Dampak Pembangunan Prasarana Jalan Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Desa (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Dusun Tanggiring, Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi)

Gratis

41
242
98
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Kepada Bapak Aston Sagala selaku kepala desa tempat saya melakukan penelitian, saya ucapkan terima kasih buat bantuan informasi dan data yangsaya perlukan dalam penyelesaian skripsi ini dan untuk seluruh informan dalam penelitian ini, antara lain : Bapak Bernard Situmorang dan yang lainnyayang tidak dapat saya tuliskan satu – persatu. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan cara menganalisis data-data penelitian, baik hasil observasi maupun daftar pertanyaan yang telahdisediakan di kuesioner, diperoleh bahwa pembangunan prasarana jalan di DusunTanggiring adalah suatu bentuk keinginan dari masyarakat untuk lebih berkembang sehingga segi sosial dan ekonomi dapat meningkat setelah dibangunnya prasaranajalan sebagai media penghubung antara dusun yang satu dengan yang lainnya dan dengan daerah lainnya.

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

  Musyawarah dan jiwa musyawarah(Sajogyo & Pudjiwati,1995:24)Maju mundurnya desa sangat ditentukan oleh ketiga unsur di atas dan yang paling utama ditentukan oleh faktor usaha manusia ( human efforts) dan tata geografi (geographical setting) namun yang paling utama bahwa pada dasarnya tiap-tiap desa Dalam rumusan pembangunan nasional tersebut ditetapkan bahwa pembangunan nasional tersebut ditetapkan bahwa pembangunan masyarakat desamerupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Setiap program pembangunan desa dimaksudkan untuk membantu dan Indonesia yang merupakan negara dengan sumber daya alam yang sangat besar dengan posisi geografis yang sangat strategis dan iklim yang memungkinkanuntuk pendayagunaan lahan sepanjang tahun, hutan dan kandungan bumi yang sangat kaya, merupakan modal utama untuk kemakmuran rakyatnya.

2. Prasarana yang mendukung kegiatan peningkatan produksi pangan, yaitu: lumbung, air tanah, bendungan sederhana, dan irigasi desa

  Masyarakat dusun tesebut sangat kesulitan untuk menjual hasil pertanian mereka mengingat prasarana jalan di dusun itu masih sangat minim sehinggamembutuhkan waktu yang lama untuk memasarkan hasil pertaniannya ke kota mengingat kondisi jalan yang belum memadai. Setelah melalui perjalanan dan proses yang panjang untuk mewujudkanpembangunan jalan di Dusun Tanggiring, tentunya masyarakat dapat merasakan berbagai perbedaan di dalam aktifitas kesehariannya mengingat pada saat iniprasarana jalan di desa itu telah memadai.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1. Teori Pembangunan Desa

  Proses pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah harus mampu memberikan dampak yang positif dan bermanfaat terhadap masyarakat tanpaterkecuali dan juga tanpa adanya anggapan bahwa nilai tradisional khusunya seperti yang dimiliki masyarakat desa sebagai hambatan dalam pelaksanaan pembangunan. Pembangunan : pekerjaan dan aktifitas yang dilakukan dengan menjadikan suatu hal dari yang tidak ada menjadi ada dan dari yang tidak nyata menjadinyata.

2.3. Operasional Variabel

  Berdasarkan pengertian definisi operasional di atas maka definisi operasioanl adalah pengukuran konsep yang abstrak teoritis menjadi kata-kata tentang tingkahlaku/gejala yang dapat diamati, dapat diuji dan dapat ditentukan kebenarannya oleh orang lain. Pengetahuan dan InformasiYaitu mencakup kelancaran akses terhadap perkembangan informasi yang terjadi (memperoleh informasi, mengetahui perkembangan di kota, mendapatkaninformasi harga produksi hasil pertanian, kelancaran memperoleh akses terhadap pendidikan dan hal-hal yang berhubungan dengan akan kebutuhan informasi).

2.4. Hipotesis

  Hipotesis merupakan jawaban sementara dari masalah yang diteliti dan memberikan alur untuk dapat membuktikan masalah yang diteliti. Terdapat pengaruh yang positif antara pembangunan prasarana jalan terhadap sosial ekonomi masyarakat desa (Ha) 2.

BAB II I METODOLOGI PENELITIAN

  Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisa kuantitatif guna menjawab perumusanmasalah bagaimana dampak pembagunan prasarana jalan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Dusun Tanggiring , Desa Pegagan Julu VIII, KecamatanSumbul, Kabupaten Dairi. Alasan pemilihan lokasi penelitian yaitu:a) Lokasi tersebut dianggap lokasi yang tepat dalam melaksanakan peneliti, karena sudah tersedia prasarana jalan raya yang menghubungkan dari satudusun ke dusun yang lain.

