Pembuatan Material Selulosa Bakteri dari Limbah Air Kelapa Dengan Penambahan Ekstrak Buah Nanas Menggunakan Aacetobacter Xylinum

 3  41  61  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document
Informasi dokumen

PEMBUATAN MATERIAL SELULOSA BAKTERI DARI LIMBAH AIR KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH NANAS MENGGUNAKAN

  Basuki Wirjosentono, M. Sc Tanggal lulus : 21 juni 2011 PERNYATAAN ORISINALITAS PEMBUATAN MATERIAL SELULOSA BAKTERI DARI LIMBAH AIR KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUAH NANAS MENGGUNAKAN ACETOBACTER XYLINUM T E S I S Dengan ini saya menyatakan bahwa saya mengakui semua karya tesis ini adalah hasil kerja saya sendiri kecuali kutipan dan ringkasan yang tiap satunya telahdijelaskan sumbernya dengan benar.

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

  Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh hasil yang paling baik adalah denganvariasi 30 g ekstrak buah nanas dengan 70 g limbah air kelapa karena memiliki kekuatan tarik 14,95 MPa dan kemuluran 14,80 %. Keywords : nata de coco, bacterial cellulose, ananas, and, Acetobacter xylinum ii Puji Syukur ke hadirat Tuhan Maha Kuasa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis penelitian yang berjudul ” PembuatanMaterial Selulosa Bakteri dari Limbah Air Kelapa Dengan Penambahan ”.

4. Bapak Prof. Basuki Wirjosentono, MS, Ph.D, selaku Pembimbing Utama dan Ibu Dr

  S , selaku anggota komisi pembimbing tesis yang setiap saat dengan penuh perhatian selalu memberikan bimbingan dan saran dalam penyusunan tesis ini. Kepada keluarga, yaitu Istri dan anak-anakku Tersanyang, yang memberikan semangat dengan penuh perhatian, doa restu serta dorongan moril sehingga penulis dapatmenyelesaikan pendidikan di Sekolah Pascasarjana USU Medan.

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor J u d u l Halaman

1 Perhitungan kemuluran (

  Material selulosa bakteri yang diperolehberupa lapisan pelikel yang mengambang pada permukaan media, kemudian lapisan material selulosa bakteri ananas dikeringkan hingga terbentuk lapisan tipis. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh hasil yang paling baik adalah denganvariasi 30 g ekstrak buah nanas dengan 70 g limbah air kelapa karena memiliki kekuatan tarik 14,95 MPa dan kemuluran 14,80 %.

1.1 Latar Belakang

  Nata dapat dibuat dari air kelapa, tetes tebu, limbah cair tahu,selulosa bakterial yang diperoleh melalui fermentasi oleh bakteri Acetobacter Xylinium, bakteri ini merupakan aerob gram negatip yang mampu menyusun glukosa alami yang terkandung dalam sari buah nanas maupun yang sengaja ditambahkan kedalamnya menjadi serat-serat selulosa yang sangat halus. Serta mencari perbandingan yang paling optimum antara limbah air kelapa dengan ekstrak limbah buah nanas sebagai substrat campuran untukmenghasilkan material selulosa bakteri dengan kekuatan tarik dan kemuluran yang optimum.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kelapa

  Klasifikasi Tanaman KelapaKingdom : Plantae (Tumbuhan)Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas : ArecidaeOrdo : Arecales Famili : Arecaceae (suku pinang-pinangan)Genus : CocosSpesies : Cocos nucifera L Air kelapa mengandung sejumlah zat gizi, yaitu protein, lemak, gula, vitamin, asam amino, dan hormon pertumbuhan. Air kelapa mempunyai potensi yang baik untuk di buat minuman fermentasi karena kandungan zat gizinya yang kaya dan relatif lengkap, sehingga sesuai untukpertumbuhan mikroba.

2.2 Buah Nanas

  Buah Nanas (Ananas comosus) merupakan substrat pertama yang digunakan untuk pembentukan nata, namun karena sifatnya yang musiman makadicarikan beberapa alternatif lain untuk memproduksi nata yang bisa tersedia dengan mudah sepanjang tahun dan murah harganya. Asam organik utama yang terkandung di dalam nanas adalah asam sitrat, yang merupakan asam‐asam non volatil yang terbanyakdalam buah nanas (Jacob., 1985).

