Kebijakan Amerika Serikat dalam mendukung kemerdekaan Sudan Selatan Tahun 2011

Gratis

3
16
103
2 years ago
Preview
Full text

DAFTAR ISI

  Tujuan dan Manfaa t Penelitian ………………………………. Sikap Amerika Serikat…………………………………...…… 31 1.

BAB IV FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI AMERIKA SERIKAT MENDUKUNG KEMERDEKAAN SUDAN SELATAN A. Kepentingan Amerika Serikat di Sudan Selatan…….………… 52 B. Faktor yang Mempengaruhi Amerika Serikat Mendukung Kemerdekaan Sudan Sudan

  Great power Structure: Balance of Power Tiongkok di Sudan …………….……. Terorisme:Terosisme di Sudan …………………...………………… 64 3.

DAFTAR SINGKATAN

AU : Uni AfrikaCPA : Comperhensive Peace AgreementDK PBB : Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-BangsaDLF : Darfur Liberation Font ICC : International Criminal Court ICISS : International Commission on Intervention and StateSovereignty JEM : Justice and Equality Movement IGAD : Intergovernmental Authority on DevelopmentSPLA : South’s Sudan People’s Liberation ArmySPLM : Sudan People’s Liberation MovementSLM/A : Sudan Liberation Movement/ ArmyPBB : Perserikatan Bangsa-Bangsa

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sudan Selatan merupakan negara yang baru saja meraih kemerdekaannya

  Nama resmi Sudan Selatan adalah Republik Sudan Selatan, letak geografisnya di Afrika timur berdekatan dengan Kenya, Uganda, dan RepublikDemokratik Kongo di sebelah selatan, Republik Afrika Tengah di sebelah barat, danSudan di sebelah utara. Sebelum merdeka, Sudan Selatan mengalami konflik yang disebabkan oleh banyak faktor.

2 Selatan. Perbedaan latar belakang ini menyebabkan konflik di Sudan karena

  Bermula dari pemerintah Sudan yang masyarakatnya didominasi oleh pemeluk agama Islam danSudan Selatan yang mayoritas pemeluk agama Kristen, diduga termarginalkan oleh 1 South Sudan profile, tersedia di http://www.bbc.com/news/world-africa-14069082 diaksespada 20 Mei 2014 2 South Sudan Description, tersedia di http://www.worldatlas.com/webimage/countrys/africa/ss.htm diakses pada 20 Mei 2014. Sebelum melakukan Referendum pada 2011, Sudan mengalami konflikDarfur pada tahun 2003 hingga 2005 yang disebabkan oleh pertikaian antara pemberontak dan tentara pemerintah yang saling menyerang.

4 Inggris pada masa penjajahan dulu

  Tujuan CPA adalah untuk mengakhiri Perang Sipil Kedua di Sudan, mengembangkan tata pemerintahan yang demokratis di Sudan, dan membagipendapatan minyak secara adil serta melakukan kesepakatan untuk mencapai 8 kemerdekaan dengan melakukan referendum pada tahun 2011. Sebelum pada tahap final CPA, sejumlah persetujuan damai sudah dilewati, di antaranya adalah Protokol Machos (Chapter I) pada 20 Juli 2002, yang isinya adalahpemerintah dan kelompok pemberontak South’s Sudan People’s Liberation Army (SPLA) mencapai kesepakatan tentang kekuasaan negara dan agama, dan hak 7 Paul Romita, “The Sudan Referenda: What Role for Internatioanal Actors?”, New York: 2 (November 2010), 6.

B. Pertanyaan penelitian

  Mengetahui latar belakang Amerika Serikat dalam berperan dalam proses referendum Sudan Selatan 2. Mengetahui kepentingan Amerika Serikat atas perannya dalam perannya pada proses referendum Sudan Selatan.

1. Diharapkan menjadi sarana referensi dan informasi bagi studi Hubungan

  Internasional, khususnya bagi yang ingin mengkaji lebih jauh peran AmerikaSerikat dalam proses referendum Sudan 2. Diharapkan menjadi media informasi, media ilmu dan pemahaman serta wawasan bagi para pembaca untuk mengetahui peran Amerika Serikat dalamproses referendum Sudan 3.

