tower Gambar 2.3 Four Seasons Tower dari Udara Gambar 2.6 Suasana di depan Bangunan Gambar 2.5 Entrance dari Brickkel Ave Gambar 2.7 Entrance dari SE 14 th Terrace Gambar 2.8 Entrance dari SE 14 th Ln Gambar 2.9 Entrance ke Gedung Parkir 1.

2 Grand ballroom seluas 54m dapat disekat setengah untuk fleksibilitasnya

  Brickell key Gambar 2.12 Ruang Pertemuan pada Hotel 46  Berikut adalah ukuran ruang pertemuan pada Hotel Four Seasons Miami pada Tabel 2.4 yaitu: Tabel 2.4 Ukuran Fasilitas Ruang Pertemuan Hotel Four Seasons Miami Universitas Sumatera Utara  Fasilitas penginapanHotel Four Seasons Miami mempunyai 221 kamar tamu yang luas, temasuk 39 suites, yang terletak di lantai 20 sampai 29 (Tabel 2.5).. Total luasan kantor adalah 2 167.000mMetoda perancangan yang dipelajari dari studi banding Four Seasons Tower adalah:  Fungsi kantor dan hotel dapat ditempatkan dalam satu bangunan (tower) yang sama.

2.3.2 Riverchase Galleria

    Lokasi : 35244 Birmingham, Gambar 2.17 Eksterior Riverchase Hoover, Alabama, USAFungsi : shopping mall, hotel, kantorJumlah lantai : Galleria Mall (2 lantai) Wynfrey Hotel (15 lantai)Galleria Tower (17 lantai) Dibangun : 1983-1986Arsitek : Hellmuth, Obata & KassabaumDeveloper : Jim Wilson dan Associates Gambar 2.18 Riverchase Galleria dari Arah Jalan  Terdiri dari 3 penempatan fungsi, yaitu shopping mall, hotel dan kantor (Gambar 2.19). Gambar 2.20 Penempatan Anchor pada Mall di Lantai 1 dan 2 Selain itu, terdapat retail lainnya seperti LEGO, Helzberg Diamonds, Sephora, dll yang terdapat di kedua sisi koridor tengah (Gambar 2.21).

2 Kamar standard seluas 34,m dan tipe suite

  Gambar 2.25 Lobby Wynfrey Hotel Deluxe Double Room Deluxe King Presidential Suite room Gambar 2.26 Interior Kamar pada Wynfrey Hotel  Fasilitas meeting Wynfrey menawarkan 21 ruang pertemuan yang lengkap, yang terdiri dari 3 ballroom dan 18 meeting room, berkapasitas 10 sampai 1200 orang. Galleria Tower Gambar 2.29 Foto Udara Riverchase Gambar 2.30 Galleria Tower Metoda perancangan yang dapat dipelajari dari studi banding Riverchase Galleria adalah:  Pada bagian atap mall dapat menggunakan penutup transparan sehingga cahaya bisa masuk ke dalam mall pada siang hari sehingga dapat melakukan efisiensi terhadap pemakaian listrik.

2.3.3 Raffles City

  Pei dengan Arsitek 61Developer : Tincel Properties Gambar 2.31 Raffles City Spesifikasi:  Pada Raffles City, terdapat 2 buah hotel, yaitu Swissôtel The Stamford dan Fairmont Singapore dan sebuah kantor yaitu Raffles City Tower. Gambar 2.340 AtriumShopping Mall Diagram 2.3 Persentase Penggunaan Fungsi Metoda perancangan yang dapat dipelajari dari studi banding Raffles City adalah:  Retail-retail dibagi berdasarkan kelompok fungsinya per lantai, misalnya lantai 1 untuk retail yang menjual barang bermerek, lantai 2 untuk toko pakaian, dll.

2.3.4 Solo Center Point

  Solo Center Point merupakan bangunan terintegrasi yang memiliki fasilitas retail (mall center), ruko, kantor,apartemen dan hotel (Gambar 2.41). SCP merupakan bekas lahan pusat perbelanjaan modern pertama di kota Solo.

2 Luas site : 38.170 m

  KantorKantor terdiri dari 3 lantai, terletak di bawah condotel dan apartemen dan di atasretail dan lobby. RetailPada area menghadap ke jalan, seperti pada Gambar 2.45, terdapat ruko-rukoyang di atasnya merupakan lifestyle center, area perbelanjaan yang mempunyai jajanan Gambar 2.44 Potongan Solo Center Pointmakanan di lantai 2.

