Padanan frase nomina bahasa arab dalam bahasa indonesia

Gratis

2
33
69
2 years ago
Preview
Full text

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa adalah alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol

  Menerjemahkan dari suatu bahasa ke bahasa yang lain bukanlah merupakan suatu pekerjaan yang mudah dilakukan, sebab kegiatan tersebut tidak hanyamembutuhkan suatu kemahiran berbahasa asing saja, melainkan juga dituntut suatu keahlian khusus yang melibatkan dua bahasa atau lebih. Levy mengungkapkanbahwa kegiatan penerjemahan adalah kegiatan yang menantang, yang tidak saja menuntut para penerjemahnya untuk memiliki pengetahuan yang luas tentang bahasa Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis mengadakan penelitian terjemahan pada salah satu unsur bahasa Arab yaitu frase bahasa Arab (ا ﺐﻴآﺮﺘ ا ﻹ ﻰﻓﺎ ) .

1 Suhendra Yusuf, Teori Terjemah Pengantar ke Arah Pendekatan Linguistik dan Sosioliungistik, (Bandung: Mandar Maju, 994), h.

  Menurut Gorys Keraf, frase adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan yang dapat menimbulkan makna baru 2 yang sebelumnya tidak ada. Sedangkan frase bahasa Arab ( ) adalahﻰﻓﺎ ﻹ ا ﺐﻴآﺮﺘ ا hubungan antara dua macam isim dengan memperkirakan partikel (lam, min, dan fi), 3 yang menyebabkan nominal (isim) yang kedua selalu dibaca jarr, Frase bahasaArab ( ﻰﻓﺎ ﻹا ﺐﻴآﺮﺘ ا) merupakan salah satu alat sintaksis yang pemakaiannya dalam kalimat kadang-kadang menimbulkan kesulitan bagi penerjemah untuk menentukanpadanannya dalam Bsa yang pada penelitian ini adalah bahasa Indonesia.

2. Padanan frase bahasa Arab dalam bahasa Indonesia 3

  Frase ini dibagi lagi menjadi frase preposisi, yaitu frase yang penghubungnya menduduki posisi di bagian depan dan frase posposisi yaitufrase yang penghubungnya menduduki posisi di bagian belakang serta frase preposposisi yaitu frase yang penghubungnya menduduki posisi di bagian depan dan di bagian belakang. Maka pembatasan dalam penelitian ini adalah frase yang memperkirakan partikel (lam, min, dan fi) dan frase endosentris nominal yaitu frase yang memilikidistribusi yang sama dengan kata nominal.

15. Surat al-‘Adiat 16

  Surat al-Zalzalah 17. Surat at-Tin Adapun alasan mengapa penulis meneliti 20 surat terakhir ini, karena memudahkan penulis untuk meneliti id āfat-idāfat yang dikelompokkan dalam idāfat lāmiyyah, idāfat bayāniyyah, dan idāfat zarfiyyah.

D. Tujuan dan Manfaat

  Contoh : l) ﺪﻴ ﺘ ا بﺎﺘآ اﺬه ‘Inilah kitab milik murid’Kata yang pertama disebut (mudaf/kata yang dijelaskan) dan kata yang فﺎ kedua disebut (mudaf ilaih/kata yang menjelaskan). Mengenai pembagian idafat, ulama Nahwu hampir sama dalam pembahasannya yaitu ada idafat yang memperkirakan partikel (lam, min, dan fi), id āfat manawiyyah (idafat haqiqiyyah dan idafat mahdah), idafat lafziyyah (idafatmajaziyyah) dan idafat ghair mahdah.

5 Ibid., h.293

  Menurut Antonio Dahdah, idafat yang memperkirakan partikel (lam, min, dan fi) dikelompokkan ke dalam idafat ma’nawiyah, sehingga idafat dibedakan 7 dari idafat ma 'nawiyah dan idafat lafziyyah Idafat (frase nominal) adalah satuan linguistik yang secara potensial merupakan gabungan dan kata atau lebih yang tidak mempunyai ciri-ciri klausa yaitu satuan gramatik yang terdiri dari predikat baik disertai oleh subjek, pelaku 8 dan keterangan atupun tidak. Frase dalam bahasa Indonesia dibagi dua bagian, yaitu frase eksosentris direktif dan frase endosentris non direktif Frase endosentris dibagi dua yaitu fraseendosentris berinduk satu (frase nominal, adjektival, pronomina, numeral ia, dan frase verbal) dan frase endosentris berinduk banyak (frase koordinatif dan frase 11 apositif).

