Opimization of skipjack tuna fisheries development in East Lombok District West Nusa Tenggara Province

Gratis

0
10
154
2 years ago
Preview
Full text
OPTIMASI PENGEMBANGAN PERIKANAN CAKALANG DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT SORAYA GIGENTIKA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER INFORMASI Dengan ini Saya menyatakan bahwa tesis Optimasi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah karya Saya sendiri dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir tesis ini. Bogor, Juni 2012 Soraya Gigentika C452100071 ABSTRACT SORAYA GIGENTIKA. Opimization of Skipjack Tuna Fisheries Development in East Lombok District West Nusa Tenggara Province. Under Supervision of SUGENG HARI WISUDO and MUSTARUDDIN. Skipjack tuna is one of Indonesia's export commodities that can be relied upon from the fisheries sector right after shrimp and tuna. In addition, skipjack tuna is one of main target species in fisheries bussiness. Therefore, fishing fleet and the production of skipjack tuna is increasing every year. However, the production of skipjack tuna in East Lombok District has decreased over the last 5 years but the skipjack tuna fishing fleet has increased. Based on that fact, it is necessary to conduct research on the optimization of the development of skipjack tuna fisheries in East Lombok District. The purpose of this study are to describe the skipjack tuna fishing unit, to identify the status of skipjack tuna resources, to analyze the financial feasibility for the skipjack tuna fisheries business, to determine the optimal allocation of skipjack tuna‟s fishing units, and to formulate a development strategy in East Lombok District. The methodology used in this research is descriptive analysis, analysis of stocks of fish resources, financial feasibility analysis, optimization analysis, and SWOT analysis. The results showed that the fishing gear used to catch skipjack tuna in East Lombok District is troll line. It is indicated to experience a fishing pressure. Therefore, there should be a reduction in the number of troll line fishing units in the district for 108 units, which will be 890 units. Based on the analysis of feasibility, it is provided information that the skipjack tuna fishing business profitable and feasible. Furthermore, there are skipjack tuna fisheries development strategies in East Lombok District namely: the optimization of skipjack tuna utilization opportunities; rationalization of skipjack tuna fishing unit number; training the fishermen about the handling of the catch; institutional improvements to improve the bargaining position of fishermen; maximize the chances of skipjack tuna commodity markets; diversification types of skipjack tuna processing. Key word: Development, East Lombok District, optimization, skipjack tuna, sustainable production iii RINGKASAN Soraya Gigentika. Optimasi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dibimbing oleh SUGENG HARI WISUDO dan MUSTARUDDIN. Ikan cakalang adalah salah satu komoditi ekspor Indonesia yang dapat diandalkan dari sektor perikanan setelah udang dan tuna, dimana ikan cakalang diekspor ke beberapa negara diantaranya Jepang dan Amerika. Secara umum, ikan cakalang merupakan salah satu sumberdaya perikanan pelagis yang banyak dijadikan objek dalam usaha perikanan tangkap, baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Hal tersebut menyebabkan armada perikanan cakalang dan produksi ikan cakalang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun, produksi ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir tetapi armada perikanan cakalang mengalami peningkatan. Kondisi inilah yang menyebabkan perlu dilakukannya penelitian mengenai optimasi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan unit penangkapan ikan cakalang yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur; 2) mengidentifikasi status sumberdaya ikan cakalang dan tingkat pemanfaatan yang optimal di Kabupaten Lombok Timur; 3) menganalisis kelayakan finansial usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur; 4) menentukan alokasi optimal unit penangkapan ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur; 5) merumuskan strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Analisis yang digunakan untuk mendeskripsikan unit penangkapan ikan cakalang yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur adalah analisis deskriptif, dimana pada penelitian ini dideskripsikan alat tangkap yang digunakan untuk melakukan kegiatan penangkapan ikan cakalang, kapal yang digunakan untuk mengoperasikan alat tangkap tersebut, serta nelayan yang mengoperasikan alat tangkap tersebut. Analisis selanjutnya yaitu analisis stok sumberdaya ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur dengan menggunakan model Fox untuk menentukan nilai parameter biologi serta menggunakan model Schaefer untuk menentukan besarnya produksi lestari dan effort optimal untuk ikan cakalang tersebut. Analisis ketiga yang dilakukan dalam penelitian ini adalah analisis kelayakan usaha, dimana analisis ini digunakan untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh dalam usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur dan kelayakan dari usaha perikanan tersebut. Analisis selanjutnya adalah analisis mengenai alokasi optimal untuk menentukan jumlah unit penangkapan ikan cakalang yang optimal, dimana analisis ini menggunakan analisi rasio optimal. Analisis terakhir pada penelitian ini adalah analisis SWOT, dimana berdasarkan analisis-analisis sebelumnya dilakukan analisis dan pengamatan dilapangan v mengenai faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Timur untuk kegiatan pegembangan perikanan cakalang. Berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal tersebut akan diperoleh beberapa strategi yang direkomendasikan untuk kegiatan pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ditangkap dengan menggunakan alat tangkap pancing tonda, dimana alat tangkap tersebut ditonda atau ditarik dengan menggunakan kapal di sekitar rumpon. Pancing tonda yang dioperasikan dalam satu kali pengoperasian berjumlah 4 – 6 pancing, sesuai dengan jumlah nelayan yang mengoperasikannya. Kapal yang digunakan untuk menarik pancing tonda tersebut berupa kapal kayu yang memiliki panjang total antara 12 – 17 meter atau memiliki ukuran