Feedback

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Informasi dokumen
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sirosis hati merupakan suatu kondisi dimana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Selsel hati menjadi rusak dan mati sehingga secara bertahap hati akan kehilangan fungsinya. Istilah sirosis diberikan pertama kali oleh Laennec tahun 1819, yang berasal dari kata kirrhos yang berarti kuning oranye (orange yellow), karena terjadinya perubahan warna pada nodul-nodul hati yang terbentuk. Tapi pada akhirnya tidak diartikan sebagai pengerasan (Lindseth, 2006). Secara anatomis sirosis hati ialah terjadinya fibrosis yang sudah meluas dengan terbentuknya nodul-nodul pada semua bagian hati, dan terjadinya fibrosis tidak hanya pada lobus saja. Menurut Gall, sirosis ialah penyakit hati kronis dimana terjadi kerusakan sel hati yang terus menerus dan terjadi regenerasi noduler serta poliferasi jaringan ikat yang difus untuk menahan terjadinya nekrose parenkhim atau timbulnya inflamasi (Sherlock, 2002). Di Amerika Serikat terdapat 35.000 kematian per tahun akibat sirosis dan penyakit hati lain. Sirosis bertanggung jawab terhadap 1,2% seluruh kematian yang terjadi di Amerika Serikat dan juga merupakan penyebab kematian utama yang kesembilan di Amerika Serikat. Banyak pasien yang meninggal pada dekade keempat atau kelima kehidupan mereka akibat penyakit ini (Kusumobroto, 2007). Kematian akibat sirosis telah meningkat dari 6 per 100.000 penduduk pada tahun 1993 menjadi 12,7 per 100.000 penduduk di tahun 2000. Sekitar 4% dari populasi umum memiliki fungsi hati yang abnormal atau memiliki penyakit hati. Dan sekitar 10-20% dari mereka menderita tiga penyakit hati kronis (penyakit non alkohol lemak hati, penyakit hati alkoholik, dan hepatitis C kronis) serta sirosis makin berkembang selama 10-20 tahun (Moore & Aithal, 2006). Di Indonesia sendiri prevalensi sirosis hati belum ada, hanya ada laporan dari beberapa pusat pendidikan saja. Di RS Sardjito Yogyakarta jumlah pasien yang dirawat di bagian Penyakit Dalam dalam kurun waktu 1 tahun berkisar 4,1%, di 1 2 Medan dalam kurun waktu 4 tahun dijumpai 819 (4%) dari seluruh pasien di bagian Penyakit Dalam (Nurjanah, 2009). Manifestasi klinis dari sirosis hati diantaranya adalah hipertensi portal, GI (Gastro Intestinal) bleeding, asites, Spontaneous Bacterial Peritonitis (SBP), hepatorenal syndrome, dan ensefalophaty hepatic. Dari banyaknya manifestasi klinis dari sirosis hati, untuk asites sendiri awalnya berasal dari hipertensi portal. Biasanya hubungan antara hipertensi portal yang diperoleh dari frekuensi dan banyaknya komplikasi, menggambarkan sebab awal dari kematian pada pasien sirosis hepatis dengan asites. Yang dimaksud dengan hipertensi portal sendiri adalah peningkatan tekanan di vena porta. Tekanan vena porta normal adalah 3 mmHg. Pada hipertensi portal, darah yang dalam keadaan normal mengalir ke hati melalui vena porta, mulai melewatkan hati untuk mencari rute-rute alternatif dengan resistensi yang lebih rendah. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya pembuluh-pembuluh kolateral dari vena porta. Selain itu, sirkulasi kolateral yang terbentuk sering tidak dapat menangani peningkatan aliran darah sehingga terbentuklah third spacing. Third spacing terjadi ketika terlalu banyak cairan yang berpindah dari intravascular ke dalam interstitial. Sehingga terjadi pengisian cairan pada rongga ketiga atau pada rongga lain yang berada disekitarnya. Third spacing mengacu kepada cairan, terutama air yang difiltrasi dari plasma, yang tertimbun di bagian-bagian tubuh selain di dalam sel atau di sistem vaskular. Salah satunya akan terbentuk asites (Berzigotti et al., 2013). Hampir 85% dari semua kasus asites, secara umum disebabkan oleh sirosis hepatik (Richert et al., 2009). Asites adalah keadaan patologis berupa terkumpulnya cairan dalam rongga peritoneal abdomen. Asites biasanya merupakan tanda dari