H. Sistematika Penyusunan

  KerangkaTeori Mengemukakan wawasan sintaksis, satuan sintaksis, frase dalam bahasa Indonesia, frase dalam bahasa Arab serta dinamika penerjemahan. Analisis Pembahasan yang akan dianalisis berdasarkan data-data yang terdapat dalam sumber data yaitu 20 surat-surat pendek dalam al-Qur'an.

BAB II KERANGKA TEORI A. Wawasan Sintaksis Sintaksis dalam persi bahaasa Arab yang mengalami penamaan sebagai

  ilmu nahwu yaitu ilmu tentang pokok, yang bisa diketahui dengannya tentang harkat (baris) akhir dari suatu kalimat baik secara I’rab atau mabni (baris atauharkat yang dimaksud di sini adalah baris atau harkat terakhir dari suatu kata. Pada tataran teratas dari tiga tataran sintaksis ini terdapat dua tataran lainnya, yaitu tataran kategori yang merupakan tataran peran yang merupakan pengisikategorial, dan tataran peran yang merupakan pengisi sintaksis.

c. Klausa

  Badudu adalah sebuah kalimat yang merupakan bagian dari kalimat yang lebih besar. Sedangkan Parera mengatakan frase adalahsuatu konstruksi yang dapat dibentuk oleh dua kata atau lebih tetapi tidak 8 mempunyai ciri konstruksi sebuah klausa.

B. Frase dalam bahasa Arab

  Contoh:(3) /al-hilmu zainun/ ﻦ ز ا 'Kesantunan itu perhiasan'Adapun tark īb idāfi adalah kata yang tersusun dari mudāf dan mudāf ilaih, seperti: (4) /Kitabuttilmīzu/ ﺬﻴ ﺘ ا بﺎﺘآ 'Buku murid'Sedangkan tark īb bayāni adalah tiap dua kata, dimana kata yang kedua berfungsi sebagai penjelas atau menerangkan makna kalimat yang pertama tark īb bayāni ini ada tiga macam : a. Contoh : (18)/haz ā, gulamu zaidin/ﺪ ز م ﻏ اﺬه 'Orang itu pelayan Zaid’id āfat gair mahdah apabila mudāf berupa wasf yang mirip dengan yaf 'alu fi’ilmud āri yang dimaksud ialah setiap isim fi’il atau isim mafūl yang mengandung makna hal'sekarang' atau istiqbal 'akan datang' atau berupa sifat musyabbahah yang bermakna hal1 'sekarang .

4. Hukum mengenai id

  Kesatuan itu dapat menimbulkan suatu makna baru 15 yang sebelumnya tidak ada Satuan linguistik yang secara potensial merupakan 16 gabungan dua kata atau lebih yang tidak mempunyai ciri-ciri klausa.1516 Gorys Keraf, Tata Bahasa Indonesia, (Ende-Flores: Nusalndah, 1989), h. Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Tata Bahasa Tag memik, (Bandung: Angkasa, Dalam buku Harimurti Kridalaksana, frase adalah satuan gramatikal yang 17 berupa gabungan kata dengan kata yang bersifat non predikatif Frase dapat dibentu k oleh dua kata atau lebih, baik dalam bentuk sebuah pola dasar kalimat 18 maupun tidak.

17 Harimurti Kridalaksana, Beberapa Prinsip Perpaduan Leksem dalam Bahasa Indonesia, (Yogyakarta: Kanisius, 1988), cet. ke-1, h. 81

  Frase Endosentris Frase endosentris adalah frase yang keseluruhannya mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan salah salu bagiannya Ada frase endosentris berinduk 19 satu atau frase modifik asi dan frase endosentris berinduk banyak. Frase Verbal Frase verbal adalah frase yang terjadi dari verba sebagai induk dengan verba, atau kata b erkelas kata lain yaitu adverbia atau frase preposisional sebagaimodofikator.

b. Frase Eksosentris

  Frase eksosentris adalah frase yang tidak berhulu atau headed. Frase eksosen tris ini terbagi atas frase preposisi, frase posposisi dan frase 28 preposposisi.

