Pengaruh Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia

 3  82  75  2017-01-18 05:19:22 Report infringing document

KATA PENGANTAR

  Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham secara bersama-sama, tetapi secara parsial arus kasdari aktivitas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaantidak berpengaruh terhadap harga saham. Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham secara bersama-sama, tetapi secara parsial arus kasdari aktivitas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaantidak berpengaruh terhadap harga saham.

BAB I PENDAHULUAN Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan dana atau

  1yang dikeluarkan oleh IAI pada tahun 2004, dinyatakan bahwa tujuan laporan keuangan untuk umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan,kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan- keputusan ekonomi serta Salah satu informasi dalam laporan keuangan yang direspon oleh investor serta mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi mereka adalah informasimengenai laba akuntansi dan arus kas. Tujuanlaporan arus kas adalah memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, melalui laporan arus kas yangmengklasifikasikan arus kas berdasarkan kegiatan operasi, arus kas berdasarkan kegiatan investasi dan arus kas berdasarkan kegiatan pendanaan selama satuperiode akuntansi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis

1. Laporan Keuangan

  Tujuan Laporan Keuangan Tujuan laporan keuangan yang tertuang di dalam PSAK No.1 adalahUntuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalanganpengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusan- keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban(stewardship) manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. a) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadapperistiwa dan transaksi yang penting, b) Informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas,c) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan alam rangka penyajian secarawajar.

4. Laba

a. Konsep Laba

  1 menyebutkan bahwa informasi laba merupakan komponen laporan keuangan yang disediakan dengan tujuanmembantu menyediakan informasi untuk menilai kinerja manajemen, mengestimasi kemampuan laba yang representativedalam jangka panjang dan menaksir resiko dalam investasi atau kredit. Dalam buku-buku teks akuntansi(khususnya teori akuntansi, istilah income pada umumnya dimaknai Muqodim (2005:111) menyatakan bahwa banyak literatur penghitungan laba dan pengertian laba sebagaimana dikemukakanoleh ekonom John Hiks (1949) yang dapat dikemukakan bahwa laba pribadi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi selamaperiode (misalnya satu minggu atau satu bulan) dengan harapan keadaannya pada akhir periode tetap sama (as well off) sepertikeadaan awal periode.

b. Laba Akuntansi

  Dalam Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) dinyatakan bahwa tujuan laporan keuangan untuk umum adalah memberikaninformasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporandalam rangka membuat keputusan – keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaansumber–sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen – komponen neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas,laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

5. Laporan Arus Kas

  Laporan arus kas merupakan salah satu komponen laporan keuangan yang wajib untuk disampaikan oleh perusahaan yang mencatatkansahamnya di bursa efek pada laporan keuangannya. Arus kas yang menyangkut transaksi Arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas yang sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kasmasa depan.

6. Harga Saham

  Harga saham merupakan nilai pasar dari selembar saham sebuah perusahaan emiten pada waktu tertentu. Menurut Lubis (2006:60) “Hargapasar adalah harga jual dari investor satu dengan investor lainnya”.

B. Tinjauan Peneliti Terdahulu

  Zahroh Naimah (2000) dalam penelitiannya yang bertujuan untuk melakukan pengujian empiris berkaitan dengan hubungan laba akuntansi,total arus kas dan komponen arus kas terhadap harga saham pada 53 perusahaan yang go public di Bursa Efek Jakarta tahun 1997–1998menemukan bahwa laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, serta ketiga komponen arus kas tidak berpengaruhsecara signifikan terhadap harga saham. Zahroh Naimah (2000) dalam penelitiannya yang bertujuan untuk melakukan pengujian empiris berkaitan dengan hubungan laba akuntansi,total arus kas dan komponen arus kas terhadap harga saham pada 53 menemukan bahwa laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikanterhadap harga saham, serta ketiga komponen arus kas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.

C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis

1. Kerangka Konseptual

  Laporan keuangan sendiri berisi tentang laporan – financial perusahaan selama satu tahun, sementara itu arus kas merupakanaliran dana dalam kegiatan perusahaan yang sangat vital bagi kegiatan operasi perusahaan. Apabila perusahaan memiliki laba yang cukup tinggi dan arus kas yang memadai maka kondisi perusahaan tersebut secara financial dapatdikatakan baik dan harga saham perusahaan akan cenderung tinggi.

