Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba

5
14
60
2 years ago
Preview
Full text
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BETERNAK DOMBA (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat) SKRIPSI RUSLI HAMBALI PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2005 RINGKASAN RUSLI HAMBALI. DO3400004. 2005. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba (Kasus Peternak Domba di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat). Departemen Sosial Ekonomi Industri Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pembimbing Utama : Ir. H. Ismail Pulungan, MSc. Pembimbing Anggota : Ir. Burhanuddin, MM. Kelurahan Cimahpar merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor dengan jumlah kepala keluarga yang beternak domba sebanyak 17 persen (Buku Monografi Kelurahan Cimahpar, 2004). Potensi pengembangan ternak domba di Kelurahan Cimahpar cukup terbuka karena secara agroklimat dan sosial budaya masyarakat mendukung. Keberhasilan usahaternak domba di Kelurahan Cimahpar salah satunya ditentukan oleh motivasi para peternak. Motivasi menunjukkan dorongan peternak untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan. Motivasi muncul karena peternak mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik peternak domba, tingkat motivasi beternak domba, dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi beternak domba. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja karena kelurahan tersebut merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor yang memiliki jumlah peternak domba relatif lebih banyak dibandingkan kelurahan yang lain. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2005. Populasi penelitian adalah peternak domba di Kelurahan Cimahpar berjumlah 390 orang, dengan sampel terpilih sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis untuk menguji hubungan antara karaktersitik peternak dengan motivasi beternak menggunakan analisis korelasi rank Spearman (Siegel, 1994). Karakteristik peternak domba di Kelurahan Cimahpar cukup beragam. Umur peternak berkisar antara 23-90 tahun, dengan rata-rata 45 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan peternak, 73 persen peternak adalah lulusan SD. Jumlah ternak yang dipelihara rata-rata sebanyak 8 ekor. Ternak domba yang dipelihara oleh peternak sebagian besar ada dalam kategori sedikit (57,1 persen). Peternak telah memelihara domba berkisar antara 1-30 tahun, dengan rata-rata 5,94 tahun, dan sebanyak 77,8 i persen terkategori telah beternak selama 1-5 tahun. Jumlah tanggungan keluarga peternak berkisar antara 2-12 orang, dengan rata-rata 5 orang. Sebanyak 85,7 persen jumlah tanggungan keluarga terkategori keluarga kecil. Peternak sebagian besar mengetahui tentang informasi pasar, namun sedikit dari peternak yang mampu menjangkau harga-harga sapronak. Peternak di Kelurahan Cimahpar berada dalam kategori termotivasi untuk berusaha ternak domba dan meningkatkan produktivitasnya. Hasil analisis korelasi rank Spearman menunjukkan bahwa kebutuhan keberadaan berhubungan nyata dengan jumlah tanggungan keluarga. Hal ini berarti semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka akan meningkatkan motivasi peternak untuk memenuhi kebutuhan keberadaan. pendapatan. Kebutuhan keberadaan dalam hal ini adalah tambahan Hubungan antara motivasi untuk memenuhi kebutuhan untuk berkembang dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan informasi pasar menunjukkan hubungan nyata. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan peternak dan pengetahuan informasi pasar maka semakin besar motivasi peternak untuk melakukan pengembangan usahaternaknya. Hubungan antara motivasi untuk memenuhi kebutuhan berhubungan dengan variabel umur menunjukkan hubungan nyata. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat umur peternak maka peternak semakin termotivasi untuk memenuhi kebutuhan berhubungan, yakni diterima dalam lingkungan pergaulan tempat tinggal peternak. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Tingkat motivasi peternak berada dalam kategori termotivasi untuk beternak domba. (2) Karakteristik peternak yang berhubungan dengan motivasi beternak adalah umur, jumlah tanggungan keluarga, pendidikan dan pengetahuan informasi pasar. Saran penelitian yaitu: para peternak perlu difasilitasi untuk membentuk kelompok peternak, selanjutnya dibentuk kelembagaan berorientasi ekonomi untuk memfasilitasi kebutuhan peternak, khususnya pemenuhan sarana produksi peternakan dan membantu pemasaran hasil ternak. ii ABSTRACT Factors that Influencing of Motivational Level of Sheep Farmers (Case of Sheep Farmers in Cimahpar Village, North Bogor Subdistrict, Bogor City, West Java) Hambali, R, I. Pulungan, and Burhanuddin Cimahpar’s Village represent one of a village in Bogor City which some of its society are sheep farmers. Motivation of sheep farmers is important aspect in livestock development. The research aims are needed the sheep farmer characteristics, motivational level of sheep farmers, and influencing of motivation level factors of sheep farmers in Cimahpar’s Village, Subdistrict of North Bogor, Bogor City, West Java. The research conducted on June-July 2005 at Cimahpar’s Village, Subdistrict of North Bogor, Bogor City, West Java. The total of sheep farmers as population are 390 farmers. Sample take by simple random sampling, totaly 63 farmers. The results indicated that the motivation of sheep farmers in Cimahpar’s Village categorized medium. It’s mean that sheep farmers in Cimahpar’s Village have motivation to manage sheep livestock, including to increase sheep productivity. Those motivation influencing by age, number of family members, education and knowledge of market information. This research recommended as follow. Sheep farmer need facilitate to build group farmer sheep that orientate to increase sheep farmer economic condition. The institute expected able to assist the sheep farmer in marketing and on farm aspect, including livestock produce accomplishment. All the activity will be more succeed if followed with the activity of empowerment of sheep farmer. Keywords : sheep farmers characteristics, motivation iii FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BETERNAK DOMBA (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat) RUSLI HAMBALI DO3400004 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2005 iv FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BETERNAK DOMBA (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat) RUSLI HAMBALI DO3400004 Skripsi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapan Komisi Ujian Lisan pada Tanggal 26 Oktober 2005 Pembimbing Utama Pembimbing Anggota Ir. H. Ismail Pulungan, MSc. Ir. Burhanuddin, MM. Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor Ketua Departemen Sosial Ekonomi dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor Dr. Ir. Ronny R. Noor, MRur.Sc. Ir. Burhanuddin, MM. v RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 10 September 1981 sebagai anak pertama dari empat bersaudara hasil pernikahan antara pasangan Bapak Agus Salim dan Ibu Homsah. Penulis memulai pendidikan di SDN Tegal Gede di Bekasi tahun 1989 dan lulus tahun 1994. Pada tahun 1994 sampai 1997 penulis menempuh pendidikan lanjutan pertama di SMP Insan Kamil Bogor, dan pada tahun 1997 penulis melanjutkan pendidikan SMA Insan Kamil Bogor, pada Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada tahun 2000 penulis diterima di Departemen Sosial Ekonomi Industri Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) untuk jenjang S1. Untuk menyelesaikan studi di Fakultas Peternakan, penulis melaksakan penelitian yang berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat)”. vi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruh Motivasi Beternak Domba (Kasus Peternak d Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat).” Skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ir. H. Ismail Pulungan, MSc. dan Ir. Burhanuddin, MM sebagai dosen pembimbing, yang telah memberikan pengarahan dan saran kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini memiliki kekurangan dan keterbatasan, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis nantikan. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat. Bogor, Desember 2005 Penulis vii DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN ................................................................................................... i ABSTRACT...................................................................................................... iii RIWAYAT HIDUP .......................................................................................... vi KATA PENGANTAR ...................................................................................... vii DAFTAR ISI..................................................................................................... viii DAFTAR TABEL............................................................................................. x DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xi DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xii PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 Perumusan Masalah .............................................................................. 2 Tujuan Penelitian .................................................................................. 3 Kegunaan Penelitian ............................................................................. 3 KERANGKA PEMIKIRAN ............................................................................. 4 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................... 6 Teori-Teori Motivasi............................................................................. 6 Teori Abraham H. Maslow ....................................................... 7 Teori Herzberg .......................................................................... 8 Teori Harapan ........................................................................... 9 Teori ERG ................................................................................. 9 Teori McClelland ...................................................................... 10 Motivasi Beternak Domba .................................................................... 11 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba........... 11 METODE PENELITIAN ................................................................................. 13 Lokasi dan Waktu ................................................................................. 13 Populasi dan Sampel ............................................................................. 13 Desain ................................................................................................... 13 Data dan Instrumentasi ......................................................................... 13 Pengumpulan Data ................................................................................ 14 viii Analisis Data ......................................................................................... 14 Definisi Istilah....................................................................................... 15 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN ................................................. 17 HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................ 18 Pengelolaan Usahaternak Domba ......................................................... 18 Aspek Budidaya ........................................................................ 18 Aspek Pemasaran ...................................................................... 20 Aspek Kelembagaan ................................................................. 20 Karakteristik Peternak Domba .............................................................. 21 Umur ......................................................................................... 