antara 12 – 18 GT. Pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur dioperasikan dengan menggunakan umpan buatan yang pada umumnya terbuat dari kain sutra. Adapun nomor mata pancing yang digunakan pada alat tangkap pancing tonda adalah 7 dan 8. Analisis stok sumberdaya ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan bahwa ikan cakalang di kabupaten tersebut memiliki produksi lestari sebesar 2.473,59 ton/tahun dan effort optimalnya adalah 38.107 trip/tahun. Effort aktual untuk kegiatan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur adalah 73.154 trip/tahun dan produksi aktual untuk ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur adalah 1.702,90 ton/tahun. Effort aktual yang melebihi effort optimalnya menyebabkan produksi aktual mengalami penurunan dan bahkan menyebabkan kepunahan sumberdaya ikan apabila kelebihan effort tersebut tidak dikendalikan atau dikurangi. Hasil dari analisis stok sumberdaya ikan cakalang ini menunjukkan bahwa perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur terindikasi telah mengalami over fishing. Usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur merupakan usaha yang memberikan keuntungan dan layak untuk dilakukan. Hal tersebut berdasarkan pada hasil analisis kelayakan finansial pada penelitian ini. Pada analisis usaha, diketahui bahwa keuntungan yang diperoleh selama 1 tahun untuk kegiatan penangkapan ikan cakalang yaitu Rp 353.395.167. Hasil perhitungan R/C menunjukkan bahwa setiap satuan rupiah total biaya yang dikeluarkan untuk usaha perikanan cakalang tersebut akan menghasilkan total penerimaan sebesar Rp 1,40. Berdasarkan analisis PP diketahui bahwa pada usaha perikanan cakalang tersebut dibutuhkan waktu kurang lebih 7,5 bulan untuk pengembalian nilai investasi yang telah dikeluarkan pada awal melakukan usaha tersebut. Hasil analisis ROI pada usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur menunjukkan hasil 160,36% yang berarti bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan pada usaha perikanan cakalang tersebut akan memberikan keuntungan sebesar Rp 160,36. Analisis investasi yang dilakukan menunjukkan bahwa usaha perikanan cakalang layak untuk dilakukan, dimana hal tersebut didasarkan pada vi nilai NPV sebesar Rp 1.487.096.970 selama 10 tahun; nilai IRR dari usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur adalah 12,19%; dan nilai Net B/C sebesar 19,43. Jumlah unit penangkapan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur belum optimal. Hal ini sesuai dengan hasil perhitungan effort optimal, dimana effort aktual dari perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur melebihi effort optimalnya. Perlu adanya pengurangan jumlah unit penangkapan pancing tonda tersebut sebanyak 108 unit sehingga jumlah unit penangkapan pancing tonda tersebut yang tadinya berjumlah 998 unit pada tahun 2010 akan menjadi 890 unit. Strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur diperoleh setelah dilakukan analisis faktor internal dan faktor eksternal berdasarkan hasil analisis sebelumnya dan pengamatan dilapangan. Dan setelah dilakukan analisis SWOT terhadap kedua faktor tersebut, maka dihasilkan strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur sebagai berikut: 1) Optimalisasi pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang 2) Rasionalisasi jumlah unit penangkapan ikan cakalang 3) Pelatihan kepada nelayan mengenai cara penanganan hasil tangkapan 4) Perbaikan kelembagaan nelayan untuk perbaikan posisi tawar nelayan 5) Memaksimalkan potensi pasar komoditi ikan cakalang 6) Diversifikasi jenis pengolahan ikan cakalang Kata kunci: Ikan cakalang, Kabupaten Lombok Timur, optimasi, pengembangan, produksi lestari vii © Hak Cipta Milik Institut Pertanian Bogor, Tahun 2012 Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang 1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber: a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah atau tinjauan suatu masalah b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB 2. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB ix OPTIMASI PENGEMBANGAN PERIKANAN CAKALANG DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT SORAYA GIGENTIKA Tesis sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 xi Penguji Luar Komisi pada Ujian Tesis: Dr. Ir. Tri Wiji Nurani, M.Si xii Judul Tesis : Optimasi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat Nama : Soraya Gigentika NIM : C452100071 Program Studi : Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap Disetujui, Komisi Pembimbing Dr. Mustaruddin, STP Anggota Dr. Ir. Sugeng H. Wisudo, M.Si Ketua Diketahui, Ketua Program Studi Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap Dekan Sekolah Pascasarjana Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro M.Sc Dr. Ir. Dahrul Syah, M.Sc.Agr Tanggal Ujian: 24 Mei 2012 Tanggal Lulus: xiii PRAKATA Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulisan Tesis “Optimasi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat” dapat terselesaikan dengan baik. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Bapak Dr. Ir. Sugeng Hari Wisudo, M.Si dan Bapak Dr. Mustaruddin, STP sebagai komisi pembimbing, atas curahan waktu, perhatian dan pikiran dalam penyusunan tesis ini. 2. Bapak Prof. Dr. Ir. Mulyono S. Baskoro, M.Sc selaku Ketua Program Studi Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap yang telah membantu kelancaran penyelesaian tesis ini. 3. Ibu Dr. Ir. Tri Wiji Nurani, M.Si selaku penguji luar komisi pada ujian tesis maupun selaku dosen yang telah banyak memberikan saran-saran dan masukan demi kesempurnaan tesis ini. 4. Ayahanda Drs. Burhanuddin I. Ibnu dan Ibunda Dra. Gita Suciati Saleh, Apt, saudara kembar tercinta Soraya Gigantika, S.Ked dan adik tercinta M. Farizan Prahara yang telah memberikan dorongan semangat, motivasi, doa dan kasih sayang yang tak terhingga. 5. Bapak Ir. Moh. Ali Syahdan selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB beserta staf (khususnya Bapak Umam, Ibu Yuli dan Ibu Nova) yang telah banyak membantu dalam penelitian penulis. 6. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur beserta staf yang telah membantu dalam pengumpulan data sekunder. 7. Bapak A. Suharno Bustam, S.Pi, M.Si selaku Kepala PPP Labuhan Lombok beserta staf yang telah memberikan izin dan membantu penulis dalam mengumpulkan data penelitian. 