3.3. Populasi dan Sampel Populasi

  Makadari pendapat-pendapat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa populasi merupakan obyek atau subyek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarattertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat di Dusun Tanggiring, DesaPegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sebanyak 324 kepala rumah rumah tangga.

2.3.2. Sampel

  Sampling Insidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan/ insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel bila dipandang orang yang kebetulanditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2005:96). Sedangkan sampel berdasarkan jumlah populasi yang diambil, maka untuk menentukan jumlah sampel penulis menggunakan teknik penarikan sampelberdasarkan rumus Slovin (dalam Prasetyo, 2005 : 136), yaitu : Nn =2 N : Populasi n : Sampele : Tingkat kesalahan penarikan sampel : 10 % dan tingkat kepercayaan 90% Jumlah penduduk Desa Tanggiring bulan Januari 2009 tercatat sejumlah 77 kepala rumah rumah tangga atau 1269 jiwa.

3.4. Teknik Penentuan Skor

  Untuk membantu dalam menganalisa data yang diperoleh dalam penelitian, maka penelitian ini menggunakan teknik penentuan skor. Teknik pengukuran skor yangakan digunakan adalah dengan skala ordinal untuk menilai jawaban kuesioner responden.

1. Untuk alternatif jawaban A diberi skor 3 2

3. Untuk alternatif jawaban C diberi skor 1

Untuk alternatif jawaban B diberi skor 2 Untuk mengetahui atau menentukan kategori jawaban responden dari masing- masing variabel apakah tergolong tinggi, sedang atau rendah maka terlebih dahuluditentukan skala interval dengan cara sebagai berikut : Skor Tertinggi – Skor TerendahBanyaknya Bilangan 3 − 1 Maka diperoleh : . 70 = 3 Sehingga dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden masing- masing variabel yaitu :Skor untuk kategori tinggi = 2.41 – 3.00Skor untuk kategori sedang = 1.71 – 2.40Skor untuk kategori rendah = 1.00 – 1.70

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, untuk memperoleh data atau informasi, keterangan- keterangan yang diperlukan penulis menggunakan metode sebagai berikut :

1. Pengumpulan Data Primer

  Yaitu teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara terhadap sejumlah hal yang berkenaan dengan penelitian,dalam hal ini adalah Dusun Tanggiring, Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Teknik pengumpulan dengan metode kuesioner digunakan untuk menjawab perumusan masalah bagaimana dampak pembagunanprasarana jalan terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakatDusun Tanggiring , Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.

3.6. Teknik Analisa Data 1

  Proses pengumpulan data di lapangan agak sukar, karena pada saat dilakukan penelitian (berupa pembagian kuesioner) masyarakat dusun Tanggiring dalammasa pra panen cenderung sibuk, sulit dijumpai dan sangat berbelit-belit dalam mengisi kuesioner. Masyarakat desa kurang terbuka dengan penelitian mahasiswa, mereka umumnya lebih terbuka dengan hal-hal seperti : bantuan pemerintah, dan hal-hal yang bersifat memberikan mereka sumbangan berupa dana dan materi.

BAB IV HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN

4.1. Deskripsi Daerah Lokasi Penelitian

  Hal inijuga tidak terlepas dari peranan perangkat desa dan masyarakat yang aktif meminta dilaksanakannya pembangunan yang berarti oleh pemerintah Dairi untuk kebaikandari dusun Tanggiring. Secara geografis dusun Tanggiring, desa Pegagan Julu VIII memiliki batas wilayah antara lain :Timur : berbatasan dengan Pegagan Julu TujuhUtara : berbatasan dengan Pegagan Julu SembilanBarat : berbatasan dengan Lae RenunSelatan : berbatasan dengan Pegagan Julu Enam Gambar 4.1.