1. Frase Preposisi, adalah frase yang penghubungnya menduduki posisi di bagian

  adalah frase yang p nya menduduki posisi di komposistum adalah gabungan dari dua kata atau lebihyan Kata majemuk adalah dua kata yang pengertiannya dianggap sedemikian pat dianggap senyawa dan menjadi satuta majemuk merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan lagi, seperti ) a. Salah satu bahasa yang menggunakan frase preposposisi ini adalah bahasa Karo.

D. Kata Majemuk (kompositum)

1. Pengertian

  Macam-macam Kata Majemuk Kata majemuk dibagi menjadi dua macam, yaitu kata majemuk yang bersifat eksosentris, dan kata majemuk yang bersifat endosentris. Ciri-ciri Kata Majemuk 33 Ciri-ciri kata majemuk adalah sebagai berikut : a.

4. Perb edaan Frase Dengan Kata Majemuk

  Frase dan kata majemuk mempunyai pengertian yang sama, yaitu gabungan dari dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatu an. Kata majemuk dibedakan menjadi dua j enis, yaitu (1) kata majemuk yang kompon ennya berurutan seperti yang terdapat pada frase (2) kata majemuksintaksis.

33 Ibid., h.126

  Kalanya hanis ditulis dalam satu kata (tanpa spasi), seperti tatabahasa, warganegara, muaradua, dan sebagainya Atau di tulis menjadi dua kata, sepertiраnjang tangan, keras kepala, daya juang, dan sebagainya. Adapun frase selalu terdiri dari kata yang benar-benar menjadi morfem bebas.

E. Dinamika Penerjemahan

  Dalam konteks penerjemahan yang melibatkan dua bahasa terdapat lima prosedur penting, yaitu pergeseran bentuk (transposisi), pergeseran makna(modulasi), adaptasi (penyesuaian), pemadanan berkonteks, dan pemadanan 37 bercatatan.3536 Sutan Takdir Alisyahbana, op.cit., h. J.

1. Pergeseran Bentuk (transposisi)

  Perges eran bentuk wajib dan otomatisPergeseran yang disebabkan o leh sistem dan kaidah bahasa. Berikutadalah contoh beberapa nomina jamak dalam bahasa Arab menjadi tunggal dalam baha sa Indonesia (38) /arba ‘atu kutubin/ ﺐﺘآ ﺔﻌ ر أ 'Empat buku'(39) /samaniyatu asw ābin/ باﻮ أ ﺔﻴ ﺎ 'Delapan baju'Pergeseran yang dilakukan apabiia su atu struktur gramatikal dalam BSu tidak ada dalam BSa Contoh berikut adalah penggunaan tau kid (kalima tempatik ) dalam bah asa Arab menjadi penekanan (sungguh-sungguh) dalam subjek.

b. Pergeseran yang dilakukan karena alasan kewajaran ungkapan

Pergeseran ini kadang-kadang sekalipun dimungkinkan adanya terjemahan harfiah menuru t struktur gramatikal, padanannya kaku atan tidak wajar (41) ﺔﻴ ﻮﻜ ا ﺔﻴ ا ﺔﻌ ﺎ ا ثﻮ ﻰﻓ ﺔﻄ ﻷا ﻴ ﻨﺘ مﻮ ث ﻮ ا ﺰآﺮ ﺎ ﺮآﺎ /markazul buhūsi taqūmu bitansīqil ansyitati fī buhūsi jāmi`atil islam īyyatil hukūmiyyati Jakarta/'Pusat penelitian bertugas mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan penelitian di lingkungan IAIN Jakarta'

c. Pergeseran yang dilakukan dengan maksud mengisi kesenjangan leksikal

  (termasuk piranti gramatikal yang mengandung fungsi tekstual, s eperti /- lah/, /-pun/ dalam Bsa dengan menggunakan struktur gramatikal. Misalnyakata majemuk campur tangan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab menjadi /tadakhul/ dan bukan /ikhtilatul yad/.

d. Pergeseran yang dilakukan untuk mengisi kerumpangan kosakata

  Pergeseran Makna (mudulasi) Mo dulasi adalah mengungkapkan kembali amanat dalam bahasa sumber, teta pi dengan sudut pandang yang berbeda. Modulasi bebas adalah prosedur terjemahan yang dilakukan karena alasan non linguistik, misainya untuk memperjelas makna menimbulkankesetalian dalam Bsa.(45) /narullahi!