BAB II I TINJAUAN KHUSUS

  Jadi, pengertian dari judul “Palang Merah Square” adalah suatu gedung yang didirikan dengan beberapa fasilitas dan fungsi tertentu yang bertujuan dan berpotensi menarik minatmasyarakat untuk berkumpul dan bersosialisasi di sana dan sebagai peningkat kualitas daerah yang khususnya berada di Jalan Palang Merah, Medan. Kriteria Pemilihan Lokasi Keterangan Area Terletak di pusat kota dengan pertimbangan dekat 1 area bisnis dan perkantoran 2 Karakter Karakter lingkungan juga harus mendukung keberlangsungan proyek dan merupakan kawasan yang layak dikembangkan 3 Pencapaian Mudah dicapai dari berbagai arah oleh kendaraan maupun pejalan kakiUkuran Lahan Lahan yang menjadi tempat perencanaan 4 diharapkan memiliki kapasitas untuk dapat menampung program fungsional danpengembangannya.

3.2.3 Deskripsi Lokasi Proyek

   Potensi lahan : Terletak di daerah pusat kotaBerada dekat dengan kawasan bisnis dan perkantoranTransportasi lancar dan baik Luas site mendukung 3.3 Tata Guna Lahan Adapun kegunaan lahan di kawasan Jl. Adapun faktor arsitektur kota yang harus diperhatikan dalam merancang adalah bangunan bersejarah di sekitarnya,intensitas pembangunan, dan gaya bangunan di sekitarnya.

3.5.1 Data Bangunan Bersejarah

  Sehubungan dengan terbatasnya lahan di pusat kota, dan banyaknya kegiatan yang berlangsung, maka pembangunan gedung berlantaibanyak sudah banyak diterapkan untuk mengatasi hal tersebut. Contohnya Royal Residence, dibangun berlantai 15, merupakan apartemen yang memiliki 2 tower, dan di depannyamerupakan area ruko yang disewakan.

3.6 Kondisi Eksisting

  Adapun kondisi eksisting yang terdapat pada site adalah sebagai berikut: 3.6.1 Sistem Vegetasi Vegetasi yang terdapat di sekitar lokasi proyek sangatlah minim. 3.6.2 Ruang Terbuka Ruang terbuka publik juga tidak tersedia pada lokasi proyek ini, sebagaimana lahan pada area perkotaan digunakan semaksimal mungkin bagi pertumbuhan kotanya, sehinggaperancangan terhadap ruang terbuka sering kali diabaikan.

3.7 Studi Kelayakan

  Untuk studi kelayakan proyek, maka perhitungan kebutuhan terhadap bangunan ini adalah sebagai berikut:Untuk data kecamatan penduduk yang terdapat di Kecamatan Medan Maimoon dan statistik penduduk dan tenaga kerja, dapat terlihat pada Tabel 3.3 dan 3.4. Total penduduk = 66.171 + 60.000 = 126.171 orgKebutuhan luas shopping mall = 0,3 x 126.171= 37.851m 2 Shopping mall di Palang Merah Square diasumsikan mampu memenuhi 30% dari kebutuhan shopping mall, sehingga luas mall yang disediakan ±11.355m 2 .

HOTEL KAMAR TEMPAT TIDUR

  2005 147 5073 7438 2006 160 5654 82972007 165 5813 9121 2008 167 6277 10121 BINTANG * 12 529 766 BINTANG **1 67 144 BINTANG ***9 890 1465 BINTANG ****7 1196 2035 BINTANG *****3 700 2032 NON-CLASSIFIED 135 2895 3679 Sumber : BPS Propinsi Sumatera Utara, “ Medan Dalam Angka 2008 “Rata – rata Lama Menginap Tamu ( Mancanegara + Nusantara ) Pada Hotel / AkomodasiLainnya Menurut Tahun dan Kelas Hotel di Kota Medan tahun 2005 – 2008 ( Hari ) dapat terlihat pada Tabel 3.8. Tabel 3.8 Rata-rata Inap Tamu Hotel Tahun 2008 2007 2006 2005 1.13 1.21 1.23 BPS Propinsi Sumatera Utara, “ Medan Dalam Angka 2009 “ Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke kota Medan (Belawan –Polonia) terlihat pada Tabel 3.9 berikut ini.