2.3 Fermentasi

  Fermentasi polisakarida mikrobial yangtersusun oleh serat yang dihasilkan oleh strain xylinum dari Acetobacter aceti, bakteri non patogen yang dinamakan sebagai selulosa bacterial yang diperoleh darihasil fermentasi. Struktur selulosa bakteri sama dengan struktur selulosa dari 10 tumbuhan dan merupakan rantai lurus yang tersusun oleh D-glukosa melalui ikatan C.

2.4 Selulosa Merupakan material yang terdapat pada kayu, kapas dan tumbuhan lainnya

  Pemeriksaan dengan sinar X menunjukkan bahwa pada selulosa terdapat rantai linier unit selobiosa yang oksigen cincinnyaberselang-seling dengan posisi ke depan dan ke belakang. Molekul ini mengandung 11 5000 unit glukosa, beragregasi menghasilkan fibril yang terikat bersama oleh ikatan hydrogen pada gugus OH, struktur selulosa ditunjukkan pada gambar 1.

2.5 Selulosa Bakteri Klasifikasi ilmiah Bakteri Acetobacter xylinum

  Kerajaan : BacteriaFilum : ProteobacteriaKelas : Alpha ProteobacteriaOrdo : RhodospirillalesFamilia : PsedomonadaceaeGenus :AcetobacterSpesies : Acetobacter xylinum Acetobacterxylinum merupakan bakteri yang menghasilkan serat ‐serat selulosa yang sangat halus. Pelikel yang berada pada permukaan udara cairan ini terdiri atas pita‐pita yang mengandung kristalin yang tinggi.

2.6 Spektrofotometer Fourier Transform Inframerah (FTIR)

  Hasil penyerapan radiasi oleh sampel merupakan suatuspectrum dalam daerah waktu, yang disebut suatu interferogram, yang menyerap intensitas sebagai fungsi dari lintasan optis yang membedakannya dengan keduaberkas cahaya tersebut (Cristian., 2005). Suatu reaksi panas oksidatif mungkin menjadi kontrol difusi jikatingkatan difusi pada produk yang mudah menguap menjadi lebih dominan dan sisi reaksi diantara produk dan rantai radikal mungkin menjadi lebih besar luasnyadengan meningkatnya ketebalan film, hal tersebut dicatat bahwa dalam film yang benar-benar tipis tingkat degradasi dapat ditinggkatkan untukvolatilisasi pada radikal-radikal dengan hasil pada reaksi radikal yang non-steady- state.

2.7 Kegunaan Spektrofotometer

  Pengukuran pada spektrum inframerah dilakukan pada daerah cahaya inframerah tengah (mid-infrared) yaitu pada panjang gelombang 2,5 - 50μm atau bilangan gelombang. 14 Spektrum yang dihasilkan berupa grafik yang menunjukkan persentase transmitan yang bervariasi pada setiap frekuensi radiasi inframerah (Dachriyanus., 2004).

2.8 Syarat – Syarat Interpretasi Spektrum

  Karakteristik frekuensi vibrasi IR sangat dipengaruhi oleh perubahan yang sangat kecil pada molekul sehingga sangat sukar untuk menentukan strukturberdasarkan data IR saja. Spektrum IR sangat berguna untuk mengidentifikasikan suatu senyawa dengan membandingkannya dengan spektrum senyawa standarterutama pada daerah sidik jari.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

  3.1 Alat-Alat Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini, gelas beaker, gelas ukur , gelas Erlenmeyer semuanya dalam bentuk pyrex, Neraca analitik, indicator universal (Merck), autoklaf, oven, Bunsen, termometer, cawan porslen, tanur, statif dan klem labu takar. Uji tarik dilakukan dilaboratorium polimer FMIPA USU, sedangkan analisa spektrum FTIR dilakukan di laboratorium UGM Yogjakarta 3.2 Bahan-Bahan Bahan-bahan yang digunakan terdiri dari Air kelapa yang sudah tua, urea (p.a merck), gula pasir, asam cuka 25 %, ekstrak buah nanas, bibit A.