proses penyakit kronis yang mungkin sebelumnya bersifat subklinis. Asites secara klinis dikelompokkan menjadi eksudatif dan transudatif. Asites eksudatif memiliki kandungan protein tinggi dan terjadi pada peradangan (biasanya infektif, misalnya TB) atau proses keganasan. Asites transudatif terjadi pada sirosis akibat hipertensi portal dan perubahan bersihan (clearance) natrium ginjal. Kontriksi perikardium dan sindrom nefrotik juga bisa menyebabkan asites transudatif (Davey, 2006). Penimbunan cairan asites merupakan suatu patofisiologis yang kompleks dengan 3 melibatkan berbagai faktor dan mekanisme pembentuknya, yaitu berdasarkan teori Under Filling, teori Over Flow, dan teori Vasodilatasi arteri perifer (Akil, 2007). Untuk memperbaiki kondisi asites dan menekan komplikasi asites agar tidak menimbulkan komplikasi lain yaitu dengan cara melakukan manajemen terapi dengan melakukan diet natrium, pemberian diuretik serta pemberian albumin. Penggunaan diuretik untuk pengobatan asites digunakan sejak tahun 1940. Banyak macam diuretik telah dievaluasi selama bertahun-tahun tetapi dalam praktek di Inggris hanya terbatas pada spironolakton, amilorid, furosemid, dan bumetadin. Dalam pemilihan diuretik pada pengobatan awal asites karena sirosis yaitu menggunakan spironolakton. Spironolakton adalah antagonis aldosteron yang bertindak terutama pada tubulus distal untuk meningkatkan natriuresis dan hemat kalium. Apabila dengan dosis maksimal diuresisnya belum tercapai maka dapat dikombinasikan dengan furosemid (Moore & Aithal, 2006). Kebanyakan pasien dengan penyakit hati tingkat lanjut memiliki kadar aldosteron tinggi dalam sirkulasinya. Peningkatan tekanan portal, asites, penurunan volume intravaskuler, dan berkurangnya perfusi ginjal dapat menyebabkan terjadinya aktivasi Renin Angiotensin Aldosterone System (RAAS). Pedoman (American Association for the Study of Liver Diseases) AASLD menganjurkan untuk menggunakan spironolakton sebagai diuretik awal pilihan pertama untuk asites (Tasnif & Hebert, 2011). Spironolakton harus diberikan diawal terapi diuretik dengan dosis 100mg per hari dan pemberian dosis selanjutnya selisih 100mg tiap 7 hari sampai 400mg per hari. Dosis diuretik harus disesuaikan untuk mencapai pengurangan berat badan 0,5kg per hari pada pasien tanpa pembengkakan di kaki dan sekitar 1,0kg per hari pada pasien dengan pembengkakan di kaki. Dosis tinggi diuretik pada pasien tanpa pembengkakan di kaki dapat mengakibatkan komplikasi serta hiponatremi atau azotemia. Telah dikemukakan bahwa untuk pasien dengan asites ringan sampai moderat yang hadir untuk pertama kalinya, rejimen yang disebutkan di atas harus diikuti, tapi untuk pasien dengan asites resisten atau asites berulang, kombinasi dari spironolakton dan furosemid (100mg dan 40mg) harus dimulai sejak awal. Kelebihan dari spironolakton adalah spironolakton merupakan diuretik yang hemat kalium sehingga dapat mengurangi terjadinya hipokalemia, tetapi 4 spironolakton juga memiliki kekurangan yaitu jika tidak dikombinasikan dengan furosemid yang merupakan diuretik kuat tidak bisa mencapai pengurangan volume cairan asites dengan cepat, serta harus hati-hati akan terjadinya hiperkalemi. Diuretik dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit, furosemid dapat menyebabkan hipokalemia, spironolakton dapat menginduksi hiperkalemia karena efek hemat kaliumnya, dan kedua diuretik tersebut dapat menyebabkan hiponatremia. Oleh karena itu, furosemid harus dihentikan jika kalium serum < 3mmol/L, dan spironolakton harus dihentikan jika kalium serum > 6mmol/L. Jika natrium serum < 120mmol/L, tidak ada diuretik yang harus diberikan. Diuretik juga harus dihentikan jika ada komplikasi diinduksi diuretik lain seperti gagal ginjal, memburuknya ensefalopati hepatik, atau kram otot yang parah (Madan & Mehta, 2011). Berdasarkan data di atas, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan spironolakton pada pasien sirosis dengan asites, sehingga dapat mencapai efek terapetik yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di RSU Dr. Saiful Anwar karena rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit umum yang sudah diakui pemerintah, terakreditasi dan RSU rujukan terbanyak di kota Malang. 