BAB IV ELABORASI TEMA

  Untuk mencapai variety dalam desain, hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah tingkat kebutuhan terhadap beberapa fungsi yang berbeda pada lokasi, dan menciptakansebuah fungsi campuran yang layak secara ekonomis maupun fungsional.  Karena pengaruh aktivitas, bentuk dan orang yang berbeda, masing-masing memiliki interpretasi dan arti ataupun makna yang berbeda pula.

JALUR PEDESTRIAN

  Hal ini biasanya memerlukan fungsi utama campuran karena waktu manusia terbagi saat berada di tempat kerja dan di rumah,sehingga saat ini muncul adanya tempat kerja yang digabung dengan hunian. Selain itu, beberapa fungsi juga dinilai tidak  Kelayakan politik Ketika pola dari fungsi yang direncanakan menyimpang dari norma yang berlaku ataupun kebijakan perencanaan di sekitarnya, pihak berwenang di sekitarnya berhak menyetujui atau tidak berdasarkan dukungan publik terhadap fungsi bangunan tersebut.

4.3 Keterkaitan Tema dengan Judul

  Keberagaman tersebut memberikan banyak pilihan yang ditawarkanfungsi bangunan terhadap penggunanya, sehingga aktivitas pada kawasan tersebut juga akan bertambah ramai dan berkembang lebih baik. Selain dapat meningkatkan fungsi bangunan itu sendiri, juga akan membawa pengaruh positif terhadap lingkungan di sekitarnya.

4.4 Studi Banding Tema Sejenis

Adapun studi banding yang menggunakan tema sejenis adalah sebagai berikut:

4.4.1 Braga City Walk

  BCW (Braga City Walk) adalah satu– satunya mix used development di Bandungyang menggabungkan antara shopping center, condominium, dan hotel (Gambar 4.2). Untuk itulah, pemerintahmerencanakan diadakannya konservasi, dengan menunjuk Agung Podomoro Grup untukmenata kembali kawasan pusat kota tersebut Gambar 4.3 Entrance BCW menjadi Braga City Walk.

2 Luas site : 8.853 m

  Untuk itulah, usulan perencanaan BCW didasari oleh konsep usulan yang dikemukakan oleh Thomas Klaas dengan tujuan menjadikan Bragasebagai pusat perbelanjaan yang dikhususkan bagi pejalan kaki, dikenal dengan Konsep Pedestrian Mall (Gambar 4.4 dan 4.5). Gambar 4.5 Pedestrian Mall BCW Gambar 4.4 Foto Udara BCW Gambar 4.6 Plaza Terbuka BCW Fasilitas retail akan mengadopsi konsep lifestyle Center yang bukan saja akan menjadi tempat belanja yang nyaman tapi juga menjadi pusat akulturasi budaya lokal dan lokal budayametropolis.

4.4.2 Orchard Turn

  DesainOrchard Turn ini bertujuan memberi dukungan terhadap bangunannya sendiri dan lingkungan .di sekitarnya, melalui pengalaman pedestrian yang dinamis Kenyamanan dan banyaknya pilihan yang mendukung segala aktivitas yang terdapat di Orchard Road. Desain bangunan itu sendiri menggunakan berbagai konsep seperti kanopi retail menggunakan metafora dari pohon, dan tower yang ikonik tersebut berdasarpada konsep akar dan tumbuhan yang tumbuh dan menjulang tinggi.

BAB V ANALISIS

5.1 Analisa Kondisi Tapak dan Lingkungan

Dalam menganalisa kawasan perancangan, dilakukan analisa terhadap lokasi, tata guna lahan, bangunan sekitar, sirkulasi, pencapaian, view, iklim, kebisingan dan vegetasi.

5.1.1 Analisa Lokasi

  Mangkubumi) : 3m KDB : ±13.494m2 (83%)Pemilik : Swasta A B SITE D C  Batas Utara (A) : Jl. Palang Merah  Batas Selatan (C) : Jl.

5.1.2 Analisa Tata Guna Lahan

  Gambar 5.3 Tata Guna Lahan Sebelah Utara berbatasan dengan JalanPalang Merah yang berseberangan dengan kawasan komersil, di manaterdapat Apotek Kimia Farma, kantor notaris, tempat fotokopi, dll. Sebelah Barat berbatasan dengan JalanMangkubumi yang berseberangan dengan kawasan perkantoran seperti kantor imigrasi, saranapendidikan, pemukiman dan lahan kosong.