4.2. Deskripsi Keadaan Sosial Ekonomi Masyarakat Dusun Tanggiring

  Komposisi Jenis Pekerjaan Masyarakat Dusun Tanggiring No Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase 1 Bertani 1166 jiwa 90% 2 Pedagang 130 jiwa 10% 3 0%Jumlah (324 KK) 1296 jiwa 100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa mayoritas penduduk Dusun Tanggiring bekerja sebagai petani sebanyak 1166 jiwa atau sebesar 90 % dan selebihnyasebanyak 130 jiwa atau sebesar 10 % dari keseluruhan penduduk Dusun Tanggiring sebanyak 1296 jiwa. Tabel Sarana di Dusun Tanggiring No Sarana Jumlah 1 Tempat Ibadah (Gereja)2 unit 2 Kantor Kepala Desa1 unit 3 Tempat Pemakaman Umum (Kuburan) 1 bidang 4 Posyandu1 unit Dari tabel di atas menunjukkan bahwa sarana yang ada di Dusun Tanggiring masih relatif kurang memadai, dimana pada dusun ini hanya terdapat 2 unit saranaibadah, 1 kantor kepala desa, 1 tempat pemakaman umum, dan 1 unit posyandu.

5. Kondisi bangunan rumah masyarakat di Dusun Tanggiring

  Tabel 4.4. Kondisi bangunan rumah masyarakat di Dusun Tanggiring No Kondisi Bangunan Jumlah 1 Non Permanen8% 2 Semi Permanen68% 3 Permanen34% 4 Jumlah100% Dari tabel di atas menunjukkan bahwa yang mendominasi kondisi bangunan masyarakat Dusun Tanggiring adalah berbentuk semi permanen sekitar 68 %, diikutidengan bangunan permanen 34 % dan yang terakhir sebesar 8% merupakan bentuk rumah non permanen.

4.3. Temuan Data Di lapangan

  4 Agustus 2009Tabel diatas menunjukkan bahwa hampir seluruh responden sebanyak 69 orang atau 89,6% menyatakan bahwa hubungan sosial yang terjalin antara masyarakat Dusun Tanggiring dengan dusun yang lain terjalin dengan baik. Sedangkan 13 responden atau 16,9% menyatakan bahwa tingkat kerjasama antara masyarakat dusun sudah terbina dengan sangat baik dan tidak adaresponden yang menyatakan bahwa tidak ada kerjasama yang tidak baik.

6. Jawaban menurut responden mengenai pelaksanaan kegiatan gotong-royong setelah jalan dibangun

  Sebanyak 2orang atau 2,6% responden menyatakan bahwa masyarakat di dusun Tanggiring tidak mudah untuk membeli barang kebutuhan Dari tabel dapat digambarkan bahwa bahwamasyarakat di dusun Tanggiring mudah untuk membeli barang kebutuhan. 26 Agustus 2009Tabel diatas menunjukkan bahwa sebanyak 39 orang atau 50,6% responden menyatakan bahwa masyarakat di dusun Tanggiring mudah untuk mengetahui hargajual hasil panen.

4.4. Analisis Data

4.4.1. Pembangunan Prasarana Jalan

  Berdasarkan indikator yang digunakan untuk mengukur bagaimana dampak pembangunan prasarana jalan, maka dari hasil penelitian yang diperoleh dapatdijelaskan bahwa pembangunan prasarana jalan telah memberikan manfaat yang baik Masyarakat yang mayoritas menggeluti pekerjaan sebagai petani tentunya sangat terbantu dengan adanya pembangunan prasarana jalan di Dusun Tanggiringmengingat bahwa sebagian besar dari hasil – hasil panen mereka dijual ke luar daerah. Dari hal tersebut terbuktiternyata dengan dibukanya akses jalan beraspal di Desa pegagan Julu VIII khusunya di dusun Tanggiring yang juga adalah ibu kota Desa telah membawa masyarakat Kini masyarakat sedikit banyak telah merasakan manfaat prasarana jalan yang telah dibangun oleh pemerintah.

4.4.2. Sosial Ekonomi Masyarakat

  Berdasarkan indikator yang ada, untuk menilai bagaimana dampak pembangunan prasarana jalan terhadap sosial ekonomi masyarakat Dusun Tanggiring,Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi berdasrkan hasil penelitian terlihat bahwa pembangunan prasarana jalan mengakibatkan berbagaidampak terhadap masyarakat khusunya pada segi sosial dan ekonomi. Biaya pengeluaran masyarakat pun pada umumnya mengalami peningkatan dan berdasarkan penelitian ini rata –rata biayapengeluaran masyarakat antara Rp.30.000 – Rp.50.000,- Berdasarkan itu semua pembangunan prasarana jalan di Desa Pegagan Julu VIII khusunya di Dusun Tanggiring mengakibatkan banyak dampak terhadap segi kehidupan masyaraktnya khusunya pada segi sosial dan ekonomi.