1.2 Rumusan Masalah Bagaimana profil penggunaan spironolakton pada pasien sirosis dengan asites di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang? 1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum Mengetahui profil penggunaan obat pada pasien sirosis hati dengan asites untuk mendapatkan profil pengobatan yang rasional dan efektif. 1.3.2 Tujuan Khusus 1) Mengetahui dan mengidentifikasi profil penggunaan spironolakton pada pasien sirosis hati dengan asites di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. 5 2) Mengkaji hubungan terapi spironolakton terkait dosis yang diberikan, rute pemberian, frekuensi pemberian, interval pemberian, dan lama pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. 1.4 Manfaat Penelitian 1.4.1 Bagi Pasien 1) Membantu mengetahui pengelolaan sikap dan perilaku penderita dalam penyakitnya menjadi lebih baik agar diperoleh efek terapi yang diinginkan. 1.4.2 Bagi Peneliti 1) Mengetahui penatalaksanaan tentang farmakologi pada pasien sirosis hati dengan asites sehingga farmasis dapat memberikan asuhan kefarmasian dan bekerjasama dengan profesi kesehatan lain. 2) Melalui penelitian ini, hasilnya dapat menjadi sumber informasi kepada para praktisi kesehatan dan masyarakat umum serta dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan variabel yang berbeda. 1.4.3 Bagi Rumah Sakit 1) Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan baik bagi klinis maupun farmasis terutama pada pelayanan farmasi klinik dan merekomendasikan penggunaan obat di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. 2) Diharapkan dapat memberikan gambaran tentang profil pengobatan spironolakton pada pasien sirosis hati dengan asites sehingga tercapai terapi yang aman dan efektif. 1.4.4 Bagi Institusi Pendidikan 1) Sebagai dokumentasi atau referensi dalam penggunaan spironolakton bagi pasien sirosis hati dengan asites. SKRIPSI IVONE SATRIANING HERDIRIANTI STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2014 i Lembar Pengesahan STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) SKRIPSI Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang 2014 Oleh: IVONE SATRIANING HERDIRIANTI 201010410311105 Disetujui oleh: Pembimbing I Pembimbing II Drs. Didik Hasmono, M. S., Apt. Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp. FRS NIP 195809111986011001 NIP 114.0704.0450 ii Lembar Pengujian STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) SKRIPSI Telah diuji dan dipertahankan didepan tim penguji pada tanggal 14 Juni 2014 Oleh: IVONE SATRIANING HERDIRIANTI 201010410311105 Tim Penguji Penguji I Penguji II Drs. Didik Hasmono.,M.S.,Apt. Dra. Lilik Yusetyani.,Apt.,Sp.FRS NIP 195809111986011001 NIP 114.0704.0450 Penguji III Penguji IV Hidajah Rachmawati, S.Si.,Apt.,Sp.FRS NIDN 0713127102 iii Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc.,Apt. NIDN 0727118602 KATA PENGANTAR Bismillahirrohmanirrohim Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh Puji syukur tercurahkan kepada Allah SWT, Tuhan semesta alam karena berkat, rahmad dan ridhonya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang). Skripsi ini diajukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam penyusunan skripsi ini penulis tidak terlepas dari peranan pembimbing dan bantuan dari seluruh pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada: 1. Allah SWT, Tuhan semesta alam yang memberikan rahmat, hidayah, serta nikmatNya kepada umatNya, Rosulullah SAW yang sudah menuntun kita menuju jalan yang lurus. 