21 Pendidikan ................................................................................ 21 Pekerjaan ................................................................................... 22 Jumlah Ternak yang Dipelihara ................................................ 23 Lama Beternak .......................................................................... 23 Jumlah Tanggungan Keluarga .................................................. 24 Pengetahuan Peternak tentang Informasi Pasar ........................ 24 Motivasi Beternak Domba .................................................................... 26 Hubungan Karakteristik Peternak dengan ............................................ 28 Motivasi Beternak Domba .................................................................... 28 KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................ 31 Kesimpulan ........................................................................................... 31 Saran ..................................................................................................... 31 UCAPAN TERIMAKASIH ............................................................................. 32 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 33 LAMPIRAN...................................................................................................... 34 ix FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BETERNAK DOMBA (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat) SKRIPSI RUSLI HAMBALI PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2005 RINGKASAN RUSLI HAMBALI. DO3400004. 2005. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba (Kasus Peternak Domba di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat). Departemen Sosial Ekonomi Industri Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pembimbing Utama : Ir. H. Ismail Pulungan, MSc. Pembimbing Anggota : Ir. Burhanuddin, MM. Kelurahan Cimahpar merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor dengan jumlah kepala keluarga yang beternak domba sebanyak 17 persen (Buku Monografi Kelurahan Cimahpar, 2004). Potensi pengembangan ternak domba di Kelurahan Cimahpar cukup terbuka karena secara agroklimat dan sosial budaya masyarakat mendukung. Keberhasilan usahaternak domba di Kelurahan Cimahpar salah satunya ditentukan oleh motivasi para peternak. Motivasi menunjukkan dorongan peternak untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan. Motivasi muncul karena peternak mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik peternak domba, tingkat motivasi beternak domba, dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi beternak domba. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja karena kelurahan tersebut merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor yang memiliki jumlah peternak domba relatif lebih banyak dibandingkan kelurahan yang lain. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2005. Populasi penelitian adalah peternak domba di Kelurahan Cimahpar berjumlah 390 orang, dengan sampel terpilih sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis untuk menguji hubungan antara karaktersitik peternak dengan motivasi beternak menggunakan analisis korelasi rank Spearman (Siegel, 1994). Karakteristik peternak domba di Kelurahan Cimahpar cukup beragam. Umur peternak berkisar antara 23-90 tahun, dengan rata-rata 45 tahun. Berdasarkan tingkat pendidikan peternak, 73 persen peternak adalah lulusan SD. Jumlah ternak yang dipelihara rata-rata sebanyak 8 ekor. Ternak domba yang dipelihara oleh peternak sebagian besar ada dalam kategori sedikit (57,1 persen). Peternak telah memelihara domba berkisar antara 1-30 tahun, dengan rata-rata 5,94 tahun, dan sebanyak 77,8 i persen terkategori telah beternak selama 1-5 tahun. Jumlah tanggungan keluarga peternak berkisar antara 2-12 orang, dengan rata-rata 5 orang. Sebanyak 85,7 persen jumlah tanggungan keluarga terkategori keluarga kecil. Peternak sebagian besar mengetahui tentang informasi pasar, namun sedikit dari peternak yang mampu menjangkau harga-harga sapronak. Peternak di Kelurahan Cimahpar berada dalam kategori termotivasi untuk berusaha ternak domba dan meningkatkan produktivitasnya. Hasil analisis korelasi rank Spearman menunjukkan bahwa kebutuhan keberadaan berhubungan nyata dengan jumlah tanggungan keluarga. Hal ini berarti semakin banyak jumlah tanggungan keluarga maka akan meningkatkan motivasi peternak untuk memenuhi kebutuhan keberadaan. pendapatan. Kebutuhan keberadaan dalam hal ini adalah tambahan Hubungan antara motivasi untuk memenuhi kebutuhan untuk berkembang dengan tingkat pendidikan dan pengetahuan informasi pasar menunjukkan hubungan nyata. Hal ini berarti bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan peternak dan pengetahuan informasi pasar maka semakin besar motivasi peternak untuk melakukan pengembangan usahaternaknya. Hubungan antara motivasi untuk memenuhi kebutuhan berhubungan dengan variabel umur menunjukkan hubungan nyata. Hal ini berarti bahwa semakin meningkat umur peternak maka peternak semakin termotivasi untuk memenuhi kebutuhan berhubungan, yakni diterima dalam lingkungan pergaulan tempat tinggal peternak. Kesimpulan penelitian adalah: (1) Tingkat motivasi peternak berada dalam kategori termotivasi untuk beternak domba. (2) Karakteristik peternak yang berhubungan dengan motivasi beternak adalah umur, jumlah tanggungan keluarga, pendidikan dan pengetahuan informasi pasar. Saran penelitian yaitu: para peternak perlu difasilitasi untuk membentuk kelompok peternak, selanjutnya dibentuk kelembagaan berorientasi ekonomi untuk memfasilitasi kebutuhan peternak, khususnya pemenuhan sarana produksi peternakan dan membantu pemasaran hasil ternak. ii ABSTRACT Factors that Influencing of Motivational Level of Sheep Farmers (Case of Sheep Farmers in Cimahpar Village, North Bogor Subdistrict, Bogor City, West Java) Hambali, R, I. Pulungan, and Burhanuddin