8. Hj. Siti Syamsiah yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan pendidikan dan penelitian, baik dari segi material maupun moril. Beserta keluarga besar H. Saleh Amin (Alm.) dan H. Ibrahim Ibnu (Alm.) yang telah memberi motivasi kepada penulis. xv 9. Agustin Ross, S.Pi, M.Si ; Indah Kharina Bangun, S.Pi ; Rizki Mulya Sari, S.Pi ; Nouval Ahmad, ST ; Dwi Septa Mulyadi, S.Ked yang telah banyak memberikan bantuan kepada penulis dalam menyelesaikan tesis ini. 10. Rekan-rekan PSP, terutama PSP 43 dan PSP 45 atas kesetiannya menemani dan memotivasi penulis dalam menyelesaikan tesis ini. Selanjutnya kepada teman-teman asisten praktikum mata kuliah Eksploratori Penangkapan Ikan tahun 2011 dan 2012 atas pengertian dan kerjasamanya. 11. Rekan-rekan mahasiswa SPT dan TPT angkatan 2010 (Imanuel Musa Thenu, Suri Purnama Febri, Didin Komarudin, Iwan Dirwana, Tasrif Kartawiijaya, Eddy Hamka, Ardani, Arinto Kuncoro Jati, Stylia Johannes, Kaharuddin Sholeh) atas bantuan, kebersamaan dan kerjasamanya selama ini. Bogor, Juni 2012 Soraya Gigentika xvi RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kota Mataram pada tanggal 7 Maret 1988 dari Ayah Drs. Burhanuddin I. Ibnu dan Ibu Dra. Gita Suciati Saleh, Apt. Penulis merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Pada tahun 2000 penulis lulus dari SD Negeri 19 Mataram dan pada tahun 2003 penulis lulus dari SLTP Negeri 2 Mataram, selanjutnya pada tahun 2006 penulis lulus dari SMA Negeri 2 Mataram dan diterima di Institut Pertanian Bogor melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) yang terdaftar sebagai mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan pada Mayor Teknologi dan Manajemen Perikanan. Perikanan Tangkap, Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Penulis berhasil memperoleh gelar Sarjana Perikanan pada tahun 2010, dan pada tahun tersebut berkesempatan melanjutkan pendidikan Program Magister (S-2) pada Mayor Sistem dan Pemodelan Perikanan Tangkap, Minor Teknologi Perikanan Tangkap, Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor dengan biaya sendiri. Selama menjadi mahasiswi Sekolah Pascasarjana IPB, penulis pernah menjadi koordinator asisten pada praktikum mata kuliah Eksploratori Penangkapan Ikan tahun 2011 dan tahun 2012 di lingkungan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains, penulis melakukan penelitian dengan judul “Optimasi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat”. Penelitian yang dilakukan oleh penulis tersebut dibimbing oleh Dr. Ir. Sugeng H. Wisudo, M.Si dan Dr. Mustaruddin, STP. xvii DAFTAR ISI Halaman DAFTAR ISI................................................................................................... xix DAFTAR TABEL .......................................................................................... xxi DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xxiii DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xxv DAFTAR ISTILAH ....................................................................................... xxvii 1 PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 2 1 2 3 4 4 4 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.2 2.3 2.4 2.5 2.6 2.7 2.8 2.9 2.10 3 Latar Belakang .................................................................................... Perumusan Masalah ............................................................................ Hipotesis .............................................................................................. Tujuan .................................................................................................. Manfaat ................................................................................................ Kerangka Pemikiran............................................................................. Sumberdaya Ikan .................................................................................. 7 2.1.1 Sumberdaya ikan pelagis ........................................................... 7 2.1.2 Sumberdaya ikan demersal ........................................................ 8 Ikan Cakalang ....................................................................................... 9 Alat Tangkap Ikan Cakalang ............................................................... 10 2.3.1 Purse seine ................................................................................ 10 2.3.2 Gillnet ...................................................................................... 12 2.3.3 Huhate ....................................................................................... 14 2.3.4 Pancing ulur .............................................................................. 16 2.3.5 Pancing tonda ............................................................................ 17 Model Surplus Produksi ....................................................................... 19 Over Fishing pada Sumberdaya Perikanan .......................................... 22 Optimasi Sumberdaya Perikanan ......................................................... 25 Pengembangan Sumberdaya Perikanan ............................................... 26 Analisis Finansial ................................................................................. 28 Analisis SWOT .................................................................................... 29 Hasil Penelitian Terkait ........................................................................ 32 METODE PENELITIAN 3.1 3.2 3.3 3.4 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................................. Metode Penelitian ............................................................................... Metode Pengumpulan data ................................................................... Metode Analisis Data .......................................................................... 3.4.1 Analisis deskriptif ....................................................................... 3.4.2 Analisis stok sumberdaya ikan .................................................... 3.4.2.1 Pendugaan parameter biologi ......................................... 3.4.2.2 Pendugaan produksi lestari dan effort optimal............... 35 36 36 39 39 39 39 40 xix 3.4.3 Analisis Kelayakan Finansial ................................................... 