Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-Fraksi Daun Bunga Jeumpa (Magnolia Champaca L.)

Gratis

5
137
70
3 years ago
Preview
Full text

KATA PENGANTAR

  Ekstrak etanol dengan konsentrasi 400 mg/ml dengan diameter daerah hambat 14,23 mm(Staphylococcus aureus) dan 15,16 mm (Esherichia coli), sedangkan fraksi n- heksana memberikan daerah hambat yang kurang efektif pada konsentrasi 500mg/ml memberikan 11,9 mm (Staphylococcus aureus) dan 12,46 mm (Esherichia coli) kunci: Daun bunga jeumpa, Magnolia champaca L., antibakteri Kata ETHANOL EXTRACT AND FRACTIONS BUNGA JEUMPA LEAVES ( Magnolia champaca L.)ABSTRACT Magnolia champaca L. Ekstrak etanol dengan konsentrasi 400 mg/ml dengan diameter daerah hambat 14,23 mm(Staphylococcus aureus) dan 15,16 mm (Esherichia coli), sedangkan fraksi n- heksana memberikan daerah hambat yang kurang efektif pada konsentrasi 500mg/ml memberikan 11,9 mm (Staphylococcus aureus) dan 12,46 mm (Esherichia coli) kunci: Daun bunga jeumpa, Magnolia champaca L., antibakteri Kata ETHANOL EXTRACT AND FRACTIONS BUNGA JEUMPA LEAVES ( Magnolia champaca L.)ABSTRACT Magnolia champaca L.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

  Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dapat merugikan manusia diantaranya bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang merupakanbakteri patogen dan berbahaya (Jawetz, et al., 2001). Berdasarkan uraian di atas maka pada penelitian ini dilakukan pengujian skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi-fraksidaun bunga jeumpa (Magnolia champaca L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus (Gram posistif) dan Escherichia coli (Gram negatif) dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram.

1.2 Perumusan masalah 1

  Apakah karakteristik simplisia daun bunga jeumpa dapat ditentukan? Apakah ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etilasetat daun bunga jeumpa memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus (Gram positif) dan bakteri Escherichia coli (Gram negatif)?

1.3 Hipotesis 1

Karakteristik simplisia daun bunga jeumpa dapat ditentukan sesuai monografi Materia Medika Indonesia.

2. Golongan metabolit sekunder yang terkandung di dalam daun bunga jeumpa adalah saponin, tanin, flavonoid, alkaloid dan steroid/triterpenoid

  Untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n- heksana dan fraksi etilasetat daun bunga jeumpa terhadap bakteri Staphylococcus aureus (Gram positif) dan bakteri Escherichia coli (Gram negatif). 1.5 Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang karakteristik simplisia, golongan senyawa metabolit sekunder dan aktivitasantibakteri dari ekstrak etanol, fraksi n-heksana dan fraksi etilasetat daun bunga jeumpa terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Tanaman Bunga Jeumpa

  2.1.4 Kandungan Kimia Tanaman bunga jeumpa memiliki kandungan minyak atsiri, damar,(Hariana, 2008), polifenol seperti asam galat (Ahmad, et al., 2011), alkaloid, saponin, tanin, sterol, flavonoid dan triterpenoid (Khan, 2002). 2.1.5 Manfaat Tanaman bunga jeumpa atau cempaka kuning oleh masyarakat Aceh digunakan sebagai obat reumatik, peluruh angin, malaria, sakit mata, bau badan,cacar, keputihan, demam, obat bisul dan gatal-gatal (Zumaidar, 2009).

2.2 Metode Ekstraksi

  MaserasiMaserasi adalah proses penyarian dengan merendam simplisia dalam pelarut yang sesuai dengan beberapa kali pengocokan atau pengadukan padatemperatur ruangan dan terlindung dari cahaya. RefluksRefluks adalah proses penyarian simplisia dengan menggunakan pelarut pada temperatur titik didihnya, selama waktu tertentu dan jumlahpelarut terbatas yang relatif konstan dengan adanya pendingin balik.

2.3 Kandungan Senyawa Kimia

2.3.1 Flavonoid

  Aktivitasnya dikarenakan kemampuannya membentuk kompleks dengan protein seluler dan dinding sel bakteri (Cowan, 1999), dan menghambat enzim virusseperti reverse transcriptase dan protease (Havsteen, 2002). 2.3.2 Tanin Tanin pada tanaman merupakan senyawa fenolik yang larut dalam air yang memiliki berat molekul antara 300 - 3000 dan menghasilkan reaksi warnabiru dengan besi (III) klorida.