2. Bapak Yoyok Bekti P, M. Kep., Sp. Kom., selaku Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan serta Ibu Nailis Syifa’, S. Farm., M. Sc., Apt., selaku Ketua Program Studi Farmasi UMM yang telah memberi motivasi dan kesempatan penulis belajar di Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang. 3. dr Budi Rahayu MPH selaku Direktur RSU Dr. Saiful Anwar Malang beserta jajarannya serta staf pengawai RMK yang telah memberikan kesempatan pada penulis untuk melakukan penelitian. 4. Bapak Drs. Didik Hasmono,M.S.,Apt., dan ibu Dra. Lilik Yusetyani, Apt., Sp. FRS, selaku Dosen Pembimbing I dan II, Ibu Hidajah Rachmawati, S.Si., Apt., Sp. FRS selaku dosen wali dan penguji I serta ibu Nailis Syifa’, S.Farm., M.Sc.,Apt., selaku Dosen Penguji II, terimakasih atas waktunya untuk membimbing dan memberi pengarahan pada skripsi ini. 5. Untuk semua Dosen serta anggota Tata Usaha Farmasi Universitas Muhamadiyah Malang terimakasih untuk ilmunya, serta kepada Ibu Sendy iv Lia Yunita, S. Farm., Apt., selaku Dosen penanggung jawab skripsi yang telah membantu menyelesaikan persyaratan ujian skripsi. 6. Papa Purwanto, Mama Sri Hardiyah, dan adek Helmy tercinta, yang tiada hentinya memotivasi dalam segala hal, dengan sabar mendoakan untuk kebaikan dan kesuksesan, serta selalu berusaha mengajarkan pantang menyerah dan selalu bersyukur. Terima kasih banyak atas didikan dan kerja keras agar bahagia serta mendapatkan ilmu yang bemanfaat. 7. Sahabat seperjuangan sirosisku Titin Ghemuol, Esty Icee, Mbak Destry, Hilma Bebe, Lilis, Enis, Yuni, dan Isty. Sahabat yg jadi saudaraku Titin Ghemuol, Bunda Febrina, Esty Ichee, Mifta, Uyunk, Raisa, Yesha, Bebe, Dinar, dan Laras, terima kasih atas kebersamaan, bantuan, motivasi, semangat serta kerja samanya sehingga skripsi ini dapat terwujud. 8. Lek Tanti, Om Dedy, Dek Alvien, dan Dek Alex, terima kasih atas kesempatan menjadi bagian keluarga Kertoraharjo 67 Malang. 9. My Future Tom Mulyadi, terima kasih buat motivasi, semangat, bantuan, waktu, doa, kesabaran, dan kasih sayangnya sehingga skripsi ini dapat selesai tepat waktu. 10. Untuk teman-teman Farmasi UMM 2010 dan semua pihak yang belum disebutkan namanya, penulis mohon maaf dan terimakasih yang sebesarbesarnya. Semua keberhasilan ini tak luput dari bantuan dan doa yang telah kalian semua berikan. Penulis tidak mampu membalas jasa yang telah diberikan. Semoga amal baik semua pihak mendapat imbalan dari Allah SWT. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kebaikan skripsi ini. Semoga penulisan skripsi ini dapat berguna bagi penelitian berikutnya. Amiin. Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Malang, 14 Juni 2014 Penyusun, (Ivone Satrianing Herdirianti) v RINGKASAN STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang) Sirosis hati merupakan suatu kondisi dimana jaringan hati yang normal digantikan oleh jaringan parut (fibrosis) yang terbentuk melalui proses bertahap. Jaringan parut ini mempengaruhi struktur normal dan regenerasi sel-sel hati. Selsel hati menjadi rusak dan mati sehingga secara bertahap hati akan kehilangan fungsinya. Kematian akibat sirosis telah meningkat dari 6 per 100.000 penduduk pada tahun 1993 menjadi 12,7 per 100.000 penduduk di tahun 2000. Hampir 85% sirosis hepatik menyebabkan asites. Asites adalah keadaan patologis berupa terkumpulnya cairan dalam rongga peritoneal abdomen. Terapi utama untuk asites yaitu menggunakan diuretik. Diuretik yang disarankan untuk pengobatan awal asites adalah Spironolakton. Jika pemberian Spironolakton tidak dapat mencapai pengurangan cairan asites yang diharapkan, maka ditambahkan dengan Furosemid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengidentifikasi profil penggunaan spironolakton pada pasien sirosis hati dengan asites di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. serta mengkaji hubungan terapi spironolakton terkait dosis yang diberikan, rute pemberian, frekuensi pemberian, interval pemberian, dan lama pemberian yang dikaitkan dengan data klinik di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Cara pengolahan data pada penelitian ini yaitu dengan melakukan rekapitulasi pasien sirosis dengan asites pada Rekam Medik Kesehatan (RMK). Penelitian ini merupakan penelitian observasional. