Feedback

INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO

Informasi dokumen
Digital Repository Universitas Jember INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO SKRIPSI Oleh Riski Anisa NIM 112110101003 BAGIAN EPIDEMIOLOGI DAN BIOSTATISTIKA KEPENDUDUKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JEMBER 2015 Digital Repository Universitas Jember INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pendidikan S-1 Kesehatan Masyarakat dan mencapai gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat Oleh Riski Anisa NIM 112110101003 BAGIAN EPIDEMIOLOGI DAN BIOSTATISTIKA KEPENDUDUKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS JEMBER 2015 ii Digital Repository Universitas Jember PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk: 1. Orang tua saya, Elok Yuli Anita Sawitri, S.Pd. dan Sugeng Setyohadi, S.Pd., yang selalu memberikan kasih sayang, doa, motivasi, dukungan, semangat dan tempat diskusi; 2. Guru-guru yang telah mendidik, berbagi ilmu, serta membimbing saya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran; dan 3. Agama, Bangsa, dan Almamater tercinta Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. iii Digital Repository Universitas Jember MOTTO Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang. Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu. RA. Kartini iv Digital Repository Universitas Jember PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Riski Anisa NIM : 112110101003 Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul : Intensi Orang Tua Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Menikahkan Anak Perempuan Di Bawah Usia 20 Tahun Di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso adalah benar - benar hasil karya sendiri, kecuali jika dalam pengutipan substansi disebutkan sumbernya, dan belum pernah diajukan pada institusi manapun, serta bukan karya jiplakan. Saya bertanggung jawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan skripsi ilmiah yang harus dijunjung tinggi. Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya, tanpa adanya tekanan dan paksaan dari pihak manapun serta bersedia mendapat sanksi akademik jika ternyata di kemudian hari pernyataan ini tidak benar. Jember, Yang menyatakan, Riski Anisa NIM 112110101003 v Digital Repository Universitas Jember SKRIPSI INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO Oleh Riski Anisa NIM 112110101003 Pembimbing Dosen Pembimbing Utama : Andrei Ramani, S.KM., M.Kes Dosen Pembimbing Anggota : Irma Prasetyowati, S.KM., M.Kes vi Digital Repository Universitas Jember PENGESAHAN Skripsi berjudul Intensi Orang Tua Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Menikahkan Anak Perempuan Di Bawah Usia 20 Tahun Di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso telah diuji dan disahkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas jember pada: Hari : Jumat Tanggal : 3 Juli 2015 Tempat : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember Tim Penguji Ketua, Sekretaris, Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes NIP. 19801009 200501 2 002 Iken Nafikadini, S.KM., M.Kes. NIP. 19831113 201012 2 006 Anggota, Vita Musyafiri, S.E., M.M. NIP. 19640128 198410 2 002 Mengesahkan Dekan, Drs. Husni Abdul Gani, M.S. NIP.195608101983031003 vii Digital Repository Universitas Jember RINGKASAN Intensi Orang Tua Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Menikahkan Anak Perempuan Di Bawah Usia 20 Tahun Di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso; Riski Anisa; 112110101003; 2015; 62 halaman; Bagian Epidemiologi dan Biostatistika Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember Perkawinan dini adalah perkawinan yang dilakukan di bawah usia 20 tahun. Anak perempuan yang menikah dini berisiko lebih besar dalam hal kesehatan reproduksi dan kematian. Pernikahan dini juga mengganggu pendidikan dan menurunkan kesempatan kerja untuk perempuan. Perempuan usia di bawah 20 tahun, masih mengalami proses tumbuh kembang baik secara fisik maupun psikisnya. Kabupaten Bondowoso merupakan kabupaten tertinggi dalam pernikahan dini yang mencapai 52,93% dari total perkawinan pada tahun 2012. Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso merupakan kecamatan tertinggi untuk pernikahan di bawah 20 tahun. Keputusan untuk menikah di bawah usia 20 tahun dipengaruhi oleh beberapa faktor, bisa dari anak perempuan itu sendiri atau faktor dari orang tua. Pengambilan keputusan merupakan sebuah perilaku yang sebelumnya diawali dengan adanya intensi. Intensi adalah disposisi tingkah laku yang hingga pada waktu dan kesempatan yang tepat akan terwujud dalam perilaku tertentu. Intensi tersebut dapat diubah dan diramalkan menggunakan Theory Of Planned Behavioural. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan intensi orang tua dalam pengambilan keputusan untuk menikahkan anaknya di bawah usia 20 tahun di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak perempuan berusia 10-19 tahun yang tinggal di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso. Besar sampel pada penelitian ini sebesar 82 responden. Hasil penelitian ini adalah sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang tinggi tentang pernikahan anak di bawah 20 tahun (69,5%); memiliki tingkat viii Digital Repository Universitas Jember pendapatan yang rendah (69,5%); memiliki tingkat pendidikan terakhir SD/sederajat (56,1%); memiliki sikap negatif terhadap pernikahan anak (61%); memiliki nilai norma subjektif rendah (51,2%); memiliki pengendalian perilaku tinggi (56,1%); dan intensi orang tua untuk mengambil keputusan menikahkan anak perempuan di bawah usia 20 sangat tinggi (50%). Pengetahuan berhubungan dengan sikap, norma subjektif dan pengendalian perilaku. Tingkat pendapatan orang tua tidak berhubungan dengan sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku orang tua untuk mengambil keputusan menikahkan anak perempuan di bawah usia 20 tahun. Pendidikan berhubungan dengan sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku orang tua. Sikap, norma subjektif, dan pengendalian perilaku berhubungan dengan intensi orang tua untuk mengambil keputusan menikahkan anak perempuan di bawah usia 20 tahun. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi masukan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penurunan angka pernikahan anak perempuan di bawah usia 20 tahun. Masukan tersebut antara lain adalah pemberian informasi atau penyuluhan untuk orang tua dan anak perempuan tentang kesehatan reproduksi anak perempuan dan tentang pernikahan anak di bawah usia 20 tahun. Mengevaluasi efektivitas media massa dan meningkatkan intensitas media massa tentang pernikahan anak di bawah usia 20 tahun. ix Digital Repository Universitas Jember SUMMARY Parents Intention of Under 20 Years Old Girls Marriage In Pakem Subdistrict Bondowoso Regency; Riski Anisa; 112110101003; 2015; 62 pages; Department of Epidemiologi, Biostatistic, and Population, Public Health Faculty, Jember University Early marriage is a marriage which is conducted before the age of 20th. Early married girl has more risk in reproductive health and mortality. Early marriage also disturbs education and reduce the chance to work for a woman. A women under 20 years, still undergoes growing process both physically and mentally. Bondowoso Regency has the highest of early marriage rates 52,93% from the marriage total in 2012. Pakem Subdistrict in Bondowoso Regency has the highest rate for marriage under 20 years. The decision to marry girl under the age of 20th is influenced by several factors, possibly from the girl herself or from parents. The decision making is a behaviour which is previosly started with the presence of intention. The intention is to disposition behavior at the right time and opportunity will be realized in a certain behavior. The intention can be predicted and changed by using Theory of Planned Behavioural. The purpose of this study is to identify factors related to parents intention in making decision to marry girl under 20th in Pakem subdistrict Bondowoso regency. This study uses an analytical study with cross sectional design. The population of this study is parents which have 10-19 years old daughter lives in Pakem subdistrict Bondowwoso regency. The sample size in this study is 82 respondents. The results of this study showed that most parents had high knowledge about child marriage (69.5%); low income rate (69.5%); low education level (56.1%); negative attitude toward child marriage (61%); low subjective norm value (51.2%); high behavioral control (56.1%); and high intentions of marrying their under twenty yeasr old daughter (50%). The knowledge is related to the attitude, subjective norm, and behavioural control. The income rate of parents is not related to the attitude, subjective norm, and behavioural control x of the Digital Repository Universitas Jember parents to make a decision of marrying their under twenty years old daughter. Education is related to attitude, subjective norm, and behavioural control. Attitude, subjective norm, and behavior control are related to parents intention to make a decision of marrying girls under 20 years old. The results of this study is expected to be recommendation for government involved in the marriage rate reduction of girls under 20th years old. The recommendation is give informations or counseling for parents and girls about reproductive health and child marriage under 20th years old. Evaluating the effectiveness and increase intensity of mass media about child marriage under 20th years old. xi Digital Repository Universitas Jember PRAKATA Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat terselesaikannya skripsi dengan judul Intensi Orang Tua Dalam Pengambilan Keputusan Untuk Menikahkan Anak Di Bawah Usia 20 Tahun Di Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso, sebagai salah satu persyaratan akademis dalam rangka menyelesaikan Program Pendidikan S-1 Kesehatan Masyarakat di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember. Skripsi ini berisi tentang intensi orang tua untuk pengambilan keputusan menikahkan anak di bawah usia 20 tahun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya seluruh instansi yang terkait dengan penanganan pernikahan anak di bawah usia 20 tahun serta dapat berkontribusi terhadap pengembangan keilmuwan. Penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada pihak-pihak atas terselesaikannya skripsi ini, yaitu: 1. Drs. Husni Abdul Gani, M.S., selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember 2. Irma Prasetyowati, S.KM., M.Kes., selaku Ketua Bagian Epidemiologi dan Biostatistika Kependudukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember sekaligus dosen pembimbing anggota yang telah banyak meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, motivasi, dan saran; 3. Andrei Ramani, S.KM., M.Kes., selaku dosen pembimbing utama yang dengan kesabaran dan perhatiannya telah memberikan pengarahan, semangat, dan saran sehingga skripsi ini bisa terselesaikan dengan baik; 4. Ni‟mal Baroya, S.KM., M.PH., Dwi Martiana, S.Si., M.Si., dr. Pudjo Wahjudi, M.S., dan Yunus Ariyanto, S.KM., M.Kes., selaku dosen Peminatan Epidemiologi dan Biostatistika Kependudukan yang telah memfasilitasi dan membantu kelancaran proses belajar saya; xii Digital Repository Universitas Jember 5. Dr. Farida Wahyu Ningtyias, S.KM., M.Kes., Iken Nafikadini, S.KM., M.Kes., dan Vita Musyafiri, S.E., M.M., selaku penguji yang telah memberikan waktu, ilmu, masukan, dan koreksi penelitian. 6. Kakak saya, Riski Fatika, S.KM., kakak sekaligus sahabat dan teman berdiskusi yang selama ini menemani dan berbagi apapun, terima kasih atas kerbersamaan dan saran-sarannya selama ini; 7. Dina Arini dan Mega Maya, yang selama ini telah menjadi teman, sahabat, saudara, dan partner dalam melakukan apapun, terima kasih untuk semangat dan kebersamaannya selama ini; 8. Teman-teman Biostatistika Kependudukan 2011, Nur Halimah, Yuni, Anggi, Dyta, „Adiilah, Vita, Fike , Aviv, Edwin, Ichwan, dan Syukron, yang telah berbagi kebahagian, kekeluargaan dan kebersamaan. Terima kasih telah mewarnai dan menjadi bagian dari proses kuliah selama ini. 9. Sahabat-sahabat saya, Irchamna, Tika, Trya, Yurinita, Nevi, dan Nurin yang selalu memberikan semangat dan dukungan untuk saya, terima kasih untuk waktu kebersamaannya. 10. Teman-teman PBL Desa Jombang, UKM Seni PH-9, dan teman-teman angkatan 2011 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember, terima kasih telah menjadi bagian dari perjuangan selama ini. Skripsi ini telah kami susun dengan optimal, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekurangan, oleh karena itu kami dengan tangan terbuka menerima masukan yang membangun. Semoga tulisan ini berguna bagi semua pihak yang memanfaatkannya. Jember, Agustus 2015 Penulis xiii Digital Repository Universitas Jember DAFTAR ISI Halaman HALAMAN SAMPUL . i HALAMAN JUDUL . ii HALAMAN PERSEMBAHAN . iii HALAMAN MOTTO . iv HALAMAN PERNYATAAN . v HALAMAN PEMBIMBING . vi HALAMAN PENGESAHAN . vii RINGKASAN . viii SUMMARY . x PRAKATA . xii DAFTAR ISI . xiv DAFTAR TABEL . xvii DAFTAR GAMBAR . xviii DAFTAR LAMPIRAN . xix DAFTAR ARTI LAMBANG DAN SINGKATAN . xx BAB 1. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Rumusan Masalah . 3 1.3 Tujuan . 3 1.3.1 Tujuan Umum . 3 1.3.2 Tujuan Khusus . 4 1.4 Manfaat . 5 1.4.1 Manfaat Teoritis . 5 1.4.2 Manfaat Praktis . 5 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA . 6 2.1 Perkawinan Anak . 6 2.1.1 Definisi Perkawinan Anak . 6 2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Perkawinan Anak . 7 xiv Digital Repository Universitas Jember 2.1.2 Konsekuensi Perkawinan Anak . 8 2.2 Pengambilan Keputusan . 10 2.3 Intensi (Niat) . 12 2.4 Theory of Planned Behavior (TPB) . 12 2.5 Kerangka Teori . 18 2.6 Kerangka Konsep . 19 2.7 Hipotesis Penelitian . 20 BAB 3. METODE PENELITIAN . 21 3.1 Jenis Penelitian . 22 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian . 21 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian . 21 3.3.1 Populasi Penelitian . 21 3.3.2 Sampel Penelitian . 22 3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel . 23 3.4 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional . 25 3.4.1 Variabel Penelitian . 25 3.4.2 Definisi Operasional . 25 3.5 Data dan Sumber Data . 27 3.5.1 Data Primer . 27 3.5.2 Data Sekunder . 27 3.6 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data . 28 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data . 28 3.6.2 Instrumen Penelitian kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka Berpikir. 22 2.4 Hipotesis 23 III. METODE PENELITIAN. 24 3.1 Rancangan Penelitian. 24 3.1.1 Jenis Penelitian. 24 3.1.2 Unit Analisis. 24 3.2 Jenis dan sumber Data. 24 3.2.1 Metode Penelitian. 24 3.3 Metode Analisis Data . 25 3.3.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 25 3.3.2 Uji t . 26 3.3.3 Uji F . 27 3.3.4 Koefisien Determinasi Berganda . 28 3.4 Uji Ekonometrika . . 28 3.4.1 Uji Multikolinearitas . 28 3.4.2 Uji Autokorelasi 29 3.4.3 Uji Heterokedastisitas 29 3.5 Definisi Operasional 30 xii IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 31 4.1 Gambaran Umum Pendapatan Domestik di Indonesia. 31 4.1.1 Investasi . . 33 4.1.1 Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia. 40 4.1.2 Kurs Dollar Amerika Serikat . 43 4.2 Analisis Data. . 47 4.2.1 Analisis Regresi Linier Berganda. 47 4.2.2 Uji Statistik. 48 4.2.3 Uji Ekonometrika. 48 4.3 Pembahasan . 49 V. KESIMPULAN DAN SARAN. 59 5.1 Kesimpulan. 60 5.2 Saran . 60 DAFTAR PUSTAKA. 61 LAMPIRAN. 65 xiii DAFTAR TABEL Halaman 4.1 Perkembangan Investasi di Indonesia. 4.2 Hasil Uji Multikolinieritas . 50 xiv 34 DAFTAR GAMBAR Halaman 1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 3 1.2 Total Investasi Indonesia. . 5 2.1 Pengaruh Pendapatan Terhadap Investasi. 12 2.2 Teori Hick Suku Bunga Terhadap Pendapatan. 15 2.3 Hubungan Kurs dengan Produk Domestik Bruto.19 2.4 Kerangka Berfikir . . 22 4.1 Perkembangan Produk Domestik Bruto di Indonesia. 31 4.2 Perkembangan Investasi di Indonesia. 40 4.3 Perkembangan Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia .40 4.4 Perkembangan Nilai Rupiah Terhadap Nilai Dollar Amerika. . 44 4.5 Analisis Data dan Uji Autokorelasi. 51 xv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Data Variabel Penelitian. 66 2 Logaritma Natural . 68 3 Hasil Regresi Linier Berganda. 72 xvi
INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO Data dan Sumber Data Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Hasil Penelitian METODE PENELITIAN Intensi Niat Theory of Planned Behavior TPB Jenis Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Penelitian Kerangka Teori TINJAUAN PUSTAKA Pengambilan Keputusan TINJAUAN PUSTAKA Perkawinan Anak TINJAUAN PUSTAKA Rumusan Masalah Tujuan Manfaat Teknik Analisis Data METODE PENELITIAN Teknik Pengolahan dan Pennyajian Data Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

INTENSI ORANG TUA DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK MENIKAHKAN ANAK PEREMPUAN DI BAWAH USIA 20 TAHUN DI KECAMATAN PAKEM KABUPATEN BONDOWOSO

Gratis