Feedback

OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)

 64  300  23  2017-02-15 11:59:17 Report infringing document
Informasi dokumen
SKRIPSI ERISA ISLAMI OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20) PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2016 ii iii KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokaatuh Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT. atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidyah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berbentuk skripsi ini sesuai dengan waktu yang telah direncanakan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu istiqamah memebantu perjuangan beliau dalam mensyiarkan ajaran Islam dimuka bumi ini. Sehingga tugas akhir yang berjudul “OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)” dapat diselesaikan. Tugas akhir ini merupakan syarat terakhir yang harus ditempuh untuk menyelesaikan pendidikan pada jenjang Stara Satu (S1), pada Jurusan Farmasi, di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam Penulisan skripsi ini tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis, baik berupa moril maupun materil. Oleh karena itu penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada hingganya kepada: 1. Dra.Uswatun Chasanah.,M.Kes.,Apt sebagai Pembimbing I dan Dian Ermawati, M.Farm.,Apt sebagai Pembimbing II yang dengan tulus ikhlas dan penuh kesabaran, membimbing dan memberi dorongan moral maupun materi kepada saya sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 2. Siti Rofida, S.Si., M.Farm.,Apt. dan Engrid Juni Astuti, M.Farm., Apt. sebagai Tim Penguji yang memberikan saran dan kritik yang membangun terhadap skripsi yang telah penulis kerjakan. 3. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, Yoyok Bekti Prasetyo, M.Kep., Sp.Kom., atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti program sarjana. 4. Nailis Syifa, S.Farm., M.Sc., Apt., selaku Ketua Program Studi Farmasi dan dosen wali saya yang senantiasa dengan sabar memberikan bimbingan dan nasehat kepada saya untuk lebih baik lagi dalam menimba ilmu. iv 5. Sovia Aprina Basuki, S.Farm.,M.Si Apt., selaku kepala laboratorium farmasi, yang telah memberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas laboratorium dalam menyelesaikan skripsi ini. 6. Untuk semua Dosen Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah memberikan waktu untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat. 7. Untuk kedua orang tua tercinta Ayahanda ACH SAYADI dan Ibu TARTILA, serta nenek tercinta Mbah Enca terimakasih atas doa yang selalu dipanjatkan untuk kesuksesan anaknya, serta segala bentuk motivasi baik moril maupun materil yang telah diberikan kepada penulis selama menempuh pendidikan sampai di tingkat perguruan tinggi dan menjadi pendengar serta teman curhat yang setia 8. Adik tersayang Siti Rayhana, yang selalu menemani dihari-hari dalam pembuatan skripsi ini, yang selalu mengingatkan agar skripsi ini segera cepat dikerjakan dan diselesaikan. Terimakasih. 9. Untuk M.Nur Hidayah, yang selalu setia memberikan motifasi, dukungan semangat, kasih sayang, dan yang telah memenuhi setiap kebutuhan dan keinginan saya. Sehingga membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. 10. Untuk Mama Endang, Papa Sunarto, yang selalu memotifasi dan memberikan semangat serta telah sabar menunggu kelulusan saya. Terimakasih 11. Hanan, Prima, dan Eci teman seperjuangan dalam penelitian dari awal sampai akhir. Terimakasih atas bantuan, keceriaan,dan semangat selama penyusunan dan penyelesaian skripsi ini. 12. Teman sebimbingan dalam penelitian ini, Dzati, Nafisah dan Akbar terimakasih atas semangat, bantuan dan dukungannya selama ini. 13. Laboran-laboran Laboratorium program studi farmasi dan Laboratorium Biomedik, Mbak Evi, Mbak Bunga, Mbak Susi, Mas Ferdi, Mas Dani, Pak Joko terimakasih atas segala bentuk bantuan dan kerja samanya selama penelitian. 