5.1.3 Analisa Bangunan Sekitar

Bangunan di sekitar area site terdiri dari beragam fungsi, di antaranya adalah:

5.1.3.1 Berdasarkan Tinjauan Fungsi Kantor SITE

  A1 A7 A2 A5 A4 A3 A6 Fungsi perkantoran yang terdapat di sekitar site merupakan potensi yang mendukung munculnya kegiatan perkantoran di kawasan ini (Gambar 5.5). Yang menjadi permasalahanadalah kebanyakan perkantoran merupakan bangunan single use sehingga jika ditinjau dari segi penggunaan lahan, hal tersebut tidak efisien.

A1 A2 A3

  Kantor DirektoratPajak Kantor Imigrasi PoloniaBank BNI Kantor Jiwasraya B. P.

5.1.3.2 Berdasarkan Tinjauan Fungsi Hotel dan Apartemen

  Pada area di sekitarnya terdapat fungsi hotel dan apartemen berupa hotel Danau Toba dan apartemen Royal Residence (Gambar 5.6). Untuk itu, diperlukan penyediaan bangunan yang memiliki kualitas baik serta fasilitas yang lengkap sehingga area ini bisa ditingkatkan kualitas lingkungannya.

B1 B2

Royal Residence Hotel Danau Toba Gambar 5.6 Analisa Fungsi Bangunan Hotel dan Apartemen

5.1.3.3 Berdasarkan Tinjauan Fungsi Perdagangan dan Jasa

  Namun,permasalahannya adalah beberapa area perdagangan dan jasa tersebut ada yang sudah tidak terawat dan tidak tertata rapi, sehingga merusak wajah kota dan ada juga yang tidak tersewa. Kecenderungan ini disebabkan karena dengan ruko, orang dapat melakukan kegiatan usaha di lantai dasar dan tinggal di lantai 2 dan 3.

D4 D5

  Rumah di Jl. Pemuda Pemukiman di Jl.

5.1.3.5 Berdasarkan Tinjauan Fungsi Sarana Pendukung

  Adapun prasarana pendukung yang terdapat pada lokasi proyek antara lain:  Jaringan jalan (infrastruktur) yang baik  Jaringan saluran air bersih, air kotorBangunan Kolonial SD Negeri Gereja Katedral Sarana yang tersedia seperti sarana pendidikan, peribadatan peninggalan kolonial, dan sebuah bangunan kolonial yang tentunya berpotensi mendukung kegiatan di sekitarnya danmemperkaya kota dalam segi arsitektur (Gambar 5.9). Permasalahan yang sering terjadi adalah kemacetan pada sarana-sarana tertentu dan jam tertentu, seperti pada sekolah dantempat peribadatan.

5.1.4 Analisa Prasarana

E1 E2 E3 E4

  Yoseph Gambar 5.9 Analisa Fungsi Sarana Pendukung  Jaringan listrik, telepon dan gas  Fasilitas Pedestrian Permasalahannya adalah jalur pedestrian yang tidak jelas, sehingga pejalan kaki terkadang merasa tidak nyaman. Untuk penyelesaiannya dilakukan dengan menyediakan tempat pembuangan akhir bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga pembuangan sampah bisa dilakukan pada tempatnya dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan sekitar.

5.1.5 Analisa Skyline

  Adapun ketinggian bangunan yang terdapat di sekitar lokasi site tampak seperti Gambar 5.12 berikut ini. Sugiono Gambar 5.12 Skyline Bangunan di Sekitar Site Untuk bangunan di sekitar, kebanyakan berupa ruko dengan ketinggian 3 lantai.

5.1.6 Analisa Sirkulasi Analisa sirkulasi terdiri dari sirkulasi kendaraan dan sirkulasi pejalan kaki

5.1.6.1 Sirkulasi Kendaraan

  Adapun sirkulasi kendaraan pada area di sekitar site dapat dilihat dari Gambar 5.13 di bawah ini. Lebar jalan ±10m, sirkulasi 2 arah, C dan dilalui kendaraan umum dan pribadi.