5. Pemadanan Bercatatan

  /al-lazi yuwaswisu fī sudurinnas/ 5 ( ﻰﻓ سﻮ ﻮ يﺬ ا سﺎﻨ اروﺪ )سﺎﻨ ا / 114 : (52) 2 Dan aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai segala hati manusia dengan kebesaran-Nya (51)/il أ ذﻮ سﺎﻨ ا بﺮ ) سﺎﻨ ا / 114 : 1 ( سﺎﻨ ا / 114 :3 ( 1سﺎﻨ ا ﻪ ا ) Dan aku berlindung kepada Tuhan yang memihki manusia yang mengurus segala urusan mereka, yang menciptakan syariat dan hukum, yang memberikankebahagiaan kepada manusia di dunia dan akhirat. (75) ( 11 : 100 / ) تﺎ دﺎﻌ ا ﺮﻴ ﺬﺌ ﻮ ﻬ ﻬ ر نإ /inna rabbahum bihim yaumaizil lakhabīr/ 'Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka (manusia)'(76) ( 1 : 99 / ) ﺔ ﺰ ﺰ ا ﺎﻬ اﺰ ز ضرﻷا ﺰ زاذا /izazulzilatil ardu zilzālahā/ 'Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya' 42 Yaitu mengalami gempa disaat hari Kiamat tiba dengan goncangannya yang amal dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.

2. Anahsis Id

āfat bermakna min (Idāfat bayāniyah) (88) ( 4 : 114 / سﺎﻨ ا ) سﺎﻨ ا ساﻮ ﻮ ا ﺮ ﻦ /min syarril waswāsil khannās/ ‘Dari kejahatan (bisikan) syetan yang biasa bersembunyi’Syetan dinamakan bisikan karena kebanyakan godaan yang dilancarkannya itu melalui bisikan, karena syetan suka bersembunyi dan meninggalkan hati manusiauntuk ingat kepada Allah.(89) ( 4 : 113 / ا ) ﺪ ﻌ ا ﻰﻓ تﺎ ﺎ ﻨ ا ﺮ ﻦ و /wamin syarrin naffāsāti fil ‘uqad/ ‘Dan dari kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul- buhul’Yaitu tukang-tukang sihir wanita yang menghembuskan sihirnya pada buhul- buhul yang dibuat pada pintalan yang berbuhul itu ditiup dengan memakaimantra-mantra tanpa ludah. (90)/wamin syarri h ( 4 : 113 / ) ا ﺪ ﺣ اذإ ﺪ ﺎﺣ ﺮ ﻦ و āsidin izā hasad/‘Dan dari kejahatan ара yang telah diciptakan’(91) ( 1 : 110 / ) ﺮ ﻨ ا او ﷲا ﺮ ءﺎ اذ إ 45‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan’ (92) ( 1 : 106 / ) ﺮ ا ﺮ ف ﻹ /līīlāfi quraisy/ 'Karena kebiasaan orang-orang Quraisy'(93) ( 5 : 102 / ﺮ ﺎﻜﺘ ا ) ﻦﻴ ﻴ ا نﻮ ﻌ ﻮ آ /kallā lauta ‘lamūna ilmal yaqīn/ ‘Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin’(94) ( 7 : 102 / ﺮ ﺎﻜﺘ ا ) ﻦﻴ ﻴ ا ﻦﻴ ﺎﻬ وﺮﺘ /summa latarawunnahā ‘anal yaqīn/ ‘Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan pengetahuan yang yakin' (95) 98 / ) ﺔﻨﻴ ا ﺔﻨﻴ ا ﻬﻴ ﺄ ﻰ ﺘ ﺣ ﻦﻴﻜ ﻨ ﻦﻴآ ﺮ او بﺎﺘﻜ ا هأ ﻦ اوﺮ آ ﻦ ﺬ ا ﻦﻜ ( 1 : /lam yakunil lazīna kafarū min ahlil kitābi wahnusyrikīna munfakkīna hatt ā ta’tiyahumul bayyinah/‘Orang-orang kafir, ahli kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datangkepada mereka bukti yang nyata. ﻚ ذو ةﺎآﺰ ا اﻮ ﺆ و ة ﻮ ااﻮ ﻴ و ءﺎ ﻨﺣ ﻦ ﺪ ا ﻪ ﻦﻴ ﷲا اوﺪ ﻌﻴ إ اوﺮ أ ﺎ و (96) ( 5 : 98 / ) ﺔﻨﻴ ا ﺔ ﻴ ا ﻦ د /wamā umirū illā liya ‘budūllaha mukhlīsina lahuddīna hunafā’a wa 46‘Padahal mereka disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjabatkan) agama dengan lurus dan supayamereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan yang demikian itu agama yang lurus.’ Agama yang lurus yaitu agama kitab-kitab yang benar, yang belum diubah dan tidak pemah terjamah oleh tangan manusia. 12 (97) ﻦ اوﺮ آ ﻦ ﺬ ا نإ بﺎﺘﻜ ا هأ ﻰﻓ ﻦﻴآﺮ او ﻨﻬ رﺎ ه ﻚﺌ وأ ﺎﻬﻴﻓ ﻦ ﺪ ﺎﺔ ﺮ اﺮ ) ﺔﻨﻴ ا /98 : 6 ( /innal Iazīna kafarū min ahlil kitābi walmusyrikīna fī nāri jahannama kh ālidīna flha ulaika hum syarrul bariyyah/'Sesunggulmya orang-orang kafir yakni ahh kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnyaMereka itu seburuk-buruknya makhluk' Seburuk-buruknya makhluk yaitu mereka yang mendustakan Allah dan menghalangi manusia dari jalan Allah, mendustakan kitab Allah, tidakmembenarkan Rasulullah, bahkan menyekutui dan menyiksanya. 13 (98) ه ﻚﺌ وأ تﺎ ﺎ ا اﻮ و اﻮﻨ ا ﻦ ﺬ ا نإ ﺔ ﺮ ا ﺮﻴ )ﺔﻨﻴ ا / 98 : 7 ( /innal lazīna amanū wa ‘amilus sōlihāti ulāika hum khairul bariyyah/ ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu sebaik-baiknya makhluk’