2. Uji Signifikan

  Jika harga t < t , maka Ho (hipotesa Nol) diterima dan Ha (hipotesa hitung tabelAlternatif ) ditolak , artinya tidak ada pengaruh signifikan antara pembangunan prasarana jalan terhadap sosial ekonomi masyarakat Dusun Tanggiring,Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi. Hal ini memberikan kesimpulan bahwa kondisi sosial dan ekonomi masyarakat DusunTanggiring, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi dipengaruhi oleh pembangunan prasarana jalan 36 % sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

  hitung Berdasarkan uji “t” yang telah dilakukan maka didapatkan hasil antara t table dengan nilai 6,525dan t 1.67, maka dapat diketahui t > t (6,525 > 1,67), hitung tabel hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan perhitungan dengan koefisien determinan, didapatkan suatu 2.kesimpulan bahwa besarnya pengaruh antara pembangunan prasarana jalan dengan sosial ekonomi masyarakat Dusun Tanggiring, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairisebesar 36% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.

5.2. Saran

  Pada dasarnya pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah Dairi di dusunTanggiring telah tergolong baik dan bermanfaat, tetapi pembangunan hendaknya harus tetap dilakukan secara kontiniu tanpa adanya keterbatasan sehingga dapatmenciptakan masyarakat yang dinamis, berkembang dan mempunyai potensi. Dalam mewujudkan pembangunan yang maksimal di dusun Tanggiring seharusnya perangkat desa dari kepala desa sampai kepala dusun harus mampu mewujudkanpembangunan yang maksimal, bermanfaat dan mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

  Bagaimana kondisi jalan menurut anda setelah jalan dibangun ? Bagaimana dengan kelancaran sarana transportasi ( mobil , sepeda motor) setelah jalan dibangun ?a.

B. Variabel terikat (dependent variable) Indikator sosial :

  Bagaimana program-program pemerintah yang dilaksanakan di dusun ini setelah jalan dibangun ?a. Adakah pengaruh pembangunan jalan di dusun ini terhadap peningkatan penghasilan anda dibandingkan dengan sebelum terjadinya pembangunanjalan?

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

  Saya yang bertanda tangan di bawah ini :Nama : Immanuel Christian Mezis SagalaUmur : 25 TahunTempat/Tgl Lahir : Sidikalang, 25 Desember 1984Jenis Kelamin : Laki-LakiAgama : Kristen ProtestanAnak ke : 4 dari 4 bersaudaraAlamat : Jl. Sepadan, No.12 Pasar VI P.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Dampak Keberadaan Objek Wisata Batu Kursi Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Siallagan Pindaraya Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir
11
150
116
Dampak Industri Tradisional Tenun Ulos Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sigaol Kecamatan Lumban Julu Kabupaten Tapanuli Utara (1970-2000)
6
116
115
Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Desa (Studi Pada Desa Sigalapang Julu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara).
10
151
109
Partisipasi Masyarakat Desa Terhadap Pembangunan Prasarana Transportasi Darat (Studi Deskriptif: Pada Desa Hutatinggi, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara)
2
52
96
Interaksi Sosial Pondok Pesantren Dengan Masyarakat Sekitar (Studi Deskriptif Pola Interaksi Assosiatif Pada Pondok Pesantren Modern Al-Abraar Dengan Masyarakat Desa Sikuik-Huik Dusun Siondop Julu Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Suma
11
141
159
Dampak Industrialisasi Terhadap Kehidupan Sosial, Ekonomi dan Budaya Masyarakat (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Desa Lalang Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara)
21
125
108
Dampak Pembangunan Objek Wisata Ancol Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai)
16
184
142
Dampak Pembangunan Prasarana Jalan Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Desa (Studi Deskriptif Pada Masyarakat Dusun Tanggiring, Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi)
41
242
98
Dampak Relokasi Penduduk Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Dan Pengembangan Wilayah (Studi Kasus Desa Siti Ambia, Desa Teluk Ambun, Desa Takal Pasir Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil)
5
64
117
Pandangan Masyarakat Muslim Terhadap Ritual Mangaburi : ( Studi Kasus di Desa Pegagan Julu VIII Kec, Sumbul Pegagan Kab, Dairi) - Repository UIN Sumatera Utara
0
1
96
Dampak Keberadaan Objek Wisata Batu Kursi Terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Siallagan Pindaraya Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir
1
1
14
Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Pembangunan Desa (Studi Pada Desa Sigalapang Julu Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara).
0
1
10
Dampak Bencana Pasca Meletusnya Gunung Sinabung Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo
0
0
18
Dampak Bencana Pasca Meletusnya Gunung Sinabung Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo
0
0
45
Dampak Bencana Pasca Meletusnya Gunung Sinabung Terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Bekerah Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo
0
1
9
Show more