14. Sahabat terbaik dan seperjuangan Wati, Reska, Zelly, Eros, Idha, dan Mbk Iwul, terimakasih atas bantuan & keceriaan kalian dalam segala hal serta motivasinya dan dukungan yang sangat membantu dalam penyelesaian skripsi ini. v 15. Untuk teman- teman Farmasi B 2011 terimakasih atas kebersamaannya, kekompakannya dari awal masuk kuliah hingga selesai, Semoga kita menjadi Apoteker yang bermanfaat bagi sesama. 16. Untuk saudara sepupuku Taufan Nurdiansyah terima kasih atas bantuan, motifasi dan keceriaannya selama di Malang. 17. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan bantuannya, baik moril maupun material. Tentunya sebagai manusia tidak pernah luput dari kesalahan, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun dari semua pihak sangat diharapkan demi penyempurnaan selanjutnya. Akhirnya hanya kepada Allah SWT kita kembalikan semua urusan dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, khususnya bagi penulis dan para pembaca pada umumnya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin Wassalamu’alaikum, warohmatullahi wabarokaatuh Malang, 26-Juli-2016 Penulis, Erisa Islami vi DAFTAR ISI Halaman Judul. Lembar Pengesahan . i Lembar Pengujian . ii Kata Pengantar . iv Ringkasan . vi Abstract . ix Abstrak . x DAFTAR ISI . xii DAFTAR TABEL . xv DAFTAR GAMBAR . xvi DAFTAR LAMPIRAN . xvii DAFTAR SINGKATAN . xviii BAB I PENDAHULUAN . 1 1.1 Latar Belakang . 1 1.2 Rumusan Masalah . 3 1.3 Tujuan Penelitian . 4 1.4 Hipotesis . 4 1.5 Manfaat Penelitian . 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 5 2.1 Tanaman Kemangi (Ocimum sanctum L.). 5 2.1.1 Kemangi (Ocimum Sanctum L.) . 5 2.1.2 Klasifikasi Tanaman Kemangi . 5 2.1.3 Kandungan Kimia Tanaman Kemangi . 6 2.2 Antioksidan . 7 2.2.1 Definisi Antioksidan . 7 2.2.2 Pemakaian Antioksidan . 9 2.2.3 Fungsi Antioksidan pada Proses Penuaan Kulit . 10 2.2.4 Mekanisme Kerja Antioksidan . 11 2.3 Krim. 12 2.3.1 Definisi Krim. 12 2.3.2 Kualitas Dasar Krim . 14 2.3.3 Vanishing Cream . 14 vii 2.4 Emulgator . 15 2.5 Formulasi Basis . 16 2.6 Kulit . 20 2.6.1 Struktur Kulit. 20 2.6.2 Fungsi Kulit . 22 2.7 Evaluasi Sediaan Semisolida.24 2.7.1 Karakteristik Fisik Sediaan . 24 2.7.2 Evaluasi Efektivitas Antioksidan . 24 2.7.3 Spektrofotometri UV-Vis . 26 BAB III KERANGKA KONSEPTUAL . 27 3.1 Uraian Kerangka Konseptual . 27 3.2 Bagan Kerangka Konseptual . 28 BAB IV METODE PENELITIAN . 29 4.1 Rancangan Penelitian. 29 4.2 Variable Penelitian. 29 4.2.1 Variable Bebas . 29 4.2.2 Variable Tergantung . 29 4.3 Definisi Operasional . 29 4.4 Tempat dan Waktu Penelitian . 30 4.4.1 Tempat Penelitian . 30 4.4.2 Waktu Penelitian . 30 4.5 Bahan . 30 4.6 Alat . 30 4.7 Metode Kerja . 30 4.7.1 Persiapan Sampel Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) . 30 4.7.2 Proses Ekstraksi Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) . 30 4.7.3 Pemeriksaan Kualitatif Ekstrak Kental Etanol Daun Kemangi.31 4.7.4 Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kemangi . 31 4.7.4.1 Pembuatan Larutan DPPH 80 ppm .31 4.7.4.2 Pembuatan Larutan Blanko.32 4.7.4.3 Pembuatan Larutan Uji.32 4.7.4.4 Pembuatan Kontrol Positive (Vitamin C).34 4.8 Skema Kerja. 36 viii 4.9 Rancangan Formula . 36 4.9.1 Formula Vanishing Cream . 37 4.9.2 Komposisi Formula Krim Ekstrak Daun Kemangi . 37 4.10 Cara Pembuatan Krim . 38 4.11 Evaluasi Sediaan . 39 4.11.1 Evaluasi Tipe Emulsi . 39 4.11.2 Evaluasi Fisik Sediaan . 39 4.11.3 Total Cemaran Mikroba (SNI 16-2897-1992) . 40 4.11.4 Evaluasi Aseptabilitas Sediaan . 40 4.12 Evaluasi Uji Antioksidan Sediaan Krim Ekstrak Daun Kemangi . 41 4.12.1 Pembuatan Larutan DPPH . 41 4.12.2 Pembuatan Larutan Blanko . 42 4.12.3 Pembuatan Larutan Uji. 42 4.12.4 Pengukuran Absorbansi. 44 4.12.5 Perhitungan Persentase Inhibisi . 44 4.12.6 Perhitungan IC50 . 44 4.13 Analisis Data . 45 BAB V HASIL PENELITIAN .46 5.1 Pemeriksaan kualitatif ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.).46 5.1.1 Pemeriksaan Organoleptis Serbuk Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) . 46 5.1.2 Pemeriksaan Organoleptis Ekstrak Daun Kemangi . 47 5.1.3 Pemeriksaan Senyawa Golongan Flavonoid . 47 5.2 Hasil Uji Karakteristik Fisik dan Kimia Sediaan Krim Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) . 48 5.2.1 Hasil Pemeriksaan Tipe Emulsi . 