Cimahpar’s Village represent one of a village in Bogor City which some of its society are sheep farmers. Motivation of sheep farmers is important aspect in livestock development. The research aims are needed the sheep farmer characteristics, motivational level of sheep farmers, and influencing of motivation level factors of sheep farmers in Cimahpar’s Village, Subdistrict of North Bogor, Bogor City, West Java. The research conducted on June-July 2005 at Cimahpar’s Village, Subdistrict of North Bogor, Bogor City, West Java. The total of sheep farmers as population are 390 farmers. Sample take by simple random sampling, totaly 63 farmers. The results indicated that the motivation of sheep farmers in Cimahpar’s Village categorized medium. It’s mean that sheep farmers in Cimahpar’s Village have motivation to manage sheep livestock, including to increase sheep productivity. Those motivation influencing by age, number of family members, education and knowledge of market information. This research recommended as follow. Sheep farmer need facilitate to build group farmer sheep that orientate to increase sheep farmer economic condition. The institute expected able to assist the sheep farmer in marketing and on farm aspect, including livestock produce accomplishment. All the activity will be more succeed if followed with the activity of empowerment of sheep farmer. Keywords : sheep farmers characteristics, motivation iii FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BETERNAK DOMBA (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat) RUSLI HAMBALI DO3400004 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor PROGRAM STUDI SOSIAL EKONOMI PETERNAKAN FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2005 iv FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI BETERNAK DOMBA (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat) RUSLI HAMBALI DO3400004 Skripsi ini telah disetujui dan disidangkan di hadapan Komisi Ujian Lisan pada Tanggal 26 Oktober 2005 Pembimbing Utama Pembimbing Anggota Ir. H. Ismail Pulungan, MSc. Ir. Burhanuddin, MM. Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor Ketua Departemen Sosial Ekonomi dan Industri Peternakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor Dr. Ir. Ronny R. Noor, MRur.Sc. Ir. Burhanuddin, MM. v RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 10 September 1981 sebagai anak pertama dari empat bersaudara hasil pernikahan antara pasangan Bapak Agus Salim dan Ibu Homsah. Penulis memulai pendidikan di SDN Tegal Gede di Bekasi tahun 1989 dan lulus tahun 1994. Pada tahun 1994 sampai 1997 penulis menempuh pendidikan lanjutan pertama di SMP Insan Kamil Bogor, dan pada tahun 1997 penulis melanjutkan pendidikan SMA Insan Kamil Bogor, pada Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Pada tahun 2000 penulis diterima di Departemen Sosial Ekonomi Industri Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) untuk jenjang S1. Untuk menyelesaikan studi di Fakultas Peternakan, penulis melaksakan penelitian yang berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba (Kasus Peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat)”. vi KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmatNya penulis dapat menyelesaikan skripsi berjudul “Faktor-Faktor Yang Mempengaruh Motivasi Beternak Domba (Kasus Peternak d Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat).” Skripsi ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Peternakan pada Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Ir. H. Ismail Pulungan, MSc. dan Ir. Burhanuddin, MM sebagai dosen pembimbing, yang telah memberikan pengarahan dan saran kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini memiliki kekurangan dan keterbatasan, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat penulis nantikan. Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat. Bogor, Desember 2005 Penulis vii DAFTAR ISI Halaman RINGKASAN ................................................................................................... i ABSTRACT...................................................................................................... iii RIWAYAT HIDUP .......................................................................................... vi KATA PENGANTAR ...................................................................................... vii DAFTAR ISI..................................................................................................... viii DAFTAR TABEL............................................................................................. x DAFTAR GAMBAR ........................................................................................ xi DAFTAR LAMPIRAN..................................................................................... xii PENDAHULUAN ............................................................................................ 1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 Perumusan Masalah .............................................................................. 2 Tujuan Penelitian .................................................................................. 3 Kegunaan Penelitian ............................................................................. 3 KERANGKA PEMIKIRAN ............................................................................. 4 TINJAUAN PUSTAKA ................................................................................... 6 Teori-Teori Motivasi............................................................................. 6 Teori Abraham H. Maslow ....................................................... 7 Teori Herzberg .......................................................................... 8 Teori Harapan ........................................................................... 9 Teori ERG ................................................................................. 9 Teori McClelland ...................................................................... 