5.1.6.2 Sirkulasi Pejalan Kaki

  Palang MerahA B SITE Tidak tersedia jalurCpedestrian khusus, sehingga orang berjalan pada GSB.  Gambar IntensitasD Menyediakan jalur pedestrian yang nyaman baik dalamTinggi maupun luar bangunan. Sedang Rendah Jalur pedestrian terdapat pada jalan Palang Merah  memiliki intensitas yang tinggi karena merupakan jalan raya yang banyak dilalui oleh pegawai kantor, pelaku A serta pengunjung dari kegiatan komersil yang terdapat di sekitarnya.  Jalur pedestrian pada jalan Mangkubumi dan KolonelSugiono memiliki intensitas yang sedang, di mana pada B Jl.

5.1.8 Analisa View

  View keluar pada arah Utara cukup baik karena merupakanjalan raya yang ramai dan juga View keluar pada arah Baratterdapat area komersil.sedang, karena menghadap ke SD Negeri, pemukimanpenduduk dan lahan kosong yang kurang tertata rapi. SITEView keluar pada arah Timur baik karenamenghadap ke jalan yang cukup besar dan terdapatbangunan perkantoran, pemukiman dan area View keluar pada arah Selatan komersil kurang bagus karena merupakanpemukiman penduduk yang terdiri dari ruko-ruko dan menghadap kejalan yang kecil.

5.1.11 Analisa Vegetasi

  Vegetasi pada lokasi eksisting sangat sedikit dan penempatannya juga tidak teratur(Gambar 5.20). Hal ini harus diatasi dengan penambahan vegetasi pada lokasi tersebut sehingga dapat mengurangi polusi dan terpaan sinar matahari langsung.

5.2 Analisa Fungsional

  Adapun yang termasuk dalam analisa fungsional pada bangunan ini adalah sebagai berikut: 5.2.1 Analisa Pola Kegiatan Berdasarkan analisa pola kegiatannya, pengguna bangunan dari proyek ini dibagi atas4, yaitu:  Pengelola dan karyawan  Penghuni / tamu  Pengunjung  Servis 5.2.2 Analisa Jumlah Pengunjung Berdasarkan data BPS dari Medan Dalam Angka 2009, jumlah wisatawan mancangara yang datang ke kota Medan adalah seperti pada Tabel 5.2 di bawah ini. Jadi, pada tahun 2020, jumlah wisatawan mancanegara yang menginap dihotel bintang 3 di Medan adalah: 7,93% x 173.162= 13.731,75 = 13.732 orang/tahunJumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke hotel bintang 3 pada tahun 2020 adalah: 92,07% x 173.162 = 159.430,25 = 159.430 orang/tahunDengan pertimbangan terhadap 7 hotel lainnya di Medan, maka asumsi hotel ini dapat mengakomodasi 30% dari jumlah wisatawan mancanegara dan domestik yang datang ke kotaMedan dan menginap di hotel bintang 3.

5.2.3 Analisa Kebutuhan Ruang

  Tabel 5.4 Analisa Kebutuhan Ruang Fasilitas Pemakai Kegiatan Kebutuhan ruang kegiatan  Hotel Front of the house Area privat Kamar hotel TamuBeristirahat Kamar hotel   Sanitasi R. Area mekanikal Karyawan  Memelihara dan Ruang chiller    dan elektrikal memperbaiki mesinRuang boiler Mengatur sistemRuang genset    mekanikal danRuang shaft  elektrikal bangunanRuang AHU  Ruang pompa  Ruang treatment air  Ruang PABX, dll.

5.2.4 Hubungan Antar Ruang

Adapun hubungan antar ruang pada hotel dapat dilihat pada Diagram 5.1 sampai 5.4 di bawah ini. Diagram 5.1 Kedekatan Ruang pada HotelDiagram 5.2 Hubungan Ruang Publik pada Hotel LOBBY GARASI RETAIL SHOPS FRONT DESK ADMINISTRATION FUNCTION ROOMS RESTAURANT LOUNGE GUESTROOMS RECREATION MECHANICAL/ LAUNDRYELECTRICAL Diagram 5.3 Hubungan Ruang Servis pada Back of the HouseDiagram 5.4 Perletakan Area yang dilalui Servis dan Tamu