D. Tinjauan Pustaka

  Menurut Astrid, upaya penyelesaian Tiongkok dalam konflik Sudan ini tidak terlepas dari kepentingan Tiongkok di Sudan, yaitu Tiongkok merupakan mitra lamabagi Sudan dan menempati posisi pertama sebagai negara pengimport minyak dariSudan hingga 66%. Tiongkok menjalin hubungan yang baik dengan Sudan karena adanya perusahaan Tiongkok yang berinventasi di Sudan, yaitu China National (CNPC) yang merupakan investor asing terbesar di Sudan.

14 Daniel Large pada tulisannya melihat bahwa Tiongkok telah War”

  mengembangkan perannya di Sudan selama perang kedua berlangsung, yaitu dua 13 Astrid Ezhara, “Keberadaan China dalam penyelesaian konflik Sudan- Sudan Selatan”,2013 tersedia di ( http://fisip-unmul.ac.id/main/index.php/id ) diakses pada Universitas Mulawarman Desember 2013. Fierda mengatakan dalam tulisannya yaitu upaya yang dilakukan oleh PBB untuk meredakankonflik di Darfur yang dilakukan antara tahun 2004 hingga tahun 2008.

15 Fierda Milasari Rahmawati, “Peacekeeping Operation PBB pada Konflik Darfur Tahun

  Dalam temuan Ihsan, misi perdamaian Uni Afrika untuk Sudan, The(AMIS), tidak berhasil melakukan tugasnya dalam African Union Mission in Sudan16 usaha mendamaikan pihak-pihak yang terlibat dalam perseteruan di Darfur, Sudan. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari komitmen UniAfrika Sendiri untuk terlibat dalam penyelesaian konflik pada negara-negara anggotanya melalui mekanisme penyelesaian konflik yang dimiliki oleh Uni Afrika.

16 Ihsan, “Peran Uni Afrika dalam resolusi konflik Darfur tahun 2004-2007”, Universitas 2014

Islam negeri Syarif Hidayatullah,

E. Kerangka Pemikiran

  Kerangka penelitian dalam penelitian ini menggunakan teori kebijakan luar negeri, serta konsep kepentingan nasional dan konsep intervensi. Penelitian inidiharapkan dapat memberikan pemahaman atas latar belakang Amerika Serikat berperan dalam proses referendum Sudan Selatan.

1. Teori Kebijakan Luar Negeri

  Kebijakan luar negeri merupakan tindakan atau gagasan, yang dirancang oleh pembuat kebijakan untuk memecahkan masalah atau mempromosikan suatuperubahan dalam lingkungan, yaitu dalam kebijakan, sikap, atau tindakan negara 17 lain. Dalam perannya, sejumlah pemerintah kontemporer memandang diri mereka sendiri mampu atau bertanggung jawab, untuk memenuhi atau menjalankan tugasmediasi khusus untuk mendamaikan negara lain atau kelompok negara.

17 K. J. Holsti, Politik Internasional: Kerangka Untuk Analisis. Edisi Terjemahan (Jakarta:

  Penerbit Erlangga 1983), 107 Menurut Rosenau, dalam mengkaji kebijakan luar negeri suatu negara maka akan meliputi kehidupan internal dan kebutuhan ekternal di dalamnya seperti aspirasi,atribut nasional, kebudayaan, konflik, kapabilitas, institusi, dan aktivitas rutin yang ditujukan untuk mencapai dan memelihara identitas sosial, hukum, geografi suatu 18 negara sebagai negara bangsa. Kebijakan luar negeri yang dijalankan oleh pemerintah suatu negara memang bertujuan untuk mencapai kepentingan nasional suatu bangsa pada waktu ituditentukan oleh siapa yang berkuasa pada waktu itu.

2. Konsep Kepentingan Nasional

  Menurut Waltz kepentingan para penguasa, dan kemudian negara, membuat suatu rangkaian tindakan; kebutuhan kebijakan muncul dari persaingan negara yangdiatur; kalkulasi yang berdasarkan pada kebutuhan-kebutuhan ini dapat menemukan kebijakan-kebijakan yang kan menjalankan dengan baik kepentingan-kepentingannegara; keberhasilan adalah ujian terakhir kebijakan itu, dan keberhasilan didefinisikan sebagai memelihara dan memperkuat negara. Keterlibatan dan dukungan Amerika Serikat di Sudan Selatan merupakan kepentingan strategis untuk merubah rezim Islam di Sudan.