2. Hipotesis

Dari kerangka pemikiran teoritis di atas, maka perumusan hipotesis yang dikembangkan adalah sebagai berikut :H1 : Laba Akuntansi berpengaruh positif terhadap harga saham.

BAB II I METODE PENELITIAN Desain Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah desain asosiatif, yaitu

B. Populasi dan Sampel Penelitian

  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untukdipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:72). Dari populasi sebesar 184 perusahaan, dengan menggunakan metode random samplingmaka diambil sampel sejumlah 18 perusahaan dengan rumus sebagai berikut Sampel = 10 % x Total Populasi= 10% x 184= 18 Perusahaan (pembulatan) Untuk lebih jelasnya nama– nama emiten yang menjadi sampel penelitian adalah : 11.

C. Jenis dan Sumber Data

  Total arus kas merupakan jumlah arus kas bersih yang terdiri atas arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan ditambah denganselisih kas dan setara kas awal tahun (PSAK No.2, 2004) per 31 Desember 2006-2008 yang dinyatakan dalam satuan Rupiah. Arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas dari aktivitas penghasil utama perusahaan dan aktivitas lain yang bukan aktivitas investasi danpendanaan (PSAK No.2, 2004) per 31 Desember 2006-2008 yang dinyatakan dalam satuan Rupiah.

5. Harga saham yang digunakan adalah rata-rata harga saham penutupan 2006-2008

F. Metode Analisis Data

  Kemudian nilai Multikolinearitas terjadi jika terdapat hubungan linier antara independen variabel yang tinggi, standard error koefisien regresi akansemakin besar dan mengakibatkan confidence interval untuk perdugaan parameter semakin lebar, dengan demikian terbuka kemungkinan terjadikekeliruan menerima hipotesis yang salah dan menolak hipotesis yang benar. Uji-t dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial Uji secaraparsial (Uji-t) ini dilakukan dengan membandingkan t-hitung dengan t- tabel dengan ketentuan sebagai berikut:jika t-hitung < t-tabel, maka Ha diterima dan Ho ditolak; jika t-hitung > t-tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

VIII. Jadwal Penelitian

Penelitian ini direncanakan dilaksanakan dari bulan Agustus 2010 sampai dengan bulan Januari 2011.

BAB IV HASIL PENELITIAN Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

  Prosedur dimulai dengan memasukkan variabel-variabel penelitian ke program SPSS tersebut dan menghasilkan output-output sesuai metode analisis data yang telah ditentukan. Berdasarkan kriteria yang telahditetapkan, didapat 18 perusahaan yang memenuhi kriteria dan dijadikan sampel dalam penelitian ini dan diamati selama periode 2006-2008.

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Analisis Statistik Deskriptif

  Informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari www.idx.co.id dan Indonesian Capital Market Directoryberupa data keuangan sampel perusahaan manufaktur kategori barang konsumsi subbagian makanan dan minuman dari tahun 2005 sampai tahun 2007 yangdijabarkan dalam bentuk statistik. Variabel dari penelitian ini terdiri dari arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan sebagai variabelbebas (independent variable) dan harga saham sebagai variabel terikat (dependent N Minimum Maximum Mean Std.

54 Sumber: Data yang diolah penulis, 2011

  Arus kas dari kegiatan investasi yang terendah adalah bernilai Rp.-7.356.852.000.000 dan yang paling tinggi adalah bernilai Rp.9.598.113.000.000 serta rata-rata arus kas dari kegiatan investasi sebesar Rp.-5.614.560.000. Untuk Arus kas dari kegiatan pendanaan yang terendah adalah bernilai Rp.-1.661.825.000.000 dan yang paling tinggi adalah bernilai Rp.2.878.994.000.000, serta rata-rata arus kas dari kegiatan pendanaan sebesar Rp.-191.194.000.000.