12 Muhammad Hasbi as-Shidqi, op.cit., h, 4444

  (117) ( 5 : 95 / ) ﻦﻴﺘ ا ﻦﻴ ﻓﺎ أ ﺎ ددر /summa radadnāhu asfala sāfilin/ ‘Kemudian kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya’Ungkapan ini merupakan kiasan bagi masa tua, karena jika usia telah lanjut kekuatan pun sudah mulai melemah dan pikun. Kata/kalimat yang pertama tidak sesuai Kata/kalimat yang pertama tidak sesuai dengan kata/kalimat yang kedua dalam dengan kata/kalimat yang kedua dalam`irab, ta`rif, mufrad, tasniyah dan strukturjama’ 5.

a. F N Æ N 1 + N 2 Frase nominal dibentuk dari nominal dan nominal

(118) 'Rajamanusia' /m ālikin nās/ سﺎﻨ ا ﻚ (119) 'Tuhan manusia' /il āhin nās/ سﺎﻨ ا ﻪ ا ء 52

b. FN Æ N + K Frase nominal dibentuk oleh nominal dan keterangan

  (120)/allaz ( 5 : 107 / ) نﻮ ﺎ ا نﻮهﺎ ﻬ ﻦ ه ﻦ ﺬ ا īna hum `an solātihim sāhūn/‘Orang-orang yang lalai dari shalatnya’ ( 1 : 113 / ا ) ا بﺮ ذﻮ أ (121)/qui ‘a`uzu birabbil falaq/‘Katakanlah kepada Tuhan yang menguasai subuh’ c. (122) ( 1 : 105 / ﻴ ا ) ﻴ ا بﺎ ﺄ ﻚ ر ﻌﻓ ﻴآﺮ أ /alam tara kayfa fa`ala rabbuka biashābil fīl/ ‘Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah’ d.

e. FN Æ yang + N Frase nominal dibentuk dari nominal yang didahului "yang"