38 H. Abdurrahman dan Soejono, Metode penelitian; Suatu Pemikiran dan Penerapan (Rineka Cipta, 2005), 28-29

  Surat kabar harian Kompas, dan situs internet pada http://www.theatlantic.com/ ataupun laporan-laporan yang berkaitan dengan permasalahan yang berhubungan denganpermasalahan dan kemudian menganalisanya. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai literatur dan hasil olahan yang diperoleh dari berbagai sumber.

39 H. Abdurrahman dan Soejono. Metode penelitian, 21

  Selanjutnya, tahap penelitian ini dilakukan dengan mencermati atau mengenali tingkat analisa yang digunakan dalam menggambarkan, menjelaskan, ataumemprediksikan suatu fenomena. Setelah data terkumpul, data tersebut akan dianalisa dan dilihat dalam penelitian dan hasilnya akan menjadi sebuah skripsi.

H. Sistematika Penulisan

  Tujuan dan Manfaat Penelitian D. Perang Sipil Kedua tahun 1983-2005 1.

40 Mohtar Mas’oed, Ilmu Hubungan Internasional; Metodelogi dan Disiplin, (LP3ES, 1990),36

  Kepentingan Amerika Serikat di Sudan Selatan B. Faktor yang Mempengaruhi Amerika Serikat Mendukung Kemerdekaan Sudan Sudan: 1.

BAB II SEJARAH KONFLIK SUDAN DAN SUDAN SELATAN

  Namun, dalam perjalanan kemerdekaannya keutuhan negara ini tidak berlangsung 42 lama, pemerintahan Sudan terbelah menjadi dua kubu menjadi Sudan bagian Utara dan Sudan bagian Selatan. 42 Leben Nelson Moro, “Governance of Oil Resources and the Referendum in Southern Gambar II.1 Peta Sudan dan Sudan SelatanSumber: http://www.enoughproject.org/conflicts/sudans diakses pada 29 Maret 2014Dalam bab ini akan dibahas awal penyebab konflik di Sudan hingga konflik kedua yang terjadi di Darfur melalui sudut pandang sosial, politik, serta budaya.

A. Perang Sipil Pertama (1955 -1972)

  Dengan posisi pemerintahan yang berada di wilayah Utara membuat masyarakatSelatan menjadi khawatir dengan ketidakadilan pemerintah karena dalam pemerintahan yang berisi 800 kursi, hanya enam yang diisi oleh Sudan bagianSelatan. Perjanjian ini mengakhiri pemberontakanSudan bagian Utara dan Selatan dengan beberapa point penting yaitu, pembentukan pemerintah otonom tunggal yang mengontrol seluruh Sudan Selatan, pendirianKonsul Eksekutif Tinggi untuk mengurus masalah tata daerah Sudan Selatan, dan 50 penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi di Sudan Selatan.

B. Perang Sipil Kedua (1983-2005)

  Presiden Nimery melakukan banyak pendekatandiktator kepada pemerintah seperti pembubaran DPRD Sudan Selatan dan parlemen 51 nasional hingga pemenjaraan bagi orang yang menentang pemerintahannya. Kebijakan lain Presiden Nimery adalah mengubah hukum pemerintahan Sudan 49 The Valentino Achak DengGreg Larson, “A brief history of modern Sudan South Sudan”, tersedia di http://www.waterforsouthsudan.org/brief- Foundation, and Water for South Sudan, Inc.history-of-south-sudan/ diakses pada 10 Juni 2014.

52 Selatan

  Kebijakan yang ingin diterapkan oleh Presiden Nimeiry membuat Sudan diberikan sanksi oleh PBB yang didukung oleh Amerika Serikat. Hal itu dikarenakanmeningkatnya kompetisi untuk mengontrol sumber minyak di pusat negara yang baru ditemukan serta adanya perubahan kerjasama pada perusahaan minyak milikbarat yang menolak kebijakan Sudan, sehingga Sudan beralih menjalin kerjasama 56 dengan pada Tiongkok, Malaysia, serta India.

