Pengaruh budaya organisasi terhadap pengendalian internal dengan sistem informasi akuntansi sebagai variabel intervening : (survey pada KPP di Kanwil Jawa Barat I)

Gratis

1
13
96
2 years ago
Preview
Full text

DATA PENDIDIKAN

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PENGENDALIANINTERNAL DENGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI SEBAGAI

: TK Bandung Raya Tahun 1995 - 1996 Tahun 1996 - 1999 : SDN Tunas Harapan II Bandung  Tahun 1999 - 2005 : SMP Angkasa Bandung  Tahun 2005 - 2008 : SMAN 13 Bandung  Tahun 2008 - Sekarang : Kuliah di Universitas Komputer Indonesia Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi VARIABEL INTERVENING (Survey pada KPP di Kanwil Jawa Barat I)Influence Of The Organizational Culture To Internal Control With Accounting Information System As An Intervening Variable (Survey at KPP the regional office on West Java I)MOCHAMMAD DHEA 21108082 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana EkonomiProgram Studi Akuntansi PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA BANDUNG

KATA PENGANTAR

  Wb Pertama-tama penulis mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat AllahSWT yang telah melimpahkan hidayah-Nya kepada penulis, sehingga penulis mampu menyelesaikan Skripsi ini dengan judul : Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Pengendalian Internal Dengan Sistem Informasi Akuntansi Sebagai Variabel Intervening (Survey pada KPP di Kanwil Jawa Barat I)”. Si dan berbagai pihak, oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesarnya-besarnya kepada : 1.

7. Seluruh Staf dan Pegawai Kantor Pelayanan Pajak di Wilayah Kota Bandung

  Serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan dorongan baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Semoga apa yang telah penulis sajikan dalam laporan ini dapat bermanfaatkhusunya bagi penulis dan umumnya bagi semua pihak yang membaca.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Selain itu menurut Taufik dalam Siti Kurnia (2011) terdapat pula masalah pada komponen jaringan telekomunikasi dalam Sistem InformasiAkuntansi Ditjen Pajak yaitu koneksi data KPP ke Kantor Pusat yang sering terputus pada yang dipicu transisi jaringan dari provider, akibat kondisi tersebut maka KPPharus melakukan perekaman data secara manual, dan berakibat pada menumpuknya data wajib pajak yang tidak bisa terekam di database kantor pusat Ditjen Pajak. Sistem informasi juga diperlukan dalam mengatasi lemahnya pengendalian internal pada sistem dan prosedur yang mengatur suatu transaksi, maka setiapperusahaan perlu menyusun suatu sistem dan prosedur yang dapat menciptakan pengendalian intern yang baik dalam mengatur pelaksanaan transaksi (Tiolina Evi:2009).

1.2 Identifikasi dan Rumusan Masalah

1.2.1 Identifikasi Masalah

  Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan diatas, penulis mengidentifikasi masalah antara lain sebagai berikut: 1. Masih ada oknum pegawai pajak yang terkait dengan kasus penyelewengan pajak.

1.2.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan diatas, timbul beberapa pertanyaan yang merupakan rumusan masalah dari penelitian ini, yaitu: 1. Apakah Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Sistem Informasi Akuntansi di KPP Kanwil Jawa Barat I.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

  1.3.1 Maksud Penelitian Maksud dari penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk memperoleh data yang terkait dengan budaya organisasi, sistem informasi akuntansi dan pengendalianinternal, serta hubungan antar variabel di KPP Kanwil Jawa Barat I. 1.3.2 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

  a) Bagi Kantor Pelayanan PajakKegunaan penelitian ini bagi Kantor Pelayanan Pajak adalah melakukan pengendalian yang dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pertimbangandalam pengaruh budaya organisasi terhadap pengendalian internal denganSistem Informasi Akuntansi sebagai variable Intervening. b) Bagi Pegawai Kantor Pelayan Pajak di Kanwil Jawa Barat IKegunaan penelitian ini bagi Pegawai Kantor Pelayanan Pajak di KanwilJawa Barat I adalah sebagai salah satu informasi dan bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan serta meningkatkan kinerja dalam rangkamencapai tujun organisasi.