48 5.2.2 Hasil Pemeriksaan Organoleptis sediaan Krim Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctumL.) . 50 5.2.3 Hasil Pengukuran pH Ekstrak . 50 5.2.4 Hasil Pengukuran pH Sediaan . 51 5.2.5 Hasil Pengukuran Daya Sebar Sediaan . 52 5.2.6 Hasil Pengukuran Viskositas Sediaan . 54 5.3 Hasil Pengamatan Aseptabilitas Sediaan .56 ix 5.4 Hasil Evaluasi Total Cemaran Mikroba (SNI 16-2897-1992) .59 5.5 Hasil Evaluasi Uji Efektivitas Antioksidan.59 5.5.1 Hasil Evaluasi Uji Efektivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kemnagi (Ocimum sanctum L.) . 59 5.5.2 Hasil Evaluasi Uji Efektivitas Antioksidan Krim Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.) . 60 5.5.3 Hasil Evaluasi Uji Efektivitas Antioksidan Vitamin C (Kontrol positif) . 62 BAB VI PEMBAHASAN .63 BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN .69 7.1 Kesimpulan.69 7.2 Saran .70 DAFTAR USTAKA .71 Lampiran .76 x DAFTAR TABEL Tabel Halaman II.1 II.2 Syarat Mutu Pelembab Kulit. Komposisi basis vanishing cream. IV.1 Komposisi Formula Sediaan Vanishing Cream. IV.2 Komposisi Formula Sediaan Krim Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). 37 IV.3 Interpretasi Skor Aseptabilitas. Hasil Pengamatan Organoleptis Sediaan Krim Antioksidan Serbuk Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Hasil Pengukuran pH Sediaan Krim Antioksidan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Hasil Pengukuran Daya Sebar Sedian Krim antioksidan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum L.). Hasil Pengukuran Viskositas Sediaan Krim Antioksidan Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum sanctum kekuasaan melaui media komunikasi dan lain sebagainya. 2.3 Definisi Relasi Kerja Relasi adalah kata yang diartikan sebagai hubungan sedangkan kerja dalam kamus besar bahasa Indonesia didefinisikan sebagai sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Jadi relasi kerja adalah hubungan yang terjalin antara individu maupun kelompok dengan individuindividu yang lain dalam melakukan sesuatu hal yang dilakukan untuk mencari nafkah. Relasi kerja identik dengan pekerja yang melakukan interaksi dengan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 12 pekerja-pekerja lain di dalam wilayah kerja dan membentuk suatu ikatan emosional antar sesamanya dan memiliki satu tujuan yang sama yaitu ingin mencapai kesejahteraan. Di dalam perusahaan ataupun di dalam perkebunan pekerja atau karyawan diklasifikasikan berdasarkan jabatan sesuai dengan pekerjaannya masing-masing, mulai dari karyawan tetap, lepas dan kontrak. Beberapa jenis karyawan tersebut berbaur menjadi satu kesatuan di dalam wilayah kerja dan melakukan interaksi di setiap hari kerjanya dan saling menunjukkan loyalitas dan etos kerja kepada pihak perusahaan ataupun perkebunan. Relasi kerja dibangun atas kesadaran diri dan kebutuhan masing-masing individu. Dalam perkebunan relasi kerja awalnya terbangun antar sesama divisi kerja dan biasanya dijalin antar sesama jabatan. Contohnya, relasi kerja karyawan dimulai dari interaksi yang dilakukan pada penempatan divisi kerja seperti relasi yang terbentuk antar sesama pekerja petik cengkih, pekerja petik kopi ataupun pekerja penyadap getah karet. Untuk perkembangannya akan berurutan ke atas sampai relasi kerja yang terbangun antara karyawan dengan pimpinan divisi atau mandor sehingga di dalam setiap divisi kerja akan tercipta relasi kerja yang berlevel mikro, dan begitu seterusnya sehingga relasi kerja terbentuk dalam cakupan makro atau di seluruh divisi kerja di dalam perkebunan. Relasi kerja merupakan relasi kuasa yang sengaja dibangun oleh pihak perkebunan atau pemegang faktor produksi untuk mengatur dan mengontrol sistem kerja. Sistem kerja yang dimaksud adalah semua aturan yang dibentuk dan dibangun sedemikian rupa oleh pihak perkebunan guna membatasi ruang gerak para karyawan dan imbasnya adalah kepatuhan dan rasa takut. Tujuan inilah yang hendak dicapai dalam relasi kuasa dimana hubungan yang terjalin antar anggota di dalam wilayah kerja mempengaruhi satu sama lain dan mayoritas dari dampak yang dihasilkan adalah berkuasanya pemimpin dan terkuasanya karyawan. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 13 2.4 Kebijakan Perkebunan Sebagai Produksi Kekuasaan Apabila membicarakan tentang produksi kekuasaan di dalam wilayah perkebunan maka kekuasaan akan terlihat dari kebijakan yang diambil. Kebijakan sendiri memiliki pengertian sebagai rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak (tata pemerintahan, organisasi, dan lain sebagainya) atau dapat juga didefinisikan sebagai pernyataan cita-cita, tujuan, prinsip, atau maksud sebagai garis pedoman untuk manajemen dalam usaha mencapai sasaran. Untuk mengetahi lebih jauh tentang produk dari kekuasaan di dalam perkebunan yang dihasilkan oleh berbagai macam kebijakan, patut diketahui beberapa macam kebijakan yang membawa dampak negatif dan positif produksi dari kekuasaan itu sendiri. Kebijakan-kebijakan tersebut diantaranya: 2.4.1 ฀abour Market Flexibility Labour market flexibility atau dalam bahasa Indonesia dapat kita sebut sebagai pasar kerja fleksibel merupakan salah satu kebijakan yang tercipta untuk mengatur urusan ketatatenagakerjaan dalam suatu perusahaan. Sedangkan definisi umum dari labour market flexibility atau pasar kerja fleksibel itu sendiri adalah kebjakan yang memberikan keleluasaan merekrut dan memecat buruh sesuai dengan situasi usaha untuk menghindarkan kerugian. Labour market flexibility atau bisa kita singkat dengan LMF merupakan suatu inovasi kebijakan yang diambil bukan hanya oleh Negara melainkan oleh dunia dengan tujuan meluweskan pengaturan tatatenaga kerja yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan atau dengan kata lain memudahkan dalam mengatur tenaga kerja ataupun buruh di dalam suatu lembaga kerja. Kebijakan LMF sendiri terbentuk untuk dijadikan sebagai suatu strategi baru untuk menekan pengeluaran perusahaan dan memaksimalkan keuntungan Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 14 dari hasil produksi yang didapat dengan memanfaatkan peraturan tenaga kerja kontrak. Pengaturan yang dimaksud adalah mengatur keluar masuknya tenaga kerja kontrak disesuaikan dengan peraturan yang dibentuk oleh perusahaan itu sendiri. Fleksibilitas dalam pasar kerja inilah yang memberikan keleluasaan untuk perusahaan menerapkan sebuah aturan tenaga kerja yang berlaku tidak untuk buruh tetap melainkan untuk karyawan kontrak. Terdapat 4 dimensi fleksibilitas yakni: 1. Perlindungan kesempatan kerja 2. Fleksibilitas upah : pembatasan variasi tingkat upah melalui berbagai institusi dan regulasi termasuk upah minimum, aktivitas serikat buruh dan negosiasi upah 3. Fleksibilitas internal atau fungsional yang merupakan kemampuan perusahaan untuk mengatur kembali proses produksi dan penggunaan tenaga kerja demi produktivitas dan efisiensi yang mencakup fleksibilitas numerikal dan fungsional. 4. Fleksibilitas di sisi permintaan dari pekerja dalam keleluasaan waktu kerja dan mobilitas antar pekerjaan Mengapa membahas kebijakan LMF, alasannya adalah karena kebijakan ini adalah kebijakan yang merupakan awal dari adanya produksi kekuasaan yang akhirnya berdampak pada relasi kerja karyawan perkebunan. Kebijakan ini erat kaitannya dengan strategi karena strategi ada untuk menciptakan suatu kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan dan fungsi dari adanya kebijakan maupun strategi adalah yang utama untuk memberikan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi orang-orang yang diberikan kebijakan. Akan tetapi terkadang keberadaan strategi dan kebijakan tidak sesuai dengan fungsi utamanya bahkan melenceng begitu jauh. Seperti yang dikatakan Haryanto (2011) bahwa muara berbagai kebijakan dan strategi adalah meningkatnya indeks ketimpangan sosial ekonomi di masyarakat. Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 15 Ketimpangan seperti ini selanjutnya menimbulkan dampak saring (filtering effect) yang menghambat peluang kaum miskin dalam memperoleh berbagai pelayanan dan buah pembangunan. Melencengnya kebijakan yang diambil adalah salah satu hasil dari produksi kekuasaan yang memberikan dampak negatif kepada para karyawan sebagai penggerak roda produksi di dalam perkebunan. Apabila ada salah satu produksi kekuasaan yang tidak tepat sasaran dan imbasnya langsung kepada para karyawan akan menimbulkan suatu bentuk kritik dan perlawanan yang tidak langsung dilakukan oleh para karyawan melainkan mereka akan membendungnya dalam sikap-sikap individu yang tidak taat pada aturan atau sikap anti kekuasaan. 