2.3.6 Glikosida

  Glikosida adalah suatu golongan senyawa bila dihidrolisis akan terurai menjadi gula (glikon) dan senyawa lain (aglikon atau genin). Berdasarkan ikatan antara glikon dan aglikon, glikosida dapat dibedakan menjadi (Sirait, 2007): 1.

4. Tipe C-glikosida, yaitu ikatan antara glikon dan aglikon melalui jembatan C, contohnya barbaloin

2.3.7 Glikosida antrakinon

  Beberapa antrakinon merupakan zat warna penting dan yang lainnya sebagai pencahar. Keluarga tumbuhan yang kaya akan senyawa ini ialah Rubiaceae, Rhamnaceae dan Polygonaceae (Robinson, 1995).

2.4 Bakteri

  Bakteri Gram negatif, yaitu bakteri yang kehilangan warna utama (kristal voilet) ketika dicuci dengan alkohol dan menyerap zat warna kedua sewaktupemberian safranin tampak berwarna merah (Suryanto, 2006). Sistematika Staphylococcus aureus menurut(Dwidjoseputro 1994; Irianto, 2006) adalah sebagai berikut: Kingdom : PlantaeDivisi : ProtophytaKelas : SchizomycetesOrdo : EubacterialesFamili : MicrococaceaeGenus : StaphylococcusSpesies : Staphylococcus aureus 2.4.2 Bakteri Escherichia coliEscherichia coli merupakan bakteri Gram negatif, aerob atau anaerob fakultatif, berbentuk batang, tidak bergerak.

2.5 Fase Pertumbuhan Mikroorganisme

  Fase log Merupakan fase dimana mikroorganisme tumbuh dan membelah pada kecepatan maksimum tergantung sifat media dan kondisi pertumbuhan. Kadar minimal yang diperlukan untuk menghambat pertumbuhan mikroba atau membunuhnya, masing-masing dikenal sebagai kadar hambat minimal(KHM) dan kadar bunuh minimal (KBM).

2.8 Metode Pengujian Aktivitas Antimikroba

Pengujian aktivitas bahan antimikroba secara in vitro dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu metode difusi dan metode dilusi (Anonim, 2003; Pratiwi,2008; Jawezt, et al., 2001; Irianto, 2006). Pembagian metode difusi dan dilusi menurut Pratiwi, (2008), yaitu:

1. Metode difusi a

  Ditch-plate techniquePada metode ini sampel uji berupa agen antimikroba yang telah diletakkan ada parit yang dibuat dengan cara memotong media agar dalam cawan petri padapada bagian tengah secara membujur dan mikroba uji (maksimum 6 macam) lalu d. Cup-plate techniqueMetode ini serupa dengan metode disc diffusion, dimana dibuat sumur pada media agar yang telah ditanami dengan mikroorganisme dan pada sumurtersebut diberi agen antimikroba yang akan diuji.

2. Metode dilusi

  Metode dilusi cair/broth dilution test (serial dilution)Metode ini untuk mengukur MIC (minimum inhibitory concentration atau kadar hambat minimum, KHM) dan MBC (minimum bactericidal consentrationatau kadar bunuh minimum, KBM). Cara yang dilakukan adalah dengan membuat seri pengenceran agen antimikroba pada medium cair yang ditambahkan denganmikroba uji.

2.9 Sterilisasi

  Proses sterilisasi dengan caramendenaturasi atau mengkoagulasi protein pada enzim dan membran sel o mikroorganisme (Pratiwi, 2008), dengan suhu 121 C (dengan tekanan 15 psi) selama 15-20 menit (Anonim, 2003; Irianto, 2006). Adadua metode sterilisasi panas kering yaitu dengan insenerasi, yaitu pembakaran o menggunakan api dari bunsen dengan temperatur sekitar 350 C dan dengan udara o panas oven dengan temperatur sekitar 160-170 C (Pratiwi, 2008), selama 1-2 jam (Anonim, 2003).

BAB II I METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan tahapan

  penelitian yaitu pengambilan bahan tumbuhan, identifikasi, pembuatan simplisia, karakterisasi simplisia, skrining fitokimia, pembuatan ekstrak dan fraksi-fraksi. 3.2 Bahan-bahan Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah simplisia daun bunga jeumpa, etanol 80%, dan air suling.

3.3 Persiapan Bahan

  Bahan tanamanyang digunakan adalah daun bunga jeumpa yang masih hijau dan segar dari jenis bunga jeumpa kuning, yang diperoleh di Desa Meunasah Mee, Kecamatan JangkaBuya, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. 3.3.3 Pembuatan simplisia Pembuatan simplisia dilakukan dengan cara daun bunga jeumpa yang telah dikumpulkan, dibersihkan dari pengotor, lalu dicuci dengan air sampaibersih dan ditiriskan.