1.4.2 Kegunaan Akademis

  a) Bagi Pengembangan Ilmu Akuntansi PerpajakanHasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang positif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang ilmuakuntansi perpajakan mengenai pengaruh budaya organisasi terhadap pengendalian internal dengan Sistem Informasi Akuntansi sebagai variableIntervening. b) Bagi Peneliti LainKegunaan penelitian ini bagi peneliti selanjutnya adalah sebagai bahan informasi dan kajian untuk penelitian selanjutnya pada bidang yang samayaitu akuntansi perpajakan.

1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

1.5.1 Lokasi Penelitian

  Lokasi penelitian dilakukan di 5 KPP Kanwil Jawa Barat I dengan jumlah responden 26 orang. Tabel 1.1 Lokasi Penelitian No Nama KPP Alamat 1.

1.5.2 Waktu Penelitian

  Waktu yang dilakukan dalam penelitian ini dimulai pada bulan Maret 2013 sampai dengan Agustus 2013. Secara lebih rinci waktu penelitian dapat dilihat pada tabel 1.2 dibawah ini : Tabel 1.2 Waktu Pelaksanaan Penelitian Bulan Tahap Prosedur Maret April Mei Juni Juli Agustus 2013 2013 2013 2013 2013 2013 Tahap Persiapan: 1.

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

Teori yang diperlukan untuk mendukung penelitian dalam memahami setiap variable yaitu Budaya Organisasi, Sistem Informasi Akuntansi dan PengendalianInternal adalah sebagai berikut :

2.1.1.1 Pengertian Budaya Organisasi

  P (2010:25) adalah pembinaan hubungan wewenang dandimaksudkan untuk mencapai koordinasi yang struktural, baik secara vertical, maupun secara horizontal diantara posisi – posisi yang telah diserahi tugas – tugaskhusus yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam proses budaya terdapat proses saling memengaruhi dan saling ketergantungan, baik sosial maupun lingkungan nonsosialDefinisi budaya organisasi menurut Wilkins (1983) dalam Adam Ibrahim Indrawijaya (2010:195) adalah sebagai berikut:“Budaya sebagi sesuatu yang dianggap biasa dan dapat dibagi bersama yang diberikan orang terhadap lingkungan sosialnya.

2.1.1.2 Dimensi dan Indikator Budaya Organisasi

  Dalamkomponen konsistensi ini, perilaku yang ada didasari pada nilai dasar organisasi, atasan dan bawahan mampu mencapai suatu kesepakatan walauberdasarkan pada sudut pandang yang berbeda, serta kegiatan organisasi yang berjalan secara terkoordinasi. Core Values (Nilai Inti) yaitu seperangkat nilai-nilai yang menciptakan rasa identitas yang kuat dan membantu karyawan dan pemimpin membuatkeputusan yang konsisten dan berperilaku secara konsisten.

2.1.2 Sistem Informasi Akuntansi

2.1.2.1 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

  As a rule, users make better decisions as the quantity and quality of information increase” Definisi sistem informasi menurut Azhar Susanto (2008:52) mendefinisikan bahwa :“Sistem informasi adalah kumpulan dari subsistem apapun baik phisik ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja samasecara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berarti dan berguna”. Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Azhar Susanto (2009:124) adalah :“Sistem Informasi Akuntansi dapat di definisikan sebagai kumpulan dari subsistem-subsistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan yang diperlukan oleh pengambil keputusan dalam prosespengambilan keputusan”.

2.1.1.2 Komponen-komponen Sistem Informasi Akuntansi

  HardwareHardware merupakan peralatan phisik yang dapat digunakan untuk mengumpulkan, memasukan, memproses, menyimpan dan mengeluarkan hasil pengolahan data dalam bentuk Informasi. Bagian Pengolahan Utama dan MemoriCPU (Central Prossesing Unit) yang selama ini mungkin kita kenal adalah merupakan rumah atau (box) dari komponen-komponen lainnya,seperti : 1.