3.4.3.1 Analisis usaha .............................................................. 3.4.3.2 Analisis investasi ......................................................... 3.4.4 Analisis optimasi ...................................................................... 3.4.5 Analisis SWOT ......................................................................... 41 41 42 44 45 4 KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1 4.2 4.3 4.4 Letak dan Luas Wilayah ........................................................................ Iklim dan Curah Hujan .......................................................................... Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Tangkap .................................. Perkembangan Unit Penangkapan Ikan ................................................. 47 48 49 53 5 HASIL 5.1 Deskripsi Pancing Tonda ....................................................................... 5.1.1 Alat tangkap ................................................................................. 5.1.2 Kapal ............................................................................................ 5.1.3 Alat bantu penangkapan .............................................................. 5.1.4 Nelayan ........................................................................................ 5.2 Produksi dan Effort Aktual .................................................................... 5.3 Analisis Stok Sumberdaya Ikan ............................................................. 5.3.1 Pendugaan parameter biologi ...................................................... 5.3.2 Pendugaan produksi lestari dan effort optimal ............................ 5.4 Kelayakan Finansial .............................................................................. 5.4.1 Analisis usaha .............................................................................. 5.4.2 Analisis investasi ......................................................................... 5.4.3 Kelayakan finansial untuk usaha perikanan cakalang ................. 5.5 Alokasi Unit Penangkapan Ikan ............................................................ 5.6 Pengembangan Perikanan Cakalang ...................................................... 55 55 56 58 61 61 63 63 65 67 68 75 76 78 78 6 PEMBAHASAN 6.1 Kelayakan Pengembangan Perikanan Cakalang.................................... 87 6.2 Strategi Pengembangan Perikanan Cakalang ........................................ 94 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan ........................................................................................... 103 7.2 Saran ..................................................................................................... 103 DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 105 LAMPIRAN .................................................................................................... 111 xx DAFTAR TABEL Halaman 1 Jenis dan sumber data yang akan dikumpulkan selama penelitian ................. 37 2 Nama-nama kecamatan, ibu kota kecamatan, jumlah desa/kelurahan dan luas wilayah kecamatan di Kabupaten Lombok Timur ............................ 47 3 Produksi dan nilai produksi perikanan tangkap di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 49 4 Produksi dan nilai produksi perikanan tangkap di Kabupaten Lombok Timur berdasarkan jenis ikan ........................................................... 51 5 Jumlah unit penangkap ikan menurut jenisnya di Kabupaten Lombok Timur (unit) ...................................................................................... 53 6 Jumlah nelayan perikanan tangkap menurut kategori nelayan di Kabupaten Lombok Timur .............................................................................. 54 7 Nilai parameter biologi untuk ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 65 8 Nilai produksi lestari dan effort optimal serta produksi dan effort aktual di Kabupaten Lombok Timur ............................................................... 66 9 Komponen investasi untuk usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 69 10 Komponen biaya tetap untuk usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 70 11 Komponen biaya tidak tetap untuk usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur .............................................................................. 70 12 Hasil analisis usaha dan analisis investasi pada dua jenis usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur .......................................................... 76 13 Matriks IFAS untuk pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 83 14 Matriks EFAS untuk pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 84 15 Matriks SWOT pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 86 xxi DAFTAR GAMBAR Halaman 1 Kerangka pemikiran penelitian ....................................................................... 6 2 Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis).............................................................. 9 3 Ilustrasi pengoperasian alat tangkap purse seine ............................................ 11 4 Alat tangkap gillnet ......................................................................................... 13 5 Kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap huhate ........ 15 6 Ilustrasi pengoperasian alat tangkap pancing ulur .......................................... 16 7 Ilustrasi pengoperasian alat tangkap pancing tonda ........................................ 18 8 Komponen-komponen pancing tonda ............................................................. 19 9 Kurva MSY untuk kegiatan perikanan tangkap .............................................. 22 10 Lokasi penelitian ............................................................................................. 35 11 Matriks SWOT dan kemungkinan alternatif yang sesuai ............................... 46 12 Perkembangan curah hujan per tahun di Kabupaten Lombok Timur tahun 2000 – 2010 ........................................................................................... 48 13 Umpan buatan yang terbuat dari kain sutra yang dibuat oleh nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur .................................................. 