2.4.2 Outsourcing/ Kontrak Kerja Di dalam wilayah kerja sendiri akan banyak kita temukan sistem kerja yang ada khususnya sistem kerja yang berhubungan dengan ketengakerjaan. Salah satunya adalah sistem kerja outsourcing, sistem kerja ini dapat didefinisikan sebagai sebuah sebuah upaya mengalihkan pekerjaan atau jasa ke pihak ketiga. Tujuan utama outsourcing pada dasarnya adalah untuk: ฀ menekan biaya ฀ berfokus pada kompetensi pokok ฀ melengkapi fungsi yang tak dimiliki ฀ melakukan usaha secara lebih efisien dan efektif ฀ meningkatkan fleksibilitas sesuai dengan perubahan situasi usaha ฀ mengontrol anggaran secara lebih ketat dengan biaya yang sudah diperkirakan ฀ menekan biaya investasi untuk infrastruktur internal Sebenarnya Praktek PKWT dan outsourcing merupakan wujud dari kebijakan Pasar Kerja Fleksibel yang dimintakan kepada pemerintah Indonesia Digital Digital Repository Repository Universitas Universitas Jember Jember 1฀ oleh IMF dan World Bank sebagai syarat pemberian bantuan untuk menangani krisis ekonomi 1997. Kebijakan Pasar Kerja Fleksibel merupakan salah satu konsep kunci dari kebijakan perbaikan iklim investasi yang juga disyaratkan oleh IMF dan dicantumkan dalam Letter of Intent atau nota kesepakatan ke-21 antara Indonesia dan IMF butir 37 dan 42. Kesepakatan dengan IMF tersebut menjadi acuan bagi penyusunan kebijakan dan peraturan perbaikan iklim investasi dan fleksibilitas tenagakerja. Kontrak kerja merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak dimana di dalam dunia kerja diwakili oleh pihak pertama pekerja dan pihak kedua adalah pihak perusahaan. Keduanya saling membuat suatu kesepakatan akan sistem kerja yang akan dijalani ketika pekerja telah masuk di dalam perusahaan, pihak perusahaan memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan seperti apa yang akan dibuat sehingga pihak pekerja haruslah mengikuti kebijakan tersebut. Meskipun kontrak 16 a. Teori Permintaan dan Penawaran . 16 b. Saluran Pemasaran. 18 c. Biaya Pemasaran. 19 d. Keuntungan Pemasaran (Marketing Margin). 19 e. Efisiensi Pemasaran . 20 2.1.4 Kontribusi Usahatani . 21 2.2 Kerangka Pemikiran. 23 2.3 Hipotesis . 26 III. METODOLOGI PENELITIAN . 27 3.1 Penentuan Daerah Penelitian . 27 3.2 Metode Penelitian . 27 3.3 Metode Pengambilan Contoh. 27 3.4 Metode Pengumpulan Data . 28 x 3.5 Metode Analisis Data . 29 3.6 Terminologi . 33 IV. TINJAUAN UMUM DAERAH PENELITIAN . 34 4.1 Gambaran Umum Daerah Penelitian. 34 4.1.1 Letak dan Keadaan Geografis . 34 4.1.2 Keadaan Penduduk . 34 4.1.3 Keadaan Pendidikan . 35 4.1.4 Keadaan Mata Pencaharian . 36 4.1.5 Keadaan Sarana Komunikasi dan Transportasi. 37 4.1.6 Usahatani Anggur di Wilayah Kecamatan Wonoasih . 38 V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 40 5.1 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 40 5.2 Efisiensi Saluran Pemasaran Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 45 5.3 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Terhadap Pendapatan Keluarga. 53 VI. KESIMPULAN DAN SARAN . 57 6.1 Kesimpulan . 57 6.2 Saran. 57 DAFTAR PUSTAKA . 58 LAMPIRAN xi DAFTAR TABEL Tabel Judul Halaman 1 Data Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 28 2 Sebaran Penduduk Menurut Golongan Umur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . 35 Jumlah Sarana Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 . . 35 Sebaran Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004. . 36 Sebaran Penduduk Menurut Mata Pencaharian di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 36 Jumlah Sarana Komunikasi di Kecamatan Wonoasih Tahun 2004 37 Rata-rata Penerimaan, Total Biaya, dan Pendapatan Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 41 Hasil Analisis Uji F-Hitung Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo. . 