10 Motivasi Beternak Domba .................................................................... 11 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba........... 11 METODE PENELITIAN ................................................................................. 13 Lokasi dan Waktu ................................................................................. 13 Populasi dan Sampel ............................................................................. 13 Desain ................................................................................................... 13 Data dan Instrumentasi ......................................................................... 13 Pengumpulan Data ................................................................................ 14 viii Analisis Data ......................................................................................... 14 Definisi Istilah....................................................................................... 15 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN ................................................. 17 HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................ 18 Pengelolaan Usahaternak Domba ......................................................... 18 Aspek Budidaya ........................................................................ 18 Aspek Pemasaran ...................................................................... 20 Aspek Kelembagaan ................................................................. 20 Karakteristik Peternak Domba .............................................................. 21 Umur ......................................................................................... 21 Pendidikan ................................................................................ 21 Pekerjaan ................................................................................... 22 Jumlah Ternak yang Dipelihara ................................................ 23 Lama Beternak .......................................................................... 23 Jumlah Tanggungan Keluarga .................................................. 24 Pengetahuan Peternak tentang Informasi Pasar ........................ 24 Motivasi Beternak Domba .................................................................... 26 Hubungan Karakteristik Peternak dengan ............................................ 28 Motivasi Beternak Domba .................................................................... 28 KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................................ 31 Kesimpulan ........................................................................................... 31 Saran ..................................................................................................... 31 UCAPAN TERIMAKASIH ............................................................................. 32 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 33 LAMPIRAN...................................................................................................... 34 ix DAFTAR TABEL Nomor 1. Halaman Distribusi Umur Peternak Berdasarkan Usia Produktif dan Non Produktif Dihubungkan dengan Skor Motivasi ................................. 21 Distribusi Peternak Berdasarkan Kategori Pendidikan Dihubungkan dengan Skor Motivasi ........................................................................ 22 Distribusi Peternak Berdasarkan Pekerjaan Dihubungkan dengan Skor Motivasi ..................................................................................... 22 Distribusi Peternak Berdasarkan Jumlah Ternak yang Dipelihara Dihubungkan dengan Skor Motivasi ................................................. 23 5. Distribusi Peternak Berdasarkan Lama Beternak ............................. 24 6. Distribusi Peternak Berdasarkan Jumlah Tanggungan Keluarga Dihubungkan dengan Skor Motivasi ................................................. 24 Distribusi Peternak Berdasarkan Pengetahuan peternak tentang Informasi Pasar ternak Dihubungkan dengan Skor Motivasi ............ 25 Distribusi Peternak Berdasarkan Keterjangkauan Sapronak Dihubungkan dengan Skor Motivasi ................................................. 26 Rataan Jumlah Skor Motivasi Beternak Domba menurut Indikator Motivasi ............................................................................................. 26 10. Koefisien Korelasi Karakteristik Peternak dengan Motivasi Beternak Domba ................................................................................ 28 2. 3. 4. 7. 8. 9. x DAFTAR GAMBAR Nomor Halaman 1. Kerangka Pemikiran Penelitian ...................................................... 5 2. Motivasi Sebagai Proses Psikologis (Wahdjosumidjo, 1987) ........ 7 3. Hierarki Kebutuhan Maslow ........................................................... 8 xi DAFTAR LAMPIRAN Nomor Halaman 1. Data Identitas Responden .............................................................. 35 2. Nilai Skor Pengetahuan Pasar dan Keterjangkauan Sapronak ....... 36 3. Nilai Skor Motivasi ........................................................................ 38 4. Hasil Analisis Korelasi Rank Spearman ........................................ 