5.2.5 Program Ruang

  komputer Semi publik   1   15 1 15 ASUFood controlleroffice Servis   15 15 ASUGudang Servis   0,3xdap urutama 1 71,4 HP 20 ASUDapur kepala koki Toilet Servis   1 0,96 /org 2 1,92 NADRuang penerima danpenyimpanan Loading dock Servis   50 1 50 ASUArea penerima Semi publik   4 1,2 /org 1 4,8 NADKantor penerima Semi publik  3 4,5 /org 1 13,5 NAD Servis 1 3 4,5 /org 1 13,5   NADR. arsip Semi publik   0,2x(200+120) 20 1 20 ASUGudang Semi publik   20 1 20 ASUTotal 463,16Total luas + 20% sirkulasi 555,79 Back of the House Area Servis Food preparationDapur utama Servis   0,6x90 1x(120) 20 54 64120 1 238 HP R.saji Servis   1/3x dapur1 79,3 NAD Room service Servis   Gudang umum Servis   5 0,186 /kmr 1 22,32 TSS  Gudang alat Servis   5 0,23 /kmr 1 27,6 TSS   Gudang bahan Servis   5 0,4 /kmr 1 48 TSS  R.

2 Mobil untuk setiap 60 m luas lantai bangunan, sehingga:

Jumlah mobil = 6344,86 : 60 = 106 unit 2 Standar tempat parkir mobil = 2,5mx5m = 12,5 m 2 2 Luas lahan parkir = 106 x 12,5 m = 1325 m 2 Sirkulasi 50% = 662,5 m 2 Total luas parkir roda 4 = 1987,5 m  Kendaraan roda 2 (sepeda motor) 2 Area parkir motor = 40% x total luas bangunan 10574,76 = 4229,9 m Jumlah motor = 4229,9 : 40 = 106 unit 2 Standar tempat parkir motor = 1mx2m = 2 m 2 2 Luas lahan parkir = 106 x 2 m = 212 m 2 Sirkulasi 25% = 53 m 2 Total luas parkir roda 2 = 265 m Tabel 5.9 Total Luas Shopping Mall 2 Fasilitas Luas (m ) Fasilitas Perbelanjaan 8068,24Fasilitas Rekreasi 2119,54Fasilitas Administrasi 304,18Fasilitas Servis 82,8 Total Luas Bangunan 10574,76 Fasilitas Parkir 2252,5 Total Luas Bangunan+ Parkir 12827,26

5.2.6 Analisa Pola dan Massa Bangunan

  Berarah ke dalam dan pada umumnya bersifat stabil dan dengan sendirinya menjadi pusat dari lingkungannya. Jika diletakkkan berdiri pada salah satu sudutnya, dapat menjadi seimbang bila terletak dalam posisi yang tepat pada suatu keseimbangan, atau menjadi tidak stabil dan cenderung jatuh ke salah satu sisinya.

5.2.8.1 Sanitasi

  Sistem ini mempunyai kelemahan yaitu pemakaian listrik dan tenaga pompa yang besar dan bila aliran listrik mati maka distribusi air tidak berjalan. Air kotor padatDisalurkan melalui pipa pembuangan air kotor padat secara vertikal dan dibuang ke bak septictank dan kemudian diresapkan ke dalam tanah melalui bak resapan (Diagram 5.6).

5.2.8.2 Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran

  API DETEKTOR PANEL PEMADAMAN      ALARM  AKTIF    Diagram 5.7 Sistem Deteksi Kebakaran Sistem deteksi awal kebakaran, yaitu :  Alat deteksi asap (Smoke Detector) Mempunyai kepekaan tinggi dan akan memberikan alarm bila terjadi asap di dalam ruang tempat alat itu dipasang.  Alat deteksi nyala api (Flame Detector) Dapat mendeteksi adanya nyala api yang tidak terkendali dengan cara menangkap sinar ultra violet yang dipancarkan nyala api tersebut.

5.2.8.3 Elektrikal

  Sumber listrik berasal dari :  PLN Untuk kebutuhan sehari-hari dalam keadaan normal  Generator Set (Genset) Untuk kebutuhan listrik pada saat terjadi pemadaman listrik PLN seperti yang terjadi akhir-akhir ini. UPS ini berguna untuk menyuplai listrik secara langsung pada bangunan khususnya pada fungsi yang sangat membutuhkan, seperti : penerangan darurat, dan fan-fan pada saat kebakaran (Diagram 5.8).

5.2.8.4 Pembuangan Sampah

  Area logistik yaitu dapur SHAFT  SAMPAH  BASEMENT  (STP) Diagram 5.9 Sistem Pembuangan Sampah Sampah-sampah dikumpulkan menurut jenisnya yaitu sampah kering, sampah basah, dan sampah-sampah berbahaya lainnya yang mengandung zat-zat racun. Jika bangunan terdiri dari beberapa lantai dan kapasitas sampahnya besar maka harus disediakan tempatpembuangan sampah dengan sistem vertikal atau shaft sampah ke bak sampah di lantai dasar untuk diangkut oleh truk pembuang sampah (Diagram 5.9).

