Feedback

Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan

Informasi dokumen
TUGAS AKHIR PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI ( PKLM ) PROSEDUR RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK YANG MELAKUKAN EKSPOR BARANG KENA PAJAK BERWUJUD DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN BELAWAN O L E H NAMA : ABDUL HADI RIZKI PRADANA NIM : 082600097 Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menamatkan Studi pada Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011 Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Puji dan syukur kehadirat ALLAH SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penulis untuk dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri yang merupakan salah satu syarat untuk menamatkan studi pada Program Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dengan Judul ” Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud Di Kantor Pelayanan Pratama Medan Belawan. Dalam penulisan laporan ini penulis menyadari dengan sepenuhnya bahwa laporan ini masih belum sempurna. Ini disebabkan karena terbatasnya kemampuan dan kurangnya pengalaman dari penulis, sehingga dengan besar hati penulis akan menerima segala kritikan dan saran yang sifatnya membangun dan dapat memacu juga memotivasi kepada penulis sehingga dapat membuat sesuatu yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Laporan yang penulis buat ini adalah berdasarkan Praktek Kerja Lapangan Mandiri pada Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan yang tidak terlepas dari adanya dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, baik itu bantuan yang bersifat moril maupun materiil kepada penulis. Sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan Universitas Sumatera Utara laporan ini. Maka melalui kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Alwi Hashim Batubara, M.Si selaku Ketua Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Patar N.M.P Hutabarat SE selaku dosen pembimbing dalam penulisan Laporan PKLM dan juga selama perkuliahan yang telah bersedia meluangkan waktu dan memberikan masukan berupan saran, arahan, dan bimbingan sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan ini. 4. Bapak Delvi Azraaf, S.E. M.P.M., selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan. 5. Bapak Joseph Sinaga S.I.P selaku Kepala Sub. Bagian Umum KPP Pratama Medan Belawan. 6. Teristimewa untuk kedua Orangtuaku (Alm) Dr. Muhammad Syafi’i dan Ibunda tercinta Dr. TUTY IRAWATY yang terkasih dan tersayang yang telah membesarkan, mengasuh, mendidik, mendoakan serta memberikan cinta dan kasih sayang yang tiada duanya dan selalu inginkan yang terbaik bagi penulis. Universitas Sumatera Utara 7. Buat Seluruh dosen dan pegawai Program Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang telah banyak membantu penulis selama perkuliahan. 8. Buat Bapak Drs. M. Husni Thamrin Nasution, M.Si dan Ibu Dra. Elita Dewi, M.SP selaku mantan Ketua dan Sekretaris Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 9. Buat pegawai-pegawai KPP Pratama Medan Belawan Bang Candra, Bang Edwin, Bang Bobby makasih datanya bang. 10. Buat seluruh keluarga besar penulis atas support dan bantuan yang diberikan dala mengerjakan Laporan PKLM ini. 11. Buat kawan-kawan seperjuanganku sehari-hari di IMPROSAJA Periode 2010-2011 Rinal, Aulia, Dika, Putri, Ayu, Zia, Lily, Yuni yang telah banyak meluangkan waktu, pikiran dan semua yang bisa kita beri untuk IMPROSAJA, makasi juga semua pengurus-pengurus semuanya pasti kangen masa itu kita nanti. 12. Buat kawan-kawan TAX B 2008 Kiki, Hera, Dini, Deni, Wanda, Dina, Tina, Baluat, Fahmi dan semuanya yang gak tertulis yang sama-sama menjalani perkuliahan dan banyak buat pengalaman bersama. 13. Buat abang dan kakak alumni semuanya Bang Denan, Bang Gelek, Bang Togil, Bang Iwan, Bang Izal, Bang Agung, Bang Heru, Bang Cebonk, Kak fitrah makasih atas bantuan, bimbingan dan semuanya, bisa banyak belajar aku dari kalian. Universitas Sumatera Utara 14. Buat Adek Asuhku Reza dan Nazmi yang gaul geelak semoga sukses kedepannya, buat yang so amazing ya za. Gak maen la kalo gak. 15. Buat semua kawan-kawan stambuk 2009 dan 2010 yang juga memberikan support. Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis. Menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini. Untuk itu penulis memohon maaf yang sebanyakbanyak atas segala kesalahan atau kekurangan yang terjadi. Penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat bermafaat bagi penulis sendiri maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan. Medan, Juli 2011 Penulis Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI KATA PENGANTAR . i DAFTAR ISI . .v BAB I PENDAHULUAN . 1 A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri .1 B. Tujuan Dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri . 3 1. Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri .3 2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri .4 a. Bagi Mahasiswa .4 b. Bagi Universitas .5 c. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan . 5 C. Uraian Teoritis .6 1. Pengertian Pajak .6 2. Pajak Pertambahan Nilai.6 3. Legal Karakter PPN.6 4. Restitusi Pajak Pertambahan Nilai .10 5. Sebab-sebab terjadi Restitusi Pajak Pertambahan Nilai . 10 D. Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan Mandiri .12 E. Metode Praktik Kerja Lapangan Mandiri .12 F. Metode Pengumpulan Data .13 G. Sistematika Penulisan Laporan Praktik Kerja Lapangan Mandiri 14 Universitas Sumatera Utara BAB II GAMBARAN UMUM OBJEK LOKASI PRAKTIK KERJA LAPANGAN MANDIRI .16 A. Sejarah Singkat KPP Pratama Medan Belawan .16 B. Suktur Organisasi KPP Pratama Medan Belawan .19 C. Deskripsi dan Aktifitas Kerja KPP Pratama Medan Belawan .22 BAB III GAMBARAN DATA PRAKTIK .29 A. Ketentuan .29 B. Subjek dan Objek Pajak Pertambahan Nilai .29 1. Subjek Pajak Pertambahan Nilai .29 2. Objek Pajak Pertambahan Nilai.32 C. Dasar Pengenaan Pajak dan Tarif Pajak Pertambahan Nilai.34 1. Dasar Pengenaan Pajak (DPP).29 2. Tarif Pajak Pertambahan Nilai .32 D. Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Permohonan Pengembalian Pajak Pertambahan Nilai .37 1. Tata Cara Pengajuan Permohonan Restitusi .37 2. Tata Cara Penyelesaian Permohonan Pengembalian Kelebihan Pajak Pertambahan Nilai .42 BAB IV ANALISA DAN EVALUASI .51 A. Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai .51 B. Masalah Yang Sering Dihadapi Dalam Pelaksanaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai .56 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .59 Universitas Sumatera Utara A. Kesimpulan .59 B. Saran .60 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang sangat besar pengaruhnya terhadap peningkatan pembangunan dan kelangsungan jalannya roda pemerintahan karena jumlahnya relatif stabil. Dari sektor pajak diharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam membiayai rumah tangga negara dan aktivitas pembangunan dapat diwujudkan secara nyata. Untuk melaksanakan sistem perpajakan di Indonesia tidaklah mudah. Masyarakat di Indonesia harus mengerti pajak dan cara-cara perhitungannya, agar tidak terjadi penyimpangan dan kesalahan dalam perhitungan maupun pembayaran pajak, oleh karena itu pemerintah mengeluarkan peraturan berupa undang-undang perpajakan. Undangundang tersebut mengatur mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pajak, baik mengenai subjek dan objek pajak, maupun tata cara perhitungan pajak. Sistem pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia adalah “self assessment system”, dimana sistem ini memberikan kepercayaan dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan sendiri besarnya pajak yang terutang oleh wajib pajak. Pemerintah dalam hal ini aparat perpajakan berkewajiban melaksanakan Universitas Sumatera Utara pembinaan, penelitian, dan pengawasan terhadap pelaksanaan pemenuhan kewajiban wajib pajak. Seiring dengan begitu pesatnya perkembangan ekonomi di bidang industri, perdagangan, dan jasa di tanah air, hal ini dapat dijadikan potensi dari Pajak Pertambahan Nilai yang dapat digali dan diolah sehingga dapat lebih meningkatkan penerimaan dan pendapatan negara. Dalam Praktik Pajak Pertambahan Nilai ternyata masih ada kendala yang dihadapi seperti banyak wajib pajak atau Pengusaha Kena Pajak yang tidak mengetahui hak dan kewajibannya dalam bidang perpajakan. Masih banyak Pengusaha Kena Pajak yang tidak mengetahui prosedur pengajuan restitusi Pajak Pertambahan Nilai. Seperti kita ketahui dalam praktik Pajak Pertambahan Nilai apabila pajak