56 Ottaway and Sadany, Sudan, 6

  Salah satu konflik yang tidak dapat dihindari oleh Darfur adalah sejak Inggris meyerahkan seluruh jajahannya kepada pemerintah yang berpusat di Utara dan hanyamengembangkan tanah subur di Utara serta mengabaikan daerah selatan dan Darfur yang berada di Barat. Hasilnya adalah pihak Sudan Selatan akan memiliki otonomi sendiri selama enam bulan dan akan memisahkan diri dengan dilakukannya referendum untuk votingapakah Sudan Selatan masih tetap bagian dari Sudan atau akan memisahkan diri.

C. Sikap Amerika Serikat

  Pada konflik dan pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah Sudan khususnya di Darfur, sikap marah Amerika Serikat kepada pemerintah Sudansemakin besar. Menteri Pertahanan Amerika Serikat serta Mahkamah PidanaInternasional (ICC) mendakwa presiden Sudan, Omar Al Bashir, atas dugaan sebagai penjahat perang karena telah bertanggung jawab atas dukungan denganmempersenjatai milisi Janjaweed untuk membakar desa-desa, memperkosa wanita, 67 dan membunuh orang-orang dari suku Afrika Darfur.

68 Wawancara, terdapat pada lampiran 1

  Hubungan Sudan dan Amerika Serikat yang merenggang ketika pemerintah Sudan secara tegas membantu memberikan tempatbagi Osama bin Laden pada 1990 di Sudan serta membantu kelompok teroris untuk membunuh Hosni Mubarak. Dengan hal itu, Sudan dapat menjalin kerjasama kembali dengan AmerikaSerikat meskipun kongres tetap melanjutkan pemberian sanksi terhadap pemerintah Amerika Serikat tidak akan membiarkan Sudan akan jatuh kepada genosida lebih dalam seperti yang terjadi di Rwanda.

69 Lyman, “Negotiating Peace in Sudan”

  Upaya perdamaian Amerika Serikat untuk melaksanakan perdamaian dengan lancar dilakukan dengan menjanjikan kebijakan normalisasi hubungan AmerikaSerikat dengan Sudan serta mencabut Sudan sebagai negara sponsor terorisme. Dalam proses ini, kongres juga memberikan kebijakan yang akan menciptakan 72 perdamaian pada proses perdamaian yang akan dilakukan pada 2011.

71 Kevin Peraino, “Is Massive U.S. Aid Helping South Sudan?”, September 2010, tersedia di http://www.newsweek.com/massive-us-aid-helping-south-sudan-72101 diakses pada 13 Juli 2014

  Sikap Amerika Serikat terhadap konflik di Sudan menjadi serangakaian kebijakan yang mengarah pada kecaman atas apa yang terjadi di Sudan. Kebijakan Amerika Serikat di Sudan Selatan banyak dilakukan untuk mendukung wilayah Selatan mendapatkan kemerdekaannya.

74 Ottaway and Sadany, Sudan, 8

BAB II I DUKUNGAN AMERIKA SERIKAT DALAM PROSES KEMERDEKAAN SUDAN SELATAN A. Hubungan Amerika Serikat dengan Wilayah Sudan Selatan Amerika Serikat merupakan negara adidaya yang selalu dapat hadir dalam

  Amerika Serikat berseterudengan Sudan, hingga mendorong Amerika Serikat yang saat itu dipimpin oleh 76 Presiden Bill Clinton memberikan bantuannya pada pihak pemberontak di Selatan. Koalisi bipartisan pada pemerintah Amerika Serikat yang dikenal sebagai “Sudan Caucus” yang mendorong ketiga presiden ini untuk menjadikan 75 Matthew LeRiche and Matthew Arnold, South Sudan: From Revolution to Independence (United Kingdom: Hurst&Co, 2012), 1.