2. Software

  Software adalah kumpulan dari program-program yang digunakan untuk a. Operating system (sistem operasi)Berfungsi untuk mengendalikan hubungan antara komponen-komponen yang terpasang dalam Komputer.

b. Interpreter dan comlier

  Pemakai sistem informasiBiasanya para pemakai merupakan orang yang hanya akan menggunakan sistem informasi yang telah di kembangkan (end user) mereka menentukan.yaitu, masalah yang harus dipecahkan, kesempatan yang harus diambil, kebutuhan yang harus dipenuhi, batasan-batasanbisnis yang harus termuatdalam sistem informasi. Database dan Sistem Manajemen Database Sistem database merupakan sistem pencatatan dengan menggunakan komputer yang memiliki tujuan untuk memelihara informasi agar selalu siap padasaat diperlukan.

1. Media penyimpanan data berurutan – melalui media ini recordrecord data

  Media penyimpanan secara langsung – memungkinkan pemakai (user) membaca data dalam urutan yang dibutuhkan tanpa perlu memperhatikan urutan penyusunan secara physic dari media penyimpanan data tersebut. Organisasi data pada database tradisionalMemiliki tujuan agar sistem informasi secara efektif memberikan informasi yang akurat, relevan, tepat waktu dan lengkap.

2. Organisasi database modern

  Model network – model data yang menggambarkan hubungan antara data berdasarkan kepentingannya. Model relasi – model data yang disusun berdasarkan pada hubungan antar dua entitas/ organisasi.

6. Teknologi Jaringan Komunikasi

  Jaringan komunikasi atau network adalah penggunaan media elektronik atau cahaya untuk memindahkan data atau informasi dari satu lokasi ke satu ataubeberapa lokasi lain yang berbeda. Komponen-komponen dan fungsi dari sistem telekomunikasi c.

1. Star network

  Atau bias juga di bilang kalau WAN adalah kumpulan dari beberapa LAN yang terhubungsecara On-line melalui moden atau internet. SPT (Siklus Pengolahan Transaksi) Sistem informasi akuntansi (SIA) pada dasarnya merupakan integrasi dari berbagai sistem pengolahan tansaksi (SPT) atau sub SIA, karena setiap Berdasarkan komponen-komponen yang diuraikan diatas maka dalam penelitian ini penulis menggunakannya sebagai dimensi dan indikator SistemInformasi Akuntansi.

2.1.3 Pengendalian Internal

2.1.3.1 Pengertian Pengendalian Internal

Pengertian pengendalian internal Menurut Mulyadi (1993:165) dalam TiolinaEvi (2009) mendefinisikan bahwa: “Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran- ukuran yang dikoordinasi untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecekketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen”. Sedangkan pengertian pengendalian internal menurut Committee of Sponsoring Organization of the Tread way Commission (Sawyer, 2005: 144) adalah “Pengendalian intern adalah suatu proses, yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lainnya dalam suatu entitas, yangdirancang untuk memberikan keyakinan memadai guna mencapai tujuan- tujuan seperti, kendalan pelaporan keuangan, menjaga kekayaan dan catatanorganisasi, kepatuhan terhadap hukum dan peraturan, efektivitas dan efisiensi operasi”.

2.1.3.2 Komponen-komponen Pengendalian Internal

  Aktivitas-aktivitas ini meliputi persetujuan,tanggung jawab dan kewenangan, pemisahan tugas, pendokumentasian, rekonsiliasi, karyawan yang kompeten dan jujur, pemeriksaaan internal dan 4. Informasi dan Komunikasi (Information ang communication) Pengawasan merupakan evaluasi rasional yang dinamis atas informasi yang diberikan pada komunikasi informasi untuk tujuan manajemen kontrol.

2.1.4 Keterkaitan Antar Variabel Penelitian

2.1.4.1 Keterkaitan Budaya Organisasi dengan Sistem Informasi Akuntansi

  Mahdi Salehi dan Abdoreza Abdipour (2011) menyatakan bahwa BudayaOrganisasi berpengaruh pada Sistem Informasi Akuntansi, yaitu sebagai berikut: “It means that Organizational Culture is one of the affecting barriers in failure of implementing Accounting Information System in companies locatedin stock exchange. It means that there is meaningful relation between Organizational Culture and implementation of Accounting Information Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa Budaya Organisasi memiliki pengaruh terhadap Sistem Informasi Akuntansi.