55 14 Pancing tonda yang dioperasikan di Kabupaten Lombok Timur .................... 56 15 Ilustrasi pancing tonda saat dioperasikan (tampak atas) ................................. 56 16 Kapal pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur ....................................... 57 17 Palkah yang terdapat pada kapal pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 57 18 Ilustrasi posisi ruangan di atas kapal pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 58 19 Bentuk pelampung pada rumpon milik nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur .............................................................................. 60 20 Ilustrasi rumpon milik nelayan pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur saat dipasang diperairan ....................................................................... 60 xxiii 21 Grafik perkembangan produksi aktual ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur tahun 2006 – 2010 ................................................................ 62 22 Grafik perkembangan effort aktual dari alat tangkap pancing tonda yang dioperasikan di Kabupaten Lombok Timur tahun 2006 – 2010 ............ 63 23 Perkembangan CPUE dari alat tangkap pancing tonda yang menangkap ikan cakalang di wilayah Kabupaten Lombok Timur tahun 2006 – 2010 .......................................................................................... 64 24 Kurva MSY untuk kegiatan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ................................................................................................ 67 xxiv DAFTAR LAMPIRAN Halaman 1 Tabel perhitungan nilai q menggunakan model Fox .................................... 113 2 Nilai parameter biologi untuk ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur berdasarkan model Fox ..................................................................... 114 3 Perhitungan produksi lestari dan effort optimal untuk ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur menggunakan model Schaefer ......................... 115 4 Kurva MSY dan fungsi produksi untuk perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ........................................................................... 116 5 Analisis usaha untuk usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ............................................................................................. 117 6 Analisis investasi untuk usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ............................................................................................. 119 7 Analisis usaha untuk usaha perikanan cakalang yang hanya menangkap ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur................................................ 123 8 Analisis investasi untuk usaha perikanan cakalang yang hanya menangkap ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur ............................ 125 9 Alokasi optimal untuk kapal pancing tonda di Kabupaten Lombok Timur ............................................................................................. 129 10 Dokumentasi selama penelitian ................................................................... 130 xxv DAFTAR ISTILAH DAN SINGKATAN Berkelanjutan : Pemanfaatan sumberdaya secara lestari, yaitu kondisi dimana laju pemanfaatan harus lebih kecil atau sama dengan laju pemulihan sumberdaya tersebut. Benefit : Keuntungan yang diperoleh dari suatu kegiatan usaha. hMSY : Harvest maximum sustainable yield adalah jumlah potensi maksimum lestari dari sumberdaya yang dihitung dan dapat dimanfaatkan tanpa menggangu keberlanjutannya secara ekologi. CPUE : Catch per unit effort yaitu hasil tangkapan ikan dalam jumlah atau berat yang diambil oleh suatu upaya penangkapan tertentu. : Daerah perairan yang merupakan lokasi potensial untuk Daerah penangkapan ikan menangkap jenis ikan tertentu. Df : Discount factor adalah bilangan yang digunakan untuk mengalikan suatu nilai di masa yang akan datang dapat dinilai pada saat ini. Discount rate : Tingkat suku bunga adalah harga dari penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu ; Harga yang harus dibayarkan apabila terjadi pertukaran antara satu rupiah sekarang dan satu rupiah nanti. Ekologi : Interaksi antara organism dengan lingkungannya. Effort : Upaya penangkapan nominal yang diukur dari jumlah hari melaut atau trip. EMSY : Effort maximum sustainable yield adalah jumlah upaya penangkapan yang optimal untuk menangkap satu jenis ikan tanpa menggangu keberlanjutannya secara ekologi. GT : Gross Tonnage adalah satuan ukuran kapal. Perhitungan GT kapal ikan yang umum digunakan di Indonesia adalah volume total kapal x 0,25. xxvii Illegal fishing : Kegiatan penangkapan ikan secara tidak sah di perairan wilayah atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) suatu negara; Kegiatan penangkapan ikan yang tidak memiliki izin dari negara bersangkutan. IRR : Internal rate of return adalah persentase nilai keuntungan yang diperoleh pada penanaman modal dibandingkan dengan tingkat suku bunga bank yang berlaku. Model : Abstraksi atau penyederhanaan realitas sistem yang kompleks yang digambarkan dengan komponen-komponen yang relevan. Multispesies : Beberapa spesies; lebih dari satu spesies. Nelayan : Orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan ikan atau binatang air lainnya atau tanaman air. Net B/C : Net benefit cost ratio adalah perbandingan antara keuntungan dengan biaya yang dikeluarkan selama umur teknis barang investasi. Net benefit : Keuntungan bersih yang diperoleh dari suatu usaha, dimana keuntungan tersebut telah dipotong dengan biaya yang dikeluarkan untuk berjalannya usaha. NPV : Net present value adalah keuntungan total selama umur teknis barang investasi yang dihitung pada saat ini. Over fishing : Lebih tangkap, yaitu kondisi dimana jumlah penangkapan yang melebihi upaya maksimum. Pengelolaan : Suatu proses penyusunan dan pengambilan keputusan secara rasional mengenai pemanfaatan sumberdaya secara optimal. Pengembangan : Usaha perubahan dari suatu nilai yang kurang kepada suatu yang lebih baik; proses yang menuju pada suatu kemajuan. Perikanan : Semua kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya ikan dan lingkungannya mulai dari praproduksi, produksi, pengolahan sampai dengan