masukan yang dibayarkan lebih besar daripada pajak keluaran maka wajib pajak telah melakukan kelebihan pembayaran pajak sehingga wajib pajak mempunyai hak untuk meminta pengembalian dari kelebihan pembayaran pajak yang telah dibayarkan tersebut. Di dalam proses pengajuan restitusi sering terjadi adanya perbedaan interpretasi peraturan antara wajib pajak dengan petugas pajak yang sering menghambat proses restitusi dan berpotensi merugikan WP maupun negara. Hambatan yang terjadi berdasarkan uraian di atas sering menimbulkan anggapan seperti sulitnya Pengusaha Kena Pajak memperoleh pengembalian kelebihan pembayaran (restitusi) Pajak Pertambahan Nilai karena proses yang dianggap berbelit-belit. Hal ini Universitas Sumatera Utara mungkin saja dapat menurunkan minat dan kesadaran serta kepedulian wajib pajak dalam mematuhi kewajiban perpajakannya. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai permasalahan tentang proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai yang dituangkan kedalam sebuah judul laporan yaitu: “PROSEDUR RESTITUSI PAJAK PERTAMBAHAN NILAI BAGI PENGUSAHA KENA PAJAK YANG MELAKUKAN EKSPOR BARANG KENA PAJAK BERWUJUD DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEDAN BELAWAN”. B. Tujuan Dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri Praktik Kerja Lapangan Mandiri merupakan salah satu persyaratan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa untuk dapat menyelesaikan studi di Program Studi Diploma III Administrasi Perpajakan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 1. Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri Adapun Tujuan Praktik Kerja Lapangan Mandiri ini adalah : a. Untuk mengetahui Prosedur pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi) Pajak Pertambahan Nilai bagi Pengusaha Kena Pajak yang melakukan ekspor Barang Kena Pajak Berwujud di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan. b. Untuk mengetahui data lapangan mengenai Restitusi Pajak Pertambahan Nilai. Universitas Sumatera Utara c. Untuk mengetahui faktor penghambat dalam proses Restitusi Pajak Pertambahan Nilai. 2. Manfaat Praktik Kerja Lapangan Mandiri Manfaat dari Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Mandiri adalah : a. Bagi Mahasiswa 1. Menambah wawasan dan pengetahuan di bidang perpajakan khususnya Restitusi Pajak Pertambahan Nilai. 2. Untuk mempraktikkan dan menerapkan ilmu pengetahuan serta mengaplikasikannya kedalam kehidupan nyata yang telah diperoleh selama masa perkuliahan. 3. Sebagai wadah untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan dibekali keahlian keterampilan dan pengalaman yang diperoleh sewaktu melaksanakan Praktik Kerja Lapangan Mandiri. b. Bagi Universitas 1. Membuka interaksi antara Mahasiswa, Dosen, dan Instansi pemerintah. 2. Meningkatkan kerjasama yang baik antara pihak Universitas dengan Instansi Pemerintah khususnya Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan. 3. Mendapatkan masukan berupa ide, saran dan gagasan untuk penyempurnaan kurikulum Program Studi Diploma III Universitas Sumatera Utara Administrasi Perpajakan sehingga mampu mencapai standar mutu pendidikan yang lebih baik. c. Bagi Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan 1. Sebagai bahan masukan dalam pengambilan keputusan masalah yang berhubungan dengan restitusi Pajak Pertambahan Nilai. 2. Membantu pihak Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan dalam hal sosialisasi perpajakan kepada masyarakat wajib pajak melalui mahasiswa peserta PKLM yang setelah menyelesaikan studi akan mengaplikasikan ilmu perpajakan yang dipelajarinya kepada masyarakat. 3. Adanya Praktik Praktik Kerja Lapangan Mandiri, mahasiswa dapat memberikan sumbangsihnya terhadap instansi berupa masukan-masukan yang bersifat membangun. C. Uraian Teoritis Sebelum memasuki pembahasan mengenai Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud ada baiknya terlebih dahulu kita membahas mengenai pengertian prosedur yang menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah tahap-tahap suatu kegiatan untuk menyelesaikan suatu aktivitas atau masalah. 