3.4 Pembuatan Pereaksi

  3.4.1 Pereaksi Bouchardat Larutkan 2 g iodium P dan 4 g kalium iodida P dalam air suling secukupnya hingga 100 ml. 3.4.2 Pereaksi Dragendorff Dibuat dua larutan persediaan: (1) 0,6 g bismut sub nitrat dalam 2 ml asam klorida pekat dan 10 ml air suling: (2) 6 g kalium iodida dalam 10 ml air.

3.5 Pemeriksaan Karakteristik Simplisia

3.5.1 Pemeriksaan makroskopik

  3.5.4 Penetapan kadar sari larut air Sebanyak 5 g serbuk simplisia, dimaserasi selama 24 jam dalam 100 ml o berdasar rata yang telah dipanaskan dan ditara. 3.5.6 Penetapan kadar abu total Sebanyak 2 g serbuk simplisia yang telah digerus dan ditimbang seksama dimasukkan dalam krus porcelin yang telah dipijar dan ditara, kemudiandiratakan.

3.6 Skrining Fitokimia

Pemeriksaan alkaloid, glikosida, tanin, saponin, antrakinon berdasarkan(Depkes RI, 1995), tanin dan flavonoid (Fansworth, 1966), steroid/triterpenoid (Harborne, 1987).

3.6.1 Pemeriksaan alkaloid

  Serbuk simplisia ditimbang sebanyak 0,5 g kemudian dimasukkan ke dalam tabung reaksi lalu ditambahkan 1 ml asam klorida 2 N dan 9 ml air suling,dipanaskan diatas penangas air selama 2 menit, didinginkan lalu disaring. Filtrat sebanyak 3 tetes ditambahkan 2 tetes larutan Dragendorff akan terbentuk endapan bewarna merah atau jingga.

3.6.2 Pemeriksaan flavonoid

  Sebanyak 10 g serbuk simplisia ditambahkan ditambahkan 10 ml air panas, dididihkan selama 5 menit dan disaring dalam keadaan panas, ke dalam 5 3.6.3 Pemeriksaan glikosida Sebanyak 3 g simplisia disari dengan 30 ml campuran 7 bagian etanol(95%) P dan 3 bagian air dalam alat pendingin alir balik selama 30 menit, dinginkan, disaring. 3.6.5 Pemeriksaan saponin Sebanyak 0,5 g serbuk simplisia dimasukkan ke dalam tabung reaksi, lalu ditambahkan 10 ml air panas, dinginkan, kemudian dikocok kuat-kuat selama 3.6.6 Pemeriksaan steroid/triterpenoid Sebanyak 1 g serbuk simplisia dimaserasi dengan 20 ml n-heksana selama 2 jam, lalu disaring.

3.7 Pembuatan Ekstrak Daun Bunga Jeumpa

3.7.1 Pembuatan ekstrak etanol (EEBJ)

  Sebanyak 300 gram serbuk simplisia dimaserasi dengan 75 bagian etanol80% dalam wadah dan ditutup rapat. Selanjutnya, dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya matahari sambil diaduk, kemudian disaring dan ampasdimaserasi kembali dengan etanol 80% secukupnya hingga diperoleh 100 bagian (Depkes RI, 1979).

3.7.2 Pembuatan fraksi n-heksana (FHBJ) dan fraksi etilasetat (FEABJ)

  Sebanyak 5 g ekstrak etanol ditambahkan etanol dan 10 ml air suling, lalu dimasukkan ke dalam corong pisah, kemudian ditambahkan 20 ml n-heksana,dikocok, didiamkan sampai terdapat 2 lapisan, n-heksana (lapisan atas) diambil dengan cara dekantasi dan fraksinasi dilakukan sampai warna lapisan n-heksanajernih diperoleh fraksi n-heksana (FHBJ). Pada residu ditambahkan 20 ml etilasetat pada lapisan air, dikocok, didiamkan sampai terdapat 2 lapisan yangterpisah, lapisan etilasetat (lapisan atas) diambil dengan cara dekantasi, dan fraksinasi kembali sampai warna lapisan etilasetat jernih diperoleh fraksi etilasetat(FEABJ).

3.8 Sterilisasi Alat Alat-alat yang digunakan disterilkan terlebih dahulu sebelum dipakai

  o Alat-alat gelas disterilkan di dalam oven pada suhu 170 C selama 1-2 jam. Jarum ose dan pinset dipijar dengan api bunsen (Anonim, 2003).