2.1.4.2 Keterkaitan Sistem Informasi Akuntansi dengan Pengendalian Internal

  Siti Kurnia (2010:235) menyatakan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh pada Pengendalian Internal, yaitu sebagai berikut:“Kualitas informasi yang dihasilkan oleh sistem berdampak kemampuan manajemen untuk mengambil keputusan semestinya dalam mengelola danmengendalikan aktivitas entitas dan untuk menyusun laporan keuangan yang andal”. Sedangkan menurut Azhar Sutanto (2002:21) menyatakan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh pada Pengendalian Internal, yaitu sebagai berikut:“Sistem informasi akuntansi merupakan aset yang terlindungi, terintegrasi dan mendorong pencapaiannya tujuan organisasi secara efektif dan efisienmaka sistem informasi akuntansi tersebut perlu ada pengendalian internal”.

2.2 Kerangka Pemikiran

  Budaya organisasi merupakankerangka kognitif yang terdiri dari sikap-sikap, nilai-nilai, norma-norma yang berlaku, dan ekspektasi yang diberikan oleh anggota organisasi, sebuah kumpulandari asumsi-asumsi dasar yang diberikan oleh anggota suatu. Kemudian dijelaskan bahwa sistem informasi suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung kegiatanoperasi sehari–hari, bersifat manajerial dan kegiatan suatu organisasi dan menyediakan pihak – pihak tertentu dengan laporan–laporan yang diperlukan.

2.3 Hipotesis

  Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah Budaya Organisasi berpengaruh terhadap Pengendalian Internal denganSistem Informasi Akuntansi sebagai variabel Intervening. Berdasarkan pada kerangka berpikir di atas maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut : Hipotesis 1: Terdapat pengaruh antara Budaya Organisasi terhadap Sistem Informasi Akuntansi pada KPP di Kanwil Jawa Barat I.

BAB II I OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  Pengertian dari objek penelitian menurut Sugiyono (2011:32) adalah sebagai berikut :“Objek penelitian merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan”. Data yang dibutuhkan adalah data yang sesuai dengan masalahmasalah yang ada dan sesuai dengan tujuan penelitian, sehingga data tersebut akan dikumpulkan, dianalisis dan diproses lebih lajut sesuai dengan teori-teori yang telahdipelajari, jadi dari data tersebut akan ditarik kesimpulan.

3.2.1 Desain Penelitian

  Menurut Husein Umar (1999:36) Penelitian Eksplanatori (explanatory research) adalah : “Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabelmempengaruhi variabel lainnya.” Cross section menurut Sugiyono (2011:87) adalah sebagai berikut : “Data yang dikumpulkan pada waktu (satu kurun waktu) dan tempat tertentu saja.”Desain penelitian menurut Moh. Konsep dan teori yang relevan dan penemuan yang relevanUntuk menjawab rumusan masalah yang sifatnya sementara (berhipotesis), maka peneliti mengkaji teori-teori yang relevan dengan masalah.

3.2.2 Operasionalisasi Variabel

  Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator, serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga pengujianhipotesis dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar sesuai dengan judul penelitian mengenai Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Pengendalian internaldengan Sistem Informasi Akuntansi sebagai variable Interveing dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh melalui pengukuran variabel –variabel penelitian. Pengendalian Internal (Z)Agar penelitian ini dapat di laksanakan sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dipahami berbagai unsur-unsur yang menjadi dasar dari suatu penelitian ilmiahyang termuat dalam operasionalisasi variabel penelitian sebagai berikut: Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel No.