1. Pengertian Pajak Definisi Pajak menurut Prof. DR. Rochmat Soemitro,S.H. dalam Resmi (2008:1) adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan Universitas Sumatera Utara undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal balik (kontraprestasi) yang langsung dapat ditunjukkan, dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Definisi tersebut kemudian disempurnakan menjadi : Pajak adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat kepada kas Negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan “surplus”-nya digunakan untuk public saving yang merupakan sumber utama untuk membiayai public investment. Sedangkan definisi pajak menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan adalah kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh Orang Pribadi atau Badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan Negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. 2. Pajak Pertambahan Nilai Menurut Musgrave dalam Rusjdi (2004:01-1) Pajak Pertambahan Nilai adalah pajak yang dikenakan terhadap pertambahan nilai (value added) yang timbul akibat dipakainya faktor-faktor produksi di setiap jalur perusahaan dalam menyiapkan, menghasilkan, menyalurkan dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada para konsumen. 3. Legal Karakter PPN a. PPN adalah Pajak Tidak Langsung Universitas Sumatera Utara Pengertian PPN ditinjau dari sudut ilmu hukum yaitu suatu jenis pajak yang menempatkan kedudukan pemikul beban pajak dengan kedudukan penanggung jawab pembayaran pajak ke kas Negara pada pihak yang berbeda. Apabila penjual atau pengusaha jasa tidak memungut PPN dari pembeli atau penerima jasa, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penjual atau pengusaha jasa, bukan tanggung jawab pembeli atau penerima jasa. Demikian pula apabila pembeli atau penerima jasa sudah membayar PPN kepada penjual atau pengusaha jasa sepenuhnya menjadi penanggung jawab penjual atau pengusaha jasa. b. PPN adalah Pajak Objektif Sebagai pajak objektif mengandung pengertian bahwa timbulnya kewajiban pajak di bidang PPN sangat ditentukan oleh adanya objek pajak. Karakter PPN sebagai pajak objektif menimbulkan dampak regresif dengan tidak mempertimbangkan kondisi subjek pajak. Regresivitas PPN mengandung pengertian, semakin tinggi kemampuan konsumen semakin ringan beban pajak yang dipikul. Sebaliknya semakin rendah kemampuan konsumen semakin berat beban pajak yang dipikul. c. PPN bersifat Multi Stage Levy PPN dikenakan pada setiap mata rantai jalur produksi maupun jalur distribusi Barang Kena Pajak atau Jasa Kena Pajak. Contoh : Universitas Sumatera Utara Ketika perusahaan industri benang menyerahkan benang kepada perusahaan tekstil, dikenakan PPN. Oleh perusahaan tekstil, benang diproses menjadi tekstil. Atas penyerahan tekstil kepada perusahaan garmen dikenakan PPN. d. Perhitungan PPN terutang untuk dibayarkan ke kas Negara Menggunakan Indirect Subtraction Method (metode Pengurangan tidak langsung) Indirect Subtraction Method adalah metode penghitungan PPN yang akan disetor ke kas Negara merupakan hasil urusan keuangan d. Melakukan urusan dan perlengkapan rumah tangga 2. Seksi Pelayanan Tugas dan fungsi : a. Melakukan penetapan dan penerbitan produk hukum perpajakan b. Pengadministrasian dokumen dan berkas perpajakan c. Menerima, meneliti, dan merekam surat permohonan dari Wajib Pajak dan surat-surat lainnya d. Melakukan penerimaan dan pengolahan Surat Pemberitahuan Wajib Pajak dan surat lainnya e. Melakukan Penyuluhan Perpajakan f. Melakukan penatausahaan pendaftaran, pemindahan data, dan pencabutan identitas Wajib Pajak g. Melakukan urusan kearsipan Wajib Pajak h. Melakukan Kerjasama Perpajakan 3. Seksi Pengawasan dan Konsultasi Tugas dan fungsi : Universitas Sumatera Utara a. Melakukan pengawasan kepatuhan kewajiban perpajakan Wajib Pajak b. Membimbing/menghimbau kepada Wajib Pajak dan konsultasi teknis perpajakan c. Melakukan penyusunan profil Wajib Pajak d. Menganalisis kinerja Wajib Pajak e. Memberikan konsultasi kepada wajib pajak tentang Ketentuan Peraturan Perundang – undangan Perpajakan f. Melakukan rekonsiliasi data Wajib Pajak dalam rangka melakukan intensifikasi g. Memberikan usulan pembetulan ketetapan pajak, pengurangan Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan h. Melakukan evaluasi hasil banding 4. Seksi Pengolahan Data dan Informasi Tugas dan fungsi : a. Melakukan pengumpulan, pencarian, dan