3.9 Pembuatan Media

  3.9.1 Media nutrient agar (NA) Komposisi: Beef extract 3,0 g Peptone 5,0 g Agar 15,0 g Cara pembuatannya, yaitu: sebanyak 23 g nutrient agar (NA) dimasukkan ke dalam erlemenyer tambahkan air suling 1000 ml, lalu dipanaskan sampai larut o lalu disterilkan di dalam autoklaf pada suhu 121 C selama 15 menit (Oxoid, 1982). 3.14 Pengujian Aktivitas Antibakteri Secara In vitro 6 Sebanyak 0,1 ml inokulum (10 CFU/ml) dimasukkan ke dalam cawan petri steril, setelah itu dituang media nutrient agar (NA) yang telah dicairkan sebanyak 20 ml, kemudian dihomogenkan sampai media dan bakteri tercampur o bahan uji EEBJ dan blanko (DMSO), kemudian diinkubasikan pada suhu 35±2 C selama 18-24 jam.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  Hasil karakterisasi simplisia daun bunga jeumpa diperoleh kadar air7,95%, kadar sari larut air 15,76%, kadar sari larut etanol 13,16% kadar abu total 7,87% dan kadar abu tidak larut asam 1,58%. Hasil uji aktivitas antibakteri diperoleh fraksi etilasetat yang memiliki efektivitas terkuat, dengan konsentrasi 100 mg/ml mempunyai daerahhambat (15,36 mm) terhadap Staphylococcus aureus dan konsentrasi 75 mg/ml (15,84 mm) terhadap Escherichia coli.

DAFTAR PUSTAKA

  Gambar daun, simplisia dan serbuk simplisia daun bunga jeumpa (Magnolia champaca L.)Daun bunga jeumpa Simplisia daun bunga jeumpaSerbuk simplisia daun bunga jeumpa Lampiran 3. Bagan pembuatan serbuk simplisia, karakterisasi simplisia dan skrining fitokimiaDicuci sampai bersihDitiriskanDitimbang Dikeringkan di lemari pengeringPemeriksaan makroskopik DihaluskanDaun bunga jeumpa SimplisiaSkrining fitokimia SerbukKarakterisasi simplisia Pemeriksaan : 1.

1. Kadar air 2

  % Kadar air = 0,4 ml 5,032 g × 100% = 7,95% 3.% Kadar air = 0,4 ml 5,027 g× 100% = 7,95%% Kadar air rata-rata = 7,96% + 7,95% + 7,95% 3 = 7,95 %% Kadar air = Volume air (ml) Berat sampel (g)× 100% Lampiran 5. (Lanjutan) 0,1588 g 5,142 g× 20× 100 Berat sari (g) Berat sampel (g)× = 15,76%% Kadar sari larut air = 3 15,3%+16,6%+15,4% % Kadar rata-rata = 20× 100% = 15,4% 100 % Kadar sari larut air = 2.

Dokumen baru

Dokumen yang terkait

Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-Fraksi Daun Bunga Jeumpa (Magnolia Champaca L.)
5
137
70
Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ceremai (Phyllanthus Acidus (L.) Skeels)
11
162
80
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak n-Heksana Dan Etilasetat Serta Etanol Alga Merah (Galaxaura oblongata)
4
76
89
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Dari Ekstrak Metanol Dan Fraksi Kloroform Daun Sirsak (Annona muricata L.)
6
56
72
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Serta Fraksi-Fraksi Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi l.) TerhadapBakteri Staphylococcus Aureus Dan Klebsiella Pneumoniae
18
95
103
Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antioksidan Jus Buah Sirsak Dan Ekstrak Etanol Daun Sirsak
5
68
100
Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Dan Fraksi Bunga Tumbuhan Brokoli (Brassica oleracea L. var. botrytis L.)
5
73
109
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Titanus (Leea Aequata L.) Pengobatan Tradisional Karo
9
63
81
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Nipah (Nypa fruticans Wurmb) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
22
111
70
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-Fraksi Daun Bunga Jeumpa (Magnolia Champaca L.)
0
0
19
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Dan Fraksi-Fraksi Daun Bunga Jeumpa (Magnolia Champaca L.)
0
0
15
Karakterisasi Simplisia Dan Skrining Fitokimia Serta Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ceremai (Phyllanthus Acidus (L.) Skeels)
0
0
16
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Dari Beberapa Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia (Hemsley) A. Gray)
0
0
14
Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak n-Heksana Dan Etilasetat Serta Etanol Alga Merah (Galaxaura oblongata)
0
0
28
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) - Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Serta Fraksi-Fraksi Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi l.) TerhadapBakteri Staphylococcus Aureus Dan Kl
0
3
20
Show more