pemasaran, yang dilaksanakan dalam suatu sistem bisnis perikanan. xxviii upaya Perikanan tangkap : Kegiatan untuk memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apa pun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan/atau mengawetkannya. PP : Payback period adalah jangka waktu pengembalian sejumlah invetasi yang ditanamkan dalam suatu usaha. Revitalisasi : Proses, cara, perbuatan menghidupkan atau menggiatkan kembali ; Usaha-usaha untuk menjadikan sesuatu menjadi lebih penting dan perlu sekali. R/C : Revenue cost ratio adalah perbandingan antara pendapatan yang diperoleh dengan biaya yang dikeluarkan yang dihitung dalam satu tahun. Stakeholder : Pemangku kepentingan. Stok : Besarnya sediaan sumberdaya yang dapat dieksploitasi. : Satu kesatuan teknis dalam suatu operasi penangkapan ikan Unit penangkapan ikan yang terdiri dari kapal perikanan, alat tangkap dan nelayan. xxix 1 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sumberdaya perikanan pelagis merupakan sumberdaya perikanan yang paling banyak dimanfaatkan di perairan Indonesia. Hal ini menyebabkan sumberdaya perikanan pelagis memerlukan pengelolaan yang berkelanjutan agar dapat dimanfaatkan secara optimal di masa sekarang dan masa depan. Dengan dilakukannya pengelolaan yang berkelanjutan, maka diharapkan akan mencapai suatu alokasi pemanfaatan sumberdaya ikan yang tepat pada setiap wilayah perairan. Melakukan pengoptimalan dalam sumberdaya perikanan sangat berhubungan erat dengan status sumberdaya perikanan tersebut, tingkat upaya dan jumlah tangkapan yang diperbolehkan. Dengan kata lain, mengetahui status sumberdaya perikanan pelagis di setiap wilayah perairan akan dapat menentukan perlu atau tidaknya pembatasan tingkat upaya di wilayah perairan tersebut. Dampak lain dengan diketahuinya status sumberdaya perikanan adalah dihasilkannya jumlah tangkapan yang diperbolehkan untuk sumberdaya ikan tersebut di setiap wilayah perairan. Secara umum, pengoptimalan dalam sumberdaya perikanan akan memberikan manfaat untuk menghindari adanya over fishing di setiap wilayah perairan. Ikan cakalang adalah salah satu komoditi ekspor Indonesia yang dapat diandalkan dari sektor perikanan setelah udang dan tuna, dimana ikan cakalang diekspor ke beberapa negara diantaranya Jepang dan Amerika (Uktolseja et al. 1998 vide Martasuganda, Wiyono, Walus 2002). Secara umum, ikan cakalang merupakan salah satu sumberdaya perikanan pelagis yang banyak dijadikan objek dalam usaha perikanan tangkap, baik di Indonesia maupun di negara-negara lainnya. Setiap tahunnya, terjadi peningkatan armada perikanan dan produksi ikan cakalang di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya produksi ikan cakalang pada tahun 1990 mencapai 114.168 ton. Tahun-tahun berikutnya, produksi ikan cakalang di Indonesia terus mengalami peningkatan. Pada tahun 1999 produksi ikan cakalang mencapai 244.747 ton dan tahun 2001 produksi ikan cakalang sebanyak 253.050 ton (Tambunan 2004). Tahun-tahun berikutnya 2 setelah tahun 2001, produksi ikan cakalang tetap mengalami peningkatan sekitar 5% – 7% setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan cakalang tahun 2010 di Indonesia mencapai 329.949 ton. Kenyataan tersebut sangat mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan adanya over fishing pada perikanan cakalang di Indonesia. Peningkatan jumlah armada penangkapan ikan cakalang di Indonesia yang diikuti dengan peningkatan produksi ikan cakalang tersebut berbeda dengan kondisi perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB, produksi ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur mengalami penurunan sejak lima tahun terakhir. Produksi ikan cakalang pada tahun 2006 berjumlah 2.913,90 ton dan tahun 2010 produksi ikan cakalang tersebut hanya mencapai 1.702,90 ton. Namun, penurunan produksi ikan cakalang tersebut bertolak belakang dengan armada perikanan cakalang yang mengalami peningkatan. Pada tahun 2006, jumlah armada perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur berjumlah 968 unit dan tahun 2010 armada perikanan tersebut mencapai 998 unit. Kondisi dimana jumlah armada perikanan meningkat tetapi produksinya menurun sangat mengkhawatirkan karena akan menyebabkan kepunahan bagi sumberdaya ikan. Kondisi inilah yang menyebabkan perlu dilakukannya penelitian mengenai optimasi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan yang berarti dalam pengembangan perikanan cakalang yang optimal dan berkelanjutan sehingga dapat memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Lombok Timur. 1.2 Perumusan Masalah Secara umum, potensi sumberdaya ikan yang melimpah seringkali dijadikan alasan untuk melakukan pengembangan usaha perikanan, dan pengembangan tersebut dilakukan dengan cara peningkatan produksi, baik melalui peningkatan upaya tangkap maupun melalui peningkatan jumlah tangkapannya. Namun, pengembangan yang dilakukan itu tidak memperhatikan 3 kelestarian sumberdaya ikan yang menjadi objek dari usaha perikanan. Hal ini menimbulkan dampak buruk pada pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Kabupaten Lombok Timur memiliki produksi perikanan pelagis yang cukup besar, salah satunya adalah ikan cakalang. Hal ini menimbulkan munculnya usaha perikanan di sekitar wilayah Kabupaten Lombok Timur. Adapun dampak dari munculnya usaha perikanan tersebut adalah pemanfaatan ikan cakalang yang tidak memperhatikan kelestarian dari ikan cakalang tersebut. Kekhawatiran mengenai status over fishing terhadap ikan cakalang di perairan Kabupaten Lombok Timur pun muncul terhadap pemanfaatan ikan cakalang tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka dapat dirumuskan pokok-pokok permasalahan dalam pengembangan perikanan cakalang yang optimal dan berkelanjutan di Kabupaten Lombok Timur, diantaranya adalah: 1. Bagaimana unit penangkapan ikan cakalang yang digunakan oleh nelayannelayan di Kabupaten Lombok Timur? 2. Bagaimana status sumberdaya ikan cakalang di perairan Kabupaten Lombok Timur? 3. Bagaimana kelayakan usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur untuk jangka pendek maupun jangka panjang? 