pengolahan data, penyajian informasi perpajakan b. Perekaman dokumen perpajakan c. Merekam SSP lembar 3 d. Merekam SPT Masa PPN 1107, 1107A dan 1107B e. Merekam PPh Pasal 21 Universitas Sumatera Utara f. Merekam PPh Pasal 23/26 g. Merekam PPh Final Pasal 4 ayat (2) h. Melakukan urusan tata usaha penerimaan perpajakan i. Melakukan pengalokasian Pajak Bumi dan Bangunan dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan j. Memberikan pelayanan dukungan teknis komputer k. Pemantauan aplikasi e-SPT dan e-Filing l. Penyiapan laporan kinerja 5. Seksi Penagihan Tugas dan fungsi : a. Melakukan urusan penatausahaan piutang pajak b. Penundaan dan angsuran tunggakan pajak c. Penagihan aktif d. Memberikan usulan penghapusan piutang pajak e. Penyimpanan dokumen-dokumen penagihan 6. Seksi Ekstensifikasi Tugas dan fungsi : a. Melakukan pengamatan potensi perpajakan b. Pendataan objek dan subjek pajak c. Pembentukan dan pemutakhiran basis data nilai objek pajak dalam menunjang ekstensifikasi Universitas Sumatera Utara d. Pelaksanaan i-SISMIOP dan SIG 7. Seksi Pemeriksaan Tugas dan fungsi : a. Melakukan penyusunan rencana pemeriksaan b. Pengawasan pelaksanaan aturan pemeriksaan c. Penerbitan dan penyaluran Surat Perintah Pemeriksaan Pajak (SP3) serta administrasi pemeriksaan perpajakan lainnya Universitas Sumatera Utara BAB III GAMBARAN DATA PRAKTIK A. KETENTUAN UMUM 1. Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (PKP) Kewajiban mendaftarkan diri diawali dari dasar Pasal 2 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) yang menyatakan bahwa “Setiap Wajib Pajak sebagai Pengusaha yang dikenai pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya, wajib melaporkan usahanya pada Kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat berkedudukan pengusaha, dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Kewajiban pelaporan terkait pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan Wajib Pajak Badan disamping kewajiban mendaftarkan diri, terdapat pula kewajiban melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) sebelum melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) bagi yang memenuhi ketentuan sebagai PKP. Pengusaha yang melakukan penyerahan BKP dan/atau JKP di dalam daerah pabean dan/atau melakukan ekspor JKPdan/atau BKP tidak berwujud Universitas Sumatera Utara diwajibkan melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, memungut pajak yang terutang, serta penghitungan pajak. Pengusaha dapat berbentuk usaha perseorangan atau badan yang dapat berupa Perseroan Terbatas, Perseroan Komanditer, Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah dengan nama dan dalam bentuk apapun, persekutuan, perseroan atau perkumpulan lainnya, firma, kongsi, perkumpulan koperasi, yayasan, lembaga, Bentuk Usaha Tetap (BUT), dan bentuk usaha lainnya (termasuk bentuk usaha kerja koperasi). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan “Setiap Wajib Pajak atau Pengusaha wajib mengisi Surat Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas, dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak atau Pengusaha terdaftar atau dikukuhkan yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Yang dimaksud dengan mengisi Surat Pemberitahuan adalah mengisi formulir Surat Pemberitahuan, dalam bentuk kertas dan/atau dalam bentuk elektronik, dengan benar, lengkap, dan jelas sesuai dengan petunjuk pengisian yang diberikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Bagi Pengusaha Kena Pajak, fungsi Surat Pemberitahuan adalah sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Universitas Sumatera Utara Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang : a) Pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran b) Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh Pengusaha Kena Pajak dan/atau melalui pihak lain dalam satu Masa Pajak, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. 2. Kewajiban Pengusaha Kena Pajak (PKP) a) Memiliki Nomor Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (NPPKP). Untuk tahun 2001 dan seterusnya pada setiap pengukuhan sebagai PKP tidak perlu lagi diberikan NPPKP tersendiri. b) Memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang terutang. c) Menyetor Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang masih harus dibayar dalam hal Pajak Keluaran lebih besar dari pada Pajak Masukan yang dapat dikreditkan, serta menyetorkan PPnBM yang terutang. d) Melaporkan penghitungan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang terutang. 