1. Dukungan Diplomatik

  80 seperti Sudan Troika yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, dan Norwegia, serta lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang secara berkala menangani 81 masalah di Sudan. Hal ini juga didukung oleh adanya ikatan kelomok Kristen Evangelis Amerika Serikat dan 80 Sudan Troika adalah anggota dari tiga dari donor yang menonjol, Amerika Serikat, Inggrisdan Norwegia, kelompok yang mendukung proses negosiasi CPA.

85 Selatan sejak abad ke-19

  Bush kelompok KristenEvangelis di Amerika Serikat mendesak presiden untuk mengambil tindakan menghentikan serangan yang dilakukan oleh Sudan di wilayah Selatan. Kemarahan kelompok Kristen Evangelis di Amerika Serikat semakin menjadi atas laporan penindasan yang dilakukan oleh orang Sudan di Utara terhadap orangKristen di Selatan.

88 Serikat

  Bushmenunjuk Senator John Danforth sebagai utusan proses perdamaian di Sudan yang bekerjasama dengan Intergovernmental Authority on Development (IGAD) yang 89 terbukti menjadi negosiator efektif bagi perdamaian di Sudan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Sudan Selatan untuk mendapatkan dukungan dari Amerika Serikat yaitu, usaha kepala pemerintah otonom SudanSelatan, yaitu Salva Kiir yang kini menjadi presiden Sudan Selatan.

92 Abuja, Nigeria pada tahun 2004. Pihak pemberontak tidak bersedia meneken

  Untuk menyelamatkan proses perdamaian yang dilakukan Uni Afrika, Amerika Serikat melakukan upaya dengan mengirimkan 93 Wakil Menlu Amerika Serikat, Robert Zoellick, untuk mendatangi Abuja. 91 Abdul Hadi Adnan, “Penyelesaian Masalah Sudan Selatan dan Krisis di Darfur”, UNPASJournal : 7, 6 Mei 2006, [artikel jurnal on-line]; tersedia dihttp://fisip.unpas.ac.id/index.php/home/downloadjournal/Crisis%20in%20DARFUR.pdf ; Internet; diunduh pada 21 Desember 2013.

97 CPA tahun 2005

  Selain membantu Sudan Selatan melakukan referendum, Amerika Serikat juga memiliki tanggung jawab untuk menemukan solusi di Abyei sebagai wilayahperbatasan yang banyak mengandung minyak dan menjadi perebutan bagi keduaSudan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat dibuat oleh kongres, kebijakan ini juga disesuaikan oleh bantuan berlanjut untuk Aliansi NasionalDemokrat, yaitu sebuah koalisi pasukan oposisi bersenjata maupun pasukan yang tidak bersenjata dari Sudan Selatan (termasuk SPLM), untuk memperkuatkemampuannya melindungi warga sipil dari serangan.

99 Jeffrey Gettleman, “After Years of Struggle”

  Pemerintahan PresidenBarack Obama telah meningkatkan keterlibatannya pada Sudan Utara dan Sudan 102 Selatan dan berjanji untuk melakukan kerjasama di masa yang akan datang. Kebijakan yang ditunjukan Amerika Serikat di Sudan mengisyaratkan bahwa kebijakan luar negeri mereka tidak hanya mengenai kemanusiaan, tetapi AmerikaSerikat juga melihat sumber daya minyak sebagai potensi kerjasama baru yang akan datang.

2. Dukungan Ekonomi

  Dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Sudan Selatan merupakan negara peringkat terbesar diantara penerima bantuan Amerika Serikat di sub Sahara Afrika. Amerika Serikat telah menginvestasikan bantuan ekonomi substansial dalam upaya untuk membuatnegara Sudan Selatan menjadi negara baru yang layak, mengingat diperlukannya kebutuhan yang besar untuk bidang kemanusiaan di Sudan Selatan dan untuk proses 114 perkembangan selanjutnya sebagai negara baru.

3. Dukungan Militer

  Di antaranya adalah bantuan militer yang mendukunggerakan South’s Sudan People’s Liberation Army (SPLA) yang semula merupakan120 gerakan gerilya menjadi tentara professional untuk Sudan Selatan. Kemudian, bantuan lain diberikan Presiden Bush yang memutuskan untuk menambah pasukan perdamaian untuk PBB yang akan dikirimkan ke Sudan.