3.2.3 Sumber dan Teknik Penentuan Data

  Pengumpulan data primer dalam penelitian ini melalui cara menyebarkan kuesioner dan melakukan wawancara secara langsung dengan pihak-pihak yangberhubungan dengan penelitian yang dilakukan, dalam hal ini petugas pajak pada seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI) pada Kantor Pelayanan Pajak di KanwilJawa Barat I. Berdasarkan populasi penelitian di seksi Pengolahan Data dan Informasi (PDI) pada Kantor Pelayanan Pajak di Kanwil Jawa Barat I yang berjumlah 26 orang dan teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sampeling Jenuh,maka jumlah responden dalam menelitian ini adalah 26 orang.

3.2.4 Prosedur Pengumpulan Data

  Kuesioner, teknik kuesioner yang penulis gunakan adalah kuesioner tertutup, suatu cara pengumpulan data dengan memberikan ataumenyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dan yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah Pegawai Pajak seksi PengolahanData dan Informasi, dengan harapan mereka dapat memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Studi kepustakaan ini bertujuan untuk memperoleh sebanyak mungkin teori yang diharapkan akan dapat menunjang data yang Sebelum kuesioner digunakan untuk pengumpulan data yang sebenarnya, terlebih dahulu dilakukan uji coba kepada responden yang memiliki karakteristikyang sama dengan karakteristik populasi penelitian.

3.2.4.1 Uji Validitas

  Berdasarkan definisi diatas, maka validitas dapat diartikan sebagai suatu karakteristik dari ukuran terkait dengan tingkat pengukuran sebuah alat test(kuesioner) dalam mengukur secara benar apa yang diinginkan peneliti untuk diukur. Pengujian validitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat ukur yang dirancang dalam bentuk kuesioner benar-benar dapat menjalankan fungsinya.

3.2.4.2 Uji Reliabilitas

  Metode ini menghitung reliabilitas dengan cara memberikan tes pada sejumlah subyek dan kemudian hasil tes tersebut dibagi menjadi dua bagian yang Ґb d. Hitung angka reliabilitas untuk keseluruhan item dengan menggunakan rumus sebagai berikut :Ґb = Ґ Tabel 3.4 Standar Penilaian Untuk Reliabiltas ReliabilityGood 0,80 Acceptable 0,70Marginal 0,60 Poor 0,50 Sumber: Barker et al, (2002 : 70) Seperti yang dikemukakan Barker et al (2002 :70) sekumpulan butir pernyataan yang mengukur variabel dapat diterima jika memilki koefisien reliabilitaslebih besar atau sama dengan 0,70.

3.2.4.3. Pembobotan Nilai yang Diperoleh

  Karena penelitian ini menggunakan data ordinal seperti dijelaskan dalam operasionalisasi variabel sebelumnya, maka semua data ordinal yang terkumpulterlebih dahulu akan ditransformasi menjadi skala interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (Harun Al Rasyid, 1994:131). Menentukan nilai interval rata-rata untuk setiap pilihan jawaban melalui persamaan berikut:(Dencity at Lower Limit) – (Dencity at Upper Limit) Scale Value =(Area BelowUpper Limit) – (Area Bellow Lower Limit) Umi Narimawati (2010:47)Data penelitian yang sudah berskala interval selanjutnya akan ditentukan pasangan data variabel independen dengan variabel dependen serta ditentukanpersamaan yang berlaku untuk pasangan-pasangan tersebut.

3.2.5 Metode Analisis

3.2.5.1 Analisis Data Deskriptif

  Penelitian Deskriptif adalah jenis penelitian yang menggambarkan apa yang 1. Setiap indikator yang dinilai oleh responden, diklasifikasikan dalam lima alternative jawaban dengan menggunakan skala ordinal yang menggambarkanperingkat jawaban.

3.2.5.2 Analisis Data Verifikatif

  Analisis Jalur (Path Analysis) Analisis jalur mengkaji hubungan sebab akibat yang bersifat struktural dari variabel independen terhadap variabel dependen dengan mempertimbangkanketerkaitan antar variabel independen (Umi Narimawati:2010,48). Model analisis jalur adalah sebagai berikut : Budaya Sistem Informasi PengendalianOrganisasi Akuntansi Intern (X) (Y) (Z)Keterangan :Z = Pengendalian InternalY = Sistem Informasi AkuntansiX = Budaya Organisasi 2.