3. Fungsi Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak a) Mengetahui identitas Pengusaha Kena Pajak yang sebenarnya. b) Pelaksana hak dan kewajiban di bidang PPN dan PPnBM. Universitas Sumatera Utara c) Pengawasan administrasi perpajakan. B. JANGKA WAKTU DAN TEMPAT PELAPORAN KEGIATAN USAHA 1. Jangka Waktu Pelaporan Kegiatan Usaha Pengusaha yang dikenakan PPN, wajib melaporkan usahanya pada Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan pengusaha dan tempat kegiatan usaha dilakukan untuk dikukuhkan menjadi PKP. Wajib pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha dibeberapa tempat, juga wajib mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat-tempat kegiatan usaha Wajib Pajak. Batas waktu pelaporan usaha untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak adalah selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah saat usaha mulai di jalankan. Namun demikian, pengusaha dapat melaporkan usahanya untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak sebelum saat usaha mulai dijalankan yaitu saat pendirian atau saat usaha nyata-nyata mulai dilakukan. Setiap orang dengan sengaja tidak mendaftarkan diri untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak, sehingga dapat merugikan pendapatan Negara dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 (enam) bulan dan paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali jumlah pajak dan paling tinggi 4 (empat) kali jumlah pajak terutang yang tidak mau atau kurang bayar. Wajib Pajak yang tidak melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak akan diterbitkan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak secara Jabatan. Universitas Sumatera Utara 2. Tempat Pelaporan Kegiatan Usaha a) Tempat pelaporan kegiatan usaha pengusaha untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak adalah Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal dan/atau kegiatan usaha Wajib Pajak. b) Apabila Pengusaha Kena Pajak mempunyai satu atau lebih tempat kegiatan usaha di luar tempat tinggal atau tempat kedudukannya, setiap tempat tersebut merupakan tempat terutangnya pajak dan Pengusaha Kena Pajak dimaksud wajib melaporkan usahanya untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak. c) Bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran orang pribadi yang tempat tinggalnya tidak sama dengan tempat kegiatan usaha dilakukan dan Pengusaha Kena Pajak tersebut tidak melakukan kegiatan usaha apapun di tempat tinggalnya, maka tempat terutangnya pajak adalah hanya di tempat kegiatan usaha Pokok Wajib Pajak yang telah diberikan di formulir permohonan pendaftaran perubahan data Wajib Pajak dan selanjutnya membuat berkas sementara Wajib Pajak yang berisi dokumen pendaftaran Pengusaha Kena Pajak dan surat lainnya untuk diteruskan ke Sub Seksi Ketetapan dan Arsip (TAPSIP). Universitas Sumatera Utara BAB IV ANALISIS DAN EVALUASI DATA A. Kuantitas atau Jumlah Pengusaha Kena Pajak yang Terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan. Jumlah pengusaha kena pajak yang terdaftar pada kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan dari tahun 2011 sampai dengan 31 mei 2014 , dapat kita lihat pada table berikut . Tabel 4.1 Jumlah Pengusaha Kena Pajak yang terdaftar pada Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan. PKP Tahun 2011 Tahun 2012 Tahun 2013 Tahun 2014 ORANG PRIBADI 6 41 - BADAN 51 65 108 71 JUMLAH 57 69 109 71 Sumber: Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan 2015 Dari tabel diatas dapat kita ambil kesimpulan presentase perbandingan peningkatan jumlah Pengusaha Kena Pajak per tahun 2011 sampai 2014 bahwa : a. Orang Pribadi Pada tabel diatas dapat di lihat Pengusaha Kena Pajak yang dikukuhkan pada tahun 2011 sebanyak 6 orang sedangkan Pengusaha Kena Pajak yang Universitas Sumatera Utara dikukuhkan pada tahun 2012 ada sebanyak 4 orang sehingga dapat dilihat terjadi adanya penurunan sebanyak 2 orang atau sekitar 33,33% (2/6 x 100%) Kemudian pada tahun 2013 terdapat 1 orang