2. Uji Asumsi Klasik

a. Uji Normalitas

  Pengujian normalitas data dalam penelitian ini mengunakan uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S) dengan membuat hipotesis:H : Data residual berdistribusi normalH a : Data residual tidak berdistribusi normal Apabila nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka H diterima, sedangkan jika nilai signifikansinya lebih kecil dari 0,05 maka H ditolak. Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada tidaknya gejala multikolinearitas adalah dengan melihat nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF),menganalisis matrik korelasi variabel-variabel independen, melihat nilai 2 Condition Index (CI) serta membandingkan nilai R model utama (awal) terhadap 2 nilai R dari masing-masing auxilary regression antar variabel independen.

c. Uji Heteroskedastisitas

  Dalam penelitian ini, untuk mendeteksi ada tidaknya gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat plot grafik yang dihasilkan dari pengolahan data denganmenggunakan program SPSS. Adanya titik-titik yang menyebar menjauh dari titik-titik yang lain dikarenakan adanyadata observasi yang sangat berbeda dengan data observasi yang lain .

d. Uji Autokorelasi

  Uji ini bertujuan untuk melihat apakah dalam suatu model regresi linear ada korelasi antar kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan padatahun yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalahautokorelasi adalah dengan menggunakan nilai uji Durbin Watson dan Runs Test.

3. Analisis Regresi

  Dari hasil pengujian asumsi klasik disimpulkan bahwa bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) dan layak dilakukan analisis regresi. Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda.

a. Persamaan Regresi

  Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen danvariabel dependen, melalui pengaruh LG10_AKO, LG10_AKI dan LG10_AKP terhadap LG10_HS. Hasil regresi dapat dilihat pada tabel 4.15 berikut ini: Standardized Unstandardized Coefficients CoefficientsModel B Std.

b. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi

  Nilai R square memiliki kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian denganmenggunakan uji t (t test) dan uji F (F test).

1) Uji t (t Test)

  Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS versi 16, diperoleh hasilsebagai berikut.

a. Dependent Variable: LG10_HS sumber: Data yang diolah penulis, 2011

  T hitung untuk variabel arus kas dari aktivitas operasi sebesar 0,242,sedangkan t tabel adalah 2,008559, sehingga t hitung < t tabel ( 0,242 < 2,008559), maka arus kas dari aktivitas operasi secara individual tidak mempengaruhi hargasaham. T hitung untuk variabel arus kas dari aktivitas investasi sebesar -0,451 sedangkan t tabel adalah 2,008559, sehingga t hitung < t tabel (-0,451 < 2,008559), maka arus kasdari aktivitas investasi tidak berpengaruh terhadap harga saham secara individual.

2) Uji F (F Test)

  Untuk melihat pengaruh arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap harga saham secarasimultan dapat dihitung dengan menggunakan F test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaanberpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap harga saham karena F hitung > F (39,462 > 2,79000842).

C. Pembahasan Hasil Penelitian

  Hal ini berarti bahwa 70,3% variasi atau perubahan dalam harga saham dapat dijelaskan oleh variasi laba akuntansi,arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan, sedangkan sisanya sebesar 29,7% dijelaskan oleh sebab-sebab lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian. Hasil penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Naimah(2000) Laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan secara simultan berpengaruh signifikanterhadap harga saham.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan

  Secara simultan, hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dariaktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap harga saham. Secara parsial, penelitian ini menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan antara laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dariaktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan terhadap harga saham secara individual.

B. Keterbatasan Penelitian

  Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan-keterbatasan tersebut antara lain: 1.penelitian ini hanya mengambil empat buah variabel yaitu laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, aruskas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan sebagai dapat mempengaruhi harga saham, 2.periode pengamatan dalam penelitian ini terbatas karena hanya mencakup tahun 2006-2008, 3.sampel yang digunakan hanya perusahaan manufaktur saja.

C. Saran

  Bagi Investor dan Calon InvestorInvestor dan calon investor disarankan untuk memanfaatkan informasi yang telah dipublikasikan oleh perusahaan khususnya informasi mengenai laporankeuangan yang termasuk didalamnya laporan arus kas unuk menilai bagaimana kondisi perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan yang berkaitandengan investasi yang dimiliki atau akan dimiliki oleh investor dan calon investor. Bagi Peneliti SelanjutnyaPeneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan variabel independen seperti size perusahaan, pertumbuhan perusahaan, kualitas laba dan variabel lainmenambah tahun pengamatan sehingga hasil yang diperoleh lebih dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan bagi investor ketika akan mengambil keputusanyang berkaitan dengan investasinya, misalnya: untuk membeli atau menjual saham.

DAFTAR PUSTAKA

  Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham. Kandungan Informasi Laba Akuntansi dan Arus Kas terhadap Harga Saham.

Dokumen baru
Aktifitas terbaru
Penulis
123dok avatar

Berpartisipasi : 2016-09-17

Dokumen yang terkait

Pengaruh Laba Akuntansi dan Komponen Arus Ka..

Gratis

Feedback