40 xii PENDAHULUAN Latar Belakang Sektor pertanian, khususnya sub-sektor peternakan, akan menghadapi tantangan yang besar seiring dengan diberlakukannya sistem pasar bebas. Untuk menghadapi tantangan tersebut maka produk hasil peternakan dimasa mendatang harus dihasilkan secara efisien, terjamin kualitas, kuantitas dan kontinuitasnya. Untuk itu, penanganan sistem agribisnis peternakan perlu terintegrasi dan terkoordinasi dari tingkat usaha budidaya (on farm business) hingga ke tingkat pengolahan (off farm business). Hal ini tentunya membutuhkan sumberdaya manusia (peternak) yang profesional dalam mengelola ternak. Salah satu komoditas peternakan penting di Indonesia adalah ternak domba. Ternak domba merupakan komoditas peternakan yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat di pedesaan yang umumnya dipelihara oleh peternak sebagai usaha sambilan. Walaupun sistem usaha ini kurang memperhatikan tantangan pasar yang dihadapi namun usaha ini diyakini telah memberikan kontribusi dalam perekonomian masyarakat yang cukup besar. Kelurahan Cimahpar merupakan salah satu kelurahan di Kota Bogor dengan jumlah kepala keluarga yang beternak domba sebanyak 17 persen. Seperti halnya di wilayah lain di Indonesia, ternak domba di daerah ini pada umumnya diusahakan sebagai usaha sambilan dan belum berorientasi komersial/bisnis. Potensi pengembangan jenis ternak tersebut di daerah ini masih cukup besar. Selain secara agroklimat cukup mendukung, juga secara sosial budaya, masyarakat di wilayah ini sudah cukup akrab dengan pemeliharaan jenis ternak ini. Keberhasilan pembangunan peternakan di wilayah ini salah satunya ditentukan oleh adanya partisipasi para peternak dalam mengusahakan ternaknya. Partisipasi peternak dalam pembangunan peternakan bukan hanya ditujukkan untuk meningkatkan jumlah produksi saja, tetapi juga untuk menghasilkan produk yang berkualitas serta variasi yang beragam dan murah harganya, sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Bentuk partisipasi peternak dalam kegiatan pembangunan agribisnis peternakan dapat dilihat berdasarkan beberapa aspek, yaitu: (1) keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, 1 (2) keikutsertaan dalam pelaksanaan, (3) keikutsertaan dalam menikmati hasil, (4) keikutsertaan dalam evaluasi (Asngari , 2001). Partisipasi peternak yang diwujudkan dalam kegiatan beternak sangat erat kaitannya dengan motivasi para peternak itu sendiri. Motivasi menunjukkan dorongan aktif dalam diri peternak untuk melakukan sesuatu dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Motivasi ini muncul karena peternak tersebut mempunyai kebutuhan dan kepentingan yang harus dipenuhi. Perumusan Masalah Suksesnya pembangunan peternakan, khususnya di Kelurahan Cimahpar, bukan hanya ditentukan oleh tersedianya fasilitas/sarana prasarana, barang modal dan alat bantu lainnya, tetapi juga motivasi para peternak untuk berperan secara aktif dan produktif. Hal ini merupakan salah satu tantangan berat yang sering dijumpai oleh para petugas (penyuluh) peternakan di lapangan. Tidaklah mudah menggerakkan para peternak agar senantiasa mau dan bersedia untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya untuk membangun agribisnis peternakan yang notabene untuk kepentingan dirinya sendiri. Kenyataannya, kondisi peternakan domba di Kelurahan Cimahpar pada saat ini masih banyak dijumpai domba yang tidak terurus, kandang yang tidak bersih dan yang tidak kalah penting adalah tidak berkembangnya skala usaha ternak domba. Kondisi seperti ini diduga merupakan indikasi motivasi para peternak domba untuk meningkatkan produktifitasnya masih rendah. Motivasi ini akan berimplikasi pada prilaku kerja para peternak, seperti timbulnya ketidakdisiplinan serta kurangnya kreativitas dan inisiatif para peternak sehingga produktivitas usaha ternak dombanya relatif rendah. Berdasarkan uraian di atas, masalah umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi beternak domba para peternak di Kelurahan Cimahpar. Selanjutnya secara khusus permasalahan tersebut dapat diuraikan dalam butir-butir pertanyaan sebagai berikut : 1. Bagaimana karakteristik peternak domba di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara ? 2. Bagaimana tingkat motivasi beternak domba para peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara ? 2 3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat motivasi beternak domba para peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara ? Tujuan Penelitian Penelitian ini akan diarahkan untuk mendapatkan jawaban dari beberapa permasalahan seperti disampaikan di atas yaitu : 1. Mengetahui karakteristik individu peternak domba di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. 2. Mengetahui tingkat motivasi beternak domba pada para petermak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. 3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat motivasi beternak domba para peternak di Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk : 1. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan peternak. 2. Memberikan input bagi penelitian sejenis. 3 KERANGKA PEMIKIRAN Motivasi merupakan kunci pendorong moral, kedisiplinan dan prestasi kerja dalam beternak domba. Tingkat motivasi diantara peternak berbeda-beda. Peternak dengan motivasi tinggi diharapkan akan mengutamakan pekerjaannya dan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh dan bertangung jawab. Untuk menerangkan motivasi beternak domba akan digunakan teori ERG. Kebutuhankebutuhan tersebut adalah : (1) kebutuhan akan keberadaan (existence), (2) kebutuhan berhubungan (relatedness), dan (3) kebutuhan untuk berkembang (growth need). Seorang peternak akan termotivasi untuk memenuhi kebutuhan mana saja yang bersifat prepoten atau yang paling kuat, pada saat tertentu. Prepotensi suatu kebutuhan tergantung pada situasi individual yang berlaku dan pengalamanpengalaman yang baru saja dialami. Kebutuhan-kebutuhan tersebut dapat dianggap sebagai alat untuk mengenergi, atau pemicu-pemicu yang menyebabkan timbulnya reaksi-reaksi perilaku. Faktor yang mempengaruhi motivasi beternak domba (variabel independen) dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari : umur, pendidikan, pengalaman beternak domba, dan jumlah tanggungan keluarga. Adapun faktor eksternal meliputi : keterjangkauan harga sapronak domba dan pengetahuan informasi permintaan pasar domba. Variabel dependen (bebas) adalah motivasi beternak domba. Keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen disajikan dalam bagan kerangka pemikiran pada Gambar 1. 