18 Februari 2006, tersedia di http://www.washingtonpost.com/wp-

  Meskipun Amerika Serikat merupakan pendukung vokal kemerdekaan SudanSelatan, namun bantuan militer yang diberikan hanya untuk meningkatkan dan mengintensifkan tekanan diplomatik di tengah konflik. Dari banyaknya dukungan tersebut, dukungan terbesardatang dari penandatanganan CPA yang dilakukan pada masa pemerintahanPeresiden Bush, yang diteruskan dengan referendum pada tahun 2011 pada masa pemerintahan Presiden Obama.

BAB IV FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI AMERIKA SERIKAT MENDUKUNG KEMERDEKAAN SUDAN SELATAN Konflik yang telah lama melanda Sudan membuat sejumlah aktor

  Dari berbagai aktor yang ada, peran Tiongkok di Sudan banyak terlihat mengupayakan mediasi atas konflik Sudan. Dalam menganalisa faktor yang melatarbelakangi Amerika Serikat mendukung kemerdekaan SudanSelatan, analisa ini akan dimulai dengan melihat kepentingan nasional AmerikaSerikat yang akan menjadi landasan atas kebijakan luar negeri yang dibuat oleh Amerika Serikat.

A. Kepentingan Amerika Serikat di Sudan Selatan

  Menurut Waltz kepentingan para penguasa, dan kemudian negara, membuat suatu rangkaian tindakan; kebutuhan kebijakan muncul daripersaingan negara yang diatur; kalkulasi yang berdasarkan pada kebutuhan- kebutuhan ini dapat menemukan kebijakan-kebijakan yang kan menjalankan dengan 125John Baylis and Steve Smith, The Globalizationof World Politics: An Introduction to International Relations. Kehadiran Amerika Serikat pada konflik di Sudan mendakan adanya kepentingan yang dibawa oleh Amerika Serikat 130 di Sudan Selatan.

B. Faktor yang Mempengaruhi Amerika Serikat Mendukung Kemerdekaan Sudan Sudan

  Untuk mengetahui faktor yang mendorongAmerika Serikat mendukung upaya kemerdekaan di Sudan Selatan, bagian ini akan membahas faktor yang melatarbelakangi dari faktor internal dan eksternal. Role in Darfur, Sudan Oil reserves rivaling those of Saudi Arabia?, Global Research: 2006, tersedia di http://www.globalresearch.ca/the-u-s-role-in-darfur-sudan/2592 diakses pada 29 Oktober 2014.

1. Faktor Interal a. Opini Publik: Protes Kelompok Kristen Evangelis Amerika Serikat

  Terkait dengan teori tersebut, protes kelompok Kristen Evangelis kepada pemerintah Amerika Serikat mengenai konflik yang terjadi di Sudan merupakanbagian dari perumusan kebijakan yang akan mempengaruhi pembuat kebijakan. Selain protes yang datang kelompok Evangelis, dalam sebuah survey yang dilakukan pada masyarakat Amerika Serikat menunjukkan, bahwa kebanyakan dari 133 “The United States and South Sudan: A Relationship Under Pressure”.134 135 Hasil survey yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1.83% orang Amerika Serikat mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB harus memiliki hak untuk mengizinkan penggunaan kekuatan untuk mencegah pelanggaran hak asasimanusia.

b. Pembangunan Ekonomi: Kebutuhan Energi Minyak Amerika Serikat

  Hal ini dapat dilihat bahwa Amerika Serikat tetap mempertahankan hubungan baiknya denganSudan, walaupun Sudan telah diembargo oleh Amerika Serikat karena kasus terorisme dan berlanjut dengan sanksi ekonomi pada tahun 2005 atas bencana 137 kemanusiaan yang terjadi di Darfur. World Politics, 20.137 Resolusi 1593 (April 2005) yang memberikan sanksi tambahan untuk Sudan, antara lain embargo senjata bagi Pemerintah Sudan dan larangan pesawat Pemerintah Sudan melakukan operasimiliter dan mengharuskan Pemerintah Sudan untuk melapor pada DK-PBB jika ingin mengirimkan peralatan militer ke wilayah Darfur.