Pengusaha Kena Pajak yang dikukuhkan dengan begitu terjadi lagi penurunan sebanyak 3 orang atau sebesar 75% (3/4 x 100%). Lalu pada tahun 2014 tidak ada satupun Pengusaha Kena Pajak yang terdaftar atau mendaftarakan diri untuk dikukuhkan usahanya sebagai Pengusaha Kena Pajak dengan begitu terjadi penurunan sebesar 100%. Berdasarkan data diatas dapat simpulkan bahwa setiap tahunnya Pengusaha Kena Pajak yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Medan Belawan mengalami penurunan yang sangat amat drastis mencapai 100% . Masih kurangnya kesadaran para Wajib Pajak untuk mendaftarkan kegiatan usahanya. b. Badan Menurut data diatas pada tahun 2011 terdapat 51 orang yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak , pada tahun 2012 terdapat 65 orang yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak sehingga terjadi peningkatan 14 orang atau sebesar 27,45% (14/51 x 100%). Lalu pada tahun 2013 terdapat 108 orang yang terdaftar sebagai Pengusaha Kena Pajak sehingga dapat di lihat terjadi peningkatan sebanyak 43 orang atau sebesar 66,15% (43/65 x 100%). Universitas Sumatera Utara Lalu pada tahun 2014 jumlah Pengusaha Kena Pajak yang telah di kukuhkan menjadi 71 terjadi peningkatan sebanyak 6 orang atau sebesar 8,45 % (6/71 x 100%). Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa Pengusaha Kena Pajak Badan mengalami peningkatan berbeda dengan Pengusaha Kena Pajak Orang pribadi yang mengalami penurunan setiap tahunnya. Hal ini mungkin disebabkan banyak nya perusahanaan – perusahaan yang memenuhi syarat untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak dan tingginya tingkat kesadaran perusahaan – perusahaan untuk memenuhi kewajiban terhadap negaranya. Universitas Sumatera Utara BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Adapun Simpulan yang dapat disimpulkan oleh penulis dari bab – bab yang telah dibahas sebelumnya anatara lain : 1. Pengusaha dapat dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak apabila telah memenuhi syarat sebagai Pengusaha Kena Pajak, Pengusaha tersebut memilih untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak berdasarkan oleh kemauannya sendiri,Pengusaha Kecil yang tidak memilih sebagai Pengusaha Kena Pajak tetapi sampai pada tahun buku seluruh peredaran brutonya telah melampaui batasan sebagai Pengusaha kecil. 2. Pengusaha yang melaporkan kegiatan usaha untuk dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak wajib mengisi, menandatangani dan menyampaikan formulir pendaftaran ke Kantor Pelayanan Pajak. Formulir pendaftaran tersebut juga harus dilengkapi dengan lampiranlampiran Untuk Wajib Pajak orang pribadi: a. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk bagi Warga Negara Indonesia, atau fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) bagi Warga Negara Asing, yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang; Universitas Sumatera Utara b. Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. c. Surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa. Untuk Wajib Pajak badan: a. Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahan bagi Wajib Pajak badan dalam negeri, atau surat keterangan penunjukan dari kantor pusat bagi bentuk usaha tetap, yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang; b. Fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak salah satu pengurus, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa dalam hal penanggung jawab adalah Warga Negara Asing; c. Dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang; dan d. Surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa. Untuk Wajib Pajak badan bentuk kerja sama operasi (Joint Operation): a. Fotokopi Perjanjian Kerjasama/Akta Pendirian sebagai bentuk kerja sama Universitas Sumatera Utara operasi (Joint Operation), yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang; b. Fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak masing-masing anggota bentuk kerja sama operasi (Joint Operation) yang diwajibkan untuk memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak; c. Fotokopi Kartu Nomor Pokok Wajib Pajak orang pribadi salah satu pengurus perusahaan anggota bentuk kerja sama operasi (Joint Operation), atau fotokopi paspor dalam hal penanggung jawab adalah orang Warga Negara Asing; d. Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang; dan e. Surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa bagi Wajib Pajak badan dalam negeri maupun Wajib Pajak badan asing. 3. Pengukuhan PKP secara jabatan adalah pengukuhan Pengusaha Kena Pajak yang dilakukan terhadap Pengusha Kena Pajak yang telah memenuhi syarat untuk dikukuhkan sebagai Pngusaha Kena Pajak tetapi tidak memenuhi kewajiban untuk mendaftarkan diri dan atau usahanya berdasarkan data yang diperoleh dan dimiliki oleh Direktorat Jenderal Pajak. Universitas Sumatera Utara B. Saran Adapun saran yang dapat penulis berikan pada bagian akhir dan sekaligus penutup tulisan ini adalah : 1. Mengupayakan peningkatan Wajib Pajak Pengusaha Kena Pajak terutama untuk Orang Pribadi yang setiap tahunnya mengalami penurunan yang drastis atau memperluas objek pajak yang telah memenuhi syarat – syarat tertentu. Agar para Wajib Pajak mengtahui hak dan kewajibannya dalam bidang Perpajakan, hendaknya direktorat Jenderal Pajak memperbanyak buku – buku panduan perpajakan bagi masyarakat yang mudah , terjangkau dan mudah dimengerti oleh para pembacanya. 2. Untuk mengatasi kurangnya kesadaran Wajib pajak tidak hanya dengan buku panduan , di perbanyaknya lagi sosialisasi dan penyukuhan kepada seluruh Wajib Pajak, serta seminar – seminar dan lain – lain. 3. Agar pihak fiskus Kantor Pelayanan Pajak Medan Barat tebih meningkatkan lagi kualitas pelayanannya. 4. Terlihat Pengusaha Kena Pajak Orang Pribadi terjadi penurunan setiap tahunnya mungkin salah satu penyebabnya adalah minimnya pengetahuan para wajib pajak dalam hal medaftarkan usaha yang dimilikinya.Seharusnya ini menjadi perhatian khusus bagi Direktorat Jenderal Pajak sendiri untuk lebih banyak lagi melakukan sosialisasi dan penyuluhan – penyuluhan agar lebih banyak pengusaha – pengusaha yang mengetahui apa,bagaimana,dan untuk siapa pajak itu di setorkan sehingga semakin banyak pula penerimaan Negara. Universitas Sumatera Utara DAFTAR PUSTAKA Buku : Mardiasmo.2011. Perpajakan Edisi Revisi 2011. Yogyakarta : C.V Andi OFFSET. Resmi, Siti. 2008. Perpajakan Teori dan Kasus. Jakarta : Salemba Empat. Sukardji, Untung.2014.Pokok-Pokok PPN Pajak Pertambahan Nilai Indonesia (Edisi Revisi 2014).Cetakan Ke-9 (Sembilan).Jakarta : Penerbit P.T. RajaGrafindo Persada Peraturan Perundang-Undangan : Undang – Undang No. 8 Tahun 1983 Tentang Pajak Petambahan Nilai dan Jasa & Pajak Pertambahan nilai Barang Mewah Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang – Undang No. 42 Tahun 2009. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2007, tentang Perubahan Undang – Undang Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Republik Indonesia Departemen Keuangan PER- 20 /PJ/2013, tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak , Pelaporan Usaha dan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak serta Perubahan Data dan Pemindahan Wajib Pajak. Universitas Sumatera Utara
Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan Dasar Pengenaan Pajak DPP dan Tarif Pajak Pertambahan Nilai Gambaran Data Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan Ketentuan Subjek dan Objek Pajak Pertambahan Nilai Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan Mandiri Masalah Yang Sering dihadapi Dalam Pelaksanaan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Pajak Pertambahan Nilai Legal Karakter PPN Prosedur Pengembalian Kelebihan Pembayaran Pajak Bagi Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Sebab-sebab terjadi Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Seksi Ekstensifikasi Seksi Pengawasan dan Konsultasi Fungsional Pemeriksa Dan Penilai Seksi Pengolahan Data dan Informasi PDI Seksi Pelayanan Seksi Penagihan Seksi Pemeriksaan Struktur organisasi KPP Pratama Medan Belawan Tahap Persiapan Pengumpulan data Analisis Data dan evaluasi Daftar Wawancara Interview Guide Data Observasi Observation Guide Tata Cara Pengajuan dan Penyelesaian Permohonan Visi dan Misi Direktorat Jenderal Pajak
Aktifitas terbaru
Penulis
Dokumen yang terkait
Upload teratas

Prosedur Restitusi Pajak Pertambahan Nilai Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Ekspor Barang Kena Pajak Berwujud Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Belawan

Gratis