4. Bagaimana alokasi unit penangkapan ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur? 5. Bagaimana strategi pengembangan ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur? 1.3 Hipotesis Pada penelitian ini, terdapat sebuah hipotesis, dimana hipotesis ini akan menjadi dasar untuk dapat menjawab beberapa permasalahan dalam pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapun hipotesis tersebut yaitu stok sumberadaya ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur telah over fishing karena diduga adanya pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang yang berlebih. 4 1.4 Tujuan Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah: 1. Mendeskripsikan unit penangkapan ikan cakalang yang terdapat di Kabupaten Lombok Timur 2. Mengidentifikasi status sumberdaya ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. 3. Menganalisis kelayakan finansial usaha perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur 4. Menentukan alokasi optimal unit penangkapan ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. 5. Merumuskan strategi pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. 1.5 Manfaat Manfaat dari penelitian ini adalah: 1. Sebagai bahan informasi untuk pengembangan unit penangkapan ikan cakalang, khususnya di Kabupaten Lombok Timur. 2. Sebagai bahan pertimbangan bagi Pemerintah Daerah dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. 3. Sebagai acuan dan bahan informasi untuk penelitian lebih mendalam mengenai perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. 1.6 Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini didasarkan pada kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Selanjutnya, berdasarkan kegiatan tersebut, akan dilakukan analisis pendahulu untuk mengetahui strategi yang tepat untuk pengembangan perikanan cakalang di kabupaten tersebut. Analisis pendahulu yang dilakukan pada penelitian ini yaitu analisis unit penangkapan ikan cakalang, analisis kelayakan finansial usaha perikanan cakalang, analisis stok sumberdaya ikan cakalang. Analisis unit penangkapan ikan dilakukan dengan mendeskripsikan unit penangkapan ikan cakalang yang digunakan, dimana pada 5 analisis ini akan dideskripsikan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan cakalang di Kabupaten Lombok Timur, kapal yang digunakan untuk mengoperasikan alat tangkap tersebut serta nelayan yang mengoperasikannya. Sedangkan untuk analisis kelayakan finansial usaha pada penelitian ini akan dibagi menjadi dua yaitu analisis usaha untuk mengetahui keuntungan yang diperoleh dari usaha perikanan cakalang tersebut untuk jangka pendek serta analisis investasi untuk mengetahui kelayakan dari usaha perikanan cakalang tersebut untuk jangka panjang. Analisis stok sumberdaya ikan cakalang pada penelitian ini dilakukan dengan pendugaan parameter biologi dari ikan cakalang yang selanjutnya berdasarkan parameter tersebut akan dilakukan pendugaan produksi lestari dan effort optimal untuk perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Selanjutnya, berdasarkan effort optimal maka akan dilakukan perhitungan untuk alokasi optimal unit penangkapan ikan cakalang sehingga tidak terjadi adanya over fishing terhadap perikanan cakalang. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis pendahulu yang telah dilakukan, maka akan dilakukan analisis faktor internal dan faktor eksternal dari kegiatan pengembangan perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur. Faktor internal yang akan dianalisis yaitu kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perikanan cakalang di Kabupaten Lombok Timur dan faktor eksternal yang akan dianalisis yaitu peluang dan ancaman yang terdapat pada perikanan cakalang tersebut. Berdasarkan analisis SWOT akan diberikan beberapa strategi yang tepat untuk kegiatan pengembangan perikanan cakalang tersebut berdasarkan faktor internal dan faktor eksternal yang dimiliki. Secara lebih ringkas, kerangka pemikiran penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 1. 6 Kegiatan Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Analisis Unit Penangkapan Ikan Cakalang Analisis Kelayakan Finansial Usaha Perikanan Cakalang Kelayakan Usaha Kelayakan Investasi Analisis stok Sumberdaya Ikan Cakalang Parameter Biologi Alokasi Optimal Unit Penangkapan Ikan Cakalang Rekomendasi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok Timur Analisis SWOT Strategi Pengembangan Perikanan Cakalang di Kabupaten Lombok TImur Gambar 1 Kerangka pemikiran penelitian Produksi Lestari dan Effort Optimal 7 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumberdaya Ikan Ikan didefinisikan sebagai jenis organisme yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di dalam lingkungan perairan. Ikan termasuk ke dalam sumberdaya yang dapat diperbaharui atau dapat memperbaharui diri sendiri (Undang-Undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan pasal 1 ayat 4). Menurut Nikijuluw (2001) vide Randika (2008), sumberdaya ikan bersifat open access dimana siapa saja dapat berpartisipasi memanfaatkan sumberdaya tersebut tanpa harus memilikinya. Selain itu, Nikijuluw (2001) vide Randika (2008) juga menyatakan bahwa terdapat tiga sifat khusus yang dimiliki sumberdaya ikan, yaitu: 1) Eksludabitas Sifat fisik ikan yang bergerak ditambah lautan yang cukup luas membuat upaya pengendalian dan pengawasan terhadap sumberdaya ikan bagi stakeholder tertentu menjadi sulit. 2) Subtraktabilitas Suatu situasi dimana seseorang mampu dan dapat menarik sebagian atau seluruh manfaat dan keuntungan yang dimiliki oleh orang lain dalam pemanfaatan sumberdaya, akan tetapi berdampak negatif pada kemampuan orang lain dalam memanfaatkan sumberdaya yang sama. 3) Indivisibilitas Sifat ini pada hakekatnya menunjukkan fakta bahwa sumberdaya milik bersama sangat sulit untuk dibagi atau dipisahkan, walaupun secara administratif pembagian ataupun pemisahan ini dapat dilakukan oleh otoritas manajemen. Sumberdaya ikan dapat dikelompokkan berdasarkan habitat hidupnya, dimana pengelompokkan tersebut terdiri dari sumberdaya ikan pelagis dan sumberdaya ikan demersal. 2.1.1 Sumberdaya ikan pelagis Ikan pelagis adalah ikan yang hidupnya berada pada lapisan permukaan perairan sampai tengah perairan dan hidupnya secara bergerombol baik dengan 8 kelompoknya maupun dengan jenis ikan lainnya. Ikan pelagis memiliki sifat fototaxis positif dan tertarik pada benda-benda terapung. Adapun ikan pelagis merupakan ikan yang termasuk ke dalam kelompok perenang cepat (Mukhsin 2002). Ikan pelagis dikelompokkan menjadi dua oleh Direktorat Jenderal Perikanan (1998) vide Randika (2008) dimana pengelompokkan tersebut didasarkan pada ukuran ikan pelagis. Pengelompokkan tersebut yaitu: 1) Pelagis besar Mempunyai ukuran 100 – 250 cm (ukuran dewasa), umumnya ikan pelagis besar adalah ikan peruaya dan perenang cepat. Contoh dari ikan pelagis besar antara lain ikan tuna, cakalang, dan tongkol. 