4 Karakteristik Individu Peternak Faktor Internal : - Umur Pendidikan Pengalaman Beternak Jumlah Tanggungan Keluarga MOTIVASI PETERNAK : Didorong oleh kebutuhan : (1) Keberadaan (2) Hubungan (3) Berkembang Faktor Eksternal : - Keterjangkauan harga sapronak domba Pengetahuan informasi permintaan pasar domba PERILAKU BETERNAK DOMBA Gambar 1. Kerangka Pemikiran Penelitian 5 TINJAUAN PUSTAKA Teori-Teori Motivasi Motivasi berasal dari kata latin movere yang berarti dorongan atau daya penggerak (Hasibuan, 1999). Motivasi mempersoalkan bagaimana caranya mendorong gairah kerja seseorang, agar mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilannya untuk mewujudkan suatu tujuan tertentu. Motivasi menjadi penting karena dengan motivasi ini diharapkan seseorang mau bekerja keras dan antusias untuk mencapai produktivitas yang tinggi. Stevenson (2001) mendefinisikan motivasi sebagai insentif, dorongan, atau stimulus untuk bertindak. Motivasi adalah semua hal – verbal, fisik atau psikologis – yang membuat seseorang melakukan sesuatu sebagai respon. Wahjosumidjo (1987) menyatakan bahwa motivasi merupakan proses psikologis yang mencerminkan interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi, dan keputusan yang terjadi pada diri seseorang. Motivasi sebagai proses psikologis timbul diakibatkan oleh faktor dari dalam diri seseorang itu sendiri yang disebut intrinsik atau faktor di luar diri yang disebut ekstrinsik. Gambaran mengenai motivasi sebagai proses psikologis disajikan dalam Gambar 2. Menurut Thoha (1998), motivasi seseorang tergantung pada kekuatan dari motivasi itu sendiri. Dorongan ini yang menyebabkan mengapa seseorang itu berusaha mencapai tujuan-tujuan, baik sadar ataupun tidak sadar. Dorongan ini pula yang menyebabkan seseorang berprilaku, yang dapat mengendalikan dan memelihara kegiatan-kegiatan, dan yang menetapkan arah umum yang harus ditempuh oleh seseorang tersebut. Seseorang yang sangat termotivasi, yaitu orang yang melaksanakan upaya substansial, guna mendukung tujuan-tujuan produksi kesatuan kerjanya, dan tempat ia bekerja. Seseorang yang tidak termotivasi, hanya memberikan upaya minimum dalam hal bekerja. Konsep motivasi merupakan sebuah konsep penting dalam studi tentang kinerja individual (Winardi, 2002). 6 SESEORANG DENGAN DORONGAN RANGSANGAN FAKTOR INTRINSIK FAKTOR EKSTRINSIK ALTERNATIF PERILAKU PENENTUAN PERILAKU PERILAKU Gambar 2. Motivasi sebagai Proses Psikologis (Wahjosumidjo, 1987) Teori Abraham H. Maslow Maslow berpendapat bahwa terdapat kebutuhan-kebutuhan yang bersifat hierarkis yang memotivasi individu untuk berupaya memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Seseorang akan termotivasi selama kebutuhan-kebutuhan tersebut belum terpenuhi. Rakhmat (2000) mengutip pendapat Abraham Maslow menyebutkan lima kelompok kebutuhan yang disusun dalam tangga hirarkhis dari kebutuhan fisiologis sampai kebutuhan pemenuhan diri (Gambar 3). Kebutuhankebutuhan tersebut adalah : fisiologis, rasa aman, sosial atau afiliasi, prestasi, atau rasa dihargai dan aktualisasi diri. 7 Kebutuhan akan Aktualisasi Diri Kebutuhan akan Harga Diri Kebutuhan Sosial Kebutuhan akan Rasa Aman Kebutuhan Fisiologis Gambar 3. Hierarki Kebutuhan Maslow (Panuju, 2000) Teori Herzberg Teori Herzberg dikenal dengan “model dua faktor” dari motivasi, yaitu faktor motivasional dan faktor higiene atau “pemeliharaan”. Faktor motivasional merupakan hal-hal pendorong berprestasi yang sifatnya intrinsik, yang berarti bersumber dari dalam diri seseorang. Faktor higiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri seseorang, misalnya dari organisasi, tetapi turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupan kekaryaannya (Siagian , 2001). Menurut Herzberg, yang tergolong sebagai faktor motivasional antara lain ialah pekerjaan seseorang, keberhasilan yang diraih, kesempatan bertumbuh, kemajuan dalam berkarier dan pengakuan orang lain. Sedangkan faktor-faktor higiene atau pemeliharaan mencakup antara lain status seseorang dalam organisasi, hubungan seseorang dengan karyawan dan atasannya, hubungan seseorang dengan rekan-rekan sekerjanya, teknik penyeliaan yang dilakukan oleh para penyelia, kebijakan organisasi, sistem administrasi dalam organisasi, kondisi kerja dan sistem imbalan yang berlaku. Selanjutnya dijelaskan bahwa salah satu tantangan dalam memahami dan menerapkan teori Herzberg ialah memperhitungkan dengan tepat faktor mana yang lebih berpengaruh kuat dalam kehidupan kekaryaan seseorang, apakah yang bersifat intrinsik ataukah yang bersifat ekstrinsik (Siagian, 2001). 8 Teori Harapan Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom. Berdasarkan teori ini, motivasi seseorang ke arah suatu tindakan pada suatu waktu tertentu ditentukan oleh antisipasinya terhadap nilai dari hasil tindakan itu (baik negatif maupun positif) yang digandakan oleh harapan orang yang bersangkutan bahwa hasil tersebut akan mewujudkan tujuan yang diinginkan (Koonz, et al., 1989). Teori Vroom dapat dinyatakan sebagai berikut : Daya = valensi x ekspektansi Daya adalah kekuatan motivasi seseorang, valensi adalah kekuatan preferensi seseorang akan suatu hasil, dan ekspektansi adalah tingkat kemungkinan bahwa tindakan tertentu akan mengarah pada hasil yang diinginkan. Valensi nihil terjadi apabila seseorang tidak peduli akan pencapaian tujuan tertentu, dan terdapat suatu valensi negatif apabila orang yang bersangkutan lebih suka tidak mencapai tujuan tersebut (tidak ada motivasi). Demikian juga halnya, seseorang tidak akan memiliki motivasi untuk mencapai tujuan apabila ekspektansinya adalah nihil atau negatif. Vroom menyebutkan, produktivitas atau hasil yang dapat dicapai merupakan alat pemuasan bagi seseorang. Produktivitas adalah alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Keinginan seseoang untuk menghasilkan (berproduksi) sangat tergantung atas tujuan khusus yang ingin dicapainya dan persepsinya atas tindakantindakan untuk mencapai tujuan tersebut (Wahdjosumidjo, 1987). Teori ERG Teori motivasi ERG dimunculkan oleh Clayton Alderfer. Menurut Alderfer, sama halnya dengan teori Maslow, kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki berjenjang. Perbedaannya adalah jenjang tersebut tidak bersifat kaku sehingga unsur keterkaitan akan selalu dominan dalam mengerahkan individu untuk selalu memenuhi kebutuhannya, baik yang sudah terpenuhi maupun yang terhambat pemenuhannya (Mosher, 1991). Jenjang kebutuhan manusia menurut Alderfer adalah sebagai berikut : 1. Eksistensi, merupakan bentuk kebutuhan manusia yang dapat terpuasi oleh ketersediaan kebutuhan dasar, seperti makanan, air, upah, dan kondisi kerja. 