  (126) ( 1 : 111 / ) ﺐﻬ ا ﺐ و ﺐﻬ ﻰ أ اﺪ /tabbat yadā abi Lahabiw walabb/ ‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa' ( 2 : 111 / ) (127) ﺐﻬ ا /mā ‘agnā anhu ma luhū wā kasabb/ ‘Tidaklah berfaidah kepadanya harta bendanya danара yang ia usahakan’ (128) ( 1 : 110 / ﺮ ﻨ ا ) ﺘ او ﷲا ﺮ ءﺎ اذإ /izā jā a nasrullāhi walfath/ ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan’ b. Penunjuk(135) ( 3 : 106 / ) ﺮ ا ﻴ ا اﺬه بر اوﺪ ﻌﻴ ﻓ /falya`budū rabba hāzal bayti/ ‘Маkа hendaklah mereka menyembah Tuhan pemilik rumah ini’ (136) ( 4 : 99 / ﺔ ﺰ ﺰ ا ) ﺎهرﺎ أ ثﺪ ﺬﺌ ﻮ 55/ /iqra’ bismi rabbikal lazī khalaq/ (142) 3 ( سﺎﻨ ا ﻪ إ )سﺎﻨ ا / 114 : 'Raja (bagi) manusia' /mālikin nās/ سﺎﻨ ا ﻚ ) سﺎﻨ ا / 114 : 2 ( ‘Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku’ d.

f. Pengkhususan

  NamaTempat 57 ﺮ ه ﻚﺌ وأ ﺎﻬﻴﻓ ﻦ ﺪ ﺎ ﻨﻬ رﺎ ﻰﻓ ﻦﻴآﺮ او بﺎﺘﻜ ا هأ ﻦ اوﺮ آ ﻦ ﺬ ا نإ (148) ( 6 : 98 / ﺔﻨﻴ ا ) ﺔ ﺮ ا /innallazīna kafarū min ahlil kitābi walmusrikīna fī nāli jahannama khalid īna fīhā ulāika hum syarrul bariyyah/‘Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahl і kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam. Mereka kekal di dalamnyadan mereka itu sebaik-baiknya makhluk' g.

C. Pergeseran

Pergeseran yang ditemukan dalam penelitian ini adalah pergeseran bentuk (transposisi) dan pergeseran makna (modulasi).

1. Pergeseran Bentuk

  Sedangkan dalam bahasa Arab modifikator frase nominal ada yang terletak di depan frase nominal atau di belakang. 58 Berikut adalah contoh frase nominal yang didahului modifikator yang terletak di depan nominal,a.

b. FN Æ Adverbia + Nominal

  FN Æ V+N Frase nominal dibentuk dari verbal dan nominal( 1 : 110 / ) ﺮ ﻨ ا ﺘ او ﷲا ﺮ ءﺎ اذا /izā jā a nasrullāhi walfath/ ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan’ ( 5 : 113 / ا ) ﺪ ﺣاذإ ﺪ ﺎﺣ ﺮ ﻦ و 59/wamin syarri h āsіdin izā hasad/‘Dan dari kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul- buhul’ 2. ( 1 : 111 / ﺐﻬ ا ) ﺐ و ﺐﻬ أ اﺪ /tabbat yadā abī lanabiwatab/ ‘Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa’Terjemahan maksudnya Abu Lahab, dan memakai kata karena ﺐﻬ أ اﺪاﺪ kebanyakan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia itu dikerjakan dengan kedua tangannya.

IV KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

  Id āfat lāmmiyah adalah idāfat yang memperkirakan huruf jarr (partikel) lām yang berfaidah memiliki atau pengkhususan, id āfat bayāniyyah adalali idāfat yang memperkirakan makna huruf jarr min, keadaan mud āf ilaih merupakan jenis dari mudāf. Dalam bahasa Indonesia, id āfat yang berdasarkan makna (idāfat lāmmiyah, idāfat 60 61 h āyaniyvah, idāfat zarfiyyah, dan idāfat tasybīhiyyah berpadanan dengan frase nominal yang bermakna pembatas, yaitu : 1. Menyalakan makna milik, seperti rumah (kepunyaan) mereka.

B. Saran

  Kegiatan penerjemahan tidaklah mudah, seorang penerjemah harus menguasai kedua bahasa, baik bahasa sumber maupun bahasa sasaran dan dia harus pandaimencari padanan. Dan yang penting pula, seorang penerjemah harus mengetahui materi yang akan diterjemahkan.

Dokumen baru