2) Pelagis kecil Mempunyai ukuran 5 – 50 cm, didominasi oleh enam kelompok besar yaitu kembung, layang, jenis selar, lemuru dan teri. Ikan pelagis kecil hidup dilapisan permukaan perairan sampai kedalaman 30 – 60 cm, tergantung pada kedalaman laut. 2.1.2 Sumberdaya ikan demersal Ikan demersal adalah ikan yang habitatnya berada pada lapisan dasar perairan. Widodo (1980) menyatakan bahwa perubahan ikan demersal berdasarkan sifat ekologinya, yaitu reproduksi yang stabil, hal ini disebabkan oleh: 1) Habitat di lapisan dasar laut yang relatif stabil, sehingga mengakibatkan daur hidup ikan demersal juga stabil. 2) Daerah ruayanya yang sempit dan ikan demersal cenderung menempati suatu daerah dengan tidak membentuk kelompok besar, oleh karena itu besar sediaannya sangat dipengaruhi oleh luas daerah yang ditempatinya. Apabila kondisi lingkungan memburuk, ikan demersal tidak mampu untuk menghindar sehingga dapat mengakibatkan penurunan stok sumberdaya ikan demersal. Ikan demersal berbeda dengan ikan pelagis yang masih mampu beruaya ke daerah perairan baru yang lebih baik kondisinya. Ikan demersal pada umumnya dapat hidup dengan baik pada perairan yang bersubtrat lumpur, lumpur berpasir, karang dan karang berpasir (Fischer dan Whiteahead 1974 vide Randika 2008). 9 2.2 Ikan Cakalang Ikan cakalang memiliki nama internasional skipjack tuna dan nama lokalnya adalah cakalang. Menurut Saanin (1984), ikan cakalang memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut: Kingdom: Animalia Sub. Kingdom: Metazoa Filum: Chordata Sub. Filum: Vertebrata Kelas: Osteichthyes Sub. Kelas: Actinopterygii Ordo: Perciformes Sub. Ordo: Scombridae Famili: Scombridae Genus: Katsuwonus Spesies: Katsuwonus pelamis Sumber: www.fishbase.org Gambar 2 Ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) Ikan cakalang merupakan ikan pelagis besar yang hidup pada kisaran kedalaman 0 – 260 meter. Panjang maksimum yang dapat dicapai oleh ikan cakalang adalah 110 cm dan berat maksimum 34,5 kg dengan umur maksimum 12 tahun. Ikan cakalang mengalami matang gonad pada panjang (length at first maturity) 40 cm (Fishbase 2010). Barkley et al. (FAO 1994) vide Tadjuddah (2005) menambahkan bahwa ikan cakalang yang berada pada permukaan perairan tropis merupakan ikan cakalang yang berukuran kecil (kurang dari 4 kg) 10 sedangkan ikan cakalang yang berukuran besar (lebih dari 6,5 kg) berhabitat di perbatasan termoklin dan beradaptasi dengan perairan sejuk. Menurut Collette and Nauen (1983), ciri-ciri morfologi untuk ikan cakalang adalah: 1. bentuk tubuhnya yang fusiform, memanjang, dan agak bulat; 2. taping insang (gill raker) berjumlah 53 – 63 pada helai pertama; 3. mempunyai sirip punggung yang terpisah, dimana pada sirip punggung yang pertama terdapat 14 – 16 jari-jari keras, sedangkan jari-jari lemah terdapat pada sirip punggung kedua yang diikuti oleh 7 – 9 finlet; 4. sirip dada pendek; 5. terdapat dua flops diantara sirip perutnya; 6. sirip anal diikuti dengan 7 – 8 finlet; 7. badan tidak bersisik kecuali pada barut badan (corselets) dan lateral line terdapat titik-titik kecil; 8. bagian punggung berwarna biru kehitaman (gelap) dan disisi bawah berwarna keperakan, dengan 4 – 6 buah garis-garis berwarna hitam yang memanjang pada bagian samping badan. Ayodhyoa (1981) menjelaskan bahwa ikan cakalang termasuk ikan perenang cepat dan termasuk ikan yang memiliki sifat makan rakus. Ikan cakalang merupakan jenis ikan bergerombol yang bersamaan melakukan ruaya dengan cara bergerombol disekitar pulau maupun jarak jauh. 2.3 Alat Tangkap Ikan Cakalang Ikan cakalang dapat ditangkap dengan menggunakan berbagai alat tangkap yang dapat menangkap ikan pelagis. Namun, ikan cakalang dapat pula tertangkap secara sengaja maupun tidak sengaja oleh alat tangkap yang k

Dokumen baru

Download (154 Halaman)
Gratis

Dokumen yang terkait

The Causality Relationship between Management in Supply Chain Collaboration with the Prosperity of Corn Farmers in West Nusa Tenggara – Indonesia
0
1
9
Potensi Hasil Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) pada Satu Tahun Budidaya di Lahan Kering Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat Yield Potential of Physic Nut (Jatropha curcas L.) at the First Years Cultivation on Dry Land of West Lombok, West Nusa Tenggara
0
0
7
Species diversity and biting activity of malaria vectors (Anopheles spp.) in Lifuleo Village, West Kupang District, East Nusa Tenggara
0
0
12
Diversity of Ephemeroptera, Plecoptera, and Trichoptera as bioindicator of water quality in Jangkok River, West Nusa Tenggara
0
0
8
Geology Structure and Coal Distribution of Bentian Besar Area, West Kutai Regency, East Kalimantan Province
1
1
5
Management of Medical Waste Puskesmas in Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province, Indonesia Pengelolaan Limbah Medis Puskesmas Di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia
0
0
11
Semi-Commercial and Traditional Hunting of Baar Tribe in Riung, Flores, East Nusa Tenggara
0
0
8
Agroecological Appraisal of Community Food Security Strategy in the District of Belu East Nusa Tenggara
0
0
12
View of Analisa Kinerja Pengelolaan Irigasi Di Daerah Irigasi Lemor, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
0
0
10
Effectivity of Price Security Policy of Farmers’ Rice through DPM-LUEP in West Lombok District
0
0
13
Analysis of Human Resources Development in Province of Nusa Tenggara Timur From 2013-2015
0
0
9
Analysis of Regional Distribution Capacity and Priorities for Improving Beef Cattle Population in East Nusa Tenggara Province
0
0
9
Growth Parameter and Fecundity of Fringe Scale Sardine (Sardinella fimbriata Cuvier Valenciennes) in Alas Strait, East Lombok, West Nusa Tenggara
0
0
5
Analysis of Genotype and Phylogenetic of Koi Herpesvirus (KHV) on Carp (Cyprinus carpio) in Lombok Island of West Nusa Tenggara Province Based on Thymidine Kinase Sequence
0
0
7
Factors and Strategy for Sustainable Tourism in Boti Village, East Nusa Tenggara
0
0
8
Show more