2. Faktor Eksternal a

  Keberadaan China dalam penyelesaian konflik Sudan ICC berikan mengenai genosida diSudan 151 Diolah dari berbagai sumber.152 Ketika Tiongkok 152 Kemudian, sumber energi yang besar di negara Sudan dan Sudan Selatan yang dibutuhkan oleh Amerika Serikat untuk membuat kepentingan industri dinegaranya tetap berjalan lancar. Kemudian Imad Mughniyah, orang yang diyakini bertanggung jawab atas bom bunuh diri pada 1983 di Beirut yang menewaskan 241 marinirAmerika Serikat juga menjadikan Sudan tempat yang aman untuk bersembunyi.

3. Faktor Penghambat a. Sikap Tiongkok

  Selain itu,Tiongkok juga banyak berperan dalam mendukung Sudan dalam sejumlah rapatDewan Keamanan PBB dengan ancaman veto Resolusi DK PBB 1953 apabila DKPBB tetap ingin menetapkan pemimpin Sudan, Omar Al-Bashir, sebagai penjahat 158 atas genosida yang terjadi di Darfur. Tiongkok dan Amerika Serikat pada sektor eksploitasi mempunyai kepentingan yang serupa di Sudan, yaitu kepentinganekonomi minyak bumi dan kepentingan militer.

b. Sikap Pemerintah:

  Namun, hambatan itu justru datang dari pemerintah Sudan dan Sudan Selatan. Dalam perjanjian damai di Abuja, sikap itu ditunjukan oleh para petinggi Sudan yang meninggalkan tempatpenandatanganan Protokol Abuja karena pihak pemberontak dari Selatan yang tidak bersedia menandatangani perjanjian tersebut hingga Presiden 159“US, China Interests Compete In Sudan”, Oktober 2010, tersedia dihttp://www.voanews.com/content/us-china-interests-compete-in-sudan-104295273/155963.html diakses pada 3 November 2014.

2. Sudan Selatan

  Sikap yang mengambat dari Sudan Selatan ditunjukan dari sikap para pemberontak yang tidak kooperatif ketika Protokol Abuja berlangsung karenatidak bersedia menandatangani Protokol tersebut. Kemudian juga hambatan bagi pemerintah Amerika Serikat pada solusi Abyei yang merupakan wilayahperbatasan antara Sudan dengan Sudan Selatan.

BAB V KESIMPULAN Perang di Sudan yang terjadi sejak 1956 hingga 2005 menjadi perang saudara

  Protes keras yang dilakukan kelompok Kristen Evangelis terhadap pemerintah Amerika Serikat atas apa yang terjadi pada masyarakat di Sudan Selatandengan adanya kabar pembunuhan, pemerkosaan serta perbudakan merupakan awal dari faktor Amerika Serikat memberikan dukungannya di Sudan Selatan. Kebijakan-kebijakan yang dibuat Amerika Serikat untuk mendukung kemerdekaan di Sudan Selatan akhirnya membuahkan hasildengan dilakukannya referendum pada Januari 2011 serta disusul dengan kemerdekaan yang dilakukan pada Juli 2011.

13 Maret 2012, [artikel on-line]

  “Referendum Sudan Selatan dimulai”, BBC, 9 Juli 2011, tersedia di http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2011/01/110109_souhsudanpool.shtml diakses pada 15 Juli 2014. South Sudan profile, tersedia di http://www.bbc.com/news/world-africa- 14069082 diakses pada 20 Mei 2014 South Sudan Description, diakses melalui http://www.worldatlas.com/webimage/countrys/africa/ss.htm diakses pada 20 Mei 2014“Sudans Comperhensive Peace Agreement”, Voice of America, 9 Juli 2011 [database on-line], tersedia di http://www.voanews.com/content/sudans- comprehensive-peace-agreement-cpa-112719954/157128.html ; diakses pada 25 April 2014.

THESIS/SKRIPSI

  Ihsan, “Peran Uni Afrika dalam resolusi konflik Darfur tahun 2004-2007”, Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah, 2014 Rahmawati, Fierda Milasari. “Peacekeeping Operation PBB pada KonflikDarfur Tahun 2004- 2008”, Universitas Indonesia, 2009.

Dokumen baru

Aktifitas terkini

Download (103 Halaman)
Gratis