9 2. Hubungan, merupakan bentuk kebutuhan manusia yang terpuasi oleh hubungan antara individu dan lingkungan sosial yang bermanfaat. 3. Pertumbuhan, adalah bentuk kebutuhan manusia yang terpuasi dengan cara melakukan peran atau kontribusi yang kreatif dan produktif. Teori McClelland David C. McClelland memberikan kontribusi bagi pemahaman motivasi dengan mengidentifikasi tiga jenis kebutuhan dasar, yakni kebutuhan untuk berkuasa, kebutuhan untuk berafiliasi, dan kebutuhan untuk berprestasi (Koontz, et al., 1989). Ketiga kebutuhan dasar tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Kebutuhan akan kekuasaan. Orang-orang yang memiliki kebutuhan yang tinggi untuk berkuasa menaruh perhatian besar untuk dapat mempengaruhi dan mengendalikan. Orang-orang seperti ini pada umumnya berusaha mencari posisi pimpinan; mereka penuh daya, keras kepala, dan sangat menuntut; serta senang mengajar dan berbicara di depan umum. 2. Kebutuhan berafiliasi. Orang-orang yang memiliki kebutuhan yang tinggi untuk berafiliasi biasanya memperoleh kesenangan dari kasih sayang dan cenderung menghindari kekecewaan karena ditolak oleh suatu kelompok sosial. 3. Kebutuhan berprestasi. Orang-orang dengan kebutuhan yang tinggi untuk berprestasi memilki keinginan besar untuk berhasil dan juga memiliki rasa khawatir akan kegagalan. Mereka ingin ditantang, menetapkan tujuan yang cukup sulit, tetapi masih mungkin dicapai bagi diri mereka sendiri, melakukan pendekatan yang realistis terhadap resiko (menganalisis dan menilai masalah), menyukai umpan balik yang spesifik dan segera atas prestasi mereka, cenderung gelisah, suka bekerja hingga larut malam, sama sekali tidak khawatir gagal, dan cenderung untuk melakukan semuanya seorang diri. Berbagai kebutuhan, keinginan, dan harapan yang terdapat di dalam diri seseorang dapat membentuk motivasi intrinsik. Sedangkan pembentuk motivasi ekstrinsik dapat berupa insentif, perolehan keuntungan dari suatu program/kegiatan, pembagian hasil, tersedianya barang dan jasa yang ingin dibeli, dan penghargaan 10 masyarakat terhadap prestasi dapat mendorong bagi petani/peternak untuk meningkatkan produksi dan produktivitasnya (Mosher, 1991). Motivasi Beternak Domba Terdapat sejumlah kebutuhan yang mendorong peternak untuk beternak domba. (1) Kebutuhan-kebutuhan tersebut menurut Clayton Alderfer kebutuhan akan keberadaan (existence), (2) kebutuhan adalah : berhubungan (relatedness), dan (3) kebutuhan untuk berkembang (growth need) (Mosher, 1991). Tiga kebutuhan tersebut dikenal dengan teori ERG. (1) Kebutuhan akan keberadaan (existence), yaitu kebutuhan peternak untuk memperoleh tambahan pendapatan dari beternak domba. (2) Kebutuhan berhubungan (relatedness), yaitu kebutuhan peternak untuk diterima dalam pergaulan di lingkungan masyarakat tempat mereka tinggal. (3) Kebutuhan untuk berkembang (growth need), yaitu kebutuhan peternak untuk meningkatkan skala usaha ternak, memperoleh penghargaan dan pengakuan dari masyarakat terhadap keberhasilan usaha ternaknya. Masing-masing kebutuhan tersebut tidak sama kekuatan tuntutan-tuntutan pemenuhannya. Tumbuhnya kekuatan itu satu sama lain juga berbeda-beda waktunya. Seluruh kebutuhan tidak timbul dalam waktu yang bersamaan. Walaupun kadang-kadang beberapa kebutuhan dapat muncul sekaligus, sehingga seorang peternak harus menentukan pilihannya yang mana yang harus dipenuhinya terlebih dahulu. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Beternak Domba Porter dan Miles berpendapat terdapat tiga variabel penting yang dapat mempengaruhi motivasi seseorang, yaitu (1) karaktersitik individu (individual characteristics), (2) karakteristik pekerjaan (job characteristics), dan (3) karakteristik situasi kerja (work situation characteristics) (Wahjosumidjo, 1987). Salah satu faktor yang memotivasi peternak adalah karakteristik individu. Sebagai seorang individu, setiap peternak memiliki hal-hal khusus mengenai sikap, tabiat, dan kebiasaan-kebiasaan yang tumbuh dan dibentuk oleh keadaan lingkungan dan pengalaman yang khusus pula. Hal ini akan menyebabkan para peternak tersebut 11 memiliki motivasi kerja yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Mereka membawa harapan, kepercayaan, keinginan, dan kebutuhan personalnya kedalam lingkungan kerja mereka sehingga memungkinkan mereka untuk berupaya memenuhinya melalui beternak domba. Karakteristik individu adalah sifat atau ciri-ciri yang dimiliki seseorang. Karakteristik terbentuk oleh faktor-faktor biologis dan faktor sosiopsikologis (Suprayitno, 2004). Faktor biologis mencakup genetik, sistem syaraf dan sistem hormonal. Sedangkan faktor sosiopsikologis terdiri dari komponen-komponen kognitif (intelektual), konatif yang berhubungan dengan kebiasaan dan afektif (faktor emosional). Karakteristik individu yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, lama beternak domba, pekerjaan pokok, jumlah tanggungan keluarga (faktor internal), keterjangkauan harga sapronak dan pengetahuan akan informasi pasar domba. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyimpulkan bahwa ada keterkaitan antara karakteristik individu dengan motivasi. Winardi (2002) mengatakan bahwa ada sejumlah variabel penting dan menarik yang digunakan orang untuk menerangkan perbedaan-perbedaan motivasi, antara lain : umur, pendidikan dan latar

Dokumen baru

Aktifitas terbaru

Download (60 Halaman)
Gratis