42 Hasil Analisis Uji Duncan Perbedaan Pendapatan Per Hektar Petani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 43 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 pada Ketiga Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 44 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 47 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 xii Tabel Judul Halaman 13 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 48 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Red Prince pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 49 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 50 Rata-rata Biaya Pemasaran dan Keuntungan Pemasaran Anggur Belgie pada Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 50 Efisiensi Pemasaran Anggur Red Prince pada Masingmasing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Alphonso lavalle pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 51 Efisiensi Pemasaran Anggur Belgie pada Masing-masing Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo 52 Total Pendapatan Keluarga Petani dari Berbagai Sumber dan Kontribusi Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . . 54 Jumlah Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 Berdasarkan Status Usaha Pokok . 56 14 15 16 17 18 19 20 21 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar Judul Halaman 1 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Profit Maximization dengan Memperbesar Total Penerimaan. 14 Konsep Memperoleh Tambahan Keuntungan Melalui Pendekatan Cost Minimization dengan Memperkecil Total Biaya 15 3 Harga Keseimbangan Antara Permintaan dan Penawaran. 16 4 Kurva Demand dan Keuntungan Pemasaran . 20 5 Skema Kerangka Pemikiran 25 6 Saluran Pemasaran Komoditas Anggur . 45 2 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Judul Halaman 1 Total Penerimaan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 60 Total Biaya Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 61 Pendapatan Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Masa Panen Maret-April Tahun 2005 . 62 Rekapitulasi Data Penelitian Usahatani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 . 63 Pendapatan Per Hektar Usahatani Anggur Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo . 64 Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar pada Berbagai Saluran Pemasaran di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 65 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan Pendapatan Usahatani Anggur Per Hektar Masa Panen Maret-April Tahun 2005 di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Berbagai Saluran Pemasaran . 66 7 Hasil Analisis Uji Anova dan Uji Duncan (Lanjutan) . 67 8 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran I di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 68 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 69 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran II di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 70 Produsen Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo pada Tahun 2005 . 71 2 3 4 5 6 7 9a 9b 10a xv Lampiran Judul Halaman 10b Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III di Kotamadya Probolinggo Tahun 2005. 72 Lembaga Pemasaran Buah Anggur untuk Saluran Pemasaran III (lanjutan) . 73 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Red Prince di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 74 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Alphonso lavalle di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 76 Perhitungan Margin Pemasaran dan Efisiensi Pemasaran Anggur Jenis Belgie di Kecamatan Wonoasih Kotamadya Probolinggo Tahun 2005 . 78 Kontribusi Pendapatan Usahatani Anggur Terhadap Pendapatan Total Keluarga Per Tahun 2005 80 Kontribusi Pendapatan Keluarga Petani Anggur di Kecamatan Wonoasih Tahun 2005 dari Berbagai Sumber dan Persentasenya . 81 Kuisioner . . 82 10b 11 12 13 14 15 16 xvi
OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Tags
Upload teratas

OPTIMASI FORMULASI dan UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L) dalam BASIS VANISHING CREAM (Emulgator Asam Stearat, TEA, Tween 80, dan Span 20)

Gratis