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif yaitu berupa studi retrospektif dengan metode consecutive sampling (pengambilan sampel berdasarkan waktu). Kriteria inklusi meliputi pasien dengan diagnosis sirosis dengan asites di Rumah Sakit Umum Dr.Saiful Anwar Malang, dengan data Rekam Medik Kesehatan (RMK) meliputi data terapi spironolakton dan obat lain yang menyertai periode Januari-Desember 2013. Hasil penelitian ini didapatkan 67 data RMK sebagai populasi, 61 pasien yang mendapatkan terapi spironolakton, dan data yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 52 pasien yaitu 75% pasien laki-laki dan 25% pasien perempuan.pasien laki-laki lebih banyak dari pada perempuan karena bisa dipengaruhi oleh lifestylenya yaitu merokok dan konsumsi alkohol. Penelitian di Italia pada tahun 1985-1999 didapatkan kasus sirosis dengan kelompok usia terbanyak pada 40-65 tahun. Profil terapi pada pasien sirosis hati dengan asites adalah terapi diuretik, beta blocker, antibiotik, antibleeding, laxansia, dan transfusi albumin. Pemberian terapi diuretik pada pasien sirosis dengan asites rawat inap yaitu 6% pengguna spironolakton tunggal, dan 94% pengguna spironolakton kombinasi dengan furosemid Penggunaan spironolakton dilakukan melalui rute oral dengan dosis terbanyak (1x100mg)/po sebanyak 52%. Peran spironolakton sebagai diuretik adalah mengurangi cairan asites yang berada di rongga be high, mean while American Dollar rate and invest has positive proportioned to ward Gross Domestic Product, if the invest is raised and value of American Dollar rate strengthening of Rupiah rate, the Gross Domestic Product value will be as well. Keyword: Gross Domestic Product, Invest, certificate interest of Indonesian Bank and American Dollar rate. vii PENGARUH INVESTASI, TINGKAT SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA DAN KURS DOLLAR AMERIKA TERHADAP PENDAPATAN DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA TAHUN 2000.1 – 2007.I2 P.HARI PRISTIAWAN ILMU EKONOMI, FAKULTAS EKONOMI, UNIVERSITAS JEMBER ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan Pendapatan Domestik Bruto di Indonesia yang dipengaruhi oleh investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi linier berganda yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika terhadap variabel terikat yaitu Produk Domestik Bruto. Analisis data menunjukkan bahwa 78,9% naik turunnya Produk Domestik Bruto dipengaruhi variabel dalam model penelitian sedangkan 21,1% dipengaruhi faktor lain diluar model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi, tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika secara bersama-sama mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia. Secara teori hubungan tingkat suku bunga Sertifikat Bank terhadap Produk Domestik Bruto berbanding negatif, apabila tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia turun maka Produk Domestik Bruto akan naik sedangkan investasi dan kurs Dollar Amerika berbanding positif terhadap Produk Domestik Bruto, apabila investasi meningkat dan kurs Rupiah menguat terhadap Dollar Amerika maka Produk Domestik Bruto akan mengalami kenaikan. Kata Kunci: Produk Domestik Bruto, Investasi, suku bunga Sertifikat Bank Indonesia dan kurs Dollar Amerika. viii KATA PENGANTAR Dengan ucapan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan inayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Pengaruh Investasi, Tingkat Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia dan Kurs Dollar Amerika terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia Tahun 2000.12007.12. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat untuk memeperoleh gelar sarjana (S1) Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Jember.Dalam penulisan skripsi ini penulis telah banyak mendapatkan bantuan dan motivasi dari berbagai pihak, maka selayaknya penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada yang terhormat : 1. Ibu Drs. Sri Utami,SU sebagai Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahannya dalam menyelesaikan skripsi ini. 2. Ibu Dr. Lilis Yuliati, SE, Msi, selaku Dosen Pembimbing II yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan, saran, kritik dan pengarahan dengan penuh kesabaran dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Bapak Dr. M Fathorrazi, SE, M.Si, selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 4. Bapak Drs. P. Edi Suswandi, MP, selaku dosen wali yang telah membantu memberi pengarahan dan bimbingan kepada penulis selama studi. 5. Bapak Prof. Dr. H. Sarwedi, MM, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Jember. 6. Seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta staf karyawan di lingkungan Fakultas Ekonomi Universitas Jember serta Ruang Baca Fakultas Ekonomi dan Perpustakaan Pusat. 7. Ayahku Haryono dan Ibundaku Suryanti terima kasih atas semua kasih sayang, bimbingan dan panjatan doanya yang tak pernah berhenti mengalir. ix 8. Kakakku Riana, Neti, Dewi serta adikku Indah tersayang terima kasih untuk do’a, dukungan, kasih sayang, kerja keras, kesabarannya selama ini. 9. Seluruh teman-teman Jurusan Ilmu Ekonomi dan studi pembangunan kelas A dan kelas B yang tidak dapat disebutkan satu-persatu, terima kasih semuanya. 10. Ustadz Ainur Rofiq sebagai murobbi saya terima kasih sudah mengizinkan menempati Ma’hadnya.Bu Zahra, terima kasih sudah merawat saya dan memperhatikan makan dan minum saya dan memberi kasih sayang layaknya ibu saya sendiri. 11. Teman-teman ma’had adik Amin, mas Very, Lusi, Umyana, Rini, Qorik, Rintis, Mas Eko, Warisman, Ananta serta adik kecil Sibgo, Haqi, Meri keceriaan dan senda-guraumu membuat penulis tersenyum dan seluruh teman-teman taklim di Al-Muslimun dan Nurrahman terima kasih atas dukungannya. 12. Pak Seno, Pak Jono dan Bu Nik yang mempunyai andil dalam membimbing saya. 13. Ucapan terimakasih kepada R.Novi Eka Vitriyana, seseorang yang akan menjadi istri yang saleh yang membantu dakwa penulis, terimakasih atas segala bantuan dan perhatiannya. 14. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Semoga Allah SWT selalu memberikan Hidayah dan Rahmat kepada semua pihak yang telah membantu dengan ikhlas sehingga skripsi ini dapat terselesaikan. Penulis sadar akan keterbatasan dan kurang sempurnanya penulisan skripsi ini, oleh karena itu segala saran dan kritik yang bersifat membangun akan sangat penulis harapkan. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan memberikan tambahan pengetahuan bagi yang membacanya. Jember, 23 Mei 2008 Penulis x DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL . i HALAMAN PERNYATAAN. ii HALAMAN PENGESAHAN. iii HALAMAN PERSETUJUAN . iv HALAMAN PERSEMBAHAN . v HALAMAN MOTTO . vi ABSTRACT . vii ABSTRAK . viii KATA PENGANTAR. ix DAFTAR ISI. xi DAFTAR TABEL . xiii DAFTAR GAMBAR. xiv DAFTAR LAMPIRAN . xv I. PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang Masalah. 1 1.2 Perumusan Masalah . 7 1.3 Tujuan dan Manfaat Penelitian . 7 1.3.1 Tujuan Penelitian . 7 1.3.2 Manfaat Penelitian . 7 II. TINJAUAN PUSTAKA. 8 2.1 Landasan Teori. 8 2.1.1 Pengertian Pendapatan Domestik. 8 a. Teori Keynes . 9 b. Teori Pertumbuhan Ekonomi. 10 2.1.2 Hubungan Investasi dengan Pendapatan Domestik Bruto . 11 a. Pengertian Investasi. 11 xi b. Teori Harrod dan Domar. 11 c. Teori Keynes . 13 2.1.3 Teori Tingkat Suku Bunga. 14 a. Sintesis Klasik dan Keynesian. 14 b. Teori Mark dan Hull. 15 c. Teori Hick . . 16 2.1.4 Hubungan Nilai Tukar Terhadap Produk Domestik Bruto. 17 a. Teori Pertukaran Kurs . . 17 b. Teori Messe dan Regolf . 19 2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya . . 20 2.3 Kerangka 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

STUDI PENGGUNAAN SPIRONOLAKTON PADA PASIEN SIROSIS DENGAN ASITES (Penelitian Di Rumah Sakit Umum Dr. Saiful Anwar Malang)

Gratis