3. Analisis Determinasi

  Persentase peranan semua variable bebas atas nilai variable bebas ditunjukkan oleh besarnya koefisien determinasi ( ). Semakin besar nilainya maka menunjukkanbahwa persamaan regresi yang dihasilkan baik untuk mengestimasi variable terikat.

3.2.5.3 Pengujian Hipotesis

  Pengujian dengan Uji t (Uji Parsial) ini dilakukan untukmengetahui pengaruh Budaya Organisasi terhadap Pengendalian Internal denganSistem Informasi Akuntansi sebagai variable Intervening. Menentukan Hipotesis a) Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Sistem Informasi AkuntansiHo= Tidak ada pengaruh signifikan antara variabel X terhadap variabel YHa= Ada pengaruh signifikan antara variabel X terhadap variable Y b) Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi terhadap Pengendalian InternalHo= Tidak ada pengaruh signifikan antara variabel Y terhadap variabel ZHa= Ada pengaruh signifikan antara variabel Y terhadap variable Z 2.

b) Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak

  Kegunaan Akademis Penelitian ini diharapkan dapat memberikanSesuai dengan latar belakang penelitian yang wawasan, informasi, dan pengetahuan tentangdikemukakan diatas, maka penulis mencoba pengaruh budaya organisasi terhadap pengendalianmerumuskan masalah yang akan dibahas dalam internal dengan sistem informasi akuntansi sebagaipenelitian ini adalah sebagai berikut : variabel intervening. Bagi Peneliti Lain data dan informasi yang terkait dengan pengaruhKegunaan penelitian ini bagi peneliti selanjutnya budaya organisasi terhadap pengendalian internaladalah sebagai bahan informasi dan kajian untuk dengan sistem informasi akuntansi sebagai variabelpenelitian selanjutnya pada bidang yang sama yaitu intervening di KPP Kanwil Jawa Barat I.akuntansi perpajakan.

III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

  Menurut Sugiyono (2011:32) menyatakan bahwa :“Objek penelitian merupakan suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yangmempunyai variabel tertentu yang ditetapkan untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.” Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa objek penelitian digunakan untuk 3.2 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan cara yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data penelitiannya. Sumber masalah Pengumpulan data primer dalam penelitian ini melalui cara menyebarkan kuesioner dan melakukanwawancara secara langsung dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan, dalamhal ini petugas pajak pada seksi Pengolahan Data danInformasi (PDI) pada Kantor Pelayanan Pajak di Kanwil Jawa Barat I.

3.2.5 Metode Analisis dan Perancangan Hipotesis

IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1.1 Hasil Penelitian

Penelitian akan dijabarkan berdasarkan hasil wawancara, dokumentasi dan untuk yang berkaitandengan variabel penelitian menggunakan kuesioner sebagai data primer.

1. Analisis Deskriptif (Hasil Responden)

  Jadi dari hasil penelitian ini diketahui bahwa budaya organisasi memberikan pengaruh sebesar 2) Menghitung Koefisien Determinasi Koefisien jalur adalah bobot pengaruh langsung variabel budaya organisasi terhadap sistem informasiakuntansi pada Kantor Pelayanan Pajak di Kanwil Jawa Barat I. Nilai standardized coefficients sebesar 0,871 pada 1) Menghitung Koefisien Jalur Pada sub struktur yang pertama variabel budaya organisasi berperan sebagai variabel independen(eksogenus variabel) dan sistem informasi akuntansi sebagai variabel dependen (endogenus variabel).