3.3.1 Persiapan Substrat

  Substrat digojog, sebaiknya menggunakan shaker dengan kecepatan 140 rpm (Masaoka, et al., 1993)Starter ditumbuhkan selama 2 hari, pada suhu kamar, dimana faktor yang mempengaruhi perkembangan bakteri axetobacter xylinum adalah tingkat keasamanmedium, lama fermentasi, sumber karbon, sumber nitrogen, suhu dan konsentrasi bibit (starter). Xylinum 100 ml Air kelapa hasil penyaringan◄ Ditambah 10 g gula pasir◄ Ditambah 0,5 g Urea◄ Distarter hingga larut◄ Ditambahkan : 10 ml; 20 ml; 30 ml ; 40 ml ; 50 ml ekstrak buah nanas 3 COOH 25 % ◄ Diasamkan dengan CH hingga pH=4◄ Distarter hingga larut dan di panaskan Media Fermentasi ◄ Dituang kedalam wadah fermetasi dalam keadaan panas dan ditutup◄ Dibiarkan hingga suhu kamar◄ Ditambah 10 ml media strarter A.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Material selulosa bakteri merupakan salah satu turunan selulosa yang dibuat

2 SO 4 ) dan reaktor dengan keadaan terbuka

  Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan membran selulosa asetat dari bioselulosa nata de coco (BNC) dengan katalis basa (piridina) dan reaktor inert,menentukan karakter membran yang dihasilkan serta menguji kemampuan Selulosa bakteri dibuat melalui bioselulosa nata de coco (BNC) dengan menggunakan pereaksi asam asetat anhidrida dan katalis basa (piridina) dalamreaktor inert. Ketebalan membrandiukur dengan mikrometer sekrup sedangkan kelarutan membran dilakukan dengan melarutkan membran dalam pelarut aseton, air dan n-heksana.

4.2 UJI TARIK

  Analisa kekuatan tarik dan kemuluran campuran air kelapa dengan variasi massa ekstrak buah nanas merupakan faktor penting untuk menetukan sifat mekanis suatu bahan yang diteliti. Harga kemuluran ( % ) dihitung dengan rumus dibawah ini ; X 100 %Harga kekuatan tarik dapat dihitung dengan rumus:Contoh perhitungan kemuluran dan kekuatan tarik untuk sampel material selulosa1a.

2 R atau R Square = 0,119 gunanya untuk mengetahui besarnya kontribusi

  Dependent Variable: Y = Load /Tegangan ( Kgf ) σ)( Mpa ) ( Y ) 28 Y = 923,217 + 0, 512 X Data hasil kekuatan tarik dan kemuluran pada campuran selulosa bakteri dengan penambahan variasi volume sari buah nanas dapat dilihat pada tabel Tabel 4.2 Tabel. R atau R Square = 0,004 gunanya untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel bebas regangan (Stroke) 30 dalam menjelaskan variabel terikat tegangan (Load) : menyatakan bahwa hanya 0,4% perubahan pada variabel terikat tegangan (Load) dapat dijelaskan oleh variabel bebas regangan (Stroke, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel yang tidakdimasukkan dalam model ini.

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

  Dari variasi penelitian yang dilakukan diperoleh spesimen yang memiliki kemuluran 14,80 % yang dihasilkan dengan variasi penambahan 30 gekstrak buah nanas dan 70 g air kelapa. 5.2 Saran Produk yang dihasilkan dalam penelitian ini diharapkan dapat digunakan dalam pelapis komponen elektronika, sehingga perlu dilakukan penelitianlanjutan untuk mendapatkan informasi aplikasi dari material selulosa tersebut.

Pembuatan Material Selulosa Bakteri dari Limbah Air Kelapa Dengan Penambahan Ekstrak Buah Nanas Menggunakan Aacetobacter Xylinum Analisa Spektroskopi Inframerah FTIR Analisis FTIR Uji Tarik Bagan Pembuatan Pembuatan Material Selulosa Bakteri Ekstrak Buah Nanas dengan Fermentasi Selulosa TINJAUAN PUSTAKA Kelapa Buah Nanas TINJAUAN PUSTAKA PENDAHULUAN 1 TINJAUAN PUSTAKA 6 METODOLOGI PENELITIAN 15 HASIL DAN PEMBAHASAN 21 KESIMPULAN DAN SARAN 31 Penyiapan Starter Pembuatan Selulosa Bakteri Pembuatan Material Selulosa dengan Variasi Sari Buah Nanas Selulosa Bakteri Spektrofotometer Fourier Transform Inframerah FTIR UJI TARIK HASIL DAN PEMBAHASAN
Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Pembuatan Material Selulosa Bakteri dari Limb..

Gratis

Feedback