BAB VI KONSEP PERANCANGAN

6.1 Konsep Perancangan Tapak

  Untuk jalur pedestrian terdapat di sekeliling site, dengan shading berupa pohon di sepanjangnya, dan terdapat plaza yang luas sebagai ruang publik dan tempat interaksi sertasosialisasi masyarakat. Jalur pedestrian juga dirancang dengan pola lantai yang bersih dan JALUR  PEDESTRIAN  SIRKULASI KANTOR  SIRKULASI  MALL  SIRKULASI  HOTEL  Gambar 6.2 Konsep Sirkulasi Ruang Luar Untuk sirkulasi kendaraan, Jl.

6.1.3 Konsep Sirkulasi Ruang Dalam

  1 Gambar 6.4 Sirkulasi Vertikal Lantai 2 dan 3 yang merupakan area shopping center juga mempunyai area sirkulasi horizontal yang membuat orang mengelilingi retail di sekitarnya dengan anchor tenant dikedua ujungnya (Gambar 6.5 dan 6.6). 3 Sirkulasi Kantor Sirkulasi Hotel Gambar 6.7 Konsep Sirkulasi Kantor dan Hotel Pada bagian hotel, sirkulasi pada area publik dibedakan terhadap area privat.

6.1.4 Konsep Parkir

  Parkir kendaraan baik roda 2 maupun 4 berada di basement 1 dan 2, dengan penempatan sebagai berikut:  Basement 1 terdapat parkir mall, loading dock, dan parkir hotel (Gambar 6.8).  Basement 2 terdapat parkir kantor dan hotel (Gambar 6.9).

6.2 Konsep Bangunan

Adapun konsep-konsep yang diterapkan pada bangunan adalah:

6.2.1 Konsep Massa Bangunan

  Massa bangunan memanjang dan berorientasi ke Timur Barat, yang mengikuti bentuk sitenya yang memanjang (Gambar 6.10 dan 6.11). Gambar 6.10 Konsep Massa Bangunan dari Jalan Mangkubumi Gambar 6.11 Konsep Massa Bangunan dari Jalan.

6.2.2 Konsep Zoning Bangunan

  Bangunan dengan 3 fungsi ini terdiri dari:  Shopping Mall (podium: lantai 1-3)  Kantor (lantai 4-8)  Hotel (lantai 2-13)Pembagian lantai ini berdasarkan pada area publik sampai privat. Sedangkan unit kamar hotel diletakkan pada lantai yang lebih atas.

6.2.3 Konsep Desain

  Untuk gaya arsitektur yang digunakan juga disesuaikan, yang terlihat dari kolomvertikal yang terdapat pada bangunan (Gambar 6.13). Pada area ini diletakkan brand dariretail yang terdapat Kolom menerus di di dalam bangunan.podium, yang dirancang dengan Kisi-kisi pada fasade menggunakanbangunan sebagai lampu di atasnyashading dan estetika.sehingga terkesan mewah Gambar 6.13 Kolom Vertikal pada Podium Konsep podium yang menghadap ke Jl.

BAB VI I PERANCANGAN ARSITEKTUR

  6.1 Gambar Perancangan Adapun gambar hasil perancangan Palang Merah Square adalah sebagai berikut: 1. Site Plan , Block Plan 2.

7.2 Foto Maket

Adapun foto maket berdasarkan hasil perancangan terlihat pada Gambar 7.42 sampai 7.44 berikut ini. Gambar 7.42 Foto Maket View 1 Gambar 7.43 Foto Maket View 2 Gambar 7.44 Foto Maket View 3  

DAFTAR PUSTAKA

     http://www.wynfrey.com/photo-gallery/index.cfm. dan Richard H.

Dokumen baru

Tags

Palang Merah Indonesia Male Participation In Family Planning Implementation Of Therapeutic Environment Promotion And Preventive Program In Puskesmas Of Marike Representation In Parliament Environmental Analysis Palang Merah Indonesia Pmi Variety Seeking Outlierst Square Corn Variety Magic Square Work Environment Environment Health Internal Environment Kelalaian Penjaga Palang Pintu Chi Square Environment Pollution Social Environment House Environment Housing Environment
Show more