2. Analisis Verifikatif

A. Analisis Korelasi

  Perlu dibuat suatu kebijakan dengan lebih ditegaskannya sanksiyang diberikan kepada pegawai yang melanggar agar timbul efek jera dan membuat pegawai enggan untukmelanggar peraturan kemudian diperlukan sebuah sistem database modern sebagai support sisteminformasi akuntansi yang membantu dalam membuat keputusan yang lebih baik. Sebaiknya Kantor Pelayanan Pajak melakukan penaksiran atas laporan penerimaan pajak sebagaibagian dari output MPN apakah telah sesuai dengan data sebenarnya dan adanya sosialisasi penggunaanaplikasi sistem informasi akuntansi dalam aktifitas kerja agar informasi dapat diakses dengan cepat dantidak menghambat pengambilan keputusan agar proses pengendalian lebih optimal.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

  Berdasarkan rumusan masalah, pengembangan hipotesis atas dasar teori-teori yang berhubungan, sertahasil analisis yang telah dibahas sebagaimana telah disajikan pada bab-bab sebelumnya, penulis menarikkesimpulan sekaligus memberikan saran sebagai berikut 1. Hal ini terjadi karena kualitas budaya organisasi belummencapai tingkat ideal yang diharapkan dan menunjukkan bahwa kualitas sistem informasiakuntansi dipengaruhi oleh budaya organisasi.

5.1 Kesimpulan

  Sistem Informasi Akuntansi yang berkualitas atau baik akan membuat tingkat Pengendalian Internalpada Kantor Pelayanan Pajak di Kanwil Jabar I optimal. Terutama kualitas pada hardware, software, database, jaringankomunikasi, dan sistem pengolahan transaksi berbentuk MPN pada Kantor Pelayanan PajakKanwil Jawa Barat I agar lebih baik.

Dokumen baru

Tags

Dokumen yang terkait

Pengaruh komitmen organisasi dan komitmen profesional terhadap kepuasan kerja akutan publik dengan sikap perubahan sebagai variabel intervening : studi empiris pada kantor akuntan publik di dki jakarta
0
9
181
Pengaruh penerapan audit sistem informasi terhadap kinerja auditor dengan teknologi informasi sebagai variabel intervening
0
12
140
Pengaruh efektivitas penggunaan dan kepercayaan atas teknologi sistem informasi akuntansi terhadap kinerja auditor internal : studi pada auditor di Jakarta
1
24
121
Pengaruh penagihan pajak dan kepatuhan wajib pajak terhadap penerimaan pajak : (studi kasus pada KPP Kanwil Jawa Barat I)
6
55
102
Pengaruh internal audit dan sistem informasi akuntansi terhadap pengendalian internal : (studi kasus pada Bank BUMN di Wilayah Bandung yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
1
14
65
Pengaruh struktur organisasi dan budaya organisasi terhadap sistem informasi akuntansi : (survei pada KPP di lingkungan Kanwil Jawa Barat I)
2
15
52
Pengaruh struktur organisasi dan sistem informasi manajemen terhadap pengambilan keputusan manajemen (survey pada 10 KPP Kanwil Jawa Barat I)
10
103
114
Pengaruh budaya organisasi terhadap pengendalian internal dengan sistem informasi akuntansi sebagai variabel intervening : (survey pada KPP di Kanwil Jawa Barat I)
1
13
96
Pengaruh stuktur organisasi terhadap sistem informasi akuntansi dan implikasinya pada kualitas informasi : (survey pada 10 KPP Kanwil Jawa Barat I)
2
15
67
Pengaruh kemampuan pengguna terhadap sistem informasi akuntansi dan impikasinya pada kualitas informasi : (survey pada KPP di Kanwil Jawa Barat I)
0
5
1
Pengaruh budaya organisasi terhadap sistem nformasi akuntansi dan implikasinya pada pengendalian internal (survey pada 10 KPP Bandung Kanwil Jawa Barat I0
0
2
1
Pengaruh partisipasi pengguna terhadap kualitas sistem informasi akuntansi dan implikasinya ke pengendalian intern : (survey pada kantor pelayanan pajak di lingkungan Jawa Barat I)
0
5
1
Tinjauan terhadap sistem akuntansi atas pengendalian utang usaha pada PT.PLN (persero) Distribusi Jawa Barat
0
5
1
Pengaruh sistem informasi akuntansi dan audit sistem informasi terhadap pengendalian internal :(studi kasus pada PT.Telkom, tbk)
33
196
107
Pengaruh sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak dan implikasinya pada penerimaan pajak (survey pada KPP Pratama di Kanwil Jabar I)
11
41
52
Show more